26.2 C
Bogor
Sunday, August 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1095

Tokoh Masyarakat Nanggung Ajak Warga Swadaya Bangun TPT dan Gorong-gorong

0

JURNAL INSPIRASI – H.Yaya, tokoh masyarakat asal Kampung Siloceng, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor  mengajak masyarakat untuk melakukan swadya berupa pengerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) tepatnya di jalan utama Kampung Pasirpeuteuy, Desa Nanggung, baru baru ini.

H.Yaya

Menurut H Yaya, perbaikan tersebut dilakukan karena TPT sudah lama ambrol sehingga berdampak terhadap kerusakan badan jalan. “Dikhawatirkan kerusakannya semakin membesar sehingga kami mengajak warga untuk melakukan perbaikan,” ujar H. Yaya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Tak hanya TPT, termasuk gorong – gorong yang berlokasi di Kampug Cibeureum, Desa Curugbitung menjadi sasaran perbaikan warga. “Mengingat saluran air tak berjalan lancar, maka perbaikan gorong- gorong merupakan prioritas,” tandasnya.

BACA JUGA: Peringati Maulid Nabi, Pemdes Wargajaya Santuni Anak Yatim Piatu dan Jompo

“Gotong royong berlangsung hampir satu bulan dan Alhamdulillah perbaikan sementara bisa terealisasi. Kami harapkan agar masyarakat ambil bagian turut andil  dan mendukung pembangunan yang dilaksanakan untuk kemajuan desa.”

Menurut H.Yaya, peran serta masyarakat sangat berpengaruh terhadap kemajuan wilayah desa, jika  masyarakat berperan aktif dan mendukung program pemerintah.

BACA JUGA: PTM SMPN 1 Leuwisadeng Dikeluhkan

Bahkan belum lama ini, masyarakat bekerja sama dengan Pemerintah Desa Curugbitung bergotong royong memperbaiki jalan rusak. Tak lama kemudian pihak Dinas PUPR  melakukan penanganan perbaikan di beberapa titik kondisi darurat.

Untuk akses tranportasi kata dia, jalan tersebut merupakan jalan utama bagi warga  di tiga desa. “Semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga perbaikan jalan dapat  terlaksana pada 2022 mendatang,” jelasnya. 

**aripekon

Peringati Maulid Nabi, Pemdes Wargajaya Santuni Anak Yatim Piatu dan Jompo

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah dan santunan anak yatim piatu serta jompo di kediaman kepala desa di Kampung Babakan RT/01 RW/13.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Desa Wargajaya Eman Suryatman, Ketua MUI Kecamatan Cigudeg beserta MUI desa, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan kaum ibu-ibu majlis ta’lim.

Kepala Desa Wargajaya Eman Suryatman mengatakan, acara Maulid Nabi dan santunan anak yatim merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun diadakan serta bentuk kepedulian pemerintah desa kepada sesama.

BACA JUGA: PTM SMPN 1 Leuwisadeng Dikeluhkan

“Sebanyak 40 anak yatim piatu dan jompo diberikan santunan berupa uang tunai,” kata Kepala Desa WargaJaya Eman Suryatman, seusai kegiatan kepada Jurnal Bogor, Kamis (4/11).

Menurut Kepala Desa yang biasa disapa Jaro Bancet itu, sudah menjadi kewajiban dirinya untuk saling berbagi kepada anak yatim dan jompo. “Mudah-mudahan saya bisa memimpin desa lebih baik lagi kedepannya untuk masyarakat Desa WargaJaya,” imbuhnya.

Sementara menurut pengurus Rukun Warga (RW) setempat Kholik, masyarakat Desa Wargajaya sangat antusias untuk menghadiri Maulid Nabi tersebut selain untuk mendapatkan ilmu juga bisa bersilaturahmi dengan warga sekitar.

BACA JUGA: Dewan Pertanyakan Kualitas Proyek Jalan Lingkungan

“Kami merasa senang dan antusias untuk hadiri Maulid Nabi. Karena, dengan hadirnya kita ke tempat ini, kita bisa sekaligus pengajian dan kita juga bisa bersilaturahmi diantara para RT dan RW serta masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap tahun selama kepala desa saat ini menjabat, selalu mengadakan peringatan dan santunan yang merupakan budaya berbagi kasih itu.

“Mudah-mudahan kegiatan ini lebih di tingkat lagi dan menjadi contoh untuk kepala desa yang akan datang. Jadi dilanjutkan kegiatan yang sifatnya religi maupun kemasyarakatan ini,” pungkasnya.

**andres

PTM SMPN 1 Leuwisadeng Dikeluhkan

0

JURNAL INSPIRASI –  Sejumlah murid SMPN 1 Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mengeluhkan tahapan uji coba kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Keluhan tersebut karena waktu PTM hanya 20 menit per mata pelajaran, sehingga materi yang disampaikan guru tidak sepenuhnya diresap.

Vika, Kelas IX mengatakan, akibat kelamaan tidak masuk sekolah, daya tangkap terhadap materi pembelajaran diakuinya berkurang.

BACA JUGA: Berbahaya, Motor Dilarang Lintasi Sholis

“Ada sih kendalanya gara-gara kelamaan tidak sekolah jadi daya tangkap menjadi kurang,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (03/11/2021).

Ia pun menjelaskan, dengan metode pembelajaran yang diterapkan hanya 20 menit per mata pelajaran dinilai tidak efektif dan tidak bisa diserap secara utuh.

“Kalo cuma 25 menit gak akan masuk materi pembelajarannya. Jadi, kangen banget suasana sekolah seperti dulu,” katanya.

BACA JUGA: Hanna Kirana Meninggal Akibat Gagal Nafas

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Leuwisadeng Atang mengatakan, PTM yang digelar sesuai regulasi yang diterapkan pemerintah, meski menjadi hambatan buat guru mengingat waktu yang diberikan untuk satu mata pelajaran hanya sekitar 20 menit.

“Tentunya ini menjadi keluhan para guru juga. Sehingga kita menerapkan pembelajaran jarak jauh di luar jam sekolah agar lebih terserap mata pelajaran oleh para murid,” ujarnya.

Regulasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan terkait penerapan PTM sendiri hanya 2 jam per hari dengan metode shifting.

BACA JUGA: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

Yakni shif pertama dari pukul 08:30 WIB sampai 10:30 WIB, dan akan dimulai kembali pukul 12:30 WIB sampai 13:30 WIB.

“Tentunya saya berharap agar kegiatan PTM bisa kembali dilaksanakan seperti sebelumnya, semoga awal tahun 2022 bisa kembali normal,” pungkasnya.

**andres

Dewan Pertanyakan Kualitas Proyek Jalan Lingkungan

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Utara, Jatirin mempertanyakan kualitas paving block yang digunakan untuk pengerjaan jalan lingkungan yang menghubungkan Perumahan Taman Kenari dengan RW 03 Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.

“Pengerjaan jalan itu kan hasil musrenbang, baru selesai dikerjakan dua bulan sudah rusak. Bahkan, paving block sudah terkikis air hujan,” ujar Jatirin kepada wartawan, Rabu (3/11).

Menurut dia, pemerintah wilayah seharusnya memperketat pengawasan mutu paving block. Sebab, pemakaian material tersebut membutuhkan biaya lebih banyak ketimbang pengaspalan.

Baca Juga: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

“Penggunaan paving block memang baik, karena air gampang meresap. Tapi, mesti diperhatikan kualitasnya,” katanya.

Atas dasar itu, Jatirin meminta agar pemerintah wilayah segera turun tangan untuk nemastikan kualitas pengerjaan jalan lingkungan, khususnya yang menggunakan paving block.

“Kasihan, masyarakat sangat berharap ada perbaikan infrastruktur. Tapi, hasilnya malah mengecewakan,” pungkasnya.

**fredykristianto

Berbahaya, Motor Dilarang Lintasi Sholis

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogoe memastikan akan menutup ruas Jalan KH Sholeh Iskandar (Sholis) atau tepatnya di sebelah eks Mega M, Kecamatan Tanahsareal, hingga 2022 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chusnul Rozaqi mengatakan, nantinya ruas jalan itu juga akan ditutup bagi sepeda motor. “Jadi penutupan dilakukan sampai oengerjaan selesai. Motor nggak bisa lewat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/11).

Baca Juga: Hanna Kirana Meninggal Akibat Gagal Nafas

Menurut dia, saat Kementerian PUPR sedang melelangkan proyek perbaikan jalan amblas tersebut. “Lagi dilelangkan, kalau sudah ada pemenang langsung dikerjakan,” ucapnya.

Chusnul menegaskan, apabila masih ada kendaraan roda empat yang memaksakan melintasi jalan amblas tersebut. Otomatis pemerintah tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

“Kita sudah peringatkan agar tidak lewat situ. Kalau masih nekat, ya risiko ditanggung pribadi,” ucapnya.

Chusnul menuturkan bahwa saat ini jalan tersebut sudah amblas 60 cm, dan apabila hujan deras terus terjadi tak menutup kemungkinan akan kembali amblas.

Baca Juga: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

Saat disinggung penyebab jalan amblas, ia menyatakan bahwa kondisinya memang sudah waktunya untuk dilakukan revitalisasi, mengingat jalan tersebut sudah lebih dari sepuluh tahun.

“Memang umurnya sudah lebih dari 10 tahun dan saatnya diperbaiki,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, AKP Galih Apria menyatakan penutupan kendaraan roda empat dan lebih, akan dimulai, Selas, (2/11) hingga dimulai pengerjaan.

“Ya, dampak dari penutupan jalan bagi kendaraan roda empat akan diarahkan ke underpass sehingga akan meningkatkan volume kendaraan, dan potensi kecelakaan,” imbuhnya.

Sebagai antisipasi penumpukan volume kendaraan, sambungnya, polisi akan menempatkan personil untuk melaksanakan pengaturan jalan.

“Jalan Sholeh Iskandar merupakan jalan nasional dengan volume kendaraan yang cukup besar,” katanya.

*”fredykristianto

Hanna Kirana Meninggal Akibat Gagal Nafas

0

JURNAL INSPIRASI – Selebirit Hanna Kirana meninggal dunia di IGD RS PMI Bogor pada Selasa (2/11). Ia meninggal lantaran gagal nafas, usai menjalani perawatan intensif.

Kepada wartawan, Humas RS PMI Bogor, Drg Ayunda Dwi Rahmawati mengatakan bahwa sebelum menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20:53 WIB. Selebriti tersebut datang ke RS PMI Bogor pada Selasa pukul 09:56 WIB, dengan kondisi sesak nafas.

Kata dia, artis tersebut meninggal dunia kemungkinan karena mengalami sakit paru-paru. Hanna sebelumnya, Hanna sempat diperiksa di IGD oleh dokter spesialis paru.

Baca Juga: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

“Ya, kemungkinan gagal nafas karena penyakit paru. Tapi hasil pemeriksaannya belum keluar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dokter penanggung jawab pelayanan yang sempat menangani Hanna berencana sempat merujuk Hanna ke rumah sakit lain, mengingat ruang ICU penuh.

Tetapi, sambung dia, belum sempat dipindahkan, akhirnya meninggal dunia.”Kebetulan ruangan di kami full, makanya segera kami rujuk. Tapi di RS lain pun sama, penuh,” ungkapnya.

Diketahui, bintang sinetron Hanna kerap muncul di series Suara Hati Istri. Gadis berusia 18 tahun ini dimakamkan di kediaman orangtuanya di Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (3/11).

**fredykristianto

Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) ternyata mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, berdasarkan laporan ekuitas per 31 Desember 2020, laba ditahan/akum kerugian mencapai Rp37.706.565.510. Sementara kerugian tahun berjalan pada 2020 mencapai Rp224.799.977.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan, apabila melihat neraca keuangan tersebut, artinya keuangan PDJT tidaklah sehat. Lantaran, setiap tahun perusahaan pelat merah itu menombok untuk operasional maupun gaji karyawan. Sehingga menyebabkan tidak adanya hasil positif.

“Bila dilihat saldo per Januari 2020 ada di angka Rp35.519.000.000, sedangkan rugi laba mencapai Rp37.706.565.510. Artinya ada kerugian sebesar Rp2,4 miliar,” ucap Rusli kepada wartawan, Rabu (3/11).

BACA JUGA: Lama Jika Nunggu Bantuan, Kades Cibanteng Inisiasi Perbaikan Rumah Warga

Dari neraca tersebut, kata Rusli, PDJT terlihat tak produktif sehingga tak dapat menghasilkan pendapatan untuk perusahaan maupun untuk kas pemerintah daerah. “Harus ada perbaikan, dan sistem manajemen agar dapat berakselerasi demi perbaikan kedepannya. Mudah-mudahan dengan adanya BTS ini dapat membantu,” katanya.

Atas dasar itu, sambung dia, Kamis (4/11) pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengetahui terkait permasalahan keuangan tersebut. “Mudah-mudahan plt Dirut sudah mempelajari mengenai hal ini. Sebab, pertanggungjawaban keuangan mesti jelas, dan ini menjadi catatan bagi direksi baru untuk fokus dalam membuat PDJT kembali sehat,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa kondisi PDJT saat ini harus menjadi pelajaran bagi Pemkot Bogor agar lebih selektif dalam memilih calon direksi, sehingga kejadian serupa tak terjadi. “Ini warning bagi pemerintah, agar lebih selektif lagi,” katanya.

BACA JUGA: Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

Saat disinggung mengenai kapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) status PDJT menjadi Perumda Transpakuan disahkan. Jenal menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu Legal Opinion dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor. “Masih nunggu LO dulu,” singkatnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi mengenai buruknya keuangan PDJT. Plt Dewan Pengawas PDJT, Agus Suprapto tidak menjawab pesan singkat whatsaap dan telepon yang dilayangkan wartawan.

**fredykristianto

Lama Jika Nunggu Bantuan, Kades Cibanteng Inisiasi Perbaikan Rumah Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Bantuan tak kunjung datang, sepuluh rumah warga di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor diperbaiki swadaya. Warga pun masih mengungsi imbas angin puting beliung yang menghantam wilayah sekitar Ciampea, Minggu (31/10) lalu.

“Belum ada bantuan, hanya kontrol saja dari petugas bencana. Kalau nunggu bantuan lama, langsung kita eksekusi demi warga,” ungkap Kepala Desa Cibanteng, Warso saat dikonfirmasi, Rabu (3/11).

Pasalnya, kata Warso, sepuluh rumah warganya itu rata-rata rusak di bagian atap. Sehingga untuk sementara rumah-rumah tersebut belum dapat dihuni kembali.

BACA JUGA: Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

Apalagi warga korban bencana itu sebagian besar merupakan anak yatim dan janda lansia. Hingga saat ini pun, warga masih mengungsi di rumah sanak keluarga yang lebih aman.

Meskipun harus mengeluarkan biaya dari kantong pribadi, namun Warso mengaku tidak keberatan mengingat hal ini bersifat darurat.

“Namun kita juga sudah berkoordinasi dengan BPBD dan mengusulkan perbaikan rumah yang rusak berat,” tuturnya.

BACA JUGA: Cakra: Bupati Sebaiknya Resmikan Samisade Jonggol yang Dikerjakan PT PPE

Warso mengimbau kepada seluruh warganya untuk lebih berhati-hati di perubahan musim saat ini.

“Bencana kan tidak bisa diprediksi, intinya kita harus bersabar dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

**aripekon

Cakra: Bupati Sebaiknya Resmikan Samisade Jonggol yang Dikerjakan PT PPE

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Desa Singasari H.Idi Sujana Cakra meminta Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan pekerjaan program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang dikerjakan oleh BUMD Kabupaten Bogor yaitu PT PPE dijadikan percontohan.

“Saya minta kepada pemerintah kecamatan dan Bupati jika ingin meresmikan jalan program Samisade, resmikan jalan yang dikerjakan oleh PT PPE , dan bisa dijadikan perbandingan hasil pekerjaannya,” jelas Cakra.

Menurutnya, pihaknya siap jika Desa Singasari dijadikan untuk gunting pita, namun alangkah baiknya hasil pekerjaan BUMD yang digadang-gadang yang dijadikan sebagai tempat percontohan.

BACA JUGA: Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

Saat disambangi Jurnal Bogor di kantornya, Cakra menyampaikan pekerjaan Samisade di Desa Singasari dilaksanakan dengan mandiri tidak dikerjakan oleh pihak ke-3.

“Di Singasari kami laksanakan secara mandiri tanpa memakai jasa pihak ke 3 karena kami yakin akan kemampuan warga kami sekalipun bukan tenaga ahli dalam betonisasi,” jelas Cakra biasa disapa, Rabu (02 / 11).

Menurutnya, dengan anggaran 600.000.000 dari Bupati kami bisa menyulap kampung Pasir Cabe RT 03/02 sampai dengan Kampung Jembem RT 03/06 menjadi jalan beton dengan Panjang 1.560M x Lebar 2,5M x Tinggi 0,15M yang menyambungkan akses dari kecamatan Jonggol ke kecamatan Klapanunggal.

BACA JUGA: Isev Firdaus Terpilih Ketua KNPI, Camat: Bisa Bersinergi Membangun Kecamatan Nanggung

” Dengan anggaran gak sampai 1 milyar kami bisa lakukan betonisasi sesuai sepanjang itu tanpa mengurangi volume sedikit pun” jelas Cakra.

Masih kata dia, memang ada jalan yang retak rambut. Hal itu karena cuaca dan kondisi tanah yang labil. “Namun jika bandingkan volumenya saja dengan angka segitu jika dikerjakan secara mandiri kita bisa mencapai panjang 1 kilo lebih,” tandasnya.

**naynur’ain

Isev Firdaus Terpilih Ketua KNPI, Camat: Bisa Bersinergi Membangun Kecamatan Nanggung

0

JURNAL INSPIRASI – Isev Firdaus terpilih menjadi Ketua KNPI Kecamatan Nanggung periode 2021-2024. Dia terpilih secara aklamasi yang difasilitasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor, baru baru ini.

Isev Firdaus

Sebelumnya, hajat pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Nanggung yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna PGRI Nanggung pada Sabtu (11/10) lalu, berujung ricuh hingga pelaksanaan Muscam tertunda.

DPD KNPI Kabupaten Bogor mengambil langkah memutuskan salah satu ketua hasil rekomendasi Organisasi Kepemudaan (OKP), setelah salah satu calon tidak mau melanjutkan Muscam dan tidak menandatangani pakta integritas.

BACA JUGA: Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

Isev Firdaus sendiri menyatakan berkomitmen untuk membawa perubahan ke arah kemajuan pemuda guna membangun wilayah Kecamatan Nanggung.

Menurut lelaki berusia 29 tahun itu, dirinya saat ini tidak memperdulikan sejumlah SK yang liar di Kecamatan Nanggung. Namun untuk menjaga kesatuan pemuda, semua OKP di Kecamatan Nanggung akan dirangkulnya.

“Artinya tetap pemuda di Nanggung nantinya akan saya rangkul semuanya. Itu akan saya satukan menjadi satu wadah karena KNPI ini wadah pemuda,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

Sementara langkah awal program pertama yang akan dilakukan oleh Isev adalah menggali Kecamatan Nanggung, salah satunya potensi yang selama ini menurut Isev yang belum maksimal.

“Tentunya kita akan membuka ruang diskusi terlebih dahulu karena bagaimanapun persoalan dan potensi itu satu bagian yang tidak bisa terpisahkan maka dari itu kita akan gali persoalannya dan kita juga akan gali potensi yang akan kita angkat sehingga bisa dimaksimalkan.

Isev juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh dan organisasi kemasyarakatan dan OKP yang telah memberi kepercayaan untuk memimpin KNPI wilayah Kecamatan Nanggung ke depan.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

Sementara Camat Nanggung Ae Saepulloh menyampaikan selamat atas terpilihnya Isev Firdaus menjadi Ketua KNPI Kecamatan Nanggung. “Semoga amanah yang diberikan bisa berjalan baik,” tandasnya.

” Diharapkan kedepan bisa menjalin soliditas dan bersinergi dengan tujuan untuk memajukan Kecamatan Nanggung,” pungkasnya.

**aripekon