31.3 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 999

Akibat SPK Telat Turun, Proyek SDN 2 Cipelang Molor

0

JURNAL INSPIRASI – Lambatnya surat perintah kerja (SPK) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, kepada pemenang lelang proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat SDN 2 Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu penyebab molornya pengerjaan. Hal itu diungkapkan Aron, anggota LPM Desa Cipelang saat memberikan keterangan kepada Jurnal Bogor di lokasi proyek SDN 2 Cipelang, Minggu (9/1/2022).

Aron yang dipercaya pelaksana proyek senilai 735 juta lebih itu mengatakan, keterlambatan pengerjaan rehabilitasi ruang kelas bertingkat di sekolah ini, bukan sepenuhnya kesalahan pelaksana. Karena, setelah dinyatakan sebagai pemenang dalam lelang proyek ini, pelaksana tidak langsung melakukan pengerjaan.

“Jadi kurang lebih sekitar 10 hari usai dinyatakan sebagai pemenang lelang, SPK baru keluar. Dari awal juga sudah 10 hari waktu terlewatkan gara-gara menunggu SPK tersebut,” ungkapnya.

Aron mengetahui ada keterlambatan turunnya SPK dari Disdik, ketika pelaksana meminta agar pihaknya ikut terlibat dalam pengamanan pengerjaan proyek yang dimenangkan CV. Mandosi Jaya.

Selain persoalan telatnya SPK turun, informasi yang didapat Aron, terkait pelaksana proyek. Dimana, yang melaksanakan pengerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang kantor,  bukan langsung dilaksanakan pemenang lelang.

“Proyek ini dikerjakan oleh sub kontraktor lagi. CV. Mandosi Jaya hanya bendera saja, tapi untuk yang mengerjakannya pihak lain,” paparnya.

Aron mengungkapkan, tidak selesainya pengerjaan sesuai didalam kontrak kerja dari tanggal 12 Oktober sampai 28 Desember 2021, pelaksana sudah mendapatkan sanksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Pelaksana dikenakan sanksi denda keterlambatan sesuai dengan besaran anggaran proyek. Satu harinya kena denda sekitar 700 ribu lebih, sekarang sudah hampir 10 hari,” jelasnya.

Aron mengakui, beberapa hari lalu Kepala Disdik Kabupaten Bogor sudah mendatangi proyek SDN 2 Cipelang ini. Kedatangannya untuk meninjau secara langsung kegiatan pengerjaan proyek yang sebentar lagi tahap finishing.

“Progres pembangunan diperkirakan sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan 10 hari lagi beres. Untuk kualitas, saya katakan saja kalau pengerjaan nya bagus dan sesuai rencana anggaran belanja (RAB),” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, molornya pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat SDN 2 Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang dikerjakan CV. Mandosi Jaya, terus menuai sorotan dari berbagai kalangan. Bahkan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cijeruk, minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menindak tegas CV. Mandosi Jaya dengan memasukkan nya kedalam rentetan pengusaha bermasalah dan tidak boleh lagi ikut dalam kegiatan lelang tahun 2022.

Ketua DPK KNPI Kecamatan Cijeruk,  Dziky Syahrir Ru’ban mengatakan, sanksi tegas terhadap pengusaha yang memenangkan proyek di SDN 2 Cipelang harus diberikan Pemkab Bogor melalui Dinas Pendidikan (Disdik).

“Blacklist saja pengusaha itu. Jangan diikut sertakan lagi dalam kegiatan pembangunan di Kabupaten Bogor,” tegasnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (4/1/2022).

Terlebih keterlambatan pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas bertingkat di sekolah yang berada di wilayah Cijeruk ini, dilakukan oleh pengusaha dari luar Kabupaten Bogor, yakni beralamat di Jakarta.

“Buat apa pengusaha luar ikut bermain proyek di Kabupaten Bogor, kalau hanya merugikan saja,” tukas Dziky.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor senilai 735 juta lebih itu, dimulai dari tanggal 12 Oktober berakhir hingga 28 Desember 2021.

CV. Mandosi Jaya, pemenang proyek di Wilayah Cijeruk itu, beralamat di Grand APP. Lt.2. R.204 Jl. Rawa Bambon No. 44 B RT 07/04. Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas. Sedangkan untuk konsultan pengawas, CV. Rorompok Raos Dimensi beralamat di Perum Alam Tirta Lestari Blok A1/10. RT 11/14 Pagelaran Kabupaten Bogor.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Dak Beton SDN 4 Tlajung Udik Rembes

0

Achmad Fathoni Minta Disdik Segera Tindaklanjuti

JURNAL INSPIRASI – Mendapati keluhan dan pengaduan dari warga, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni, ST, datang mengunjungi SDN 4 Tlajung Udik, yang berada di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (10/01/22).

Achmad Fathoni, ST

Dalam kunjungannya tersebut, aleg dari Fraksi PKS tersebut sangat prihatin dengan kondisi sekolah tersebut. Selain kekurangan ruang kelas, tapi saat mendapatkan bantuan bangunan malah hasilnya bisa dibilang tidak memuaskan, apalagi usia bangunan tersebut baru 2 tahun terakhir berdiri harusnya masih sangat kokoh.

“Bangunan baru tapi dak betonnya sudah rembes hingga mengakibatkan bocor padahal usia bangunan tergolong baru,” bebernya.

Menurutnya, saat dirinya melihat lokasi memang benar adanya, selain dari ruang kelas yang kurang, bangunan baru pun memprihatinkan. Masalah ini harus mendapatkan perhatian lebih, baik dari Dinas Pendidikan maupun dari kontraktor agar tidak asal – asalan dalam membangun sekolah.

“Apalagi ini kan diisi oleh anak – anak, bagaimana jika ambruk jika asal – asalan. Saya lihat ini sudah banyak yang retak, dan mengelupas, apalagi ada besi yang nongol, itu sangat memprihatinkan, masa usia bangunan hanya 2 tahun yang harusnya awet puluhan tahun,” ungkapnya.

Harusnya kata dia, saat pemasangan bagesting untuk dak beton, kontraktor mesti memakai selimut beton dengan ketebalan minimal 2,5-3 centimeter agar saat bagesting triplek itu dicabut besi beton tidak terlihat. Tetapi hal ini tidak digunakan pada pembanguan RKB yang rencana bertingkat di SDN 4 Tlajung Udik.

“Bentuk pengawasannya harus dipertanyakan, apalagi ini kan jalan gang, sekolah terdapat di gang , kemungkinan dak beton ini dibuat secara manual, sehingga kualitasnya kurang baik, dan sudah cepat rembes,” paparnya.

Dia berharap, Dinas Pendidikan segera mengambil tindakan dan diprioritaskan untuk penambahan ruang kelas baru di SDN 4 Tlajung Udik dan untuk bangunan baru yang rembes untuk segera ditindak lanjuti.

Kepala Sekolah SDN 4 Tlajung Udik Sri Karyawati, S.Pd, membenarkan bangunan gedung sekolah 3 ruang ini dibangun pada Agustus 2019 dan selesai Desember. Namun 6 bulan pascaserah terima bangunan sudah mulai rembes. Awalnya ditanggapi oleh kontraktornya, tapi cuma sekedar dipoles – poles saja, tapi tetap saja masih rembes.

“Apalagi saat ini, bocornya makin parah, saya cuma khawatir ambruk apalagi namanya besi ya keujanan dan keanginan takutnya ambruk saja khawatir,” paparnya .

Menurutnya, kejadian rembesnya bangunan sudah pula dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, baik secara langsung maupun surat, maka dengan adanya kunjungan Achmad Fathoni dari PKS ini dia sangat berharap bisa ada perbaikan dan pembanguna kembali, mengingat siswa-siswi banyak dan masih kekurangan ruang kelas

“Senang saat dapat rehab, tapi agak kecewa dengan hasilnya, mengingat usia bangunan baru saja menginjak 2 tahun, tapi dak betonnya sudah rembes dan bocor ditambah lagi kami memang kekurangan ruang kelas. Idealnya dengan jumlah siswa kami yang mencapai 500 orang harusnya kami punya 10 ruang kelas minimal, tapi ini hanya 6 dan yang 3 pun malah bocor dan rembes,” bebernya.

Dia berharap tahun ini segera terealisasi baik bangunan yang rembes maupun kelas yang kurang agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman, apalagi sekarang sudah memasuki tahap pembelajaran tatap muka.

** Nay Nur’ain

Alhafiz Rana: Jika Pekerjaan Samisade Sesuai Spek, Tidak Mungkin Cepat Rusak

0

JURNAL INSPIRASI – Adanya kerusakan dalam pembangunan infrastuktur jalan dari Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) di beberapa desa di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Bogor seperti Desa Nambo, Ligarmukti, dan beberapa desa lain yang kini menjadi sorotan, seolah merusak program unggulannya Bupati Bogor Ade Yasin. Hal tersebut mendapat sorotan keras dari Ketua Presidium Pemekaran Bogor Timur Al Hafiz Rana, apalagi ada sebagian pekerjaan yang dikerjakan merupakan hasil kerja BUMD Kabupaten Bogor, PT PPE (Prayoga Pertambangan dan Energi).

Alhafiz Rana mengatakan, pada prinsipnya siapapun yang mengerjakan pekerjaan Samisade harus professional, baik itu dari kontraktor swasta maupun BUMD seperti PT PPE sendiri. Apalagi jika pekerjaan dilakukan sesuai dengan spek kerja, tidak mungkin akan terjadi kerusakan yang sangat cepat. Padahal harapan masyarakat dari program Samisade ini jalan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama atau permanen.

“Yang diharapkan itu usia pekerjaan jalan bisa awet, bukanya baru dikerjakan beberapa minggu atau baru hitungan seumur jagung sudah rusak, mengelupas atau pun retak – retak,” paparnya saat dihubungi Jurnal Bogor via WhatsApp, Minggu (10/01/22).

Berarti, kata dia, harus ada peninjauan kembali atau evaluasi bagaimana hasil pekerjaan Samisade yang digadang – gadang ini bisa terlaksana dengan sempurna terutama agar sesuai dengan speknya. Namun dengan banyaknya kerusakan dari program Samisade ini benar – benar harus ada evaluasi kembali.

“Kedepannya diharapkan tidak terjadi hal – hal yang demikian, apalagi program Samisade ini kan bagian dari visi Bupati, maka pelaksanaanya pun harus dikawal, dan diawasi bersama agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh warga khususnyam” pungkas Alhafiz.

** Nay Nur’ain

Samisade Bangun Dua Jalan Desa

0

Jalan Pakapuran- Pasir Ahad Rampung, Jalan Kampung Lukut- Sukaraksa 2 Pekan Lagi Diaspal

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan pembangunan insfrastruktur jalan dari dana Samisade (Satu Miliar Satu Desa). Pembangunan dari Kampung Lukut menuju desa tetangga ditargetkan dua pekan lagi selesai.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Billy begitu disapa menjelaskan, pelaksanaan pembangunan insfrastruktur jalan diawali tahap satu hingga tahap dua dialokasikan di dua titik lokasi pembangunan.

Selama pelaksanaan berjalan, bangunan  jalan dari Kampung Pakapuran -Pasir Ahad  pada 23 Desember lalu, dipastikan sudah selesai. Namun untuk jalan Kampung Lukut- Sukaraksa saat ini masih progres pengerjaan.

“Masih pengerjaan pengerasan (memasang bebatuan) selama dua minggu kedepan hingga jalan Kampung Lukut- Sukaraksa dengan pengaspalan hotmix,” ujar Billy kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Billy menyebutkan, dari 960 meter jalan Kampung Lukut – Sukaraksa itu sepanjang 320 meter di tahun 2019  jalan itu sudah terbangun. “Dengan Samisade jalan desa di dua titik kini sudah terbangun,” ungkapnya.

Program Bupati Bogor melalui Samisade pada pembangunan sebelumnya tertunda akibat Covid-19 sehingga jalan Kampung Pakapuran- Pasir Ahad serta akses Jalan Kampung Lukut – Sukaraksa yang berstatus sebagai jalan desa pada Desember 2021,  Pemerintah Desa Parakanmuncang langsung bergegas mengolah anggaran Samisade demi tercapainya target pembangunan yang telah dicanangkan.

Sebelumnya, Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin mengatakan, program Samisade menjadi solusi di tengah sulitnya melakukan pembangunan akibat pandemi Covid-19. “Dengan perjalanan panjang, program Samisade yang dinantikan masyarakat kini telah terwujud,” tutur Mauludin  dengan penuh syukur.

Bahkan warga desa kata dia, sangat berbangga hati dengan turunnya dana Samisade maka jalan yang telah dilebarkan di tahun sebelumnya masih bisa dibangun pada 2021 ini.

** Arip Ekon

Rusaknya Samisade Desa Nambo, Ahmad Kosasih: Kades Nambo Mau Talangin Dulu

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan jalan dari dana Samisade yang rusak di Kampung Nambo Lebak RT 15, 16, dan RT 17 di RW 08, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, membuat Camat Klapanunggal angkat bicara dan mendesak PT PPE untuk segera melakukan perbaikan betonisasi jalan dan aspal yang rusak.

Camat Klapanunggal, Ahmad Kosasih mengatakan, dengan rusaknya Samisade Jalan yang berada di Desa Nambo pihak Pemerintah Kecamatan sudah berkoordinasi dengan desa dan pihak desa masih menyanggupi.

“Sebenernya kemarin saya sudah datengin, terus kata pihak desa, segera pak nanti diperbaiki, karena ini masih garansi, terus saya tanya, udah datang belum pak, kata pak kades belum pak nanti ditalangin dulu gitu kata pak kades,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (9/1/22).

Kosasih mengatakan, hingga Senin (10/1), jika dari pihak ke PT. PPE belum ada titik temu dengan desa, maka pihak pemcam akan berikan surat panggilan kepada PPE untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Senin akan kami panggil jika belum ada kejelasan dari PPE, karena emang untuk masyarakat, masa iya baru dibuat (sebentar) jalan sudah rusak,” tegasnya Kosasih.

Sebelumnya saat dikonfirmasi Sekretaris Desa Eman Sudarman membenarkan jalan beton sudah rusak ditambah aspal sudah mengelupas dan beton banyak yang retak dan jalan itu dikerjakan oleh pihak ke-3.

“Kami sudah melakukan komplain atas kerusakan yang dikerjakan oleh PT. Prayoga Pertambangan dan Energi, sudah ditanggapi tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” katanya.

Lanjutnya, sebelum pembangunan infrastruktur tersebut pihak PPE menjajikan memperbaiki jika ada kerusakan, namun hingga saat ini belum juga ada perbaikan.

“Sebelum pengerjaan mah manis,  setelah 3 bulan bila ada yang retak akan melakukan pemeliharaan tapi sampai saat ini belum ada, tolong tanggung jawabnya, dari awal memang kualitas betonnya aja kurang  bagus, sudah retak rambut sendiri. Padahal jenis beton  K-27,5 yang kita gunakan itu sudah diatas standar, harusnya hasilnya sangat memuaskan gak gradakan kaya sekarang, apalagi aspal sudah banyak yang mengelupas dan terkikis . Intinya kami kecewa dengan hasil pekerjaan yang kami percayakan kepada pihak ke-3 ini,” paparnya.

** Nay/Wisnu

Cecep Imam: Rutilahu di Babakan Madang Sangat Banyak

0

JURNAL INSPIRASI – Camat Babakan Madang , Cecep Imam Nagarasid merespons kondisi warganya, Imas (44) bersama suaminya Didin (50), warga Kampung Wangun 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang harus tinggal di rumah tidak layak huni pasca bencana longsor 2019 lalu.

Cecep Imam mengatakan bahwa Pemerintah Kecamatan Babakan Madang dengan Pemerintah Desa sudah mengusulkan untuk bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di Desa Karang Tengah khususnya , namun karena memang yang berstatus rutilahu itu sangat banyak di Desa Karang Tengah maka tinggal menunggu giliran.

” Di desa Karang Tengah ada 300 lebih rutilahu, bukan hanya rumah Bu Imas, dan semuanya berstatus memprihatinkan, namun kondisi keuangan pemerintah daerah kan terbatas jadi mau tidak mau harus menunggu , apalagi untuk tahun 2021 dan 2022 ini setiap desa hanya mendapatkan jatah 4 rumah untuk diperbaiki , sedangkan yang rusak ada 300 lebih,” bebernya kepada Jurnal Bogor via Telepon Cellular .

Selain itu, pihaknya sangat berterimakasih dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan ada pula yayasan yang membantu untuk pembanguan rumah yaitu Yayasan Habitat yang sudah dirasakan di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng dan sudah ada sekitar puluhan rumah yang dibenahi oleh Yayasan Habitat tersebut.

” Saya akan coba ajukan kepada Yayasan Habitat, untuk perbaikan untuk rutilahu yang ada di Desa Karang Tengah karena syarat mengajukan rutilahu kepada yayasan juga tidak mudah , yang pasti kami sudah berusaha hanya saja untuk Kecamatan Babakan Madang sangat banyak rutilahu ya, dan kondisinya hampir sama seperti dengan rumah Bu Imas,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Hidup Dalam Rumah Tanpa Tembok Pelindung, Imas Harapkan Perhatian

0

JURNAL INSPIRASI – Miris, nasib Imas (44) bersama suaminya Didin (50), warga Kampung Wangun 1, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor harus tinggal di rumah tidak layak huni pasca bencana longsor 2019 lalu.

Imas mengatakan, saat 2019 lalu pascakejadian longsor sampai saat ini belum mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumahnya, meskipun dia termasuk dalam penerima Bantuan BLT DD.

“Saya berterima kasih atas bantuan dari desa dan kecamatan, untuk bantuan sembakonya, tapi kami mohon yang kamu butuhkan saat ini adalah perbaikan rumah,” papar Imas.

Menurutnya, dirinya harus rela berbagi tempat dengan 3 anaknya dengan tidur tanpa dinding penghalang, hingga saat hujan dan angin pasti sudah menjadi santapan sehari – hari.

“Pernah dulu mau pindah, tapi saya harus bayar dengan harga 4 juta, saya sama sekali tidak sanggup, dan mau pinjam pada bank keliling pun saya gak berani karena takut gak kebayar ” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (09/01/22).

Terpisah, Eman warga yang datang menengok kondisi Imas mengatakan, dia mengaku sedih dan menangis ketika bertemu dan berbincang langsung dengan ibu Imas warga RT 02 RW 09. Pasalnya rumah Imas dalam kondisi yang sangat memprihatinkan terbuka tanpa dinding bagian depan .

“Sangat prihatin dan kurang layak dihuni dalam kondisi saat ini, apalagi kita tahu desa Karang Tengah juga banyak pengusaha wisata yang dikunjungi oleh wisatawan luar daerah, namun masih ada yang bernasib memprihatinkan seolah tanpa perhatian,” paparnya.

Dia pun mengajak dan mengetuk pintu hati untuk para donatur yang mempunyai kelebihan rejeki dan kepedulian untuk bisa membantunya. Kalau untuk pemerintahan dia sudah pernah sampaikan kepada aparat setempat untuk disampaikan kepada pemerintah desa. “Namun sampai saat ini dari tahun 2019 belum ada realisasi bantuan yang dating,” pungkasnya.

Sampai diturunkannya berita ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintahan desa perihal warganya yang perlu bantuan.

** Nay Nur’ain

Warga Citeureup Terkena DBD, RYC Peduli Gelar Fogging Gratis

0

JURNAL INSPIRASI – Rachmat Yasin Center (RYC) bersama Koordinator Desa (Kordes) dan dibantu pemerintah setempat menggelar fogging gratis di dua Kelurahan, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kegiatan fogging dua kelurahan antara lain Kelurahan Puspanegara tepatnya di RT 02, 03 RW 02 dan RT 01,02 Rw 07. Dan Kelurahan Karang Asem Barat, RT 01, 02, 03, 04 Rw 01. Mereka (Petugas RYC-red) untuk menekan menyebaran nyamuk aedes aegypti dan kasus demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan warga yang terkena penyakit tersebut.

Ketua RYC Korwil 1, Yanah Mulyanah, mengungkapkan, bahwa dirinya bersama tim koordinator desa (Kordes) sangat terketuk setelah diwilayahnya ada warga yang terkena penyakit DBD tersebut.

“Ini bentuk kepedulian kita dalam menjalankan fogging massal secara gratis dilingkungan warga yang terkena DBD. Apa yang di lakukan oleh RYC Peduli ini, sebagai salah satu bentuk pencegahan agar warga dapat terhindar dari penyakit DBD,” jelas Yanah kepada wartawan.

Menurut Ketua RYC Korwil Satu, bahwa kegiatan tersebut, petugas menyisir seluruh pasilitas umum yakni mushollah, rumah warga, selokan air atau tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut.

“Selain fogging, kami juga melakukan sosialisasi kepada Kordes dan warga tentang upaya pencegahan penularan DBD dengan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penerapan 3M. Mudah-mudahan, apa yang kami lakukannya ini dapat bermanfaat untuk warga Citeureup,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kordes Kelurahan Puspanegara, Eli juga menyampaikan kepada warga setempat agar tetap peduli terhadap lingkungannya masing-masing.

“Kegiatan fogging ini merupakan salah satu cara untuk mematikan dan memotong siklus penyebaran nyamuk aides aegepty. Kami juga minta kepada warga, tetap peduli dan menjaga lingkungan agar tetap bersih,” harapnya.

Sementara, Ketua RW 02, Ilyas bersama warga setempat mengucapkan terima kasih kepada RYC Peduli yang sudah melakukan fogging dilingkungan Puspanegara secara gratis.

“Terima kasih kepada RYC Peduli yang sudah melakukan fogging di lingkungan kami secara gratis. Dan kami berharap warga Puspanegara bisa terbebas dari ancaman demam berdarah itu,” tungkasnya.

**ass-rls

Disdik Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi PIP di SMPN 1 Jonggol

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menyelenggarakan Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) di aula SMP Negeri 1 Jonggol, Jumat (7/1). Penyelenggara PIP, Dudi mengatakan, sosialisasi PIP untuk memberikan informasi tentang pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban sesuai petunjuk teknis PIP.

Dengan demikian diharapkan bisa menyamakan persepsi tentang penyaluran PIP tahun 2022 sesuai Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020.

“Saya menyambut baik diselenggarakannya sosialisasi PIP sehingga para siswa  nantinya bisa mendapatkan informasi tentang PIP mulai dari cara pencairan hingga pertanggungjawaban,” papar Dudi yang juga menjabat sebagai Ketua TKSK Kecamatan Jonggol tersebut.

Menurutnya, PIP merupakan program pemerintah pusat guna memberikan bantuan pendidikan secara tunai bagi anak usia sekolah dari keluarga pemegang KKS atau kriteria yang sudah ditetapkan. PIP harus dikelola  dengan sebaik-baiknya sesuai peruntukannya.

“Alokasi penerima PIP berdasarkan data. Dengan demikian  para siswa  harus mengisi data  dengan benar dan lengkap sesuai petunjuk,” jelasnya.

Sementara sosialisasi PIP diikuti oleh para operator sekolah se Kecamatan Jonggol dengan narasumber dari staf Disdik Kabupaten Bogor.

** Nay/Ramses

Kebakaran Hebat Renggut Nyawa Dua Warga Tegalwangi

0

JURNAL INSPIRASI – Diduga akibat korsleting listrik, satu rumah di Kampung Nanggung, RT 03/03, Desa Tegalwangi, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor ludes terbakar. Bahkan dalam insiden tersebut menelan 2 korban meninggal dunia.

Warga sekitar, Elan Jaelani mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (7/1/22) sekitar pukul 23:00 wib, yang mana ketika dia sedang melintas melihat kepulan asap di atas rumah korban.

“Kejadian sekitar pukul 11 malam, tiba-tiba saya melihat titik api di bagian atap rumah pak Husen,” ungkapnya.

Dia menambahkan, titik api dibagian atap rumah yang dihuni tiga jiwa itu begitu cepat membesar hingga dia langsung berteriak memanggil warga sekitar.

“Pas saya liat kaget, langsung saja saya teriak sampai warga sekitar berhamburan dan kita bersama warga coba memadamkan api dengan alat dan air seadanya,” ujar Elan Jaelani.

Sementara itu, Aceng, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Desa Tegalwangi, setelah dia mendapat kabar ada kebakaran langsung mendatangi lokasi.

“Setelah mendapat telepon dari pak RW saya langsung meluncur, saya sampai sini api masih dalam keadaan besar-besarnya,” ujar, Aceng

Dia menambahkan, kebakaran tersebut diduga karena hubungan arus pendek listrik dan kerugian ditaksir hingga Rp. 200.000.000. Sedangkan korban selamat diungsikan ke rumah kerabatnya, sementara korban meninggal langsung dibawa pihak keluarga korban untuk menjalani proses pemakaman.

“Dugaan sementara sih korsleting listrik dan kerugian sampe dua ratus juta karena di dalam ada dua motor dan barang berharga lainnya,” ungkapnya.

Untuk korban selamat yakni pak Husen sudah diungsikan adapun untuk identitas korban meninggal yakni Mariah usia 65 tahun, serta cucunya Khoreun Nisa 11 Tahun. “Sekarang korban di rumah duka untuk langsung proses pemakaman,” pungkasnya.

**andres