26.9 C
Bogor
Thursday, August 20, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1019

Humas Tohaga: Sejak 2013 Kami tak Terima Setoran dari PKL Area TJU Pasar Citeureup

0

Setoran Masuk Kantong Siapa?

JURNAL INSPIRASI – Masih menjadi bahan pembicaraan akan aliran anggaran yang ditarik oleh pengelola PKL area TJU Pasar Citeureup, yang berjalan sejak tahun 2012 hingga saat ini, begitu pun dengan keberadaan surat sakti yang pernah dibuat antara PD Tohaga saat itu seolah melemahkan instansi terkait untuk bertindak dan menertibkan.

Defi

Mendapati hal tersebut sebelumnya, Defi Humas Tohaga membenarkan adanya surat perjanjian yang dibuat oleh Kepala Pasar Citeureup 1 Mira dengan perorangan Nurlela untuk mengelola PKL di area TJU, Namun menurutnya perjanjian tersebut sudah tidak berlaku secara otomatis saat revitalisasi Pasar Citeureup 1 sudah selesai.

“Harusnya sudah tidak berlaku, karena kami membuat perjanjian tersebut hanya disaat revitalisasi Pasar Citeureup 1 , dan pedagang yang tercatat saat ini sudah berada semua di dalam pasar,” beber Defi yang didampingi tim hukum di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

BACA JUGA Achmad Fathoni Apresiasi Program Pembinaan Desa Wisata LPPM Unpak di Situsari

Menurutnya, ia tidak mengetahui masih masuk atau tidak setoran yang diambil Nurlela ke Perumda Tohaga. “Saya akan kroscek kepada bendahara apa masih setoran atau tidak,” jelasnya.

Lanjut, saat dimintai keterangan perihal adanya setoran masuk atau tidak oleh Jurnal Bogor melalui pesan singkat WhatsApp, Defi mengatakan bahwa Perumda Tohaga sudah tidak menerima setoran dari pengelola PKL di area PJU Pasar Citeureup.

“Sejak tahun 2013 Perumda Tohaga sudah tidak menerima setoran dari pengelola PKL di area TJU,” bebernya, Rabu (22/12/21).

Masih kata dia, sudah jelas surat kesepakatan itu hanya berlaku sebelum revitalisasi Pasar Citeureup 1 selesai, dan tidak ada revisi diperjalanan sehingga poin 5 dianggap tidak berlaku.

BACA JUGA Ziven Rozul, Pembalap Cilik dengan Segudang Prestasi

“Secara otomatis perjanjian itu tidak berlaku lagi, dan kami tegaskan Perumda Tohaga sudah tidak menerima iuran dari PKL di area TJU sejak tahun 2013,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Dapil 1 Ferry Roveo Chechanova megomentari seharusnya pihak Perumda Pasar Tohaga saat ini sudah mengeluarkan surat pembatalan perjanjian kerjasama yang dibuat pada tahun 2012 terkait iuran kepada PKL pada saat Revitalisasi Gedung Pasar Citereup 1.

“Kalo emang surat perjanjian tersebut dinyatakan ‘seharusnya tidak berlaku’ oleh Humas Perumda Pasar Tohaga, mestinya pihak Perumda Tohaga harus sudah mengeluarkan surat pembatalan perjanjian yang dibuat tahun 2012 lalu,” tegasnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/12/12).

Pria yang akrab disapa Pio tersebut menegaskan, setelah pembangunan revitalisasi Pasar Citereup 1 sudah rampung, seharusnya Perumda Pasar Tohaga yang mendapatkan 50 persen dan 50 persen untuk pihak kedua dari hasil iuran PKL. Namun saat ini jangan lagi menerima setoran dari pihak kedua. Jika masih menerima, berarti dapat dikategorikan melakukan pungutan liar (pungli).

“Seharusnya jangan ada terima setoran dari yang mengelola PKL. Apalagi kalo menerima setoran dan tidak dilaporkan ke bendahara itu sudah dikategorikan pungli,” paparnya.

BACA JUGA Desa Gunung Putri Borong Juara Kampung Ramah Lingkungan

Anggota DPRD yang berasal dari Daerah Pilih (Dapil) I itu menekankan, jika lahan yang digunakan para PKL tersebut bukanlah lahan milik Perumda Pasar Tohaga.

“Yang perlu dicermati adalah area tepi jalan itu bukan milik Perumda Pasar Tohaga, dan seharusnya, segera Perumda Pasar mencabut surat kontrak tahun 2012 tersebut, karena memberikan pengelolaan di lahan yang bukan miliknya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Achmad Fathoni Apresiasi Program Pembinaan Desa Wisata LPPM Unpak di Situsari

0

JURNAL INSPIRASI – Program Wisata Situ Tunggilis yang dirintis Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Situsari, Kecamatan, Cileungsi, Kabupaten Bogor dibawah komando Arief Wibowo dan Wanto mulai menampakkan progresnya. Setelah satu tahun lebih didampingi oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni.

Menurut Achmad Fathoni, dia memenuhi permintaan Sekretaris Dekan FT Universitas Pakuan (Unpak), Janthy yang juga dosen S2 MPWK untuk didampingi pelaksanaan Program Pengabdian Lanjutan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Program Desa Wisata Situsari.

BACA JUGA Ziven Rozul, Pembalap Cilik dengan Segudang Prestasi

“Siang ini, setelah dari Balai Desa Ciangsana, saya langsung menuju ke Balai Desa Situsari, memenuhi permintaan Bu Janthy yang juga dosen saya di S2 MPWK. Saat kuliah Sabtu kemarin, Bu Janthy, beliau sampaikan minta didampingi untuk pelaksanaan Program Pengabdian Lanjutan dari LPPM Unpak ke Program Desa Wisata Situsari. Yaitu berupa program pelatihan dan pembuatan Ikon Situ Tunggilis. Sebelumnya LPPM Unpak sudah membuatkan desain siteplannya,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/12/12).

Dalam kesempatan itu, dirinya menyampaikan apresiasi ke Unpak atas perhatian dan program pengabdiannya dan diharapkan bisa terus berlanjut. “Saya sampaikan bahwa ini akan menjadi stimulus bagi Pemda Bogor untuk berikan perhatian lebih baik. Orang luar dan tidak ada beban kewajiban saja mau peduli,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Fathoni itu menambahkan, untuk Kades Situsari, Bumdes serta jajaran untuk terus serius menangani program ini. Ibarat orang memancing ikan, harus disiapkan kail dan umpannya dengan baik.

BACA JUGA Desa Gunung Putri Borong Juara Kampung Ramah Lingkungan

“Juga harus sabar dan serius. Jika mau ikan yang besar, siapkan umpan yang lebih besar juga. Unpak dan lainnya akan semangat membantu, jika Pemdes Situsari dan masyarakatnya yang dibantu juga terus semangat dan berusaha maksimal,” pesannya

Sebagai anggota dewan, dia selalu siap untuk memfasilitasi, memediasi dan ikut mendorong program-program pengembangan wisata desa dengan setu sebagai salah satu destinasinya. “Saya sampaikan ke Bu Janthy dan Unpak, Setu Gunung Putri – Pak Daman Huri, Situ Citongtut Kang Wawan Ramdani, Pak Dian Hermawan dan Situ Wanaherang Kang M Ramdani siap untuk dibina dan dibantu pengembangan wisatanya,” pungkasnya.

**Nay/Wisnu

Ziven Rozul, Pembalap Cilik dengan Segudang Prestasi

0

JURNAL INSPIRASI – Kecil-kecil cabe rawit pantas disandang Ziven Rozul Abi Salim yang mulai mantap menunggangoi motornya di kelas nasional. Ziven Rozul, kini memiliki segudang prestasi.

Meskipun usianya baru menginjak 10 tahun, Ziven sudah berhasil mengumpulkan 44 piala di berbagai ajang balap motor. Menariknya, Ziven mengaku sudah mengikuti kompetisi adu kecepatan kuda besi sejak umur 5 tahun.

“Waktu umur lima tahun ikut balap MiniGP, tapi belum juara,” ucapnya, Kamis (23/12/21).

Tak berhenti, di MiniGP, saat usianya menginjak 7 tahun, Ziven pun mencoba untuk ikut menarik gas motor bebek yang kini menghasilkan 44 piala.

BACA JUGA Desa Gunung Putri Borong Juara Kampung Ramah Lingkungan

“Pengen jadi pembalap profesional, kalo latihan seminggu tiga kali buat cari time dan setting motor,” jelas bocah kelas 4 sekolah dasar ini.

Bahkan, diusianya kini, Ziven pun sudah handal mengendalikan motor sport. “Bisa motor sport, pernah jatoh juga tapi gak kapok,” singkatnya.

Agus Salim, ayah Ziven mengakui anaknya mulai menunggangi motornya di sirkuit sejak usia lima tahun.

“Ziven termotivasi saat melihat balap MotoGP. Kalo soal bakat dia tumbuh begitu aja, saya sebagai orang tua hanya memfasilitasi,” katanya. BACA JUGA Tangga Pedestrian Ranggagading Diprotes Warga

Agus pun turut membeberkan caranya mementor Ziven hingga bisa meraih banyak penghargaan di usianya yang masih amat muda.

“Kalo persiapan, dari awal mula dia mulai balap adalah fisik yang utama, dan didampingi juga dengan pendidikan agama dan formalnya di sekolah. Saya berharap, dia (Ziven-red) bisa terus berprestasi sesuai dengan apa yang dia harapkan,” pungkasnya.

**Nay/Tedy

Desa Gunung Putri Borong Juara Kampung Ramah Lingkungan

0

JURNAL INSPIRASI – Bogor Kabupatenku Green and Clean (BKGC) 2021 sudah terlaksana, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten sudah memverifikasi Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dan Sekolah Adiwiyata se-Kabupaten dan akan menominasi ”Best oF The Best” Penghargaan yang diberikan berdasarkan penilaian Tim Varpal (Verifikasi Lapangan), di Gedung Tegar Beriman, Jumat (17/12/2021).

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri merasa bersyukur dengan perjuangan keras yang diperjuangkan Pemdes, pengurus lingkungan, masyarakat dan lembaga-lembaga desa dalam satu komando.

“Alhamdulliah, akhirnya setelah kita berjuang keras untuk membangun dan menata lingkungan di wilayah Desa Gunung Putri sekarang memperoleh hasil dengan mendapatkan penghargaan terbanyak se-Kabupaten Bogor dan Dinas Lingkungan Hidup membagi beberapa kategori seperti Pengelolahan Tanah, Penataan Lingkungan Terbaik dan masih banyak lagi,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/12/21).

BACA JUGA Satpol PP Leuwisadeng Amankan Pelajar yang Hendak Tawuran

Lanjut A Heri biasa disapa mengatakan, desanya mendapatkan juara KRL sebanyak 13 juara, dengan harapan kedepannya Desa Gunung Putri menjadi desa yang terbaik dan penghargaan yang lebih banyak.

“Insya Allah di tahun yang akan datang bisa mendapat lebih banyak lagi penghargaan, dan saya mengajak untuk kita bersama-sama bersemangat serta kerja keras. Sebab kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil, kedepan semoga KRL terus berkembang dan Desa Gunung Putri menjadi lebih asri nyaman dan ramah warga dan lingkungannya,” harapnya.

** Nay/Wisnu

Satpol PP Leuwisadeng Amankan Pelajar yang Hendak Tawuran

0

JURNAL INSPIRASI – Sejumlah pelajar yang hendak tawuran di Jalan Raya Leuwisadeng Km 25 digagalkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Pristiwa itu terjadi pada Kamis (23/12) sekitar pukul 10:00 wib. Sebelum ya terlihat sejumlah pelajar sedang konvoi membawa senjata tajam (sajam) berupa cerulit. Namun saat dilakukan pengejaran, sajam tersebut dibawa lari oleh pelajar tersebut.

Kasi trantibum Kecamatan Leuwisadeng Cecep Tarmizi mengatakan, saat akan mengamankan para siswa sempat terjadi kejar-kejaran dengan mereka yang menggunakan sepeda motor.

BACA JUGA Sudah Sepekan, Jembatan Urug Dibangun

“Kita sudah melakukan upaya pencegahan dengan cara mengejar pelajar tersebut menggunakan kendaraan roda dua akhirnya tertangkap enam orang siswa yang akan melakukan tawuran,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keenam siswa tersebut memang bersekolah di seputar wilayah Kecamatan Leuwisadeng yaitu di SMPN 1 Leuwisadeng.

“Kita menindak lanjuti hal tersebut dan menyerahkan para siswa tersebut ke pihak sekolah agar kembali dibina. Ada sekitar 16 motor yang akan melakukan tawuran antar pelajar,” bebernya.

Ia menegaskan, jika hal tersebut terjadi kembali kepada para siswa tersebut, tentunya pihaknya akan melakukan sanksi tegas kepada para siswa.

BACA JUGA Pendapatan Rujak Tumbuk Turun Drastis

“Jika kembali melakukan hal tersebut kita akan menyerahkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Leuwisadeng, Atang mengatakan, dengan kejadian ini pihaknya akan melakukan pembinaan kembali kepada para siswa.

“Kita akan bina dan akan memberikan sanksi kepada para siswa,” singkatnya.

**andres

Pendapatan Rujak Tumbuk Turun Drastis

0

JURNAL INSPIRASI – Pedagang rujak bebek atau rujak tumbuk keliling, jelang Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) saat ini tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berjualan di tengah pandemi Covid-19, Dadang (39), warga Kampung Bongas, Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor  mengaku penghasilannya menurun drastis.

Pasalnya, selain para pembeli juga berkurang, ditambah harga bahan pokok seperti cabai dan ubi saat ini mengalami kenaikan harga di pasar.

Bapak tiga anak ini menceritakan, ia berjualan rujak bebek dari tahun 1998 sejak remaja.

“Awalnya saya belajar berjualan rujak tumbuk ini dari orang Cianjur dari sejak saya remaja. Kalau dulu saya berjualan di Tangerang, depan pabrik waktu itu alhamdulillah penghasilannya cukup lumayan. Satu minggu itu bisa mendapatkan satu juta,” katanya.

BACA JUGA Sudah Sepekan, Jembatan Urug Dibangun

Ia menambahkan saat Covid-19 merebak ia pun terpaksa harus pulang ke kampung halamannya.

“Para pekerja di pabrik disana banyak yang di-PHK dan sepi jualan di Tangerang sana. akhirnya saya berjualan di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dimana tempat ia lahir. Sudah beberapa pekan  ini penghasilan menurun drastis,” tambahnya.

Selain harus menanggung kebutuhan keluarga, ia juga harus menanggung kebutuhan pendidikan yang mana mempunyai tiga orang anak.

“Sekarang penghasilan saya paling besar, 60 ribu satu hari,  itupun kita menempuh keliling harus jauh. Kalau hujan dagangan nggak habis. Anak saya tiga paling besar 14 tahun,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/12).

Ia juga mengaku tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik tunai maupun nontunai. Dadang, berharap kepada pemerintah untuk diperhatikan karena beban ekonominya untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti saat ini harga naik di pasar.

“Saya berharap pemerintah bisa mengerti dengan kondisi saat ini, minta perhatiannya lah,” pungkasnya.

**andres

Tangga Pedestrian Ranggagading Diprotes Warga

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek penataan kawasan Suryakencana atau tepatnya di Jalan Ranggagading menuai protes warga. Hal itu lantaran jalan tersebut ditutup. Padahal, jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju Kampung Cincau, Kelurahan Gudang.

Berdasarkan pantauan lapangan, terlihat diujung Jalan Ranggagading dibuat tangga sehingga tidak ada akses jalur kendaraan.

Salah seorang warga Asep mengatakan bahwa Jalan Ranggading sudah ada sejak zaman Belanda, dan merupakan akses mobilitas warga. Namun, kini ditutup dengan dibangunnya tangga setinggi kurang lebih sekitar tiga meter.

“Dari zaman dulu, Jalan Ranggagading itu menjadi jalan umum bagi warga Kampung Cincau yang hendak menuju ke Jalan Suryakencana. Jadi tahu mengapa sekarang dibuat tangga yang tinggi. Sehingga mobil dan motor tidak bisa melalui jalan itu lagi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/12).

Baca Juga Kementerian Perdagangan Lepas Ekspor Produk Kokola Group

Hal senada diungkapkan, Januar salah seorang pemilik toko yang berlokasi di sekitar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan. Ia mengeluhkan keberadaan tangga tersebut lantaran kendaraan pengirim barang ke tokonya, harus berputar dulu ke Sukasari lantas menuju Bondongan lalu masuk ke arah Pasar Cunpok.

“Akibatnya, sekarang sudah jarang mau berkirim barang ke toko saya. Apalagi di Pasar Cunpok yang sempit sering macet,” katanya.

Sementara itu, salah seorang perwakilan Sekretariat Paguyuban Kampung Tengah (Sepakat), Hardi mengatakan, pihaknya mewakili masyarakat tidak pernah menyatakan persetujuannya untuk penataan Suryakencana, termasuk Jalan Ranggagading.

“Para pemilik usaha di sekitar Jalan Ranggading dan warga masyarakat sepanjang Kampung Cingcau, berharap tangga yang tinggi tersebut, segera dibongkar karena tidak jelas manfaatnya dan lebih banyak merugikan,” imbuhnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (PUPR) proyek Suryakencana Dadan Hamdani menjelaskan bahwa dalam perencanaan revitalisasi penataan kawasan Suryakencana khususnya di Jalan Ranggagading memang dikonsepkan menjadi pedestrian seperti di Jalan Bata. 

Karena itu, sambung Dadan, Jalan Ranggagading dibangun pedestrian menggunakan beton stemkonkrit sampai pertigaan tepatnya depan Sekolah Tinggi Kesatuan yang ujung jalannya memang ditutup dengan dibangun tangga.

“Pertimbangannya kalau masih menjadi jalan utama akses keluar masuk mobil, penempatan para pedagangnya harus diatur kembali, termasuk parkir dan sebagainya. Kalau dijadikan pedestrian seperti di Jalan Bata tidak ada akses mobil, parkir dan sebagainya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai adanya protes warga, ia menegaskan bahwa sebelum pembangunan berjalan sudah dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan tidak ada keluhan maupun protes dari warga tersebut.

“Padahal, waktu sosialisasi sebelum pembangunan warga tidak mengeluhkan terkait akses, mereka setuju. Tetapi mungkin warga yang mengeluh ini tidak hadir saat sosialisasi,” imbuhnya.

Baca Juga Menkominfo Ajak Masyarakat Sukseskan Presidensi G20 Indonesia

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembangunan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Bogor ini menambahkan, lantaran sudah dibuat tangga yang cukup tinggi, sehingga bila dibangun ramp untuk akses kendaraan ke Kampung Cincau akan cukup sulit.

Dadan menegaskan, pihaknya tidak bisa mengindahkan harapan warga, apabila pembuatan tangga harus segera dibongkar karena masih mengejar progres utama pembangunan di area lain seperti Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda.

“Mungkin harapan warga untuk membuka akses akan dikaji terlebih dahulu setelah pembangunan penataan kawasan Suryakencana sudah selesai, tidak bisa dibongkar begitu saja,” paparnya.

**Fredy Kristianto

Menkominfo Ajak Masyarakat Sukseskan Presidensi G20 Indonesia

0

JURNAL INSPIRASI – Indonesia menjalani Keketuaan Forum G20 Tahun 2022. Pemerintah berupaya menjadikan momentum Presidensi G20 Indonesia untuk menunjukkan kepada para pemimpin dunia mengenai kemampuan dalam mengendalikan pandemi Covid-19, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan punya adaptasi yang tinggi. Oleh karena itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak masyarakat, terutama kalangan mileninal ikut berpartisipasi aktif menyukseskan Presidensi G20 Indonesia.

“Selaras dengan pesan dari Presiden Joko Widodo untuk menyukseskan pelaksanaan KTT G20, Kominfo mendorong masyarakat ikut serta menyukseskan penyelenggaraannya. Sekaligus sebagai pembuktian mempunyai resiliensi sebagai bangsa,” ujarnya dalam Dialog Primetime News Metro TV: Peran Strategis Indonesia di Presidensi G20, yang berlangsung virtual dari Jakarta, Rabu (22/12/2021) malam.

Menurut Menteri Johnny, dalam KTT G20 akan datang pengambil keputusan, kepala pemerintah dan kepala negara dari 19 negara besar di dunia. Tentu saja, mereka juga membawa para pengambil keputusan yang berada di level di bawahnya, termasuk pemimpin di bidang ekonomi, industri dan perdagangan di tingkat dunia.

“Kita tentu ingin agar penyelenggaraan G20 ini sukses dan kita menjadi bangsa atau tuan rumah yang ramah. Tidak hanya itu saja, selain ramah dalam menerima kehadiran mereka tetapi ini juga momentum untuk menunjukkan kepada mereka akan kemampuan Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan kemampuan adaptasi yang tinggi,” tegasnya.

Menkominfo meyakini Indonesia mempunyai potensi besar menyukseskan penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia tahun depan. Bahkan, Menteri Johnny menekankan arti penting keterlibatan generasi milenial, siswa dan mahasiswa.

“Khususnya generasi milenial, para siswa dan mahasiswa kita harus tahu bahwa Indonesia sebagai Ketua Presidensi G20 tahun depan, apa agenda-agendanya? Apa yang akan dilakukan di dalam meeting-meeting G20 itu? Karena G20 itu merepresentasikan 65% penduduk dunia, me-representing 79% perdagangan global, dan 85% perekonomian dunia,” tandasnya.

Peran Masyarakat

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai koordinator komunikasi dan media dalam Kelompok Negara 20. Penunjukkan itu didasari Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia yang terbit 27 Mei 2021.

“Berdasarkan Keppres itu, Kominfo bertugas untuk membangun strategi komunikasi kepada masyarakat. Kemudian juga kepada negara-negara peserta G20 maupun media dalam dan luar negeri. Namun, media komunikasi yang dimaksud itu tidak saja pemanfaatan kanal-kanal komunikasi tetapi transmisi informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan penyelenggaraan G20 itu sendiri,” tutur Menteri Johnny.

Menurut Menkominfo, pada saat Indonesia dipercaya untuk melaksanakan Keketuaan G20 tahun 2022 mendatang, pelibatan dan pemahaman masyarakat begitu penting.

“Makanya, saya berharap masyarakat tidak saja mengetahui kanal-kanal kegiatan atau hal-hal yang teknis. Tetapi masyarakat mengetahui substansi, tujuan dan agenda besar Indonesia pada Keketuaan Indonesia di G20 yang sudah dimulai sejak 1 Desember 2021 yang lalu sampai dengan 30 hingga 31 Oktober tahun depan,” harapnya.

Dalam diskusi yang turut menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo itu, Menteri Johnny juga menjelaskan digitalisasi menjadi salah satu faktor penting yang muncul akibat dari pandemi Covid-19, yakni mendorong migrasi aktivitas masyarakat ke ruang digital.

Biro Humas Kementerian Kominfo

Sudah Sepekan, Jembatan Urug Dibangun

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan jembatan Urug Desa Urug Kecamatan Sukajaya ke jalur Kampung Nangela, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kini masih berjalan dan sudah memasuki satu pekan.

Jembatan yang ambruk diterjang banjir bandang aliran sungai Cidurian beberapa waktu lalu itu menjadi salah satu akses vital bagi warga kedua desa.

“Jembatan ini akses satu satunya terutama bagi warga Kampung Urug,” ujar Kepala Desa Urug Sukarma, saat dihubungi Jurnal Bogor, kemarin.

Sukarma menyebut awal dibangun jembatan Urug di tahun 2019, setelah itu jembatan terputus lantaran ambruk diterjang banjir bandang.

Kendati demikian secara teknis, kata Sukarma, pelaksana perbaikan jembatan itu, yakni pihak Pemerintah Desa Nanggung yang melaksanakan.

BACA JUGA IndiHome Resmi Jalin Kerja Sama dengan MNC Group

“Memang tidak lepas koordinasi dengan Desa Urug,  tetapi pada pelaksana untuk  pengerjaannya dilimpahkan ke Desa Nanggung,” ungkap Sukarma.

Perbaikan jembatan yang dibantu pihak PT Antam dan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (PMI) diharapkan selesai maksimal, sehingga masyarakat di dua desa bisa memanfaatkan jalur itu tanpa harus memutar dengan jarak yang cukup jauh.

Sebelumnya disebutkan anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin berkolaborasi dengan PT Antam Pongkor dan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (PMI) serta kedua Pemerintah Desa Urug dan Nanggung untuk  berupaya melakukan perbaikan jembatan tersebut.

Diketahui, untuk pembangunan jembatan Pemerintah Desa sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp 63 juta. Namun  setelah komunikasi pihak desa bahwa anggaran APBDes untuk pembangunan jembatan anggaran tersebut tidak begitu mencukupi.

“Bantuan datang dari perusahaan PT Antam Pongkor dan PT Petrodrill Manufaktur Indonesia. Perbaikan pembatan tersebut bukan hanya dilihat dari objeknya saja, tetapi pemanafaatannya untuk kepentingan sangat luas,” tandasnya.

**Arip Ekon

IndiHome Resmi Jalin Kerja Sama dengan MNC Group

0

Hadirkan Beragam Konten untuk Pelanggan

JURNAL INSPIRASI – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui layanan fixed broadband IndiHome resmi menjalin kerja sama dengan PT Global Mediacom Tbk (MNC Media), penyedia layanan media streaming digital linear TV dan Video on Demand. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) oleh Venusiana selaku Direktur Consumer Service Telkom dan Hary Tanoesoedibjo selaku Executive Chairman MNC Group di Jakarta, (21/12).

Direktur Consumer Service Telkom, Venusiana mengatakan, “Kami sangat antusias dengan kerja sama Telkom dalam hal ini IndiHome dengan MNC Media. Melalui kerja sama ini, dapat semakin melengkapi ragam konten tayangan di IndiHome TV sehingga dapat menjadikan IndiHome TV sebagai windows of entertainment bagi pelanggan.”

Dengan kesepakatan kerja sama ini, Telkom dan MNC Media akan berkolaborasi dalam memproduksi, mengakuisisi dan mendistribusi program televisi sekaligus konten terbaik bagi para pemirsanya. Beragam tayangan akan disajikan mulai dari kanal TV nasional, internasional, hingga Video on Demand terbaik dari berbagai macam genre. Tak hanya itu, IndiHome dan MNC Media juga akan melakukan pengembangan penayangan channel milik IndiHome TV di platform milik MNC Media dan sebaliknya.

Penandatanganan nota kesepahaman kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk IndiHome dan MNC Media dalam mengembangkan bisnis TV interaktifnya demi meningkatkan pengalaman terbaik pelanggan dalam menikmati tayangan berkualitas tanpa batas di IndiHome TV dan juga Vision+.

Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, “Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan TelkomGroup. Kerja sama ini akan memberikan kesempatan bagi kami untuk senantiasa memberikan konten-konten dengan kualitas terbaik sehingga dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat Indonesia. Dengan user base Telkom yang sangat besar disertai dengan kekuatan konten MNC Group yang sangat komprehensif dan berkualitas, kerja sama ini akan dapat menguntungkan kedua belah pihak, yang tentunya sejalan dengan rencana ekspansi perseroan ke depan.”

Ke depannya, IndiHome berkomitmen untuk selalu memberikan layanan dan hiburan digital menarik demi memberikan memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan, sekaligus inspirasi dan motivasi untuk masyarakat Indonesia.

#DigitalBisa #UntukIndonesiaLebihBaik

***

Tentang IndiHome

IndiHome sebagai layanan fixed broadband terkemuka milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyediakan tiga layanan utama, yaitu Internet, Telepon, dan TV Interaktif. IndiHome juga menyediakan beragam varian kecepatan internet mulai dari 30 Mbps hingga 300 Mbps yang dilengkapi dengan berbagai layanan digital tambahan lainnya seperti ekosistem gaming GameQoo, layanan belajar mengajar IndiHome Study, hiburan streaming lagu Langit Musik, berbagi kuota bersama  Smooa, layanan Wifi.id seamless, penyimpanan data online Cloud Storage, jaringan rumah pintar IndiHome Smart dan beragam layanan digital menarik lainnya. IndiHome merupakan market leader fixed broadband di Indonesia yang menguasai lebih dari 80% pasar dengan 8,47 juta pelanggan pada Q3 2021. IndiHome telah menjangkau 95% kabupaten/kota atau sebanyak 496 dari 514 kabupaten/kota, bahkan 10 pulau terluar di Indonesia (Bintan, Karimun, Kei, Alor, Simeulue, Weh, Sebatik, Rote, Sabu, dan Nusa Penida). Serat optik IndiHome membentang sejauh 166.343 kilometer dari pusat kota hingga desa-desa terpencil di seluruh nusantara atau setara dengan 4 kali keliling bumi. IndiHome kaya akan konten digital dengan 243 channel dan berbagai layanan digital tambahan. Informasi lebih lanjut tentang IndiHome dapat diakses melalui sosial media @indihome atau @indihomecare, call center 147, www.indihome.co.id dan aplikasi myIndiHome. Download aplikasi myIndiHome dan rasakan banyak kemudahannya.

Tentang MNC Media

Sebagai grup perusahaan media yang paling terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara, PT Global Mediacom Tbk (BMTR atau MNC Media) memegang portofolio media terbesar. BMTR merupakan market leader dalam industri TV FTA dan TV Berlangganan selama bertahun-tahun. Mayoritas pendapatan perseroan dikontribusikan oleh dua lini bisnis utama. Media berbasis konten dan iklan, yang dikelola oleh PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan media berbasis langganan Perseroan yaitu PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV). Informasi lebih lanjut mengenai MNC Media, kunjungi www.mediacom.co.id.

**ass-rls