24.1 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1057

BCA Ikut Lestarikan Habitat Orangutan

0


Jakarta | Jurnal Bogor

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate social responsibility Bakti BCA, ternyata tak hanya fokus menjalankan program berkait soal ekonomi, tapi bank swasta nasional ternama ini ikut aktif melestarikan lingkungan, salah satunya menjaga kelangsungan hidup orangutan.

Keterlibatan BCA dalam menjaga kelestarian orangutan yang merupakan satwa endimik Pulau Kalimantan atau Berneo ini berlangsung sejak tahun 2012 lalu bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOSF).


“Sejak tahun 2012, BCA telah berkomitmen untuk menyelamatkan habitat orangutan di wilayah Kalimantan, apalagi orangutan merupakan mahluk hidup kontribusi besar dalam kelestarian hutan di Indonesia, terlebih sekitar 90 persen orangutan hidup di hutan Indonesia dan sejak 2020 silam, BCA telah melakukan rehabilitasi terhadap 31 orangutan di Kalimantan,” kata EVP CSR BCA Inge Setiawati, Senin (18/10).

Inge mengatakan, selain orangutan, BCA aktif terlibat dalam program pelestarian lingkungan, diantaranya penanaman mangrove, penanaman pohon di areal lahan gambut, serta pelepasliaran 8.909 ekor tukik. “BCA juga mengembangkan 12 desa binaan sebagai upaya melestarikan dan mengoptimalkan potensi desa untuk mewujudkan ketahanan ekonomi pedesaan berkelanjutan,”ujarnya.

Sebagai informasi, bagi masyarakat yang ingin melihat habitat orangutan di Pulau Kalimantan, BCA bersama CEO BBOS Foundation Dr. Ir. Jamartin Sihite dan BOSF Awareness Campaigner Richard Kyle, menghadirkan acara serial LDR ‘Lihat Dari Rumah’ melalui kanal Youtube SolusiBCA dan Instgram@ goodlifebca.

“Semoga kehadiran tayangan ini kian menumbuhkan rasa awareness masyarakat akan pelestarian lingkungan hidup baik itu fauna maupun flora,” tegas Inge.

CEO BBOS Foundation Jamartin Sihite menambahkan, penyelamatan orangutan dan habitatnya tidak dapat dilakukan BOSF sendiri, tapi tanggung jawab semua pihak, seperti NGO penyelamatan orangutan lainnya, pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah, privat sektor seperti BCA. “Tanpa terkecuali masyarakat umum, semua perlu bergandengan tangan agar penyelamatan orangutan dan habitatnya dapat terwujud dan dapat hidup berdampinga,”ujar Jamartin menutupi.

** Mochamad Yusuf

Raih Pengakuan Internasional dari Forbes Global

0

Telkom Tempati Peringkat 299

Jakarta | Jurnal Inspirasi

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) pada tahun 2021 ini kembali meraih pengakuan yang bergengsi dari institusi internasional. Kali ini, Telkom menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam jajaran Forbes 2021 World’s Best Employer.

Telkom menempati peringkat #299 dari 750 perusahaan terpilih yang berasal dari seluruh dunia dan beragam sektor industri. Sementara dikategori industri telecommunication & services, Telkom menempati urutan ke #7 dunia di atas Nokia, KT, Erricson, dan Vodafone, sekaligus satu-satunya perusahaan telekomunikasi asal Asia Tenggara yang masuk dalam kategori ini.

Sebagai informasi, dalam ajang ini Forbes Global bekerja sama dengan Statista, lembaga market research dunia, untuk melakukan survei kepada 150.000 karyawan full-time dan part-time yang bekerja di perusahaan/instansi multinasional dari 58 negara di dunia. Para responden diminta untuk mengevaluasi tempat kerja berdasarkan image (employer branding), economy footprint, talent development, gender equality and social responsibility.

Responden juga diminta untuk memberikan rating seberapa besar mereka merekomendasikan perusahaan tempat mereka bekerja kepada kerabat maupun kolega. Hasilnya, ada 750 perusahaan dengan nilai tertinggi yang berhasil menjadi bagian dalam daftar Forbes 2021 World’s Best Employer.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengaku, bangga dengan masuknya Telkom dijajaran Forbes 2021 World’s Best Employer, apalagi Telkom menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang diakui sebagai tempat kerja terbaik oleh media yang kredibel di kancah internasional seperti Forbes Global.

“Kami menyadari people adalah aset yang sangat penting dalam keberhasilan dan keberlangsungan suatu perusahaan. Untuk itu, di tengah langkah transformasi yang dilakukan,”katanya dikutip dari laman resmi Kementerian BUMN, Senin (18/10).

Telkom, kata Ririek, sangat fokus dalam mengelola human capital khususnya dalam mencetak talenta digital terbaik yang profesional dengan berlandaskan core values AKHLAK. “Pengakuan sebagai World’s Best Employer dapat menjadi salah satu bukti bahwa apa yang kami lakukan sudah benar dan on the track,”ujarnya.

Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi menambahkan, hasil survey itu menandakan Telkom menjadi tempat bekerja yang nyaman dan produktif bagi karyawan dan juga dipersepsi oleh talent di luar sebagai tempat bekerja positif dan kondusif.

Pengakuan dari Forbes, kata Afriwandi, tak terlepas dari peran serta manajemen dan karyawan.Pengakuan ini dapat memotivasi Telkom semakin adaptif lagi menghadapi segala disrupsi dan tantangan yang ada. “Dengan berlandaskan core values AKHLAK, kita terus lahirkan inovasi dan kembangkan model bisnis baru serta percepat digitalisasi untuk memberikan kontribusi terbaik demi Indonesia yang lebih baik,” katanya menutupi.

** Mochamad Yusuf

Summarecon Bangun Hunian di Bogor, Wilayah Sukaraja dan Bogor Timur Bakal Maju

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi di tiga desa yang ada di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor dan Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, dalam beberapa tahun kedepan bakal lebih maju dan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di wilayah perbatasan.

Perlahan namun pasti, perubahan wajah di wilayah perbatasan kota dengan Kabupaten Bogor itu mulai terlihat, satu diantaranya pembukaan dan pelebaran jalan akses menuju Tol Jagorawai. Perubahan itu tak lepas dari peran PT Summarecon Agung Tbk, yang membangun kawasan hunian baru.

“Kemajuan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur di wilayah Sukaraja, khusus di Desa Sukatani, Nagrak dan Cibanon, tak dipungkiri sebagai imbas positif dari dibangunnya kawasan hunian baru oleh pengambang, salah satunya PT Summarecon,” kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, Senin (18/10) dihubungi Jurnal Bogor.

Iwan menegaskan, setiap aktivitas usaha, termasuk pembangunan kawasan hunian haruslah memiliki nilai tambah secara ekonomi kepada lingkungan, seperti serapan tenaga kerja lokal untuk mengurangi pengangguran. Selain itu, sambung Iwan, nilai tanah di tiga desa yang akan terdongkrak karena keberadaan Summarecon, sektor infrastruktur pembangunannya akan lebih digenjot agar tidak ada ketimpangan.

“Konsep ini akan kita padukan dan jalankan bersama pengembang, tentunya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor, kenapa? karena lokasi perumahan Summarecon berada di perbatasan dengan gerbang utama ada di wilayah Kota Bogor,” ujarnya.

Kepada Desa Sukatani Suhendar mengungkapkan, keberadaan Summarecon yang pembangunnya dimulai saat pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan bagi kemajuan Desa Sukatani, dan dua desa lainnya di Kecamatan Sukaraja.

“Bahkan, banyak warga desa kami yang dipekerjakan di sana, seperti sebagai pemelihara taman dan lain-lainnya. Akses warga yang akan beraktivitas ke Jakarta, kini lebih cepat setelah dibukanya pintu tol Katulampa. Ini salah satu dari sekian dampak positif dari kehadiran perumahan Summarecon,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, keberadaan perumahan Sumarecon yang lokasinya ada wilayah Kecamatan Sukaraja, tentunya memiliki dampak bagi percepatan perkembangan wilayah Kecamatan Bogor Timur, khususnya Kelurahan Katulampa, untuk bisa memenuhi kebutuhan fasilitas penunjang, seperti bidang kesehatan, pendidikan, bahan pokok dan perdagangan.

“Kesempatan lainnya yang bisa diambil Kota Bogor, yakni termanfaatkannya potensi fasilitas air minum dari SPAM Katulampa untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Sumarecon. Di luar dari itu bisa juga ada potensi keuntungan timbal balik yang diperoleh, seperti akses jalan baru, fasilitas olahraga dan hiburan serta fasilitas lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi menegaskan, sebagai pengembang properti terkemuka, Summarecon tidak akan pernah berhenti untuk memberikan kontribusi kepada negeri. “Bahkan, si saat pandemi ini, kami terus menjalankan kegiatan usaha, agar perekonomian tetap terus berjalan,” katanya.

Direktur Summarecon Sharif Benyamin menambahkan, Summarecon Bogor merupakan pengembangan berskala kota yang di dalamnya akan saling terintegrasi antara hunian, dengan fasilitas kota lainnya seperti tempat usaha, komersial, pendidikan, kesehatan, dan hiburan yang memungkinkan penghuni dapat melakukan beragam aktivitas didalamnya.

“Dengan luas 500 hektar, Summarecon Bogor sangat ideal untuk dikembangkan sebagai kota mandiri. Apalagi lokasi sangat strategis, bersisian dengan Kota Bogor, dan dapat dijangkau melalui akses langsung pintu tol Bogor Selatan yang terhubung dengan Tol Jagorawi, serta dapat pula diakses dari kota Bogor,” terangnya.

Syarif lebih lanjut menjelaskan, Summarecon Bogor memiliki konsep yang berbeda, di lokasi akan dibangun kota mandiri yang baru untuk first home family, agar hidup dengan environment yang baru,dengan latar belakang pemandangan indah, udara sehat dan segar, dan juga akses yang sangat baik. “Keunggulan dari Summarecon Bogor ini akan membuat penghuni bisa menikmati cara dan gaya hidup yang baru. New City, New Environment, New Life,” tegas Syarif menutupi.

** Mochamad Yusuf

Indocement Raih Tiga Penghargaan ISDA 2021

0


Jakarta | Jurnal Inspirasi

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, (Indocement) kembali meraih penghargaan dalam ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2021. Penyerahan penghargaan dilaksanakan Jum’at 17 September lalu di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan. Pada ajang ISDA ke –IV itu Indocement dianugerahi tiga penghargaan kategori gold atas kontribusinya dalam pencapaian SDG’s12.5, 13.2, dan 14.1.

Sebagai informasi ISDA 2021 merupakan program hasil kerja sama antara CorporateForum for CSR Development (CFCD) dengan Perencanaan Pembangunan Nasional RepublikIndonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan beberapa kementerian teknis lainnya serta lembaga internasional seperti ISO SGN Austria.

Keterangan resmi dari manajemen Indocement yang diterima Jurnal Bogor, Senin (18/10), perusahaan yang memproduksi semen merek Tiga Roda itu meraih penghargaan katagori gold atau emas, pertama program penurunan emisi debu di Komplek Pabrik Citeureup, Jawa Barat dan Tarjun, Kalimantan Selatan.

Kedua program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, di Desa Palimanan Barat, Gempol, Cirebon, Jawa Barat, di Pabrik Palimanan, kemudian program merajut asa menuju desa mandiri di DesaLangadai, Kelumpang Hilir, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Penghargaan yang diraih Indocement itu tidak mudah karena saingannya sangat ketat, tercatat ada 70 perusahaan, termasuk BUMN, swasta, semisal Penamaman Modal Dalam Negeri dan Asing (PMDN/PMA) dan 19 perorangan. Perusahaan yang ikut ajang ini dibagi dalam lima sektor meliputi pertambangan dan energi, industri dan manufaktur, pertanian dan agroindustri, jasa, perbankan dan telematika, kontruksi dan infrastruktur serta industri media.

“Pembangunan berkelanjutan menjadi sesuatu yang penting bagi Indocement. Itu sudah dituangkan dalam visi perusahaan,dan menjadi landasan di dalam setiap pengambilan keputusan,” tegas Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos, menutupi.

** Mochamad Yusuf

Belanja di Pasar Tohaga Dapat Voucher

0


Cibinong | Jurnal Inspirasi

Kabar gembira bagi pelanggan setia pasar rakyat, khususnya di wilayah Ciluar dan sekitarnya. Tohaga selaku pengelola pasar bekerja sama dengan X Channel 87,8 FM Radio Pasar urang bogor dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Al-Salaam, menyapa Pasar Ciluar, Kecamatan Sukaraja dalam rangka sosialisasi Radio Pasar.

Sebagai informasi, radio yang dimiliki Perumda Pasar Tohaga, merupakan wadah untuk menampung dan menjalin komunikasi dan informasi, antara pedagang, pembeli serta untuk masukan bagi pengambilan kebijakan. Siaran radio ini radius bisa menjangkau wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Ïni terobosan kami di tahun 2021, radio yang kami miliki ini bisa dimanfaatkan para pedagang untuk berpromosi produk dagangannya, nah untuk pembeli menjadi sumber informasi terkini terkait kondisi pasar serta harga-harga komoditas,”kata Direktur Operasional Perumda Pasar Tohaga, Doni Djatnika, Senin (18/10).

Doni menjelaskan, saat ini baru 16 pasar yang sudah diinstal speaker aktif radio yang bisa didengarkan pedagang dan pengunjung. Tujuannya tak lain untuk menambah pelayanan pasar. “Siaran dikemas entertaining agar informasi dan komunikasi untuk pasar pasar lebih mudah dan tidak kaku,” ujarnya.

Sementara itu, dalam setiap sosialisasi radio, selain siaran, pengelola yakni Perumda Pasar Tohaga menggelar kuis khusus untuk pembeli dengan hadiah berupa voucher belanja senilai Rp 50 ribu. “Voucher tidak bisa diuangkan, tapi harus dibelanjakan di tempat atau pasar saat berlangsungnya sosialisasi radio,” kata Doni, menutupi.

** Mochamad Yusuf

Dongkrak Ekonomi, Pemdes Gunung Putri Beri Pelatihan Batik Ecoprint Terhadap TP PKK

0

Gunung Putri | Jurnal Inspiraai

Pemerintah Desa Gunung Putri bekerja sama dengan CSR PT Indocement Tbk mengadakan pelatihan pembuatan Batik Ecoprint untuk TP PKK Desa Gunung Putri. Kegiatan opening pelatihan batik di lakukan di aula kantor Desa Gunung Putri, Senin (18/10/2021).

Pada kesempatan tersebut , Ayi Ibrohim CSR Dept Head PT Indocement Tbk menyampaikan salah satu program prioritas yang diajukan oleh Desa Gunung Putri merupakan usulan dari musdes dan bilik com yang memang harus dijalankan dan terealisasi karena menjadi bagian dari programnya.

“Alhamdulilah pada hari ini kita sudah bisa membuka kegiatan pelatihan Batik Ecoprint ini, kedepannya saya berharap hasil dari pada kegiatan pelatihan ini bisa menjadikan TP PKK Desa Gunung Putri punya usaha konveksi batik,” ucap Ayi.

Dia beharap Desa Gunung Putri punya ciri khas yang nantinya menjadi ikon desa dengan warna dan corak yang berbeda. “Semua biaya untuk pelatihan ini dikaver oleh PT Indocement Tbk begitu pun untuk narasumber yang memang ahli di bidangnya kami datangkan langsung dari Pati,” jelas Ayi Ibrohim.

Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Putri ,Eti Didin mengapresiasi sekali adanya kegiatan pelatihan Batik Ecoprint yang pertama kalinya diadakan di Kecamatan Gunung Putri dan dia berharap pelatihan yang diawali oleh anggota PKK Desa Gunung Putri ini nantinya bisa diaplikasikan lagi oleh warga desa pada umumnya.

” Untuk pertama ini sasaran pelatihan kita berikan pada ibu-ibu anggota PKK Desa Gunung Putri sebagai pemula, yang semoga kedepannya setelah mereka mahir dalam memilah bahan dan pembuatan bisa diaplikasikan lagi kepada warga sekitar, ” harap Eti.

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri berharap pelatihan tersebut akan menjadi usaha baru yang nantinya menunjang program-program PKK dan kader Posyandu.

“Untuk program yang sudah diadakan standar pada umumnya maka kita membutuhkan terobosan – terobosan baru yang nantinya bisa mendongkrak ekonomi warga,” kata dia.

” Untuk pemasaran kita akan pakai BUMDes Gunung Putri sebagai ujung tombak semua usaha yang dikelola oleh Pemdes Gunung Putri,” jelas A Heri biasa disapa.

Dia juga berharap dengan terobosan baru ini tingkat kesejahteraan para PKK ini akan meningkat. “Dengan adanya pelatihan nantinya kita akan dirikan unit usaha di dalam PKK tersebut. Semoga bisa menghasilkan kualitas bagus yang bisa dipertanggung jawabkan sehingga kita bisa memasarkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.”

” Untuk pelatihan akan berjalan selama 15 hari , dan kenapa saya pilih Batik Ecoprint karena melihat banyak potensi yang belum terkelola di Desa Gunung Putri ini ,” ucapnya.

Menurutnya, ada 14 KRL di Desa Gunung Putri yang sudah menjadi sorotan yang nantinya akan dimanfaatkan penggunaan daun dan bunga untuk dijadikan bahan pembuatan Batik Ecoprint.

“Nanti akan kita pastikan bahan baku itu ada di seputar wilayah Bogor agar tidak terlalu jauh ke Pati untuk penyediaan bahan bakunya.”

” Harapan saya pelatihan ini berjalan lancar sesuai apa yang direncanakan dan bisa menjadikan hasil yang maksimal hingga layak untuk dipasarkan, ” pungkas A Heri.

naynur’ain

Warga Rusunawa, Kini Bayar Sewa Lewat Sipacar

0

Para penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kota Bogor, dimudahkan dalam membayar sewa tempat tinggalnya masing-masing. Kini mereka cukup mengakses Sistem Informasi dan Pembayaran Cara Anyar (Sipacar) yang diperkenalkan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor. Penggunaan aplikasi berbasis QRIS ini diresmikan penggunaannya oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Rusunawa Menteng Asri awal Oktober lalu.

Dedie menilai, sistem ini merupakan terobosan inovatif Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Bogor dan Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor untuk mengurangi transaksi fisik. “Dengan QRIS dan Sipacar, para penyewa tidak perlu lagi bertemu dengan petugas untuk melakukan pembayaran sewa,” lanjut Dedie. Selain memudahkan, sistem ini juga menjamin pengelolaan uang sewa berlangsung lebih transparan dan lebih akuntabel.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Juniarti Estiningsih program ini merupakan inovasi pelayanan yang bertujuan membantu para pengguna Rusunawa untuk membayar uang sewa bulanan mereka. “Cukup mengunakan aplikasi melalui hand phone, mereka sudah bisa melakukan transaksi pembayaran uang sewa,” katanya. Diharapkan dengan sistem digital ini, pembayaran uang sewa bisa berjalan lebih lancar pada setiap bulannya. Selain itu, uang pembayaran dari para penyewa langsung masuk ke kas daerah melalui Bapenda. Tidak ada lagi uang tunai yang tertahan di pengelola.

Kepala UPTD Rusunawa Kota Bogor, Ilham Gunawan menilai, sistem pembayaran digital ini relatif bukan sesuatu yang asing bagi para penyewa. “Saya kira rata-rata penghuni sudah terbiasa menggunakan aplikasi pembayaran online, karena mereka juga sudah terbiasa dengan belanja online yang tentunya menggunakan aplikasi,” jelasnya. Realitas itulah yang menjadi pijakan dan pertimbangan untuk menerapkan sistem pembayaran uang sewa secara online. Diperkirakan inilah sistem pembayaran uang sewa Rusunawa secara online yang pertama diberlakukan di Indonesia.

Aplikasi Sipacar sesungguhnya bukan hanya sebatas aplikasi sistem pebayaran sewa. Sipacar adalah aplikasi yang sekaligus merupakan sebuah sistem informasi. Melalui aplikasi ini warga bisa mengakses berbagai informasi terkait Rusunawa. “Diantaranya seperti ketersediaan unit rumah yang kosong dan bisa disewa,” katanya. Informasi seperti itu tentu diperlukan oleh banyak warga yang membutuhkan rumah sewa dengan tarif yang relatif murah.

Biaya sewa per bulan berkisar antara Rp 200 ribu sampai dengan RP 400 ribu per unit rumah yang memiliki luasan bangunan 27 M2. Dengan tarif sebesar itu, penyewa bisa menikmati berbagai fasilitas pendukung seperti penjagaan keamanan 24 jam, jaringan air bersih, jaringan gas alam, listrik token 900 W dan hidran kebakaran. Selain itu lingkungan tertata rapi dengan ruang terbuka hijau luas yang dilengkapi taman dan area bermain, lapangan olahraga, parkir sepeda motor dan rumah ibadah. Bahkan di Rusunawa Menteng Asri ada SDN Semeru I dan area komersial dengan 20 unit toko serta ruang serbaguna.

Sayangnya, di Kota Bogor ketersediaan unit rumah rusunawa masih terbatas. Saat ini Kota Bogor hanya memiliki 2 Rusunawa, masing-masing di Menteng Asri dan di Cibuluh. Rusunawa Menteng Asri memiliki 320 unit rumah dan Rusunawa Cibuluh berkapasitas 198 unit. Saat ini seluruh unit rumah dalam kondisi terisi penuh dan hanya menyisakan 10% untuk rumah penampungan bagi warga yang menjadi korban bencana alam dan memerlukan bantuan sosial lainnya. Saat ini Pemerintah Kota Bogor tengah mengajukan tambahan lokasi Rusunawa ke Kementrian PUPR.

Agar setiap warga yang memerlukan bisa memperoleh kesempatan, maka warga hanya diijinkan menyewa maksimal selama 3 tahun dan minimal 6 bulan. Selain itu calon penyewa diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Diantaranya diutamakan bagi mereka yang berdomisili dan bekerja di Kota Bogor. Memiliki jumlah anggota keluarga 4 orang dan memiliki penghasilan bulanan sejumlah tertentu sesuai yang disyaratkan.

Kedepan, Sipacar akan terus dikembangkan sebagai sistem informasi bagi warga penghuni untuk mengakses beragai informasi yang diperlukan serta pengaduan. “Segala jenis pengaduan penghuni kami layani,” ungkap Ilham. Tidak hanya soal kerusakan unit rumah seperti bocor atau kerusakan lain pada fisik bangunan. “Namanya masyarakat bertetangga, ada saja masalah yang diadukan dan harus kami bantu penyelesaiannya,” lanjut Ilham.

Tidak hanya sebatas membantu mengatasi keluhan dan menyelesaikan masalah, pengelola juga melatih warga penghuni dengan beberapa keterampilan. Langkah ini diarahkan untuk membantu persoalan warga dalam mengatasi masalah ekonomi keluarga.  “Pada dasarnya kami harus ikut membantu warga penghuni agar mereka bisa menikmati hidup bertetangga dengan nyaman dan aman, juga kelak mereka bisa memiliki kondisi kehidupan yang lebih baik,” tambah Ilham.

Demi kelanjutan masa depan Rusunawa, Ilham berharap para penyewa bisa lebih berdisiplin dalam melaksanakan kewajiban bayar sewa. “Rusunawa ini bukan fasilitas cuma-cuma yang disediakan pemerintah, melainkan fasilitas umum yang harus dirawat bersama agar setiap orang yang memerlukan, pada gilirannya bisa ikut menikmati fasilitas Rusunawa,” jelas Ilham. Semoga Sipacar bisa benar-benar membantu kelancaran warga penghuni Rusunawa untuk melaksanakan kewajibannya masing-masing.

** fredyk/adv

Dewan Sorot Pembangunan Bendungan Kali Cibongas yang Lambat Dikerjakan

0

Nurodin: Pihak Ketiga yang Dapat Tender Tidak Disiplin

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyoroti pembangunan bendungan Kali Cibongas yang berlokasi di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung yang saat ini belum dilakukan pengerjaan.

Menurut wakil rakyat dari PKB ini, terlambat pengerjaan menjadi kebiasaan buruk dari oknum pihak ketiga dengan mengabaikan waktu pelaksanaan.

“Setelah Pengecekan Lapangan Bersama (PLB) terus kemudian  sudah keluarnya

Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK),  seharusnya segera gaspol (cepat) lakukan pembangunan bendungan Kali Cibongas,” kata Nurodin kepada Jurnal Bogor, Senin (18/10).

Jadi kata dia, enggak boleh ada alasan lain lagi karena sudah  konsekuensi  apa yang harus dilakukan oleh pihak ketiga. Persoalan nanti apa mereka kurang sumber daya dan lain lainya adalah urusan internal pihak ketiga. “Ngapain juga ngeborong,” tandasnya.

Menurutnya, Indonesia akan baik manakala semua pihak juga bisa memberikan kontribusi yang baik. Dia mengkritisi persoalan keterlambatan pelaksanaannya. “Kalau persoalan ketidak ada sesuaian perencanaan dan lain lainnya memang kan hari ini  terjadi defisit,  ya mungkin ada pengurangan atau nanti bisa di tahun depan bisa ditambah itu kita tidak tahu”.

“Tapi kalau bicara (keterlambatan pelaksanaannya) hal ini mutlak satu indikasi adanya ketidak disiplinan dari pihak ketiga yang mendapatkan tender itu,” bebernya.

Kalau  pelaksana tidak segera melakukan  pengerjaan, kata Nurodin, nantinya akan bermasalah lagi. “Kita  juga harus melihat spesifikasinya  pekerjaan yang  mereka dapatkan itu seperti apa,” kata dia.

Sebelumnya disebutkan Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Mitra Cai Cibongas Asoni mengeluhkan rencana pembangunan bendungan itu hingga saat ini belum dilaksanakan pembangunan. Padahal beberepa pekan lalu, kontraknya sudah masuk dalam tahap pengerjaan. Namun pembangunan  bendungan  tersebut hingga kini belum  adanya tanda – tanda akan dimulai.

Diketahui, pembangunan bendungan kali Cibongas yang akan dikerjakan oleh CV Haskar Persada itu sebesar anggaran Rp 1.035.450.250,00 dan rencana pembangunan tersebut sebelumnya telah dilakukan PLB pada 20 September lalu.

**aripekon

Sandiaga – Bima Arya Apresiasi Produk Industri Kreatif yang Makin Keren

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Wali Kota Bogor Bima Arya melihat beragam kreatifitas anak bangsa dalam pameran di Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2021 yang digelar di Gedung Puri Begawan, Kota Bogor, Minggu (17/10/2021).

Salah satu momen unik adalah ketika Sandiaga Uno dan Bima Arya mampir di gerai Apikmen, salah satu produk fesyen etnik. Saat itu, Bima Arya tertarik terhadap sebuah batik kayuh berwarna hitam. Batik bermotif sepeda tersebut merupakan hasil kolaborasi Apikmen dengan pengrajin difabel. “Bagus batiknya, keren. Di traktir Mas Menteri,” ungkap Bima.

AKI 2021 yang digelar di Kota Bogor ini menghadirkan 29 kreasi terbaik dari ekonomi kreatif melalui hasil kurasi. Tampak sejumlah pelaku ekonomi kreatif menghadirkan beragam produk-produk terbaiknya, mulai dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan.

Menurut Sandiaga, program AKI 2021 merupakan bentuk apresiasi dan pengembangan usaha dari Kemenparekraf untuk para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. AKI 2021 diselenggarakan di 16 Kota/Kabupaten di Indonesia, antara lain Bogor, Bandung, Semarang, Surakarta, Banyumas, Pekalongan, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Denpasar, Lombok, Medan, Palembang, Bandar Lampung, Makassar, dan Balikpapan.

“Dan tadi ada beberapa ide-ide bagus dari Kang Wali (Bima Arya) dan juga dari Kang Lukman Sardi yang akan kita kembangkan ke depan. Karena ekonomi kreatif ini adalah penyumbang 70 persen dari 97 persen lapangan kerja di Indonesia,” ujar Sandi.

Oleh karena itu, lanjut Sandi, Kemenparekraf akan melakukan berbagai strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi. “Apresiasi Kreasi Indonesia ini juga adalah pride of Indonesia. Ada sejumlah orientasi yang mensupport inovasi, yaitu sense of achievement, self direction, kita dorong juga bagaimana berani mengambil risiko yang berasal dari stimulus dan juga berasal dari pola kita untuk memberikan sense of security atau rasa aman,” jelasnya.

Sementara itu, BIma Arya menyatakan bahwa yang paling strategis itu adalah melakukan connecting antara potensi lokal dengan infrastruktur nasional dan program-program nasional.

“Itulah yang akan kita dorong, tidak saja di Kota Bogor, karena saya sebagai Ketua APEKSI, pemerintah kota seluruh Indonesia akan berkolaborasi dengan program pemerintah pusat, industri film, potensi destinasi wisata, UMKM dan sebagainya, dalam hal talent scouting kemudian coaching, marketing dan juga financing,” ungkap Bima Arya.

Kendala dari dinas, kata Bima, adalah talent scouting. “Kita itu kadang agak kesulitan cari yang keren-keren. Saya selalu ingatkan kepada para kepala dinas, saya bilang jangan hanya yang itu-itu saja, kita ini banyak segmennya, macam-macam. Datanya juga harus update. Parekraf punya data, UMKM punya data, Perindag punya data. Dan begitu digabung datanya banyak yang overlap,” terang Bima.

Lalu, lanjutnya, jika melakukan coaching, mentornya harus pas. “Kita senang mentornya sekelas Lukman Sardi dan Sandiaga Uno. Tapi kadang-kadang saya ingetin dinasi juga harus yang kompeten memberikan pelatihan, dia harus pelaku industri kreatif. Tapi kalau yang hanya sekedar memberikan motivasi juga buat apa,” katanya.

“Apresiasi Kreasi Indonesia ini keren. Semuanya ada di sini, talent scouting, coaching sampai financing,” pungkas Bima.

**fredyk/rls

Raperda PDJT tak Kunjung Disahkan, Begini Kata Gus M

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Langkah Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Bogor, yang mengulur pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan status Perusahaan Umum Daerah Jasa Transportasi (PDJT) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda), rupanya tidak disetujui 100 persen oleh anggotanya. Pasalnya, penguluran waktu tersebut dapat menjadi bola liar bagi DPRD.

“Dengan kita mengesahkan perda itu merupakan tanggungjawab kita dan sudah sesuai amanat UU 23 Tahun 2014 dan PP 54 Tahun 2017,” ujar salah seorang Anggota Banmus, Akhmad Saeful Bakhri, Minggu (17/10).

Apalagi, kata dia, sebelumnya Pansus PDJT juga telah mengantungi Legal Opinion (LO) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar).

“Kalaupun ada kasus yang sedang dilidik oleh aparat penegak hukum, itu biarkan saja. Sebab, antara perubahan status dan kasus yang kini tengah ramai adalah hal berbeda,” ungkap pria yang akrab disapa Gus M ini.

Sebab sepengetahuannya, dalam raperda tersebut sama sekali tidak membahas kaitan anggaran, begitupun tidak ada korelasinya Buy The Service (BTS) yang dimenangkan oleh Konsorsium PDJT.

“Ini kan hanya sebatas perubahan status saja, tidak bahas anggaran PMP atau BTS,” tegasnya.

Atas dasar itu, sambung Gus M, DPRD seyogyanya tidak perlu takut untuk mengesahkan raperda tersebut. “Karena berdasarkan informasi, penegak hukum itu kan sedang menyelidiki kasus PMP 2015 sampai 2018, sedangkan kita hanya merubah nama saja,” jelas politisi PPP ini.

Kata dia, apabila nantinya pengelolaan anggaran PDJT ternyata memang bermasalah, hal itu merupakan tanggung jawab direksi, bukanlah DPRD. “PDJT saat ini pun sudah ada dirut baru, walau statusnya masih Plt,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, raperda PDJT telah dibahas sejak November 2020 oleh pansus, dan akan kadarluarsa pada November 2021.

**fredykristianto