32.1 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1037

Pemkab Respons Positif Aspirasi Jamaah Haji

0

FK KBIHU: Kabupaten Bogor Bisa Jadi Pilot Project Penyelenggaraan Haji

JURNAL INSPIRASI – Perkembangan aspirasi jamaah haji terkait kebutuhan fasilitas pelayanan dan pembinaan serta peraturan daerah tentang penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Bogor mendapatkan respon positif dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Sejak audiensi dengan Bupati Bogor Ade Yasin beberapa waktu lalu dan melakukan studi komparatif ke Kabupaten Indramayu dan Tasikmalaya, serta audiensi dengan Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, akhirnya harapan FK KBIHU sebagai wadah bagi para KBIHU di Kabupaten Bogor yang memiliki ribuan Jamaah dapat terwujud secara bertahap.

Terlebih, pemerintah daerah memberikan diluar ekspektasi sebagai bentuk perhatian kepada jamaah haji Kabupaten Bogor.

BACA JUGA: Rusak Diterjang Banjir, Jembatan Garisul di Kalongsawah Mulai Dibangun

“Kami minta sekitar 5.000 meter persegi untuk lahan, tapi diberikan sekitar 2 hektar. Kami juga ditawarkan lahan di daerah Pakansari, tapi diberikan di Sentul City. Usulan perda untuk mengganti Perbup tentang penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Bogor pun juga disetujui,” kata Ketua FK KBIHU Kabupaten Bogor, Desi Hasbiyah kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Desi menambahkan, sesuai rencana program ini masuk ke dalam anggaran 2023. Jadi menurutnya tidak ada kata lain selain pihaknya mengucapkan rasa terimakasih kepada Bupati dan SKPD terkait.

“Sangat menghaturkan terima kasih kepada Bupati Bogor serta SKPD yang terkait yang telah berupaya mewujudkan aspirasi kami untuk jamaah haji yang jumlahnya waiting listnya sudah mencapai sekitar 75.000 saat ini, ” ujarnya.

BACA JUGA: Sedang Jaga Sawah, Petani Dibacok Orang tak Dikenal

Tidak hanya itu dikatakan Desi dalam acara “Deseminasi Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2021” beberapa waktu lalu di Hotel Agria – Tajur yang dihadiri oleh Dirjen PHU, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat dan Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI, ia  juga menyampaikan bahwa harus ada persamaan persepsi antara Kementerian Agama, DPR RI Komisi 8 dan FK KBIHU tentang unsur pembinaan yang saat ini harus menjadi titik sentral dalam penyelenggaraan haji di Indonesia.

“Mengingat waiting list yang cukup lama, sehingga mayoritas jamaah haji masuk dalam kategori lansia. Tetapi disisi lain jamaah haji dihadapkan pada perkembangan teknologi digitalisasi serta teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itu perlunya dukungan fasilitas juga sangat diperlukan agar seluruh program pembinaan bisa dilaksanakan,” katanya.

BACA JUGA: Pemdes Cisarua Bangun Insfrastruktur Hingga ke Daerah Terpencil

Lebih lanjut dikatakannya FK KBIHU berharap Kabupaten Bogor menjadi pilot project bagi kota/kabupaten lain dalam mencetak jamaah haji yang mandiri dan bertahan sesuai amanah UU juga mampu melahirkan jamaah haji pada masa kolonial Belanda, dimana masyarakat setelah melaksanakan ibadah haji menjadi sumber panutan dari berbagai hal.

“Dalam kata lain, indikator kemabruran haji bisa terlihat di tengah-tengah masyarakat. Sehingga Visi Misi Kabupaten Bogor dalam Bogor Cerdas dan Berkeadaban dapat terwujud melalui penyelenggaraan ibadah haji,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Vaksinasi Covid-19 di Ciampea Masuk 10 Besar

0

JURNAL INSPIRASI – Vaksinasi Covid-19 di wilayah  hukum Polsek Ciampea  saat ini sudah mencapai 70 persen. Hasil itu pun membuat Polsek Ciampea  saat ini berada di peringkat sepuluh besar percepatan vaksinasi  yang dilakukan oleh jajaran Polsek bekerjasama  dengan Indonesia Pasti Bisa.

Kapolsek Ciampea Kompol Beben Susanto mengatakan, pihaknya masih tetap melakukan kegiatan vaksinasi sampai saat ini agar semua warga bisa tervaksin hingga seratus persen.

BACA JUGA: Sedang Jaga Sawah, Petani Dibacok Orang tak Dikenal

“Sampai saat ini  kita tetap mendekati warga dengan membuka gerai vaksin di kantor desa berpindah-pindah untuk melakukan vaksinasi terhadap warga,” katanya.

Tidak hanya itu saja, jika antusiasme warga di desa sudah mulai berkurang nantinya akan membuka gerai vaksinasi di tingkat RW maupun RT.

“Kemungkinan kita membuka gerai vaksin  sentuh ke tingkat RW supaya terjaring semua. Per hari 300 target, kita secara keseluruhan masuk 10 besar di Polres kegiatan vaksinasi bersama Indonesia Pasti Bisa,” katanya.

BACA JUGA: Rusak Diterjang Banjir, Jembatan Garisul di Kalongsawah Mulai Dibangun

Kapolsek berharap warga yang belum divaksin untuk melakukan vaksinasi agar terhindar dari penyebaran Covid.  “Berharap semua warga bisa tervaksin sehingga terbentuk herd immunity yang kuat,” pungkasnya.

**cepikurniawan 

Rusak Diterjang Banjir, Jembatan Garisul di Kalongsawah Mulai Dibangun

0

JURNAL INSPIRASI – Jembatan Garisul di Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor sekian tahun rusak diterjang banjir bandang  awal tahun 2020, kini tampak sudah mulai dikerjakan secara swadaya dan gotong royong.

Jembatan  tersebut  merupakan  akses warga yang biasa digunakan sehari-hari yang menghubungkan Garisul ke Kalong Dagul dan kini mulai ada harapan baru.

Ketua GP Ansor didampingi Ketua KNPI Kecamatan Jasinga Mumu Najmudin mengatakan, Jembatan Garisul, yang menghubungkan Kampung Garisul dan kampung Kalong Dagul akan dibangun dengan panjang 160 M. 

BACA JUGA: Sumber Air Bersih Warga Sukajadi Tercemar

“Jembatan ini rusak karena bencana pada awal tahun 2020 lalu, dan tak tersisa, makanya kita mulai kembali merancang pembangunannya, karena kita juga sangat membutuhkan jembatan ini,” kata Mumu.

Karena dinilai berjalan lamban sedangkan warga sangat membutuhkan, akhrinya berbagai komponen masyarakat dan pemuda berembuk untuk melakukan proses pembangunan jembatan ini.

“Kita musyawarah, dan akhirnya diadakan keputusan kita secara bahu-membahu akan melakukan swadaya untuk pembangunannya, dan ini dibantu dengan berbagai komponen dan elemen masyarakat,” imbuhnya.

Elemen yang tergabung, beber dia, terdiri dari Pemuda Regiskal kampung Kalong Dagul, pemuda PPG dari Garisul, Vertical Resque Indonesia, Eiger, Kodam III Siliwangi, KNPI Jasinga, Pemdes Kalongsawah, BPD Kalongsawah, Ansor-Banser Jasinga, dan LPBI NU Kabupaten Bogor.

BACA JUGA: Sedang Jaga Sawah, Petani Dibacok Orang tak Dikenal

Sementara itu, Ketua LPBI NU Kabupaten Bogor Ade Irawan mengatakan, kegiatan pembangunan jembatan ini harus menjadi perhatian bersama mengingat kebutuhan masyarakat akan akses jalur ini begitu tinggi.

“Prinsipnya, jembatan penghubung ini sangat dibutuhkan masyarakat. Tentu, kita sebagai organisasi yang concern dalam bidang bencana maupun sesudahnya sangat mengapresiasi program ini, dan kita pun akan membantu progres pembangunannya, semoga para pihak yang membantu Allah mudahkan jalannya dan rizkinya,” pungkasnya.

**cepikurniawan 

Sumber Air Bersih Warga Sukajadi Tercemar

0

   

JURNAL INSPIRASI – Mata air Kalimati yang menjadi sumber penghidupan bagi warga Tamansari, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya, mata air bersih ini telah tercemar oleh dampak adanya proyek wisata di lokasi setempat. Sehingga, airnya pun berubah warna jadi kecoklatan dan banyak lumpur.

“Iya sumber air bersih milik warga sekarang tidak bisa digunakan lagi, karena isinya lumpur semua dan berwarna kecoklatan, bahkan di tempat penampungan juga sama kondisinya seperti itu, coklat dan banyak lumpur,” kata salah satu warga sekitar, Darmawan kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

BACA JUGA: Sedang Jaga Sawah, Petani Dibacok Orang tak Dikenal 

Ia menerangkan, warga yang paling terdampak berada diwilayah RW 05. Padahal, di RW ini ada sekitar 250 KK yang bergantung pada sumber mata air di Kalimati tersebut.

“Tapi saat ini air sudah tercemar, sehingga tidak mungkin bisa digunakan lagi untuk keperluan sebagaimana biasa warga lakukan,” ucapnya.        

Hal ini pun dibenarkan Kepala Desa Sukajadi, Ade. Menurutnya, saat ini kondisi air warga penuh dengan lumpur akibat dampak dari adanya pembangunan proyek tempat wisata serta alat berat di sekitar lokasi proyek tersebut.

BACA JUGA: Spanduk Larangan Diabaikan, Lahan Jembatan Cimande Jadi TPS

“Ditambah lagi dengan cuaca sekarang yang sering hujan, sehingga membuat air bener-bener berisi lumpur dan kotor. Imbasnya, sekarang warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih,” kata Ade.

Akibat kondisi tersebut, lanjut Ade, membuat warga geram bahkan berencana akan melakukan unjuk rasa ke lokasi proyek pembangunan tempat wisata ini.     

“Ya memang warga sempat akan menggruduk ke lokasi proyek, karena mereka merasa kena dampak, terlebih membuat sumber air bersih warga menjadi tercemar,” jelasnya.

**deny

Sedang Jaga Sawah, Petani Dibacok Orang tak Dikenal

0

JURNAL INSPIRASI – Seorang warga asal Kampung Cisasah RT 01 RW 10, Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, dibacok orang tidak dikenal saat tengah tidur di saung sawah miliknya.

Akibatnya, korban yang diketahui bernama Sanean (58) ini, mengalami luka di bagian kepala dan tangan karena terkena sabetan senjata tajam.

Peristiwa yang dialami Sanean terjadi pada Senin (8/11) malam, sekitar pukul 24.00 WIB.

BACA JUGA: Spanduk Larangan Diabaikan, Lahan Jembatan Cimande Jadi TPS

Dimana, pria baya yang berprofesi sebagai petani ini tengah tidur di saung tempat biasa dirinya tinggal. Saat sedang tidur, tiba-tiba di datangi 3 orang tak dikenal yang memakai penutup wajah.

“Nah, waktu itu para pelaku tiba-tiba langsung membacok secara membabi buta,” kata adik korban, Ani kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Ani menerangkan, penyebabnya sendiri tidak diketahui, yang pasti sejauh ini korban tidak memiliki musuh.

“Saya gak tau apa motif dari semua ini dan satau saya emang tidak memiliki musuh, makanya kaget ketika melihat kejadian seperti ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Drainase Tidak Berfungsi, Jalan Cikereteg Kembali Rusak

Dijelaskan Ani, setiap malamnya korban memang sering tidur di saung. Hal itu dilakukan korban sudah biasa karena untuk menjaga tanaman.

“Sudah biasa sih tidur di saung dan setau saya selama disan tidak pernah terjadi apa-apa, baru kali ini korban mengalami musibah,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Sukajadi Ade menyatakan saat kejadian korban masih bisa menyelamatkan diri meski dalam situasi tidak memungkinkan.

BACA JUGA: Liburan ke Goa Lalay Cukup Keluarkan Kocek 10 Ribu

“Jadi katanya saat lagi dibacok korban masih bisa melarikan diri hingga 600 meter dengan kondisi luka pada bagian telinga, leher dan tangan kiri, jarinya juga hampir putus,” tutur Ade.                   

Terpisah, Kapolsek Tamansari Iptu Kusnadi sendiri belum bisa dihubungi. Menurut penjaga SPKT, Kapolsek sedang berada di Mapolres Bogor, sedangkan Kanit Reskrim masih kosong karena mutasi.

**deny

Spanduk Larangan Diabaikan, Lahan Jembatan Cimande Jadi TPS

0

JURNAL INSPIRASI – Meski sudah ada spanduk larangan buang sumpah di sekitar Jembatan Cimande, Kecamatan Caringin, ternyata tidak membuat pelaku perusak lingkungan tersebut mengindahkan nya. Itu terlihat dengan masih banyaknya sampah yang dibungkus kantung keresek numpuk dibelakang besi pembatas Jalan Raya Sukabumi-Ciawi dan Jembatan Cimande depan Pabrik Mayora Cimande Hilir.

Gilang Pratama, warga Kecamatan Caringin mengaku prihatin dengan adanya sampah yang dibuang warga ke lahan kosong dekat Jembatan Cimande.

Menurutnya, sampah yang sengaja dibuang warga tidak bertanggungjawab ke lahan milik pemerintah, karena berada di bahu jalan itu, sangat menggangu dan terlihat jorok.

BACA JUGA: PDJT Masih Jadi Sorotan, Puluhan Dokumen Kendaraan Hilang

 “Saya rasa ini harus menjadi perhatian kita semua, terutama jajaran pemerintah baik itu desa, kecamatan, dinas terkait maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” ungkapnya kepada wartawan.

Gilang menduga, para pelaku pembuang sampah ke lahan yang bukan miliknya tersebut, bukan warga dari luar Kecamatan Caringin atau pun Kabupaten Bogor.

 “Dugaan saya masih warga Kecamatan Caringin pelaku yang membuang sampah itu,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu ada sinergitas antara jajaran pemerintah tingkat desa sampai kabupaten dalam menyelesaikan permasalahan sampah bekas rumah tangga tersebut.

BACA JUGA: 10 Ribu Warga Sukamanah Sudah Divaksin Covid-19

Difasilitasi desa dan kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, sambung Gilang, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang larangan membuang sampah berikut sanksi tegas didalam aturan nya.

 “Saya yakin kalau sudah diberikan edukasi, begitu warga akan membuang sampah sembarangan, jadi malu sendiri,” paparnya.

Selain itu, pemerintah desa juga harus ikut berperan aktif dalam memfasilitasi keluhan masyarakat terkait sampah. Adanya warga yang membuang sampah sembarangan, lantaran di wilayahnya tidak ada tempat pembuangan sampah (TPS).

BACA JUGA: Drainase Tidak Berfungsi, Jalan Cikereteg Kembali Rusak

 “Karena desa nya tidak memfasilitasi atau kurang peduli, makanya warga buang sampah rumah tangganya itu dimana saja,” tegas pemuda yang saat ini sebagai Dosen bahasa Inggris di salah satu universitas ternama.

Salah seorang perwakilan PT Tirta Fresindo Jaya, Woko merasa terganggu dengan adanya tumpukan sampah didepan pabrik nya tersebut. Padahal, pihak perusahaan sering meminta kemanan untuk memantau lokasi jembatan agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah.

 “Tapi tetap saja, ketika lengah sampah-sampah itu kembali banyak,” katanya singkat belum lama ini.

**denipratama/dedesuhendar

PDJT Masih Jadi Sorotan, Puluhan Dokumen Kendaraan Hilang

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) kembali mendapat sorotan. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat sebanyak 30 dokumen BPKB kendaraan roda empat hilang, dan tiga BPKB kendaraan roda dua hilang pada 2017 lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan bahwa hilangnya dokumen kendaraan semakin memperlihatkan kebobrokan PDJT.

“Sekarang masalahnya itu kan aset, bagaimana mereka mengelola aset itu sampai bisa hilang. Ini adalah, ketidakmampuan dalam mengelola. Bagaimana kalau mengelola aset yang lebih gede,” ucapnya.

BACA JUGA: Drainase Tidak Berfungsi, Jalan Cikereteg Kembali Rusak

Zaenul menegaskan bahwa manajemen di era PDJT tersebut harus bertanggungjawab atas hilangnya dokumen tersebut.

“Ya siapa yang menghilangkan dia yang bertanggung jawab. Hilangnya ketika dipimpin oleh siapa. Kemana hilangnya, apakah digadaikan, atau bagaimana. Kita nggak tahu,” imbuhnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar mengatakan, kejadian tersebut menjadi salah satu PR penting, terutama mengenai aset. Sehingga harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Karena kepemilikan aset ini tanpa dokumen resmi ini menjadi problem. Tidak ada kekuatan hukum yang membuktikan bahwa BUMD memiliki kepemilikan yang sah terhadap aset itu. Jadi kalau sampai hilang BPKB, ini menjadi persoalan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, kata Karnain, manajemen PDJT harus bertanggung jawab terhadap pengembaliam status administratif dari kendaraan tersebut. “Dokumen administrasi dari aset ini harus dipertanggungjawabkan pada keuangan perusahaan daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tokoh Masyarakat Kritisi Pemekaran Bogor Barat yang Lamban

Karnain mensinyalir, hilangnya dokumen kendaraan bermotor itu lantaran adanya miss manajemen akibat kelemahan fungsi kontrol internal dan evaluasi. Sehingga mesti ada perbaikan fungsi manajemen.

Saat disinggung mengenai langlah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor yang tengah menggarap pengelolaan keuangan PDJT. Karnain menyatakan, apabila aparat penegak hukum sudah melakukan intervensi, berarti telah ada progres yang lebih jauh.

“Harusnya sebelum sampai kepada kejaksaan, Inspektorat ini memang betul-betul melakukan fungsi pengawasan yang lebih ketat.

BACA JUGA: Liburan ke Goa Lalay Cukup Keluarkan Kocek 10 Ribu

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa saat ini Pemkot Bogor sedang melakukan pembenahan manajemen. “Permasalahan itu terungkap karena proses pembenahan. Kalau tidak ada pembenahan tidak ada kemajuan,” ucapnya.

Menurut dia, dokumen BPKB yang hilang tentunya bisa kembali ditimbulkan setelah diproses kehilangannya.

“Pertanggungjawaban sudah barang tentu ada dgn kondisi situasi pandemi yang berkepanjangan dan beban masa lalu yang cukup kompleks,” katanya.

**fredykristianto

Drainase Tidak Berfungsi, Jalan Cikereteg Kembali Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Meski sudah dilakukan perbaikan oleh pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan kelas A wilayah III, namun kondisi Jalan Cikereteg kembali rusak. Rusaknya jalan alternatif dari Desa Ciderum, Kecamatan Caringin menuju wilayah Ciawi tersebut, menjadi salah satu penyebab kemacetan arus lalulintas hingga ke Jalan Raya Sukabumi-Ciawi.

Rahmat, pengojek yang setiap hari mangkal di Pasar Cikereteg mengatakan, usia jalan ini setelah dilakukan perbaikan oleh pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tidak tahan lama.

“Baru beberapa bulan diperbaiki, aspal jalan ini sudah kembali rusak,” ungkapnya kepada wartawan.

Baca Juga: Liburan ke Goa Lalay Cukup Keluarkan Kocek 10 Ribu

Menurut Rahmat, sering rusaknya kondisi Jalan Cikereteg terutama didepan masjid, karena keberadaan drainse yang diduga tidak berfungsi.

“Kalau drainse jalan berfungsi, saya rasa tidak mungkin jalan ini cepat rusak,” ujarnya.

Rahmat menilai, perbaikan jalan yang dilakukan pegawai DPUPR dengan melakukan penambalan, dinilai percuma apabila drainase nya tidak diperbaiki.

“Yang ada seperti sekarang, aspal bekas tambalan malah berserakan. Dan jalan pun rusak kembali dengan kondisi berlubang,” paparnya.

Bsca Juga: Tokoh Masyarakat Kritisi Pemekaran Bogor Barat yang Lamban

Tokoh masyarakat Kampung Cikereteg, Desa Ciderum, Cece S membenarkan kondisi drainase yang menjadi faktor kerusakan jalan. Yang mana, saat dilakukan perbaikan oleh pihak ketiga atau pemborong beberapa tahun lalu, kondisi drainase tidak diperbaiki secara maksimal.

“Harusnya air drainase ini mengalir ke Kali Cikereteg, tapi malah ke jalan,” katanya.

Cece minta agar DPUPR segera melakukan perbaikan drainase di sepanjang Jalan Cikereteg sampai jembatan di wilayah Kampung Anyar Desa Ciderum.

Baca Juga: Turki Angel Kampiun Turnamen Sepakbola Wanita Antar RW Cigudeg

“Fungsikan lagi drainase jalan, saya yakin kondisi jalan tidak akan cepat rusak,” imbuhnya.

Dari pantauan, disepanjang jalan menuju kawasan wisata alam Gunung Gede Pangrango Desa Pancawati, keberadaan drainase jalan sudah beralih fungsi. Sebab, mulai dari persimpangan Cikereteg hingga melewati pasar tradisional milik Perumda Tohaga Kabupaten Bogor, banyak dijadikan lapak para pedagang kaki lima (PKL).

**denipratama/dedesuhendar

10 Ribu Warga Sukamanah Sudah Divaksin Covid-19

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 10 ribu warga Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor telah mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan kedua jenis Sinovac. Hal tersebut diungkapkan Hadi Sutardi, Kepala Desa Sukamanah, Selasa (9/11 ).

“Jumlah sasaran vaksinasi kurang lebih mencapai  11 000 orang. Yang belum vaksin kita targetkan di bulan Desember ini harus selesai,” katanya.

BACA JUGA: Liburan ke Goa Lalay Cukup Keluarkan Kocek 10 Ribu

Menurut Kades, pihaknya telah menyiapkan strategi agar target tersebut bisa terealisasi. Salah satunya adalah dengan door to door atau mengunjungi dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh tim vaksinasi desa.

Hadi, menjelaskan pihaknya masih berupaya untuk melakukan penyisiran vaksinasi ke masyarakat. “Kita kerahkan untuk semua tenaga kesehatan baik  dari tim Puskesmas maupun tim desa untuk melakukan penyisiran untuk melakukan  upaya jemput bola ke masyarakat. Sehingga semua masyarakat  Desa Sukamanah bisa dilakukan vaksinasi baik dosis 1 maupun dosis 2,” katanya.

BACA JUGA: Tokoh Masyarakat Kritisi Pemekaran Bogor Barat yang Lamban

Masih menurut Hadi, di wilayah Desa Sukamanah ada kompleks perumahan Angkatan Laut dan warganya sudah  divaksin 100 %. “Kami berupaya akhir Desember ini  seluruh warga Desa Sukamanah  sudah divaksin semua,” tutupnya. Nay / Ramses

Liburan ke Goa Lalay Cukup Keluarkan Kocek 10 Ribu

0

JURNAL INSPIRASI – Goa Lalay termasuk salah satu destinasi wisata yang berada di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Goa ini mulai menjadi incaran pengunjung untuk mengisi waktu luang di hari libur. Goa yang memiliki kedalaman sekitar 100 meter dan memiliki beberapa ruang lebar 5 hingga 10 meter tersebut jadi incaran pengunjung untuk spot foto atau menguji adrenalin.

Goa Lalay Klapanunggal terbentuk secara alami, sama seperti goa kapur lainnya. Pengunjung yang ingin ke Goa Lalay harus menggunakan perahu karet karena jalur masuk tergenang air dengan kedalaman sekitar 2 meter.

Heru Hermawan, koordinator lapangan mangatakan, saat ini Goa Lalay Klapanunggal belum sepenuhnya dibuka karena masih dalam tahap konstruksi. Pengelola ingin merapikan dan sempat juga ditutup 4 bulan karena pandemi.

BACA JUGA: Tokoh Masyarakat Kritisi Pemekaran Bogor Barat yang Lamban

“Kolam renang, tempat spot foto pun sedang dalam proses pembuatan. Tutup total selama 4 bulan kemarin karena pandemi, dan sekarang sudah mulai normal. Jadi kita buka kembali, ya walaupun pengunjung tidak seramai dulu sebelum pandemic,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Senin (08/11).

Lanjut Heru, harga tiket pun murah dan sudah ada asuransi juga untuk pengunjung wisata. Harga tiket masuk 10 ribu per orang sudah termasuk asuransi, motor 5 ribu, dan mobil 15 ribu.

BACA JUGA: Turki Angel Kampiun Turnamen Sepakbola Wanita Antar RW Cigudeg

“Ramainya pengunjung hanya hari weekend, karena sekarang masih new normal ya perkiraan pengunjung 100-an bahkan kalau tidak hujan bisa lebih. Yang datang kebanyakan dari luar Bogor, seperti Depok, Bekasi, dan Jakarta,” pungkasnya.

**nay/wisnu