25.7 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1033

Aplikasi Solid Milik Dinsos Kota Bogor Masuk 45 Top Inovasi Jabar

0

JURNAL INSPIRASI – Aplikasi Sosial Integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Solid) milik Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor masuk dalam 45 Top Inovasi Jawa Barat (Jabar), yang kini tengah dilombakan.

Kepada wartawan, Kepala Seksi Data dan Informasi Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial pada Dinsos, Rully Hasanul Basri mengatakan bahwa pihaknya saat ini hanya tinggal menunggu observasi lapangan dari Provinsi Jabar terutama untuk data-data yang ada di aplikasi Solid.

“Kalau misalnya memang tidak masuk ke tahap selanjutnya tidak apa, tapi Alhamdulillah pak wali kota sudah memegang piagam top inovasi 45,” ujarnya, Kamis (11/11).

BACA JUGA: Ratusan Nakes Wisma Atlet Turun ke Kabupaten Bogor

Menurut Rully, aplikasi Solid ini merupakan yang pertama masuk dalam top inovasi. “Solid ini baru dibangun di tahun 2021, mangkanya kita langsung mengajukan permohonan untuk di lombakan,” katanya.

Menurut dia, saat ini dalam aplikasi Solid terdapat banyak fitur baru yang ditambahkan.

“Penggunaan aplikasi solid ini keuntungannya banyak sekali. Terutama fungsinya untuk memudahkan para KPM dalam memperoleh bantuan bantuan sosial seperti program keluarga harapan, program BPNT, atau sembako, kemudian program kartu Indonesia sehat, dan KIP (Karena Indonesia Pintar),” jelasnya.

BACA JUGA: Belum Ada Traffic Light, Persimpangan Bomang Ditutup

Dalam aplikasi Solid, kata dia, masyarakat dapat mengakses untuk mengetahui, apakah mereka masuk ke dalam penerima bantuan sosial. “Sekaligus menertibkan penerima bantuan yang tidak layak menerima,” pungkasnya.

**fredykristianto

Syarikat Islam Prioritaskan Kebangkitan Ekonomi Rakyat

0

JURNAL INSPIRASI – Dewan Pimpinan Cabang Syarikat Islam Kota Bogor masa jihad 2018 – 2023 resmi dilantik oleh Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Kamis (11/11).

Salah satu yang menjadi prioritas kepengurusan DPC SI Kota Bogor membangkitkan ekonomi rakyat khususnya sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Umum PP/LT SI Hamdan Zoelva usai melantik dalam sambutannya mengawali dengan mengucapkan selamat kepada DPC SI Kota Bogor baru dilantik yang diresmikan masa jihadnya. Hamdan pun berharap jajaran pengurus dapat menyukseskan program-program organisasi di SI adalah sejalan dengan perbaikan umat, bangsa dan negara.

BACA JUGA: Belum Ada Traffic Light, Persimpangan Bomang Ditutup

Sementara Ketua DPW SI Jawa Barat Nandang Koswara yang hadir dalam pelantikan menyampaikan pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPC SI Kota Bogor yang dilihat memiliki banyak tokoh-tokoh dalam kepengurusannya. “Jadi mudah-mudahan ini menjadi president baik kedepan bahwa Kota Bogor adalah kota yang berbasis perjuangan jihad fisabilillah,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Dedie A Rachim selaku Ketua Dewan Cabang SI Kota Bogor mengatakan sesuai pesan Ketua Umum SI Hamdan Zoelva bahwa umat akan maju berkembang apabila bisa menguasai ekonomi. “Jadi pesan beliau itu inginnya umat itu berekonomi dulu, memperkuat diri maka dengan demikian ibadahnya akan semakin kuat dan semakin mempersatukan,” ungkapnya.

Dedie melanjutkan dalam kepengurusan DPC SI Kota Bogor saat ini berkolaborasi dengan Perumda Pasar Pakuan Jaya dan tokoh-tokoh masyarakat, yang mana memiliki keinginan membangkitkan ekonomi di Kota Bogor, salah satunya di lingkungan pasar.

BACA JUGA: Ratusan Nakes Wisma Atlet Diturunkan ke Kabupaten Bogor

“Kita ingin mengangkat marwah para pedagang yang belum masuk ke pasar bisa masuk ke pasar. Ini salah satu prioritas kita bagaimana membuat pasar lebih hidup, mengembalikan pasar menjadi salah satu tulang punggung pergerakan pemulihan ekonomi di Kota Bogor,” tandasnya.

Dilokasi yang sama, Ketua DPC SI Kota Bogor Subhan Murtadla mengatakan bahwa peran SI Kota Bogor menjadi satu program prioritas bersama-sama dengan Pemkot Bogor dan elemen yang lain untuk pemulihan ekonomi terutama di sektor UMKM.

“Alhamdulillah juga komposisi di kepengurusan banyak temen-teman yang kita istilahkan para saudagar, pengusaha, pedagang, ada juga yang memimpim beberapa BUMD dan swasta, ini menunjukan bahwa kita ada kefokusan dalam dakwah ekonomi dan ini sesuai arahan Ketua Umum Hamdan Zoelva,” ucapnya.

**fredykristianto

Belum Ada Traffic Light, Persimpangan Bomang Ditutup

0

JURNAL INSPIRASI – Persimpangan Bomang yang belum memiliki traffic light dan kerap menimbulkan kemacetan parah akhirnya ditutup. Di persimpangan ini tidak jarang kemacetan parah terjadi serta dikeluhkan pengguna jalan dan warga sekitar.

Akibatnya setelah  Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan rapat koordinasi, pada Kamis (11/11) siang untuk sementara jalan Bomang ditutup untuk kendaraan roda empat agar tidak terjadi kemacetan parah, karena jalan yang belum selesai sudah digunakan.

Camat Kemang Edi Suwito mengatakan adanya penutupan ini dilakukan setelah adanya rapat koordinasi antartiga kecamatan yaitu, Kecamatan Kemang, Tajurhalang dan Kecamatan Bojonggede, dan semua dinas terkait yang dipimpin oleh Wakil Bupati Iwan Setiawan beberapa hari lalu.

BACA JUGA: Ratusan Nakes Wisma Atlet Diturunkan ke Kabupaten Bogor

“Hari ini penutupan jalan Bomang di pintu masuk yang ada di Desa Jampang, adalah bagian dari tindak lanjut rapat koordinasi yang dipimpin bapak Wakil Bupati Bogor,” ujar Camat di lokasi

Masih kata Edi, penutupan itu dilakukan selain sebagian upaya guna meminimalisir kemacetan yang sering terjadi di simpang Jampang Bomang, juga untuk membantu kelancaran proyek pekerjaan lanjutan di jalan tersebut.

“Karena jalan ini memang belum secara resmi digunakan dan saat ini sedang ada lanjutan pekerjaan proyek Pemkab Bogor sekaligus untuk kelancaran lalu lintas,” imbuhnya.

BACA JUGA: Penanganan Banjir, Ini Kata Achmad Fathoni

Edi Suwito menambahkan, pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Dishub dan DPUPR terkait adanya penutupan jalan Bomang, bahwa rencananya pada tahun 2022 akan ada pemasangan traffic light atau lampu pengatur lalu lintas di simpang jalan Jampang Bomang.

Di lokasi yang sama Kepala Desa Jampang Wawan Hermawan mengaku dirinya telah ikut rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Bogor dan saat ini mendampingi Camat Kemang meninjau lokasi jalan Bomang yang ditutup tersebut.

“Ya ini juga bagian solusi kemacetan yang terjadi selama ini. Karena banyak keluhan warga kepada kami Pemerintah Desa. Hal itu juga saya sudah sampaikan langsung ke Bapak Wakil Bupati saat rapat koordinasi,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Ratusan Nakes Wisma Atlet Turun ke Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat diterjunkan ke wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 300 nakes itu didatangkan ke 40 kecamatan untuk membantu percepatan vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Bogor.

Salah satu nakes yang ada di wilayah Kecamatan Kemang, Diva mengatakan, nakes yang  turun di 40 kecamatan, setiap kecamatannya berjumlah 7 nakes yang berprofesi sebagai perawat.

“Setiap kecamatan diterjunkan 7 nakes. Disini warga sangat antusias sekali untuk mengikuti vaksin, sehari bisa 500 warga yang tervaksin, kami juga dibantu oleh TNI, Polri, dan Puskesmas,” ujar Diva kepada wartawan, Kamis (11/11).

BACA JUGA: Penanganan Banjir, Ini Kata Achmad Fathoni

Lebih lanjut kata Diva, meksipun  mengalami  kendala seperti stigma masyarakat yang tidak mau vaksin, namun  setelah disampaikan dan diedukasi tentang vaksin itu sehat, baru masyarakat mau untuk divaksin. Bahkan diluar dugaan banyak lansia-lansia yang antusias untuk divaksin.

“Saya sangat terharu bercampur bangga. Banyak lansia yang hadir untuk ikut vaksin. Bahkan ada beberapa lansia yang menggunakan alat bantu seperti tongkat datang untuk divaksin,” kata Diva.

Lebih lanjut kata Diva, untuk kegiatan vaksinasi itu ada yang dilaksanakan di satu sentral, dan juga ada yang dilaksanakan secara door to door dengan dibantu pihak TNI, Polri serta Satpol PP dan Limas yang memberitahukan kepada warga. “Tugas kami 14 hari dan akan berakhir di tanggal 18 November 202,” katanya.

BACA JUGA: Tirto Adhi, Jurnalis Kritis Pembela Rakyat

Petugas nakes dari Wisma Atlet berharap kedatangannya di Kecamatan Kemang ini bisa bermanfaat dan bisa membantu percepatan vaksinasi di Kemang dan umumnya Kabuapten Bogor. “Sekali lagi kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran selama kami bertugas di Kemang,” pungkasnya.

**cepikurniawan

Damkar dan Warga Evakuasi Pohon Tumbang Menimpa Warung

0

JURNAL INSPIRASI – Warga dan perwakilan pihak Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor dibantu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Ciawi, mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa warung kelontong dan Poskamling di Kampung Seuseupan.

Evakuasi pohon yang tumbang saat hujan lebat disertai angin di wilayah Ciawi beberapa hari lalu itu, baru dilakukan setelah pemilik warung meminta bantuan ke Damkar.

Kepala Damkar Sektor Ciawi, Nendri mengatakan, kejadian tumbangnya pohon besar jenis keras ini, satu minggu lalu tepatnya saat hujan lebat disertai angin.

BACA JUGA: Dana Desa di Desa Hambaro Untuk Pemulihan Ekonomi

 “Untuk waktunya saya lupa. Yang jelas saat hujan lebat disertai angin kencang saja. Soalnya diwaktu bersamaan tembok pagar Balitnak Ciawi juga terkena longsor karena terbawa air,” ungkapnya kepada wartawan.

Nendri mengungkapkan, evakuasi baru bisa dilakukan setelah pemilik warung meminta bantuan bersama jajaran pemerintah desa.

Untuk proses evakuasi, hampir satu regu petugas Damkar diturunkan. Sebab, evakuasi pohon yang diameter besar, membutuhkan tenaga banyak agar cepat selesai.

 “Alhamdulillah nya banyak warga juga yang membantu. Dengan alat seadanya akhirnya evakuasi bisa diselesaikan dengan cepat,” jelasnya.

BACA JUGA: Wanhay: Konsultan Pengawas Proyek UGB Banyak Bobo

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Banjarwaru, Nana menjelaskan, saat kejadian sempat membuat arus lalulintas macet. Karena, tumbangnya pohon ini sampai menghalangi jalan.

 “Kejadiannya sore, saat hujan lebat. Waktu kejadian, warga dengan alat seadanya langsung melakukan evakuasi agar lalulintas tidak macet,” ujarnya.

Beruntung saat kejadian, tidak ada korban jiwa. Pemilik warung, saat itu sedang tidak ada di tempat.

 “Sekarang baru kita sama-sama dengan warga dan petugas Damkar melakukan evakuasi. Kasihan pemilik warung, tidak bisa jualan kalau pohon ini belum dievakuasi,” tukas Sekdes Banjarwaru tersebut.

Dede Suhendar

Dana Desa di Desa Hambaro Untuk Pemulihan Ekonomi

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor telah menyalurkan dana desa tahap tiga untuk menopang pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

Sekretaris Desa Hambaro Taufik Hidayatullah mengatakan, dana desa tahap ketiga di desanya diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat ataupun bantuan langsung tunai (BLT).

“Dana desa tahap ketiga, kita sesuai arahan surat edaran dari Kementerian Desa yang memang pada tahun ini  pembangunan ekonomi ataupun untuk BLT Dana Desa,” ungkapnya.

BACA JUGA: Wanhay: Konsultan Pengawas Proyek UGB Banyak Bobo

Taufik menjelaskan, sebanyak 110 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kriteria penerima dengan penderita penyakit kronis ataupun yang terdampak PHK dari pekerjaan. “Yang mana untuk BLT Dana Desa ini  untuk bulan November 2021, penerima manfaat mendapatkan Rp.300.000,” jelas Taufik di ruang kerjaya, Kamis (11/11).

Sementara, untuk pembangunan, salah satunya berada di wilayah Kampung liud RW 05 dengan pekerjaan tembok penahan tanah (TPT) yang berada di jalan lingkungan. “Salah satunya penanganan bencana alam yang mana pertengahan tahun 2020 terjadi bencana, untuk antisipasi terjadinya longsor tambah lebar, maka dari itu kita bangun TPT,” imbuhnya.

BACA JUGA: Akibat Cuaca Ekstrem, Pemdes Sadengkolot Perbaiki Jalan Rusak

Ia berharap bantuan ppemerintah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Mudahan-mudahan dengan adanya bantuan dari pemerintah itu bisa bermanfaat bagi penerima,” pungkasnya.

**andres

Wanhay: Konsultan Pengawas Proyek UGB Banyak Bobo

0

JURNAL INSPIRASI – Poyek pembangunan unit gedung baru (UGB) SMPN 3 Megamendung yang dipastikan tidak selesai tepat waktu dalam pengerjaannya, membuat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi angkat bicara.

Wawan Hikal Kurdi

Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) 3 itu pun menegaskan, keterlambatan pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan konsultan.

Politisi yang sudah lama duduk di Gedung Parlemen Kabupaten Bogor itu tidak mau menerima apapun dalih penyebab keterlambatan proyek tersebut. “Simpel saja, konsultan pengawasnya kebanyakan bobo (tidur, red),” kata dewan yang akrab disapa Wanhay.

Wanhay berharap agar pelaksana proyek Disdik, segera mengejar keterlambatan progres pembangunan UGB di SMPN 3 Megamendung tersebut agar bisa diselesaikan di tahun ini.

BACA JUGA: Akibat Cuaca Ekstrem, Pemdes Sadengkolot Perbaiki Jalan Rusak

 “Tinggal kembali lagi ke konsultan pengawas nya, mau kerja apa tidak,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor tersebut.

Sebelumnya, Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, Rameni mengakui adanya deviasi pekerjaan minus dalam pekerjaan UGB SMPN 3 Megamendung yang disebabkan oleh sejumlah faktor. Seperti cuaca hujan, jumlah pekerja minimalis, suplai material bahan bangunan tidak lancar, dan yang paling krusial adalah kondisi lahan berair.

 “Disdik Kabupaten Bogor memberikan sejumlah catatan pada pihak ketiga agar pekerjaan pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung bisa rampung tepat waktu,” kata Rameni saat sidak pembangunan UGB SMPN 3 Megamendung, pekan kemarin.

BACA JUGA: Tidak Ada Lapang, Sekolah Minta Penghapusan Aset Gedung Perpustakaan

CV Ratu Zalva selaku penyedia jasa, lanjut dia, harus melakukan mitigasi pekerjaan agar kendala dapat diminimalisir, serta menambah jumlah tenaga kerja.

 “Jadi pemborong dan pengawas harus pintar menyiasati waktu dengan kondisi alam saat ini. Saya juga akan meminta laporan berkala progres pekerjaan tiap minggu,” tukasnya.

**denipratama/dedesuhendar

Akibat Cuaca Ekstrem, Pemdes Sadengkolot Perbaiki Jalan Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Hujan yang sering turun belakangan ini berdampak terhadap pembangunan jalan desa di Pagelaran- Sukarakyat Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman mengaku, kondisi jalan yang dibangun menggunakan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) kini mengalami kerusakan.

“Kami gerak cepat melakukan perbaikan Jalan yang sudah rusak itu,” ujar Sudiman kepada Jurnal Bogor, Kamis (11/11).

Jalur penghubung  di Kampung Pagelaran- Sukarakyat yang dibangun sepanjang 806 meter dan lebar 3.

BACA JUGA: Setu Gunung Putri Bisa Dijadikan Wisata Alternatif

Namun kerusakan di beberapa titik betonisasi jalan, salah satu penyebabnya adalah seringnya hujan.

Menurutnya, jalan itu belum waktunya digunakan dan tanpa sepengetahuan Pemerintah Desa jalan itu sudah dilalui masyarakat hingga jalan masuk dipasang kayu penghalang.

“Nenurut aturan,  kalau belum 21 hari bangunan jalan  itu belum bisa digunakan karena belum mengeras,” papar Sudiman.

Hanya saja kata dia, tanpa sepegetahuan pemotor melintas dijalur itu dan terkadang warga tengah malam membuka pagar penghalang jalan. “Sudah berkali kali diingatkan tetapi kenyataannya  ketika keadaan sepi masyarakat memaksa melintas dijalur itu,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tamamul Fikri Terpilih Aklamasi Ketua KNPI Leuwisadeng

Pemerintah Desa termasuk tim pengawasan Samisade kata dia,  telah menyampaikan, baik kepada RT maupun RW setempat mewanti wanti jangan dulu digunakan karena keadaannya belum mengeras.

Sedangkan perbaikan jalan adalah upaya inisiatif karena kerusakannya tidak semua hanya di beberapa titik saja.

Sementara pelaksana kegiatan pembangunan Jalan Pagelaran – Sukarakyat Lahudin mengaku kewalahan menjelaskan ke masyarakat hingga tak sedikit diharuskan memutar balik kendaraan motornya.

“Meski akses vital, tetapi masyarkat belum bisa melintasi jalur tersebut karena masih dalam perbaikan,” tukasnya.

**aripekon

Aksi Sosial PMI Caringin, Dua Hari Targetkan Ratusan Kantung Darah

0

JURNAL INSPIRASI – Ratusan kantong darah dipastikan diperoleh dari para pendonor saat pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melakukan aksi donor darah selama dua hari di Gelanggang Olahraga (GOR) Caringin.

Sekretaris PMI Kecamatan Caringin, Mimin Suminar mengatakan, kegiatan donor darah ini merupakan aksi sosial para pengurus PMI bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Caringin.

 “Kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Pahlawan dan HUT Korpri,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat melakukan aksi donor darah, Kamis (11/11).

BACA JUGA: Setu Gunung Putri Bisa Dijadikan Wisata Alternatif

Mimin mengungkapkan, pada hari pertama kegiatan, jumlah pendonor yang mendaftar mencapai 145 orang. Namun, setelah dilakukan pengecekan kesehatan oleh petugas, banyak pendonor yang tidak bisa ikut mendonorkan darahnya dengan berbagai kendala, terutama dari kesehatan.

 “Hari pertama 80 kantung darah yang kami dapat. Berarti dari ratusan yang daftar, hanya 80 orang saja lolos pengecekan kesehatan dan bisa diambil darahnya,” jelasnya.

Aksi donor darah ini, kata Mimin, terbuka untuk semua kalangan. Bahkan, sebelum pelaksanaan kegiatan, panitia sudah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada para kepala desa, TNI dan Polri, pihak perusahaan serta unsur lainnya.

BACA JUGA: Tidak Ada Lapang, Sekolah Minta Penghapusan Aset Gedung Perpustakaan

 “Tidak hanya melalui lisan, kami juga mensosialisasikan kegiatan ini dengan memberikan surat pemberitahuan terutama kepada pihak perusahaan,” paparnya.

Perempuan berhijab yang menjabat kepala seksi di Kecamatan Caringin tersebut mengaku optimis, kegiatan sosial yang dilaksanakan nya bersama para pengurus PMI Kecamatan ini, bisa  mencapai target jumlah darah yang didonorkan.

 “Target kami sehari sebanyak 60 kantung darah. Kalau lihat hasil yang hari pertama, kami optimis mendapatkan lebih dari 120 kantong darah di kegiatan ini,” ujar Mimin didampingi pengurus PMI Kecamatan Caringin lainnya.

BACA JUGA: Sunda Akur Dukung Pemindahan Kantor Kecamatan Tanjungsari

Di hari kedua kegiatan, belum terlalu banyak warga atau pendonor yang datang ke GOR untuk mendonorkan darahnya. Namun, terlihat ada beberapa pendonor yang sedang diambil darahnya oleh petugas.

 “Hari ini baru 9 orang yang sudah donor,” ujar Ibu Apong, salah seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Caringin yang juga ikut sebagai pengurus PMI.

Apong menyakini masih banyak lagi warga yang datang untuk mendonorkan darahnya. Terlebih, sesuai dengan jadual waktu kegiatan hingga pukul 14.00 WIB untuk pendaftaran, target 60 kantong bisa didapat.

 “Sekarang saja baru pukul 10.15 WIB. Waktunya masih lama. Dan kalau untuk pengambilan darah, sampai selesai,” tukasnya.

**denipratama/dedesuhendar

Setu Gunung Putri Bisa Dijadikan Wisata Alternatif

0

JURNAL INSPIRASI – Buat yang gemar mancing, Anda dapat mengunjungi Setu Gunung Putri yang luasnya mencapai ± 9 hektar dan bisa dijadikan tempat wisata alternatif.

Setu yang terletak di sebelah pintu Tol Gunung Putri ini berada di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Salah satu pemancing, Andi mengatakan, Setu Gunung Putri selain tempatnya yang sejuk dan banyak ikannya, setu ini bisa dijadikan tempat untuk menghilangkan penat disela sela kesibukan kerja.

BACA JUGA: Tidak Ada Lapang, Sekolah Minta Penghapusan Aset Gedung Perpustakaan

“Hari ini saya libur kerja, makanya saya mancing disini, tempatnya enak, sejuk dan adem. Bisa dijadikan alternatif wisata,” katanya kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/11/21).

Menurut Andi, Setu Gunung Putri memang wisata alternatif, karena gratis dan tempatnya yang dekat dengan jalan raya.

“Iya itu salah satunya karena ini gratis, makanya saya kesini, bahkan hampir setiap hari pulang kerja saya mancing disini, karena saya juga hobi mancing, dan saya harap semoga pemerintah desa bisa menata lebih rapi lagi agar lebih indah lagi setu ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Tamamul Fikri Terpilih Aklamasi Ketua KNPI Leuwisadeng

Terpisah, pedagang kaki lima Ria mengatakan, Setu Gunung Putri ini memang indah terlebih dengan suasananya yang sejuk dengan banyak pepohonan dan tempatnya yang nyaman.

“Banyak pemancing dari berbagai kalangan pada mancing disini, bahkan dari luar Gunung Putri pun ada, karena memang tempatnya yang sejuk dan ada pepohonan yang rindang,” pungkasnya.

**wisnu