26.3 C
Bogor
Saturday, August 22, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1055

18 Pabrik Danone-AQUA Raih Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau 2021

0

JURNAL INSPIRASI – Danone-AQUA mendapatkan Sertifikasi Industri Hijau dan Penghargaan Industri Hijau 2021 melalui 18 pabriknya dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas pencapaian Danone-AQUA yang secara aktif dan bijak menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi untuk keberlanjutan operasional pabrik.

Penghargaan ini diberikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita kepada perwakilan dari pabrik-pabrik Danone-AQUA dari berbagai daerah di Indonesia pada hari ini di Jakarta.

Pabrik Danone-AQUA yang mendapatkan Sertifikasi Industri Hijau 2021 adalah Pabrik AQUA Mekarsari dan Ciherang, sedangkan yang meraih Penghargaan Industri Hijau 2021 adalah Pabrik AQUA Ciherang, Pabrik AQUA Bekasi, Pabrik AQUA Subang, Pabrik AQUA Cianjur, Pabrik AQUA Mekarsari, Pabrik AQUA Babakan Pari, Pabrik AQUA Citeureup, Pabrik AQUA Sentul, Pabrik AQUA Klaten, Pabrik AQUA Wonosobo, Pabrik AQUA Pandaan, Pabrik AQUA Kebon Candi, Pabrik AQUA Mambal, Pabrik AQUA Airmadidi, Pabrik AQUA Tanggamus, Pabrik AQUA Solok, Pabrik AQUA Berastagi, dan Pabrik AQUA Langkat – 12 dari pabrik-pabrik tersebut bahkan meraih Penghargaan Industri Hijau 2021 level tertinggi (level 5).

BACA JUGA Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

Keberhasilan ini didasarkan pada hasil audit dan verifikasi oleh tim Auditor Industri Hijau Kementerian Perindustrian RI yang dilakukan sejak bulan Agustus 2021.

Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sejalan dengan program Making Indonesia 4.0. Prinsip ini mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat untuk masyarakat.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong seluruh sektor manufaktur di Indonesia untuk menerapkan industri hijau. Langkah strategis ini akan mendukung penciptaan industri ramah lingkungan dan berdaya saing di kancah global. Green economy, green technology dan green product harus diperkuat agar kita bisa semakin berdaya saing di kancah internasional. Saatnya, kita semua bersama-sama menjadi bagian transformasi menuju pembangunan industri berkelanjutan,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada acara penyerahan Sertifikasi Industri Hijau dan Penghargaan Industri Hijau 2021 di Jakarta (30/11).

Ditambahkan oleh Menteri Perindustrian RI, penerapan industri hijau merupakan upaya  dalam mengurangi emisi dan limbah melalui penerapkan sistem industri yang lebih efisien dalam mengubah bahan baku menjadi produk, serta pemanfaatan limbah menjadi produk ikutan yang lebih berguna.

BACA JUGA Pengurus DPC MHKI Bogor Raya Dilantik

“Proses penilaian industri hijau ini dilakukan oleh tim auditor industri hijau terhadap knerja perusahaan yang terukur, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara keseluruhan industri hijau bisa meningkatkan nilai tambah industri nasional,” jelasnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, sejak tahun 2010 Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau, sebagai salah satu upaya mendorong perusahaan industri manufaktur melakukan efisiensi penggunaan sumber daya material, energi dan air dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Saat ini industri hijau sudah menjadi tuntutan pasar seiring dengan semakin tingginya kepedulian pasar akan kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan. Penerapan konsep industri hijau bertujuan untuk mendorong berbagai perusahaan untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi melalui penghematan biaya dan sumber daya alam.

Perusahaan-perusahaan, termasuk Danone-AQUA, yang mendapatkan Penghargaan Industri Hijau 2021 ini membuktikan sebagai pelaku industri yang terus bertransformasi menuju industri berkelanjutan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini membuat dunia industri dalam negeri sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi nasional terusterus berkembang menuju kinerja yang lebih baik dan mempunyai daya saing di kancah global.

BACA JUGA Pascabanjir, Dua Rumah Dekat Bendungan Kali Cisarua Nyaris Ambruk

“Seluruh pabrik AQUA di Indonesia telah memberikan upaya terbaiknya untuk menerapkan prinsip industri hijau dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, yaitu melalui efisiensi produksi dan peningkatan efektivitas serta penggunaan sumber daya alam secara bijak. Hal itu didasarkan pada visi yang diemban Danone-AQUA — One Planet One Health — melalui suatu pemahaman bahwa kesehatan masyarakat dan kesehatan bumi memiliki hubungan yang sangat erat untuk menjaga agar bumi sehat dan lestari,” kata Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh.

Selanjutnya Vera Galuh menambahkan bahwa Danone-AQUA yang lahir dan besar di Indonesia akan terus berupaya untuk tetap mengalirkan kebaikan untuk bangsa Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran produk-produk berkualitas yang diolah melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak. Selain itu Danone-AQUA pun terus menjalankan program-program pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara itu Water, Resources, Nature and Process Technology Director Danone-AQUA Muhammad Azwar mengatakan, dalam kegiatan operasional Danone-AQUA menerapkan Planet Sirkular, yang terdiri dari yaitu sirkular air, sirkular karbon, dan sirkular kemasan.

Sirkular air diimplementasikan melalui pengelolaan dan konservasi sumber daya air secara terpadu, sirkular karbon diwujudkan melalui kebijakan kenetralan karbon yang dicapai melalui pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi, sirkular kemasan dijalankan melalui penggunaan kemasan ramah lingkungan dan pengelolaan sampah plastik.

“Saat ini AQUA telah berhasil menggunakan kemasan daur ulang 100% dengan aman sesuai peraturan BPOM. Semua itu terangkum dalam program Blue Operations sebagai konsep operasional ramah lingkungan di semua pabrik Danone-AQUA di Indonesia,” tukas Muhammad Azwar.

**dede suhendar

Desa Citaringgul Lanjutkan TPT Samisade Tahap 2

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Citaringgul , Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur Tanggul Penahan Tanah (TPT) tahap 2 untuk 3 titik dengan mengunakan anggaran Dana Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Sekretaris Desa Citaringgul Ayi Sofyan mengatakan, Program Samisade Citaringgul diprioritaskan untuk TPT, dan melanjutkan 3 titik pembangunan sebelumnya di tahap pertama.

“Samisade ini kita bangun TPT semua, untuk yang tahap 2 kita bangun TPT untuk melanjutkan tahap 1 adapun volume untuk yg tahap kedua di Kp. Citaringgul RT. 02/02 volume : Panjang 39meter, Lebar 0,60meter  dan tinggi 5 meter pengerjaan sudah 100%, Kp. Citaringgul RT. 01/03 volume : Panjang 49meter,Lebar 0,80meter dan Tinggi 3 Meter juga sudah 100%, dan tinggal TPT Kp. Banceuy RT. 01/05 dengan volume : Panjang 47,Lebar 0,60meter dan Tinggu 7meter baru  70%-80%,” katanya, Selasa (30/11/21).

BACA JUGA Pengurus DPC MHKI Bogor Raya Dilantik

Ia melanjutkan, alasan Pemdes Citaringgul membuat TPT karena Desa Citaringgul sendiri tidak memiliki jalan desa.

“2 titik pembangunan TPT sudah 100%, tinggal yang 1 titik lagi baru 70%, kita membuat TPT karena di Desa Citaringgul tidak ada jalan desa dan jalan lingkungan pun tidak sampai memakan anggaran 300 juta,” paparnya.

Melalui Ayi, Pemdes Citaringgul menyampaikan rasa terimakasih atas program kerja Bupati Bogor yang banyak membantu percepatan infrastruktur di desa-desa.

“Terimakasih untuk ibu Bupati Bogor Ade Yasin atas program Samisade untuk mengembangkan infrastruktur desa, semoga bisa benar-benar menjadi manfaat bagi semua masyarakat desa di kabupaten Bogor khusunya di desa Citaringgul,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Pengurus DPC MHKI Bogor Raya Dilantik

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) dr Mahesa Paranadipa, MH, Selasa (30/11), melantik kepengurusan DPC MHKI Bogor Raya. Pelantikan dilakukan secara virtual, bersamaan dengan pelantikan kepengurusan DPC Kediri dan Malang. Dewan Pimpinan Cabang MHKI Bogor Raya diketuai oleh dr Zainal Arifin, Sp.S, MHKes.

Ketua DPC MHKI Bogor Raya dr Zainal Arifin, Sp.S, MHKes dalam sambutannya usai pelantikan mengatakan, hukum kesehatan harus diimplimentasikan dalam kerangka pembangunan di sektor kesehatan. Implimentasi hukum kesehatan ini adalah tanggungjawab bersama.

“MHKI sebagai salah satu organisasi memiliki concern dalam implementasi hukum kesehatan tersebut. Dan karena Bogor Raya adalah sebagai penyangganya Ibukota, maka kami pengurus DPC MHKI Bogor Raya  bertekad sebagai parameter dan barometer implementasi hukum kesehatan dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

Dalam kesempatan itu, dr Zainal Arifin, Sp.S, MHKes juga menyampaikan terima kasih kepada semua pengurus DPC MHKI Bogor Raya yang telah bersedia bersama-sama mengawal implementasi hukum kesehatan di Indonesia dalam wadah MHKI, mengembangkan hukum kesehatan  dan meningkatkan peran dalam memberikan kontribusi atau solusi bagi kebijakan-kebijakan yang terkait kesehatan, advokasi hak-hak publik dan perlindungan hukum profesi kesehatan.

“Saya yakin dengan kepengurusan DPC MHKI Bogor Raya yang terhimpun dari berbagai profesi, di antaranya tenaga kesehatan, praktisi hukum, manajerial, akademisi, maupun pejabat struktural di RS dan Dinas kesehatan dan Perguruan Tinggi dapat menjawab tantangan, mewujudkan maksud dan tujuan berdirinya organisasi MHKI sebagai mana diamanatkan dl AD/ART,” tegasnya.

Struktur Kepengurusan DPC MHKI Bogor Raya

Pembina: dr. Agnes Anastasia, SH, MH, dr. Gioseffi Purnawarman, Sp.OG, M.HKes
Ketua: dr. Zainal Arifin, Sp.S, M.Hkes
Wakil Ketua: dr Abdul Farid Patutie, dr Rudi Agung Wahono, M.HKes, dr. Santody Hasan, SKM, MKK, MARS
Sekretaris: dr. Putu Lohita Rahmawati, M.Hlth&MedLaw, Sp.N
Wakil Sekretaris: Ns. Redy Fadillah, S.Kep, dr. Rohman Anda Rosmala, SKM
Bendahara: dr Anita Eka Prasty, M.Kes
Wakil Bendahara: dr Irma Rosalina
Bidang Organisasi, Pusat Data dan Humas: Prahardian Priatama, SH, M.Kes (Ketua), Desy Herawati, SKM, M.HKes (Sekretaris), dr. Vitrie Winastri, SH, MARS,dr. Encep Abdul Wahab, MARS (Anggota)
Bidang Kajian Hukum Pelayanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat: dr. Widya Wirawan, Sp.PD, MH (Ketua), Dr. dr. Mira Dewi, M.Si (Sekretaris), dr. Aris Syahrial, Jani Ginting, SE, MM, Ns. Arif Rahman, S.Kep (Anggota)
Lembaga Konsultasi dan Pendampingan Hukum: dr. Syamsunahar, M.HKes (Ketua), dr. Dewi Amalia (Sekretaris), dr. Agus Ariyanto, SH, MH, dr. Nirma Nurniza (Anggota)
Lembaga Mediasi Sengketa Kesehatan (LMSK): dr.  Karolina Margareta, SpN, MH (Ketua), dr. Isniani Ramadhani, MH (Sekretaris), dr. Fusia Meidiawaty, SH, M.HKes, MARS, Greggorius B. Djako, SE, SH, CLA (Anggota)

**nay nur’ ain

Kopdar Jabar, Ridwan Kamil: Kita Hijaukan Lagi Lahan Kritis

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersama Astrazeneca bekerjasama dalam Program AZ Forest untuk penanaman 20 juta pohon di seluruh Indonesia dan ingin menghijaukan kembali lahan kritis.

Dalam Kopdar tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan, Astrazeneca telah menyumbangkan 20 juta pohon untuk seluruh Indonesia dan 10 jutanya untuk Jawa Barat.

“Saya mendapatkan kabar bahwa Astrazeneca ini punya program menanam 50 juta pohon dan 40% alias 20 juta pohonnya akan ditanamkan di Indonesia dan 10 jutanya alhamdulillah untuk Jawa Barat,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa (30/11/21).

BACA JUGA Warga Miskin di Jonggol Bertambah

Pemrov Jabar menargetkan 50 juta pohon dalam 2 tahun, berkat sumbangan Astrazeneca dan sekarang ini sudah melewati target.

“Alhamdulilah berkat Astrazanca sekarang sudah melewati 50 juta yaitu 52 juta pohon. Saya mengucapkan terimakasih kepada Astrazeneca yang telah memberikan jutaan pohon dalam program AZ Forest ini,” tandasnya.

**nay/wisnu/tedy

Warga Miskin di Jonggol Bertambah

0

JURNAL INSPIRASI – Pandemi Covid – 19 yang menimpa dunia, khususnya di Indonesia berdampak signifikan karena efek dari pandemi mengakibatkan jumlah orang miskin bertambah dengan banyak faktor sebagai pemicunya salah satunya tidak memilikinya pekerjaan.

Seperti halnya yang terjadi di Kecamata Jonggol. Efek pandemic, sebanyak 3.000 ribu orang di Kecamatan Jonggol  masuk golongan warga miskin baru di tahun 2021. Jumlah warga miskin ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Real warga miskin tidak mampu tiga ribu KK , warga berkatagori miskin ini merupakan data baru yang masuk di TKSK,”  kata TKSK Kecamatan Jonggol Dudi Kusniadi.

BACA JUGA Wujudkan Kekebalan Masyarakat, Gebyar Vaksinasi Sasar Warga Desa Sukagalih

Menurut Dudi, adanya kenaikan warga miskin di Kecamatan Jonggol telah mendapatkan bantuan perlindungan sosial dan masuk ke data non-TKSK, namun perlindungan sosial itu untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi saja.

“Alhamdulillah Pemkab Bogor mengeluarkan anggaran yang bisa dimanfaatkan, walaupun efek dari pandemi ini menjadikan 3000 orang miskin baru di Kecamatan Jonggol,” pungkas Dudi.

**nay/ramses

Wujudkan Kekebalan Masyarakat, Gebyar Vaksinasi Sasar Warga Desa Sukagalih

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor berupaya menuntaskan target vaksinasi. Kali ini, Ketua PKK Desa melakukan kegiatan vaksinasi  untuk warga desa di halaman Kantor Desa Sukagalih, Selasa (30 /11), mulai pukul 09.00 WIB.

Ketua PKK  Desa Sukagalih Aisah mengapresiasi ratusan warga sudah memadati halaman kantor desa. Hal ini menjadi bukti luar biasanya antusias masyarakat dalam mendukung program pemerintah.

BACA JUGA Katar Cibarengkok Dorong Perdes Larangan Buang Sampah ke Sungai

“Vaksinasi yang diberikan kepada warga  tahap 1 dan 2 dengan jenis Sinovac dan Pfrizer yang bekerjasama dengan Puskesmas Balekambang dan tim relawan. Vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Desa Sukagalih untuk mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok,” paparnya.

Kepala Puskesmas Balekambang dr. G. Nugrahadinata juga mengapresiasi atas antusiasme masyarakat. Gebyar vaksin di Desa Sukagalih menembus lebih kurang 2500 jiwa.

“Dengan penuh harapan, dalam beberapa bulan kedepan 80 persen vaksin dapat tercapai dengan tujuan untuk meningkatkan herd immunity atau kekebalan kelompok masyarakat,” tandasnya.

**nay/ramses

Tabrak Pagar, Truk Semen Terbalik dan Akibatkan Kemacetan

0

JURNAL INSPIRASI – Sebuah truk pengangkut semen terbalik di tanjakan Jalan Lingkar Setu, tepatnya di Kampung Setu RT 01 RW 06, Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa (30/11), pukul 06.30 WIB.

Truk bernomor polisi B 9118 PDE itu diduga kelebihan muatan hingga tidak kuat menanjak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja truk yang tidak kuat menanjak tersebut sempat menghantam pagar sebuah rumah warga hingga kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Menurut pengakuan sang sopir, Rudi Hardianto (24), kendaraan yang dikendarainya mengangkut material semen dari Balaraja, Tangerang menuju Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang.

BACA JUGA Sampah Banjiri Sungai di Jasinga

“Lagi menanjak, kemudian pas sampai di atas mobil tidak kuat menanjak kemudian mobil mundur lagi pas diinjak remnya blong dan menabrak pagar rumah warga dan terbalik,” ungkap Rudi kepada wartawan di lokasi kejadian.

Rudi menyebut, kejadian yang terjadi pada pukul 06.30 WIB pagi hingga kini masih menunggu evakuasi. Bahkan dirinya mengaku tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). “Ini masih nunggu bos buat derek, ya SIM saya hilang pak,” ucapnya.

Anggota Pengawas dan Pengendalian (Wasdal) Dishub Pospam Leuwiliang, Rizki Septian Permana menyampaikan, akibat kejadian tersebut, pihaknya bersama anggota Lantas Polsek Leuwiliang melakukan upaya pengaturan Lalulintas.

BACA JUGA Katar Cibarengkok Dorong Perdes Larangan Buang Sampah ke Sungai

Mobil yang terbalik hampir menutup badan jalan dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja, untuk kendaraan roda empat yang akan melintasi jalur Lingkar Setu tersebut harus dialihkan. Akibatnya terjadi kemacetan kendaraan di seputar jalan depan pasar leuwiliang.

“Saya bersama Polantas, berupaya mengatur arus lalulintas karena jalan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, Jalan Simpang Setu dipending dan Simpang Nangka Bongkok itu dipending juga,” katanya.

BACA JUGA Pascabanjir, Dua Rumah Dekat Bendungan Kali Cisarua Nyaris Ambruk

Sementara itu, pemilik rumah kontrakan Agus Junaidi Alfas mengatakan, dia mendapatkan informasi dari ketua RT bahwa pagar rumah kontrakannya itu ambruk akibat tertabrak bagian belakang mobil yang mundur dan terbalik.

“Ini rumah dikontrakin ke mahasiswa, kerugiannya ada kerusakan pagar tembok dan pagar besi ditaksir sekitar 15 jutaan,” pungkasnya.

**andres

Sampah Banjiri Sungai di Jasinga

0

JURNAL INSPIRASI – Tumpukan sampah membanjiri Sungai Cidurian, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Sampah itu terlihat di sepanjang aliran sungai, dan tampak sampah plastik menutup permukaan sungai tersebut.

Asep, pengguna jalan yang melewai sungai itu sangat menyayangkan melihat bantaran sungai ditumpuki sampah. Dia meminta agar Dinas Lingkungan Hidup segera menindaklanjuti.

“Sangat disayangkan melihat kondisi sungai yang dipenuhi oleh sampah, seharusnya pihak dinas terkait harus sesegera mungkin mengakut sampah jangan sampai menjadi permasalahan di kemudian hari,” ungkapnya, Selasa (30/11/2021).

BACA JUGA Pascabanjir, Dua Rumah Dekat Bendungan Kali Cisarua Nyaris Ambruk

Kepala UPT Pengolahan Sampah Wilayah VII Muhamad Ridwan mengatakan, sudah kesekian kalinya sungai tersebut dilakukan normalisasi, namun minimnya kesadaran masyarakat yang tetap membuang sampah ke sungai.

“Kita mau opnam lagi ini bawa armada, soal sampah di aliran sungai tersebut bukan kali pertama kita normalisasi, sudah kesekian kalinya. Kalau sampah itu kan kembali ke tingkat kesadaran masyarakat, itu kan di buang oleh warga yang lewat, sampah rumah tangga,” ujarnya.

BACA JUGA Katar Cibarengkok Dorong Perdes Larangan Buang Sampah ke Sungai

Ia menjelaskan, dengan sampah yang berserakan di Sungai Cidurian akan segera mungkin tindak lanjuti dan akan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar bantaran Sungai Cidurian.

“Pemantauannya juga harus dengan arus masyarakat juga, nanti kita akan bekerjasama dengan kecamatan dan desa untuk melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

**Andres

Pascabanjir, Dua Rumah Dekat Bendungan Kali Cisarua Nyaris Ambruk

0

JURNAL INSPIRASI – Dua rumah warga Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang tinggal di kawasan bendungan Kali Cisarua keberadaannya sangat khawatirkan lantaran nyaris ambruk.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang)  Kecamatan Leuwiliang, Yoga Irawansyah mengatakan pascabanjir Kali Cisarua  yang merobohkan bagian sayap bangunan bendungan sehingga dua rumah yang tidak jauh dengan lokasi tersebut keadaannya terancam.

Atas kejadian itu, pihaknya sudah berkoordinasi  dengan instasi yaitu  UPT infraskturktur Irigasi dan  Pengairan wilayah IV Leuwiliang mengenai rencana perbaikan bendungan yang ambruk tersebut.

BACA JUGA Gubernur Jabar Apresiasi Keindahan Alun-alun Cirimekar, Emil: Harus Ada Bebek-bebekan yang Warna-warni

“PUPR melalui UPT Infraskturktur Irigasi dan Pengairan Wilayah IV Leuwiliang telah melakukan Survei  guna merencanakan perbaikan sayap kiri di Bendungan Cisarua yang ambruk. Antara lain, dengan dipasangnya bronjong sepanjangnya sekitar 13 meter serta tingginya 3,5,cm,” kata Yoga.

Yoga menambahkan, di wilayah tersebut masuk wilayah zona rawan bencana yaitu Desa Purasari dan Puraseda. Dia juga menghimbau melalui  Pemdes beserta jajaran RT dan RW agar memperhatikan lingkungan terutama di area yang rawan longsor.

“Dan diharapkan juga  kepada warga agar menjaga lingkungannya jangan asal main tebang pohon karana dengan ada pepohon itu salah satu mencegah Longsor,” jelasnya.

BACA JUGA Katar Cibarengkok Dorong Perdes Larangan Buang Sampah ke Sungai

Salah satunya untuk mencegah terjadinya longsor dengan  cara menanam pohon yang besar atau pohon berproduktif untuk  meningkatkan perekonomian warga.

“Insya Allah  di acara rapat koordinasi kita akan sampaikan  kepada kepala desa serta jajarannya untuk peduli dalam menjaga lingkungan agar tidak terjadi lagi yang namanya bencana banjir atau longsor di wilayah,” tandas Yoga.

**arip ekon

Gubernur Jabar Apresiasi Keindahan Alun-alun Cirimekar, Emil: Harus Ada Bebek-bebekan yang Warna-warni

0

JURNAL INSPIRASI – Masyrakat Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor akhirnya memliki Alun-alun yang tak kalah bagus dari tempat lain yang ada di Jawa Barat.

Alun-alun Cirimekar berlokasi di Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong,Kabupaten Bogor secara resmi diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Selasa, 30 November 2021.

Alun-alun yang memiliki luas sekitar1,5 hektar itu punya keunggulan ketimbang alun alun yang ada di daerah lain.

BACA JUGA Katar Cibarengkok Dorong Perdes Larangan Buang Sampah ke Sungai

Selain memiliki taman dan lintasan atletik, Alun-alun Cirimekar juga punya ciri khas lainnya yakni adanya Situ Citatah yang persis berada dibibir Alun alun.

Pembangunan alun-alun ini sempat terhenti karena pandemi Covid-19, akhirnya Kabupaten Bogor punya alun-alun keren di Cirimekar, Kabupaten Cibinong.

Tak hanya keren, Alun-alun Cirimekar sangat bermanfaat baik dari segi sosial maupun ekologis, karena letak alun-alun ini persis disamping Situ Citatah

Usai menggunting pita sebagai tanda peresmian, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan menambah proyrek revitalisasi alun-alun di Kabupaten Bogor, letaknya di Kecamatan Parungpanjang.

BACA JUGA Trian Turangga Setuju Penambahan Anggaran Pembinaan NPCI

“Karena Bupati Bogor Ade Yasin puas dan meminta lagi revitalisasi alun-alun, maka Pemprov Jawa Barat berencana akan menambahnya, gambar detail engineering design (DED) udah ada. Rencananya kami akan bangun yang serupa di Kecamatan Parungpanjang,” kata Ridwan Kamil kepada wartawan, Selasa, (30/11/2021).

Ia meminta Camat Cibinong Rusliandy untuk memelihara dan mengelola Alun-alun Cirimekar, tidak memagar alun-alun dan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga alun-alun yang biaya pembangunannya mencapai Rp 16 miliar tersebut.

“Masukan saya jangan dipagar, lalu berikan himbauan melalui spanduk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh masyarakat. Saya mengharapkan masyarakat Kabupaten Bogor dan Jawa Barat naik kelas memjadi masyarakat yang peduli dan punya rasa memiliki akan fasilitas  publik,” pintanya.

BACA JUGA Pedagang Merasa Dipermainkan Satpol PP

Emil sapaan akrabnya menambahkan, kedepan harus ada fasilitas sosial dan umum tambahan lainnya seperti perahu bebek-bebekan dan juga sentra kuliner agar masyarakat betah berwisata di Situ dan Alun-alun Cirimekar.

Bupati Bogor Ade Yasin sangat senang bukan hanya karena revitalisasi Alun-alun Cirimekar, yang tidak hanya keren tetapi juga cantik dan gagah. Tetapi juga bakal ada alun-alun serupa di Kecamatan Parungpanjang.

“Alhamdulillah, permohonan tambahan revitalisasi alun-alun dikabulkan. Saya ucapkam terima kasih kepada Gubernur Ridwan Kamil dan Pemprov Jawa Barat. Semoga masyarakat bisa ikut memelihara dan menjaga Alun-alun dan Situ Cirimekar,” tukas Ade Yasin.

**as.pangrango