31.5 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1041

Penampilan Sanggar Amanda Tandai BCN 2021 Berakhir

0

 JURNAL INSPIRASI – Penampilan Sanggar Amanda Art Kecamatan Bojong Gede menandai berakhirnya pagelaran Bogor Culture Night (BCN) 2021 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor dalam rangka mendukung program Pancakarsa Bupati Bogor, pada Jumat (5/11/2021).

 “Sanggar Amanda menampilkan performance dengan tema Desa Cisodon yang menceritakan tentang situasi dan kondisi di Desa Cisodon yang merupakan gambaran kehidupan saat ini dengan berbagai permasalahan lingkungan,” ujar Andi Yuslin Rosandhim, Kasie Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Bogor kepada Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Akses Warga di Kiarasari Sempat Terputus

Andi melanjutkan, Sanggar Amanda merupakan sanggar terakhir dalam kegiatan BCN di tahun anggaran 2021 sesuai dengan program yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan lalu. Meski situasa dan kondisi masih dalam masa pandemi kegiatan selama ini berjalan dengan baik dan lancar.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini pemerintah daerah masih dapat menyediakan waktu dan tempat bagi para pelaku seni budaya tetap berkarya  dengan virtual karena sampai dengan saat ini Kabupaten Bogor masih dalam PPKM level 3. Dan berharap ditahun selanjutnya akan lebih meriah dengan kondisi yang berbeda tentunya,” harapnya.

 **handymehonk

Banyak Sampah Liar. Ini yang Dilakukan UPT Sampah Wilayah Enam

0

JURNAL INSPIRASI – Banyaknya sampah liar yang menumpuk di pinggiran jalan Raya Cemplang Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor membuat Unit Pelayanan Teknis (UPT) Sampah Wilayah Enam harus sigap untuk menanganinya.

Dengan mengedepankan slogan Tidak Ada Hari Mengangkut Sampah Liar (TAHMSL), tentunya hal tersebut untuk menindak lanjuti sampah-sampah liar yang berserakan di pinggir jalan.

Kepala UPT Sampah wilayah 6 Enceng mengatakan, masalah ini menjadi salah satu penyakit masyarakat yang melanggar aturan terkait buang sampah sembarangan.

BACA JUGA: Pohon Bambu Ditebang di Tebingan di Kampung Nunggul Bisa Picu Longsor

“Untuk peningkatan sampah dari tahun ke tahun tentunya jelas ada, terkait sampah tolak ukurnya dari jumlah angka kelahiran,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor. Minggu (07/11).

Tentunya UPT wilayah Enam yang membawahi 5 Kecamatan Pamijahan, Cibungbulang, Leuwisadeng, Leuwiliang dan Nanggung.

“Dengan kapasitas armada yang hanya 15 unit jika kita berbicara idealnya tidak memadai. Tentunya sejauh ini sampah liar maupun sampah yang beretribusi baru kita layani hampir 50%,” Bebernya.

Tentunya dengan kapasitas armada yang tidak memadai sehingga banyak sampah yang tidak teratasi tentunya hal tersebut menjadi PR besar terhadap UPT 6.

BACA JUGA: Harga Minya Goreng dan Cabai Masih Bertahan Tinggi

“Mengingat wilayah kita tidak jauh dari TPA tentunya kita selalu menegaskan kepada para armada untuk gencar mengangkut terhadap sampah yang tidak beretribusi yang di buangan oleh masyarakat di pinggir jalan,” cetusnya.

Menurut dia upaya yang akan dilakukan kedepannya pertama mengedepankan sosialisasi terhadap warga dan akan bersinergi dengan para Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) agar permasalahan sampah bisa teratasi.

“Kedepannya kita akan berkoordinasi denga camat setempat dan juga dengan kepala Desa agar mensosialisasikan terhadap penyakit masyarakat, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” harapnya.

BACA JUGA: Penghuni Huntara Minta Pemkab Segera Bangun Rumah Layak Huni

Sementara itu, Wahyu penggunaan jalan Raya Cemplang Desa Cemplang mengatakan, dengan sampah yang berserakan di pinggir jalan tentunya merasa resah dan juga terlihat kumuh.

“Ya kurang baik dan terlihat lingkungannya tidak sehat, dengan tindakan yang sigap oleh UPT sampah tentunya ini menjadi nilai yang sangat bangus dan kita berharap tentunya agar sampah bisa di kelola dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

**andres

Pohon Bambu Ditebang di Tebingan di Kampung Nunggul Bisa Picu Longsor

0

Camat Siapkan Alat Berat Singkirkan Material Longsoran

JURNAL INSPIRASI – Akhir-akhir ini tebingan yang berada di Kampung Nunggul RT01/RW01 Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kerap kali mengalami longsor.

Menurut Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taufik bahwa tebingan setinggi enam meter itu sudah keempat kalinya mengalami longsor.

Penyebab sering terjadi longsor awalnya di sekitaran tebingan tersebut  bekas pohon bambu, akan tetapi keberadaan pohon bambu itu ditebang.

BACA JUGA: Penghuni Huntara Minta Pemkab Segera Bangun Rumah Layak Huni

“Bekas pohon bambu namun ditebang sehingga setiap hujan besar sering mengalami longsor.

Sementara itu, Camat Nanggung Ae Saepuloh mengatakan, atas kejadian itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan UPT PUPR Cigudeg, rencananya malam ini akan diterjunkan alat berat untuk menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan.

“Kalau untuk penanganan awal sudah dilakukan oleh masyarakat dengan bergotong royong tetapi karena memang ada batu batu besar sehingga malam ini rencananya akan menerjunkan alat berat,” katanya.

BACA JUGA: Jalan Ace Tabrani Tidak Bisa Dilalui Kendaraan Tertutup Longsor

Atas kejadian ini, Ae Saepuloh juga mengimbau kepada warga dan pengguna jalan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini.

“Kami terus mengimbau kepada semua warga untuk lebih berhati-hati, karena berbicara soal bencana kan tidak bisa diprediksi,” ucapnya.

**andres

Harga Minya Goreng dan Cabai Masih Bertahan Tinggi

0

JURNAL INSPIRASI – Dua komoditas bahan pangan di pasar tradisional milik plat merah Kabupaten Bogor yang ada di wilayah selatan, awal bulan November hingga saat ini masih tinggi. Kedua komoditas yang harganya naik itu, yakni Cabai dan minyak goreng.

Kenaikan harga bahan pangan yang menjadi kebutuhan setiap hari itu, membuat warga pun mulai menjerit. Indah Pujiastuti, seorang ibu rumah tangga mengatakan, setiap hari membutuhkan 3 kilogram minyak goreng untuk kebutuhan usaha cateringnya.

“Naiknya minyak goreng di luar dugaan, karena terjadi saat harga-harga kebutuhan lainnya justru sedang stabil. Selain minyak, Cabai pun ikut naik, tapi memang tidak terlalu tinggi,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Jalan Ace Tabrani Tidak Bisa Dilalui Kendaraan Tertutup Longsor

Pedagang gorengan yang mangkal di pintu perempatan Ciawi, Wawan Yusuf mengatakan, saat ini harga minyak goreng curah menembus Rp19 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya paling mahal Rp15 per kilogram. “Wajar saja kami para pedagang kecil menjerit,” akunya.

Dalam sehari, kata Wawan, untuk kebutuhan usahanya sekitar 3-5 kilogram minyak goreng curah. Dengan naiknya harga, membuat biaya operasional membengkak. Meski begitu, Wawan tetap menjual dagangannya seperti biasa dan tidak menaikan harga jual dagangannya.

“Untuk harga masih sama. Saya menjual Rp1.000 per biji. Dari ukuran pun sama, tidak dikurangi takaran atau pun bentuknya. Intinya daripada tidak ada yang beli,” jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua Bidang Kelembagaan DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Bogor, Cecep Dinar Hidayat mengatakan, sejak akhir Oktober hingga awal November 2021, terjadi perubahan harga bahan pangan, paling mencolok adalah minyak goreng.

BACA JUGA: Penghuni Huntara Minta Pemkab Segera Bangun Rumah Layak Huni

“Harga minyak goreng curah yang semula Rp15 ribu per liter kini naik Rp20 ribu. Bahkan, harga minyak goreng kemasan per liter yang semula per liter Rp15 ribu kini naik dua kali lipat Rp28 ribu. Bahkan minyak goreng yang sudah punya brand harganya Rp35 ribu per liter,” kata dia.

Dia mengaku tidak mengetahui apa penyebab harga minyak goreng melonjak tinggi. Namun dengan cuaca ekstrim seperti sekarang, dia khawatir akan membuat komoditi pangan lainnya berubah harga.

“Pengalaman yang sudah-sudah, ketika cuaca seperti sekarang akan menyebabkan harga sembako naik.

BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Akses Warga di Kiarasari Sempat Terputus

Peningkatan harga sembako ini biasanya dimulai dari cabai dan bawang, harganya bisa dua kali lipat dari harga normal,” katanya.

Untuk komoditi cabai merah dan rawit, bila cuaca buruk seperti ini biasanya bisa mencapai Rp50-60 ribu per kilogram. Demikian pula untuk bawang, kondisinya akan sama. Padahal harga normal cabai rawit dan merah cuma Rp25 ribu per kilogram. “Tapi Alhamdulilah sekarang ini masih normal harganya,” ucapnya.

**dedesuhendar

Jalan Ace Tabrani Tidak Bisa Dilalui Kendaraan Tertutup Longsor

0

JURNAL INSPIRASI – Jalan Ace Tabrani, tepatnya di Kampung Nunggul  Rt01/Rw01, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali diterjang Longsor yang keempat kalinya, Minggu (7/11).

Akibatnya saat ini pengguna kendaraan roda empat  belum bisa melalui jalan tersebut. Sedangkan untuk roda dua dialihkan ke jalan alternatif.

Menurut Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taufik, kejadian longsor keempat kalinya tersebut akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Kecamatan Nanggung sejak Minggu siang.

BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Akses Warga di Kiarasari Sempat Terputus

“Pukul 15:00 Wib longsor terjadi sekitar 15 meter dan lebar 20 meter ini  menutup badan jalan,” kata dia.

Namun beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Akan tetapi, sekitar tiga rumah terancam.

Warga sekitar dibantu pemerintah desa dan Babinsa bergotong royong untuk menyingkirkan meterial longsoran yang menutupi jalan itu untuk bisa dilalui kendaraan.

BACA JUGA: Penghuni Huntara Minta Pemkab Segera Bangun Rumah Layak Huni

Dede Juga menghimbau untuk pengguna jalan harus hati-hati saat melintasi jalan di titik-titik yang longsor. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan kepada pihak kecamatan maupun ke dinas terkait. 

**andres

Penghuni Huntara Minta Pemkab Segera Bangun Rumah Layak Huni

0

JURNAL INSPIRASI – Hampir dua tahun menempati hunian sementara (huntara), warga Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera memberikan rumah yang layak untuk ditempati yaitu hunian tetap (huntap) yang dijanjikan untuk warga yang menjadi korban bencana alam banjir bandang dan longsor awal tahun 2020.

Seperti diungkakan oleh salah satu warga Cisarua, Irta (42). Ia mengaku sudah hampir dua tahun menempati hunian sementara pasca bencana banjir bandang dan longsor awal tahun 2020 silam.  Kondisi huntara yang tidak layak ini membuat warga sudah tidak nyaman lagi menempatinya.

“Masyarakat Desa Cisarua sudah ingin pindah dari huntara ini, sudah terlalu lama tempat tinggalnya sudah tidak enak ditempatinya. Apalagi ketika turun hujan pada malam hari sangat berisik karena bagian atasanya terbuat dari seng, dan dinding itu sudah pada bolong, jadi sudah gak nyaman,’’ katanya.

BACA JUGA: Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Akses Warga di Kiarasari Sempat Terputus

Irta menceritakan warga yang tinggal di huntara ini sudah berkali kali mengajukan permohonan untuk segera pindah ke kepala desa, namun belum ada realisasi lantaran menurut kepala desa dana anggaran untuk pembanguan huntap saat ini masih digunakan untuk penangan Covid 19 oleh pemerintah daerah.

“Sudah sering warga mengajukan ingin pindah, namun katanya saat ini anggaranya masih digunakan untuk Covid 19,’’katanya.

Irta yang merupakan seorang petani itu dan tinggal di huntara bersama istri dan dua anaknya itu sudah pasrah. Bahkan ia sempat ingin kembali ke rumah asalnya, namun karena masuk zona merah, ia mengurungkan niatanya itu dan sampai saat ini masih bertahan di huntara.

Sementara itu menurut Kades Cisarua Samit alias Jaro Samit, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan huntap melaui dinas terkait, bahkan sudah diusulkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor, namun sampai saat ini belum juga ada realisasi, padahal desa lain sudah ada yang dibangun huntap.

BACA JUGA: Parkir Sembarangan, Truk Pengangkut Tanah Dikeluhkan Pengguna Jalan

Sedangkan untuk Desa Cisarua sampai saat ini lahan yang bakal dijadikan untuk huntap saja masih belum dilakukan uji kelayakan aman dari bencana alam atau tidak.

“Saya selaku kepala desa berharap segera ada realisasi, dan jika itu benar 2022 akan dibangun huntap, kapan pelaksaananya karena hampir seratus jiwa warga  Cisarua saat ini masih bertahan tinggal di huntara yang memang kondisinnya saat ini sudah dikeluhkan warga,’’ pungkasnya. 

**cepikurniawan

Longsor Tutup Jalan Kabupaten, Akses Warga di Kiarasari Sempat Terputus

0

Kali Cidurian Sapu Jembatan Hingga Rusak

JURNAL INSPIRASI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Sabtu malam (6/11/2021) mengakibatkan terjadinya longsor yang menutup Jalan Kabupaten Bogor di ruas jalan Lintas Ciracak – Ciparahu, Desa Kiarasari dengan lebar longsor 4 meter dari ketinggian  tebingan 20 meter.

Beruntung tidak ada korban atau rumah yang kena longsoran, namun akses warga terputus hingga harus memutar puluhan kilometer.

Menurut Staf Desa Kiarasari, Ferry, longsor menutup akses jalan pada Sabt, 6 November 2021 sekitar pukul 20.30 Wib, tepatnya di lintas Cirarak-Ciparahu, Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya.

BACA JUGA: Pemdes Cibalung Tuntaskan Pembangunan Jalan Penghubung Ketiga Kampung

“Longsor ini diakibatkan karena curah hujan yang sangat tinggi dan terus mengguyur dengan waktu yang lama, dengan longsor tersebut maka lintas jalan Cirarak-Ciparahu tidak bisa dilalui roda 2 maupun roda 4,” katanya.

Ferry menjelaskan, alat berat didatangkan untuk membenahi longsor tersebut agar segera bisa dilewati seperti biasanya.Hingga saat ini hujan di wilayah Kiarasari Sukajaya masih turun. Dia mengimbau warga terus waspada.

Sementara warga Kampung Cigowong kembali bersedih lantaran belum 1 bulan jembata terbangun, kembali terhepas oleh luapan sungai Cidurian.

Jembatan itu dibangun dengan hasil swadaya. Kejadian terjadi pada Sabtu malam, pukul 20:00 WIB (06/11/2021) setelah di area hulu sungai Cidurian diguyur hujan begitu deras, sehingga sungai Cidurian kembali meluap.

BACA JUGA: Parkir Sembarangan, Truk Pengangkut Tanah Dikeluhkan Pengguna Jalan

Kepala Desa Sukamaju Dahyudin menjelaskan, kejadian terjadi saat hujan deras di hulu sungai Cidurian dari pukul 14:00 WIB sampai malam hari sehingga menyapu jembatan.

“Yang kemarin kita bangun dan sudah 3 kali dibangun sehingga harus disapu kembali,” ungkapnya

Beruntung tidak ada korban jiwa mengingat masyarakat sekitar selalu mendapat informasi jika terjadi hujan deras di hulu sungai

“Untuk sungai Cidurian kita tidak bisa diprediksi datang banjirnya, yang kita khawatirkan ketika banjir dari hulu ya, jika di hulu hujan besar sehingga kita tidak bisa prediksi seperti kejadian semalam di Desa Sukamaju hujan tidak begitu besar, namun ternyata kiriman dari hulu,” bebernya.

**cepikurniawan

Pemdes Cibalung Tuntaskan Pembangunan Jalan Penghubung Ketiga Kampung

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, akhirnya menyelesaikan pembangunan jalan poros desa sepanjang 850 meter dengan lebar 3 meter. Pembangunan jalan yang menghubungkan ketiga kampung itu dapat terealisasi, setelah Pemdes Cibalung menerima bantuan dana dari program Bupati Bogor.

Kepala Desa (Kades) Cibalung, Rusyadi mengungkapkan, kondisi jalan poros desa yang menghubungkan ketiga kampung itu, sudah menjadi program prioritas desa.

 “Alhamdulillah melalui anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang merupakan program Bupati Bogor, jalan ini akhirnya bisa dibangun,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Pemdes Sadengkolot dan Kecamatan Leuwisadeng Jalin Persahabatan Lewat Sepak Bola

Rusyadi mengatakan, adapun untuk pelaksanaan pembangunannya, jalan yang menghubungkan antara Kampung Cibalung RW 02 dengan Kampung Jonggol RW 04, menggunakan bahan material hotmix.

 “Kalau jalan yang menghubungkan Kampung Jonggol ke Kampung Muara Cihideung, dilakukan betonisasi,” katanya.

Sebelum ada pembangunan, lanjutnya, kondisi jalan yang merupakan akses utama warga di tiga kampung beraktivitas itu, bebatuan dan tanah. Sehingga, menghambat aktivitas warga terutama saat membawa hasil panen pertanian.

 “Setelah jalan ini dibangun, mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian warga setempat. Dan juga aktivitas warga menjadi lebih mudah, nyaman dan aman saat berkendara,” jelasnya.

BACA JUGA: Rumah Belajar Tunas Al-Falaq untuk Anak-anak yang Kurang Mampu

Sebagai Kades, Rusyadi mengaku akan mengedepankan kepentingan warga dan memberikan pelayanan terbaik. Hal itu sesuai dengan komitmennya kepada warga setelah dilantik menjadi orang nomor satu di Desa Cibalung.

 “Kami akan terus memperbaiki dan membangun infrastruktur yang ada di wilayah. Ini untuk mempermudah mobilitas warga, seperti saat akan ke kantor desa, kecamatan, Puskesmas maupun ke sekolah,” paparnya.

Tak hanya infrastruktur, Rusyadi berjanji akan membangun sumber daya masyarakat (SDM) sesuai dengan bidang dan keahliannya masing-masing, baik itu melalui pelatihan wirausaha maupun lainnya.

 “Bagi saya, membangun SDM sangat penting. Karena dengan SDM mumpuni, sudah pasti akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi dan juga kesejahteraan warga,” imbuhnya.

BACA JUGA: Parkir Sembarangan, Truk Pengangkut Tanah Dikeluhkan Pengguna Jalan

Rusyadi berharap, bantuan keuangan melalui program Samisade yang digagas Bupati Bogor Ade Yasin, terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun. Alasannya, karena masyarakat yang ada dibawah sangat merasakan manfaatnya.

 “Kami dan warga Cibalung, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Bogor. Melalui programnya ini, akhirnya infrastruktur di wilayah kami bisa dibangun,” tukasnya.

**denipratama/dedesuhendar

Pemdes Sadengkolot dan Kecamatan Leuwisadeng Jalin Persahabatan Lewat Sepak Bola

0

JURNAL INSPIRASI – Membangun komunikasi  antara masyarakat maupun dengan stakeholder pemerintah bisa juga dilakukan dengan aktivitas olahraga. Seperti halnya pihak Kecamatan Leuwisadeng dengan Pemerintah Desa Sadengkolot menggelar pertandingan sepak bola persahabatan atau friendly match, Jumat (5/11).

Laga permainan sepak bola dilaksanakan di lapangan Desa Sadengkolot dalam rangka olahraga bersama antara stakeholder Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan.

Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman menjelaskan bahwa pertandingan persahabatan itu untuk menjalin kebersamaan, serta silaturrahmi antara Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng beserta jajaran Pemerintah Desa dan masyarakat.

BACA JUGA: Cegah Perkembangan Covid-19, Polsek Nanggung dan KKBK Vaksinasi Massal

“Pertandingan sepakbola persahabatan sebelumnya telah direncakan, namun kali ini baru terlaksana,” ujar Sedes Sadengkolot Sudiman.

Tak hanya itu, usai pertandingan persahabatan tersebut makin asyik dengan makan nasi liwet bersama yang telah disediakan di kediaman Kades Sadengkolot.

Ia menuturkan laga persabatan tersebut merupakan tim kecamatan yang diinisiasi pihak Kecamatan dan Desa. “Laga persabatan sepakbola menjadikan ajang olahraga serta hiburan ditengah Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” kata dia.

BACA JUGA: Rumah Belajar Tunas Al-Falaq untuk Anak-anak yang Kurang Mampu

Kesibukan sebagai pelayan masyarakat jelasnya, sesekali perlu meluangkan waktu berolahraha. “Tidak menutup kemungkinan, kegiatan ini, akan terus dilakukan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kaur Perencanaan Desa Sadengkolot Suhartono memaparkan bahwa  laga persahabatan diharapkan terjalin hubungan emosional dengan semua pihak.

“Utamanya jelas membangun komunikasi antara masyarakat, Pemerintah Desa dan Muspika,” tukasnya.

**aripekon

Parkir Sembarangan, Truk Pengangkut Tanah Dikeluhkan Pengguna Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Antrean truk yang berjejer di ruas Jalan Raya Sukabumi-Ciawi, persisnya di KM 17, dikeluhkan para pengguna jalan. Sebab, truk yang diduga tengah menunggu giliran untuk mengangkut tanah di Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin itu, mengganggu lalulintas dan membahayakan.

Hermawan, penggendara sepeda motor yang melintas dari arah Sukabumi menuju Ciawi mengaku terganggu dengan adanya truk parkir di jalan. Karena, truk yang jumlahnya mencapai belasan itu, menghabiskan setengah dari ruas jalan raya.

 “Pastinya kami sebagai pengguna jalan merasa terganggu,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Himtar Unisma Adakan Pengmas di Klapanunggal

Pemuda yang bekerja sebagai kurir paket itu mengungkapkan, tidak hanya mengganggu pengguna jalan, belasan truk yang berjejer mulai dari gang masuk ke Kampung Bojong Koneng hingga ke depan pabrik Mayora, sangat membahayakan orang lain.

 “Malahan beberapa hari lalu belasan truk pengangkut tanah itu parkir hingga melewati Jembatan Cimande,” jelas Hermawan.

Hermawan minta jajaran Kepolisian dalam hal ini anggota lantas Polsek Caringin, menegur para sopir truk yang parkir sembarangan di jalan tanpa memikirkan pengendara lain.

 “Bukan hanya anggota Kepolisian, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor pun harus turun tangan untuk menertibkan truk-truk tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Cegah Perkembangan Covid-19, Polsek Nanggung dan KKBK Vaksinasi Massal

Keluhan sama juga diungkapkan pengendara roda empat, Dani. Lelaki yang kesehariannya membawa mobil pengangkut sayuran itu menilai, keberadaan truk yang parkir sembarangan di sekitar wilayah Ciherang Pondok itu, seakan ada pembiaran dari petugas Kepolisian.

 “Sudah ada satu minggu lebih truk yang akan membawa tanah parkir sembarangan. Masa anggota lantas dari Polsek Caringin tidak tahu,” tegasnya.

Dani berharap aktivitas pengangkutan tanah yang ada di wilayah Ciherang Pondok itu, dilakukan di malam hari. Sehingga, kendaraan truk yang menunggu giliran muat, tidak mengganggu arus lalulintas.

BACA JUGA: Tak Ada Kelanjutan Soal Pembuang Limbah Gang Asem, Damanhuri: Itu Sudah Menjadi Ranah Kepolisian

 “Yang saya tahu pengangkatan tanah dilakukan siang malam. Makanya antrian truk pun terjadi dari siang sampai malam,” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan, baik dari pihak Kepolisian Polsek Caringin maupun pengusaha galian tanah, belum memberikan keterangan apa pun.

** denipratama/dedesuhendar