25.7 C
Bogor
Sunday, April 26, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1020

Puluhan Warga Tolak Penutupan Sekolah SMK Generasi Mandiri

0

JURNAL INSPIRASI – Pemasangan plang “DILARANG MASUK” yang dilakukan oleh KPRI-1 dengan atas nama pemilik tanah SHM, H.J R.O SUHAEDAH di sekolah SMK Generasi Mandiri, Kampung Parung Dengdek, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menimbulkan aksi dari warga dan alumni sekolah tersebut, Senin (22/11/21).

Salah satu warga yang melakukan orasi damai, Dede Ibnu Arifin mengatakan, segenap warga Parung Dengdek menolak adanya pemasangan plang karena sangat menganggu kegiatan siswa  dalam melakukan proses belajar mengajar.

“Plang berisi tulisan larangan masuk ke sekolahan Generasi Mandiri, mungkin tujuan pemasangan plang yaitu untuk menyegel dan tidak boleh ada aktivitas belajar mengajar di sekolahan Generasi Mandiri” ucapnya diwawancarai wartawan Jurnal Bogor.

BACA JUGA: Lomba Senam Pancakarsa di Jonggol Hanya Diikuti 6 Desa

Lanjutnya, Dede Ibnu Arifin menyampaikan, sejarah SMK Generasi Mandiri dulunya sebelum ada bangunan sekolah, tempat ini hanya lahan kosong. Bahkan dulunya untuk sarana pemakaman umum dan sepengetahuannya dari kecil ini tanah ini milik negara.

“Makanya kami sebagai warga kaget, sampai ada yang menyuratkan atas nama pribadi dan sampai kapan pun kami akan menjaga, karena ini adalah sarana pendidikan dan sarana untuk mencerdaskan warga masyarakat disini,” ujarnya.

Sejumlah siswi sekolah, Hani dan Dea juga mengatakan menolak jika sekolahannya harus diambil alih dan dipasang plang dilarang masuk. “Karena ini sekolahan kita bersama kita harus kita pertahankan, kita dapat kabar pun dari anak sekolah lain,” tuturnya.

BACA JUGA: Pemdes Sukanegara Bangun Jalan Penghubung Antardesa

Ia berharap permasalahan cepat selesai dan meminta Bupati Bogor dan  Dinas Pendidikan agar menggelar pembelajaran di sekolah seperti biasa.

“Teruntuk Ibu Bupati Bogor dan Dinas Pendidikan kami mewakili seluruh siswa dan siswi SMK Generasi Mandiri meminta tolong dan bantuannya untuk mempertahankan tanah sekolah kami,” tutupnya penuh harap.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada penjelasan pasti sebab musabab pemasangan plang larangan masuk, baik dari kepala sekolah SMK Generasi Mandiri, maupun dari perwakilan pemilik lahan.

**Nay/Wisnu

Lomba Senam Pancakarsa di Jonggol Hanya Diikuti 6 Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Lomba senam Pancakarsa antardesa di Kecamatan  Jonggol hanya diikuti oleh 6 desa dari 14 desa yang ada di Jonggol. Ke-6 desa yang mengikuti lomba tersebut yakni Desa Jonggol, Sukamaju, Sukasirna, Sukamanah, Singajaya dan Desa  Sirnagalih.

Wendi  Firmansyah mewakili panitia mengatakan, kegiatan lomba senam Pancakarsa  Kecamatan Jonggol  dilaksanakan, Minggu ( 21/11 ) hanya diikuti  6 desa dengan pemenang juara 1 Desa Jonggol, juara 2 Desa Sukamaju, dan juara 3 Desa Sukasirna dan sebagai juara favorite adalah Desa Sukamanah

“ Untuk mewakili Kecamatan Jonggol ke tingkat Kabupaten Bogor nanti adalah Desa Jonggol,” kata Wendi.

BACA JUGA: Pemdes Sukanegara Bangun Jalan Penghubung Antardesa

Wendi menambahkan keikutsertaan senam Pancakarsa kali ini memang sedikit banyak faktor yang membuat desa tidak mengirimkan peserta lomba senam Pancakarsa saat dilaksanakan di  GOM  Kecamatan Jonggol yang kemungkinan masih situasi pandemi Covid – 19.

“Hanya 6 desa yang mengikuti lomba kemungkinan masih dalam situasi  Covid – 19,” jelasnya.

Menurut Wendi, lomba tersebut dibuka dan ditutup oleh  Gogo  Badarudin sebagai Kasie Pemerintahan mewakili Camat Jonggol. Meski demikian, Formi (Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia)  Kecamatan Jonggol tetap melaksanakan kegiatan senam Pancakarsa sesuai aturan yang ada.

**nay/ramses

Pemdes Sukanegara Bangun Jalan Penghubung Antardesa

0

JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor Ade Yasin telah membuat  program Satu Miliar Satu Desa (Samisade)  yang diperuntukkan untuk membangun  sarana infrastruktur desa. Seperti Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor yang menggunakan anggaran tersebut untuk  pembangunan jalan penghubung antardesa Sukanegara  – Cibodas.

Kepala Desa (Kades) Sukanegara Ahmad Yani saat ditemui Senin (21/11) mengatakan, program Samisade dari Bupati ini digunakan untuk peningkatan infrastruktur ruas jalan Kp.Dayeuh RT 01 RW 06 yang jadi penghubung Desa Sukanegara – Cibodas menjadi prioritas.

“Untuk pengerjaannya pembangunnan  jalan dengan betonisai dengan volume panjang 1800M , lebar 2,5 M , Tinggi 0,15 yang dikerjakan oleh PT.PPE sebagai pelaksana kegiatan,” tuturnya.

BACA JUGA: ANBK, SDN Pabuaran Numpang ke Sekolah Lain

Menurutnya, kehadiran Samisade ini, disambut warga dengan senang hati. Warga menilai pembangunan jalur tersebut sangat berguna untuk  menghidupkan perekonomian warga  karena di Desa Sukanegara terutama untuk yang berjualan di pasar.

“Ruas jalan Desa  Sukanegara – Cibodas itu,sudah lama  belum tersentuh membuat warga Cibodas  tidak  belanja k epasar Sukanegara karena jalan tidak layak untuk  dilintasi,” paparnya.

BACA JUGA: Tak Lama Lagi, Jembatan Urug–Nanggung Diperbaiki

Masih kata dia, warga Cibodas sering menyampaikan kepada Pemdes Sukanegara  belum tersentuhnya  pembangunan jalan tersebut, hingga akhirnya dengan adanya  Samisade jalur yang tadinya ekstrem berlumpur dan sulit dilalui, kini halus berbalut beton. Dengan kondisi bagus diharapkan  menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan perekonomian karena sebagian warga Cibodas  berbelanja ke pasar Sukanegara.

**nay/ramses

ANBK, SDN Pabuaran Numpang ke Sekolah Lain

0

JURNAL INSPIRASI – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pabuaran yang berada di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor terpaksa harus menumpang ke sekolah lain saat proses Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Pasalnya pihak sekolah tidak memiliki fasilitas yang menunjang sehingga harus menumpang ke sekolah terdekat yang memiliki fasilitas komputer dan jaringan internet yang memadai.

Kepala Sekolah SDN Pabuaran Atin Sumiati mengatakan, sebanyak 29 Siswa dalam pelaksanaan ANBK memiliki beberapa kesulitan dalam hal pelaksanaan, mengingat siswa-siswi masih belum adaptasi terhadap teknologi.

BACA JUGA: Tak Lama Lagi, Jembatan Urug–Nanggung Diperbaiki

“Iya ada kesulitan untuk anak-anak meskipun sudah kita kasih bimbingan. Akan tetapi anak-anak belum begitu terbiasa jadi itu kesulitan kita,” ungkapnya, Senin (22/11).

Untuk itu, pihaknya sudah memberikan bimbingan teknis kepada para muridnya untuk menghadapi ujian ANBK.

“Jadi kita kasih arahan para siswa-siswi untuk menggunakan fasilitas milik gurunya salah satunya leptop milik guru untuk diajarkan materi ujian kepada anak-anak,” tuturnya.

Tentunya ia pun dengan memiliki kendala dari para muridnya tentunya akan memaksimalkan kinerja murid-murid agar memiliki nilai yang sangat baik.

BACA JUGA: Kades Bunar: Terima Kasih Ibu Bupati Program Samisadenya

“Mudah-mudahan dengan fasilitas yang kurang menunjang anak-anak saya bisa menyelesaikan ANBK, saya berharap agar setiap sekolah dasar memiliki fasilitas komputer yang memadai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait warganya kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Namun dengan keluhan sekolah akan pihaknya akan mencoba memfasilitasi. “Kalo laporan kita belum mendapatkan laporan dari warga ya, tapi dengan adanya keluhan seperti ini kita akan mencoba berkomunikasi dengan kasi pendidikan tingkat kecamatan maupun kabupaten,” pungkasnya.

**andres

Tak Lama Lagi, Jembatan Urug–Nanggung Diperbaiki

0

JURNAL INSPIRASI – Jembatan Urug, Desa Urug, Kecamatan Sukajaya yang menghubungkan dengan Kampung Nangela, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang ambruk akibat banjir bandang pada (7/9/2021) lalu, tak lama lagi akan diperbaiki.

Ketua LPM Desa Nanggung Mamur menjelaskan, perbaikan Jembatan Urug di atas bentangan Sungai Cidurian akan segera lakukan perbaikan. Pasca roboh, tembok jembatan yang tergerus air,  menyisakan sebagian material besi.

Namun karena masih layak pakai, maka sisa bangunan yang masih utuh, seperti besi batangan akan dimanfaatkan untuk perbaikan jembatan tersebut.

BACA JUGA: Kades Bunar: Terima Kasih Ibu Bupati Program Samisadenya

“Material itu masih digunakan karena melihat usia  bangunan  terbilang belum lama sebelum ambruk,  ujar Mamur jembatan itu pertama dibangun  pada tahun 2019.  Selebihnya  bahan bangunan lainnya akan diganti menggunakan material yang baru,” ujar Mamur saat dihubungi Jurnal Bogor, Senin (22/11).

Menurutnya, meski perbaikan tersebut bukan permanen tetapi  tidak mengurangi pada kualitas jembatan. “Bentangan jembatan dari 60 meter, namun yang akan diperbaiki hanya 30 meter. Bahan bangunan tengah dipersiapkan, tinggal menunggu waktu pelaksanaanya,” tandasnya.

BACA JUGA: Belasan Kios Milik Kampus IPB Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

Mamur  memaparkan, perbaikan  jembatan itu hasil komunikasi dan koordinasikan dengan Pemerintah Desa Urug  dengan progresnya direncanakan akan dibangun secara permanen pada 2022 mendatang.

Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik juga mengatakan, perbaikan jembatan penghubung dari Desa Urug menuju Desa Nanggung tidak lama lagi pengerjaannya akan segera dimulai. “Menggunakan dana desa, proses pengerjaan jembatan tersebut akan mulai dilaksanakan Rabu (24/11) nanti,” pungkasnya.

**aripekon

Kades Bunar: Terima Kasih Ibu Bupati Program Samisadenya

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa (Pemdes) Bunar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mendapatkan  kucuran program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Jajat Sudarjat

Bantuan insfratruktur desa tahun anggaran 2021 itu diperuntukan pembangunan infrastruktur di dua titik wilayah, diantaranya pembangunan drainase dan betonisasi jalan desa di Kampung Lawang Taji RW 10 dengan anggaran sebesar 798 juta rupiah dari Samisade.

Meskipun Desa Bunar tidak mendapatkan 1 miliar, namun tahun yang akan datang mendapatkan penuh.

“Untuk volume Jalan tabat betonisasi panjang 350 Meter dengan lebar 3 meter, sedangkan drainase sepanjang 353 meter dengan menelan anggaran sebesar Rp 378.000.000,” kata Kepala Desa Bunar Jajat Sudarjat kepada Jurnal Bogor, Senin (22/11).

BACA JUGA: Belasan Kios Milik Kampus IPB Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sementara menurut dia, di kampung Pamangunan- Siranggap membangun tembok penahan tanah (TPT) dan jalan aspal hotmix dengan menelan anggaran sebesar Rp 420.000.000.

Dengan dibangunnya infrastruktur di wilayah tersebut kata Jajat, sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat terutama bagi para petani.

“Tentunya drainase tersebut sangat membantu mengingat selama ini pengairan sawah itu kalau dulu tidak begitu lancar airnya, kalau sekarang setelah ada program Samisade ini air dari Kampung Cirawayan untuk mengairi sawah-sawah yang ada di Kampung LawangTaji Alhamdulillah warga tidak kesulitan lagi,” ungkapnya.

Ia menyebutkan program Samisade tersebut sangat membantu perekonomian masyarakat.  Mengingat masih banyak insfratruktur yang tertinggal oleh dana desa akhirnya bisa terbantu oleh Samisade.

BACA JUGA: Aktivis Sebut Pembangunan Pedestrian Jalan Jendral Sudirman Proyek Gila

“Terus terang kan saya baru dua tahun ini menjadi Kepala Desa Bunar belum begitu banyak kita membantu masyarakat didalam masalah insfratruktur karena pandemi. Dengan adanya program Samisade kita bisa mempercepat pembangunan di Desa Bunar,” ujarnya.

Dia pun berterima kasih kepada bupati Bogor Ade Yasin yang mana Program Samisade tersebut telah memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat terutama memperlancar perputaran ekonomi.

“Alhamdulillah sekali masyarakat juga tau bahwa program Samisade ini baru ada di Kabupaten Bogor, jadi mereka (masyarakat) juga berterima kasih sekali kepada Bupati Bogor. Malah warga saya banyak yang mendoakan mudah-mudahan beliau panjang umur sehat selalu,” pungkasnya.

**andres

Belasan Kios Milik Kampus IPB Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya

0

JURNAL INSPIRASI – Diduga akibat korsleting listrik, sebanyak 13 kios milik kampus IPB University yang disewakan ke pedagang yang berada di kawasan IPB di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, ludes terbakar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/11/2021) pagi, pukul 05.30 WIB, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai 130 juta rupiah.

Menurut salah satu pemilik kios, Iis, api diduga berasal dari salah satu kios buku. Api begitu cepat merambat karena banyak material yang mudah terbakar sehingga dalam sekejap belasan kios pedagang rata dengan tanah.

BACA JUGA: Aktivis Sebut Pembangunan Pedestrian Jalan Jendral Sudirman Proyek Gila

“Diduga karena korsleting listrik, kios yang terbakar itu kios buku, makanan dan sembako ada sekitar 13 kios lah, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian seluruh kios belum buka,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Dramaga Iptu Agus Suryana mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran tersebut.

“Kebakaran yang terjadi di kampung Babakan Raya RT 04 RW 07 sekitar 13 kios terbakar, kronologi kejadiannya masih dalam penyelidikan,” katanya.

Iptu Agus Suryana mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya saja kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Kota Bogor Tuan Rumah Kongres JKPI

“Kerugian sekitar 130 jutaan, masih dalam penyelidikan, itu kios sebetulnya milik IPB, pengelolaannya pun oleh pihak IPB, bangunan permanen,” pungkasnya.

Sementara api dapat dipadamkan oleh petugas Pemadam Kebakaran dari Dinas Damkar Kota Bogor dengan menerjunkan tiga unit mobil pemadam dan dibantu pemadam kebakaran dari kampus IPB yang datang ke lokasi kejadian.

**andres

Aktivis Sebut Pembangunan Pedestrian Jalan Jendral Sudirman Proyek Gila

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek pembangunan pedestrian dan jalur sepeda di Jalan Jendral Sudirman Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat sekitar.

Bagaimana tidak, pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp5 miliar itu. Katanya bakal dikerjakan dalam kurun waktu kurang dari dua bulan pengerjaan. Tak aneh proyek pembangunan tersebut dinilai tergolong gila oleh sebagian kalangan.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor Fahreza Berliansyah menilai jika proyek pembangunan pedestrian dan jalur sepeda itu tergolong gila.

Baca Juga: Komisi III Kecewa Proyek Pembangunan Infrastruktur Dikerjakan Akhir Tahun

Sebab dengan nilai pekerjaan yang mencapai Rp5 mililar, waktu pengerjaan hanya sekitar satu bulan. Ia pun mengaku khawatir pekerjaan bakal tidak beres secara kualitas dan progres waktu, mengingat waktu pengerjaan yang sedikit.

“Agak tergolong gila sih. Masa proyek Rp5 miliar, waktu pengerjaannya hanya sebulan. Jujur saya khawatir ini pekerjaannya tidak akan benar,” katanya, Senin (22/11/ 2021).

Selain itu, Fahreza juga menyoroti adanya kabar proyek ini justru diperjualbelikan demi mengejar target pembangunan. Ia pun berharap hal itu tidak terjadi.

Baca Juga: Komisi III Terkejut Saat Sidak Proyek SMPN 3 Megamendung

Pihaknya mengingatkan Pemkot Bogor agar hal ini menjadi perhatian kedepannya dan tidak lagi terjadi. Sebab melaksanakan pembangunan fisik yang baru dimulai pada akhir tahun amat sangat beresiko. 

Proyek ini pun jadi perhatian banyak pihak, sehingga ia mengaku bakal mengawal proyek hingga tuntas lantaran duit rakyat yang digunakan tidak sedikit.

“Seharusnya Pemkot Bogor lebih sadar terkait apa yang akan dikerjakan. terutama terkait kualitasnya. Karena ini kan pakai uang rakyat kami akan awasi terus proyek ini. Jangan sampai hasilnya tidak sesuai dengan uang yang dianggarkan,” ujarnya.

Baca Juga: Sidak Proyek Irigasi, Achmad Fathoni: Kontraktor Gak Bisa Bener Ganti Aja !

Ia pun mengingatkan kontraktor untuk tidak memperjualbelikan paket tersebut agar tetap menjaga kualitas dan spek pekerjaan, baik pedestrian maupun jalur sepeda.

“Kalau buru-buru juga kan pengerjaannya tidak akan baik juga dan berpengaruh kepada kualitas. Semoga saja pekerjaan ini bisa sesuai dengan kualitas dan tepat waktu,” katanya.

**ahmadsolehudin/mg-uika

Pagi Ini, Bogor Hujan Ringan, Siang dan Sore Hujan Sedang Hingga Lebat

0

JURNAL INSPIRASI – Prakiraan cuaca di wilayah Bogor dan sekitarnya, serta beberapa daerah lain di Jawa Barat, Senin (22/11/2021) pagi ini, hujan ringan. Sedangkan pada siang dan sorenya, hujan sedang hingga lebat.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Jawa Barat, pagi hari berpotensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Bogor, Sukabumi, Kuningan, Cirebon, Purwakarta dan Kabupaten Garut.

Sementara prakiraan cuaca siang dan sore hari berpotensi ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, serta Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA: Kota Bogor Tuan Rumah Kongres JKPI

Lalu potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Kabupaten dan kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon.

Adapun prakiraan cuaca malam hari berpotensi hujan ringan di wilayah Kabupaten Bogor, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Sumedang  dan Kabupaten Kuningan.

Prakiraan cuaca dini hari berpotensi hujan ringan di Kabupaten Sukabumi, Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA: Pembebasan Intersection Batal

Untuk suhu udara wilayah Jawa Barat bagian Utara yakni 22 – 33°C, dengan kelembapan udara Jawa Barat bagian Utara : 60 – 95%. Sedangkan suhu udara wilayah Jawa Barat bagian Selatan : 18 – 32°C, dengan kelembapan udara Jawa Barat bagian Selatan : 60 – 97%.

Angin secara umum bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 05 – 30 km/jam. Sedangkan peringatan dini pekiraan cuaca yaitu waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga malam hari di Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon.

**ahmadsolehudin/mg-uika

HADITS HARI INI

0

Sahih al-Bukhori:1922

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:

أَقْبَلَتْ عِيرٌ وَنَحْنُ نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجُمُعَةَ، فَانْفَضَّ النَّاسُ إِلاَّ اثْنَيْ عَشَرَ رَجُلاً، فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ: وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا.

Dari Jabir ra, dia berkata:

Suatu kafilah datang ketika kami sedang shalat Jumat bersama Nabi saw, maka orang-orang beranjak pergi menghampirinya kecuali dua belas orang. Maka kemudian turunlah ayat ini: \”Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhutbah).\”

Pesan :

  1. Keutamaan shalat Jumat dan pentingnya mendengarkan khutbah Jumat dengan baik.
  2. Sahabat adalah manusia yang bisa bersalah, ketika mereka melihat kafilah dagang yang datang dari Syam, mereka antusias dan segera menghampiri kafilah tersebut, maka Allah menurunkan ayat dalam surat al-Jumu’ah yang menegur mereka atas tindakan mereka meninggalkan Rasulullah dan sibuk menghampiri kafilah dagang tersebut.
    3.Hukum perdagangan di waktu shalat Jumat adalah haram.