31.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1068

Komersialisasi KRB Menuai Penolakan

0

Glow Minta Disetop Dewan Hingga Mantan Kepala Daerah

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kehadiran Wisata Malam Glow di Kebun Raya Bogor (KRB) terus menuai penolakan dari berbagai kalangan. Selain budayawan, wakil rakyat hingga mantan kepala daerah juga ikut bersuara.

Penolakan wisata instalasi lampu gemerlap itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, timbul kekhawatiran wisata itu justru akan mengganggu ekosistem KRB.

Mantan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan bahwa KRB tak terpisahkan dari tata ruang Kota Bogor, termasuk dalam revisi Perda RTRW terakhir, dimana KRB sebagai paru-paru dan jantung ‘Kota Hujan’.

Menurut dia, sesuai dengan visi misi, KRB merupakan tempat keanekaragaman hayati dan menjadi tempat penelitian flora fauna dari species tertentu yang dikhawatirkan punah.

Kata Usmar, KRB sudah memenuhi syarat-syarat sebagai kebun raya, sebab di dalamnya tidak ada aktifitas transportasi serta kebisingan.

“Kalau ukuran fisiknya adalah kegiatan transportasi tradisional misalnya jalan kali, ya jalan kaki saja atau lari. Kalau sekarang dengan kemajuan teknologi yang harus terekomendasi adalah transportasi yang non BBM fosil yang tidak menimbulkan pencemaran. Misalnya transportasi berbahan listrik atau gas itu yang harus digerakkan,” ujar Usmar, Selasa (5/10).

Usmar menilai bahwa komersialisasi KRB dengan tujuan tertentu lantaran tidak ada pembiayaan dan sebagainya. Maka, pemerintah harus mengintervensi. Ia juga menyebut bahwa selama 15 tahun terakhir, pemkot mendapatkan bagian pendapatan lain-lain bukan pajak, dari hasil tiketing saat masih dikelola oleh LIPI.

“Kalau sekarang tidak tahu karena sudah dikelola m swasta,” tegas Usmar.

Pria yang juga Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) itu menjelaskan, apabila dilihat dari aspek teknis, penataan KRB sebagai cagar budaya hayati kewenangannya berada di level pusat. Sehingga Pemkot Bogor hanya bisa memberikan catatan atau rekomendasi.

“Ya, pengelolaan KRB yang memiliki sejarah panjang baik dari aspek kebudayaan, pembuatannya dan lain sebagainya, harus dikembalikan jangan sampai terjadi komersialisasi sebesar apapun,” kata dia.

Sebab, lanjut Usmar, KRB merupakan tempat konservasi hayati secara keseluruhan, sehingga tidak boleh fasilitas penunjangnya. “Minimalnya ini didefinisikan untuk menjaga kelestarian hayati baik flora maupun fauna yang ada didalamnya. Sehingga fungsi-fungisinya semua tetap sebagai cagar hayati,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor H Zaenal Abidin. Ia menolak keras Komersialisasi KRB dengan konsep Wisata GLOW yang dinilai akan merusak keanekaragaman hayati.

“Saya mendukung upaya masyarakat untuk mengembalikan marwah Kebun Raya seperti semula, yang pada awalnya dikelola oleh LIPI. Hentikan program GLOW yang dapat merusak kesakralan KRB,” imbuh politisi Gerindra ini.

Zaenal menyebut bahwa KRB merupakan peninggalan sejarah yang bernama hutan Samida sebagai hutanisasi jenis tanaman, flora dan fauna yang ada di dalamnya.

“Saya meminta program Glow di tutup tanpa ada kecuali. Fraksi Gerindra menolak adanya wisata tersebut,” tegas dia.

Zaenal menyatakan, penolakan adanya Glow juga lantaran Gerindra memikirkan keamanan ring satu, karena Presiden Jokowi tinggal di Istana Bogor. “Bagaimana pemikiran pengelola. Anehnya lagi wali kota yang awalnya menolak sekarang ikut mendukung ini ada apa,” tanya dia.

Selain itu, sambungnya, saat ini status PPKM Kota Bogor baru saja masuk level 3. Namun, tempat wisata gemerlap yang secara otomatis mengundang banyak orang justru dibuka.

“Ya, jelas ini jadi masalah, terlebih didalam KRB ada cafe, restoran hingga hotel. Saya minta semua itu itu ditutup dan kembalikan fungsi KRB ke semula,” pungkasnya.

**fredykristianto

Karang Taruna Pelita Banyuresmi Perbaiki Jalan Rusak

0

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Karang Taruna (Katar) Pelita Banyuresmi, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor melakukan aksi sosial baru-baru ini dengan dibangunnya jalan yang kondisinya rusak sepanjang 80 meter. Kerja nyata yang dilakukan organisasi kepemudaan Karang Taruna Pelita Banyuresmi disambut baik sejumlah warga yang kerap melintasi jalan itu.

Ketua Karangtaruna Pelita Banyuresmi Wawan Wijaya mengaku prihatin ditengah keadaan akses jalan yang sudah lama mengalami kerusakan dijalur itu. “Karena membahayakan, yang melintas dijalur itu tak sedikit pemotor tergelincir maupun terjatuh, maka kita berinisiatif berswadaya memperbaiki jalan itu,” kata Wawan Wijaya kepada Jurnal Bogor, Selasa (5/10)

Meski Karang taruna di Desa Banyuresmi baru dibentuk pada 27 Mei 2021, namun upayanya sebagai sosial kontrol dan ingin mengembangkan wilayah desanya. “Ini merupakan atas sinergitas dengan Pemerintahan Desa. Berkat dukungan Pak Kades dan masyarakat lainnya kegiatan- kegiatan sosial di masyarakat sejauh ini berjalan dengan baik,” kata dia.

Diakuinya, jalan yang biasa digunakan hilir mudik masyarakat  itu memag saat ini belum terbangun lantaran alas an pemerintah terdampak pandemi Covid- 19. Tak hanya memperbaiki insfrastruktur jalan desa, bahkan sebelumnya Karang Taruna Pelita juga sudah melakukan aksi sosial dengan bersewadaya membangun rumah tidak layak huni. “Minggu lalu kita sempat melakukan bedah rumah hasil swadaya karang taruna,” imbuhnya.

Wawan berharap apa yang dilakukannya ini bisa sedikit membantu meringankan kesulitan masyarakat. “Kami ingin Katar Pelita Banyuresmi bisa menjadi pemersatu wilayah,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Kecamatan  Cigudeg Madropi mengapresiasi bahwa dimasa pandemi Covid-19 dimana terjadi sulitnya ekonomi, Karang Taruna Pelita Banyuresmi masih bisa berswadaya memperbaiki jalan dan rumah tak layak huni. “Meski baru seumur jagung mereka sudah bekerja nyata dengan bentuk sosial,” tandasnya.

“Ini  luar biasa, semoga apa yang telah diperbuat bisa menjadi contoh bagi karang taruna di desa lain,” paparnya.

Madropi yang akrab disapa Opik berhjarap pemerintah desa se- Kecamatan Cigudeg untuk tahun  2022 bisa menganggarkan kegiatan kepemudaan Karang Taruna.

**aripekon

Tidak Direklamasi, Bekas Galian C di Desa Ciburayut Membahayakan

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Keberadaan bekas galian C ilegal di Kampung Panyarang RT 03 dan 05 di RW 7 Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, sangat membahayakan keselamatan warga terutama anak-anak. Sebab, kondisi bekas galian batu kapur itu saat ini sudah berubah menyerupai danau dengan kedalaman diperkirakan mencapai 25 meter.

Anna, warga Kampung Panyarang mengatakan, galian C di lokasi ini sudah puluhan tahun ada dan dimanfaatkan warga sebagai tempat untuk mengais rezeki.  “Kalau cerita dari orangtua disini, galian C itu ada sejak tahun 1982. Dan  sebagai lahan tambang masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan.

Namun, lanjutnya, karena batuan kapur tersebut sudah habis, akhirnya para penambang pindah lokasi ke arah selatan tak jauh dari galian yang lama. “Galian ini untuk bahan material pembuatan batako di Sukabumi,” ujar Anna yang juga mengaku pernah bekerja tambang sejak 20 tahun silam.

Menurutnya, para penambang disini tidak pernah melakukan reklamasi di lokasi bekas galian. Akibatnya, bekas galian yang dibiarkan dipenuhi air layaknya sebuah danau. “Kubangan air lumayan dalem. Khawatir kalau sampai anak-anak main kesini ke lokasi bekas galian ini,” papar Anna.

Anna menceritakan, pada tahun 2016 batuan kapur di lokasi galian pernah longsor hingga menelan korban jiwa. Anehnya, sampai saat ini tidak ada penutupan bekas galian yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. “Saya sih berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar bekas galian batu kapur yang sudah mirip danau ini, tidak mengancam keselamatan warga,” imbuhnya.

Sementara, Kasi Trantib Kecamatan Cigombong, Rakun mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap lokasi bekas galian C di Desa Ciburayut tersebut agar tidak lagi ada aktivitas penambang.  “Soal reklamasi dari awal sudah kita paksa agar segera dilakukan penanganan. Tapi memang sampai saat ini belum dilakukan,” akunya.

Selain itu, sambung Rakun, Pemerintah Kecamatan (Pencam) Cigombong melalui unit Pol PP, selalu melaporkan kegiatan penambangan di wilayah tersebut ke Pol-PP Kabupaten Bogor. “Sebelum ada tindakan dari Mako Satpol-PP Kabupaten Bogor, kami di wilayah hanya melakukan pengawasan setiap hari,” tukasnya.

**dedesuhendar

SMPN 02 Leuwisadeng Ikuti Lomba Adiwiyata Tingkat Jabar

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

SMPN 02 Leuwisadeng menjadi salah satu dari 9 sekolah di Kabupaten Bogor yang mengikuti lomba Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat. Tim verifikasi pun melakukan peninjauan ke sekolah tersebut, Senin (4/10).

Kepala SMPN 02 Leuwisadeng, Ermaini mengatakan, berbagai komponen standar sekolah Adiwiyata telah dibentuk di sekolahnya. “Ada delapan komponen berbasis lingkungan yang telah terbentuk di sekolah kami,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa 95/10).

Berbagai program kerja Adiwiyata seperti Taman Baca, Taman PMR dan Taman Toga telah ada di sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Babakan Sadeng – Hambaro, Leuwisadeng itu. Tempat sampah terpilah pun tersedia dimana dikelola oleh Komunitas Siswa Peduli Lingkungan (Kosipeling).

Bahkan, materi pembelajaran pun telah terintegrasi dengan pengetahuan atau wawasan mengenai lingkungan hidup. Ermaini menyebutkan, Adiwiyata ini jangan hanya diartikan sebagai suatu perlombaan. “Tapi kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Kalaupun dapat sertifikat, itu adalah bonus,” cetusnya.

Bukan hanya berlaku untuk murid, namun guru-guru di sekolahnya pun mendapat pengetahuan khusus bagaimana menyusun administrasi pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Ketua Himpunan Adiwiyata, pihaknya mendorong visi misi sekolah agar terintegrasi dengan lingkungan.

“Saya berharap, Adiwiyata ini bukan hanya simbolis, tapi kalaupun dapat sertifikat dari gubernur, ini adalah motivasi untuk kita tingkatkan ke depan,” tandasnya.

**aripekon

Warga Antusias, Koramil Cibungbulang dan Pemdes Cibatok I Gelar Vaksinasi Massal

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

HUT TNI ke-76, Koramil 0621-15 Cibungbulang, Kabupaten Bogor berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Cibantok I menggelar vaksinasi massal di halaman Mako Koramil dan Desa Cibantok I, Selasa (5/10).

Danramil 0621 15 Cibungbulang Kapten Inf Selamet Riyadi mengaku bersyukur dalam HUT TNI bisa melaksanakan kegiatan vaksinasi bekerjasama dengan pihak Desa Cibantok I dan Gugus Tugas Kecamatan Cibungbulang.

“Untuk petugas vaksinator kita libatkan dari Detasemen Kesehatan TNI dibantu dari Puskemas Cibungbulang,” katanya.

Selamet Riyadi berharap masyarakat sehat dan terhindar dari Covid-19 yang saat ini masih ada meskipun sudah melandai. “Ada 1000 lebih masyarakat yang sudah daftar mudahan mudahan masyarakat dengan sudah divaksin bisa terhindar dari penyebaran Covid-19,” katanya.

Kepala Desa Cibantok I Cecep senang masyarakatnya cukup antusias divaksin dan saat ini sudah ada 1.200 warga yang mendaftar untuk divaksinasi sehingga masyarakat sudah sadar betul manfaat vaksinasi.

“Kita juga sudah mensosialisasikan lewat beberapa kegiatan seperti pengajian, melibatkan RT yang mengajak masyarakat yang belum divaksin untuk segera divaksin,” pungkasnya. 

**cepikurniawan

Ibu Lahiran di Desa Pabangbon Harus Ditandu Kain

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Kondisi jalan yang terjal serta akses jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat memaksakan warga di Kampung Gunung Menir, Desa Pabangbon, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor  yang ingin lahiran di Puskesmas harus ditandu mengunakan kain yang dipapah memakai bambu oleh warga sekitar.

Bahkan warga Kampung Gunung Menir bernama Teni Tania (19) yang ditandu itu viral saat video yang direkam warga ramai di grup perpesanan. Kejadian tersebut menurut informasi terjadi beberapa waktu lalu dan saat ini ibu dan bayinya yang sudah lahir itu kondisinya sehat.

Bidan Desa Pabangbon Ayu Kusuma mengungkapkan bahwa saat itu ada pasien ibu hamil yang datang usai ditandu dari Kampung Menir dibawa ke Puskesmas Pembantu Desa Pabangbon.

“Saat itu pagi hari pukul 08.30 wib ada pasien hendak melahirkan saat datang ke sini kondisi kehamilan hamil muda dan ada masalah pada kandungan, karena saya tidak ingin beresiko perlengkapan medis di Pustu terbatas sehingga saya sarankan (rujuk) ke Puskesmas Leuwiliang untuk dilakukan penanganan,” kata Ayu Kusuma saat dikonfirmasi, Selasa (5/10/2021).

Ayu menambahkan setelah dilakukan penanganan oleh bidan di Puskesmas Leuwiliang, kondisi lahir normal meksipun ari-ari bayi sempat tidak keluar sehingga harus dilakukan penanganan khusus. “Dan setelah itu alhamdulillah kondisi bayi dan ibunya saat ini baik dan sehat kemarin sudah periksa juga ke sini,” katanya.

Lebih lanjut Bidan Ayu menceritakan warga yang hendak melahirkan atau yang sakit ditandu memang bukan kali ini saja, namun sudah sering terjadi karena jalan  yang terjal dan sulit diakses menggunakan kendaraan roda empat.

“Bahkan kalau menggunakan kendaraan roda dua pun itu harus yang sudah terampil. Saya saja kalau ke kampung itu kalau memeriksa yang sakit gak berani pakai motor dan harus jalan kaki, karena memang jalanya yang terjal,” katanya.

Sementara menurut Sekretaris Desa Pabangbon Novi Firdaus, memang sangat prihatin saat ini masih ada warga yang ingin lahiran harus ditandu. Ia mengatakan, di Desa Pabangbon, selain Gunung Menir ada juga 2 kampung lagi yang memang kondisinya bisa dibilang masih terisolasi.

Atas kondisi tersebut, dia berharap pemerintah daerah maupun pusat memaksimalkan pembangunan infrastruktur di wilayah Desa Pabangbon mengingat desa ini berada diatas pengunungan. “Ya berharap agar pemerintah daerah dan pusat lebih memperhatikan lagi pembangunan infrastruktur di Desa Pabangbon. Meksipun saat ini sudah ada pembangunan akses jalan ke kampung terisolir dengan dana Samisade Pemkab Bogor,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Dosen Mengabdi Latih Warga Cihideung Ilir Buat Pupuk Organik

0

Ciampea l Jurnal Inspirasi

Ditengah pandemic Covid-19, masyarakat Desa Cihideng Ilir, Kecamatan Ciampea dilatih pemanfaatan limbah domestik menjadi pupuk cair. Penyuhan dan pelatihan digelar oleh dosen mengabdi.

Kordinator acara, Hangesti Emi Widyasari mengatakan, kegiatan dosen mengabdi merupakan bagian dari kepedulian IPB terhadap masyarakat sekitar. Selain itu para dosen bisa mengabdi dalam rangka Tridarma Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang disupport oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM – IPB), Sekolah Vokasi IPB bermitra dengan  77 berkah.com mengadakan penyuluhan dan pelatihan bagi warga Cihideng ilir.

“Jika tidak peduli pada akhirnya limbah domestik bakal jadi masalah. Bagimana kita dapat memanfaatkan limbah tersebut menjadi  pupuk cair organik yang digunakan untuk lahan pertanian dan pastinya bernilai ekonomis, ” ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/10).

Hangesti  berharap dengan kegiatan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah, masyarakat mulai peduli lingkungan. Apalagi ditengah pademi Covid 19, perekonomian warga bisa terbantu dengan bercocok tanaman di rumah.

Memanfaatkan sampah yang tidak termanfaatkan menjadi pupuk cair, selain lingkungan sehat, berdampak terhadap nilai ekonomi . Warga lebih berkreativitas dengan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi tempat bercocok tanam. “Pupuk cair organik bisa digunakan untuk tanaman organik seperti sayuran, buah, tanaman hias,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cihideng Ilir  Hilman  menyambut baik adanya program ini, karena dari sisi lingkungan, warga Cihideng Ilir sadar akan kebersihan dan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk cair yang bisa digunakan untuk bercocok tanaman. Sedikit banyak, tanaman hasil bercocok tanam bisa membantu perekonomian warga di tengah pandemi ini.

“Adanya penyuluhan dan pelatihan mereka dapat ilmu bagaimana cara pemanfaatan limbah domestik menjadi bernilai ekonomis. Disamping itu juga bagaimana menyadarkan pola hidup bersih (PHBS) kepada masyarakat melalui ibu-ibu kader di wilayah Cihideng Ilir,” tukasnya.

**aripekon

Nyaris Ambruk, 2 Ruang SDN Banyuresmi 01 di Kosongkan

0

Toilet Sudah Hancur, Para Siswa Numpang Buang Hajat ke Rumah Warga

Cigudeg l Jurnal Inspirasi

Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Banyuresmi 01 yang berada di Kampung Lemah Beureum RT 03/ RW 04, Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh

Pantauan Jurnal Bogor, bangunan gedung sekolah tersebut selain kumuh, plafon sudah terkelupas, dan tak sedikit genteng berjatuhan karena sudah tak menempel pada reng bambu yang sudah hancur termakan usia.

Gedung SDN Banyuresmi 01 yang nyaris ambruk itu dibenarkan salah satu tenaga pengajar, Sani bahwa dua ruang sekolah material gentengnya seringkali  berjatuhan. Selain itu, lantai ruangan kelas juga  kerap digenangi air saat turun hujan. Bahkan lantai kelas juga tanah karena keramik lantai sudah rusak.

“Mengingat keadaan dua ruang belajar sudah mengkhawatirkan,  maka pihak sekolah berinisiatif mengosongkan selama dua tahun, kata Sani kepada Jurnal Bogor, Selasa (5/10).

Sani menerangkan, untuk kegiatan belajar mengajar di SDN Banyuresmi hanya tiga  ruang kelas yang digunakan. “Karena minim fasilitas, 323 murid terpaksa melakukan sistem pembelajaran dibagi menjadi tiga shift,” ucapnya.

Pihak sekolah mengaku tak tenang dengan  kondisi sekolah sudah lapuk karena khawatir saat pembelajan berlangsung tiba tiba ambruk. “Kondisinya membahayakan siswa dan para pengajar maka dua ruang kelas itu sudah lama dikosongkan,” tuturnya.

Bahkan sambungnya, pihak sekolah  sering kali mengajukan untuk pembangunan ruang kelas baru, namun sudah 12  tahun mengajar di SDN Banyuresmi ini hingga sekarang belum juga dibangun.

Kabar yang diterima pihak sekolah, Dinas Pendidikan  pada 2019  sudah ada perencanaan SDN Banyuresmi dibangun akan tetapi sampai saat ini, gedung sekolah tersebut belum ada tanda-tanda akan dibangun.

Bukan hanya gedung sekolah yang sudah lapuk, termasuk toilet siswa juga sudah cukup lama tak berfungsi karena bangunannya sudah hancur. Lantaran ketiadaan toilet, ketika hendak  buang air kecil  atau buang hajat para siswa terpaksa harus menumpang ke rumah warga.

**aripekon

Pelatihan Manajerial BPP Konstratani Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Mojokerto

0

Malang | Jurnal Inspirasi

Kementerian Pertanian Republik Indonesia mentargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis yaitu penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani).

Menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan ketiganya harus saling terkait demi terwujudnya kesejahteraan petani. Program KUR adalah program strategis yang diperuntukan untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu ke hilir melalui akses yang lebih mudah. Diharapkan mampu menopang dan memperkuat potensi pertanian di daerah-daerah.

Program penguat melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Geratieks). Gerakan ini dibuat sebagai ajakan pemerintah kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian agar bekerja dengan cara yang tidak biasa. Membentuk kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani). Komando ini nantinya akan memperkuat fungsi penyuluh sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan di tiap kecamatan.

Kostratani adalah sebuah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional berbasis Teknologi Informasi. Dengan satu komando, pembangunan pertanian di Indonesia akan lebih focus dan dapat termonitor dengan baik sampai tingkat kecamatan. Sistem pelaporan yang berjenjang mulai dari level kecamatan, kabupaten, provinsi hingga level nasional diharapkan mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi pertanian di Indonesia secara factual dan komprehensif.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, terus berupaya menggenjot kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian Indonesia melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang akan memperkuat peran dan fungsi BPP dan penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian.  

Kepala BPPSDMP, P4of. Dedi Nursyamsi, menyatakan dukungannya terhadap program Kostratani. “Pembangunan sarana prasarana, inovasi teknologi akan percuma kalau SDM-nya tidak bagus. Dari BPP kita tingkatkan SDM-nya,” ungkap Dedi.  

Kegiatan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani yang diinisiasi Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dilaksanan Di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto. Kegiatan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 5 sd 7 Oktober 2021 dengan jumlah peserta/penyuluh sebanyak 21 orang, 18 peserta dari Dinas Pertanian Kabupaten dan 3 peserta dr Dinas Pertanian Kota Mojokerto.

Antusias Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto terhadap pemahaman tentang Manajerial BPP, Dinas Pertanian Kabupaten menurunkan 2 orang/BPP
yaitu Kordinator dan Admin. Sehingga jumlah peserta dari kabupaten menjadi 38. Sehingga total pelatihan Manajerial BPP peserta menjadi 39.

Manajerial BPP Kostratani dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Drs Teguh Gunarko M.Si dihadiri Tata Sukmara mewakili Kepala BBPP Batu, Widyaiswara Ir. Tri Handayani M.Agr.

Sementara gar pelatihan berlangsung secara baik dan aktif, widyaiswara BBPP Batu menggunakan pendekatan serius, santai dengan tujuan perubahan pada masing-masing individu terhadap pemahaman yang mendalam tentang 5 fungsi Konstratani.

Ucapan terima kasih Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Drs Teguh Gunarko M.Si kepada BBPP Batu terhadap terealisasinya kegiatan pelatihan Manajerial BPP di Kabupaten Mojokerto dengan harapan semoga para kordinator dan admin lebih dapat memahami peran dan fungsinya salah satu diantaranya mampu memberi laporan yang akurat melalui AWR.

Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian mengatakan bahwa Program Konstratani adalah salah satu terobosan Kementerian Pertanian untuk mengembangkan potensi yang ada di Balai penyuluhan Pertanian di tingkat kecamatan.

Ada 5 point utama yaitu1) Pusat data dan Informasi, 2) Pusat Gerakan Pembagunan Pertanian 3) Pusat Pembelajaran 4) Pusat Konsultasi Agribisnis dan 5) Pusat Pengembangan Jejaring kemitraan. Menurut Teguh dari kelima point inti yang merupakan materi dalam kegiatan ini harus bener-benar di bahas di kegiatan ini agar Tujuan dan fungsi BPP Kostratani ini benar-benar dapat dijalankan sesuai dengan keinginan kementerian pertanian.

Bicara tentang kegiatan konstratani, Kementan menaruh harapan besar bahwa pembangunan pertanian itu harus dimulai dari tingkat kecamatan pada masing-masing BPP, oleh karena itu para peserta pelatihan harus lebih memahami bagai mana BPP yang baik itu. Baik dari fisik maupun non fisiknya.

Bicara dari segi fisik, Kabupaten Mojokerto semua sdh mempunyai kantor, jaringan Internet juga sudah tersedia termasuk para penyuluhnya sudah banyak juga memguasai IT, sementara untuk sarana lainnya pemerintah daerah akan segera mencukupinya meskipun tentunya secara bertahap.

Disampaikan juga dalam rangka pembangunan ditingkat kecamatan para penyuluh itu ujung tombaknya, kerja besar sudah kita lakukan dimana Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto sudah mampu menyelesaikan e-RDKKnya menggunakan IT, sehingga semua terkait dengan kebutuhan petani dalam menunjang kegiatannya sudah terukur. Pungkasnya .

**T2S/BBPP Batu

Delif Maju dalam Bursa Ketua Umum Asprov PSSI Jabar

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Pemiliihan  Ketua Umum PSSI Asprov Jabar diprediksi bakal berlangsung alot. Pasalnya bakal diikuti lebih dari dua calon yang akan maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Asprov PSSI Jabar 2021. KLB Asprov PSSI Jabar 2021 akan dilangsungkan pada tanggal 27 November 2021 di Kota Bandung.

Dalam KLB Asprov PSSI Jabar 2021  akan memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan EXCO Asprov PSSI Jabar periode 2021-2024. Dua nama calon sudah mulai muncul kepermukaan yakni Ramram Mukhlis Ramdhani dan Delif Subeki.

Delif Subeki merupakan  tokoh sepakbola Kabupaten Bogor yang secara resmi pada Senin, 4 Oktober 2021 menyerahkan formulir pendaftaran untuk calon ketua umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat Periode 2021-2024.

Warga Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ini membawa semua persyaratan yang ditentukan oleh pihak panitia  di Jalan Lodaya Kota Bandung atau kantor Asprov PSSI Jabar, Senin, 4 Oktober 2021.

“Semua persyaratan  administrasi sudah saya serahkan ke panitia di bagian pendaftaran, ” ujar Delif Subeki, Senin (4/10).

Delif mengatakan, ia datang ke Bandung untuk maju dalam bursa ketua Umum Asprov PSSI Jabar dalam KLB tanggal 27 Nopember 2021 mendatang. Ia menegaskan, kalau dirinya hanya mendaftarkan diri jadi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum Asprov PSSI Jabar periode 2021-2024.

Harapannya, sambung pengusaha yang berdomisili di Babakan Madang ini  ia ingin membawa perubahan yang signifikan bagi sepakbola  Jabar agar lebih baik lagi kedepannya. Beberapa hal jadi sorotan Delif Subeki dalam visi misinya maju di bursa Ketua Umum Asprov PSSI Jabar pada KLB  27 Nopember 2021 mendatang diantaranya tata kelola organisasi, meningkatkan nilai kompetisi dan klub anggota dan meningkatkan  pembinaan usia muda dan remaja.

Kedepannya, kata Delif,  bakal banyak  pemain  hasil binaan klub anggora  menjadi pemain yang bersinar di Jawa Barat hingga nantinya ke tingkat nasional. Selain itu, sambung Delif,  ada beberapa hal  yang harus diperbaiki demi terciptanya iklim sepak bola Jawa Barat yang profesional dan menghasilkan bibit potensial.

Terkait  pencarian bakat pemain  ia  akan mencari dan menunjuk manajer yang fungsinya langsung blusukan mencari bibit-bibit pemain potensial yang selama ini kurang tersentuh. Tak hanya itu, Delif Subeki  juga menginginkan komite pemilihan bisa menjalankan tugas dan fungsinya sesuai statuta dan kode pemilihan.

Delif Subeki memiliki Visi “Mewujudkan Jawa Barat sebagai Lumbung Pemain, Pelatih dan Perangkat Pertandingan Yang Profesional dan Berintegritas”, dengan motto Integritas dan Konsisten. Munculnya sosok Delif sebagai salah satu calon Ketua Umum mendapatkan respon positif dari  tokoh sepakbola Jabar.

Fathoni Munawar  anggota Exco PSSI Jawa Barat menegaskan Delif l sosok yang ideal  untuk maju dalam bursa Ketua Umum Asprov PSSI Jabar dalam KLB 27 Nopember 2021. “Delif Subeki sosok berpengalaman dan punya visi misi yang jelas dalam  memajukan sepakbola Jabar, ” papar Fathoni.

Dalam hal  yang sama,  Imam Prasodjo selaku CEO Bogor City Academy minta kepada  Delif untuk fokus memperhatikan talenta sepakbola  dari semua daerah di Jabar. “Jabar ini lumbung talemta sepakbola nasional, makanya saya minta Delif agar fokus dalam pembinaan pembinaan usia dini;” tuntasnya.

**as.pangrango