31.3 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1000

Beredar Isu Penculikan di Nanggung, Kapolsek Nanggung: Hoaks

0

JURNAL INSPIRASI – Belakangan ini masyarakat di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor diresahkan dengan beredarnya isu pelaku penculikan  dan  mencari  korban sasarannya adalah  anak-anak. Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Kapolsek Nanggung menerangkan, berkaitan informasi  penculikan yang berlokasi TKPnya di Kampung Panjaungan, Desa Batutulis beberapa waktu lalu, itu merupakan suatu peristiwa yang patut diduga tetapi dari hasil penyelidikan serta pendalaman informasi  bahwa yang bersangkutan  dalam  kondisi depresi.

“Secara psikologis, ketika yang bersangkutan diajak berkomunikasi tidak nyambung karena pernyataannya yang berubah rubah,” jelasnya Kapolsek Nanggung, AKP Achmad Budi Santoso kepada Jurnal Bogor, Sabtu (8/1).

Dari penyelidikan, bersangkutan dengan jenis kelamin perempuan sekitar usia 40 tahun merupakan warga Cibatok, Kecamatan Cibungbulang kini telah dikembalikan pada  keluarganya untuk diawasi dan dilakjukan pengobatan di Rumah Sakit Marzuki Mahdi.

“Kebetulan warga kita ada  yang mengenali, bahwa yang bersangkutan adalah warga Cibatok Cibungbulang,” ujar  

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, saat media sosial banyak beredarnya informasi isu terkaait penculikan. Menurutnya, memang kejadian penculikan itu ada, tetapi diluar wilayah, namun tidak semasif  seperti apa yang digambarkan dalam informasi atau di media sosial.

Meski demikian, masyarakat diminta agar tetap waspada. “Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh warga Kecamatan Nanggung untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh suatu berita berita yang belum tentu jelas kebenarannya,” kata dia.

Apabila menemukan warga yang tidak dikenal,  curiga boleh saja  tetapi jangan main hakim sendiri. “Kami sarankan segera laporkan ke aparat kepolisian atau Babinsa. Silahkan laporkan yang kemudian untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Kalau memang terbukti, mempunyai itikad suatu perbuatan pidana yang bersangkutan akan diproses sesuai  ketentuan secara aturan hukum.

Bilamana yang bersangkutan kondisi kejiwaannya mengalami depresi terutama untuk pemanggilan, maka  perlu diketahui keberadaan keluarganya.

“Tentu kami berupaya untuk menyerahkan ke instansi seperti ke Satpol PP,  Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan untuk  dilakukan rehabilitasi,” tukasnya.

** Arip Ekon

Mahasiswa UNAS dan BPM FIS UNJ Webinar Konten Instagram

0

JURNAL INSPIRASI – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional (UNAS) berkerjasama dengan Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta (BPM FIS UNJ) sukses membuat Webinar bertajuk “Membuat Konten Kreatif Dan Menarik Untuk Mendapatkan Hasil Yang Menarik dan Maksimal di Instagram”. Webinar ini telah berlangsung pada Minggu (02/01/2022).

Webinar ini terbagi dalam dua sesi yang mana sesi pertama di isi oleh Jodi Sosiawan, mahasiswa UNAS dengan materi Copywriting. Dalam penyampaian materinya, Jodi meyampaikan tentang strategi bagaimana supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam penyusunan kata yang akan berbentuk caption pada konten yang menarik sehingga meraih hasil yang maksimal.

Dan sesi kedua diisi oleh Agus Setiawan, mahasiswa UNAS dengan materi grafis desain dan manajemen media sosial Instagram. Dalam materi itu Agus menyampaikan “Grafis desain berbicara konten visual, yang dimaksud visual itu bisa dilihat dari indra penglihatan seseorang di era kini, memang secara otamatis pengguna Instagram melihat apakah gambar atau video tersebut menarik atau tidak.”

Sedangkan dalam Materi Manajemen Media Sosial “manajemen media sosial dan konten visual saling berkaitan untuk meraih hasil yang maksimal. Hasil tersebut bisa berupa interaksi audiens terhadap media sosial yang dikelola. Maka dari itu, memahami audiens juga menjadi hal yang tak luput diprioritaskan untuk diperhatikan.” Jelas Agus.

Tidak hanya dihadiri oleh para peserta, webinar ini juga dihadiri oleh Yayu Sriwartini, S.Sos, M.Si selaku dosen pembimbing. Juga Siliana Rachma yang menjabat sebagai Kepala Divisi Humas dan Media Kreatif BPM FIS UNJ. Yayu dalam sambutannya menyampaikan, “ Betapa pentingnya di era digitalisasi ini untuk bijak dalam memilih konten dalam media sosial untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan menarik khusunya di Instagram.”

Webinar ini merupakan salah satu bentuk capaian dari mata kuliah Public Relation dan Manajemen Corporate Social Rensposibility. yang digagas oleh 5 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nasional dengan kerjasama dengan BPM FIS Universitas Negeri Jakarta sebagai mitra utama penyelenggara, HIMA Penerbitan Polimedia, MBEC Club Universitas Mercu Buana dengan harapan bisa meningkatkan skill manajemen media sosial Instagram.

** Muthia Arfah/mg

Warga Jasing Keluhkan Listrik yang Kerap Mati Nyala

0

JURNAL INSPIRASI – Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jasinga mengeluhkan sering terjadinya aliran listrik yang kerap mati nyala.

Seperti yang disampaikan salah satu warga,  Ahmad. Warga Kampung Peuteuy, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ini mengatakan, pemadaman listrik yang kerap terjadi secara singkat tersebut membuat dirinya bertanya-tanya. Pemadaman secara singkat tersebut seperti sedang di permainkan.

“Aneh emang, hampir setiap malam listrik mati hidup seperti sedang dipermainkan, kaya anak kecil mainin stop kontak gitu loh dimatiin dinyalain dimatiin dinyalain,” ungkapnya keheranan.

Dia menambahkan, dengan adanya kejadian listrik padam dan menyala secara singkat tersebut tentunya membuat dirinya sebagai pelanggan perusahaan milik negara tersebut merasa terganggu.

“Tentunya kita terganggu dan saya rasa warga lain pun merasakan hal serupa seperti saya, dan satu lagi ini, ada apa ya kalo sering kaya gini, apa jangan – jangan sedang dipermainkan untuk melonjakan tagihan,” tuturnya penuh tanya.

Sementara itu, Jajang yang kebetulan mendengar pembicaraan Ahmad pun membenarkan adanya listrik yang kerap mati dan nyala tersebut.

“Iya itu biasanya sering terjadi setiap malam diatas jam dua belas malam, ya sekitar jam satuan lah biasanya suka kaya gitu, kaya semalam jam satuan sama jam setengah tiga kayak gitu” ungkapnya.

Staf Teknik PLN Rayon Jasinga, Adit saat dikonfirmasi menyampaikan bahwasanya kawasan yang dikeluhkan masyarakat itu masuk dalam kawasan penyulang Kalimaya, yang mana penyulang Kalimaya itu ada saklar atau sekringnya (sekloser).

“Terkait padam nyala padam nyala mungkin dijaringannya itu melewati pohon-pohon yang sudah mendekati kabel listrik, jadi kalo misal pohon kena kabel listrik pasti dia ada gangguan,” bebernya.

Dia pun menambahkan, penyebab mati nyala mati nyala akibat eklus sehingga eklusnya itu dari ranting pohon kena jaringan dan habis itu lepas lagi.

“Jadi upaya dari kami setiap hari itu pasti ada kegiatan buat pemangkasan pohon-pohon yang sudah mendekati jaringan supaya pohon-pohon itu bisa terhindar dari jaringan listrik,” tandasnya.

**Andres

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Kembali Ditegaskan Anton Suratto

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sekretaris MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto menggelar Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) pada Selasa (14/12/2021) di Aula DPC Partai Demokrat, Kabupaten Bogor, acara tersebut dihadiri, sejumlah aktivis pemuda, ormas, serta para tokoh yang mewakili daerah pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Bogor.

Acara yang mengambil tema penegasan Pancasila sebagai dasar negara ideologi bangsa dan negara ini berlangsung meriah, bahkan di akhir acara dilakukan sesi tanya jawab tentang nilai pancasila sebagai pedoman dan falsafah bangsa Indonesia.

Acara tersebut menjadi bagian dari agenda rutin yang dilaksanakan anggota MPR RI. Dengan harapan agar masyarakat bisa menyampaikan langsung aspirasinya dan berdialog dengan wakilnya di parlemen.

Pria yang akrab disapa Kang H. Anton menyampaikan, bahwa semua sila yang ada di dalam Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.

“Pada Sila pertama yaitu, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai spirituil yang memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada semua pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME. Semua makna yang terkandung didalam semua sila utuh, pada sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung nilai satu derajat, sama hak dan kewajiban, serta bertoleransi dan saling mencintai,” ujarnya.

Pada sila ke 3 Persatuan Indonesia sambung Kang H. Anton, mengandung nilai kebersamaan, bersatu dalam memerangi penjajah dan bersatu dalam mengembangkan negara Indonesia. Dan pada sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat atau demokrasi yang dijelmakan oleh persatuan nasional

“Pada bagian sila ke 5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengandung sikap adil, menghormati hak orang lain, dan bersikap gotong-royong yang menjadi kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata,” tuturnya.

Dalam acara yang menggunakan protokol kesehatan ini, banyak dari peserta yang menyampaikan aspirasinya kepada Kang H. Anton, mulai dari soal kesehatan, Ekonomi, Infrastruktur, serta masalah Blank Spot atau wilayah yang sama sekali tidak ada sinyal.

**gp

Taman Batas Tidak Terawat, LSM JPP Pertanyakan Kinerja DLH

0

JURNAL INSPIRASI – Tidak terawatnya taman batas wilayah antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi, terus menuai kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP) ikut menyayangkan dengan kondisi taman batas yang ada wilayah selatan persisnya di Kecamatan Cigombong tersebut.

Ketua LSM JPP, Saleh Nurangga mengatakan, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Bupati Ade Yasin, memperhatikan juga keberadaan semua batas wilayah, baik yang ada di selatan, timur, utara maupun barat.

“Karena, batas wilayah bisa menjadi ikon bagi warga luar saat masuk ke Kabupaten Bogor. Kalau ciri atau batas wilayahnya saja tidak terawat, bagaimana menjadi daya tarik warga luar,” ungkapnya kepada wartawan.

Saleh mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap kondisi taman batas yang terkesan tidak ada perawatan tersebut.

“Apakah tidak ada anggarannya atau memang dibiarkan begitu saja,” katanya.

Saleh mengaku heran dengan program Bupati Bogor saat ini. Dimana, untuk kegiatan pembangunan lebih kepada penataan kawasan perkotaan dan terkesan menganaktirikan wilayah.

“Coba saja lihat pembangunan tahun 2021, mega proyek itu dilaksanakan untuk penataan wilayah Cibinong dan sekitarnya. Kalau pembangunan wilayah, taman batas saja tidak dirawat dan banyak infrastruktur jalan di selatan yang kondisinya rusak parah,” paparnya.

Saleh minta, Bupati Bogor bersikap adil dan merata dalam mengambil kebijakan, terutama untuk program pembangunan. Sehingga, alokasi anggaran yang dikeluarkan setiap tahunnya, bisa dirasakan semua warga Kabupaten Bogor.

“Jangan pilih kasih, apalagi wilayah selatan yang sudah memberikan pemasukan ke daerah cukup besar. Idealnya, alokasi anggaran pembangunan wilayah selatan lebih diprioritaskan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Saeful Jamal, warga Kecamatan Cigombong mengaku prihatin dengan kondisi taman batas yang dibangun Pemkab Bogor. Karena, banyak sampah disekitar taman tersebut.

“Lihat saja, taman milik Kabupaten Bogor banyak sampah, baik sampah plastik maupun sampah dedaunan. Jadi terlihat kotor dan kumuh,” ungkapnya kepada wartawan.

Berbeda dengan kondisi taman batas milik Pemkab Sukabumi. Disekitar taman batas tersebut, terlihat bersih dan terawat, sehingga warga yang melihatnya merasakan keindahan.

“Tidak ada sampah apa pun juga. Taman batas milik Pemkab Sukabumi benar-benar terawat,” jelas Saeful.

Selain sampah, lanjutnya, taman yang menjadi penghias, terkesan dibiarkan tumbuh dengan sendirinya tanpa ada perawatan, baik dengan cara dipotong dan lainnya.

“Tamannya juga seperti asal tumbuh saja. Ukuran taman tidak rata dan rapih, beda dengan taman yang dibangun Kabupaten Sukabumi, semua rapih,” tukas Saeful.

** Dede Suhendar

Anton Ingatkan Masyarakat Pentingnya Nilai-nilai Luhur Kebangsaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, Sekretaris MPR RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto menggelar Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan sejumlah generasi muda dan tokoh masyarakat dari Kecamatan, Ciawi, Tamansari, Cisarua, Megamendung, Cijeruk, dan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (13/12/2021) di Aula DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor.

DPM tersebut membahas persoalan sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Hal ini guna mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai luhur kebangsaan yang dirangkum dalam empat pilar MPR RI untuk diaktualisasikan.

Dalam kegiatan DPM ini, pria yang akrab disapa Kang H. Anton, meminta agar masyarakat khususnya generasi muda dapat mengenal nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

”Selain hal-hal yang dipaparkan pembicara, saya juga berharap adanya masukan dari masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuaan dan pemahaman masyarakat kita terhadap nilai-nilai kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Untuk diketahui, lanjut Yadi, MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum. MPR merupakan lembaga permusyawaratan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga Negara dan berdasarkan ketentuan Pasal 5 UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, MPR mempunyai beberapa tugas.

Pertama, memasyarakatkan ketetapan MPR. Kedua, memasyarakatkan Pancasila Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal ika. Ketiga, mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pelaksanaannya. Terakhir, menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, tutur Kang H. Anton yang juga menjabat sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, anggota MPR berkewajiban melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, dan salah satu kegiatan yang dilakukan adalah DPM dengan masyarakat di daerah pemilihannya. Kegiatan dengar pendapat yang dilakukan oleh setiap anggota MPR dengan masyarakat ini merupakan wadah untuk berdialog guna menampung saran, pendapat dan aspirasi dari masyarakat terkait pelaksanaan nilai-nilai luhur kebangsaan tersebut.

”Saya prihatin dengan semakin tergerusnya kesadaran dan rasa nasionalisme di benak pemuda. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membangkitkan semangat persatuan, budaya gotong royong sehingga dapat menghindari perpecahan antar elemen masyarakat khususnya di Kabupaten Bogor,” tutur anggota MPR/DPR RI Dapil Jabar V (Kabupaten Bogor) ini.

Kang H. Anton menjelaskan, MPR sebagai sebuah institusi akan terus melakukan kegiatan sosialisasi dan menugaskan seluruh anggota MPR untuk melakukannya.

”Hal ini penting dilakukan agar tercipta filter kebangsaan yang kuat di tengah masyarakat. Selama ini sangat banyak dijejali oleh berbagai macam tayangan di berbagai media yang tidak mencerminkan kultur dan kepribadian Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

**gp

Pohon Tua Ancam Keselamatan Pengendara, DLH Kok Diam Saja

0

JURNAL INSPIRASI – Para pengguna jalan di jalur HR Edi Sukma atau lebih dikenal dengan sebutan jalur Bocimi mengaku was-was saat melintas di jalur tersebut, tepatnya di Talang Dua Cimande, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Mereka khawatir, pohon besar di tepi ruas jalan yang kondisinya sudah lapuk itu, dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Lihat saja, pohonnya sudah tidak berdaun atau gundul dan terlihat sudah lapuk. Jelas lah bikin khawatir pengendara yang melintas karena umurnya sudah tua dan tinggal menunggu tumbang, ” keluh Irfan, warga sekitar.

Terlebih, lanjut dia, beberapa bulan sebelumnya, bagian dahan pohon tersebut pernah patah dan jatuh ke jalan. Untung saja kata dia, saat itu tidak mengenai pengendara yang melintas.

“Iya pernah ada dahan patah dan ukurannya cukup besar. Untung saja tidak menimpa pengendara. Dan waktu itu evakuasi pohon lumayan lama juga,” terangnya.

Zaelani, warga setempat juga mengaku khawatir jika pohon dengan tinggi sekitar 15 meter itu sewaktu-waktu tumbang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Ya solusinya harus ditebang atau bagian dahan dan rantingnya dipotong. Kami khawatir, jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan hal serius,” tandasnya.

Warga dan sejumlah pengendara pun meminta dinas terkait segera menebang pohon tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain pohon itu, juga terdapat puluhan pohon besar lainnya yang berjejer disepanjang jalur tersebut.

Meski membahayakan pengguna jalan, namun keberadaan pohon-pohon tersebut seolah luput dari pengawasan pihak terkait, dalam hal ini menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

“Saya rasa wajar adanya jika pengguna jalan merasa terancam keselamatannya dengan banyaknya pohon di jalur itu. Apalagi diantara pohon-pohon raksasa ada yang umurnya sudah mencapai belasan bahkan puluhan tahun,” tandas Ade Ikmal, warga Ciawi.

DLH pun diminta melakukan pemantauan pohon secara berkala sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjamin keselamatan para pengguna jalan.

Sekedar informasi tambahan, beberapa tahun lalu sempat ada peristiwa yang menewaskan dua pengguna jalan, yakni sopir dan kernet pengangkut barang yang tewas dengan kondisi mengenaskan setelah truk pengangkut barang yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar di kawasan Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi.

**Deni

Pulihkan Ekonomi Masyarakat, Pemdes Tugu Jaya Luncurkan Program Satu Kampung Satu Produk

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan pemulihan ekonomi masyarakat. Hal itu dilakukan melalui program Satu Kampung Satu Produk yang menjadi andalan progam desa menghadapi pandemi.

Program yang sudah diluncurkan sejak tahun 2021 ini diakui sudah memberikan manfaat bagi masyarakat, khusunya bagi warga yang kehilangan mata pencaharian mereka karena dampak pandemi.

Kepala Desa Tugu Jaya, M Rifky Abdillah mengatakan, program Satu Kampung Satu Produk ini digagas karena kondisi ekonomi di sejumlah wilayah mengalami kelesuan.

Maka, kata dia, melalui anggaran Dana Desa (DD), pihaknya mulai memberikan subsidi modal bagi setiap kampung yang warganya memiliki keahlian khusus, terutama di sektor ekonomi.

“Misalkan, kampung A piawai membuat penganan keripik singkong, maka kita akan berikan modal untuk memenuhi kebutuhan membuat keripik singkong, dan satu kampung ini harus fokus satu produk,” ujarnya, Kamis (6/1/2022).

Ia menyebut hingga saat ini sudah ada 9 kelompok atau 9 kampung yang sudah menjalankan program tersebut.

“Dan Alhamdulillah dengan program ini banyak masyarakat khususnya pemuda-pemudi yang tadinya nganggur, kini punya penghasilan,” ucapnya

Dijelaskannya, bantuan modal ini menyisir semua sektor usaha, seperi, produk penganan, kerajinan, peternakan, menjahit dan lainnya. Dan pihak desa memberikan bantuan kepada masing-masing kelompok usaha senilai tiga juta rupiah.

Selain modal, Pemerintah Desa Tugu Jaya juga berkerjasama dengan Balai Latihan Keterampilan (BLK). Tujuannya, agar keahlian masyarakat ini ditunjang juga cara pengemasan, dan penjual serta manajemen yang baik.

“Karena saya tidak ingin ketika sudah diberikan modal, malah tidak berjalan, maka ada pelatihan,” bebernya.

Ia berharap, program ini bisa mengakomodir semua kampung yang memiliki keahlian di Desa Tugu Jaya yang bertujuan mendongkrak roda perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Kecamatan Cigombong, Asfiani mengapresiasi program Satu Kampung Satu Produk yang digulirkan Pemdes Tugu Jaya.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu solusi pemulihan ekonomi di masyarakat. Selain itu, kata dia, program ini juga sebagai upaya membangkitkan gairah para pelaku UMKM di warga.

“Ini sangat baik, programnya bermanfaat, apalagi sampai mendapatkan bantuan modal, dengan begitu, program ini perlu kita dukung penuh,” ujar Asfiani

Saat ini kata dia, berdasarkan data pihaknya ada sekitar 3000 UMKM di Kecamatan Cigombong yang sudah terdata. Ia berharap, dengan adanya program Satu Kampung Satu Produk bisa memunculkan prodak unggulan di masing-masing kampung.

**Deni

Junsam Dukung Porprov Bulan November 2022

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin mengtakan, sejak awal ia dan pengurus KONI lainnya yang ada di Jabar memang berharap pelaksanaan Porprov XIV Jabar tetap bisa digelar pada tahun 2022.

Lebih lanjut, kata Junsam, hasil pertemuan antara Dispora Jabar, KONI Jabar danNPCI Jabar juga sudah menyimpulkan pelaksanaan Porprov XIV Jabar bakal berlangsung pada bulan November 2022.

“ Sangat tepat  kalau pelaksanaan Porprov berlangsung pada tahun 2022. Pasalnya. Kalau bergeser ke tahun 2023 akan bentrok dengan jadwal BK PON semua daerah termasuk  Jabar ,” ucap Junsam kepada awak media, Kamis, 6 Januari 2022.

Junsam menegaskan, bagi Kabupaten Bogor sangat baik dan bagus kalau Porprov XIV Jabar 2022 berlangsung pada bulan November mendatang.

“ Minimal ini akan menambah waktu latihan atau persiapan para atlet semua cabor juga lebih lama lagi,” beber Junsam

Namun demikian, kata  Junsam, konsekuensinya pasti anggaran pembinaan cabor  akan lebih membengkak buat persiapannya.  

“ Soal anggaran yang bakal membengkak tentunya ini bisa dibahas lagi pada saat pembahasan anggaran perubahan nantinya,” tegasnya.   

Selain itu, kata Junsam, dengan bergeser bulan pelaksanan Porprov XIV Jabar ke November 2022, setidaknya ini juga akan menjadi langkah bagus bagi semua daerah penyelenggara untuk mempersiapkan fasilitas dan sarana pertandingannya.

**AS Pangrango

NPCI Agendakan Lima Bulan Gelar Pra Pelatcab

0

Jelang Peparda VI Jabar 2022

JURNAL INSPIRASI – Pelaksanaan Pekan Paralimpic Daerah (Peparda) VI Jawa Barat sudah bisa dipastikan bakal digelar pada bulan November 2022 di Kabupaten Bekasi.

M Misbach

National Paralimpic Committee (NPC) Kabupaten Bogor sudah banyak melakukan program pembahasan untuk ikut dalam Peparda VI Jabar 2022.

Salah satunya yang akan dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam waktu dekat adalah menggelar secara resmi Pra Pelatcab yang akan diikuti para atlet pemula binaan NPCI Kabupaten Bogor.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach secara tegas menyambut gembira hasil rapat yang dilakukan Dispora Jabar  dengan KONI dan NPCI Jabar belum lama ini di Bandung.

“ Hasil kesimpulan rapat yang dilakukan Dispora Jabar terkait pelaksanaan Porprov dan Peparda yang akan dilangsungkan pada bulan November 2022,” tegas Msibach kepada awak media, Kamis, 6 November 2022.

Misbach menyebutkan, sejak awal NPCI Kabupaten Bogor berkeyakinan pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 memang akan digelar di bulan November mendatang.

Untuk itu, kata Misbach, salah satu upaya persiapan yang akan dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam menghadapi Peparda VI Jabar 2022 pada bulan November mendatang  adalah dengan cara menggelar Pra Pelatcab yang lebih lama.

“ Awalnya kami akan menggelar Pra Pelatcab sekitar tiga bulan. Namun karena pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 bulan November, maka kami akan menambah dua bulan lagi jadwal Pra Pelatcab jadi lima bulan,” tegas Misbach.

Pelaksanaan Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, kata Misbach, akan dilansungkan pada minggu kedua bulan Januari 2022.

“ Insya Allah Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor akan mulai berlangsung pada tanggal 10 Januari 2022 dan akan berlangsung sampai bulan Juni 2022,” bebernya.

Setelah selesai Pra Pelatcab, tambahnya,  para atlet NPCI akan langsung mengikuti Pelatcab selama tiga bulan lamanya.

“Pra Pelatcab ini bisa juga sebagai sarana bagi NPCI Kabupaten Bogor  dalam menseleksi para atlet yang akan jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor menuju Peparda VI Jabar 2022,” pungkasnya.

** AS Pangrango