31.5 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1042

Himtar Unisma Adakan Pengmas di Klapanunggal

0

JURNAL INSPIRASI – Himpunan Mahasiswa Tarbiyah (Himtar) Universitas Islam ’45 (Unisma) Bekasi mengadakan pengabdian masyarakat di Bale Tani, Desa Linggarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (07/11/21).

Menurut Alwi, Koordinator Himtar Unisma, Kegiatan berjudul Himtarcamp 2020 ini untuk menjadikan mahasiswa menjadi guru yang bisa menjadi pengabdi untuk masyarakat, bukan hanya sekedar guru formal yang dibayar.

“Didalam acara ini, kosa kata besarnya adalah laboratorium Himtar, yang mana kita bawa temen-temen mahasiswa untuk menjadi murid sebelum menjadi guru. Didalamnya ada materi tentang pendidikan juga workshop pendidikan, disamping kita formalitasnya bisa mengajar, tapi softskill itu juga penting,” ucapnya.

BACA JUGA: Cegah Perkembangan Covid-19, Polsek Nanggung dan KKBK Vaksinasi Massal

Setelah melewati laboratorium Himtar selama satu hari, lanjut Alwi, barulah pada tanggal 7  rekan-rekannya menjadi guru untuk masyarakat sekitar.

“Hari ini kita panggil anak-anak SD dan masyarakat sekitar untuk diajak belajar oleh teman-teman mahasiswa melalui koordinasi yang sudah dibangun dengan Pemerintah Desa Linggarjati, Karangtaruna Kecamatan Klapanunggal,” lanjutnya.

Kegiatan dengan tema ‘Dari Desa untuk Negeri’ ini bertujuan dan mengupayakan supaya pendidikan bisa dinikmati oleh semua orang.

BACA JUGA: Rumah Belajar Tunas Al-Falaq untuk Anak-anak yang Kurang Mampu

“Makanya Himtarcamp ini hadir, agar masyarakat yang belum berkesempatan berpendidikan bisa merasakan dan juga ikut serta dalam pembelajaran,” jelas Alwi.

Menurut Alwi, ini adalah konsep baru dari Himtar Unisma sendiri. “Dengan mengikut sertakan masyarakat, mudah-mudahan kegiatan ini akan terus berlanjut, diharapkan kepengurusan kedepannya bisa meneruskan ini,” pungkasnya.

**naynur’ain

Cegah Perkembangan Covid-19, Polsek Nanggung dan KKBK Vaksinasi Massal

0

Sediakan 1.500 Dosis Vaksin Sinovac

JURNAL INSPIRASI – Untuk mempercepat Vaksinasi Covid-19 di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung, Polres Bogor, bersama paguyuban Kesatuan Keluarga Besar Kasepuhan (KKBK)  melaksanakan kegiatan vaksinasi massal Covid-19.

Gerai vaksin yang dilaksanakan di halaman kantor Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Nanggung itu, disediakan untuk masyarakat umum, dari usia 12 tahun keatas yang belum pernah melakukan vaksin maupun yang akan melaksanakan vaksin tahap II.

Kegiatan yang dilakukannya tersebut dalam rangka program pemerintah, untuk mencegah perkembangan covid-19. Selain itu, warga yang telah melakukan vaksin juga diberikan bingkisan serta vitamin.

BACA JUGA: Rumah Belajar Tunas Al-Falaq untuk Anak-anak yang Kurang Mampu

“Ini adalah salah satu bentuk mendukung program pemerintah untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Nanggung,” kata Kapolsek Nanggung AKP Budi Santoso kepada Jurnal Bogor, Minggu (7/11).

Jadi kata dia, dengan total target vaksin sebanyak 1.500  orang dengan jenis vaksin Sinovac, untuk warga 11 desa di Kecamatan Nanggung itu adalah bentuk sinergitas antara TNI, kepolisian sektor Nanggung dan Paguyuban KKBK.

“Saya ucapkan terima kasih sekali kepada KKBK, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Saya berharap semoga masyarakat sadar akan manfaat dan faedahnya vaksin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKBK Kabupaten Bogor  Rizana Miko Harmoko mengaku selama ini KKBK selalu bergandengan dengan Polsek maupun Muspika Kecamatan Nanggung sehingga acara tersebut bisa terlaksana dengan baik.

BACA JUGA: Tak Ada Kelanjutan Soal Pembuang Limbah Gang Asem, Damanhuri: Itu Sudah Menjadi Ranah Kepolisian

“Kami dari KKBK  mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek dan jajarannya kemudian kepada warga Kecamatan Nanggung dengan kehadirannya. Untuk vaksinasi hari ini mudah-mudahan bisa tercapai,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan vaksinasi masal tersebut adalah bentuk kepedulian dan kerjasama dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Saya berharap di Kecamatan Nanggung khususnya di Kabupaten Bogor pandemi ini bisa segera berakhir,” tutupnya.

**andres

Rumah Belajar Tunas Al-Falaq untuk Anak-anak yang Kurang Mampu

0

JURNAL INSPIRASI – Anak yang menginjak usia 4-6 tahun idealnya sudah mulai mendapatkan pendidikan di sekolah formal. Tingkat pendidikan diawali dengan masuk TK (Taman Kanak-Kanak).

Namun, banyak orang tua yang kurang mampu membuat dirinya langsung mendaftarkan anaknya  ke Sekolah Dasar tanpa bekal calistung sehingga mengakibatkan anak anak yang langsung masuk sekolah dasar belum bisa membaca.

Widowati, salah satu warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup yang perihatin akan banyaknya anak anak yang masuk Sekolah Dasar namun belum bisa membaca, ia pun berinisiatif untuk membuka rumah belajar bagi anak anak yang kurang mampu.

BACA JUGA: Tak Ada Kelanjutan Soal Pembuang Limbah Gang Asem, Damanhuri: Itu Sudah Menjadi Ranah Kepolisian

“Saya merasa tersentuh melihat banyak anak-anak yang masuk Sekolah Dasar belum bisa membaca dan berhitung,” ujarnya Widowati kepada Jurnal Bogor, Minggu (7/11/2021).

Dia menjelaskan, jika Rumah Belajar Tunas Al-Falaq berdiri sejak tahun 2017, dengan jumlah siswa kurang lebih 50 orang. Bagi orang tua yang ingin anaknya belajar cukup mendaftarkan saja dan diantar anaknya dan tidak perlu memikirkan biaya, karena diberikan pembelajaran secara gratis.

” Untuk biaya yang saya keluarkan untuk  keperluan anak – anak belajar sejauh ini masih dari dana pribadi hasil dari jualan warung sembako saya,” terangnya.

BACA JUGA: Mau Wisata Murah? ke Sigantang Saja

Dia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah desa untuk pengembangan rumah belajar agar bisa terdaftar secara resmi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Salah satu orang tua murid Asifa Adena Putri, yang belajar di Rumah Belajar Tunas Al-Falaq merasa sangat terbantu di tengah keterbatasan ekonominya.

“Alhamdulilah saya merasa terbantu akan adanya Rumah belajar ini yang tidak memungut biaya, namun kalo saya ada rezeki saya bayar seadanya itu pun tidak dipaksakan,” ujar Eva.

**nay/tedy

Tak Ada Kelanjutan Soal Pembuang Limbah Gang Asem, Damanhuri: Itu Sudah Menjadi Ranah Kepolisian

0

JURNAL INSPIRASI – Genap 1 tahun Desa Gunung Putri diramaikan dengan pembuangan limbah yang dilakukan oleh oknum pengusaha transporter, sehingga membuat kepala Desa Gunung Putri murka dan gerah akan kelakuan para pengusaha nakal tersebut.

Saat dikonfirmasi di ruangannya, Daman Huri, Kepala Desa Gunung Putri mengatakan untuk kasus limbah yang pertama yang dilakukan oleh PT SBI saat ini lokasi sudah dipasang papan peringatan oleh DLH Kabupaten Bogor , dan untuk kasus limbah yang baru – baru kemarin lokasinya sudah bersih dan police line sudah dicabut.

“Saya apresiasi kepada DLH untuk pemasangan plang peringatan walaupun dalam pemasangan tersebut desa sebagai pelapor tidak dilibatkan atau tidak diberitahu,” jelas A Heri sapaan akrabnya.

BACA JUGA: Salurkan BPNT, Agen Aji Berikan Komoditi yang Berkualitas

Menurutnya, setidaknya ada tindakan tegas yang dilakukan oleh instansi terkait supaya desa yang melaporkan tidak kecewa atau tidak kapok, jangan hanya sanksi administrasi saja tapi juga harus ada sanksi pidana sebagai efek jera agar tidak melakukan hal serupa, karena mereka yang mendapatkan untuk warga yang dapat penyakitnya akibat pencemaran.

“Dan untuk persoalan limbah di Gang Asem RT 03/12 itu sudah saya pasrahkan kepada pihak kepolisian yang sudah langsung memasang police line di lokasi tersebut,” cetus nya.

Masih kata dia, sejauh ini informasi yang saya dapatkan bahwa di lokasi pembuangan limbah yang digerebek beberapa pekan lalu kondisi lokasi sudah bersih dan rapi. Police line juga sudah dicopot dan mengenai seperti apa dan sejauh mana pengembangannya ditangani pihak kepolisian.

BACA JUGA: Silvia Maharani Kunjungi Vaksinasi Desa Bojong Nangka

“Setelah diambil alih pihak kepolisian saya tidak mengikuti perkembangannya lagi terakhir saya dapat informasi lokasi sudah bersih dan rapi, jadi apa hasilnya apakah itu B3 atau bukan dan siapa pembuangnya silahkan ditanyakan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya mengakhiri.

**nay nur’ain

Salurkan BPNT, Agen Aji Berikan Komoditi yang Berkualitas

0

JURNAL INSPIRASI – Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menggandeng warung-warung sembako sebagai agen baru-baru ini menadapat sorotan dan perhatian khusus, mulai dari bahan baku yang kurang layak dan harga yang dianggap tidak wajar. Hal tersebut turut dirasakan Agen Aji yang menjadi penyalur BPNT untuk warga Desa  Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Aji salah satu agen mengatakan, selama dirinya menjadi agen penyalur BPNT selalu memberikan bahan yang berkualitas dengan harga yang standar atau sesuai dengan harga pasar. Tak ada yang dikurangi dan juga tak ada yang dilebihkan.

“Sebelum pembagian kita bertanya kepada masyarakat KPM apa yang mau mereka pesan dan nanti kami sediakan sesuai dengan apa yang dibutuhkan KPM,” jelasnya.

BACA JUGA: Silvia Maharani Kunjungi Vaksinasi Desa Bojong Nangka

Masih kata dia, cuma yang terkadang menjadi kendala adalah jika jumlah KPM yang sudah disediakan tiba-tiba berkurang karena memang KPM dibebaskan untuk memilih agen dan menggesek BPNT dimana pun.

“Kendala pasti ada namanya orang dagang pasti ada untuk ruginya, namun ya kita jalani aja selama apa yang diinginkan KPM bisa kita penuhi,” katanya,

Terpisah, disampaikan oleh Dudi TKSK Kecamatan Jonggol menyampaikan selama dalam pemantauannya sejauh ini belum ada permasalahan yang signifikan untuk e-warung sendiri masih mengikuti aturan sesuai dengan koridor yang ada , walaupun terkadang telat menyampaikan informasi kepada TKSK jika sudah waktunya pembagian sembako.

BACA JUGA: Mau Wisata Murah? ke Sigantang Saja

” Saya minta untuk e – warung agar tidak menyimpang dari aturan yang sudah ditentukan mulai dari sistem pembagian dan kualitas serta jumlah komoditi,” pungkasnya.

**naynur’ain

Silvia Maharani Kunjungi Vaksinasi Desa Bojong Nangka

0

JURNAL INSPIRASI – Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Kecamatan Gunung Putri yang diketuai oleh Silvia Maharani meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang digelar Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/11/2021).

Dalam kunjungannya ke Desa Bojong Nangka Ketua WPP Silvia Maharani, sekaligus istri dari Kades Ciangsana ini mengajak seluruh masyarakat Gunung Putri agar mau divaksin, dan bisa mensukseskan program pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi,agar kita terbebas dari Pandemi Covid-19.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar dapat berperan aktif menyukseskan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga percepatan program vaksinasi dapat berjalan lancar, dan pandemi ini segera berakhir,” ucap Silvia kepada Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Mau Wisata Murah? ke Sigantang Saja

Lebih lanjut Silvia Maharani menyampaikan, bahwa vaksinasi berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh dari paparan Covid-19. Meski demikian, masyarakat yang telah divaksin tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Ingat vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat,” tandasnya.

Selanjutnya Sivia juga mengemukakan, pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 telah menyentuh 80 persen populasi masyarakat di Indonesia, maka Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi akan menjadi endemi atau penyakit yang dianggap biasa.

BACA JUGA: Rumah Kades Cibalung Dijadikan Tempat Vaksinasi Massal

“Untuk itu, saya juga mengajak masyarakat untuk mendukung penanggulangan Covid-19 dengan berperan aktif dalam percepatan program vaksinasi ini, agar pandemi ini menjadi penyakit yang dianggap biasa atau endemi, sehingga kita semua dapat beraktivitas dengan normal lagi,” pungkasnya.

**naynur’ain

Mau Wisata Murah? ke Sigantang Saja

0

JURNAL INSPIRASI – Liburan akhir pekan di Bogor, ada tempat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga. Salah satunya ialah Taman Wisata Sigatang yang berlokasi di Kampung Nambo, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Jana, penanggung jawab taman wisata tersebut menceritakan asal usul nama Sigantang yaitu kali Gantang yang terdapat di kampung Nambo, berawal dari nama itulah menjadi inspirasi nama Sigantang. Wisata Sigantang sendiri sudah dibuka sejak 1 tahun lalu, tepatnya di RT  014/007 Kampung Nambo, jam operasional mulai jam 8 pagi sampai jam 5 sore

“Untuk pengunjung ada warga sekitar Bogor dan luar Bogor juga selain itu sebagai hiburan kami juga memfasilitasi tempat senam ibu-ibu di setiap Minggu serta karaoke sekedar untuk hiburan ” jelas Jana kepada wartawan Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Bentuk Apresiasi, Pemkab Bogor Perjuangkan Status Guru Honorer Jadi P3K

Menurutnya, untuk keramaian tidak tentu, kadang hari Minggu kadang juga hari biasa,disini juga terdapat beberapa fasilitas ada spot foto, gazebo, lesehan, karaoke, warung makanan/minuman, dan rencana kedepan nya akan di bangun kolam renang.

“Untuk saat ini tiket masuk seikhlasnya, cuma bayar parkir kendaraan, motor 3 ribu, mobil 5 ribu” cetusnya.

Dia berharap kedepannya Taman Sigantang banyak diminati pengunjung , sehingga bisa meningkatkan ekonomi untuk warga sekitar yang berjualan di sekitar wisata Digantang.

Senada disampaikan oleh Kepala Desa Nambo Nanang menyampaikan wisata Sigantang ini adalah milik pribadi yang turut dikelola oleh kelompok masyarakat karena pemilik tanah dan pengelola berbeda. Mereka bekerja sama untuk membangun tempat ini menjadi tempat nongkrong atau wisata dan tidak disangka ternyata sudah setahun berjalan ini banyak juga peminatnya dan pengunjungnya.

BACA JUGA : Rumah Kades Cibalung Dijadikan Tempat Vaksinasi Massal

“Disini juga pernah dikunjungi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, dan dari mereka pun mengarahkan untuk diurus perizinannya secara resmi,” ucap Nanang.

Sejauh ini, masih kata dia pihaknya masih terus menggali potensi yang ada di Desa Nambo khususnya potensi-potensi wisata akan dikembangkan yang nantinya bisa menjadi PAD untuk Desa Nambo sehingga perekonomian di masyarakat juga bisa meningkat oleh karena itu program Samisade disalurkan ke lokasi menuju tempat wisata.

“Kita benahi infrastrukturnya dulu, jika jalannya bagus insya Allah bisa menarik minat pengunjung juga ” pungkasnya.

**nay/wisnu

Rumah Kades Cibalung Dijadikan Tempat Vaksinasi Massal

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Cibalung bekerjasama dengan Puskesmas Cijeruk, terus melaksanakan vaksin massal kepada warga. Bahkan, kegiatan untuk mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan kekebalan tubuh dan memerangi wabah Covid -19 tersebut, dilaksanakan di rumah kepala desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Cibalung, Rusyadi mengatakan, untuk mensukseskan program pemerintah ini, dirinya tidak keberatan dan sangat mendukung kegiatan vaksin massal tersebut dilaksanakan dikediamannya.

Ia mengungkapkan, Pemdes Cibalung bersama Puskesmas Cijeruk, terus melakukan kegiatan vaksinasi sampai semua warga Cibalung divaksin.

“Pada pelaksanaan vaksinasi kali ini, kami menyiapkan 500 dosis vaksin yang di pasok dari Puskesmas,” kata Rusyadi kepada wartawan.

Menurutnya, sejauh ini kegiatan vaksinasi di Desa Cibalung mendapat antusias warga setempat. Dan dalam setiap pelaksanaannya pun, petugas selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Meskipun terkadang ada sebagian warga susah untuk dikendalikan,” tuturnya.

Vaksinasi di Desa Cibalung, sambung Rusyadi, sudah dilaksanakan beberapa kali dan respon masyarakat sangat bagus. Hal itu terlihat dengan banyaknya warga yang datang dari berbagai kalangan, salah satunya kalangan anak-anak pelajar SMP.

“Kami berharap, semakin banyak warga yang divaksin maka akan mempercepat terbentuknya kekebalan atau herd immunity. Sehingga wabah Covid-19 bisa cepat berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasanya,” tukas Kades Cibalung tersebut.

**denipratama

Bentuk Apresiasi, Pemkab Bogor Perjuangkan Status Guru Honorer Jadi P3K

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperjuangkan penetapan guru honorer untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) Perkumpulan Guru Honorer (PGH) ke 2 Kabupaten Bogor, di Mega Hotel dan Resort Cipayung, Kecamatan Megamendung, Jumat (5/10).

Burhanudin mengatakan, apa yang dilakukan Pemkab Bogor terhadap guru honorer dengan terus berupaya untuk diangkat statusnya menjadi P3K, sebagai bentuk apresiasi.

Dimana, lanjutnya, apresiasi tersebut buah dari kerja keras para guru honorer dalam memberikan pelayanan pendidikan merata dan berkualitas terhadap anak didiknya ditengah kondisi pandemi Covid-19.

“Makanya kami di Pemkab Bogor terus memperjuangkan status semua guru honorer jadi P3K,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, di Pemkab Bogor ada sekitar 10.082 guru honorer yang dinyatakan telah lulus P3K. Untuk tahun 2019 sebanyak 1.112 dan tahun 2021 sekitar 1.319 yang lulus P3K.

“Melalui program Pancakarsa, khususnya Karsa Bogor Cerdas, kami itu konsisten. Pokoknya setiap tahun P3K itu harus ada. Mungkin di Jawa Barat (Jabar), program P3K di wilayah kita yang paling tinggi,” aku Burhanudin.

Dijelaskan Burhanudin, pandemi Covid-19 berdampak luar biasa terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Di tengah pandemi dan akselerasi transformasi digital, stakeholder pendidikan harus mengajar dengan cara baru, seperti hybrid dan e-learning.

Perubahan pola belajar dan mengajar, sambung Sekda, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi peserta pendidik maupun para pendidik, sehingga guru dituntut untuk terus berupaya menciptakan pembelajaran yang efektif meskipun harus dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik.

“Memiliki 1.844 sekolah jenjang SD, sebanyak 522.312 peserta didik dan 718 jenjang SMP dengan jumlah peserta didik sebanyak 208.164 yang tersebar di 40 kecamatan. Kami menyadari tantangan yang dihadapi dunia pendidikan ini sangat berat, terutama untuk guru, padahal maju mundurnya bangsa ditentukan oleh guru,” papar Burhanudin.

Selain memperjuangkan status guru honorer menjadi P3K, bentuk apresiasi lain yang sudah dilakukan Pemkab Bogor, yakni dengan memberikan insentif bagi 8.440 tenaga pendidik dan 1.305 guru honorer jenjang PAUD, SD dan SMP serta berbagai program lainnya dalam Karsa Bogor Cerdas.

“Semoga Musda PGH ke-2 ini dapat merumuskan program kegiatan yang bermutu bagi kemajuan organisasi selanjutnya,” tukas Burhanudin yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan Ketua PGRI Kabupaten Bogor.

**dedesuhendar

Ridwan Kamil Berpeluang Besar Maju di Pilpres 2024, Wakil dari Jawa Barat

0

NAMA Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil selalu muncul dalam survei bursa calon presiden (capres) dan wakil presiden Pilpres 2024. Peluang Kang Emil, terbilang besar.

Eko Sri Raharjo

Dalam sejumlah jajak pendapat atau survei publik dalam beberapa waktu terakhir, kadar popularitas dan elektabilitasnya hampir selalu masuk dalam peringkat lima besar.

Bersama sosok-sosok kandidat populer lainnya seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, nama Ridwan Kamil menunjukan tren peningkatan.

Popularitas Ridwan Kamil juga mengungguli kandidat lainnya di antaranya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menparekraf Sandiaga Uno, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian yang sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Mensos Tri Rismaharani, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono hingga Ketua DPR RI Puan Maharani.

BACA JUGA: 173 Anak di Bogor Utara Terkena Stunting

Dari hasil survei publik yang dikeluarkan oleh lembaga survei Poltracking Indonesia, yang dirilis pada 25 Oktober lalu dengan 1.200 responden elektabilitas Ridwan Kamil sebesar 4,1 persen.

Di bawah Ganjar Pranowo (22,9 persen), Prabowo Subianto (20 persen) dan Anies Baswedan (13,5 persen).

Sementara survei eksperimental yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 15-21 September 2021 menyebutkan adanya tingkat popularitas atau kedikenalan (popularity) Ridwan Kamil yang mencapai 66 persen dan tingkat kedisukaan (likeability) sebesar 82 persen.

Memang semuanya masih sebatas angka atau statistik. Namun dari sisi tabungan sosial dan politik, sebagai kepala daerah dengan populasi penduduk terbesar di Indonesia, potensi untuk menaikkan daya saing (competitiveness) seorang Ridwan Kamil sangat dimungkinkan.

Apalagi ketika hingga saat ini, Ridwan Kamil identik dengan satu-satunya kandidat yang merepresentasikan Jawa Barat. Ditambah lagi dengan konstelasi politik di mana aktivitas dan figur Ridwan Kamil relatif sepi dari “dinamika politik”.

BACA JUGA: PDJT Salah Urus

Sebagian besar diisi oleh publikasi atau ekspose dari media yang cenderung positif sehingga berpotensi besar menaikkan kadar likeability atau afeksi publik terhadap dirinya. Sebab, dalam politik kontemporer, imaji yang positif cenderung beriringan atau ekuivalen dengan elektabilitas.

Jadi bisa saja ada sosok yang popularitasnya tinggi, namun karena tidak disukai menjadi faktor ketidakterpilihannya.

Untuk itu, jika dalam beberapa waktu menjelang Pilpres 2024 ada rangkaian hasil kerja pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Barat yang cukup signifikan, maka keniscayaan tingkat keterpilihan dan penerimaan akan terus meningkat.

Penulis teringat pada momen beberapa pekan setelah terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat pada Pilgub 2018 silam, ketika wacana Ridwan Kamil yang akan “menyulap” sungai Kalimalang di wilayah Bekasi menjadi seperti Sungai Cheyonggyecheon di Seoul, Korea Selatan.

Stetment itu, terekspose luas di publik nasional. Rencana untuk mempercantik dan merevitalisasi Kalimalang dengan konsep menata ulang tata ruang sepanjang sungai dan mengembalikan ruang terbuka hijau (RTH) sepanjang bantaran Kalimalang itu dipaparkannya di akun media sosial pribadinya dan menjadi viral.

Salah satu contoh kecil contoh pemberitaan positif yang cukup strategis dan masif, sehingga namanya kian dikenal oleh publik di seluruh Indonesia yang sedang mengalami euforia penggunaan media sosial.

BACA JUGA: Aduh, Saksi PT FS Banyak Nggak Tau

Pada era disrupsi media digital saat ini, nama Ridwan Kamil pun boleh dibilang kian tenar di kalangan milenial yang sangat padat aktivitasnya di dunia media sosial.

Bagitu juga dengan sejumlah pemberitaan terkait upaya Ridwan Kamil dan jajarannya kunjungan ke sejumlah negara untuk menarik investor-investor asing untuk memutar modalnya di wilayah Jawa Barat.

Misalnya saja menggelar pertemuan dengan beberapa mitra kerja di Amsterdam, Belanda untuk bekerja sama dalam penanaman investasi di kawasan industri baru Rebana sebagai sebuah zona terintegrasi atau saling terkoneksi untuk tempat tinggal, wisata, bisnis dan industri dengan potensi pembukaan 3-5 juta lapangan kerja baru.

Di masa pandemi Covid-19, Provinsi Jawa Barat masih menjadi destinasi investasi terbaik di Indonesia, sebagaimana tercatat pada semester 1 2021, di mana Jawa Barat memuncaki realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Indonesia dengan nilai sebesar Rp 72,5 triliun.

Begitu juga dengan keunggulan keberadaan 700 universitas serta responsivitas layanan investasi digital yang pernah dilontarkannya sebagai penunjang kelebihan lain Jawa Barat.

BACA JUGA: Dana Kelurahan Minim, Dewan Dorong Pemkot Ubah Perwali

Realitas politik yang harus menjadi catatan adalah meskipun Jawa Barat memiliki “seabrek” kelebihan sebagai modal politik Ridwan Kamil, namun suara pemilih di Jawa Barat belum sepenuhnya milik Kang Emil.

Polaritas sosial politik yang terjadi selama ini menunjukkan bahwa publik Jawa Barat masih terbelah dalam referensi politik figur yang berbeda.

Taruhlah Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, boleh dibilang memiliki basis jaringan massa yang kuat juga di Jawa Barat. Ini artinya, daftar pemilik suara Jawa Barat yang mencapai sekitar 32,6 juta orang pada Pemilu 2019, belum aman di genggaman Kang Emil.

Perlu faktor-faktor lain untuk merawat dan merengkuh daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar dari seluruh provinsi di Indonesia itu, melalui posisinya sebagai kepala daerah Jawa Barat.

Formulasi untuk merawat dan melejitkan tingkat keterkenalan atau pengetahuan publik serta afeksi terhadap figur dan kinerja serta kepemimpinannya memang masih terbuka lebar.

BACA JUGA: BPPSDMP Dukung Pengembangan Hilirisasi dan Ekspor Pangan Lokal

Masih ada sekitar 3 tahun lagi untuk merealisasikan setiap konsep dan program pembangunan serta pelayanan publik yang sudah disusunnya sehingga secara tidak langsung akan memoles citranya sebagai seorang pemimpin yang kompeten, kreatif dan inovatif, sekaligus disukai publik Jawa Barat.

Dengan begitu,rekam jejak kepemimpinannya akan terekam di benak publik luas Indonesia. Terlebih, panggung kerja dan prestasi sebagai kepala daerah termasuk etalase sekaligus modal yang paling mudah untuk dirawat, demi menjaga stabilitas popularitas dan elektabilitas serta akseptabilitasnya.

Jika memang Kang Emil berencana melenggang dan bertarung dalam kontestasi politik 2024, tentunya sebagai simbolisasi dari representasi masyarakat Jawa Barat. (*)

Penulis: Eko Sri Raharjo
Kandidat Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia
Peneliti Politik dan Kebijakan Publik Mandala Research Institute