32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1038

Tokoh Masyarakat Kritisi Pemekaran Bogor Barat yang Lamban

0

JURNAL INSPIRASI – Salah satu tokoh masyarakat Bogor Barat, Budi Antoro mengkritisi lambannya pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat. Pasalnya pemekaran Bogor Barat yang sudah sejak lama digadang-gadang itu hingga saat ini belum terbukti.

Ia menilai para pemangku kebijakan pemekaran Bogor Barat hanya memanfaatkan untuk kepentingan politik suara di Bogor Barat saja.

“Secara pribadi maupun temen-temen juga masyarakat itu kecewa. Karena, hanya dimanfaatkan untuk kepentingan program-program politik yang memanfaatkan suara di Bogor Barat. Jadi hanya memberikan harapan palsu di Bogor Barat,” kata Budi Antoro kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/11).

BACA JUGA: Pemdes Cisarua Bangun Insfrastruktur Hingga ke Daerah Terpencil

Budi menjelaskan bahwa isu pemekaran Bogor Barat yang dibangun 20 tahun lebih itu, hanya sekedar dimanfaatkan untuk kepentingan tokoh-tokoh elite partai yang memang memanfaatkan isu Bogor Barat supaya memilih ke seseorang.

“Selama 20 tahun hanya menghabiskan energi. Menghabiskan anggaran rakyat anggaran dari pemda juga itu kan, ” jelasnya.

Menurut Budi, sejauh ini yang dia lihat, perkembangan dan progres memang berjalan, hanya hasil akhirnya ini yang membuat warga kecewa.

“Walaupun saya secara pribadi tidak menyadari ketika Bogor Barat pecah, kelihatannya mungkin belum siap. Tapi minimal jangan diberikan janji-janji pemekaran Bogor Barat,” imbuhnya.

BACA JUGA: Turki Angel Kampiun Turnamen Sepakbola Wanita Antar RW Cigudeg

“Kalau teman-temen dibawah mah sudah bagus, luar biasa geraknya. Kasian temen-temen yang sudah berjuang sudah beberapa tahun ini tidak terbukti. Hanya diberikan angin segar saja oleh stakeholder yang punya kepentingan,” tambahnya.

Budi berharap tokoh-tokoh politik yang memanfaatkan isu pemekaran Bogor Barat itu lebih peka, agar tidak dicap pembohong oleh masyarakat.

“Diusahakan semaksimal mungkin. Syukur-syukur kalo nggak mendahului Bogor Timur, ya bisa bareng dengan Bogor Timur,” pungkasnya.

**andres

Turki Angel Kampiun Turnamen Sepakbola Wanita Antar RW Cigudeg

0

JURNAL INSPIRASI – Tim sepakbola wanita Turki Angel dari Cigudeg Kidul keluar sebagai juara pertama pada Turnamen Sepakbola Wanita Antar RW se- Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Turnamen ini menjadi salah satu kegiatan masyarakat memperingati Hari Sumpah Pemuda 2021.

Pertandingan sepakbola yang berlangsung di lapangan Cigudeg Kidul ini digelar selama satu bulan terakhir dengan memperebutkan trofi juara dan uang pembinaan.

BACA JUGA: Pemdes Cisarua Bangun Insfrastruktur Hingga ke Daerah Terpencil

Ketua Pemuda setempat Wawah mengatakan, kompetisi sepakbola wanita antar RW se- Desa Cigudeg baru pertama kalinya digelar, sehingga tak sedikit masyarakat yang ikut menyaksikan pertandingan sepakbola tersebut. “Kegiatan ini untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga,” kata Wawah yang akrab disapa Epong kepada wartawan, Selasa (9/11).

Terlebih semangat olahraga terutama dari kaum wanita meningkat. Epong menambahkan, selain hiburan turnamen sepakbola ini juga jadi ajang silaturahmi sesama warga Desa  Cigudeg.

**aripekon

Pemdes Cisarua Bangun Insfrastruktur Hingga ke Daerah Terpencil

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Cisarua melalui dana Samisade (Satu Miliar Satu Desa) membangun jalan lintas antardusun dari Kampung Langkob menuju Kampung Ciparay, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dengan beton.

Kepala Desa Cisarua H Ipit Idris menyatakan, betonisasi jalan tersebut agar bisa menyentuh di dua kampung yakni Kampung Sukamanah dan Kampung Leuwibadak. “Lokasi kedua kampung itu berada  di daerah terpencil sehingga  kali ini baru tersentuh pembangunan,” ujar Kepala Desa  Cisarua H Ipit Idris, Selasa (9/11).

Menurut Kades, bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor fokus digunakan untuk membangun jalan lintas Dusun Kampung Langkob- Ciparay. Stataus jalan tersebut sebelumnya masih tanah merah karena sekitar 2017 baru dilakukan pelebaran.

BACA JUGA: Manfaatkan Samisade, Pemdes Wargajaya Lebarkankan Jalan

“Maka itu dana Samisade tahap satu dan dua digunakan untuk membangun insrastruktur jalan di satu titik, yakni di Kampung Langkob – Ciparay sepanjang 1400 meter. Dari awal pengerjaan hingga sekarang kini telah mencapai sekitar 30 atau 40 persen,” jelasnya.

Sebelum dilakukan pengerjaan, pihak desa melihat berbagai aspek sesuai kebutuhan warga. “Guna pemerataan  di setiap wilayah RW maupun dusun makanya perlu pembangunan hingga pelosok kampong,” jelasnya lagi.

BACA JUGA: Minta Pemkot Prioritaskan R3

Daerah terpencil yang telah tersentuh pembangunan,  selain kampung  Sukamanah dan Leuwibadak  termasuk Kampung Takarama di lingkungan RW 08. “Akses jalan di Kampung Takarama telah dilakukan pembangunan  dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD) dimulai pada 2020 hingga 2021,” tukasnya.

**aripekon

HADITS HARI INI

0

Sahih al-Bukhori:2781

عَنْ عُمَرَ بْن الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: حَمَلْتُ عَلَى فَرَسٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَابْتَاعَهُ أَوْ فَأَضَاعَهُ الَّذِي كَانَ عِنْدَهُ فَأَرَدْتُ أَنْ أَشْتَرِيَهُ وَظَنَنْتُ أَنَّهُ بَائِعُهُ بِرُخْصٍ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ:

لاَ تَشْتَرِهِ وَإِنْ بِدِرْهَمٍ فَإِنَّ الْعَائِدَ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ.

Dari Umar ibn al-Khatthab ra, dia berkata: Aku memberi (seseorang) kuda untuk digunakan di jalan Allah, lalu orang itu menjualnya atau tidak memanfaatkan sebagaimana mestinya. Kemudian aku berniat membelinya kembali dan aku kira dia akan menjualnya dengan murah. Lalu aku tanyakan hal ini kepada Nabi saw maka beliau bersabda:

Janganlah kamu membelinya sekalipun dengan harga satu dirham, karena sesungguhnya orang yang mengambil kembali hibahnya (pemberiannya) seperti anjing yang menjilat kembali muntahannya.

Pesan :
Tidak boleh membeli barang yang sudah anda hibahkan kepada orang lain, walaupun orang itu tidak memanfaatkannya sebagaimana anda inginkan. Anda tidak perlu khawatir kehilangan pahala hibah jika orang itu tidak memanfaatkannya, karena segala perbuatan tergantung niatnya, jika anda berniat ikhlas lillahi ta’ala saat menghibahkan hal itu kepada seseorang, maka insyaAllah amalan itu akan tercatat sebagai pahala untuk anda.

Manfaatkan Samisade, Pemdes Wargajaya Lebarkankan Jalan

0

Mudahkan Akses Warga, Hutan Cikarae Dibelah Jadi Jalan Desa

JURNAL INSPIRASI – Pengalokasian  program Satu Miliar Satu Desa (Samisade)  tahap pertama telah dilakukan Pemerintah Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor  membangunan insfrastrur pembukaan jalur penghubung, yakni jalan Babakan – Kebon  di lingkungan  RW 13 wilayah Dusun 5 dan 6 sepanjang seribu meter dengan lebar enam meter.

Eman Suryatman

Kepala Desa Wargajaya Eman Suryatman mengatakan, pencairan tahap kedua  kali ini yang berasal dari bantuan keuangan APBD Kabupaten Bogor program Samisade  tersebut pihaknya masih fokus membangun di satu titik pembukaan jalan Babakan- Kebon Pedes.

“Sesuai pagu anggaran, program Samisade difokuskan untuk membuka jalan jalur penghubung,” kata Kepala Desa Wargajaya Eman Suryatman, kepada Jurnal Bogor, baru baru ini.

BACA JUGA: Desember, Kota Bogor Miliki Alun-Alun

Diatas bentangan kawasan hutan Cikarae, sebelumnya jalan tersebut hanya setapak, namun keberadaan jalan tersebut kini telah berubah menjadi status jalan desa.

Dengan menggunakan alat berat, kini kawasan hutan telah dibelah menjadi akses utama bagi warga desa menuju jalan Provinsi Jabar. Progres pengerjaan pun berlangsung hingga pengerasan jalan.

“Tentu ini menjadi jalur utama, karena setelah dibukanya jalan ini warga Kampung Pedes hanya butuh waktu 1 jam. Kalau sebelumnya harus mutar balik dengan waktu yang cukup lama, sepanjang perjalanan empat kilo meter,” terang Kades.

BACA JUGA: Hari Pahlawan, Pemkot Ubah Dua Nama Jalan

Eman menjelaskan lagi,  ketika jalan telah  rampung dibangun, kedepan akan dipasang penerangan umum sekitar 15 tiang.

**aripekon

Nyalakan Alarm Bencana

0

Minta Pemkot Optimalkan BTT

JURNAL INSPIRASI – Banyaknya bencana yang terjadi di Kota Bogor sejak awal November terus menjadi perhatian. Pada Minggu (7/11), terjadi 33 bencana terjadi saat hujan deras.

Adapun bencana terdiri dari 14 kejadian tanah longsor, 14 kejadian banjir lintasan, satu kejadian pohon tumbang, satu kejadian rumah roboh, satu kejadian TPT ambruk, satu kejadian pondasi rumah retak dan satu kejadian rumah ambrol.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mendesak Pemkot untuk membunyikan alarm siaga bencana dengan meminta BPBD Kota Bogor bersiaga penuh, termasuk optimalisasi dana BTT untuk tanggap bencana.

BACA JUGA: Minta Pemkot Prioritaskan R3

“Alarm siaga bencana harus dibunyikan. BPBD harus standby dan selalu on call, siaga penuh dalam tanggap bencana dengan merespon cepat aduan warga,” kata Atang, Senin (8/11).

Atang menyebutkan bahwa peran lurah dan camat sebagai aparatur wilayah juga sangat penting dalam penanggulangan bencana ini.

“Keberadaan camat dan lurah menjadi sentral karena posisinya sebagai pamong wilayah, yang faham situasi wilayah. Koordinasi dengan RW RT dan pengurus lingkungan lain sangat penting untuk antisipasi ataupun respon cepat dari berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan,” tegas Atang.

BACA JUGA: Tiga Orsap PPP Bantu Warga Terdampak Bencana di Bogor Utara

Kata dia, BPBD dapat memaksimalkan penggunaan anggaran BTT sebesar Rp30 miliar untuk menanggulangi bencana.

“Di APBD perubahan 2021 kemarin kita telah anggarkan anggaran BTT sebesar Rp 30 miliar. Untuk kedaruratan, jangan lamban. Jangan birokratis. Jangan sampai ada sisa anggaran (SILPA) dari BTT, sementara kondisi rakyat sangat membutuhkan akibat bencana,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meninjau lokasi longsor di Kampung Kramat, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Senin (8/11). Seperti diketahui, pada lokasi longsor tersebut, dua orang mengalami luka ringan.

“Saya minta di bawa ke RSUD khawatir ada luka di dalam tapi yang penting supaya tidak terjadi lagi dan ada korban saya minta untuk di pindahkan dan warga sudah setuju,” ujar Bima.

BACA JUGA: Hari Pahlawan, Pemkot Ubah Dua Nama Jalan

Ia a meminta agar lurah mencarikan kontrakan bagi warga yang tertimpa longsor. “Ini peringatan untuk semua warga yang tinggal di daerah yang rawan dan tidak ada legalitasnya. Saya gembira karena warga Sudah menyadari dan dengan keinginan sendiri tidak mau tinggal lagi disitu,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak dua penghuni rumah di Kampung Kramat RT 05 RW 01, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, luka-luka pada pundak serta kaki lantaran tertimpa tembok rumah lantaran rumahnya tertimbun longsor. Peristiwa tanah longsor terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu, sedang bersantai di dalam kamarnya dengan kondisi cuaca sedang hujan lebat.

**fredykristianto

Minta Pemkot Prioritaskan R3

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqin meminta agar Pemkot Bogor memprioritaskan pembangunan strategis di tahun depan. Hal itu lantaran 2022 merupakan pintu gerbang pembangunan setelah Kota Bogor melewati masa pandemi Covid-19 selama kurang lebih dua tahun.

“Jadi dari pembahasan kemarin, kami meminta dilaksanakannya pembangunan strategis yang esensial,” ujar ZM kepada wartawan, Senin (8/11).

Menurut dia, salah satu prioritas yang mesti dituntaskan adalah pembangunan Jalan R3 dan Masjid Agung.

BACA JUGA: Tiga Orsap PPP Bantu Warga Terdampak Bencana di Bogor Utara

“Pekerjaan pemkot yang tak kunjung tuntas, yaitu jalan R3 dan saya harap itu diprioritaskan, jangan sampai terlewat lagi dengan alasan apapun. Yang kedua, Masjid Agung juga tahun depan akan memasuki pembangunan tahap akhir, dan ini harus selesai di tahun 2022, buktikan kalau pemkot serius membangun rumah ibadah yang sudah 6 tahun belum juga rampung,” tegas ZM.

Tak hanya itu, politisi PPP itu juga menyoroti perihal rencana kelanjutan pembangunan tol BORR yang akan menyasar Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal.

BACA JUGA: Desember, Kota Bogor Miliki Alun-Alun

ZM meminta agar Pemkot Bogor aktif dalam hal sosialisasi pembangunan agar nantinya tidak ada bentrokan antar warga dan pengembang.

“Jangan sampai pembangunan itu menimbulkan polemik. Jadi pemkot harus aktif mensosialisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.

**fredykristianto

Tiga Orsap PPP Bantu Warga Terdampak Bencana di Bogor Utara

0

Gus M:  Kolam Retensi Belum Jadi Solusi Banjir Lintasan

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak tiga organisasi sayap (orsap) PPP, yakni GMPI, GPK dan AMK menyalurkan bantuan terhadap warga terdampak bencana di tiga kelurahan di Kecamatan Bogor Utara, Senin (8/11).

Dalam kesempatan itu, tak kurang dari 150 paket bahan pangan disalurkan untuk warga korban terdampak bencana banjir. Yakni Kelurahan Tegalgundil, Tanahbaru dan Cibuluh.

“Jadi ini ikhtiar untuk membantu warga terdampak banjir, sekaligus mengajak generasi milineals untuk lebih peduli,” ujar Ketua Gerakan Kebaikan Tiga Orsap PPP, Ryan Herdiansyah, Senin (8/11).

BACA JUGA: Desember, Kota Bogor Miliki Alun-Alun

Ia berharap ada solusi kongkret dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi banjir tahunan ini. Ryan mencontohkan, sebelum adanya kolam retensi di Cibuluh, banjir lintasan yang terjadi tidak separah ini. Sebab, sebelum dibangun kolam Retensi kawasan itu adalah sebuah rawa, yang menampung limpahan air dari hulu.

Tetapi, sambungnya, saat ini Rawa tersebut disulap menjadi kolam retensi yang diharapkan menjadi bagian solusi mengatasi banjir lintasan yg terjadi tiap tahun.

“Kolam retensi justru menjadi penyebab terhalangnya luapan air, karena kontruksi banguna kolam retesi yang lebih tinggi dibandingkan aliran sungai” ujar Ryan yang tinggal hanya 150 meter dari kolam retensi.

Terpisah, Anggota DPRD Fraksi PPP Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri mengatakan, bila penanganan banjir lintasan harus dilihat secara komprehensif. Khususnya, dalam pola penanganan dan pencegahan yang sudah menjadi rutinitas dan sampai saat ini belum ada solusi.

“Tak hanya itu, intensitas curah hujan yang cukup tinggi dengan kurun waktu cukup lama menjadi salah satu pemicu naiknya debit air,” ujar pria yang akrab disapa Gus M ini.

BACA JUGA: Hari Pahlawan, Pemkot Ubah Dua Nama Jalan

Gus M meminta masyarakat untuk lebih waspada terutama yang tinggal di daerah rawan bencana dan sering menjadi langganan banjir agar lebih waspada.

“Jadi ada beberapa faktor, yang harus menjadi perhatian adalah penyempitan dimensi saluran atau sungai oleh sedimentasi. Kemudian ditambah berkurangnya resapan air, akibat maraknya pembangunan kawasan pemukiman. Atas dasar itu, pemkot harus berhati-hati dalam mengeluarkan izin,” jelas pria berambut merah ini.

Ia pun menyinggung, keberadaan kolam retensi di Tanahbaru yang sampai hari ini belum menjadi bagian dari solusi dari banjir lintasan.

“Perencanaan dalam pembangunan harus terukur jangan malah keberadaan kolam retensi menjadi pemicu banjir,” katanya.

Gus M menilai perlu adanya  normalisasi atau pengerukan sedimen di setiap resapan air. Pengoptimalan Danau Bogor Raya, sambungnya, menjadi solusi untuk resapan air di Bogor Utara.

**fredykristianto

Desember, Kota Bogor Miliki Alun-Alun

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana akan meresmikan Alun-Alun yang berlokasi di atas lahan eks Taman Topi pada pekan kedua atau ketiga Desember 2021. Pasalnya, saat ini progres pengerjaan tersebut sudah 61,8 persen.

Diketahui, Alun-Alun seluas 1,7 hektare ini akan dilengkapi dengan beberapa zona. Mulai dari zona botani atau hutan kota, zona plaza, zona olahraga hingga zona religi yang akan terintegrasi dengan Masjid Agung Kota Bogor.

“Zona botani, disana ada pedestrian, ada pepohonan. Terus zona olahraga ada jogging track, alat outdoor fitness, tempat bermain anak. Lalu tersedia juga gedung TIC (tourist information center) untuk memberikan pelayanan informasi khususnya terkait dengan pariwisata Kota Bogor,” ujar Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman. juniarti Estiningsih, Senin (8/11).

BACA JUGA: Hari Pahlawan, Pemkot Ubah Dua Nama Jalan

Kemudian, kata dia, zona plaza yang bisa digunakan sebagai tempat edukasi masyarakat atau tempat tampilan para kreator seniman yang ingin berekspresi terkait dengan komunitasnya. “Terakhir adalah zona religi, disana akan ada taman Asmaul Husna dan akan terintegrasi dengan Masjid Agung,” tambahnya.

Esti, sapaan akrabnya menyatakan, progres pengerjaan alun-alun yang menghabiskan anggaran Rp 13,6 miliar ini  sudah di atas 60 persen. “Alun-alun progresnya sudah 61,8 persen. Sekarang ini masih terus dikejar dengan penambahan tukang yang awalnya 80, sekarang sudah ada 97 orang tukang. Mereka bekerja siang malam supaya tepat waktu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Simpang Cikereteg Dan Pasar Caringin Penyebab Kemacetan Jalan Sukabumi

Di tengah Alun-Alun, lanjut Esti, juga akan hadir sebuah ruangan yang menyuguhkan sejarah yang menceritakan kepahlawanan Kapten Muslihat melalui diorama. “Patung iconic yang lama dari ahli waris minta untuk dibawa ke tempat yayasan dari Kapten Muslihat itu sendiri. Tapi kita akan buatkan lagi dengan material yang lebih bagus yaitu tembaga. Insya Allah itu masuk anggaran di 2022,” jelas Esti.

Esti berharap seluruh prosesnya berjalan lancar dan tepat waktu agar Alun-Alun ini bisa diresmikan pada 17 Desember 2021 mendatang.

**fredykristianto

Hari Pahlawan, Pemkot Ubah Dua Nama Jalan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana mengganti nama dua ruas jalan, yakni Jalan Kesehatan, Kecamatan Tanahsareal dan Jalan Ciheuleut, Kecamatan Bogor Timur.

Diketahui, Jalan Kesehatan akan diganti nama menjadi Jalan Raden Tirto Adhi Soerjo, yang merupakan tokoh jurnalistik ‘Kota Hujan’. Sementara Jalan Ciheuleut diganti dengan nama Jalan RSA Kartadjumena, yang merupakan Walikota Bogor yang menjabat pada 1952-1955.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan bahwa pergantian nama jalan tersebut akan dikukuhkan pada peringatan Hari Pahlawan, yang jatuh pada 10 November nanti.

BACA JUGA: Simpang Cikereteg Dan Pasar Caringin Penyebab Kemacetan Jalan Sukabumi

Ia mengaku sempat membicarakan rencana soal penggantian nama jalan Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo, menggantikan Jalan Kesehatan saat Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

“Jadi akan ada dua nama jalan baru. Yang pertama, Jalan Kesehatan diganti dengan namanya Raden Mas Tirto Adhi Soerjo. Beliau pahlawan nasional yang juga seorang jurnalis dan berjuang di masa awal-awal kemerdekaan,” ujar Dedie, belum lama ini.

BACA JUGA: Minim Pembuatan Akta Kelahiran di Wilayah Bogor Barat, Ini Sebabnya

Kata dia, Tirto Adhi Soerjo, termasuk pelopor jurnalistik di Indonesia yang juga dimakamkan di TPU Blender, Kecamatan Tanahsareal. Dengan penamaan jalan itu, diharapkan dapat membangkitkan semangat pers dalam membangun negeri.

Sedangkan untuk penamaan Jalan RSA Kartadjumena lantaran eks wali kota itu banyak berkontribusi untuk kemajuan Kota Bogor.

**fredykristianto