34.9 C
Bogor
Sunday, November 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 10

Cilember Membangun, Kelurahan Hanya Bisa Nonton

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Geliat pembangunan di desa-desa secara bertahap mulai dengan menggunakan dana bantuan keuangan mulai dilaksanakan. Meskipun hingga saat ni belum semuanya desa menerima kucuran bantuan dari Pemkab Bogor ini, tetapi di setiap minggunya ada saja desa dikabarkan sudah bisa menjalankan progam tersebut. Seperti yang terpantau di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua kini pemdes tersebut tengah melaksanakan 4 titik kegiatan pembangunan. Mulai dari pengaspalan jalan lingkungan hingga rehab kantor desa.

“Ada 4 titik kegiatan pembangunan yang menggunakan dana bantuan keuangan. Mulai dari pengaspalan jalan lingkungan dan perbaikan kantor desa. Untuk perbaikan kantor desa, seperti pembuatan kamar mandi dan memperbaiki setiap ruangan yang dipergunakan staf desa. Keberadaan kantor desa Cilember yang bersebelahan dengan pelayanan kesehatan masyarakat benar benar harus multifungsi, “ujar Kepala Desa Cilember, Suhendi Hopenier.

Dilaksanakannya kegiatan pembangunan ditambahkan kades, cukup mendongkrak tumbuhnya swadaya dari masyarakat. “Kita ucapkan terimakasih kepada Bupati Rudy Susmanto. Karena dengan dimulainya program ini selain mendapatkan pembangjnan phisik juga menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui lapangan pekerjaan, ” imbuhnya.

Sementara itu, ditengah sibuknya desa-desa melaksanakan kegiatan pembangunan, terdapat hal yang merasa dianaktirikan oleh warga Kelurahan Cisarua. Hal ini karena roda pembangunan di tingkat kelurahan dirasakan warga sangatlah minim. “Desa desa kini sedang melakukan pembangunan melalui program bantuan keuangan dari Kabupaten Bogor. Tetapi kita yang berada di Kelurahan Cisarua sepi-sepi saja. Kegiatan pembangunan di tingkat kelurahan itu ada. Tetapi tidak seperti yang dilakukan oleh pemerintahan desa. Kelurahan tidak mendapatkan program Bankeu. Dengan demikian, ramainya program Bankeu di desa desa, kita selaku warga yang ada di Kelurahan Cisarua hanya bisa menjadi penoton, “pungkas Dodi (60) salah seorang warga Kelurahan Cisarua.

(Dadang Supriatna)

Wawali Kota Bogor dan GM Witel Priba Bersama Memberi Motivasi Digital Transformation di Kopdar Jubir Digital Kota Bogor

0

Bogor – Witel Priangan Barat berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor dalam kegiatan Kopdar Jubir Digital dan PPID Pemerintah Kota Bogor yang diselenggarakan pada Senin (12/10) di Balai Kota Bogor, Ruang Paseban Sri Baduga. Mengusung tema “Penguatan Peran PPID & Jubir Digital dalam Menjalankan Fungsi Kehumasan Perangkat Daerah di Era Transformasi Digital”, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi komunikasi publik sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan pemerintah yang semakin adaptif.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor, Bapak Jenal Mutaqin, S.H., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Ibu Ana Ismawati, S.IP., M.Si., Administrasi Umum Setda Kota Bogor, Ibu Iceu Pujiati, S.H., M.M., serta General Manager Witel Priangan Barat, Ferry Zuljanna, S.T., M.M., beserta jajaran Telkom. Turut hadir narasumber Willy Bachtiar, S.Sos., M.Si. dari IPB University dan Agung Rizqie Adhi selaku VP Government & Energy Services PT Infomedia Nusantara. Kegiatan ini diselenggarakan untuk para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dan Juru Bicara (Jubir) Digital dengan total sekitar 170 peserta dari berbagai perangkat daerah di Kota Bogor. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi, diskusi, dan berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan informasi serta komunikasi publik di era digital.

Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan apresiasi kepada Diskominfo Kota Bogor atas kepercayaan dan kolaborasi bersama Telkom Indonesia. Ia menekankan bahwa PPID dan Jubir Digital memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pemerintah dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Keduanya tidak hanya berperan sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai pengelola kepercayaan publik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan penting untuk mendukung komunikasi pemerintah yang semakin efektif dan responsif.

Sebagai perusahaan yang terus bertransformasi menjadi digital telco, Telkom berkomitmen menjadikan teknologi sebagai enabler dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan komunikasi pemerintah. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai solusi dan kapabilitas digital, mulai dari konektivitas, digitalisasi layanan, pengelolaan data, hingga pemanfaatan platform digital untuk mendukung komunikasi publik.

Lebih lanjut, Ferry menyampaikan harapan agar kolaborasi antara Telkom dan Pemerintah Kota Bogor dapat terus diperkuat, khususnya dalam digitalisasi layanan PPID, pengelolaan kanal komunikasi masyarakat melalui Customer Relationship Management (CRM), monitoring isu publik, serta pemanfaatan teknologi berbasis data untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan pelaku teknologi diharapkan mampu mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Witel Priangan Barat menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bogor dalam menghadirkan inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat One Telkom yang diwujudkan melalui nilai Service Excellence menjadi landasan dalam menghadirkan solusi dan layanan terbaik untuk mendukung transformasi digital serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Lewat Talkshow Radio Sehati, RSUD R.Moh.Noh Nur Edukasi Kesehatan Jiwa

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan edukasi publik melalui siaran radio program SEHATI (Sehat Setiap Hari) di Teman 95,3 FM pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan interaktif ini menghadirkan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater) RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang, dr. Ardiansyah, Sp. KJ, sebagai narasumber utama untuk membahas isu krusial seputar kesehatan mental di era modern.

Mengangkat tema besar “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” (Pengalaman Nyata Didengar, Suara Nyata, Perubahan Nyata), perbincangan ini menekankan bahwa mendengarkan pengalaman hidup orang yang mengalami masalah kesehatan mental merupakan langkah awal yang esensial dalam memberikan dukungan serta memicu perubahan positif di masyarakat.

Dalam paparannya, dr. Ardiansyah, Sp. KJ, menjelaskan bahwa definisi kesehatan mental yang utuh mencakup kemampuan fisik, mental, spiritual, dan sosial individu dalam menghadapi tekanan hidup serta berkembang secara optimal. Namun, hingga kini stigma negatif terhadap psikiater masih cukup tinggi di tengah masyarakat, sehingga banyak pasien baru datang berobat ketika gangguan kejiwaannya sudah berada pada tahap berat.

Berikut adalah poin-poin penting serta sesi tanya jawab interaktif yang dibahas dalam acara tersebut:

1.       Pengenalan Tanda Awal Gangguan Mental: Masyarakat diimbau untuk peka terhadap perubahan suasana hati (mood), kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial, penurunan kualitas tidur, serta rasa apatis yang berlangsung terus-menerus.

2.       Perbedaan Stres dan Gangguan Mental: Stres biasa merupakan reaksi sementara terhadap tekanan yang masih dapat dikelola sendiri, sementara gangguan mental ditandai dengan gejala berlanjut yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari selama lebih dari dua minggu.

3.       Faktor Risiko Lintas Usia: Masalah keluarga, trauma masa kecil, perundungan (bullying), tekanan sosial, penggunaan zat adiktif/narkoba, hingga dampak negatif penggunaan media sosial menjadi pemicu utama kerentanan mental, terutama pada kalangan remaja dan dewasa muda.

4.       Pengelolaan Stres Kerja dan Burnout: Disarankan untuk melakukan healing atau refreshing, menjaga komunikasi dengan keluarga, serta menghindari pengambilan keputusan besar secara terburu-buru saat kondisi emosional sedang tidak stabil.

5.       Bijak Bermedia Sosial & Batasan Emosi: Pemanfaatan media sosial harus dijaga agar tidak menjadi sumber stres akibat bullying atau perbandingan sosial. Selain itu, saat mendengarkan teman yang sedang curhat, seseorang harus berempati namun tetap menjaga batasan emosi agar tidak ikut terbebani secara psikologis.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, beberapa hal penting turut dikupas untuk menjawab kebingungan pendengar:

1.       Kapan Harus ke Psikiater?: Seseorang dianjurkan segera berkonsultasi ke profesional apabila gejala psikologis atau perubahan drastis dalam kehidupan sehari-hari sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan sangat mengganggu fungsi hidup.

2.       Mengatasi Stres dengan Hiburan: Menonton film atau bermain gim dapat membantu mengalihkan pikiran sementara, namun jika sudah mengganggu pola tidur dan aktivitas, hal tersebut perlu dibatasi dan diimbangi dengan kegiatan fisik yang sehat seperti olahraga atau bersosialisasi.

“Orang yang perlu bantuan kesehatan mental ingin didengar, bukan dihakimi. Pengalaman hidup dan suara mereka perlu didengar agar terjadi perubahan nyata dalam sistem dukungan sosial kita,” tegas dr. Ardiansyah, Sp. KJ, saat menggarisbawahi pentingnya empati.

Secara tidak langsung, pihak manajemen rumah sakit juga menyampaikan bahwa deteksi dini, dukungan keluarga yang kuat, serta akses layanan kesehatan jiwa yang terbuka lebar sangat menentukan keberhasilan pemulihan pasien dari gangguan seperti depresi berat.

Melalui program siaran ini, RSUD R. Moh. Noh Noh Leuwiliang berpesan agar masyarakat tidak ragu untuk segera berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila merasakan gejala psikologis yang mengganggu, demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Bogor yang sehat secara fisik maupun mental.

(say/cc)

ITB Dewantara Gelar Studium Generale, Bahas Kepemimpinan di Era Transformasi Digital

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menggelar Studium Generale dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Aula Grahatara ITB Dewantara.

Kegiatan mengangkat tema “Digital Transformation Leaders: Harmonisasi Bisnis, Manajemen dan Teknologi.”Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, M.Si., dalam sambutannya berpesan kepada 215 mahasiswa baru agar senantiasa menjaga semangat belajar, disiplin, dan bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kesuksesan masa depan harus dipersiapkan sejak dini melalui proses belajar dan pengembangan diri. Usai sambutan, Rektor memperkenalkan para dosen yang akan mendampingi mahasiswa selama perkuliahan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Studium Generale menghadirkan Risa Bhinekawati, S.E., MBA, MIPP, ME, Ph.D., pendiri/partner Svara Research Indonesia, sebagai narasumber, dengan moderator Dr. Muhlis, S.Pt, MM. Sabtu( 10/10/2026)

Materi membahas pentingnya harmonisasi bisnis, manajemen, dan teknologi dalam menghadapi transformasi digital, serta mendorong mahasiswa menjadi generasi yang adaptif dan inovatif.

Dalam pemaparannya, Risa mengangkat pentingnya harmonisasi bisnis, manajemen, dan teknologi dalam menghadapi perubahan di era digital. Transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan juga perubahan cara berpikir, strategi pengelolaan organisasi, serta kemampuan sumber daya manusia dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang mampu berpikir kritis, berinovasi, memahami peluang bisnis, serta memanfaatkan teknologi secara tepat untuk menciptakan nilai tambah. Kemampuan beradaptasi, berkolaborasi, dan terus belajar menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Setelah sesi tersebut, rangkaian acara dilanjutkan dengan sosialisasi akademik oleh Wakil Rektor I Dr Zeze Zakaria Hamzah, SE, MM dan sosialisasi kemahasiswaan oleh Wakil Rektor III Dr. Muhlis, S.Pt, MM, serta pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIAK) oleh Tenaga Akademik Galih Dwi Nugraha, MM.

Mahasiswa kemudian mengikuti sesi pengenalan organisasi dan unit kegiatan mahasiswa, meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Dakwah Kampus (LDK), kesenian, Youth Entrepreneurship Club (YEC), dan futsal.

Kegiatan juga diisi dengan permainan pos, tugas individu melalui media sosial, dan tugas kelompok untuk membangun kebersamaan, kreativitas, serta kerja sama antarmahasiswa, sebelum ditutup dengan pembagian hadiah.

Melalui kegiatan ini, ITB Dewantara berharap mahasiswa baru semakin siap menjalani kehidupan akademik, aktif berorganisasi, dan mampu mengembangkan kompetensi untuk menghadapi tantangan di era transformasi digital.

(Wawan Hermawanto)

Akses Pertanian di Sadengkolot Berkonsep Dayeuh Pajajaran

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
‎‎Jalan lingkar Kampung Pagelaran Sukarakyat, Sindang Wangi yang merupakan akses pertanian di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor berkonsep Dayeuh Pajajaran.‎

‎Status jalan pedesaan sepanjang 806 meter yang  telah dilebarkan hingga betonisasi sejak 2021 lalu itu, kini berubah dengan penataan berdirinya gapura bambu, saung siskamling, pagar bambu serta ornamen  tradisional  yang menonjolkan sejarah dan tradisi khas Sunda.‎

‎”‎Dipilihnya lokasi pembangunan Dayeuh Pajajaran, estetikanya selaras antara kearifan lokal  dengan lingkungan pertanian,” kata Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat, Jumat (9/20/2026).‎

‎‎Program Dayeuh Pajajaran diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu/BKK) Akselerasi Pembangunan Perdesaan.‎

‎‎Infrastruktur jalan di Sadengkolot  yang mengintegrasikan  akses mobilitas pertanian dan ekonomi warga dengan penataan lingkungan konsep Dayeuh Pajajaran untuk menjaga kearifan lokal sebagai warisan budaya Sunda.‎

‎Menurutnya, program Dayeuh Pajajaran memperkuat estetika yang dipadukan rindangnya pepohonan hingga hamparan  perkebunan dan persawahan begitu kental suasana perdesaan khas Sunda.‎

‎‎Akses jalan yang berkonsep Dayeuh Pajajaran selain memperkuat estetika tentu jalan tersebut mempermudah mobilitas warga dalam pensdistribusian hasil pertanian.‎

‎”Tak hanya itu, jalan lingkar Pagelaran Sukarakyat- Sindang Wangi berfungsi sebagai penghubung mobilitas warga serta akses pendukung kegiatan pertanian,”pungkas Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman.

‎‎(Arip Ekon)

‎

‎

‎

Tanamkan Cinta Peternakan Sejak Dini, 160 Anak Semarakkan Lomba Mewarnai di Kontes APPSI Sapi Piala Presiden 2026

0

BOGOR — Suasana Stadion Pakansari, Bogor, tampak hangat dan penuh keceriaan pada Minggu (4/10/2026). Di tengah kemeriahan Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, sebanyak 160 anak usia dini hingga sekolah dasar berkumpul antusias mengikuti kegiatan edukasi dan lomba mewarnai bertema dunia peternakan.

Kegiatan ini dirancang khusus sebagai sarana edukasi interaktif untuk mengenalkan ekosistem peternakan kepada generasi muda sejak dini. Panitia membagi perlombaan ke dalam tiga kategori utama, yakni Kategori A yang diikuti oleh siswa SD kelas 4, 5, dan 6; Kategori B untuk siswa SD kelas 1, 2, dan 3; serta Kategori C yang diperuntukkan bagi peserta tingkat PAUD hingga TK.

Tak sekadar menggoreskan warna di atas kertas, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat berbagai jenis sapi unggulan, profesi peternak, hingga pentingnya konsumsi protein hewani bagi kesehatan dan pertumbuhan. Keceriaan anak-anak terpancar saat mereka mengekspresikan imajinasi tentang peternakan Indonesia yang hijau dan sejahtera melalui perpaduan warna yang apik.

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua APPSI DPD Jawa Barat menyampaikan bahwa edukasi sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan pangan nasional. Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti lomba mewarnai, anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal sosok peternak sebagai pahlawan pangan, tetapi juga memiliki ketertarikan dan rasa bangga terhadap dunia peternakan Indonesia.
“Kami ingin menumbuhkan benih-benih kecintaan terhadap dunia peternakan pada anak-anak sejak kecil. Harapannya, semangat ini terus terbawa hingga mereka dewasa, sehingga lahir generasi penerus peternak yang modern, inovatif, dan siap membawa Indonesia mencapai swasembada daging di masa depan,” ujarnya Subhan Bila Adam di sela-sela kegiatan.

Antusiasme juga datang dari para orang tua yang mendampingi. Selain menjadi wadah kreativitas anak di akhir pekan, ajang ini dinilai memberikan pengalaman belajar terbuka yang berkesan karena berlangsung berdampingan langsung dengan perhelatan bergengsi Kontes Sapi Piala Presiden.

Melalui perpaduan antara kompetisi bergengsi dan edukasi generasi muda, ajang di Pakansari Bogor ini sukses membuktikan bahwa upaya menuju cita-cita swasembada daging nasional dapat dimulai dari langkah sederhana: menginspirasi dan menanamkan cita-cita di hati anak-anak Indonesia. (tjahyadi)

Update Tools Ikuti Zaman, Bengkel Motor Zebua Gandeng Tim Advance Remap Indonesia dengan RevMap Studio

0

Bogor | Jurnal Bogor
Persaingan bengkel motor di era injeksi tidak lagi soal kunci-kunci, tapi soal siapa yang paling update teknologi. Menyadari hal itu, Bengkel Motor Zebua melakukan gebrakan dengan meng-update total tools bengkelnya untuk mengikuti perkembangan zaman.

Owner Zebua Motor Andreas, Rabu (7/10/2026) menjelaskan, Zebua Motor tidak lagi bekerja secara manual, melainkan sudah menerapkan sistem kerja profesional berbasis teknologi menggandeng Tim Advance Remap Indonesia, sebuah tim Special Editing Remap yang beranggotakan para ahli berpengalaman yaitu Tom, Ahmad, Candra, Odenx, dan Daniel.

Tim ini hadir dengan senjata utama mereka, yakni software remap premium bernama RevMap Studio. Software ini dikenal sebagai salah satu software remap paling canggih dan akurat saat ini, yang mampu membaca, menganalisa, dan mengedit data di dalam ECU motor injeksi secara detail.

Menurut Tom, salah satu Tim Advance Remap, banyak bengkel yang masih tertinggal karena tidak mau berinvestasi pada tools. Padahal, hampir 90 persen motor baru saat ini sudah injeksi dan semua performanya dikunci di dalam ECU. Dengan RevMap Studio, semua batasan itu bisa dibuka secara aman dan terukur Ungkapnya.

Di Bengkel Motor Zebua, setiap pengerjaan remap dilakukan dengan SOP profesional. Prosedurnya dimulai dari diagnosa awal menggunakan scanner untuk mengetahui kesehatan mesin, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan data ECU asli, proses editing di RevMap Studio, dan terakhir proses penulisan ulang data yang telah dioptimalkan.

Fokus utamanya adalah membuat performa kendaraan roda dua menjadi lebih responsif. Hasil yang dirasakan konsumen antara lain tarikan awal yang lebih enteng dan spontan, menghilangkan gejala brebet akibat ganti knalpot racing, akselerasi lebih linear, dan RPM limiter yang bisa disesuaikan sehingga top speed meningkat.

Keunggulan lain dari RevMap Studio adalah kemampuannya menjaga keseimbangan antara performa dan keawetan mesin. Mapping bahan bakar dan timing pengapian dibuat presisi sesuai AFR ideal, sehingga motor tetap irit untuk harian namun tenaganya jauh lebih maksimal dibanding standar pabrik.

Pihak Zebua Motor menegaskan bahwa kehadiran Tim Advance Remap Indonesia adalah komitmen mereka untuk memberikan pelayanan terbaik. Mereka siap melayani remap untuk berbagai merek motor injeksi, dari matic harian seperti Beat, Vario, NMAX, Aerox, hingga motor sport.

Dengan kolaborasi ini, Bengkel Motor Zebua kini siap menjadi bengkel rujukan remap di wilayah Bogor. Bagi bikers yang ingin motornya naik kelas tanpa harus bore up, RevMap di Zebua Motor adalah solusinya.

(Wawan Hermawanto)

WALHI Jawa Barat Apresiasi EIGER Nature, Komitmen Pelestarian Lingkungan Dinilai Terus Dijalankan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan dan komitmen EIGER Nature dalam menjalankan upaya pelestarian lingkungan. Apresiasi tersebut disampaikan setelah WALHI Jawa Barat kembali mengunjungi EIGER Nature untuk melihat secara langsung perkembangan dan tindak lanjut atas berbagai masukan, pandangan, dan kritik yang sebelumnya telah disampaikan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pertemuan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, pakar, dan media. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. (pakar botani dan konservasi tumbuhan), Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. (pakar konservasi satwa liar), serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. (pakar pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah). Mereka merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature. Dalam kesempatan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan tim EIGER Nature sekaligus melihat berbagai upaya yang telah dilakukan di lapangan.

Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk mengonfirmasi secara langsung pemenuhan aspek perizinan dan dokumen lingkungan EIGER Nature. Berdasarkan peninjauan di lapangan, WALHI Jawa Barat menyampaikan bahwa perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi. Hal ini sejalan dengan proses pengembangan EIGER Nature yang telah berlangsung sejak 2018, dengan berbagai dokumen utama yang telah diterbitkan, meliputi perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, dan perizinan bangunan.

“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat.

Menurut Iwang, keterbukaan tersebut menjadi alasan WALHI Jawa Barat terus memberikan masukan dan kritik kepada EIGER Nature. Kunjungan kali ini dilakukan untuk melihat secara langsung apakah berbagai masukan yang sebelumnya disampaikan telah ditindaklanjuti. “Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” lanjutnya.

WALHI Jawa Barat juga menilai keterlibatan berbagai pihak dalam proses pengembangan EIGER Nature penting untuk membangun pertukaran informasi dan pengetahuan. “Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.

Meski mengapresiasi perkembangan yang dilihat secara langsung, WALHI Jawa Barat menekankan bahwa komitmen terhadap lingkungan merupakan proses jangka panjang yang perlu terus dijalankan dan diperkuat.

“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.

Ia berharap EIGER Nature dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam mengembangkan kegiatan berbasis alam dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. “Harapannya, EIGER Nature bisa menjadi contoh baik bagi pengusaha lain. Komitmen ini perlu terus dijalankan dan diperkuat, dengan tidak mengesampingkan aspek lingkungan,” imbuhnya.

Bagi EIGER Nature, keterlibatan berbagai pihak merupakan konsep Pentahelix yang merupakan bagian dari proses kolaboratif untuk terus mengevaluasi dan memperkuat pengelolaan kawasan.

“EIGER Nature dibangun melalui proses kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Kami ingin membuka ruang agar masukan dan kritik tidak hanya disampaikan, tetapi juga dapat dilihat kembali secara langsung di lapangan, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah baik untuk dipertahankan, dan apa yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” ujar Imanuel Wirajaya.

Direktur Utama EIGER Nature. Menurut Imanuel, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian dari perjalanan EIGER Nature untuk terus belajar dan memperkuat komitmennya terhadap alam, budaya, masyarakat, serta
keberlanjutan kawasan.

“Kami percaya, menjaga alam adalah perjalanan bersama. Dari keterbukaan, kritik, ilmu pengetahuan, dan kolaborasi, kita dapat menciptakan pengalaman di alam yang bermakna bagi manusia sekaligus membawa kebaikan bagi alam dan generasi mendatang,” tutupnya.

(Dadang Supriatna)

Batulayang Bangun Pos Pantau Pembuang Sampah

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Persoalan sampah yang tak kunjung berhenti di Kampung Keramat (Kareo) akhirnya mendapat perhatian serius. Dalam beberapa minggu ke depan, warga bersama pemangku wilayah, RT, tokoh masyarakat, serta para pemuda mulai membangun pos pantau sampah di sekitar jembatan yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar oleh oknum luar kampung, Selasa (6/10/2026).

Langkah ini dilakukan karena lokasi tersebut jauh dari pantauan warga, sehingga rawan dijadikan tempat pembuangan sembarangan. Pos pantau nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengawasan kebersihan, tetapi juga akan dikembangkan menjadi area wisata air sederhana yang bisa dinikmati masyarakat.

Kepala Desa Batulayang, H. Iwan Setiawan, saat melaksanakan kegiatan Hari Sungai Sedunia, menyampaikan bahwa pembangunan pos pantau merupakan bentuk nyata kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya kreatif menghidupkan potensi desa.

“Kami bersama warga bersepakat membangun pos pantau agar sampah tidak lagi menumpuk di sekitar jembatan. Selain menjaga kebersihan, pos ini akan difungsikan sebagai destinasi wisata air sederhana, sehingga masyarakat bisa menikmati lingkungan yang lebih sehat dan indah,” ujar H. Iwan Setiawan.

Di lokasi pembangunan pos pantau, Salim, akrab disapa Kang Chakil yang sebelumnya menyulap lokasi pembuangan sampah menjadi destinasi wisata air Bale Iyuh, turut memberikan dukungan. “Pengalaman Bale Iyuh membuktikan bahwa tempat yang dulunya identik dengan sampah bisa berubah menjadi ruang wisata dan sosial. Harapan saya, pos pantau ini bisa mengikuti jejak Bale Iyuh, menjadi pusat kebersamaan sekaligus menjaga sungai tetap bersih,” ungkap Salim.

Ia menambahkan, dukungan penuh dari tokoh masyarakat, RT/RW, serta pemuda kampung menjadi modal penting agar program ini berjalan berkelanjutan. “Harapan kami, pos pantau ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan,” imbuhnya.

Dengan adanya pos pantau, warga Kampung Keramat optimis masalah sampah bisa ditekan sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan wisata berbasis lingkungan.

(Dadang Supriatna)

KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara Perkuat Sinergi Literasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor melakukan audiensi dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara, Senin, 5 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Kampus ITB Dewantara tersebut membahas rencana kolaborasi dalam pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum daerah dan pemilihan, sekaligus penguatan literasi demokrasi bagi pemilih pemula di tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhammad Adi Kurnia, S.Hut., bersama jajaran KPU Kabupaten Bogor. Rombongan diterima langsung oleh Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas, didampingi Wakil Rektor III Dr. Muhlis, S.Pt., M.M., dan Wakil Rektor I Dr. Zeze Zakaria Hamzah, S.E., M.M.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan institusi pendidikan dalam memberikan pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, serta pentingnya partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi.

Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Bogor menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum daerah dan pemilihan di lingkungan ITB Dewantara. Sasaran utama kegiatan adalah pemilih pemula dan pemilih muda, khususnya pelajar tingkat SMA serta mahasiswa perguruan tinggi.

Ketua KPU Kabupaten Bogor Muhammad Adi Kurnia, S.Hut., menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

“Perguruan tinggi merupakan salah satu ruang strategis untuk memberikan pendidikan dan literasi demokrasi kepada pemilih pemula. Melalui sinergi dengan ITB Dewantara, kami berharap pemahaman generasi muda mengenai pemilu, demokrasi, serta pentingnya partisipasi dalam proses politik dapat semakin baik,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, edukasi kepemiluan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan hak pilih, tetapi juga bagaimana generasi muda memahami proses demokrasi secara utuh dan menjadi bagian aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain agenda sosialisasi, pertemuan tersebut juga membahas rencana penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman sebagai bentuk kemitraan strategis antara KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara.

Kerja sama tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi payung bagi berbagai kegiatan kolaboratif, khususnya dalam bidang pendidikan dan literasi demokrasi, kepemiluan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas generasi muda di Kabupaten Bogor.

Kedua lembaga sepakat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga penyelenggara pemilu dapat memberikan dampak positif dalam memperluas jangkauan edukasi demokrasi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kelompok pemilih pemula.

Dalam audiensi tersebut, KPU Kabupaten Bogor juga menyampaikan penawaran kegiatan Pusat Literasi dan Edukasi Demokrasi (PRESTASI) Batch 2 Tahun 2026.

Program PRESTASI diharapkan dapat menjadi salah satu wadah pembelajaran demokrasi bagi generasi muda melalui kegiatan literasi, edukasi, dan pengenalan terhadap proses penyelenggaraan pemilu.

Kehadiran program tersebut dinilai sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter, kesadaran sosial, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas menyambut baik gagasan kerja sama yang disampaikan KPU Kabupaten Bogor. Ia menilai kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan kampus.

“ITB Dewantara menyambut baik gagasan dan rencana kerja sama yang disampaikan KPU Kabupaten Bogor. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun kesadaran sosial, kebangsaan, dan demokrasi bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah kehidupan demokrasi di masa mendatang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan akses terhadap informasi dan edukasi kepemiluan yang tepat, objektif, dan mudah dipahami.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan melalui berbagai program edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan literasi demokrasi,” tambah Dr. Yasnimar.

Melalui rencana sosialisasi pemilu, program PRESTASI Batch 2 Tahun 2026, serta penyusunan MoU kemitraan strategis, KPU Kabupaten Bogor dan ITB Dewantara diharapkan dapat bersama-sama memperkuat literasi demokrasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

(Wawan Hermawanto)