Solahudin Angkat Bicara Soal Tanah Makam dan Pemotongan BOP RT/RW

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi
Persoalan tanah makam warga Desa Sanja masih ramai diperbincangkan, menyikapi hal tersebut mantan Kades Sanja Solahudin yang belum lama ini habis masa jabatannya kembali angkat bicara. Solahudin menyempatkan diri datang ke Kantor Desa Sanja menjelaskan bahwa kabar yang beredar tidak seperti kenyataan di lapangan.

“Jadi begini, dahulu di Desa Sanja ada pembebasan tanah yang dibeli oleh PT. Carglos yang membebaskan tanah milik Yayasan Nurul seluas 5 hektar, yang kebetulan diatas tanah yayasan tersebut terdapat makam penduduk, yang belum dipindahkan, atas inisiatif tersebut maka saya belikan tanah di Desa Leuwinutug untuk pemakaman, karena untuk memindahkan makam diatas tanah yayasan yang dibeli PT tersebut di Desa Sanja sudah penuh,” kata dia, Jumat (19/6).

“Jadi tanah yang diperbincangkan di Desa Leuwinutug adalah tanah saya pribadi yang merupakan keuntungan dari penjualan tanah Yayasan Nurul Hadi, maka saya berencana mewakafkan tanah saya yang ada di Desa Leuwinutug tersebut,” kata Solahudin.

Ia menambahkan, setelah dicek ternyata tanah yang di Desa Leuwinutug yang akan saya wakafkan untuk tanah makam kena plotingan PT. ACP dan dari pada nanti saat pembebasan harus memindahkan lagi makam, maka dia menyarankan kepada warga untuk tidak memakamkan keluarganya di tanah yang sudah masuk plotingan PT.ACP tersebut.

“Tanah makam itu baru masuk plotingan, belum ada transaksi apapun yang diberikan oleh PT. ACP, dan itu sudah saya rapatkan saat saya masih menjabat sebagai Kepala Desa Sanja, jika nanti sudah dilakukan pembayaran maka total uangnya adalah 60 Juta yang nantinya akan saya belikan tanah makam lagi untuk warga, dan itu pun baru hitung-hitungan saja belum ada bentuk fisik uangnya, jadi soal simpang siur saya terima DP atau apalah itu namanya silahkan laporkan saya ke pihak yang berwajib jika saya terbukti menjual tanah makam milik aset desa,” jelas Solahudin.

Menurutnya, di era saat ini pasti diselipkan politiknya mengingat dirinya akan kembali mencalonkan diri menjadi kepala desa untuk periode ke-3. “Jadi saya sampaikan bahwa apa yang beredar itu tidak benar dan untuk pemotongan BOP RT/RW Desa Sanja sebesar Rp.25.000/bulan itu pun sudah merupakan hasil musyawarah.”

“Pemotongan BOP RT/RW kan sudah berjalan sejak tahun 2013 dan itu bukan saya yang mengumpulkan melainkan masuk dalam keuangan desa yang nantinya dari hasil kesepakatan bahwa anggaran tersebut akan disalurkan untuk pemeliharaan seluruh pemakaman yang ada di Desa Sanja, dan itu dikelola oleh Bendahara Desa bukan dikelola oleh Kepala Desa, jadi kembali saya jelaskan saya tidak pernah menjual tanah makam warga Desa Sanja, dan adapun pemotongan gaji/BOP RT/RW pe rbulannya itu masuk kas desa yang diperuntukan pemeliharaan pemakaman desa, ” jelas Solahudin.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here