31.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1069

Taekwondoin Kota Bogor Kembali Sumbangkan Medali Emas Untuk Jabar di PON XX Papua 2021

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

Perolehan medali terus dipersembahkan atlet Kota Bogor untuk Jawa Barat. Kali ini dari cabang olahraga Taekwondo yang sukses mempersembahkan empat medali emas, dua medali perak dan dua medali perunggu, pertandingan cabor taekwondo Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang berlangsung di Gelanggang Olahraga (GOR) Politeknik Penerbangan Kayu Batu, Kota Jayapura, Minggu (3/10/2021).

Empat medali emas tersebut masing-masing dipersembahkan Defia Rosmaniar dari kategori Poomsae perorangan putri, Defia Rosmaniar, Kevita Deliza Rizkia, dan Rachmania Gunawan Putri kategori Poomsae beregu putri, Muhammad Alfi Kusuma, Muhammad Rizal, dan Muhammad Syarif Hidayatulloh kategori Poomsae beregu putra, Aqila Aulia Ramdani kategori Kyorugi perorangan putri.

Sementara itu, dua medali perak dipersembahkan Muhammad Alif Kusuma dan Daffa Haditama dari kategori Poomsae putra. Sedangkan dua medali perunggu persembahkan Hendro Gunawan kategori Kyorugi putra, dan Teshya Tiara Ariany kategory Kyorugi putri.

Pelatih Kyorugi Jawa Barat, Cepi Firmansyah, belum puas dengan hasil yang diraih atletnya di kategori Kyorugi. Namun, Cepi masih menargetkan, pada pertandingan Senin (4/10/2021) atlet-atletnya akan mampu meraih sedikitnya empat medali emas, dari setiap kelas yang bakal diikuti atlet-atletnya.

“Saya optimis empat medali emas bisa diraih atlet yang akan bertanding di kategori Kyorugi pada Senin besok,” kata Cepi Firmansyah.

Sementara itu Pelatih Kategori Poomsae Jawa Barat, Muklis Ba Alwi, mengaku puas dengan capaian yang diraih atlet-atlet Poomsae.

“Kita masih punya peluang menambah medali emas untuk Jawa Barat dari kategori Poomsae dari sisa nomor yang belum diikuti atlet-atlet kategori Poomsae,” ucap Muklis.

Sampai berita ini diturunkan, Kontingen Jawa Barat naik ke posisi kedua klasemen perolehan medali dengan koleksi 22 medali emas, 20 medali perak, dan 29 medali perunggu. Disusul Papua diposisi ketiga dengan raihan 21 medali emas, tujuh medali perak, dan 23 medali perunggu. Sedangkan pimpinan klasemen dipimpin DKI Jakarta dengan koleksi 34 medali emas, 21 medali perunggu, dan 20 medali perunggu.

**as.pangrango

Ririn Sahara Siap Tampil All Out Lawan Petinju Bengkulu

0

Jayapura | Jurnal Inspirasi

Petinju putri Jawa Barat, asal Kabupaten Bogor, Ririn A Sahara menyatakan siap bertanding melawan petinju Provinsi Bengkulu, Sindy Marsela, dalam babak penyisihan kelas 48 kilogram putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, yang akan digelar di GOR Cendrawasi, Kota Jayapura Papua, Selasa (5/10/2021) waktu indonesia timur (WIT).

Pada babak penyisihan nanti, Ririn A Sahara akan bertanding all out, sebab pertandingan tersebut, merupakan partai penentu, agar bisa lolos ke babak semi final. Sehingga Ririn harus bisa mengalahkan petinju asal Bengkulu itu, jika ingin lolos ke pertandingan semi final PON 2021.

“Saya akan berjuang keras untuk mengalahkan lawan saya di babak penyisihan nanti. Apalagi babak penyisihan tersebut, sekaligus penentu lolos ke babak semi final, jadi saya harus kalahkan Sindy,” kata Ririn A Sahara, Senin (4/10/2021).

Ririn menjelaskan, jika persiapannya sudah siap 100%. Bahkan sekarang ini, sambung Ririn, dirinya fokus istirahat, sebelum dilakukan penimbang badan.

“Sekarang saya sedang istirahat, dan besok pagi penimbangan berat badan, sebelum pertandingan digelar,” tegasnya.

Ririn juga sangat optimis, dirinya akan mampu mengalahkan petinju asal Bengkulu dipertandingan kelas 48 kilogram putri PON 2021.

“Target saya lolos semi final. Jadi saya harus all out dipertandingan nanti,” tukasnya.

**as.pangrango

Widia Pujianti Sabet Emas Panjat Tebing PON XX Papua 2021

0

Mimika | Jurnal Inspirasi

Ambisi Widia Pujianti untuk mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 akhirnya terwujud. Climber putri binaan Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) ‘Kota Hujan’ sukses meraih medali emas, setelah menyelasikan pemanjatan terbaiknnya di babak final kategori Lead perorangan putri yang berlangsung di arena Panjat Tebing SP2 Mimika, Rabu (4/10/2021) Waktu Indonesia Timur (WIT).

Keberhasilan Widia Pujianti dalam meraih medali emas, tidak terlepas dari penguasaan dirinya dalam mengontrol emosi, serta menguatkan konsentrasi dirinya untuk lebih tenang, dalam bertanding. Sehingga dirinya mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik dan meraih hasil yang maksimal untuk Jawa Barat di ajang PON XX Papua 2021.

Seperti dikatakan Widia Pujianti, keberhasilan ini tidak terlepas dari kepercayaannya dalam menyelesaikan jalur pertanding. Namun sambung wanita yang akrab disapa Wiwi ini, tentunya dukungan dari tim FPTI Jawa Barat, serta doa dari keluarga dan teman-teman.

“Saya sangat puas, dan bangga bisa mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat di ajang PON 2021 ini. Namun itu semua tidak terlepas dari dukungan dari tim FPTI Jawa Barat, keluarga, teman-teman, dan yang pastinya kuasa Allah SWT kepada saya,” ujar Wiwi, Senin (4/10/2021).

Sementara itu, Ketua Umum FPTI Kota Bogor, Samon Purba mengaku bangga atas keberhasilan atletnya dalam mempersembahkan medali emas untuk Jawa Barat dipentas olahraga empat tahunan yang digelar di Bumi Cendrawasih tahun 2021 ini.

“Kita bangga, atlet kita dari FPTI Kota Bogor, bisa menyumbangkan medali emas untuk Jawa Barat. Akan tetapi, saya berharap pencapaian ini, harus jadi motivasi dan semangat bagi atlet-atlet FPTI Kota Bogor yang akan bertanding pada BK XIV Porprov 2021,” ucap Samson Purba.

Samson menambahkan, prestasi yang diraih Wiwi di ajang PON 2021, harus jadi penyemangat bagi atlet-atlet panjat tebing Kota Bogor, yang saat ini tengah menjalani persiapan untuk Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XIV Jawa Barat 2021.

Berdasarkan hasil pertandingan final yang didapat Harian Pakar, dari tim panjat tebing Jawa Barat, Widia Pujianti menempati podium pertama, sementara podium kedua ditempati rekan satu tim Widia Pujianti yakni Salsabila (Jawq Barat) dan podium ketiga ditempati atlet asal Papua, atas nama Tiara Putri Raudhah.

**as.pangrango

Ratusan Warga Ciderum Divaksin Pfizer

0

Caringin | Jurnal Inspirasi

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ciderum, Kecamatan Caringin bekerjasama dengan Pemerintahan Desa (Pemdes) Ciderum, kembali lakukan vaksinasi kepada warga yang belum vaksin, di Villa Lembayung Kampung Ciletuh RW 08, Senin (4/10).

Informasi yang didapat, kegiatan vaksinasi kali ini, bukan hanya diikuti warga Desa Ciderum saja, tetapi terbuka juga untuk warga luar desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ciderum, Abdul Jalal mengapresiasi kinerja para Nakes di Puskesmas Ciderum yang dengan tanpa lelah terus melakukan kegiatan vaksin.

“Puskesmas Ciderum inikan meliputi tiga desa, Desa Ciherang Pondok dan Pancawati juga masuk wilayah kerjanya,” ungkapnya kepada wartawan.

Abdul Jalal mengatakan, untuk warga yang ada di wilayahnya yakni di RW 09 Kampung Ciderum, dalam kegiatan vaksin saat ini kurang lebih hanya 50 orang.  “Warga masih banyak juga yang takut divaksin,” ujarnya.

Untuk jenis vaksin yang saat ini diberikan kepada warga, lanjutnya, sejenis vaksin pfizer dengan dua dosis, baik itu dosis pertama maupun kedua.  “Jenis vaksinnya sama, baik untuk warga pertama kali divaksin atau yang sudah ke dua kalinya,” paparnya.

Abdul Jalal berharap, pemerintah terus melakukan kegiatan vaksin, baik itu vaksin pertama maupun ke dua agar warga Desa Ciderum khusunya terbebas dari Covid-19. “Mudah-mudahan warga yang belum divaksin, menjadi mau kalau terus-terusan ada kegiatan vaksinasi,” imbuhnya.

Sementara, salah seorang kader Desa Ciderum, Lulu menjelaskan, kegiatan vaksin saat ini mencapai target, karena jumlah warga yang divaksin sebanyak 591 orang. “Tapi yang paling banyak untuk vaksin pfizer dosis ke dua, sekitar 524. Sedangkan kalau vaksin dosis pertama, hanya 67 orang,” singkatnya.

Saat kegiatan vaksin berlangsung, agar tidak terjadi kerumunan massa dan saling berdesakan, Babinmas dan Babinsa Desa Ciderum dibantu Linmas, terus memberikan arahan serta meminta warga untuk antri serta sabar. Warga yang akan divaksin sambil menunggu dipanggil petugas Nakes, tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes), mulai dari mencuci tangan pake sabun, memakai handsanitizer, menggunakan masker serta menjaga jarak.

**dedesuhendar

Diduga tak Sesuai RAB, Bangunan SDN Dukuh 05 Cibungbulang Disoal

0

Cibungbulang l Jurnal Inspirasi

Pekerjaan Rehab Ruang Kelas SDN Dukuh 05, Desa Dukuh, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, diduga tak sesuai RAB yang dibuat oleh konsultan perencana. Pasalnya, atap baja ringan yang seharusnya diganti oleh kontraktor yang tertera di RAB, malah tidak diganti dan langsung dipasang genteng pada bilah baja ringan.

Pelaksana dari CV. Andini yang berkantor di Jl Melati Blok G 13 Laladon Permai-Bogor, yang tak menyebutkan namanya mengatakan, memang tidak diganti sesuai keadaan yang lama. “Iya tidak diganti, karena keadaannya yang lama,” kata dia, Senin (4/10)

Saat ditanyakan tidak sesuai dengan RAB, dia menjelaskan memang hanya mengganti reng baja ringannya saja dan tidak mengganti yang lain. “Kan itu yang lama (baja ringan-red) jadi dipake yang lama yang diganti cuma rengnya aja,” pungkasnya.

Namun dari pendapat konsultan bahwa pekerjaan di SDN Dukuh 05 yang dilaksanakan oleh kontraktor itu bisa mengarah ke penggelapan anggaran dan diduga menipu pelaporan.

Terpisah salah seorang konsultan perencana yang biasa membuat gambar dan RAB menjelaskan, kalau dipasang berarti memenuhi kewajiban di RAB. “Kalau dilihat volume di RAB kemungkinan di lapangan kuda-kuda yang lama udah baja ringan, tapi ada penggantian kuda-kuda bajaringan yang baru juga, soalnya volume kuda-kuda baru + reng baru = volume genteng,” jelasnya.

Persoalan itu menjadikannya temuan di lapangan, namun tergantung kuda-kuda bajaringan yang volumenya 101 dipasang atau tidak. “Kalau dipasang berarti sesuai dengan RAB kalau gak dipasang, berarti ada tambah kurang,” tutupnya.

**aripekon

Bayar Sewa Rusunawa Via SIPACAR

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Sistem pembayaran digital kini menyasar warga di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Menteng Asri, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat. Sistem Informasi dan Pembayaran Cara Anyar atau ‘SIPACAR’ hadir untuk memudahkan warga rusun.

Aplikasi berbasis QRIS ini di launching langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Rusunawa Menteng Asri, Senin (4/10). Hal ini juga guna mendukung program pemerintah melalui e-Retribusi.

“Jadi ini salah satu terobosan inovasi baru dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam rangka mengurangi transaksi fisik. Jadi kalau dengan QRIS dan SIPACAR tidak perlu kita ketemu sama petugas,” jelas Dedie.

Pun dengan transaksi digital ini, transparansi bisa tercapai. Karena dengan sistem, mengurangi adanya transaksi langsung dengan petugas. Cukup dengan melakukan top-up saldo di semua bank, pembayaran sewa rusun bisa dilakukan.

“Jadi kita memberikan apresiasi kepada Bapenda dan teman – teman di Perumkim terkait dengan diresmikannya aplikasi SIPACAR ini,” beber Dedie.

Di luar itu, sekarang ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang mempersiapkan rusunawa baru. Pengajuan ke Direktorat Jenderal Perumahan Rakyat Kementerian PUPR juga sudah dilakukan. Ada beberapa opsi tempat, seperti di kawasan BNR dan Kelurahan Sukaresmi.

“Hanya permasalahannya apakah Dirjen Perumahan Rakyat punya anggaran atau tidak. Tetapi yang pasti nanti ke depan Pemkot Bogor memikirkan untuk rencana pembangunan lagi rusunawa yang bisa diusulkan pembangunannya oleh pemerintah pusat,” tutur Dedie.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perumkim), Juniarti Estiningsih menambahkan, program ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama. Untuk operasionalnya sendiri nanti akan dibantu juga oleh operator yang berada di rusun.

“Kita ada call center di rusun yang nanti akan membantu. Kalau warga yang tidak memiliki gadget, nanti bisa dibantu,” kata Esti, sapaan akrabnya.

Sebagai informasi tambahan, Rusunawa Menteng Asri sendiri saat ini diisi oleh 300 kepala keluarga (KK). Sementara di Rusunawa Cibuluh, ada sekitar 150 KK. Dari total itu, 80 persen di antaranya merupakan warga dari Kota Bogor.

**fredykristianto

Gunakan Partisi Saat PTM

0

Disdik Anjurkan Siswa tak Naik Kendaraan Umum

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai dilaksanakan di Kota Bogor pada Senin (4/10). Salah satunya adalah SMPN dan SMAN 1 Bogor.

Kepala SMAN 1, Bambang Aryan mengatakan, dalam pelaksanaan PTM Terbatas, pihaknya menggunakan partisi di setiap meja siswa untuk meminimalisir persebaran Covid-19.

“Setiap pergantian sesi pelajaran, kita semprotkan disinfektan,” ujar Bambang kepada wartawan, Senin (4/10).

Menurut dia, saat proses pembelajaran nantinya akan diberi waktu selama 2-3 jam. Meskipun dalam surat keputusan empat menteri diperbolehkan selama empat jam.

“Untuk mata pembelajaran kita yang anggap potensial” ucap Bambang.

Sementara untuk anak-anak yang memiliki komorbit dan belum divaksin serta kondisinya tidak fit, tidak diwajibkan masuk sekolah.

“Karena kami juga sediakan daring. Jadi selain di sekolah kami langsung terkoneksi dengan webcam bisa diakses oleh anak anak di rumah masing masing, jadi bagi yang belum diizinkan oleh orangtua, mereka bisa melaksankan pembelajran ya di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KCD Wilayah II Disdik Provinsi Jawa Barat, I Made S mengatakan, tingkat provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan PTM secara terbatas di beberapa wilayah. Seperti di Garut, Sukabumi, Kuningan, Banjar dan Pangandaran. Bahkan ada beberapa wilayah yang sudah zona hijau.

“Dan saya sangat apresiasi Pemkot Bogor untuk pelaksanaan vaksin di kota Bogor terbaik di Jawa Barat. Sehingga harus begitu hati-hati karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Terutama para pendidik dan anak-anak,” kata Made.

Terpisah, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengungkapkan, persiapan PTM Terbatas ini dilakukan sejak lama dan tidak sederhana. Upaya terus dilakukan agar PTM Terbatas ini bisa terselenggara dengan persiapan yang sangat matang.

“Untuk gelombang pertama ini ada 44 sekolah SMP dari negeri dan swasta, serta ada 27 yang sedang kita verifikasi. Dan ada sekitar 115 setingkat menengah atas. Yang lainnya secara simultan terus berjalan,” kata Hanafi.

Kekhawatiran paparan virus Covid-19 dari luar sekolah atau rumah, memang sedianya perlu diantisipasi. Atas dasar itu, siswa dianjurkan tidak menggunakan transportasi umum untuk saat ini.

“Kenapa kita anjurkan tidak naik angkot, karena perjalanan naik angkot yang relatif sempit. Khawatir tidak bisa jaga jarak, jadi kalau angkotnya kosong kenapa tidak. makanya kita menganjurkan sama orangtua itu naik ojek online,” pungkasnya.

**fredykristianto

Kades Jonggol: Jika Terbukti Memungut, Ketua RW dan RT Akan Diberhentikan

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Jonggol, Kabupaten Bogor diduga ada pungutan yang dilakukan oknum ketua RW terhadap beberapa KPM (keluarga penerima manfaat). Kepala Desa Jonggol Yofie Muhammad Safri menyatakan bakal memberhentikan oknum tersebut jika terbukti.

Masalah ini menjadi sorotan karena Kades dianggap tak melakukan tindakan atas pungutan BPNT yang diduga dilakukan oleh ketua RW-nya. Namun Kades Jonggol Yofi menjelaskan, penyebab dirinya tak jua memberhentikan ketua RW yang sudah mengakui kesalahan melakukan pungutan

Kades mengaku masih menunggu hasil verifikasi dan warga ingin agar ketua RW 009 atas nama “M” diberhentikan. Kades mengatakan, sekalipun “M” sudah mengakui melakukan pungutan kepada KPM, namun dirinya ingin mendengar langsung dari warga yang menandatangani berita acara pengaduan secara langsung.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik dari pemanfaatan maupun adanya segelintir orang yang menunggangi persoalam ini maka saya ingin tatap muka langsung dengan warga RT 01 dan RT 02 yang menandatangani surat pernyataan pengaduan pemberhentian ketua RW tersebut,” ucap Yofie kepada Jurnal Bogor, Senin (4/10).

Dia menegaskan, tidak akan membela atau mempertahankan apalagi memelihara ketua RW yang jelas – jelas mengakui melakukan pungutan atau meminta sumbangsih dari KPM BPNT tersebut, tapi pihaknya juga tidak mau gegabah dalam mengambil sikap, dan akan menyelesaikan persoalan ini dengan warga bersama ketua RT dan RW tanpa ada campur tangan pihak luar.

“Untuk persoalan dana yang dipungut dari warga itu sudah diselesaikan, ada surat pernyataannya ada foto-fotonya warga yang memang ikhlas dan tidak ikhlas saya suruh kembalikan uangnya , walaupun uang tersebut sudah digunakan untuk sewa mobil pick up dan bersih-bersih (gorol) lingkungan makam warga Kampung Bengkok,” tandasnya.

Menurutnya, ada perbuatan RW yang tidak jujur yang mengatakan bahwa warga semua setuju. Namun nyatanya ada warga yang tidak setuju walaupun uang tersebut sudah dipakai untuk sewa mobil dan lain-lain. Kades tetap meminta untuk dikembalikan dan juga menghimbau kepada seluruh ketua RT dan RW untuk tidak mengkolektif KPM, baik BPNT maupun PKH serta melakukan atau meminta apapun kepada KPM tersebut.

“Sejauh ini saya masih menunggu warga yang menandatangi ingin diberhentikannya ketua RW 009 , namun perlu diingat karena ini persoalannya adalah pungutan yang dilakukan oleh ketua RW jadi jika ada keterlibatan ketua RT yang juga memungut kepada KPM maka akan saya berhentikan juga,” tegas Yofi.

Dia menegaskan akan mengambil sikap untuk hal yang terjadi di Kp.Bengkok RT 01 dan RT 02 serta RW 009. “Ketua RT dan RW tersebut nantinya akan saya kumpulkan beserta dengan warga yang menandatangani pernyataan, apakah hanya RW saja yang memungut atau RT juga ikut memungut, Jika semuanya ikut terlibat pungutan walaupun hanya ketua RW “M” yang disudutkan, maka saya akan ambil sikap untuk memberhentikan ketiganya, asal warga yang memandatangi pernyataan langsung.

“Saya pasti akan berhentikan bukan hanya ketua RW 009 tapi juga ketua RT 01 dan RT 02 jika ikut terlibat dalam pungutan tersebut , maka dari itu saya minta warga yang ikut memandatangi pernyataan silakan berkumpul dan sampaikan kepada saya keinginannya, kenapa saya lakukan ini karena saya tidak ingin warga saya ditunggangi oleh kepentingan segelintir orang,” pungkasnya.

Sebelumnya , Camat Jonggol Andri Rahman melakukan rapat dengan Tim Kordinator Lapangan untuk mengatasi persoalan yang masih jadi bahan perbincangan ini. Menurutnya hal tersebut sudah diselesaikan dan ketua RW ” M” sudah mengakui serta bersedia untuk mengembalikan uang tersebut.

“Perihal pemberhentian itu adalah kewenangan kepala desa karena kades yang membuat SK-nya, jadi untuk persoalannya sudah diselasikan sudah diakui serta disaksikan oleh TKSK, Kades, Camat,  Babinsa, Babinmas, karena ini tidak murni pungutan tapi ada jasa yang ditawarkan, namun tetap kami mengarahkan untuk mengembalikan karena memang itu tidak diperbolehkan,” jelas Camat Jonggol.

**naynur’ain

Integrasikan Pelayanan Angkutan Umum, Dinas Perhubungan Sosialisasikan BTS

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dinas Perhubungan Kota Bogor melakukan Sosialisasi Angkutan Umum Perkotaan Pra Operasional Koridor Trans Pakuan dengan skema Buy The Service (BTS), di kantor Dinas Perhubungan, Senin (4/10). Program BTS ini bukan hanya untuk mengatasi kemacetan, penataan angkutan umum melalui konversi dan mengintegrasikan pelayanan angkutan umum, tetapi juga meningkatkan kualitas pelaku angkutan, dimana Pemerintah memberikan subsidi pengusaha dan pengemudi mendapatkan jaminan secara ekonomi.

Acara  yang digelar di aula Dinas Perhubungan Kota Bogor ini dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Eko Prabowo, perwakilan Kementerian Perhubungan Bidang PDJT (Perusahaan Daeran Jasa Transpotasi) Saptandri, Ketua Organda Kota Bogor Mochammad Iksan dan para wakil dari KKU dan KKSU Kota Bogor.

Eko Prabowo mengatakan, semua pihak terlibat dalam pelaksanaan program ini sehingga tidak hanya Dinas Perhubungan saja, seperti Organda dan dibawahnya seperti juga KKU dan KKSU serta pihak kepolisian dan juga TNI. “Karena memang Kota Bogor dipandang strategis oleh pemerintah pusat. Jadi kita berharap program ini berjalan lancar untuk kepentingan  masyarakat,”  ujar Eko.

“Sosialisasi ini kami mengundang pihak Organda yaitu KKU dan KKSU dan para pengemudi angkutan umum,  totalnya semua 120 orang. Undangan ini dibagi dua tahapan, hari ini sebanyak 60 orang perwakilan dari KKU dan KKSU, besok sebanyak 60 orang lagi perwakilan dari pengemudi angkutan umum. Kami  sangat menharapkan bantuan dari Organda Kota Bogor, dimana mereka yang akan terlibat langsung untuk membantu mensosialisasikan program ini,” jelas Eko lagi.

Dinas Perhubungan mengapresiasi dengan berkurangnya jumlah angkutan umum dari total 3.412 menjadi 3.228 angkutan umum, dimana program konversi 3 + 1 berjalan, dan berharap Program BTS ini bisa berjalan dengan baik.

Sementara Saptandri juga mengatakan, Kota Bogor merupakan pilot project untuk daerah Jabotabek, dimana program BTS ini sudah sukses dilaksanakan di beberapa kota besar seperti di Medan, Palembang, Yogya, Solo dan Semarang. “Kementerian Perhubungan sangat mendukung program ini apalagi program ini lakukan oleh perusahaan daerah kota Bogor,’    kata dia.

Ketua Organda Kota Bogor juga menyetujui program BTS ini bisa dilihat dengan hadirnya anggota KKU dan KKSU. “Pada prinsinsipnya Organda Kota Bogor mendukung program BTS ini,” tandas Mochammad Iksan

Angkutan umum massal BTS Trans Pakuan berbasis jalan dikembangkan sebagai jaringan trayek utama dengan moda jenis bus. **Prast

Table Koridor

LAYANAN ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN SKEMA BUY THE SERVICE (BTS) JAM OPERASIONAL MULAI 05.00-21.00 MELAYANI 6 KORIDOR
KORIDOR 1TERMINAL BUBULAK – CIDANGIANG
KORIDOR 2TERMINAL BUBULAK – (VIA CIDANGIANG) –  CIAWI
KORIDOR 3TERMINAL BUBULAK – (VIA SURYAKENCANA ) –  SUKASARI
KORIDOR 4CIAWI – CIPARIGI
KORIDOR 5CIPARIGI – STASIUN K.A BOGOR
KORIDOR 6PARUNG BANTENG – AIR MANCUR
Berdasarkan Keputusan Walikota Bogor No. 551.2/Kep.507-DISHUB/2021 Tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Umum Perkotaan Dalam Rangka Penyelengaraan Angkutan Umum Perkotaan dengan Skema Pembelian Layanan (Buy The Service) di Kota Bogor

Puluhan Siswa MTs Sabilil Muttaqin Ikuti ANBK

0

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Sebanyak 35 siswa/siswi sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sabilil Muttaqin Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor, mengawali pelaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Senin (4/10). Salah satu tenaga pengajar di MTs Sabilil Muttaqin Evan Subhi mengatakan, ANBK dilaksanakan di sekolahnya selama 7 hari kedepan.

“Siswa kelas 8 yang ikut ANBK. Selama  belajar daring, hari pertama  ANBK di sekolah Sabilil Muttaqin  berjalan lancar,” ujar Evan melalui sambungan teleponnya, Senin (4/10).

“Untuk ujian ini menggunakan computer dan pelaksanaan ANBK di sekolah ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Menurut Evan, ANBK merupakan program yang baru diterapkan sehingga siswanya masih adaptasi. “Perlu pemahaman yang ekstra, karenanya cukup lama para siswa melakukan pembelajaran secara daring. Memang ANBK merupakan hal baru. Tapi kami berusaha untuk lakukan yang terbaik,” ujarnya.

Seperti diketahui Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP) sebuah badan turunan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah mengganti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Secara umum, ANBK adalah penilaian yang dilakukan di setiap jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat. Berbeda dengan UNBK yang dilaksanakan pada akhir tahun sekolah, ANBK dikerjakan di kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA.

Program ANBK tidak akan mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

**aripekon