32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1039

Simpang Cikereteg Dan Pasar Caringin Penyebab Kemacetan Jalan Sukabumi

0

JURNAL INSPIRASI – Kemacetan arus lalulintas kerap terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Ciawi setiap akhir pekan. Kemacetan itu terjadi, karena maraknya tempat wisata yang ada di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Dari pantauan, simpul kemacetan arus lalulintas yang terjadi setiap akhir pekan, yakni di persimpangan Cikereteg dan Pasar Caringin.

Rudi Gunawan, warga Kecamatan Caringin mengatakan, di jalur Sukabumi-Ciawi, ada dua titik yang kerap menjadi biang kemacetan.

BACA JUGA: Minim Pembuatan Akta Kelahiran di Wilayah Bogor Barat, Ini Sebabnya

 “Simpang Cikereteg dan Pasar Caringin sudah jadi biang kemacetan di jalur ini,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, untuk simpang Cikereteg, kemacetan terjadi setelah Desa Pancawati yang berada di wilayah pegunungan, sudah banyak tempat wisata, mulai dari hotel, resto, kedai kopi maupun lokasi camping ground.

 “Makanya setiap akhir pekan sudah banyak kendaraan yang naik ke wilayah Pancawati,” ungkap Rudi.

Banyaknya pengunjung yang datang ke wilayah Pancawati, lanjut Rudi, tidak dibarengi dengan pembenahan infrastruktur. Karena, kecilnya akses masuk disimpang Cikereteg, membuat arus kendaraan terhambat.

 “Sudah mau masuk simpang Cikereteg kecil, ditambah lagi banyak pedagang dan kendaraan motor yang parkir ditepi jalan,” tegasnya.

BACA JUGA: Kades Cemas, Bencana Longsor Mengintai Desa Cipelang

Rudi berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melakukan pembenahan simpang Cikereteg dengan melakukan pelebaran jalan.

 “Kalau dilebarkan, saya rasa kemacetan di Jalan Raya Sukabumi sedikit terurai,” paparnya.

Simpang Pasar Caringin yang juga sebagai penyebab terjadinya kemacetan di jalur perdagangan tersebut, harus dilakukan pembenahan baik petugas parkir maupun para pedagang yang mangkal di Jalan Alternatif Caringin-Cibadak itu.

Selain itu, tidak adanya petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang ikut membantu anggota lalulintas Polsek Caringin saat mengatur kendaraan.

 “Terkadang kalau hari Minggu, anggota kepolisian dari Polsek Caringin saja yang mengatur arus lalulintas,” tukas Saeful, warga Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin.

**dedesuhendar/denipratama

Minim Pembuatan Akta Kelahiran di Wilayah Bogor Barat, Ini Sebabnya

0

JURNAL INSPIRASI – Kesadaran masyarakat untuk pembuatan akta kelahiran di wilayah 4 Unit Pelayanan Teknis (UPT) penduduk dan pencatatan sipil (Dukcapil) masih minim.

“Kita memiliki kendala salah satunya masyarakat yang sudah wafat ataupun sudah pindah kediamannya,” Kepala UPT Dukcapil wilayah 4 Toni Topandi kepada Jurnal Bogor di kantor UPT Dukcapil, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Senin (08/11).

UPT Dukcapil wilayah 4 sendiri menaungi Kecamatan Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga dan Kecamatan Tenjo. Padahal target akumulasi dari tahun sebelumnya yang menjadi beban Kabupaten Bogor. Setiap tahun terus bertambah sehingga akan terus berkelanjutan.

BACA JUGA: Kades Cemas, Bencana Longsor Mengintai Desa Cipelang

“Tentunya dengan mengejar angka tersebut. Target kita kan mencapai 50.000 ribu dengan jangka waktu 2 bulan harus tercapai target. Kita akan kerja keras untuk mencari data yang belum memiliki akta kelahiran,” ujarnya.

Langkah selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar menjemput bola di setiap sekolah untuk mengejar target. Akan tetapi target tersebut belum tentu sesuai dengan by name by address.

Ia menjelaskan, tidak hanya target akta kelahiran saja akan tetapi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lain sebagainya menjadi beban UPT Dukcapil.

BACA JUGA: Alokasi DD Tahap Akhir, Warga Batuputih Nikmati Jalan Mulus

“Sudah hampir 40% penduduk yang berada di naungan UPT 4 sudah memiliki akta kelahiran, tentunya akan terus didorong dan akan jemput bola ke setiap wilayah,” cetusnya.

Sementara itu, Anggi warga Desa MekarJaya, Kecamatan Cigudeg mengatakan, saat ini ia sedang membuat akta kelahiran milik saudaranya, namun pembuatan lama dan bahkan harus sampai beberapa hari.

“Saya baru pertama kali buat akta kelahiran ini pun untuk ponakan saya, memang prosesnya agak sedikit lama,” kata dia.

**andres

Kades Cemas, Bencana Longsor Mengintai Desa Cipelang

0

JURNAL INSPIRASI – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang sudah beberapa hari ini mengguyur wilayah selatan Kabupaten Bogor, ternyata membuat cemas pemerintahan desa.

Salah satunya Kepala Desa (Kades) Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kiki Sukiwan. Ia mengaku cemas dengan kondisi cuaca yang terjadi beberapa pekan ini. Dimana, curah hujan dengan intensitas tinggi rawan terjadi bencana longsor.

 “Di desa kami ada 7 titik wilayah yang masuk kedalam status rawan bencana longsor. Makanya bila cuaca hujan, kami merasa cemas dan takut,” ungkap Kiki kepada wartawan.

BACA JUGA: Relokasi Terkesan Lamban, Komisi III Dorong Segera Penanganan Bencana Alam

Adapun ke 7 wilayah yang rawan bencana longsor tersebut, yakni Kampung Lamping, Cipelang, Cihideung, Pasir Pogor, Nagrak dan Bojong Kopi.

 “Semua kampung itu berkontur tinggi dan tanahnya labil, sehingga perlu kewaspadaan tingkat 1 saat musim hujan,” ujar Kades Cipelang.

Kiki mengungkapkan, upaya pemerintah desa terhadap warga yang berada di wilayah titik rawan bencana, dengan cara melakukan sosialisasi melalui pengurus tingkat RT dan RW.

 “Saya minta agar para RT, RW dan Linmas menghimbau warga yang rumahnya dekat dengan lokasi tebing untuk waspada tingkat 1,” paparnya.

BACA JUGA: Alokasi DD Tahap Akhir, Warga Batuputih Nikmati Jalan Mulus

Kiki mengatakan, bencana longsor sudah terjadi di wilayahnya pada pekan lalu di 3 titik. Kejadian itupun mengakibatkan tembok pagar di SDN Pasir Pogor roboh dan tertutupnya akses jalan utama warga di Kampung Lamping.

 “Longsor skala kecil juga terjadi di Kampung Bojong Kopi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa saat bencana tersebut,” akunya.

Kejadian longsor di 3 titik itu, sambung Kiki, sudah dilaporkan ke pemerintah kecamatan, Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

 “Saya harapkan laporan tersebut segera ditindak lanjuti. Apalagi tembok pagar sekolah, itu harus secepatnya diperbaiki agar tidak ada korban jiwa,” akunya.

BACA JUGA: Warga Kaget, Pengeboran Sumur Bor Semburkan Pasir

Rencananya, Pemdes Cipelang akan mendirikan posko siaga bencana untuk memudahkan komunikasi bila terjadi bencana.

 “Agar komunikasi mudah, sementara ini handphone kami aktif sampai 24 jam. Termasuk para RT, RW sampai Forum Desa Cipelang untuk intens memberikan laporan di group WhatsApp,” tukasnya.

**denipratama

Alokasi DD Tahap Akhir, Warga Batuputih Nikmati Jalan Mulus

0

JURNAL INSPIRASI – Peningkatan jalan hotmix di Kampung Batu Putih RT 01 RW 03 di Dusun 02, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terus dikebut.

Pengerjaan hotmix merupakan jalan lingkar Kampung Siraggap- Rancabakti sepanjang 264 meter saat ini masih dalam proses pembangunan. ” Pembangunan hotmix tersebut dibiayai dari Dana Desa (DD) tahap akhir 2021,” ujar Ketua LPM Mamur kepada Jurnal Bogor, Senin (8/11).

Pembangunan hotmix ini, salah satu upaya untuk  memajukan pembangunan desa dengan  meningkatkan kualitas insfrastruktur jalan. Menurutnya, kendati masih dalam situasi pandemi. Karena menurut Mamur, akses jalan tersebut menjadi  faktor utama dalam mendukung roda perekonomian masyarakat.

BACA JUGA: Relokasi Terkesan Lamban, Komisi III Dorong Segera Penanganan Bencana Alam

“Pembangunan jalan desa dan lingkungan di Desa Nanggung masih menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Pengaspalan jalan rusak tersebar di  sepanjang jalan di Kampung Batuputih dengan pengerjaan dilakukan secara masif. Ada tiga kondisi kerusakan yang menjadi prioritas pengerjaan peningkatan pengaspalan yakni mulai kerusakan ringan, kerusakan sedang hingga kerusakan berat.

BACA JUGA: Warga Banar yang Disuntik Vaksin Didampingi Langsung Kepala Desa

Sejak terealisasinya jalan mulus di sepanjang jalan, Sutini (40), warga sekitar mengaku senang. “Alhamdulillah akses jalan nyaman digunakan karena  kondisi jalan sudah bagus,” kata dia.

**aripekon

Relokasi Terkesan Lamban, Komisi III Dorong Segera Penanganan Bencana Alam

0

Nurodin: Bangunan Huntap Bagi Korban Sangat Urgen

JURNAL INSPIRASI – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi III Nurodin meminta penanganan relokasi hunian tetap (huntap) korban bencana alam banjir bandang dan longsor awal tahun 2020, salah satunya di wilayah Sukajaya dan di wilayah lainnya di Bogor Barat untuk segera dipercepat.

Pasalnya, saat ini bantuan korban bencana yang diserahkan kepada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor terkesan lamban.

“Harusnya mencari cara yang lebih mudah dan cepat. Karena, bagaimanapun korban ini memang harus segera ditangani, kasian juga mereka yang masih tinggal di hunian sementara,” ujar Nurodin melalui sambungan teleponnya, Senin (8/11).

BACA JUGA: Serbuan Vaksinasi, Relawan Nakes Wisma Atlet dan Babinsa Lakukan Jemput Bola

Dia berharap percepatan itu harus diselesaikan tahun 2022 sehingga kalau dilakukan pada 2023 terlalu lama. “Pada 2021 kita masih memaklumi adanya peningkatan Covid-19. Tahun 2022 saya pikir ini harus betul betul clear,” tambahnya.

Mengenai lambannya, dia menjelaskan ada beberapa prosedur yang harus ditempuh, seperti keadaan tanah yang harus betul-betul hasil kajian BIG (Badan Informasi Geoparsial) untuk menentukan tanahnya apakah zona merah atau bukan. “Nah, hal ini akhirnya membuat lambat penanganan korban bencana,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari dapil 5 itu menjelaskan kendala.

Penyebabnya ada beberapa hal yang memang tidak bisa dipenuhi. “Konsentrasi dari pemerintahnya sudah bagus tapi terkendala dengan hal-hal teknis. Bupati dan lainnya bukan tidak ingin ya justeru ini menjadi pokus utama,” jelasnya.

BACA JUGA: Warga Kaget, Pengeboran Sumur Bor Semburkan Pasir

Pria yang sering disapa Peloy ini juga akan mengajak Komisi III lainnya untuk bermusyawarah, bagaimana merekomendasikan bahwa kegiatan penanganan bencana untuk diberikan bantuan sosial kepada masing-masing dalam hal itu bantuannya masuk ke rekening individu.

“Hal ini kan sudah dilakukan di beberapa desa selama ini, hanya saja pengelolaan bantuan sosial untuk relokasi mandiri tersebut berada di BPBD,” jelasnya.

Peloy mengayakan, intinya dikembalikan kepada payung sebelumnya dimana penanganan bencana itu dilakukan oleh Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan memberikan bantuan sosial secara langsung.

BACA JUGA: Marwan Pertanyakan Tindakan Dinas Terkait Pasar Citeureup

“Kalau mereka nanti akan melakukan relokasi ya mereka relokasi individu, relokasi mandiri dengan cara itu tadi desa kan punya kewenangan lokal berskala desa. Nah, mereka bermusyawarah dan menentukan termasuk nanti pertanggungjawaban seperti apa? itu clear nggak ada masalah,” jelasnya lagi.

Jadi kata dia, memang yang sudah teralokasikan anggaran untuk direlokasi ke tempat yang sudah ditentukan, tapi sisanya untuk percepatan ini bagaimana dilakukan dengan cara relokasi mandiri. “Berikan bantuan secara langsung,” tandasnya.

Adapun untuk relokasinya, Pemerintahan Desa melakukan musyawarah desa menyepakati beberapa hal:
1. Menentukan tanah relokasi yang aman menurut kearifal lokal yang ada.
2. Mengelola bantuan relokasi mandiri tersebut dengan cara membentuk Panitia atau Tim Pengelola Kegiatan sesuai dengan kewenangan lokal berskala desa.
3. Mengelola keuangan tersebut dengan penuh tanggung jawab serta melaporkannya secara terbuka tepat waktu kepada pemerintah daerah, atas bantuan sosial yang dikoordinir oleh TPK hasil dari musyawarah desa tersebut.

**andres

Serbuan Vaksinasi, Relawan Nakes Wisma Atlet dan Babinsa Lakukan Jemput Bola

0

JURNAL INSPIRASI – Petugas tenaga kesehatan (Nakes) Wisma Atlet didampingi anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melaksanakan program jemput bola untuk melakukan vaksinasi kepada warga di tiga RW.

Melalui program serbuan vaksinasi, petugas Nakes yang berjumlah 5 orang didampingi Babinsa dan staf desa, tiba sejak pukul 08.00 WIB di Kampung Ciderum RW 09 dan langsung mempersiapkan alat kesehatan untuk melaksanakan vaksin.

Babinsa Desa Ciderum, Sertu Suyitno mengatakan, kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan dengan cara mendatangi perkampungan warga ini, bagian dari program serbuan vaksinasi.

BACA JUGA: Warga Kaget, Pengeboran Sumur Bor Semburkan Pasir

 “Sekarang polanya berbeda. Kami gunakan cara dengan mendatangi perkampungan warga atau istilah nya jemput bola,” ungkapnya kepada wartawan saat kegiatan vaksinasi massal di halaman Villa Orange, di Kampung Ciderum RW 09, Desa Ciderum, Senin (08/11).

Kegiatan vaksinasi massal dengan cara jemput bola, kata Suyitno, sangat membantu warga, baik dari transportasi maupun kenyamanan saat divaksin.

Namun, Suyitno, merasa belum puas dengan jumlah warga yang datang untuk divaksin. Sebab, dari jumlah 300 dosis vaksin jenis sinovac yang dibawa petugas Nakes, hanya 98 warga yang divaksin.

BACA JUGA: Warga Banar yang Disuntik Vaksin Didampingi Langsung Kepala Desa

 “Tapi Alhamdulillah nya warga yang datang untuk divaksin pertama. Walaupun ada beberapa warga saja yang divaksin kedua,” paparnya.

Suyitno menyadari, kegiatan vaksin yang digagasnya untuk warga di tiga RW khusus nya itu, dilaksanakan di hari yang kurang tepat. Karena, kebanyakan warga yang tadinya ingin divaksin, sedang bekerja dan tidak bisa ditinggalkan.

 “Hari Senin warga yang bekerja buruh pabrik atau kantoran, tidak bisa libur. Mungkin nanti akan kita lakukan lagi vaksinasi dengan cara jemput bola disini,” jelasnya.

Usai kegiatan vaksin pada pukul 13.30 WIB, Suyitno minta agar para pengurus wilayah baik itu RT dan RW, untuk segera melakukan pendataan warganya yang sudah maupun belum divaksin. “Biar kami tahu berapa jumlah warga yang belum divaksin dan sudah,” imbuhnya.

BACA JUGA: Rakit Terbalik, 1 Orang Hanyut di Sungai Cileungsi

Sementara, petugas Nakes Wisma Atlet yang merupakan tim vaksinator, Desi Yolanda menjelaskan, untuk mensukseskan program serbuan vaksin, tim relawan vaksinasi dari Wisma Atlet diturunkan ke wilayah pelosok untuk membantu warga yang belum divaksin.

 “Kami dari tim bataliyon 1 berjumlah 300 orang relawan diminta untuk turun ke Kabupaten Bogor dan tersebar di 40 kecamatan. Saya dan 6 relawan lagi, ditugaskan di wilayah Caringin,” paparnya.

Relawan Nakes asal Aceh itu pun menjelaskan, setiap tim yang sudah terbagi di wilayah Kabupaten Bogor, diberikan target setiap turun ke pelosok.

BACA JUGA: Marwan Pertanyakan Tindakan Dinas Terkait Pasar Citeureup

 “Sehari target kami 300 orang atau warga yang harus divaksin,” ujar wanita berhijab lulusan keperawatan tersebut.

Anggota BPD Desa Ciderum yang berdomisili di RW 09, Abdul Jalal mengapresiasi kegiatan vaksin yang dilakukan Babinsa dan petugas Nakes dari Wisma Atlet dengan cara jemput bola.

 “Sayangnya pelaksanaan vaksin massal ini di hari pertama kerja. Jadi banyak warga yang tidak bisa datang untuk ikut divaksin,” tukasnya.

**dedesuhendar

Warga Kaget, Pengeboran Sumur Bor Semburkan Pasir

0

JURNAL INSPIRASI – Pengeboran sumur bor sarana air bersih untuk warga Kampung Bulaksaga, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, mengeluarkan semburan material pasir bercampur air hingga ketinggian lima meter.

“Kebetulan proyek itu gak jauh dari rumah saya, itu proyek sumur bor dari pemerintah buat warga di sini air bersihnya,” kata Santi (40) warga Bulaksaga, Senin (8/11/2021).

Menurut warga sekitar kejadian itu terjadi pada pada Minggu (7/11/2021) sore saat itu sedang ada pengerjaan proyek sumur bor untuk warga yang ada sekitar.

BACA JUGA: Marwan Pertanyakan Tindakan Dinas Terkait Pasar Citeureup

Namun tidak lama kemudian dari dalam sumur yang sudah dibor itu keluar semburan air bercampur material pasir hingga membuat warga panik.

Semburan itu terjadi sekitar hampir satu jam, namun setelah itu, semburan berhenti dengan sendirinya. Warga sempat khawatir  terjadi semburan terus menerus  seperti lumpur Lapindo.

Warga lain Juariah (50) mengatakan, awalnya ia mengira itu hujan karena terdengar suara dari atas genting rumahnya, setelah itu ia mendapatkan kabar dari keponakannya bahwa sumur bor yang sedang dibor itu menyeburkan air bercampur pasir yang sangat kencang ke atas.

BACA JUGA: Rakit Terbalik, 1 Orang Hanyut di Sungai Cileungsi

“Saya kira hujan, pas saya tahu dari ponakan saya ternyata materil pasir dari semburan sumur bor itu,” ujarnya.

Sementara menurut Ketua RT setempat, Ujang, semburan itu tidak berlangsung lama kurang lebih hanya sekitar satu jam dan berhenti dengan sendirinya.

Saat kejadian pipa yang dipasang pun terbawa hingga ke atas  karena saking kencangnya tekanan dari bawah.

“Tapi alhamdulillah sekarang sudah gak ada lagi semburan itu untuk sementara pengeboran dihentikan sementara,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Warga Banar yang Disuntik Vaksin Didampingi Langsung Kepala Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Desa Nanggung, Akhmad Sodik bersama Babinsa dan Babinkamtibmas mendampingi langsung warganya yang menerima suntik vaksin Sinovac.

Hal tersebut dilakukan Pemdes Nanggung guna kelancaran, ketertiban dan keamanan saat vaksinasi Covid-19 berlangsung.

“Pelayanan untuk warga yang disuntik vaksin saat ini di Kampung Banar Rw 09 yang terdiri Empat RT dengan target sasaran 300 orang,” kata Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik seusai mendampingi warganya yang disuntik vaksin kepada Jurnal Bogor, Senin (8/11).

BACA JUGA: Marwan Pertanyakan Tindakan Dinas Terkait Pasar Citeureup

Menurut Sodik, untuk pencapaian target akan menyambangi satu per satu rumah warga guna lebih tepat sasarannya. “Nanti kita sisir kalau yang hadirnya tidak maksimal, nanti kita sowan ke masing-masing rumah untuk mengajak warga agar mau melakukan vaksin Covid-19,” imbuhnya.

Sodik menambahkan capaian vaksinasi di Desa Nanggung sudah mencapai 4000 warga. “Saat ini kita berada di posisi hampir 60 persen dari target 6.600 orang yang baru tercapai sekitar 4000 orang,” ujarnya.

Sementara menurut Babinkamtibmas Desa Nanggung Bripka Tantan Gerhana, kegiatan pendampingan vaksinasi Covid-19 adalah salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah sebagai upaya keluar dari pandemi Covid-19.

BACA JUGA: PIK-R Ajak Generasi Muda Menjadi Lebih Berkarakter

“Mari kita dukung program vaksinasi demi meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh warga terhadap serangan Covid-19,” ungkapnya.

“Jangan ragu, vaksin Covid-19 aman, kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk ikut melaksanakan vaksinasi Covid-19 guna memutus mata rantai dan mengakhiri pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Desa Nanggung,” tutupnya.

**andres

Marwan Pertanyakan Tindakan Dinas Terkait Pasar Citeureup

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Desa Citeureup Marwan Hermawan menunggu bukti nyata dari dinas – dinas terkait perihal alih fungsi jalan dan drainase menjadi lapak-lapak pedagang hingga berdampak kepada warga.

Saat dikonfirmasi Jurnal Bogor di kantornya, Senin (08/11/21), dia mengatakan, Bupati Bogor Ade Yasin sendiri saja mengadakan program Samisade untuk infrastruktur, baik pembuatan jalan maupun infrastruktur lainnya, untuk kemajuan Kabupaten Bogor, tetapi di Pasar Citeureup yang ada malah alih fungsi dipenuhi PKL.

BACA JUGA: Beben Suhendar Usulkan Pemindahan Kantor Kecamatan Tanjungsari

“Disini,  jalan yang sudah ada malah menjadi lapak-lapak pedagang mirisnya malah ada yang mengelola tapi didiamkan,” ujar Kades Marwan.

Dia mempertahyakan dinas terkait melihat kondisi seperti ini bertahun – tahun tidak ada solusinya. Apalagi fasos fasum Pasar Citeureup belum jelas keberadaannya, dan masyarakat hanya kebagian limbah dan baunya saja.

BACA JUGA: UPT Pengelolaan Sampah II Jonggol Gelar Patroli, 2 Terciduk Buang Sampah Sembarangan

“Tolonglah kembalikan semua kepada fungsinya, jalan ya buat jalan, drainase harus bener jangan menimbulkan dampak, coba suruh lewat sini kalo hujan lebat, biar tau kondisinya seperti apa. Ya banjir, ya banyak sampah sampai ke jalan,” pungkasnya.

**nay/tedy

Rakit Terbalik, 1 Orang Hanyut di Sungai Cileungsi

0

JURNAL INSPIRASI – Cuaca ekstrem kembali menelan korban kali ini korban hilang di aliran Sungai Cileungsi, yang berlokasi Kampung Cikuda, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (7/11/21).

Tim SAR

Korban hilang bernama Edi Suryadi (35), warga Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja. Samsul Adendi, sahabat korban mengatakan, insiden terjadi sekitar  pukul 18.45, saat dia dan rekan-rekan sedang mencari ikan di Sungai Cileungsi dengan menggunakan perahu rakit.

“Perahu rakit kami terbalik. Alhamdulillah saya masih bisa selamat, dan teman saya hanyut terbawa air,” jelasnya.

BACA JUGA: PIK-R Ajak Generasi Muda Menjadi Lebih Berkarakter

Dia langsung melapor ke aparat desa atas kejadian terbaliknya perahu rakit. Pihak desa dengan sigap langsung turun ke lapangan dan menghubungi instansi terkait untuk mencari sahabatnya.

“Ciri-ciri korban antara lain rambutnya gondrong diikat. Tinggi kurang lebih 160 cm, usia kurang lebih 35 tahun memakai pakaian celana panjang loreng, jaos abu-abu hitam dan peci abu-abu,” jelasnya.

BACA JUGA: UPT Pengelolaan Sampah II Jonggol Gelar Patroli, 2 Terciduk Buang Sampah Sembarangan

Dia berharap, tim SAR dan BPBD Kabupaten Bogor serta para relawan segera menemukan rekannya dalam kondisi apapun. “Syukur-syukur masih dalam kondisi baik dan sehat,” pungkasnya.

**nay/wisnu