25.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1044

PTM SMPN 1 Leuwisadeng Dikeluhkan

0

JURNAL INSPIRASI –  Sejumlah murid SMPN 1 Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mengeluhkan tahapan uji coba kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Keluhan tersebut karena waktu PTM hanya 20 menit per mata pelajaran, sehingga materi yang disampaikan guru tidak sepenuhnya diresap.

Vika, Kelas IX mengatakan, akibat kelamaan tidak masuk sekolah, daya tangkap terhadap materi pembelajaran diakuinya berkurang.

BACA JUGA: Berbahaya, Motor Dilarang Lintasi Sholis

“Ada sih kendalanya gara-gara kelamaan tidak sekolah jadi daya tangkap menjadi kurang,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (03/11/2021).

Ia pun menjelaskan, dengan metode pembelajaran yang diterapkan hanya 20 menit per mata pelajaran dinilai tidak efektif dan tidak bisa diserap secara utuh.

“Kalo cuma 25 menit gak akan masuk materi pembelajarannya. Jadi, kangen banget suasana sekolah seperti dulu,” katanya.

BACA JUGA: Hanna Kirana Meninggal Akibat Gagal Nafas

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Leuwisadeng Atang mengatakan, PTM yang digelar sesuai regulasi yang diterapkan pemerintah, meski menjadi hambatan buat guru mengingat waktu yang diberikan untuk satu mata pelajaran hanya sekitar 20 menit.

“Tentunya ini menjadi keluhan para guru juga. Sehingga kita menerapkan pembelajaran jarak jauh di luar jam sekolah agar lebih terserap mata pelajaran oleh para murid,” ujarnya.

Regulasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan terkait penerapan PTM sendiri hanya 2 jam per hari dengan metode shifting.

BACA JUGA: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

Yakni shif pertama dari pukul 08:30 WIB sampai 10:30 WIB, dan akan dimulai kembali pukul 12:30 WIB sampai 13:30 WIB.

“Tentunya saya berharap agar kegiatan PTM bisa kembali dilaksanakan seperti sebelumnya, semoga awal tahun 2022 bisa kembali normal,” pungkasnya.

**andres

Dewan Pertanyakan Kualitas Proyek Jalan Lingkungan

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Utara, Jatirin mempertanyakan kualitas paving block yang digunakan untuk pengerjaan jalan lingkungan yang menghubungkan Perumahan Taman Kenari dengan RW 03 Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.

“Pengerjaan jalan itu kan hasil musrenbang, baru selesai dikerjakan dua bulan sudah rusak. Bahkan, paving block sudah terkikis air hujan,” ujar Jatirin kepada wartawan, Rabu (3/11).

Menurut dia, pemerintah wilayah seharusnya memperketat pengawasan mutu paving block. Sebab, pemakaian material tersebut membutuhkan biaya lebih banyak ketimbang pengaspalan.

Baca Juga: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

“Penggunaan paving block memang baik, karena air gampang meresap. Tapi, mesti diperhatikan kualitasnya,” katanya.

Atas dasar itu, Jatirin meminta agar pemerintah wilayah segera turun tangan untuk nemastikan kualitas pengerjaan jalan lingkungan, khususnya yang menggunakan paving block.

“Kasihan, masyarakat sangat berharap ada perbaikan infrastruktur. Tapi, hasilnya malah mengecewakan,” pungkasnya.

**fredykristianto

Berbahaya, Motor Dilarang Lintasi Sholis

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogoe memastikan akan menutup ruas Jalan KH Sholeh Iskandar (Sholis) atau tepatnya di sebelah eks Mega M, Kecamatan Tanahsareal, hingga 2022 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chusnul Rozaqi mengatakan, nantinya ruas jalan itu juga akan ditutup bagi sepeda motor. “Jadi penutupan dilakukan sampai oengerjaan selesai. Motor nggak bisa lewat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/11).

Baca Juga: Hanna Kirana Meninggal Akibat Gagal Nafas

Menurut dia, saat Kementerian PUPR sedang melelangkan proyek perbaikan jalan amblas tersebut. “Lagi dilelangkan, kalau sudah ada pemenang langsung dikerjakan,” ucapnya.

Chusnul menegaskan, apabila masih ada kendaraan roda empat yang memaksakan melintasi jalan amblas tersebut. Otomatis pemerintah tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu.

“Kita sudah peringatkan agar tidak lewat situ. Kalau masih nekat, ya risiko ditanggung pribadi,” ucapnya.

Chusnul menuturkan bahwa saat ini jalan tersebut sudah amblas 60 cm, dan apabila hujan deras terus terjadi tak menutup kemungkinan akan kembali amblas.

Baca Juga: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

Saat disinggung penyebab jalan amblas, ia menyatakan bahwa kondisinya memang sudah waktunya untuk dilakukan revitalisasi, mengingat jalan tersebut sudah lebih dari sepuluh tahun.

“Memang umurnya sudah lebih dari 10 tahun dan saatnya diperbaiki,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, AKP Galih Apria menyatakan penutupan kendaraan roda empat dan lebih, akan dimulai, Selas, (2/11) hingga dimulai pengerjaan.

“Ya, dampak dari penutupan jalan bagi kendaraan roda empat akan diarahkan ke underpass sehingga akan meningkatkan volume kendaraan, dan potensi kecelakaan,” imbuhnya.

Sebagai antisipasi penumpukan volume kendaraan, sambungnya, polisi akan menempatkan personil untuk melaksanakan pengaturan jalan.

“Jalan Sholeh Iskandar merupakan jalan nasional dengan volume kendaraan yang cukup besar,” katanya.

*”fredykristianto

Hanna Kirana Meninggal Akibat Gagal Nafas

0

JURNAL INSPIRASI – Selebirit Hanna Kirana meninggal dunia di IGD RS PMI Bogor pada Selasa (2/11). Ia meninggal lantaran gagal nafas, usai menjalani perawatan intensif.

Kepada wartawan, Humas RS PMI Bogor, Drg Ayunda Dwi Rahmawati mengatakan bahwa sebelum menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20:53 WIB. Selebriti tersebut datang ke RS PMI Bogor pada Selasa pukul 09:56 WIB, dengan kondisi sesak nafas.

Kata dia, artis tersebut meninggal dunia kemungkinan karena mengalami sakit paru-paru. Hanna sebelumnya, Hanna sempat diperiksa di IGD oleh dokter spesialis paru.

Baca Juga: Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

“Ya, kemungkinan gagal nafas karena penyakit paru. Tapi hasil pemeriksaannya belum keluar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dokter penanggung jawab pelayanan yang sempat menangani Hanna berencana sempat merujuk Hanna ke rumah sakit lain, mengingat ruang ICU penuh.

Tetapi, sambung dia, belum sempat dipindahkan, akhirnya meninggal dunia.”Kebetulan ruangan di kami full, makanya segera kami rujuk. Tapi di RS lain pun sama, penuh,” ungkapnya.

Diketahui, bintang sinetron Hanna kerap muncul di series Suara Hati Istri. Gadis berusia 18 tahun ini dimakamkan di kediaman orangtuanya di Ciawi, Kabupaten Bogor, Rabu (3/11).

**fredykristianto

Keuangan tak Sehat, PDJT Alami Kerugian Besar

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) ternyata mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, berdasarkan laporan ekuitas per 31 Desember 2020, laba ditahan/akum kerugian mencapai Rp37.706.565.510. Sementara kerugian tahun berjalan pada 2020 mencapai Rp224.799.977.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan, apabila melihat neraca keuangan tersebut, artinya keuangan PDJT tidaklah sehat. Lantaran, setiap tahun perusahaan pelat merah itu menombok untuk operasional maupun gaji karyawan. Sehingga menyebabkan tidak adanya hasil positif.

“Bila dilihat saldo per Januari 2020 ada di angka Rp35.519.000.000, sedangkan rugi laba mencapai Rp37.706.565.510. Artinya ada kerugian sebesar Rp2,4 miliar,” ucap Rusli kepada wartawan, Rabu (3/11).

BACA JUGA: Lama Jika Nunggu Bantuan, Kades Cibanteng Inisiasi Perbaikan Rumah Warga

Dari neraca tersebut, kata Rusli, PDJT terlihat tak produktif sehingga tak dapat menghasilkan pendapatan untuk perusahaan maupun untuk kas pemerintah daerah. “Harus ada perbaikan, dan sistem manajemen agar dapat berakselerasi demi perbaikan kedepannya. Mudah-mudahan dengan adanya BTS ini dapat membantu,” katanya.

Atas dasar itu, sambung dia, Kamis (4/11) pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengetahui terkait permasalahan keuangan tersebut. “Mudah-mudahan plt Dirut sudah mempelajari mengenai hal ini. Sebab, pertanggungjawaban keuangan mesti jelas, dan ini menjadi catatan bagi direksi baru untuk fokus dalam membuat PDJT kembali sehat,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa kondisi PDJT saat ini harus menjadi pelajaran bagi Pemkot Bogor agar lebih selektif dalam memilih calon direksi, sehingga kejadian serupa tak terjadi. “Ini warning bagi pemerintah, agar lebih selektif lagi,” katanya.

BACA JUGA: Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

Saat disinggung mengenai kapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) status PDJT menjadi Perumda Transpakuan disahkan. Jenal menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu Legal Opinion dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor. “Masih nunggu LO dulu,” singkatnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi mengenai buruknya keuangan PDJT. Plt Dewan Pengawas PDJT, Agus Suprapto tidak menjawab pesan singkat whatsaap dan telepon yang dilayangkan wartawan.

**fredykristianto

Lama Jika Nunggu Bantuan, Kades Cibanteng Inisiasi Perbaikan Rumah Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Bantuan tak kunjung datang, sepuluh rumah warga di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor diperbaiki swadaya. Warga pun masih mengungsi imbas angin puting beliung yang menghantam wilayah sekitar Ciampea, Minggu (31/10) lalu.

“Belum ada bantuan, hanya kontrol saja dari petugas bencana. Kalau nunggu bantuan lama, langsung kita eksekusi demi warga,” ungkap Kepala Desa Cibanteng, Warso saat dikonfirmasi, Rabu (3/11).

Pasalnya, kata Warso, sepuluh rumah warganya itu rata-rata rusak di bagian atap. Sehingga untuk sementara rumah-rumah tersebut belum dapat dihuni kembali.

BACA JUGA: Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

Apalagi warga korban bencana itu sebagian besar merupakan anak yatim dan janda lansia. Hingga saat ini pun, warga masih mengungsi di rumah sanak keluarga yang lebih aman.

Meskipun harus mengeluarkan biaya dari kantong pribadi, namun Warso mengaku tidak keberatan mengingat hal ini bersifat darurat.

“Namun kita juga sudah berkoordinasi dengan BPBD dan mengusulkan perbaikan rumah yang rusak berat,” tuturnya.

BACA JUGA: Cakra: Bupati Sebaiknya Resmikan Samisade Jonggol yang Dikerjakan PT PPE

Warso mengimbau kepada seluruh warganya untuk lebih berhati-hati di perubahan musim saat ini.

“Bencana kan tidak bisa diprediksi, intinya kita harus bersabar dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

**aripekon

Cakra: Bupati Sebaiknya Resmikan Samisade Jonggol yang Dikerjakan PT PPE

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Desa Singasari H.Idi Sujana Cakra meminta Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan pekerjaan program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang dikerjakan oleh BUMD Kabupaten Bogor yaitu PT PPE dijadikan percontohan.

“Saya minta kepada pemerintah kecamatan dan Bupati jika ingin meresmikan jalan program Samisade, resmikan jalan yang dikerjakan oleh PT PPE , dan bisa dijadikan perbandingan hasil pekerjaannya,” jelas Cakra.

Menurutnya, pihaknya siap jika Desa Singasari dijadikan untuk gunting pita, namun alangkah baiknya hasil pekerjaan BUMD yang digadang-gadang yang dijadikan sebagai tempat percontohan.

BACA JUGA: Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

Saat disambangi Jurnal Bogor di kantornya, Cakra menyampaikan pekerjaan Samisade di Desa Singasari dilaksanakan dengan mandiri tidak dikerjakan oleh pihak ke-3.

“Di Singasari kami laksanakan secara mandiri tanpa memakai jasa pihak ke 3 karena kami yakin akan kemampuan warga kami sekalipun bukan tenaga ahli dalam betonisasi,” jelas Cakra biasa disapa, Rabu (02 / 11).

Menurutnya, dengan anggaran 600.000.000 dari Bupati kami bisa menyulap kampung Pasir Cabe RT 03/02 sampai dengan Kampung Jembem RT 03/06 menjadi jalan beton dengan Panjang 1.560M x Lebar 2,5M x Tinggi 0,15M yang menyambungkan akses dari kecamatan Jonggol ke kecamatan Klapanunggal.

BACA JUGA: Isev Firdaus Terpilih Ketua KNPI, Camat: Bisa Bersinergi Membangun Kecamatan Nanggung

” Dengan anggaran gak sampai 1 milyar kami bisa lakukan betonisasi sesuai sepanjang itu tanpa mengurangi volume sedikit pun” jelas Cakra.

Masih kata dia, memang ada jalan yang retak rambut. Hal itu karena cuaca dan kondisi tanah yang labil. “Namun jika bandingkan volumenya saja dengan angka segitu jika dikerjakan secara mandiri kita bisa mencapai panjang 1 kilo lebih,” tandasnya.

**naynur’ain

Isev Firdaus Terpilih Ketua KNPI, Camat: Bisa Bersinergi Membangun Kecamatan Nanggung

0

JURNAL INSPIRASI – Isev Firdaus terpilih menjadi Ketua KNPI Kecamatan Nanggung periode 2021-2024. Dia terpilih secara aklamasi yang difasilitasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kabupaten Bogor, baru baru ini.

Isev Firdaus

Sebelumnya, hajat pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Nanggung yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna PGRI Nanggung pada Sabtu (11/10) lalu, berujung ricuh hingga pelaksanaan Muscam tertunda.

DPD KNPI Kabupaten Bogor mengambil langkah memutuskan salah satu ketua hasil rekomendasi Organisasi Kepemudaan (OKP), setelah salah satu calon tidak mau melanjutkan Muscam dan tidak menandatangani pakta integritas.

BACA JUGA: Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

Isev Firdaus sendiri menyatakan berkomitmen untuk membawa perubahan ke arah kemajuan pemuda guna membangun wilayah Kecamatan Nanggung.

Menurut lelaki berusia 29 tahun itu, dirinya saat ini tidak memperdulikan sejumlah SK yang liar di Kecamatan Nanggung. Namun untuk menjaga kesatuan pemuda, semua OKP di Kecamatan Nanggung akan dirangkulnya.

“Artinya tetap pemuda di Nanggung nantinya akan saya rangkul semuanya. Itu akan saya satukan menjadi satu wadah karena KNPI ini wadah pemuda,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

Sementara langkah awal program pertama yang akan dilakukan oleh Isev adalah menggali Kecamatan Nanggung, salah satunya potensi yang selama ini menurut Isev yang belum maksimal.

“Tentunya kita akan membuka ruang diskusi terlebih dahulu karena bagaimanapun persoalan dan potensi itu satu bagian yang tidak bisa terpisahkan maka dari itu kita akan gali persoalannya dan kita juga akan gali potensi yang akan kita angkat sehingga bisa dimaksimalkan.

Isev juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tokoh dan organisasi kemasyarakatan dan OKP yang telah memberi kepercayaan untuk memimpin KNPI wilayah Kecamatan Nanggung ke depan.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

Sementara Camat Nanggung Ae Saepulloh menyampaikan selamat atas terpilihnya Isev Firdaus menjadi Ketua KNPI Kecamatan Nanggung. “Semoga amanah yang diberikan bisa berjalan baik,” tandasnya.

” Diharapkan kedepan bisa menjalin soliditas dan bersinergi dengan tujuan untuk memajukan Kecamatan Nanggung,” pungkasnya.

**aripekon

Waspada! Jalan di Kampung Nunggul 2 Kali Diterjang Longsor

0

JURNAL INSPIRASI – Sejak satu pekan terakhir Jalan Ace Tabrani, tepatnya di kampung Nunggul RT 01 RW 01, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor diterjang longsor.

Pantauan di lokasi, ketinggian tebingan sekitar enam meter, begitu juga jaraknya berdekatan dengan pemukiman penduduk sehingga membuat warga sekitar was-was ketika longsor tersebut bisa kembali terjadi.

Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taufik mengatakan, kejadian longsor di Kampung Nunggul membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut.

“Selama satu pekan terakhir tebingan di Kampung Nunggul dua kali diterjang longsor,” kata Sekretaris Desa Curugbitung kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/11).

BACA JUGA: Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

Dia menyebutkan, longsor terjadi akibat seringnya turun hujan sehingga tebingan tersebut mudah tergerus longsor.

Pascamusibah longsor terjadi, warga  sekitar langsung bahu-membahu membersihkan sisa material tanah yang berserakan di jalan raya. “Untuk memaksimalkan penanganan longsor, pihak terkait menurunkan bantuan alat berat,” ungkapnya.

Sebelumnya Camat Nanggung Ae Saepuloh mengimbau, terutama bagi  masyarakat Nanggung dan sekitarnya agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan akhir-akhir ini sering hujan. Mengingat   Kecamatan Nanggung, termasuk salah satu wilayah di Kabupaten Bogor bagian Barat yang zona merah rawan bencana.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

“Para Kepala  Desa kami imbau agar cepat tanggap memberikan informasi ketika adanya wilayah yang terdampak bencana alam,” kata dia.

Pada November ini ungkapnya, sering turun hujan dan sebagai supaya pencegahan bencana, langkah awal harus dilakukan adalah mempercepat informasi sehingga progresnya bisa segera dilakukan  penanganan.

“Meski  bencana alam memang sulit diprediksi, paling tidak kita semua sudah berupaya untuk melakukan antisipasi,” tandasnua.

**aripekon

Pergeseran Tanah Rusak Puluhan Rumah

0

Wakil Ketua DPRD Minta Segera Ada Penanganan

JURNAL INSPIRASI – Bencana alam pergeseran tanah mengakibatkan puluhan rumah warga di Kampung Babakan, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Aan Triana Al Muharom. Dia meminta dinas terkait segera bertindak cepat mengangani hal tersebut.

“Mengingat adanya beberapa korban masyarakat yang rumahnya rusak dan mengungsi, harus ada action cepat dari SKPD terkait untuk mengurangi beban mereka pasca musibah dan diperlukan kajian khusus mengapa hal ini bisa terjadi dan apakah wilayah kampung tersebut masih layak untuk dihuni atau harus ada langkah relokasi,” ungkap Aan Triana Al Muharom kepada wartawan saat meninjau lokasi pergeseran tanah,  Selasa (2/11/2021).

Dalam kunjungannya, Sekretaris DPD Partai Golkar itu menyapa para korban bencana dengan berdialog guna membantu memulihkan psikologis para korban. Selain itu, dia juga memberikan bantuan 30 bingkisan sembako untuk warga terdampak bencana.

BACA JUGA: Biskita Resmi Mengaspal

“Mudah-mudahan para korban diberikan ketabahan dan kesabaran serta bisa kembali mendapatkan tempat tinggal yang layak dan saya akan sampaikan kepada SKPD terkait agar bergerak cepat untuk memulihkan kembali segala halnya disini,” jelasnya.

Sementara itu, menurut anggota BPBD Kabupaten Bogor Adhi Wijaya di lokasi mengatakan bahwa hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan semakin melebar. Dikatakannya saat ini total kerusakan rumah warga mencapai 60 lebih rumah.

“Kondisi saat ini sedang dalam hujan tentunya tanah akan terus bergeser apalagi sekarang musim hujan yang cukup panjang, tadi saja hujan dari jam 12.00 Wib sampai sekarang 14.20 Wib, pergeseran terus terjadi tentunya akan terus melebar,” ucapnya.

BACA JUGA: Desa Sirnagalih Beton Jalan Lingkungan dan Desa

Untuk diketahui, bencana alam pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Babakan RT 01 RW 10, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya itu terjadi sejak Kamis malam, 28 Oktober 2021, hingga kini pergerakan tanah masih terus terjadi, bahkan hal itu membuat warga khawatir.

**cepikurniawan