31 C
Bogor
Friday, April 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1055

Antusias Ikuti Tausiah, Maulid Nabi di Kampung Cibata Hadirkan Habaib

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah masyarakat di salah satu perkampungan di Kampung Cibata, Desa Barengkok, Kecamatan leuwiliang, Kabupaten Bogor tampak antusias mengikuti tausiah dari beberapa penceramah dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah.

Dalam perayaan itu menghadirkan penceramah diantaranya Habib Abu Bakar Bin Hasan Alkaff, Habib Naufal Bin Idrus Al Athod dan Ustad Hadna Mubarok. Sekaligus perayaan milad H. M Kalimi yang merupakan tokoh masyarakat sekitar dengan diwarnai santunan terhadap anak yatim.

Seperti diungkapkan Pelaksana Kegiatan H. Sukarman menyampaikan, pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi tersebut merupakan salah satu kecintaan terhadap baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

“Alhamdulillah kegiatan ini juga dihadiri para tokoh ulama seperti Ustad H. Iwang yang merupakan pimpinan Ponpes Mapajah, juga Ustad Hadna Mubarok yang merupakan pimpinan IJMA (Ikatan Majlis Dzikir Ma’ani) Alhamdulillah juga telah datang Habibana Abu Bakar Alkaff dan Habibana M. Noufal Bin Idrus Al Athos,” ungkapnya.

Sementara, kegiatan tersebut Habib Abu Bakar Alkaff menyampaikan bahwa dirinya menyempatkan datang ke tempat tersebut bukan merupakan kali pertama. “Insya Allah makna dari Maulid Nabi bagaimana kita berbahagia, bersyukur atas hadirnya baginda Rasulallah di bumi ini akan wujudnya baginda Rasulallah di bumi ini yang dengan adanya baginda Rasulallah kita jadi mengenal Allah SWT, dan adanya Rasullallah kita memperoleh nikmat terbesar yaitu Nikmat Iman dan Islam” ujarnya.

Ditempat yang sama, Penceramah Habib M. Naufal Bin Idrus Al Athos mengatakan, terkait generasi muda saat ini seharusnya lebih mengenal Nabi Muhammad SAW dan ajaran yang disampaikan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena banyaknya generasi muda di masa sekarang belum mengenal Rasullallah SAW kecuali mereka yang di pesantren,” ujarnya.

Menurutnya, banyak faktor sebab musabab generasi muda saat ini tidak mengenal sosok Baginda Rasulallah, seperti pengaruh teknologi, pengaruh makanan, pengaruh pergaulan bebas dan pengaruh lingkungan.

“Pengaruh makanan, mungkin orang tuanya yang dapat dari perkara subhat, perkara haram dikasihkan kepada anaknya sehingga ilmu-ilmu agama susah masuknya. Pengaruh pergaulan, ya pergaulan bebas jaman sekarang seperti apa, kemudian pengaruh lagi dari lingkungannya mungkin lingkungannya yang kurang mendukung seperti tidak ada yang mengajak acara-acara seperti ini, kalau dari teknologi jelas di teknologi banyakan perkara-perkara hiburan dibandingkan perkara ilmu agama,” bebernya.

Untuk itu, dirinya berharap, dengan adanya perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita kembali mengenal dan mengikuti ajarannya. “Jangan jauhi Nabi Muhammad, dekati Nabi Muhammad kenapa demikian, karena banyak pemimpin umaro kita yang jauh dari apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Kesadaran Warga Meningkat, Koramil 2116 Bantu Percepatan Vaksinasi di Sadengkolot

0

JURNAL INSPIRASI – Ratusan warga Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor rela megantre untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi dilaksanakan di Kantor Desa Sadengkolot, Kamis (21/10).

Koramil 2116/Leuwiliang dan para petugas kesehatan Puskesmas Leuwisadeng melakukan vaksinasi.

Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Leuwisadeng, Engkos Kosasih mengatakan, vaksinasi dosis 1 dan 2 tersebut merupakan inisiasi dari Tentara Negara Indonesia (TNI) dalam hal ini Komando Distrik Militer (Kodim) 0621 Kabupaten Bogor melalui Koramil 2116/Leuwiliang dengan melibatkan para  petugas kesehatan  (Nakes) Puskesmas Leuwisadeng.

“Sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk memberikan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat TNI dari Kodim Kabupaten Bogor terlibat dalam  mensukseskan program tersebut. Sebanyak 280 vial, 560 dosis yang diberikan dari Kodim Kabupaten Bogor,” kata Engkos Kosasih kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, warga Sadengkolot kini telah  banyak  yang melaksanakan program vaksin tersebut.” Mereka (masyarakat)  pada datang dan mengantre untuk divaksinasi,” ujarnya.

“Kegiatan vaksinasi di Desa Sadengkolot dengan sasaran 800 orang, warga dari pagi sampai siang ini masih berduyun-duyun untuk divaksinasi,” ucapnya.

Menurut Engkos, vaksinasi tersebut untuk meningkatkan daya tahan tubuh (herd immunity) agar masyarakat menjadi lebih produktif dalam menjalankan aktivitasnya. Namun walaupun sudah divaksin bukan berarti tidak terkena Covid. “Artinya protokol tetap harus dijalankan,” imbuhnya.

Upaya serius Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng untuk memaksimalkan capaian target vaksinasi terus dilakukan. Program vaksinasi, kata dia,  saat ini sudah mencapai di atas 50 persen, meski belum mencapai 70 persen,  namun di setiap  desa terus kita dilakukan vaksinasi

Sementara itu, Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat mengakui antusias masyarakat di desanya untuk vaksinasi terbilang cukup tinggi. “Berbeda dari  sebelumnya, kini masyarakat mulai sadar kendati sudah  banyak yang telah divaksin,” tandasnya.

**aripekon

Disperdagin dan Disnakan Sidak ke Pasar Leuwiliang, Pedagang Telur Dimintai Keterangan

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bogor, Kamis (21/10/2021), menyidak pedagang telur rebus matang yang dijual di Pasar Tradisional Leuwiliang. Bahkan lima pedagang telur yang ada di Pasar Leuwiliang tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan.

Diketahui kedua dinas tersebut datang ke Pasar Leuwiliang dan memanggil lima pedagang telur terkait adanya informasi penjualan terlur matang yang diduga tidak layak konsumsi. Pengadministrasi Umum Disperdagin Kabupaten Bogor Sobar mengatakan, pihaknya akan membawa telur tersebut untuk dicek ke laboratorium untuk ditindaklanjuti.

“Kami dari Disperdagin akan membawa sampel untuk ditindaklanjuti sehingga harus dicek kebenarannya melalui laboratorium, secepatnya kita akan cek,” ungkap Sobar kepada wartawan, Kamis (21/9/2021).

Sobar  menjelaskan, setelah mengetahui adanya hal tersebut, pihaknya langsung datang ke lokasi guna mencari kebenaran terkait informasi dugaan adanya peredaran telur diduga tidak layak konsumsi tersebut.

Ia pun menjelaskan bahwa setelah mendapat kabar  tersebut pihaknya langsung terjun ke lokasi untuk mencari tahu kebenaran terkait telur infertil. “Ya, pada intinya kita berharap tidak ada spekulasi di sini, apapun nanti yang muncul setelah dicross check kebenarannya itu kan butuh pembuktian uji lab terlebih dahulu,” bebernya.

Menurutnya, ini baru dugaan tidak layak konsumsi dan dirinya tidak tahu yang layak dikonsumsi itu seperti apa, karena hal itu dikatakan bukan diranahnya. “Hanya ada baru ada di Pasar Leuwliang saja, kita tahu bahwa Pasar Leuwliang baru terindikasi ya, Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang perlindungan konsumen, Disdagin hanya sebatas membantu jadi itu kewenangan dari provinsi,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, dengan dugaan hal tersebut akan ditindaklanjuti sehingga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk dicross check lebih lanjut.

“Makanya kita akan cek ke lab terlebih dahulu agar hasilnya valid gitu, tadi pun para pedagang sepakat kalo tidak layak ya tidak akan diperjualbelikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Tata Usaha UPT Peternakan dan Perikanan wilayah V Arif mengatakan, setelah konfirmasi terkait tentang dugaan adanya telur tidak layak konsumsi diperjualbelikan di Pasar Leuwiliang, maka pihaknya langsung mengecek ke lapangan.

“Mudah-mudahan ada kesimpulan sehingga bisa memberikan solusi yang terbaik buat masyarakat secara umum agar layak tidaknya untuk dikonsumsi, kalo tidak layak sudah ada surat pernyataan untuk tidak diperedarluaskan, kalo mereka sepakat akan menjual belikan telur yang layak,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Pasar Leuwiliang Mulyadi mengatakan, terkait hal ini dirinya sudah memanggil beberapa pedang telur tersebut untuk dimintai keterangan. “Tadi kita sudah memanggil beberapa pedagang telur tersebut, ada 5 pedang telur yang panggil,” ujarnya.

Tentunya dalam hal ini, pedagang telur sepakat tidak akan menjual telur infertil sehingga menjual telur sesuai dengan peraturan yang ada. “Jadi mereka sudah sepakat untuk menjual telur yang layak untuk di konsumsi,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, diduga adanya penjualan telur matang tak layak konsumsi yang diperjualbelikan bebas  di Pasar Leuwiliang kian mengkhawatirkan. Menurut keterangan salah seorang warga Leuwiliang Septian mengaku telur yang ia beli di Pasar Leuwiliang tersebut dengan harga murah, namun kondisinya tidak layak bahkan telur tercium bau tak sedap.

**cepikurniawan

Sholawat Menggema, PWI Kabupaten Bogor Gelar Maulid Nabi

0

JURNAL INSPIRASI – Pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW menggema di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor. Puluhan wartawan penuh semangat dan khidmat mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majlis Taklim Al-Ikhbar, Rabu malam (20/10/2021).

Pembacaan kitab Maulid dipimpin Ustadz Hasanuddin Perdana dan tausiah hikmah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan Ustadz AY Sogir. Hadir Dewan Penasehat (Wanhat) H Bustanul Daham, Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo bersama Sekjen M Nurofik, Ketua Koperasi Warta Karya Mandiri Effendi Tobing dan puluhan anggota PWI Kabupaten Bogor.

Pengurus Majlis Taklim Al-Ikhbar Abdul Manan mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksankan pada malam pengajian rutin mingguan, Rabu malam. Dikarenakan pada bulan ini merupakan bulan Rabiul Awal, pengurus bersama jamaah Al-Ikhbar mengisi pengajian minggu ini dengan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yaitu12 Rabiul Awal 1443 H.

“Alhamdulillah sebelum acara peringatanan maulid nabi dimulai, pengurus MT Al-Ikhbar telah menyalurkan santunan untuk 5 orang anak yatim keluarga dari PWI Kabupaten Bogor,” kata Manan.

Manan juga mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan dukungan donatur khususnya pengurus dan anggota PWI Kabupaten Bogor sehingga peringkatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H berjalan dengan lancar dan khidmat.

Dewan Penasehat (Wanhat) H Bustanul Daham mengungkapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus dijadikan momentum perbaikan diri. Terutama menguatkan kembali rasa kebersamaan dan kekompakan berorganisasi.

Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo menyampaikan rasa syukur dan bangga tahun ini, Majlis Ta’lim Al-Ikhbar bisa memperingati maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus bisa berbagi dengan menyantuni anak yatim keluarga dari wartawan anggota PWI Kabupaten Bogor.

Sementara itu, dalam tausyiah khidmat maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz AY Sogir mengingatkan jamaah yang hadir bisa meneladani Nabi Muhammad SAW. Ada empat cara untuk bisa meneladani Nabi Muhammad SAW yaitu yang pertama banyak membaca Shalawat Nabi.

Kedua, menjalankan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sunah Nabi Muhammad SAW banyak sekali, mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi. Dari ngurus keluarga sampai dengan ngurus negara. Ketiga, membaca dan mengamalkan Al Quran dan keempat, ta’alluq atau keterkaitan. Yaitu senantiasa mengaitkan dan mendekat dengan Nabi SAW dalam segala kondisi, antara lain membaca dan mempelajari Nabi Muhammad SAW.

**naynur’ain

Kurang Matang Perencanaan, Pembangunan Bendungan Kali Cibongas Disoal

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan bendungan Kali Cibongas yang berlokasi di Kampung Babakanliud, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor hingga terjadi mangkrak hampir satu bulan. Hal ini akibat kurang matangnya perencanaan.

Pelaksana pembangunan bendungan dari CV Haskar Persada, Pahru mengakui hal tersebut. Selain mangkrak, pembangunan bendungan  juga terjadi pada perubahan gambar dari sebelumnya.

“Yang menjadi kendala di perencanaan awalnya, itu diperkirakan  yang berlubang pada bangunan bendungan hanya  5 meter tetapi faktanya sepanjang 21 meter. Itulah yang menjadi permasalahan sampai terjadi mangkrak lama,” ujar Pahru.

Dia menilai hal itu akibat konsultan perencanaan yang kurang matang dalam merencanakan pembangunan bendungan. “Kalau hasil konsultasi sama semua bahwa bangunan yang jebol itu tidak dikerjakan dulu. Progresnya lebih kepada bangunan  pada saluran air seperti pengerjaan sodetan,” kata dia.

Musababnya kalau dipaksakan kata dia, pengerjaan pembangunan yang jebol dikhawatirkan anggarannya tidak maksimal. “Dengan anggaran Rp 1.035.450.250,00 kalau misalkan kami paksakan kesitu anggarannya belum mencukupi,” ujarnya.

Masalahnya kilah dia, pembangunan bendungan Kali Cibongas ada perubahan gambar, namun nilai anggaran berikut volumenya tak berubah. Padahal kata dia, proses pengerjaannya selama 100 hari kerja. “Mudah-mudahan dengan doa semua bagaimana pun  pekerjaan bendungan itu harus beres sampai waktu yang ditentukan,” tandasnya.

Sebelumnya disebutkan, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyoroti terlambat pengerjaan menjadi kebiasaan buruk dari oknum pihak ketiga dengan mengabaikan waktu pelaksanaan. “Setelah Pengecekan Lapangan Bersama (PLB) terus kemudian  sudah keluarnya. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK),  seharusnya segera gaspol (cepat) lakukan pembangunan bendungan Kali Cibongas,” kata Nurodin.

Dia menegaskan, tidak boleh ada alasan lain lagi karena sudah  konsekuensi  apa yang harus dilakukan oleh pihak ketiga. Persoalan nanti apa mereka kurang sumber daya dan lain lainya adalah urusan internal pihak ketiga. “Ngapain juga mau ngeborong,” tandasnya.

**aripekon

Sambut HSN, Kecamatan Kemang Gelar Vaksinasi

0

JURNAL INSPIRASI – Menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober, Pemerintah Kecamatan Kemang mengisinya dengan vaksinasi Covid-19, istighosah dan donor darah di Pesantren Aza Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Kamis (21/10).

Ratusan warga yang tergabung dalam wadah Nahdhatul Ulama (NU) dan masyarakat mengikuti vaksinasi dalam rangkaian peringatan HSN tersebut. Kegiatan digelar dalam rangka mendukung pemerintah dalam program percepatan vaksinasi.

Camat Kemang, Edi Suwito mengatakan, kegiatan vaksinasi yang digelar oleh Kecamatan Kemang bekerjasama dengan MUI Kecamatan Kemang, dan Puskesmas Kemang bertempat di Pondok Pesantren AZA Desa Kemang dengan 300 dosis vaksin.

“Ini sebagai rangkaian Hari Santri Nasional. Apa yang dilakukan merupakan bentuk dukungan percepatan vaksinasi Covid-19, yang dihelat pemerintah agar targetnya mencapai 70 persen. Serta ikut mensukseskan kekebalan komunal atau herd immunity sehingga bisa menekan angka penyebaran Covid-19,” ujar Camat kepada wartawan.

Masih kata Camat, selain kegiatan vaksinasi Covid-19, panitia juga mengadakan donor darah dan membuka bazar UMKM. “Saya berharap dengan vaksinasi hari ini bisa membantu pencapaian percepatan vaksinasi di Kecamatan Kemang,” pungkasnya. Cepi Kurniawan

Ratusan Nakes dari Mabes TNI Diturunkan ke Pelosok Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Bantuan Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Markas Besar TNI tiba di Kabupaten Bogor. Sebanyak 110 orang yang berasal dari Puskes TNI diterima Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Kabupaten Bogor, Hadijana, beserta Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kamis (21/10/2021).

Ratusan nakes tiba di Kabupaten Bogor.

Para Nakes langsung diterjunkan ke pelosok-pelosok wilayah Kabupaten Bogor untuk melaksanakan percepatan vaksinasi. Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi mengatakan, ada petunjuk langsung dari Panglima TNI dan Kapolri, untuk mengingatkan serbuan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Kedatangan mereka untuk menggantikan Nakes dari wisma atlet yang sudah berakhir masa tugasnya.

“Kami berterima kasih, ada pengganti Nakes untuk bertugas di Kabupaten Bogor melaksanakan percepatan vaksinasi. Ini adalah kekuatan dari Mabes TNI, kami pun  menerima bantuan sejumlah 88 resimen mahasiswa dari Bandung. Mereka nantinya akan masuk ke pelosok-pelosok, ke desa-desa. Jadi bukan lagi bertugas di sentra-sentra vaksinasi,” terang Danrem.

Danrem menambahkan, perlu diketahui bahwa Kabupaten Bogor itu sangat luas sekali, ada titik-titik desa harus menempuh perjalanan 7 jam perjalanan, ada yang 4-5 jam. Agar lebih optimal melaksanakan vaksinasi, kita tempatkan mereka terutama 110 Nakes dari Angkatan Laut dan resimen mahasiswa ini masuk ke pelosok-pelosok di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Kita harus masuk ke desa-desa, ke kampung-kampung. Kabupaten Bogor bukan hanya penduduknya yang banyak, tapi daerahnya juga luas. Kita harus mendatangi mereka, dan layani mereka dengan sebaik-baiknya. Semua harus diberikan pelayanan yang sama, kita berikan vaksinasi yang sama,” tandas Danrem.

Danrem Brigjen TNI Achmad Fauzi berharap, kita bekerja maksimal untuk NKRI. Kita berharap mencapai target 70 ribu per hari dengan masa kerja dua minggu. Tapi kita akan selalu evaluasi perkembangan di lapangan, karena pasti banyak dinamika. ini adalah tugas bersama.

** naynur’ain

Hendak Jemput Anak Sekolah, Ibu Berusia 33 Tahun Tewas Terlindas Truk Hebel

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang ibu rumah tangga pengendara motor Honda Beat bernomor polisi F 3017 FAY mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Jalan Raya Cigudeg yang berlokasi di Kampung Cicopong, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Kamis (21/10).

Pengendara motor yang hendak menjemput anaknya dari sekolah asal kampung Pasirangin RT 01 RW 03 Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg tewas di lokasi kejadian setelah terlibat lakalantas dengan truk pengangkut hebel.

“Kejadian kecelakaan lalulintas sekitar Pukul 10:30 WIB informasi korban terserempet terus terlindas  kendaraan truk, sehingga korban meninggal di tempat kejadian,” kata salah satu warga Desa Wargajaya Supandi (50) kepada wartawan.

Dia juga kaget saat mendengar di  depan rumahnya ada yang kecelakaan. Korban hendak jemput anaknya di sekolah SMP di Papanggungan. “Pas saya keluar rumah sudah tergeletak korbannya, tadi keluarganya udah datang sehingga korban dibawa langsung  ke RSUD Leuwiliang,” kata dia.

Lebih lanjut menurut warga Kampung Cicopong, Desa Cigudeg yang rumahnya tidak jauh dengan lokasi kejadian, Ani Kurniasih menyatakan  bahwa di jalan itu sering terjadi kecelakaan lalulintas. “Kemarin belum lama ini, ada yang tertabrak termasuk waktu itu korban lakalantas anak sekolah,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Desa Wargajaya Neneng Sutinah membenarkan  korban kecelakaan  lalulintas yang terjadi di Kampung Cicopong RT 01 RW 03 merupakan warganya.

Menurut Neneng korban yang bernama Yuliyawati (33) sebelum meninggal bermaksud menjemput anaknya yang sekolah di SMPN Cigudeg, namun naas korban mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.

Ibu satu anak itu meninggal dunia, mengingat sang suami korban belum bisa pulang karenanya bekerja di Kalimantan. Meski begitu kata dia, proses pemakaman tetap dilaksanakan. “Korban akan dimakamkan di pemakaman umum setempat,” jelasnya.

“Semoga korban diampuni segala dosa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Sutinah mengakhiri.

**aripekon

Dijadikan THM, Belasan Bangunan Tanpa Izin Dibongkar

0

JURNAL INSPIRASI – Satuan Polisi Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor membongkar 17 Bangunan Tanpa Izin yang dijadikan Tempat Hiburan Malam (THM) di Blok Yuli Desa Pondok Udik dan Blok Empang Desa Kemamg Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor pada Senin (21/10/2021).

Bahkan dalam pembongkaran itu Warga Blok Yuli Desa Pondok Udik Protes dan sempat ricuh lantaran akses jembatan itu bukan hanya semata mata menghubungkan ke Tempat Hiburan Malam (THM) saja, namun di lokasi itu ada beberapa pemukiman dan lahan pertanian warga.

“Kalau Jembatan ini di rusak ini kan ada warga buka bangunan THM saja, jembatan ini akses penghubung ada anak anak yang sekolah kalau jembatan ini dibongkar mau lewat mana,”kata Hendra Wara Blok Yuli yang protes jembatan di Bongkar.

Hendra lebih lanjut mengatakan ini sudah dua kali pembongkaran jembatan. Pada saat itu warga diam, namun untuk kali keduanya ini warga tidak akan diam dan menolak. “Alhamdulillah akibat kekompakannya warga akses jembatan itu tidak jadi dibongkar,” katanya.

Sementara itu menurut Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan sudah empat kali pihaknya melakukan pembongkaran bangunan yang dijadikan THM di wilayah Kemang.

Dalam Peraturan Bupati (Perbup) No. 81 Tahun 2021 pun, kata Agus Ridho, apabila masih ada yang kedapatan membangun kembali THM di lokasi yang sama, maka tanpa harus diberi peringatan, pihaknya dapat langsung melakukan penertiban.

“Saya ingatkan kepada para pemilik bangunan, maka kami tidak segan untuk menertibkan bangunan saudara, kalau saudara tetap melaksanakan pembangunan,” tegasnya.

Dalam pembongkaran tersebut, sebanyak 17 bangunan THM dibongkar aparat penegak perda tersebut. Dari sejumlah THM tersebut, berlokasi di Blok Yuli, Desa Pondok Udik dan Blok Empang di Desa Kemang.

Lebih lanjut pihaknya juga menyayangkan ada sebuah bangunan dengan Izin Mendirikan Bangun (IMB) gudang beras, namun malah dijadikan Tempat Hiburan Malam.

“Tentu kita segel karena telah melanggar dan akan mencabut izin gudang berasnya lalu akan kita bongkar,”pungkasnya.

**cepikurniawan

Dipakai Jalan Masuk Perumahan, Aset Daerah di Nangewer Ditukar Guling

0


JURNAL INSPIRASI – Aset milik daerah berupa lahan dan bangunan di Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, terpaksa dibongkar lantaran lahannya digunakan untuk jalan masuk perumahan yang lokasinya di belakang kantor kelurahan.

Lurah Nangewer Eva Fauziah, dikonfirmasi Jurnal Bogor, Kamis (21/10/2021) mengklaim pemakaian lahan yang di atas ada bangunan aula sudah sesui prosedur.

“Kami (kelurahan -red) sebatas pemantau atau pengawas di lapangan saja agar proses perataan bangunan berikut pembangunan aula baru sesuai dengan rencana yang diputuskan tim yang anggotanya terdiri dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” katanya.

Eva mengklaim, tukar guling lahan seluas 510 meter itu sudah dibahas sejak tahun lalu dengan melibatkan DPRD. Tukar guling atau ruislag lahan mendapatkan persetujuan dari lembaga legislatif.

“Intinya ini tidak ujug-ujug, tapi melaui tahapan proses yang panjang hingga mendapatkan persetujuan DPRD. Penetapan nilai tukar guling ditetapkan tim penaksir atau aprasial,” ujarnya.

Eva menyebut, lahan pengganti yang menjadi kewajiban pengembang berada di areal sekitar perumahan dengan luas 510 meter.

“Penetapan lahan pengganti bukan dari kelurahan melainkan tim apresal. Intinya pada proses tukar guling lahan ini tak ada kerugian daerah,” tegasnya.

Disinggung soal bangunan aula sebagai pengganti, Eva menegaskan, meski dibangun pengembang tanpa biaya dari APBD, namun pengembang harus mengikuti rencana gambar yang ditetapkan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“Jadi tak asal bangun, tetap ada kajian teknis dari dua SKPD yang harus dipatuhi dan laksanakan pengembang,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Agus Salim, dikonfirmasi membenarkan, tukar guling lahan di Kelurahan Nangewer, Kecamatan Cibinong, sudah diputuskan DPRD pada tahun 2020 lalu.

“Selain Pemda dapat lahan pengganti, jalan masuk yang diruislag ketika sudah berupa jalan akan diserahkan ke Pemda, sebagai Prasarana Sarana Utilitas (PSU),” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menutupi.

**m.yusuf