31.3 C
Bogor
Wednesday, August 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1001

NPCI Agendakan Lima Bulan Gelar Pra Pelatcab

0

Jelang Peparda VI Jabar 2022

JURNAL INSPIRASI – Pelaksanaan Pekan Paralimpic Daerah (Peparda) VI Jawa Barat sudah bisa dipastikan bakal digelar pada bulan November 2022 di Kabupaten Bekasi.

M Misbach

National Paralimpic Committee (NPC) Kabupaten Bogor sudah banyak melakukan program pembahasan untuk ikut dalam Peparda VI Jabar 2022.

Salah satunya yang akan dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam waktu dekat adalah menggelar secara resmi Pra Pelatcab yang akan diikuti para atlet pemula binaan NPCI Kabupaten Bogor.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach secara tegas menyambut gembira hasil rapat yang dilakukan Dispora Jabar  dengan KONI dan NPCI Jabar belum lama ini di Bandung.

“ Hasil kesimpulan rapat yang dilakukan Dispora Jabar terkait pelaksanaan Porprov dan Peparda yang akan dilangsungkan pada bulan November 2022,” tegas Msibach kepada awak media, Kamis, 6 November 2022.

Misbach menyebutkan, sejak awal NPCI Kabupaten Bogor berkeyakinan pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 memang akan digelar di bulan November mendatang.

Untuk itu, kata Misbach, salah satu upaya persiapan yang akan dilakukan NPCI Kabupaten Bogor dalam menghadapi Peparda VI Jabar 2022 pada bulan November mendatang  adalah dengan cara menggelar Pra Pelatcab yang lebih lama.

“ Awalnya kami akan menggelar Pra Pelatcab sekitar tiga bulan. Namun karena pelaksanaan Peparda VI Jabar 2022 bulan November, maka kami akan menambah dua bulan lagi jadwal Pra Pelatcab jadi lima bulan,” tegas Misbach.

Pelaksanaan Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor, kata Misbach, akan dilansungkan pada minggu kedua bulan Januari 2022.

“ Insya Allah Pra Pelatcab NPCI Kabupaten Bogor akan mulai berlangsung pada tanggal 10 Januari 2022 dan akan berlangsung sampai bulan Juni 2022,” bebernya.

Setelah selesai Pra Pelatcab, tambahnya,  para atlet NPCI akan langsung mengikuti Pelatcab selama tiga bulan lamanya.

“Pra Pelatcab ini bisa juga sebagai sarana bagi NPCI Kabupaten Bogor  dalam menseleksi para atlet yang akan jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor menuju Peparda VI Jabar 2022,” pungkasnya.

** AS Pangrango

Terima Dana Hibah, NPCI Terus Benahi Tata Kelola Keuangan

0

JURNAL INSPIRASI – National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor merupakan salah satu organisasi keolahragaan yang mendapatkan dana hibah dari Pemkab Bogor.

Dana hibah pembinaan NPCI  yang sifatnya reguler dan perubahan selama ini memang masih berkisar sekitar 2 Milyar .

Namun untuk menghadapi pelaksanan Peparda VI Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi, rencananya  NPCI Kabupaten Bogor bakal diguyur dana hibah sebesar Rp 18 Milyar untuk kebutuhan kontingen.

Sebagai organisasi olahraga penerima anggaran hibah dari Pemkab Bogor, NPCI Kabupaten Bogor saat ini terus melakukan pembenahan tata kelola keuangannya supaya tepat sasaran dan penggunaannya.

Wasekum NPCI Kabupaten Bogor, Iji Hataji membenarkan kalau saat ini NPCI Kabupaten Bogor terus melakukan pembenahan dalam hal tata kelola keuangan dan pelaporan sistem keuangan.

“ Semua yang kami lakukan di NPCI Kabupaten Bogor semata mata agar penggunaan keuangan dana hibah yang diberikan Pemkab Bogor ini bisa tepat sasaran dan laporannya juga sesuai aturan yang berlaku,” tegas Iji Hataji        

Intinya, kata Hataji, semua uang yang dikeluarkan dari anggaran NPCI Kabupaten Bogor nantinya harus benar benar bisa dipertanggung jawabkan dan ada bukti tertulis pengeluarannya.

“ Sebagai organisasi penerima dana hibah bukan berarti bisa seenaknya menggunakannya. Karena semuanya harus ada laporannya ,” pungkas Hataji.

** AS Pangrango

The Buldozer Siap Ladeni Bayi Ajaib

0

Laga Uji Coba

JURNAL INSPIRASI – Kontestan Liga 3 Nasional asal Kabupaten Bogor, Citeureup Raya FC atau yang akrab dengan julukan The Buldozer saat ini sudah mulai melakukan persiapan menghadapi  Liga 3 Nasional 2022.

Salah satu persiapan yang dilakukan The Buldozer dalam menghadapi Liga 3 Nasional 2022 adalah dengan memperbanyak uji coba dengan tim selevel.

Rencananya, The Buldozer akan melakukan laga uji coba dengan Persikota Tangerang di Stadion Mini Persikabo, Cibinong, Jumat, 7 Januari 2022.

“ Laga lawan Baji Ajaib julukan bagi Persikota Tangerang merupakan laga perdana bagi The Buldozer dalam persiapan menghadapi Liga 3 Nasional 2022 dalam waktu dekat,” tegas Presiden Klub The Buldozer,  Dedi Cakra Baidilah, Kamis, 6 Januari 2022.

Selain sudah menyusun serangkaian laga uji coba, ia juga tengah membidik para pemain baru yang akan jadi bagian skuad The Buldozer pada kancah Liga 3 Nasional.

“ Kami terus memonitor para pemain potensial yang akan kami ajak gabung dalam bagian skuad The Buldozer dalam Liga 3 Nasional,” tambahnya

Cakra menambahkan, sedikitnya  The Buldozer  butuh lima pemain baru potensial yang sudah punya jam terbang dikancah nasional.

Menurutnya, Liga 3 Nasional sangat beda dengan Liga 3 Jabar, karena banyak tim tim yang dulu pernah berkiprah di ISL atau Divisi Utama yang akan jadi lawan The Buldozer  nantinya.   

“Intinya kami tidak mau jadi tim yang numpang lewat saja di Liga 3 Nasional. Karena kami juga punya mimpi dan obsesi kedepannya The Buldozer  bisa berlaga pada Liga 2 atau Liga 1 Nasional,”           

Terkait laga uji coba lawan Bayi Ajaib, Dian Irawan selaku Head Coach The Buldozer mengatakan, semua pemainnya sudah siap meladeni Bayi Ajaib dalam  laga besok petang.

“ Ini uji coba yang sangat bagus bagi para pemain kami. Apalagi  Bayi Ajaib termasuk tim yang sudah lama dan pernah berkiprah pada ajang ISL atau Divisi Utama Ligina,” cetus Dian.   

Dian mengintruksikan kepada para pemainnya untuk tampil spartan dan all out, walaupun ini hanya sekedar laga uji coba.

“ Kami ingin lihat mental dan motivasi para pemain kami saat melawan tim yang sudah punya nama besar dalam sepakbola tanah air seperti Persikota,” pungkasnya.

**AS Pangrango

Besok, Dirut Tirta Pakuan Susul Tim Peduli Semeru ke Lumajang

0

JURNAL INSPIRASI – Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan akan menyusul Tim Peduli Semeru Kota Bogor, Jumat (7/1/2022). Kehadiran Rino untuk memastikan pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dan sarana ibadah musala berjalan lancar juga sesuai target.

“Saya akan menyusul Tim Peduli Semeru Kota Bogor yang telah dilepas Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Mako PWI Kota Bogor di Jalan R.M. Tirto Adhi Soerjo nomor 4, Rabu (5/1/2022). Hari ini tim sudah tiba di Lumajang dan diterima oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Mahameru Lumajang, Achmad Arifulin Nuha,” ungkap Rino kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/1/2022).

Rino melanjutkan, kehadirannya disana selain untuk mengecek proses pembangunan juga memastikan berjalan dengan lancar, karena pembangunan MCK dan mushola tersebut dari sumbangan para donatur lain.

“Sebagai bukti pertanggungjawaban juga, jadi harus sesuai pembangunannya dan bisa dirasakan oleh masyarakat Lumajang,” tambah Rino yang juga Ketua Polmas Bogor Raya.

Rino membeberkan, ide awal keterlibatan Tirta Pakuan Kota Bogor dan Polmas Bogor Raya adalah berawal dari pengumpulan donasi yang dilakukan oleh anggota Polmas.

“Jadi ini benar berangkat dari ide kecil dari teman Polmas yang ngecrek di pinggir jalan ada seminggu di beberapa titik, akhirnya ngobrol-ngobrol dengan pihak PWI Kota Bogor. Kami ngumpul di ruangan saya di kantor Tirta Pakuan, tercetus ide karena tiba-tiba banyak donartur yang memberi,” bebernya.

Rino menambahkan, dari sana kemudian tercetus ide untuk membuat MCK. Namun kata Rino keberadaan MCK kurang lengkap jika tidak dilengkapi sarana ibadah.

“Iya kalau MCK enggak ada musholanya kurang, kami niatkan lagi dibuatin gambarnya untuk bikin mushola tersebut tiba-tiba ada yang ngasih ngebangunin mushola ya memang semua niat baik itu dimudahkan sama Allah,” tutur Rino.

Rino menjelaskan, tim Peduli Semeru ini akan berada di lokasi bencana sekitar satu minggu. Ia pun berharap pembangunan MCK dan Mushola ini bisa bermanfaat untuk warga yang menjadi korban bencana.

Sementara itu, Dirut Perumda Tirta Mahameru Lumajang, Achmad Arifulin Nuha mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Tim Peduli Semeru Kota Bogor, yang telah datang jauh-jauh dari Kota Bogor untuk memenuhi misi kemanusiaan. Semoga bermanfaat bagi masyarakat Lumajang, terutama korban Semeru.

“Terimakasih atas apa yang sudah diberikan. Semoga menjadi amal baik bapak ibu sekalian,” singkatnya.

Penyaluran bantuan Tim Peduli Semeru Kota Bogor ini juga terselenggara atas kepedulian dan dukungan dari semua masyarakat serta para donatur yaitu Perumda Tirta Pakuan, Telkom Bogor, IKPTK, Indocement, SEG (Sejahtera Eka Graha), SIG Mortar Indonesia, Alfamart, Kanma Group, Weekend Pedalers dan SLR.

Handy Mehonk

Monev Jabar Caang, DESDM Jabar Sambangi Cigudeg

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Jawa Barat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap warga yang mendapatkan bantuan penerangan listrik di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Kamis (6/1)

Melintasi jalan bebatuan menuju perkampungan warga yang lokasinya berada di pedalaman pegunungan, Kepala Bidang (Kabid) Ketenaga Listrikan DESDM Provinsi Jabar, Usman Matjan, didampingi Kepala Cabang (Kacab) DESDM Wilayah II Bogor, Iman Budiman beserta jajarannya dan mitra CSR, yakni perwakilan dari PT. Tirta Fresindo Jaya dan PT. Indorama, tiba di kediaman Kepala Desa (Kades) Banyuasih pukul 10.00 WIB.

Usman Matjan mengatakan, program Jabar Caang, merupakan program Gubernur Jabar yang mulai digulirkan tahun 2019 lalu. Adapun sasaran dari program tersebut, yakni memberikan bantuan penyambungan listrik kepada warga miskin atau tidak mampu dengan kondisi rumahnya belum terpasang lampu penerangan.

Usman mengungkapkan, dari tahun 2019 sampai 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) yang difasilitasi DESDM, sudah melaksanakan penyambungan listrik kepada masyarakat miskin dan tidak mampu sebanyak 4660 rumah tangga.

“Jumlah tersebut tersebar di 22 kabupaten, 38 kecamatan dan 61 desa yang tersebar di Jabar dengan melibatkan 159 mitra CSR, 12 badan usaha instalatir dan 7 badan usaha LIT TR,” kata Kabid Ketenaga Listrikan usai meninjau rumah warga penerima bantuan sambungan listrik di Desa Banyuasih.

Usman menyatakan, untuk program Jabar Caang tahun 2022, Pemprov Jabar menargetkan sebanyak 5.500 bantuan sambungan listrik yang akan diberikan kepada warga. Jumlah tersebut ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 5.000 sambungan listrik. “Ada penambahan tahun ini sekitar 500 sambungan,” ujarnya.

Usman mengajak semua Pemerintah Daerah (Pemda) terutama Kabupaten Bogor agar bersama-sama mensukseskan program Jabar Caang dengan melakukan hal sama, yakni membantu warga miskin dan tidak  mampu untuk mendapatkan bantuan sambungan listrik.

“Seperti sekarang, kami berikan bantuan sambungan listrik ke warga Desa Banyuasih. Kalau saja bantuan ini dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, pastinya program Jabar Caang bisa tuntas di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Kades Banyuasih, Saeful Hupad mengaku, melalui program Jabar Caang yang dimulai dari tiga tahun lalu, sangat membantu warganya untuk mendapatkan bantuan penerangan listrik. “Alhamdulillah, adanya program Jabar Caang, sekarang semua rumah warga saya sudah teraliri listrik,” tegasnya.

Saeful menambahkan, untuk tahun 2021, sebanyak 99 rumah warga yang mendapatkan bantuan penyambungan listrik.  “Kalau jumlah keseluruhan warga yang mendapatkan bantuan dari tahun 2019, sekitar 214 rumah tangga,” imbuhnya.

Usai mendapat bantuan sambungan listrik, Kades Banyuasih pun berharap agar desanya mendapatkan bantuan lainnya dari pemerintah, baik pusat, provinsi atau kabupaten. “Kami ingin ada pembangunan jalan utama warga beraktivitas. Karena, kondisi jalan satu-satunya ke wilayah kami, masih bebatuan. Padahal, ruas jalan itu masuk kedalam status kepemilikan kabupaten,” tukas Saeful.

**Arip Ekon

Anggota Dewan Respons Dugaan Kades Catut Dana Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Dugaan Dana Desa (DD) dicatut oleh Kepala Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya direspons oleh anggota DPRD dari Dapil V Kabupaten Bogor.

Nurodin anggota dewan asal Sukajaya memaparkan kejadian ini terjadi antara Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan Pemerintah Desa lantaran sistem yang kurang baik dan kurangnya keterbukaan.

“Kalau saja desa mau membangun dengan sistem yang lebih baik dan  perencanaan  partisipatif, kemudian cara tersebut menunjukan TPK. Meskipun kewenangan kepala desa,  tetapi juga harus dibawa kedalam musyawarah,” papar Nurodin  kepada Jurnal Bogor, Rabu (5/1/2022).

“Kami melihat sistemnya saja yang tidak baik. Sehingga membuka peluang dan kesempatan untuk hal-hal yang tidak baik,”ungkapnya.

Ia menegaskan, sejauh ini pihak kepala desa belum memahami tugas dan fungsi dana desa dan aturan dari peraturan Kementerian Desa (Permedes).

“Saya sudah malang melintang di pemerintah desa, saya menyarankan kepada kepala desa se-Kabupaten Bogor agar memahami regulasinya, kan sudah ada juklak juknis dana desa, dan harus ada pola musyawarah dalam pembentukan TPK tentunya itu kan sudah  diatur dalam Permendes,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jika sistem dibentuk sudah berjalan dengan baik maka kedepannya terbentuk pemerintahan yang baik, jika sebaliknya, maka orang baik akan berubah menjadi orang jahat.

“Kalau sistem dibuat dengan baik, akan baik kedepannya akan baik sebaliknya kalau sistem yang jahat makan akan mengubah orang baik menjadi orang jahat dan jangan sampai hal ini menjadi  disandra oleh kepentingan politis,” jelasnya.

Sementara dalam hal transparansi sudah diatur dalam undang-undang, dia menilai, pemerintah desa belum sepenuhnya transparan.

“Transparasi itu kan sudah diatur dari regulasi dalam undang-undang, desa juga harus terbuka dan diatur dalam sistem komunikasi. Saya menilai sistem dibawah masih lemah jadi komitmen tidak terjalin,” pungkasnya.

**Ekon /Andres

Usaha Katering Rumahan Tetap Bertahan di Masa Pandemi

0

JURNAL INSPIRASI – Salah satu usaha katering rumahan milik Ibu Nunur yang berlokasi di Jl. Pejaten Barat II Jakarta Selatan, dengan nama usaha Dapurreeva katering menawarkan hidangan berupa nasi box, kue ulangtahun, minuman herbal dan lain sebagainya yang bisa dipesan melalui sistem preorder tanpa minimal pemesanan.

Sebelumnya pemilik usaha katering rumahan ini mempunyai kedai sendiri atau yang biasa disebut dengan warung nasi. Namun pada saat awal pandemi, warung makan milik Ibu Nunur terkena dampak yang cukup parah sehingga warung makan miliknya tidak seramai biasanya. Dengan keadaan seperti itu membuat pemilik usaha warung makan tutup dan mencari jalan keluar untuk tetap bertahan meski kondisi sedang pandemi.

“Dulu saya punya warung nasi di daerah Pejaten juga tapi ya waktu itu emang pas awal covid warung nasi sepi orang masih takut untuk beli makan diluar akhirnya tutup karena gak ada pemasukan,” ujar Ibu Nunur saat dimintai keterangan, Kamis (06/01).

Dengan pengalaman yang tidak mengenakan, akhirnya dia menyediakan jasa masak atau katering rumahan dan pemesan bisa macam – macam makanan mulai dari makanan ringan seperti kue – kue, makanan berat, dan kue ulangtahun.

Kemduian dia mengembangkan usahanya dengan menyediakan minuman herbal buatan sendiri dengan nama MAPIS (Madu Jeruk Nipis) ala Reeva dan sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM (Badan Pemeriksa Obat dan Makanan).

“iya, waktu itu warung tutup akhirnya saya coba buat bikin jasa masak terima pesanan gitu, dari mulut ke mulut akhirnya banyak yang tau ya cukup lumayan banyak orderan juga buat acara ulangtahun, acara keluarga gitu. Saya juga bikin produk sendiri minuman herbal gitu ada minuman yang bahan dasarnya dari buah, ada madu jeruk nipis” tambahnya.

Dalam upaya bertahan saat pandemi pemilik usaha catering rumahan ini mencoba untuk menawarkan jasanya menggunakan media online seperti Facebook dan banyak teman, serta warga sekitar yang memesan dan merekomendasikan masakan dari pemilik usaha katering rumahan Dapurreeva.

Setelah mencoba hal baru dengan membuka jasa masak atau katering rumahan pemilik Dapurreeva katering sering menerima pesanan seperti nasi box dan kue ulang tahun namun ada menu yang menjadi rekomendasi dan pemilik usaha sering mendapatkan pesanan dengan menu nasi tutug oncom, nasi liwet teri asin, dan nasi terasi bawang dengan tahu tempe dan ayam, untuk sambalnya pemesan bisa memilih sambal apa yang diinginkan.

Saat pandemi, UMKM seperti ini banyak terkena dampak. Dengan begitu, pemilik katering rumahan Dapurreeva menggunakan media online seperi Facebook dan Instagram sebagai media promosi, dalam menerima pesanan secara online pemilik menggunakan akun media sosial Instagram @dapurreeva dan sudah tertera lokasi usaha katering, nomor telephone untuk dihubungi dalam mempermudah pemesanan secara online dan ada beberapa sampel testimoni berupa foto dan video dari masakan yang pernah dibuat.

**Yudha Rezky|Yudhistira Putra/mg-up

Asap Pembakaran Diduga Akibatkan Petani Gagal Panen

0

JURNAL INSPIRASI – Ratusan petani di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor terancam gagal panen. Puluhan hektare kebun milik warga seketika mengalami keguguran, bahkan tidak sedikit padi milik petani memerah yang menggambarkan padi-padi tersebut terancam mati.

Omang

Menurut Kepala Desa Mekarwangi, Omang, awal mula fenomena ini terjadi sejak tiga Januari lalu, yang diduga disebabkan oleh pembakaran ban dan kabel di sekitar wilayah warga.

“Saat ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekarwangi sedang mengumpulkan warga mencari solusi atas fenomena ini,” tuturnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (06/01/22).

Usai melakukan mediasi dengan warga, Pemdes Mekarwangi pun mendapatkan solusi untuk mendata kerugian warga.

“Solusi yang didapat, Pemdes melalui Poktan melakukan pendataan kerugian petani, yang nantinya akan di musyawarahkan kembali  dengan yang diduga melakukan pembakaran ban,” paparnya.

Sekedar diketahui, saat mediasi dihadiri juga Babinsa, Babinmas, PPL dan UPT Kecamatan Cariu.

** Nay Nur’ain

Gunakan Kas Desa, Kades Sukagalih Pasang PJU

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan kerja nyata untuk masyarakat berupa pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), belum lama ini.

Kepala Desa Sukagalih Samsudin mengatakan, pemasangan PJU salah satu kepedulian pemdes terhadap warga yang dilakukan di  11  titik yang tersebar di RT 03 RW 02.

“Anggaran pemasangan lampu PJU ini hasil kas Desa Sukagalih,” kata Samsudin kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/1/22).

Dia mengaku bangga karena pekerjaan ini berkat sinergitas antara  pemdes dan warga  untuk menampung aspirasi dari warga, serta tidak terlepas bimbingan para tokoh masyarakat.

“Diharapkan dengan adanya lampu penerangan jalan umum semoga dapat bermanfaat bagi seluruh warga Desa Sukagalih,” harap Samsudin.

Senada disampaikan Sekdes Sukagalih Yanto yang mengaku bangga kepada kades dengan adanya lampu PJU untuk kepentingan warga, terlebih pemasangan ini menggunakan anggaran kas desa.

“Pemasangan ini tidak terlepas dari dorongan semua pihak dan stakeholder yang ada sehingga dapat mewujudkan cita-cita warga Desa  Sukagalih,” jelasnya.

Sementara warga RT 03 RW 02 warga  Kampung Jemblung Dadang mengapresiasi pemasangan PJU oleh kades  sehingga warga bisa merasakan manfaat PJU. Dia berharap kedepan penerangan jalan umum ini jadi program kerja Kades yang berkelanjutan serta bisa jadi upaya pemerataan kepada seluruh warga.

“Jalan-jalan lingkungan yang ada di Desa Sukagalih bisa mendapatkan penerangan PJU,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Jalan Samisade di Sukajaya Disambut Positif

0

JURNAL INSPIRASI – Program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) disambut positif masyarakat khususnya warga Desa Sukajaya Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor mengingat jalan yang  sudah puluhan  tahun rusak, kini telah di bangun dimana tadinya tidak layak kini sudah bisa dilintasi.

Tim Monitoring Samisade Kecamatan Jonggol Mulyadi mengatakan program Samisade saat ini sudah di rasakan warga masyarakat yang bermukim  di Kampung  Cigintung  RT 04 RW  02 Desa Sukajaya. “Sudah dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) yang turut didampingi oleh BPD, Kadus, RW, UPT PUPR  Jonggol,” ujarnya, Kamis (06/01/22).

 Menurutnya, dari Kecamatan Jonggol sendiri monitoring secara random tahap kedua, dan mengkroscek lagi apakah sudah diselesaikan pembangunan betonisasinya dari program yang sudah direncanakan oleh desa,dan untuk saat  ini program Samisade untuk Desa Sukajaya sudah selesai.

”Evaluasi ini didampingi dari tim PUPR juga, dan nanti hasil dari PUPR dan tim pengamatan kecamatan akan dibuatkan laporan secara tertulis, buat ke desa maupun ke pimpinan,” bebernya .

Selain itu, dia menghimbau agar jalan yang sudah dibangun untuk dirawat  dan dijaga. Sebab percuma kata dia, jika pemerintah membangun jalan bagus juga, tapi kalau masyarakatnya tidak peduli kemudian tidak menjaga yang akibatnya nanti hancur lagi. Terutama kapasitas kendaraan yang melintasi di atas 5 ton jangan sering melintas.

“Apalagi ketika masyarakat membiarkan muatan mobil di atas 5 ton maka akan cepat rusak lagi jalan ini. Mari kita jaga semua infrastruktur yang ada di daerah kita agar awet dan terawatt,” pungkasnya.

** Nay / Ramses