25.7 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1028

Para Kades di Cibungbulang Keluhkan Beban Vaksinasi Saat Reses Anggota Dewan

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah kepala desa mengeluhkan program vaksinasi saat reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil V di aula kantor Kecamatan Cibungbulang. Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia  (Apdesi) Kecamatan Cibungbulang Subhan meminta penjelasan perihal surat edaran yang dikeluarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor (Sekda) soal percepatan vaksinasi Covid-19.

“Terus terang ini menjadi beban kepala desa seperti program vaksinasi dan yang lainnya itu difasilitasi Dinas Kesehatan. Namun untuk akomodasi dan sebagainya menjadi beban kepala desa,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

“Kami  mempertanyakan kejelasan dari surat edaran tersebut jelas atau tidak payung hukumnya untuk melakukan refocusing dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes),” jelasnya.

BACA JUGA: Baru Tersentuh Pembangunan, Cigudeg Gunakan Samisade Bangun Jalan di Pelosok Kampung

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor M. Romli menjelaskan, sebetulnya kegiatan vaksinasi itu sudah ada regulasinya. Namun jangan sampai ini menjadi beban para kepala desa, tentunya kedepannya pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait agar tidak menjadi dilema para kepala desa.

“Nanti akan kita sampaikan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sampai hari ini kita tidak memiliki data dan jangan sampai ini menjadi beban para kepala desa. Kasian kan mereka,” ujarnya.

Wakil rakyat mengungkapkan, kegiatan vaksinasi sejauh ini juga dilakukan beberapa instansi dengan kegiatan percepatan vaksinasi. Masalahnya, Kabupaten Bogor tahun ini memiliki beban defisit anggaran.

BACA JUGA: Musrenbangdes, Desa Leuwinutug Pamerkan Hasil UMKM

“Mengingat kegiatan vaksinasi menjadi ekskresi perpaduan data antar pemerintah daerah, TNI dan Polri, sehingga datanya langsung ke pusat. Kegiatan vaksinasi tahap dosis pertama Kabupaten Bogor sudah masuk 3 juta dosis yang tervaksinkan. Tentunya kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan berapa persen data yang mereka punya terkait vaksinasi tersebut,” tukasnya.

**aripekon

Gelar Reses Masa Sidang I, Anggota DPRD Dapil II Jaring Aspirasi Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari dapil II mengelar reses masa sidang I tahun sidang 2021/2022 untuk menjaring aspirasi masyarakat, Selasa ( 16/11).

Mochamad Hanafi dari Fraksi Demokrat selaku ketua tim rombongan dalam sambutannya mengatakan, reses ini juga selain menyerap aspirasi masyarakat juga sebagai ajang silaturahmi.

“Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada anggota dewan biasanya adalah terkait usulan pembangunan di wilayah dapil II. Setelah disampaikan aspirasi tersebut akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten nantinya,” kata Hanafi.

BACA JUGA: Baru Tersentuh Pembangunan, Cigudeg Gunakan Samisade Bangun Jalan di Pelosok Kampung

Disebutkannya, dalam setahun anggota dewan melaksanakan reses tergantung masa sidang, namun biasanya dalam setahun tiga kali dilaksanakan. Menurutnya masa reses merupakan masa penting yang sejatinya secara fungsional sebagai media menjaring aspirasi masyarakat.

“Reses ini merupakan kewajiban bagi anggota DPRD. Setiap tiga bulan, anggota dewan turun ke masyarakat untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian disalurkan,” jelasnya.

Ia menjabarkan, dari suara-suara masyarakat yang berhasil dihimpun melalui reses tersebut akan direkap dan dibuat laporan kemudian diteruskan kepada pimpinan di dewan. “Selanjutnya kita akan teruskan ke Bupati Bogor,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemerintah Desa Sukamanah Kembali Gelar Vaksinasi Covid -19

Hanafi berharap apa yang menjadi usulan masing-masing desa dapat disampaikan kembali kepada masing masing kepala desa, kemudian dibahas pada musrenbang tingkat desa hingga kecamatan dan  tingkat kabupaten.

“Insya Allah, semua usulan ini akan kami kawal dan mudah mudahan bisa terakomodir semuanya,” tutupnya.

Reses  di Kecamatan Cariu dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor dari dapil II yaitu Mochamad Hanafi dari Fraksi Demokrat, Muad Khalim (Fraksi PDI Perjuangan); Beben Suhendar, Ansori, Suwardi (Fraksi Gerindra); Selamat, Achmad Fathoni (Fraksi PKS); Juanta Fraksi PPP dan Amin  Sugandi dari Fraksi Golkar.

**nay/ramses

Baru Tersentuh Pembangunan, Cigudeg Gunakan Samisade Bangun Jalan di Pelosok Kampung

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, secara serentak menggelar Launching Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di tiga titik kegiatan pembangunan. Upaya ini mengingat tahun 2022 sudah dekat.

“Tanpa mengurangi kualitas bangunan, ditargetkan proses pengerjaan bisa selesai sebelum akhir tahun,” ujar Kepala Desa Cigudeg Andi Supriadi kepada awak media, Selasa (16/11).

Dijelaskannya, saat ini Pemerintah Desa Cigudeg mendapat kucuran dana dari program Samisade tahap pertama sebesar 40 persen. Pamanfaatan anggaran tersebut membangun insfrastruktur jalan di Kampung Baru Tujuh RW 22, Ciahok dan Kampung Citeureup di wilayah RW 16.

BACA JUGA: Musrenbangdes, Desa Leuwinutug Pamerkan Hasil UMKM

“Lima belas hari kerja diharapkan selama berjalannya pembangunan selesai tepat waktu,” harap Kades.

Andi Bram sapaan akrabnya menyebutkan, kondisi jalan sudah cukup lama tak tersentuh pembangunan sehingga hadirnya Samisade dari Bupati Bogor, pembangunan infrastruktur di wilayah Cigudeg bisa dilakukan dan menjadi prioritas.

“Selama ini jalan tak ada  perbaikan, keluhan pun sering dirasakan masyarakat  karena jalannya tidak bagus. Mudah-mudahan setelah di hotmix warga bisa menikmatinya,” tandasnya.

Maka itu, kata Bram,  pengerjaan jalan itu menjadi agenda utama lantaran keadaan jalan itu cukup vital yang biasa dilalui warga.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Dipertanyakan Kepada Dewan Dapil Selatan

Sementara ada sekitar 700 kepala keluarga yang berada di pelosok kampung yang mayoritas sebagai bertani palawija seperti kacang dan sayur mayor sehingga nantinya mereka bisa menikmati pembangunan jalan dari program Samisade.

“Akses jalan yang memadai tentu sebagai penunjang  jalannya roda perekonomian masyarakat disini,” jelasnya.

Sementara itu Camat Cigudeg Pardi mengungkapkan, Samisade merupakan program unggulan yang pertama di Kabupaten Bogor. Diharapkan masyarakat bisa manfaatkan  pembangunan insfrastruktur jalan dengan sebaik-baiknya.

Keberadaan jalan yang menghubungkan 3 kampung terlihat sangat strategis sehingga menjadi sarana untuk memperlancar mobilisasi hasil panen masyarakat. “Oleh sebab itu ketika selesai dibangun, terpenting perhatikan pemeriharaannya agar kualitas aspal itu bisa bertahan lama, maka saluran airnya harus dijaga juga,” tandasnya.

**ekon/andres

Pemerintah Desa Sukamanah Kembali Gelar Vaksinasi Covid -19

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Puskemas  Jonggol  kembali melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 di aula Kantor Desa Sukamanah. Pemberian vaksin ini sebagai langkah Pemdes  untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona di wilayah Desa Sukamanah. Masyarakat pun begitu antusias untuk datang ke kantor desa.

“Kami siapkan vaksin, tidak semua orang bisa divaksin. Ada tahapan discrening yang harus dilalui kalau lolos lanjut vaksin. Jadi meskipun banyak yang mendaftar kita terima saja dulu, nanti diperiksa oleh petugas kesehatan para warga yang ikut vaksinasi,” Ujar Hadi Sutardi, Kepala Desa Sukamanah saat ditemui, Selasa (16/11).

BACA JUGA: Salurkan BPNT, Agen di Desa Sukamaju dan Singasari Sesuai Aturan

Hadi menjelaskan, syarat untuk dilakukan vaksin yaitu usia lebih dari 18 tahun, tidak hamil dan tidak mempunyai penyakit. “Jadi, harapan kami kepada masyarakat yang akan divaksin agar memberikan keterangan yang benar kepada petugas,“ jelasnya.

Sekretaris Desa Sukamanah, Apipudin menerangkan antusias masyarakat sangat tinggi. Pemdes sudah bekerja sama dengan pihak terkait untuk ikut mensukseskan pemberian vaksin ke masyarakat. Jika vaksin yang telah disediakan mengalami kekurangan, maka pihaknya akan segera melakukan proses pengajuan kembali ke Puskesmas.

“Jadi, bagi warga yang belum mendapatkan jatah vaksin hari ini kita jadwalkan lagi di lain hari. Begitu stok vaksin tiba, maka yang sudah masuk daftar tunggu akan diprioritaskan mendapatkan vaksin tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA: Musrenbangdes, Desa Leuwinutug Pamerkan Hasil UMKM

Ia mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti anjuran pemerintah  untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

“Pemberian vaksin kepada warga ke depannya agar warga bisa diberikan kemudahan dalam mengurus keperluan termasuk mengurus Administrasi Kependudukan (Adminduk), dan semoga dengan telah divaksinnya warga  kedepannya menjadi sehat,” pungkasnya.

**nay/ramses

Salurkan BPNT, Agen di Desa Sukamaju dan Singasari Sesuai Aturan

0

JURNAL INSPIRASI – Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor berjalan dengan kondusif dan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, seperti halnya pembagian BPNT yang dilakukan oleh agen Mubarok dan agen Lilis yang selalu menyediakan komoditi berkualitas.

Agen Lilis

Agen Mubarok yang terletak di Desa Sukamaju menjelaskan, kualitas untuk komoditi sudah pasti diutamakan, mengingat apabila KPM komplain maka akan berpengaruh pada kerjasama antara dirinya sebagai agen dengan pihak Bank Mandiri.

“Untuk di agen kami ada sekitar 373 KPM yang menggesek disini, dari segi kualitas komoditi pasti kami utamakan dimana apabila kami mengesampingkan itu akibatnya pasti akan fatal untuk keberlangsungan agen kami juga, karena bisa saja mereka melaporkan agen kami kepada pihak Bank Mandiri dan TKSK jika kami menyediakan bahan – bahan yang kualitasnya buruk,” jelas Mubarok, Selasa (16/11).

BACA JUGA: Musrenbangdes, Desa Leuwinutug Pamerkan Hasil UMKM

Senada dikatakan oleh Agen Lilis yang berada di Desa Singasari. Dari 413 KPM yang menggesek di warungnya, dia selalu menanyakan kebutuhan apa yang diinginkan oleh KPM jika nanti sudah ada saldonya sehingga dia menyediakan apa yang memang dibutuhkan oleh KPM.

“Kami selalu bertanya kepada KPM mau disediakan apa jika nanti saldonya turun, tujuannya supaya memang mereka membeli apa yang mereka butuhkan. Kalo barangnya itu – itu aja, buahnya itu- itu aja pasti mereka bosen juga, maka sebelum kita belanjakan kita bertanya,” jelas Lilis.

Terpisah, disampaikan TKSK Kecamatan Jonggol, Dudi, dimana dia selalu memantau apa yang diberikan agen kepada KPM. Selain sebagai bahan laporan, juga sebagai bahan evaluasi jika nanti ada yang tidak sesuai atau ada keluhan dari KPM sehingga mulai dari kualitas komoditi dicek juga kuantitasnya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA: Pemdes Ciburayut Sediakan Pelayanan Ambulance Gratis

“Sebagai pertanggung jawaban TKSK terhadap agen-agen yang menyalurkan BPNT untuk mengecek kualitas bahannya , dan kami harapkan untuk agen sendiri harap intens berkomunikasi dengan TKSK jika hendak melakukan pembagian BPNT. Begitupun untuk pihak Bank Mandiri, pada intinya keberadaan TKSK ini memang diutus oleh kementerian untuk memantau BPNT dan memberikan pelaporan,” pungkasnya.

**naynur’ain

Musrenbangdes, Desa Leuwinutug Pamerkan Hasil UMKM

0

Camat Citeureup Kecewa Pimpinan Perusahaan Tidak Hadir

JURNAL INSPIRASI – Dalam rangka menentukan skala prioritas pelaksanan pembangunan tahun anggaran 2022, Pemerintah Desa Leuwinutug melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di aula Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (16/11/2021).

Pada kegiatan tersebut turut dipamerkanan produk – produk unggulan UMKM Desa Leuwinutug, mulai dari kerajinan tanga, souvenir, dan bahan pangan, yang semuanya merupakan hasil binaan Desa Leuwinutug yang juga turut melibatkan Universitas Al-Azhar Indonesia.

Dalam sambutanya Camat Citeureup Ridwan Said menyampaikan kekecewaannya terhadap pimpinan atau perwakilan beberapa perusahan yang tidak hadir dalam undangan Musrenbangdes, yang notabene membicarakan pembangunan di wilayah.

BACA JUGA: 2022, Lahan Intersection R3 Dibebaskan

“Terimakasih kepada pimpinan- pimpinan perusahaan yang sudah hadir, namun ada rasa kecewa saya juga kepada perusahan-perusahan yang sudah di undang namun hari ini tidak hadir tanpa pemberitahuan ” ujar Ridwan.

Masih kata dia, tujuan dikumpulkannya semua kalangan masyarakat dan perusahaan agar mengetahui dan mendukung program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Desa Leuwinutug khususnya, dimana baik masyarakat maupun perusahaan mempunyai peranan penting untuk pembangunan desa.

“Hadir dong jika diundang, biar tau desa punya program apa, berapa jumlah anggaran yang masuk ke desa, dan apa saja yang sudah dikerjakan oleh desa,” ucapnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Leuwinutug Deden Saepul Hamdi. Tujuannya mengundang  perusahan-perusahan di wilayahnya agar mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan program apa yang akan dijalankan oleh desa.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Dipertanyakan Kepada Dewan Dapil Selatan

“Disini, kurang lebih ada 30 UMKM, bertahan baru ada 13 UMKM yang dibina Universitas Al-Azhar Indonesia, dengan kita tampilkan UMKM seperti ini agar pimpinan perusahaan tahu ada gak yang bisa kita gunakan dan ada gak yang bisa dikolaborasikan,” ujar kang Denz, sapaan akrabnya

Lebih lanjut kang Denz menjelaskan, jika memang para pimpinan perusahan tidak mau ada proposal sering disampaikan jangan berikan masyarakat uang tapi berikan kegiatan, baik dari penyerapan tenaga kerja, atau kegiatan lainnya.

“Namun untuk perjanjian akan menyerap tenaga kerja saja tidak konsisten, saya  sampaikan ke pak Camat yang tidak hadir dalam dalam acara Musrenbangdes ini perpanjangan SKDU ini tidak saya perpanjang kecuali pimpinan perusahan yang langsung menghadap ke saya, dan saya sudah izin ke pak camat,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemdes Ciburayut Sediakan Pelayanan Ambulance Gratis

“Sekarang ini perusahan datang hanya untuk perpanjangan SKDU, kita punya karang taruna, kita punya SLH, apabila dibutuhkan silakan libatkan, tapi pada kenyataannya saya ajak musyawarah agar memahami apa yang jadi perencanaan saja tidak hadir. Usulan dari masyarakat itu sifatnya bukan pribadi tapi untuk umum, sedangkan untuk tahun Anggaran 2022 kurang lebih sampai, 8,6 miliar anggaran yang harus kita anggarkan,  sedangkan pendapatan kita hanya 4 miliar, ayo kita sama-sama cari solusi untuk pembangunan desa,” jelas Kang Denz.

Dia berharap, ada respon baik yang didapat dengan mengundang beberapa perwakilan perusahaan walaupun tidak semuanya hadir pada saat ini, semoga kegiatan Musrenbangdes ini bisa berjalan sesuai dengan yang direncanakan di tahun berikutnya dan dia mengucapkan terimakasih untuk para tamu undangan, baik dari perwakilan tokoh masyarakat, sekolah, maupun pimpinan perusahaan yang sudah bersedia menghadiri acara.

**nay/tedy

2022, Lahan Intersection R3 Dibebaskan

0

40 Bidang Tanah Bakal Kena Gusur

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan kembali melanjutkan proyek intersection R3 yang menghubungkan Jalan Padi hingga Katulampa. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama DPRD telah menganggarkan untuk kajian termasuk appraisal senilai Rp200 juta pada tahun ini. “Pembebasan rencananya dilakukan pada 2022,” ujarnya kepada wartawan, Senin (15/11).

Menurut Rudy, pemerintah menggarkan untuk pembebasan lahan Rp32 hingga Rp33 miliar. “Tapi belum dibahas di DPRD soal anggaran itu. Tapi sudah proses di KUA PPAS, dan memasuki tahap pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2022,” jelasnya.

BACA JUGA: Sistem Zonasi Menyusahkan Warga

Pembangunan fisik, kata dia, akan dilaksanakan pada 2023 mendatang. “Untuk biaya belum terlihat. Nanti akan dilihat review DED-nya dulu,” ucapnya.

Sedangkan untuk kelanjutan proyek R3 seksi III, sambung dia, pemerintah tengah melaksanakan proses konsinyasi di Pengadilan Negeri Bogor. “Ada sekitar 12 bidang yang di lakukan konsinyasi yang tertunda. Tahun ini dilakukan eksekusi,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chusnul Rozaqi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dokumen pembebasan, termasuk kajian appraisal, yang tahapan tinggal menunggu proses peta bidang yang dijustifikasi oleh BPN.

BACA JUGA: Pembangunan GOM Dipertanyakan Kepada Dewan Dapil Selatan

“Tim teknisnya juga membuat data nominatif yang menyangkut bangunannya, tanaman di atas lahan, makamnya, itu semua selesai, baru kita bawa ke appraisal,” ujar Chusnul.

Menurutnya, ada sebanyak 40 bidang tanah yang akan terkena pembebasan lahan untuk pembangunan intersection. “Panjangnya kurang lebih 230 meter, nanti akan terkoneksi antara Jalan Padi dekat Jembatan Cinta dengan R3 Katulampa,” ungkap Chusnul.

Chusnul menuturkan, intersection tersebut juga akan terkoneksi dengan exit Tol Jagorawi. “Nantinya intersection atau jalan penghubung akan ada dua lajur,” tegasnya.

**fredykristianto

Pembangunan GOM Dipertanyakan Kepada Dewan Dapil Selatan

0

JURNAL INSPIRASI – Janji politik pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang akan membangun Gelanggang Olahraga Mini (GOM) di setiap wilayah atau kecamatan, dipertanyakan warga kepada wakil rakyat saat melaksanakan kegiatan reses sidang pertama tahun 2021-2022 di Kecamatan Megamendung, Senin (15/11).

Reses sidang pertama anggota DPRD Kabupaten Bogor asal daerah pemilihan (Dapil) 3 itu, seakan menjadi momentum tepat untuk mempertanyakan realisasi janji bupati dan wakilnya tersebut.

Azet Basuni mengatakan, kegiatan reses anggota dewan sangat ditunggu-tunggu warga untuk mempertanyakan berbagai program pemerintah yang belum terealisasi maupun terselesaikan, baik itu pembangunan GOM dan penerapan sistem ganjil genap di jalur Puncak.  “Saya pertanyakan GOM dan ganjil genap,” ungkapnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Sistem Zonasi Menyusahkan Warga

Menurutnya, pembangunan GOM yang menjadi prioritas pertanyaan warga. Sebab, adanya GOM di setiap wilayah atau kecamatan, dinilai sangat bermanfaat untuk warga. “Nantinya warga bisa memanfaatkan GOM itu untuk kegiatan olahraga,” papar Azet.

Selain itu, lanjutnya, saat ini untuk lahan olahraga warga sangat kesulitan. Sehingga, rencana pemerintah yang akan membangun GOM disambut baik warga.

 “Alhamdulillah sih, saat saya tanyakan kepada 7 anggota dewan yang hadir saat reses, pembangunan GOM akan dilaksanakan,” ungkap pria yang juga sebagai pengurus KONI Kecamatan Megamendung tersebut.

BACA JUGA: Pemdes Ciburayut Sediakan Pelayanan Ambulance Gratis

Azet mengaku, untuk pelaksanaan pembangunan GOM, informasi dari dewan dilakukan di tahun 2021 akhir dan paling telat 2022. “Karena anggarannya sendiri sudah ada. Begitu kata para wakil rakyat dari Dapil selatan,” tukasnya.

Hadir dalam kegiatan reses para kepala desa dan tokoh masyarakat, tokoh agama, KNPI, Karang Taruna Kecamatan Megamendung.

**dedesuhendar

Pemdes Ciburayut Sediakan Pelayanan Ambulance Gratis

0

JURNAL INSPIRASI – Untuk memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan, khususnya kendaraan roda empat untuk mengantar orang sakit, baik ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor menyediakan ambulance untuk warga.

Pengadaan ambulance itu hasil musyawarah antara Pemdes dengan lembaga desa dengan anggaran menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2021.

“Pengadaan kendaraan ambulance ini sangat penting, karena sebelumnya warga yang membutuhkan kendaraan untuk mengantar orang sakit harus meminjam terlebih dahulu ke desa Lain. Oleh sebab itu hasil musyawarah antara Pemdes, BPD, LPM, serta tokoh masyarakat maka DD tahun anggaran 2021 diperuntukan pengadaan mobil ambulance. Kini Pemdes memiliki dua kendaraan, satu kendaraan untuk Desa Siaga, dan satu lagi ambulance,” papar Dulloh, Kades Ciburayut.

BACA JUGA: Pedagang Pasar Caringin Desak Pemkab Bogor Tutup Toko Mario

Dua mobil tersebut kegunaannya antra lain, untuk mobil siaga diperuntukan bagi pegawai desa, operasional keperluan rapat, seperti ke kecamatan ataupun ke kabupaten dan kendaraan ambulance tetap siaga 24 jam di kantor Desa. Untuk sopir ambulance  telah mendapat surat keputusan kepala desa, sehingga tidak dapat digantikan oleh siapapun, dan mengenai honornya telah dianggarkan.

“Kendaraan ambulance ini siaga 24 jam di kantor desa. Terkait pemberitahuan kendaraan ambulan semua itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Apabila membutuhkan ambulance, silakan ke sopirnya langsung, dan nomor kontaknya kita sudah berikan melalui RT. Sopir sudah kita wanti-wanti agar tidak meminta uang terhadap masyarakat. Saya tekankan ke masyarakat kendaraan ambulance digunakan secara gratis,” jelasnya.

BACA JUGA: Sistem Zonasi Menyusahkan Warga

Dia berharap agar ambulance ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat dan Pemdes Ciburayut akan terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi warganya.

“Saya berikan pelayanan yang terbaik bagi warga masyarakat dari pelayanan adminitrasi, infrastruktur, sampai kesehatan. Semua itu agar adanya perubahan yang terbaik bagi masyarakat dan saya berharap ambulance ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang kurang mampu,” pungkasnya.

**denipratama

Satu Bungalow di Palm Kartika Resort Hangus Dilalap Api

0

JURNAL INSPIRASI – Diduga terjadi korsleting listrik, satu unit bungalow milik Natalia di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, habis dilalap si jago merah. Kebakaran bungalow yang berada di lokasi Palm Kartika Resort itu terjadi pada Senin (15/11), sekitar pukul 14.00 WIB.

 “Setelah mendapat informasi, petugas Damkar langsung mendatangi lokasi,” ujar Kepala Sektor Ciawi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Hanya berselang setengah jam atau pukul 14.20 WIB, lanjutnya, petugas Damkar yang diterjunkan sebanyak 2 regu, tiba di lokasi bungalow dan langsung melakukan pemadaman.

BACA JUGA: Pedagang Pasar Caringin Desak Pemkab Bogor Tutup Toko Mario

Sulitnya akses menuju lokasi bungalow yang berada ditengah resort, membuat petugas Damkar sedikit kesulitan saat memadamkan api yang begitu besar. “Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Nendri.

Belum kerugian yang dialami pemilik bungalow pasca terbakar. Tetapi, hampir seluruh bangunan bungalow habis tak tersisa.

BACA JUGA: Sistem Zonasi Menyusahkan Warga

 “Kalau untuk kerugian materil kami tidak tahu. Tugas kami hanya melakukan evakuasi pemadaman dan melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” imbuhnya.

**dedesuhendar