26.2 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1096

Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

0

JURNAL INSPIRASI – Sejak satu pekan terakhir Jalan Ace Tabrani, tepatnya di kampung Nunggul RT 01 RW 01, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor diterjang longsor.

Pantauan di lokasi, ketinggian tebingan sekitar enam meter, begitu juga jaraknya berdekatan dengan pemukiman penduduk sehingga membuat warga sekitar was-was ketika longsor tersebut bisa kembali terjadi.

Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taufik mengatakan, kejadian longsor di Kampung Nunggul membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.

“Selama satu pekan terakhir tebingan di Kampung Nunggul dua kali diterjang longsor,” kata Sekretaris Desa Curugbitung kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/11).

BACA JUGA: Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

Dia menyebutkan, longsor terjadi akibat seringnya turun hujan sehingga tebingan tersebut mudah tergerus longsor.

Pascamusibah longsor terjadi, warga  sekitar langsung bahu-membahu membersihkan sisa material tanah yang berserakan di jalan raya. “Untuk memaksimalkan penanganan longsor, pihak terkait menurunkan bantuan alat berat,” ungkapnya.

Sebelumnya Camat Nanggung Ae Saepuloh mengimbau, terutama bagi  masyarakat Nanggung dan sekitarnya agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan akhir-akhir ini sering hujan. Mengingat   Kecamatan Nanggung, termasuk salah satu wilayah di Kabupaten Bogor bagian Barat yang zona merah rawan bencana.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

“Para Kepala  Desa kami imbau agar cepat tanggap memberikan informasi ketika adanya wilayah yang terdampak bencana alam,” kata dia.

Pada November ini ungkapnya, sering turun hujan dan sebagai supaya pencegahan bencana, langkah awal harus dilakukan adalah mempercepat informasi sehingga progresnya bisa segera dilakukan  penanganan.

“Meski  bencana alam memang sulit diprediksi, paling tidak kita semua sudah berupaya untuk melakukan antisipasi,” tandasnua.

**aripekon

Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

0

Wakil Ketua DPRD Minta Segera Ada Penanganan

JURNAL INSPIRASI – Bencana alam pergeseran tanah mengakibatkan puluhan rumah warga di Kampung Babakan, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al Muharom. Dia meminta dinas terkait segera bertindak cepat mengangani hal tersebut.

“Mengingat adanya beberapa korban masyarakat yang rumahnya rusak dan mengungsi, harus ada action cepat dari SKPD terkait untuk mengurangi beban mereka pasca musibah dan diperlukan kajian khusus mengapa hal ini bisa terjadi dan apakah wilayah kampung tersebut masih layak untuk dihuni atau harus ada langkah relokasi,” ungkap Aan Triana Al Muharom kepada wartawan saat meninjau lokasi pergeseran tanah,  Selasa (2/11/2021).

Dalam kunjungannya, Sekretaris DPD Partai Golkar itu menyapa para korban bencana dengan berdialog guna membantu memulihkan psikologis para korban. Selain itu, dia juga memberikan bantuan 30 bingkisan sembako untuk warga terdampak bencana.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

“Mudah-mudahan para korban diberikan ketabahan dan kesabaran serta bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang layak dan saya akan sampaikan kepada SKPD terkait agar bergerak cepat untuk memulihkan kembali segala halnya disini,” jelasnya.

Sementara itu, menurut anggota BPBD Kabupaten Bogor Adhi Wijaya di lokasi mengatakan bahwa hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan semakin melebar. Dikatakannya saat ini total kerusakan rumah warga mencapai 60 lebih rumah.

“Kondisi saat ini sedang dalam hujan tentunya tanah akan terus bergeser apalagi sekarang musim hujan yang cukup panjang, tadi saja hujan dari jam 12.00 Wib sampai sekarang 14.20 Wib, pergeseran terus terjadi tentunya akan terus melebar,” ucapnya.

BACA JUGA: Desa Sirnagalih Beton Jalan Lingkungan dan Desa

Untuk diketahui, bencana alam pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Babakan RT 01 RW 10, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya itu terjadi sejak Kamis malam, 28 Oktober 2021, hingga kini pergerakan tanah masih terus terjadi, bahkan hal itu membuat warga khawatir.

**cepikurniawan

Desa Sirnagalih Beton Jalan Lingkungan dan Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan betonisasi jalan lingkungan dan jalan desa untuk mempermudah akses masyarakat. Saat ditemui Jurnal Bogor, H. Ahmad Anwar, Kepala Desa Sirnagalih mengatakan, upaya ini sebagai upaya mendongkrak pembangunan infrastruktur.

Betonisasi jalan dari program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dialokasikan di Kampung Mengker dan terbagi menjadi 2 dusun , dimana ada yang jalan lingkungan ada juga yang jalan desa dengan lebar yang berbeda. “Untuk dusun 1 kami alokasikan di RT 07 / RW 03 dan untuk Dusun 2 kami alokasikan di RT 01 /01 dan RT 02/01 ” jelasnya, Selasa (2/11).

BACA JUGA: Setelah Disambangi Anggota DPRD dan Dinas PUPR, Jalan Curugbitung Dilakukan Perbaikan

Menurutnya, untuk Samisade tahun ini Desa Sirnagalih menggunakan jasa dari PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE). “Karena ini merupakan anggaran pertama yang sebesar ini kami takut salah maka kami menggunakan jasa pihak ke-3 yang jelas punya tenaga ahli. Ada memang keretakan dan kami minta itu diperbaiki, begitupun untuk ketinggian kami minta disesuaikan dengan RAB yang sudah diberikan oleh desa,” ucapnya.

Masih kata dia , adapun untuk total volume pekerjaan dari program Samisade tahun ini adalah P 940M x L 2,5 x T 0,15 dan untuk jalan lingkungannya P 220M x L 1,00M x T 0,15M dengan total anggran Rp.680.000.000,00 dengan lama pekerjaan 20 hari kerja.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

” dapun temuan yang nanti jika ada hasil pemeriksaan Inspektorat maka kami harapkan PT PPE untuk ikut menjelaskan dan bertanggung jawab dengan temuan-temuan yang berkaitan dengan teknis di lapangan seperti jika ada kekurangan volume misalnya,” pungkasnya mengakhiri.

**naynur’ain

Setelah Disambangi Anggota DPRD dan Dinas PUPR, Jalan Curugbitung Dilakukan Perbaikan

0

JURNAL INSPIRASI – Ruas Jalan Curugbitung – Malasari batas Sukabumi yang keadaannya rusak berat, setelah dicek anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin bersama Dinas PUPR diperbaiki. Jalan yang berada di wilayah Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung ini tengah dalam penanganan di beberapa titik kondisi urgen dengan cara dilakukan pengaspalan maupun pengerjaan pengurukan menggunakan material batu split.

Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taupik   menyatakan meski jalan yang berada di wilayahnya belum ditangani secara maksial akan tetapi ini bagian upaya penanganan dari Dinas PUPR yang dikerjakan langsung melalui UPT jalan dan Jembatan wilayah VI Cigudeg.

“Alhamdulilah jalan yang rusak di Curugbitung ada penanganan,” kata Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taupik kepada Jurnal Bogor, Selasa (2/11).

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

Menurutnya, progresnya ketika dilakukan pembangunan jalan 2022 mendatang utamanya adalah untuk dibangun drainase agar  air hujan tidak meluap ke jalan dan berdampak mudah rusaknya jalan. “Bangunan saluran air harus dibangun maksimal,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi III Nurodin atau yang biasa disapa Jaro Peloy menyatakan bahwa kedatangannya bersama Dinas PUPR Kabupaten Bogor merupakan bentuk komitmen guna mendukung jalannya pembangunan di wilayah Kecamatan Nanggung.

“Kami  sepakat dengan Dinas PUPR, untuk terus mengawal hingga peningkatan jalan di Desa Curugbitung 2022 bisa terlaksana,” kata Jaro Peloy.

Dia menginginkan peningkatan Jalan Curugbitung- Malasari ini masuk di anggaran perubahan, namun untuk  pelaksanaannya tetap di tahun 2022. Upaya ini sebagai komitmen Bupati, Dinas PUPR maupun Komisi III, karena jalan rusak ini harus menjadi prioritas karena Jalan Curugbitung- Malasari sudah 14 tahun rusak.

BACA JUGA: Warga Sirnasari Belum Dapat Ganti Rugi Double Track

Kalau tidak terkendala, kata Peloy, tahun 2022 akses Jalan tersebut akan dilakukan betonisasi dengan maksimal. “Diharapkan termasuk  kiri kanan drainasenya juga bisa di selesaikan,” harapnya.

Sementara, Kepala bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor Kristianto mengatakan, pembangunan Jalan Curugbitung-Malasari bakal dilaksanakan di tahun mendatang. “Jalan Curugbitung- Malasari yang sudah dijadwalkan sebelumnya  2021 ini akan dilakukan pengerjaan sepanjang 1 kilometer, namun pelaksanaannya digeser pada 2022 dengan bertambah volume menjadi 1,5 kilo meter,” papar Kristianto.

Namun demikian, pihaknya  melakukan penanganan sementara berupa pengerjaan pengerasan maupun pengaspalan. Terdapat di beberapa titik penanganan darurat sebagai upaya  antisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu, pihaknya akan segera menangani kondisi jalan yang sudah lama amblas yakni, tepatnya di Kampung Dukungkawung, Desa Nanggung. “Dengan menggunakan alokasi bantuan tambahan (ABT)  2021 ini jalan amblas itu akan segera ditangani,” tukasnya.

**aripekon

Biskita Resmi Mengaspal

0

Sistem Pembayaran Bakal Gunakan E-Money

JURNAL INSPIRASI – Layanan transportasi publik di Kota Bogor memasuki babak baru. Selasa (2/11), Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B Pramesti bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan flag off Soft Launching layanan Biskita Trans Pakuan di Plaza Balai Kota Bogor.

Peluncuran 10 bus ini merupakan uji coba di koridor 5 Ciparigi – Stasiun Bogor, secara bertahap hingga akhir tahun akan mengaspal hingga 49 bus melayani 6 koridor di Kota Bogor.

Kepala BPTJ, Polana B Pramesti mengatakan bahwa peluncuran Biskita Trans Pakuan merupakan layanan angkutan umum massal dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Bogor. Ini merupakan upaya bersama BPTJ dengan Pemkot Bogor dalam menghadirkan layanan angkutan umum massal sesuai standar pelayanan minimal melalui subsidi berbasis skema Buy The Service (BTS).

BACA JUGA: Warga Sirnasari Belum Dapat Ganti Rugi Double Track

“Upaya ini telah dilakukan BPTJ sejak 2019 dan terealisasi 2021 untuk pembenahan transportasi perkotaan di wilayah Bodetabek yang sangat mendesak. Kota Bogor terpilih sebagai pilot project penerima subsidi dengan skema Buy The Service, ini didasari komitmen Kota Bogor dalam melakukan pembenahan transportasi perkotaan di wilayahnya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/11).

Melalui subsidi dengan skema BTS dari BPTJ, Polana berharap Kota Bogor bisa menindaklanjuti dengan kebijakan-kebijakan yang bersifat push policy dalam memanfaatkan layanan Biskita Trans Pakuan, tidak hanya orang yang semula naik angkot, namun yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Menurut kami ini akan menjadi wujud kolaborasi sesungguhnya antara pusat yang memberikan bantuan yang bersifat pull policy dan pemda yang melengkapi dengan kebijakan push policy,” jelasnya.

BACA JUGA: ZM: Biskita Jangan Sampai Jadi Bangkai

Selama masa uji coba, layanan Biskita Trans Pakuan digratiskan. Namun penggunaan E-Money tetap dilakukan sebagai bentuk sosialisasi dan keperluan survei standar pelayanan minimal.

“Saya berharap layanan Biskita Trans Pakuan dapat memberikan pelayanan terbaik dan menjadi pilihan cerdas masyarakat Bogor dalam bermobilitas,” harapnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut, yang dicapai hari ini merupakan satu perjalanan panjang dan terjal yang penuh dinamika, namun secara umum terdiri dari tiga aspek yaitu kekuatan konsep, komunikasi yang terus dikembangkan kepada semua stakeholder dan kolaborasi.

“Hari ini sejarah, menuju hari ini jalannya terjal dan panjang, namun pada intinya ini adalah kekuatan konsep yang terus dimatangkan, digodok, diuji dan terus dievaluasi. Komunikasi yang terus dikembangkan kepada semua pihak terkait serta terakhir adalah kolaborasi semua,” katanya.

BACA JUGA: Kejari Garap Permasalahan Hukum PDJT

Konsep konversi 3 angkutan perkotaan (angkot) menjadi 1 bus kata dia, harus terus dikawal secara jujur dan adil. Jujur artinya harus benar-benar konversi 3 angkot menjadi 1 bus. Sementara adil dimaksudkan tidak ada yang ditinggalkan, para pengemudi angkot semaksimal mungkin direkrut untuk di training menjadi pengemudi bus atau tenaga mekanik.

“Ini saya sampaikan kepada semua, angkot yang dibesituakan adalah angkot yang sudah dicek dan tidak layak jalan. Untuk angkot yang masih layak jalan di plat hitamkan dan mungkin saja digunakan untuk hal-hal lain yang bermanfaat tapi tanpa digunakan sebagai angkutan kota,” jelasnya.

Konversi juga diberlakukan bagi para pengemudi angkotnya, dengan penerapan syarat dan ketentuan yang berlaku, seperti usia, latar belakang pendidikan dan memiliki lisensi mengemudi. Sementara untuk pengemudi yang usianya melebihi ketentuan akan dikaryakan. Salah satunya pengemudi yang berusia diatas 50 tahun direkrut menjadi tenaga keamanan.

BACA JUGA: Dewan Peringatkan PT MSJ

Kata dia, pengemudi angkot yang kendaraannya dikonversi, kata Bima. akan direkrut dan dilatih menjadi pengemudi atau mekanik, dengan syarat usia tidak lebih dari 50 tahun, memiliki SIM, dan pendidikan minimal SMA.

Sementara untuk pengemudi angkot yang tak memiliki ijazah SMA, Dishub akan membantu menyediakan kejar paket sehingga bisa setara dengan lulusan SMA.

“Mulai hari ini sesungguhnya bukan hanya menyambut bus baru, tetapi juga memulai kebiasaan baru, budaya baru dan memulai hal-hal baik yang baru, khususnya dalam memanfaatkan transportasi publik, baik bagi pengemudi maupun warga Kota Bogor,” pungkasnya.

**fredykristianto

Warga Sirnasari Belum Dapat Ganti Rugi Double Track

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek pembangunan double track atau rel ganda kereta api jurusan Bogor-Sukabumi kembali menuai sorotan. Pasalnya, pada Selasa (2/11) sejumlah warga Sirnasari, RT 07/04, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Barat, mendatangi kantor hukum LBH 1201, Selasa (2/11).

Kedatangan warga untuk mengadu lantaran belum mendapatkan ganti rugi longsoran imbas pembangunan proyek strategis nasional tersebut, yang terjadi pada Rabu (8/9). “Ya,sudah dua bulan mereka belum mendapatkan ganti rugi atas kejadian longsor itu,” ujar Ketua RW 04, Ahmad Yani kepada wartawan, Selasa (2/11).

Yani menegaskan bahwa terdapat empat rumah yang terkena dampak longsoran tersebut. Sehingga mengalami kerugian materil akibat rusaknya perabotan rumahtangga. “Kami sebenarnya sudah mengadu ke pemerintah hingga ke pekerja proyek agar diganti rugi. Namun, sampai saat ini tak terealisasi,” ungkapnya.

BACA JUGA: ZM: Biskita Jangan Sampai Jadi Bangkai

Salah seorang warga terdampak lainnya, Sugandi (55) berharap agar segera mendapat ganti rugi. Sebab, televisi, kulkas, kasur dan sejumlah peralatan rumah tangga tak dapat digunakan akibat imbas dari peristiwa itu.

“Saya minta ganti rugi karena sudah merugikan masyarakat. Total perkiraan kerugian bisa mencapai Rp5 jutaan lebih, ada 4 rumah warga yang terdampak,” ungkapnya.

Ia mengaku khawatir mengenai adanya bencana longsoran susulan. Mengingat, kondisi cuaca saat ini sudah masuk ke musim penghujan. “Kalau dibilang khawatir longsor susulan ya khawatir. Apalagi tidak ada saluran air di sekitar proyek. Sementara kondisi pembangunan masih berjalan. Tapi mau bagaimana lagi, mau ngongtrak gak ada uang,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kejari Garap Permasalahan Hukum PDJT

Sementara itu, Juru Bicara LBH 1201, Sastra mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan kajian bersama timnya untuk menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami sudah terima laporan warga. Dan kita akan segera terjun ke lapangan untuk mengecek lokasi. Kami akan kawal masalah ini sampai tuntas,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pelaksana proyek double track.

**Fredykristianto

ZM: Biskita Jangan Sampai Jadi Bangkai

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 10 armada Bus Kita Trans Pakuan mulai mengaspal di Kota Bogor pada awal November ini. Kehadiran bus pengganti Trans Pakuan yang didanai oleh pemerintah pusat ini digadang-gadang akan menjadi evolusi transportasi di Kota Bogor karena akan menggantikan angkot-angkot yang sudah tidak layak pakai.

Rencananya bus yang akan beroperasi dengan rute Ciparigi – Stasiun Bogor ini akan bebas biaya hingga akhir tahun. Untuk itu, Ketua Komisi III Zaenul Mutaqin meminta agar Pemerintah Kota Bogor dan Wali Kota Bogor Bima Arya mengelola bus baru ini dengan sangat baik.

“Jangan terlelap dalam euforia, perawatan bus harus diperhatikan, terlebih keberadaan bus ini masih full subsidi pemerintah karena gratis. Jangan sampai nanti di akhir tahun malah sudah rusak,” ujar pria yang akrab disapa ZM, Selasa (2/11).

BACA JUGA: Kejari Garap Permasalahan Hukum PDJT

ZM yang juga menjabat sebagai ketua Fraksi PPP DPRD Kota Bogor mengaku mendukung keberadaan bus dan program Buy The Service (BTS) di Kota Bogor. Namun ia lagi-lagi mewanti-wanti Wali Kota Bogor agar sekiranya kehadiran bus ini sejalan dengan program rerouting dan reduksi angkot yang menjadi satu-satunya persoalan yang belum terselesaikan hingga periode kedua Bima Arya.

Ia juga mengaku tidak mau melihat nasib puluhan bus baru ini akan bernasib sama dengan bus Trans Pakuan yang kini sudah menjadi bangkai di Terminal Bubulak.

“Pemkot harus serius dan konsisten dalam mengelola moda transportasi masal ini, program BTS tentu saja harus sejalan dengan komitmen konversi angkot ke bus. Karena tujuannya mengurangi kemacetan tanpa mengurangi pelayanan transportasi kepada masyarakat. Jangan sampai terulang pengalaman pengelolaan trans pakuan terdahulu yang dianggap gagal dan malah menyisakan masalah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ZM kembali mengingatkan kepada Pemkot Bogor agar memerhatikan nasib para supir angkot yang dijadikan supir bus.

BACA JUGA: Amblas, Pemkot Tutup Jalan Sholis

“Walau bagaimanapun konversi angkot ini pasti berpengaruh terhadap hilangnya mata pencaharian bagi sebagian sopir angkot yang tidak terakomodir menjadi sopir bus trans pakuan. Tidak mungkin seluruh sopir angkot bisa beralih menjadi sopir bus, karena jumlah bus jauh lebih sedikit dari jumlah angkot yang dikonversi. Inilah masalah yang akan timbul, dan tentu saja harus dicarikan solusinya oleh pemkot,” tegasnya.

Pengelolaan bus Trans Pakuan ini diketahui akan dikelola oleh konsorsium PDJT, selagi Pemkot Bogor melakukan restrukturisasi terhadap perusahaan yang didirikan sejak 2006 ini.

ZM berharap dana dari pemerintah pusat bisa dikelola dengan baik, sehingga menghadirkan kenyamanan dan rasa aman kepada warta Kota Bogor dalam menggunakan moda transportasi massal.

“Dana puluhan miliar untuk mengoperasikan BTS ini harus dikelola dengan baik. Nantinya kami juga akan menggunakan hak pengawasan kami untuk memastikan anggarannya tepat guna,” pungkasnya.

**fedykristianto

Rayakan Ultah, TeRuCi Chapgor Gelar Touring ke Batu Raden

0

JURNAL INSPIRASI – Para penghobi kendaraan roda empat jenis MPV Rush dan Terios yang tergabung dalam Teriosh-Rush Club Indonesia Chapter Bogor (TeRuCi Chapgor) merayakan hari jadinya yang ke-13 mengambil tema “ Bahagia bersama Road to Baturaden Purwokerto Jateng”.

Ada yang berbeda dengan perayaan sebelumnya, kali ini para Chapgor melakukan perayaan dengan menempuh perjalanan yang cukup panjang dari Bogor hingga Batu Raden, Jawa Tengah dengan konsep berkemah.

Ketua TeRuCi Chapgor Alle mengatakan, Aniversary ini begitu sangat istimewa karena kondisi Covid-19 beberapa waktu lalu membuat berbagai aktivitas member kurang begitu maksimal karena secara kegiatan cukup dibatasi, namun untuk kali ini para member Chapgor bisa mengadakan kegiatan keluar.

BACA JUGA: Kejari Garap Permasalahan Hukum PDJT

“Sesuai dengan tema kita yaitu Bahagia bersama Road to Baturaden Purwokerto Jateng, konsepnya, ya kita touring sambil happy dengan diakhiri berkemah di Batu Raden,” kata Alle.

Kendati sederhana, bagi dia dan para anggota tentu sangat membahagian karena bisa berkumpul dan bisa kembali bersama dalam satu aspal yang sama dan menyusuri jalanan sambil membawa anggota keluarga.

“Intinya, kita ingin kembali menjalin keakraban antar anggota dan bersama menikmati suasa indah bareng-semua anggota dan keluarganya, karena kita guyub,” bebernya.

Disela-sela kegiatan, Alle berpesan agar para member menjaga tali silaturahmi dan menjaga kekompakan. dia juga menyampaikan agar seluruh member tetap solid serta terus menebarkan kebaikan kepada sesama.

BACA JUGA: BCN 2021 Tampilkan Perpaduan Musik Etnik dan Modern

“Selamat berbahagia bersama Chapgor, Terima kasih kepada RR yang telah berpatisipasi dalam Rangkaian Chapgor ke Purwokerto, dan RR Chapgor yang telah mendoakan dalam perjalanan baik berangkat maupun kembali ke bogor dengan selamat, semoga lain kali RR Chapgor banyak yang akan ikut serta di event selanjutnya..Salam guyub, solid, eksis berani Joint, berani Kopdar dan berani Touring,” imbuh Alle.

Salah satu peserta kegiatan Gusti mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan karena cukup memberi kesan indah kepada para anggota lainnya.

 “Kegiatan kali ini sangat luar biasa, Semoga kita selalu diberikan umur panjang dan kesehatan agar di anniv tahun tahun berikutnya kita bisa merayakan kembali. Terima kasih yang sebesar besarnya kepada om/nte  DPC Chapter Bogor dan PM Chapter Bogor. Dan berharap dalam event selanjutnya semua anggota Chapgor bisa bergabung,” kata Gusti.

**ass/rls

BCN 2021 Tampilkan Perpaduan Musik Etnik dan Modern

0


 
JURNAL INSPIRASI
– Minimnya wadah bagi para pekerja seni untuk mengekspresikan potensi dan bakat dimiliki dalam bidang kesenian dan kebudayaan mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor dalam ajang “Bogor Culture Night 2021”. 

Bogor Culture Night 2021 telah sukses menampilkan puluhan pelaku seni dan sanggar walau melalui virtual untuk unjuk kebolehan. Mereka tampil diatas panggung spesial kebanggan warga Kabupaten Bogor, yaitu kendaraan yang memiliki fasilitas lengkap dengan sound sistemnya yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan acara. 
 
Dikatakan Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bogor Ike Selviany, seperti halnya yang diberitakan sebelumnya, kegiatan Bogor Culture Night memiliki konsep Bogor yang Berkeadaban dan masuk dalam program Pancakarsa yang digagas oleh Bupati Bogor Ade Yasin.

BACA JUGA: Kejari Garap Permasalahan Hukum PDJT
 
“Iya, pada Rabu (27/10/2021) lalu, pementasan Bogor Culture Night 2021 selain menampilkan seni musik etnik perpaduan tradisional dan modern juga memperkenalkan Putra Budaya Nusantara Jawa Barat yang berasal dari Tenjolaya Kabupaten Bogor yaitu Jejen Sukrillah yang akan mewakili Jabar di Tingkat Nasional di Yogyakarta pada tanggal 4 Nopember 2021 mendatang,” ucapnya.
 
Ditambahkan Ike, semarak kegiatan Bogor Culture Night 2021 ini masih sama dengan menggunkan cara virtual. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan para seniman dan pelaku seni tetap semangat dalam memberikan penampilan terbaiknya. 
 
“Agar masyarakat kabupaten bogor khususnya dan Jabar umumnya mendukung dan mendoakan keberhasilannya di tingkat nasional,” tutupnya.

**handymehonk

Kejari Garap Permasalahan Hukum PDJT

0

JURNAL INSPIRASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dikabarkan tengah menggarap Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) mengenai pengelolaan dan penggunaan anggaran di perusahaan pelat merah itu. Bahkan, Korp Adhyaksa disebut telah memeriksa sejumlah orang perihal tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Ario Wicaksono S.H M.H enggan berkomentar. “Saya no komen, kalau itu,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/11).

Sementara itu, Pengurus Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah Korp Alumni HMI (KAHMI), Dwi Arsywendo meminta kejaksaan transparan dalam menangani sebuah permasalahan, sehingga tak menimbulkan pertanyaan publik. “Sebab, selama ini kan sudah ramai di luar bahwa kejaksaan sedang menangani PDJT,” kata dia.

BACA JUGA: Sentul City Terus Mencetak Laba di Tengah Gelombang Pandemi

Menurut Dwi, transparansi harus dilakukan lantaran PDJT dioperasikan menggunakan uang rakyat. Sehingga perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu. “Jangan sampai, kabar soal PDJT di luar menjadi bola liar. Dan masyarakat harus tahu, apalagi kejari tengah menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK),” tegasnya.

Sebelumnya, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan status PDJT dari BUMD menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Transpakuan tak kunjung disahkan wakil rakyat lantaran sedang terjadi permasalahan hukum.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, gagalnya Raperda PDJT diparipurnakan lantaran adanya permasalahan hukum yang kini tengah mendera PDJT terkait PMP sebelumnya. “Secara garis besar peristiwa itu dengan kebijakan kita membuat satu peraturan daerah rasanya memang tidak saling berkaitan. artinya sesuatu yang beda. Namun, pada saat kemarin rapat dengan kejaksaan sebelumnya memang ketua pansus bertanya mengenai memparipurnakan raperda itu, dan memohon arahan ke kejari. Respon kejari agar DPRD kembali menyampaikan surat resmi.

“Karena sudah ada bahasa seperti itu, kami menjaga marwah secata kelembagaan termasuk lebih menyakinkan kami bahwa pengesahan raperda tidak akan berujung masalah,” jelasnya.

BACA JUGA: Amblas, Pemkot Tutup Jalan Sholis

Dengan demikian, sambung Jenal, Banmus mengambil jalan tengah untuk meminta LO kembali. “LO yang pertama kan, PDJT belum ada masalah. Sekarang kan ada masalah. Memang ini peristiwa berbeda, tapi saling berkaitan,” kata politisi Gerindra itu.

Saat disinggung mengapa DPRD tidak membuat pansus baru untuk meminta laporan pertanggungjawaban PMP dan penggunaan dana penyehatan sebesar Rp5,5 miliar oleh PDJT. Jenal mengaku sepakat dengan hal itu. Namun, sambungnya, pembentukan pansus itu bermula dari usulan masyarakat, anggota legislatif dan desakan publik.

Lebih lanjut, Jenal juga menjelaskan bahwa lambatnya pengesahan raperda itu lantaran adanya perbedaan naskah akademik. “Ternyata telah terjadi perubahan naskah akademik sebanyak dua kali, di dalamnya termasuk arahan dari kejaksaan mengenai aset lama, aset yang menyusut, itu harus masuk didalam naskah yang disusun. Tapi sekarang sudah lengkap,” jelasnya.

Kemudian, sambungnya, ada kekhawatiran dari dewan mengenai permasalahan hukum, dan dewan sudah kadung meminta LO ke kejari.

**fredykristianto