28 C
Bogor
Saturday, August 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1068

Paguyuban RW Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim

0

JURNAL INSPIRASI – Paguyuban Rukun Warga (RW) se-Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengadakan santunan anak yatim, baru-baru ini. Kegiatan santunan ini  bersinergi dengan RT dan tokoh masyarakat sekitar.

Sekretaris Paguyuban RW Hasanudin, yang juga menjabat Ketua RW 03 di Desa Sukamanah saat ditemui, Senin (23 /11 ) mengatakan, bahwa untuk saling berbagi tidaklah hanya mereka yang memiliki usaha besar ataupun harta yang berlebihan, karena berbagi itu dilandasi oleh keinginan dan kepedulian terhadap sesama.

“Walaupun hanya menjabat RW bila memiliki kepedulian untuk berbagi terhadap sesama, mereka pun dapat melakukannya, ditengah pandemi Covid-19, kita bisa saling berbagi dengan  25 anak yatim piatu serta makan bersama, meski sebagian masyarakat mengalami kesulitan ekonomi,” tambah Hasanudin.

BACA JUGA: HUT Korpri ke-50, PMI dan Pemerintah Kecamatan Babakan Madang Aksi Donor Darah

Hasanudin  juga menyampaikan, bahwa kegiatan santunan sudah berjalan untuk ketiga  kalinya, dan rencana akan kembali diagendakan sebulan dua kali. “Seperti saat ini,  kita gelar santunan anak yatim piatu di Desa Sukamanah semoga dengan kita berbagi, dapat membantu dan mengurangi beban  anak yatim,” tandasnya.

Ditempat yang sama disampaikan Rian, perwakilan masyarakat mengapresiasi kegiatan santunan yang dilaksanakan oleh Paguyuban RW. Santunan diharapkan bisa menjadi motivasi tersendiri dimana sekelas pejabat RW saja bisa menyisihkan sebagian rezekinya untuk memperhatikan mereka yang kekurangan.

BACA JUGA: Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

“Masa diatas mereka tidak bisa. Jika semua berpikir untuk berbagi kepada sesama mungkin orang miskin di Bogor ini berkurang, dan anak putus sekolah juga bisa terselamatkan. Saya sangat apresiasi untuk siapapun yang memperhatikan anak yatim dan fakir miskin, bukan dari nilainya tapi dari niat dan kepedulian mereka itu sudah cukup diapresiasi,” pungkas Rian.

**nay/ramses

HUT Korpri ke-50, PMI dan Pemerintah Kecamatan Babakan Madang Aksi Donor Darah

0

JURNAL INSPIRASI – Di Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang ke-50, Pemerintah Kecamatan Babakan Madang bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan aksi donor darah khususnya bagi ASN dan pegawai negeri dan umumnya untuk masyarakat. Kegiatan diadakan di aula Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan, Kabupaten Bogor, Selasa (23/11/21).

Ketua PMI Kecamatan Babakan Madang, Wahyudin mangatakan, HUT Korpri  senhaja dilakukan kegiatan aksi donor darah dimana selain memang PMI kekurangan stok darah , juga mengajak warga untuk membantu sesama dengan sedikit menyumbangkan darahnya.

“Kegiatan ini dimulai dari pukul 8.00 wib  sampai jam 14.00 wib, kuota kita berharap bisa mencapai 100 kantong, oleh karena itu kegiatan ini diwajibkan untuk Pegawai Negeri/ASN, semoga dengan waktu yang ditetapkan bisa mencapai kuota yang di harapkan,” tuturnya kepada wartawan Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Baru Pertama Kali, Sekdes Citaringgul Apresiasi Kegiatan Donor Darah

Ia berharap kegiatan donor darah ini tidak hanya dilaksanakan saat hari – hari tertentu saja , tapi juga dilaksanakan secara rutinitas atau berkala , karena dengan mendonorkan darah kita membantu menyelamatkan nyawa sesama.

“Karena kantor Kecamatan Babakan Madang masih dalam tahap pembangunan, maka kami meminjam aula Desa Citaringgul mengingat posisinya berada di tengah – tengah Kecamatan Babakan Madang agar mudah dijangkau,” jelasnya.

Senada disampaiakan Camat Babakan Madang yang juga sebagai penasihat PMI Kecamatan Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasid. Dia mengatakan, donor darah akan berkelanjutan, mengingat  stok darah mulai sedikit dan ia mengajak untuk masyarakat mendonorkan darahnya karena untuk kesehatan.

BACA JUGA: Rawan Kecelakaan, Pengguna Jalan di Leuwiliang Minta Dipasang Cermin Cembung

“Kepada warga masyarakat Babakan Madang khususnya, dan Kabupaten Bogor untuk mendonorkan darah selain untuk meningkatkan kesehatan tubuh kita, juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terbaring di rumah sakit. Jadi kita bisa menolong sesama bisa mendapatkan pahala juga,” pungkasnya. Wisnu / Tedy

Baru Pertama Kali, Sekdes Citaringgul Apresiasi Kegiatan Donor Darah

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Citaringgul mengapresiasi kegiatan donor darah yang diadakan Kecamatan Babakan Madang dalam rangka HUT Korpri.  

Sekretaris Desa Citaringgul Ayi Iskandar mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan pertama kalinya diadakan di Desa Citaringgul.

“Semua jajaran staf, BPD, karang taruna, RT/RW yang memungkinkan kesehatannya untuk mengikuti kegiatan ini maka kami wajibkan, begitupun untuk warga Desa Citaringgul yang ingin ikut partisipasi dalam kegiatan ini,” ucap Ayi.

BACA JUGA: Rawan Kecelakaan, Pengguna Jalan di Leuwiliang Minta Dipasang Cermin Cembung

Pihaknya menginstruksikan RT / RW untuk mengajak warga datang ke aula desa untuk mengikuti kegiatan yang baru pertama ada di desa. Bahkan muda-mudi juga diajak bisa menyumbangkan darahnya untuk PMI yang saat ini sudah sangat kekurangan stok darah.

“Mari kita bantu sesama dengan mendonorkan sedikit darah kita untuk menyelamatkan nyawa saudara kita yang membutuhkan di luar sana karena darah kita bisa menyelamatkan mereka,” jelas Ayi.

BACA JUGA: Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

Dia berharap, kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan, karena mendonorkan darah juga bisa membantu kita untuk menstabilkan kesehatan dengan adanya pergantian reproduksi darah yang baru. “Saya mewakili warga Citaringgul sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap kegiatan donor darah ini jadi kegiatan rutin di desa kami,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Rawan Kecelakaan, Pengguna Jalan di Leuwiliang Minta Dipasang Cermin Cembung

0

JURNAL INSPIRASI – Pengguna jalan yang melintas  di Jalan Raya Setu Lebak, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang traffic mirror atau cermin cembung di beberapa titik tikungan jalan.

Bahkan pihak desa sudah beberapa kali mengusulkan pemasangan cermin cembung melalui UPT Perhungan IV Leuwiliang, namun hingga saat ini tak kunjung ada realisasinya.

“Beberapa tahun lalu sudah kami usulkan, tetapi tetapi belum juga memasang cermin cembung itu,” kata Sekretaris Desa Leuwimekar Ade Umyana kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/11).

BACA JUGA: Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

Beberapa tikungan tajam yang tidak jauh dengan kantor Desa Leuwimekar, jelas Sekdes, rawan kecelakaan karena belum terpasangnya cermin cembung.

Di setiap tikungan  jalan Raya Setu idealnya harus terpasang sebanyak 3 titik pemasangan cermin cembung. “Keinginan adanya pemasangan cermin cembung di setiap  tikungan memang atas usulan masyarakat,” kata dia.

Musababnya penggunaan jalan yang melintas di jalur itu harus ekstra hati- hati  karena sulit melihat kendaraan  dari arah berlawanan. “Kami anggap keberadaan cermin cembung itu sangat penting karena untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas,” jelasnya.

BACA JUGA: Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

Bagaimana pun juga kata dia, warga ingin ada kenyamanan dalam berkendara. Oleh karena itu,  diharapkan Pemkab Bogor untuk segera merealisasikan pemasangan cermin cembung di setiap tikungan.

Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah IV Leuwiliang Ika Sobariah tak merespon.

**ekon/andres

Rehabilitasi Ruang Kelas di SMPN 2 Pamijahan Tuntas

0

Kepsek: Masih Ada Fasilitas Belum Terbangun

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor disidak Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Sidak tersebut sekaligus kunjungan kerja yang mana sekolah SMPN 2 Pamijahan sudah selesai dalam rehabilitasi ruang kelas dan dalam pembangunan tersebut dinilai telah sesuai dengan perencanaan.

Kabid Sapras Disdik Kebupaten Bogor Rameni mengatakan, kunjungan kerja ini salah satunya untuk melihat secara langsung hasil pengerjaan dari pihak pelaksana.

BACA JUGA: Nurodin Dorong Wilayah Terisolasi Jaringan Telekomunikasi Segera Dibangun

“Hasil dari pembangunan tersebut sesuai dengan spek dan sangat bagus sekali, tentunya kita berharap agar seluruh pembangunan sekolah di Kabupaten Bogor sesuai dengan spek dan sesuai progres,” ujar Rameni, Selasa (23/11/2021).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Pamijahan Suprapti Kustariyah mengatakan, sudah terbangunnya tiga ruang kelas tentunya pembelajaran akan lebih ditingkatkan.

“Alhamdulillah tiga ruang sudah bagus, untuk rehab ini sudah beres dan ditinjau langsung oleh Kabid Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, masih banyak fasilitas sekolah yang belum terbangun dan ia meminta agar sarana prasarana bisa sesegera dibangun.

BACA JUGA: Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

“Ruang kelas yang sekarang ada 20 ruangan, kemudian ruangan kelas masih kekurangan 3 kelas. Kalo harus dilengkapi harus ada sekitar 23 ruang kelas, kemudian ruangan komputer, laboratorium dan ruangan OSIS,” jelasnya.

SMPN 2 Pamijahan kata dia memiliki 819 dan ia berharap agar segala fasilitas yang dibutuhkan oleh sekolah bisa terealisasi.

“Tentu saja saya berharap ke Pak Kabid bisa melengkapi sarana prasarana yang diperlukan oleh SMPN 2 Pamijahan, kalo dilihat masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang ada, baik ruang kelas maupun ruang-ruang lainnya sehingga harus segera dilengkapi,” pungkasnya.

**andres

Nurodin Dorong Wilayah Terisolasi Jaringan Telekomunikasi Segera Dibangun

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nurodin bakal mendorong wilayah yang masih terisolasi jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor bagian barat.

“Data list yang sudah masuk di kami, sebanyak 12 desa yang keadaannya blank spot (tidak ada jarigan sinyal),” kata Nurodin dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (23/11).

Guna mempercepat adanya menara telekomunikasi di wilayah pelosok desa, pihaknya sudah melakulan komunikasi dengan pihak provider. Bahkan kata dia,  pihaknya sudah mendapatkan informasi  yang menggembirakan dari pihak perusahaan.

BACA JUGA: Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

“Namun sejauh ini kami masih menunggu progresnya. Mudah-mudahan keberadaan bangunan tower telekomunikasi pada Desember bisa terealisasi,” harapnya.

Sebetulnya kata dia, dari Komisi III bersama Diskominfo sudah berkali-kali telah membahas perihal rencana penyediaan bangunan menara telekomunikasi. Akan tetapi yang  menyiapkan bangunan telekomunikasi itu adalah pihak ketiga.

Ketiadaan akses jaringan telekomunikasi, sambung Nurodin, berpengaruh terhadap kemajuan desa. Terlebih di zaman teknologi seperti saat ini transaksi jual beli online jelas itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat.

Bahkan sekarang ini kata dia, pemerintah desa diminta  harus update mengenai laporan kegiatan dengan sistim online sehingga desa menjadi salah satu sasaran pembangunan dari APBN.

BACA JUGA: Khas Bontang, Sambal Gami Ma’Uwo Buka di Bubulak

“Kami tidak sepakat jika ijin bangunan tower tersebut  dipersulit yang akhirnya investasi di bidang telekomunikasi sebagian masyarakat  tidak secara luas bisa memanfaatkan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dinas terkait hal ini Kementerian Komunikasi diharapkan memberikan kelonggaran terkait izin komunikasi dengan catatan bukan di perkotaan melainkan di pedesaan.

“Pemerintah harus  welcome dan lebih memprioritaskan pelosok – pelosok daerah  yang sulit dijangkau jaringan sinyal,” pungkasnya.

**andres

Naas, Gubuk Tua di Batutulis Ambruk

0

JURNAL INSPIRASI – Naas dialami pasangan suami istri Darjat Sudarjat (51) dan Herianih (51), warga  Kampung Pasirgintung RT 02 RW 04 Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran gubuk tua miliknya ambruk karena lapuk termakan usia.

Darjat mengaku rumah yang ditempati bersama kelurganya memang sudah cukup lama. “Keadaan rumah sebelumnya memang sudah miring, tiba tiba ambruk,” ujar Darjat, Selasa (23/11).

Pantauan Jurnal Bogor, bangunan rumah yang roboh itu, hampir seluruhnya  menggunakan  material kayu, bambu serta bilik bambu yang keadaanya telah keropos.

BACA JUGA: Khas Bontang, Sambal Gami Ma’Uwo Buka di Bubulak

Dengan melihat keadaan rumahnya dengan kondisi mengkhwatirkan, bapak 2 anak ini yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan, tak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan ekonomi.

Terpisah, Ketua  LPM Desa Batutulis Jaja Subagja  atau yang akrab diapanggil Sanim menerangkan, rumah korban yang ambruk itu termasuk kategori warga miskin yang layak mendapat bantuan.

BACA JUGA: SMART Ekselensia Buka Seleksi Nasional Beasiswa

Namun masalahnya, program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tidak bisa meng-cover jumlah RTLH yang ada. “Masih tinggi angka data base RTLT di Batutulis. Kami harap pihak Pemkab Bogor hal ini BPBD segera turun langsung melakukan survei ke lokasi,” harapnya.

**aripekon

Khas Bontang, Sambal Gami Ma’Uwo Buka di Bubulak

0

JURNAL INSPIRASI – Rumah makan Sambal Gami Ma’Uwo yang menyajikan sambal khas Bontang, Kalimantan Timur, kini ada di Jalan Bubulak RT 04 RW 11, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Sambal Gami Ma’Uwo baru sebulan ini buka di Bubulak dengan aneka pilihan yakni sambal gami plus ayam, lele, nila, cumi, udang, kerang, telur, kepala ayam dan sambal gami ceker ayam. Soal harga pun cukup terjangkau mulai Rp 10 hingga 22 ribu.

“Khasnya di Bontang sebenarnya dengan ikan, tapi Sambal Gami Ma’Uwo menyesuaikan dengan selera pilihan,” ujar owner Sambal Gami Ma’Uwo, Edo.

BACA JUGA: Menggeliat Pasca Pandemi, Lisa Martha Wedding Organizer Lakukan Inovasi

Bagi yang suka atau tidak pedas, juga bisa memilih disesuaikan dengan level pedas Sambal Gami Ma’Uwo.

Untuk bumbu Sambal Gami Ma’Uwo dibuat dadakan saat dipesan dan penyajiannya yang paling khas adalah disajikan di cobek tanah liat yang digunakan untuk memasak sambal Gami.

“Jadi khas Sambal Gami Ma’Uwo disajikan masih panas dan sambal di cobek dengan irisan tomat dan terasi,” jelas Edo.

BACA JUGA: Alun-alun Bogor Berintegrasi dengan Stasiun

Menikmati Sambal Gami Ma’Uwo sebaiknya memang dimakan di tempat, namun juga melayani pesanan antar dan tempat makan ini buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Bagi yang sembari nongkrong juga bisa pesan kopi dan aneka minuman lainnya dengan area parkir yang cukup luas.

**ass

Dihantam Longsor, 3 Rumah Warga di Panggarangan Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Longsor menghantam tiga rumah warga di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/11) pagi. Akibatnya, tiga rumah warga tersebut rusak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun menimbulkan kerugian material hingga jutaan rupiah.

Kepala BPBD Lebak, Febby Rizky menjelaskan, longsor terjadi akibat hujan deras hingga pada pukul 6.30 WIB, tiga rumah rusak di Desa Mekarjaya, Kecamatan Panggarangan.

BACA JUGA: Pemandian Air Panas Ini Bisa Jadi Referensi Liburan Akhir Pekan

“Yang terdampak ada tiga rumah, tetapi tidak ada korban jiwa,” ujar Febby, Selasa (23/11/2021).

Tiga rumah yang rusak akibat longsor ini adalah milik Ipong, Amir, dan Dedi. Semuanya berstatus sebagai petani dan sekaligus warga setempat. Satu dari tiga rumah yang dihantam longsor ini rusak parah sehingga tidak bisa dihuni untuk sementara.

Tim BPBD saat ini tengah melakukan antisipasi adanya bencana susulan dan bencana lainnya di Lebak. Hingga siang hari beberapa daerah di Lebak masih diguyur hujan.

**mianurjanah/mg-uika

Menggeliat Pasca Pandemi, Lisa Martha Wedding Organizer Lakukan Inovasi

0

JURNAL INSPIRASI – Setelah hampir dua tahun menghadapi pandemi, kini para pelaku usaha mulai bangkit membangun kembali bisnisnya. Meskipun tak jarang ada yang harus banting setir dan mencari peluang usaha baru. Ada pula yang masih bertahan dengan bisnisnya dan melakukan inovasi sehingga mampu beradaptasi dengan pola konsumsi saat ini yang ikut berubah.

Pandemi Covid-19 memang memberi dampak pada banyak sektor usaha, mulai dari sektor pariwisata, rumah makan, hingga jasa penyelenggara acara seperti wedding organizer.

Lisa Martha Wedding Organizer merupakan salah satu penyedia jasa penyelenggara acara, khususnya pernikahan yang melakukan inovasi pada usahanya. Inovasi yang dilakukan mencakup perubahan strategi pemasaran, bentuk penyelenggaraan acara dan fasilitas acara yang disediakan.

BACA JUGA: SMART Ekselensia Buka Seleksi Nasional Beasiswa

“Salah satu program baru kita namanya Virtual Wedding, jadi kita membatasi tamu yang ada tapi tamunya bisa tetep hadir secara virtual,“ ujar Arianty Annisa, CEO Lisa Martha Wedding Organizer.

Selain Virtual Wedding, Lisa Martha Wedding Organizer juga memiliki produk baru yaitu, Digital Guestbook, dan Digital Invitation.

“Karena semua harus sesuai prokes, jadi kita ngeluarin Digital Guestbook, untuk invitation-nya juga digital aja. Karena selama pandemi ini, kita men-suggest, kita merekomendasikan Virtual Wedding. Dan dari segi budget pun lebih terjangkau,” tambah Cica, sapaan akrabnya.

Adaptasi terhadap pola konsumsi konsumen yang berubah pun menjadi salah satu cara Lisa Martha Wedding Organizer tetap bertahan.

BACA JUGA: Alun-alun Bogor Berintegrasi dengan Stasiun

“Maaf, biasanya kami memakai bunga hidup (untuk dekorasi). Semurah apa pun, kami tetap pake. Tapi kembali lagi, karena kondisi seperti ini, muncullah dekorasi dengan artificial. Nah, kita cari lah solusinya, supaya acara tetap bagus, tetep terjalin, dengan budgeting yang memang harus mereka pangkas,” ungkap Lisa Martha selaku owner.

Selain itu, inovasi  juga dilakukan pada layanan lain yang berupa kursus rias pengantinnya. Biasanya peserta kursus belajar langsung di kelas, namun dengan situasi dan kondisi yang masih terbilang rentan, keberlangsungan belajar mengajar dilakukan di tempat peserta kursus dengan mendatangkan pengajar ke rumah masing-masing dan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

“Kalo dulu kita yang ngadain di sini (di Lisa Martha Salon dan Rias Pengantin) sekarang saya yang datang ke tempat orang,” ujar Mama Lisa.

BACA JUGA: UMKM Indonesia Go To Istambul

Dia juga optimistis dengan dilakukannya inovasi tersebut dapat mempertahankan eksistensi Lisa Martha Salon dan Rias pengantin juga Wedding Organizer agar dapat mewujudkan kursus rias pengantin dari Lisa Martha sebagai institut.

“Kepengennya saya sih dilanjutkan untuk itu (kursus rias pengantin) karena sayang masuknya sudah lembaga pendidikan. Tinggal nanti ditingkatkan menjadi institut atau apa, kepengennya. Kasarnya gini, ilmu ini kepake terus, selama orang masih punya rambut, orang akan potong rambut (di salon) dan selama masih ada orang yang menikah pasti akan merias penganten,” tandas Mama Lisa.

**mutiaralatifamaulidinata