Tag: Desa Sukagalih

  • Pemdes Sukagalih Gelar Turnamen Kades Sukagalih Cup U17 untuk Cetak Bibit Sepak Bola Unggul

    Pemdes Sukagalih Gelar Turnamen Kades Sukagalih Cup U17 untuk Cetak Bibit Sepak Bola Unggul

    Megamendung – Pemerintah Desa Sukagalih Kecamatan Megamendung menggelar turnamen Kades Sukagalih Cup U17 sebagai upaya mencetak bibit pesepakbola muda yang unggul dan profesional. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Al Mini Soccer ini turut menghadirkan guest star pesepak bola nasional Gunawan Dwi Cahyo, yang memberikan motivasi langsung kepada para pemain.

    Kepala Desa Sukagalih, A. Sudarman, mengatakan bahwa turnamen ini merupakan langkah awal untuk menjaring talenta muda di wilayahnya.

    “Saya sengaja mengadakan turnamen U17 ini untuk mencari bibit-bibit pemain sepak bola, khususnya di Desa Sukagalih. Kita jaring dan siapkan agar ke depan memiliki pemain yang bagus,” ujar A. Sudarman kepada jurnal bogor, Jumat (05/12/25).

    Ia menjelaskan, dari 20 RT yang ada, baru 8 klub yang dapat ikut serta karena sebagian besar RT masih fokus pada tim senior. Namun Sudarman menargetkan setiap RT ke depan memiliki satu tim U17 yang siap dibina.

    “Setelah terbentuk tim U17, akan kita bina dan pembiayaannya menggunakan APBDes 2026. Ke depan juga bisa kita perluas dengan mengundang desa tetangga,” tambahnya.

    Sementara itu, guest star Gunawan Dwi Cahyo mengapresiasi penuh penyelenggaraan turnamen ini.

    “Turnamen ini sangat bagus sebagai wadah bagi warga Sukagalih untuk tampil dan mengembangkan potensi. Harapan saya mereka tetap semangat berlatih. Yang kalah harus memperbaiki diri, yang juara jangan jumawa,” katanya.

    Gunawan juga membuka peluang bagi pemain potensial untuk disalurkan ke jenjang yang lebih tinggi.

    “Kalau ada bibit bagus, bisa kita salurkan ke level U17, U18, atau U20. Kalau potensinya ada di sini, kenapa tidak,” ujarnya.

    Ketua Panitia, Firman Halomoan atau yang akrab disapa Bang Bolay, menambahkan bahwa turnamen ini menjadi wadah penting bagi anak-anak Sukagalih untuk unjuk kemampuan.

    “Turnamen ini bertujuan untuk menghasilkan bibit berkualitas yang nanti akan dibina desa. Sistem pertandingan menggunakan format bertemu, dua grup, masing-masing berisi empat tim. Satu babak 20 menit, dan setiap tim bermain tiga kali dalam grup. Ini sampai babak penyisihan, dan hari Minggu besok babak final,” jelasnya.

    Firman menyebutkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi karena banyaknya potensi sepak bola usia muda di Sukagalih.

    “Anak-anak U17 akhirnya punya wadah untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Kepala desa juga sangat responsif dan antusias, begitu pula dukungan sponsor seperti Pesona Rawit Balap dan tim aparel,” ujarnya.

    Dengan terselenggaranya Kades Sukagalih Cup U17, Pemerintah Desa Sukagalih berharap turnamen ini menjadi agenda rutin yang dapat melahirkan talenta-talenta muda untuk dibina menuju level kompetitif yang lebih tinggi. Yudi

  • Rumah Korban Bencana Di Sukagalih Selesai Dikerjakan

    Rumah Korban Bencana Di Sukagalih Selesai Dikerjakan

    Megamendung – Jurnal Bogor
    Dari tujuh unit rumah yang mengalami rusak berat akibat bencana gempa yang terjadi tahun 2024 lalu di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, baru 4 rumah yang sudah mendapat bantuan dari DPKPP Kabupaten Bogor. Sisanya 3 unit rumah lagi diprediksi menunggu tahap kedua melalui pengajuan yang akan dilakukan oleh pihak desa setempat.

    Untuk mekanisme bantuan yang diterimanya oleh para pemilik rumah, yakni berupa bahan bahan material yang ditangani oleh Kelompok.Masyarakat atau Pokmas.
    Dengan cara tersebut, perbaikan rumah rumah tersebut terlaksanakan secara terpantau. Untuk pengadaan bahan bahan materialnya termasuk pekerja atau tukang Pokmas memiliki tanggung jawab hingga pengerjaan rumah itu terselesaikan.

    “Ini adalah bantuan rehabilitasi rumah pasca bencana alam tahun 2024 yang di realisasikan tahun 2025 sebanyak 4 unit. Dan untuk pengerjaannya telah selesai 100% dilaksanakan, dan warga kini bisa merasa nyaman untuk ringgalnya,” ujar Ubedillah Sulaeman, Ketua Pokmas Desa Sukagalih.

    Sementara itu, dikatakan salah seorang penerima bantuan Rosidah, dia dan keluarganya terlihat gembira. Adanya bantuan itu rumahnya kembali terlihat bagus dan rapi. “Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada DPKPP Kabupaten Bogor dan ke pemerintahan desa Sukagalih. Rumah saya yang rusak berat akibat bencana kini sudah bagus kembali,” tuturnya. Dadang Supriatna.

  • Sukagalih Fokus Perbaiki Kantor Desa

    Sukagalih Fokus Perbaiki Kantor Desa

    Jurnalinspirasi – Megamendung
    Beberapa Kantor Desa di Kecamatan Megamendung terdapat diperlukannya perbaikan yang skala besar. Seperti Kantor Desa Sukakarya, Sukaresmi, Megamendung, Gadog dan Desa Sukagalih. Ini perlu dilakukan berkaitan dengan kondisinya usia bangunan tersebut. Yang terpantau, di Desa Sukagalih kini pihaknya tengah fokus melakukan perbaikan. Mulai dari penambahan ruangan hingga kepada perbaikan ruangan secara keseluruhan.

    Kegiatan tersebut berkaitan dengan dikucurkannya anggaran dari Provinsi Jawa Barat yang dialokasikan oleh Desa Sukagalih untuk perbaikan kantor desanya. Seperti yang dikatakan Sekretaris Desa Ade Mulayana. “Para pekerja sudah mulai melakukan aktivitas pengerjaan rehab kantor desa. Selain melakukan perbaikan secara keseluruhan, juga menambah satu ruangan. Dengan dana banprov yang sangat terbatas, rehab kantor desa ini harus beres, dengan tidak menggangu terhadap pelayanan kepada warga” ujar Ade.

    Ditempat terpisah, pemerintahan Desa Gadog, sudah lebih awal melakukan perbaikan kantor desanya secara total. Untuk pelayanan tetap maksimal, pelayanan atau kantor desa pindah sementara ke tempat yang tidak jauh dari kantor lama.

    “Iya kantor desa kita sedang direhab. Untuk itu pelayan dipindah dulu ke tempat lain. Meskipun demikian, pelayanan kepada masyrakat tetap berjalan seperti biasa. Diharapkan, dengan kondisi kantor desa yang bagus bisa meningkatkan etis kerja para perangkat desa ke arah yang lebih baik,” tutur Dedi, Kepala Desa Gadog. Dadang Supriatna.

  • Kades Harapkan Saling Jaga Infrastruktur Desa Sukagalih yang Telah Monev

    Kades Harapkan Saling Jaga Infrastruktur Desa Sukagalih yang Telah Monev

    Jonggol | Jurnal Bogor
    Pemerintah Desa Sukagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor baru saja menjalani monitoring evaluasi (monev) untuk hasil pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade), Selasa (31/10).

    Kepala Desa Sukagalih, Aja Waridin mengatakan, proses pekerjaan yang bersumber dari DD dan Samisade baru saja dilakukan monev dan hasilnya cukup baik.

    “Alhamdulillah, untuk pekerjaan yang bersumber dari Samisade kami alokasikan untuk betonisasi jalan di Kp.Jemblung RT 01/01 dan Kp Cimendo RT.09/05, dengan volume P 1050 m x L 2,5 m x T 0,15 m. Dengan memakan anggaran sebesar Rp600 juta rupiah,” jelas Aja kepada Jurnal Bogor.

    Dan untuk pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD), sambung Aja, Pemdes mengalokasikan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kp Jemblung RT 04/02 dengan volume P 100 m x L 1,5 m x 30 cm. Dan memakan anggaran sebesar Rp57 juta rupiah.

    ” Saya hanya berharap, apa yang dibangunkan oleh Pemdes ini bisa dinikmati oleh warga dalam jangka panjang. Dan untuk warga juga diminta untuk saling menjaganya. Karena jalan ini milik kita bersama, ” harap Aja.

    ” Untuk pekerja sendiri kita memakai warga sekitar, untuk dipadatkaryakan. Karena dengan begitu, hasil pekerjaan jauh lebih bagus. Dan semoga hasil dari monev ini tidak ada temuan yang berarti, jika kesalahan namanya pekerjaan tangan manusia pasti ada saja,” tambahnya.

    Sementara, Furkon (42) warga sekitar mengucapkan terimakasih atas pembangunan jalan dan pembangunan lain yang sudah dilaksanakan oleh Pemdes Sukagalih.

    ” Kami hanya ingin, jalan-jalan yang masuk ke gang-gang itu mulus, seperti yang di luar daerah sana. Syukur-syukur semua jalan bisa dilintasi oleh kendaraan roda 4. Karena, jika bisa begitu selain tanah mahal juga akan menambah dan mempermudah ekonomi warga, karena aksesnya semua masuk mobil,” ungkap Furkon.

    (nay nur’ain)

  • Jumlah Penerima BLT DD Desa Sukagalih Berkurang 

    Jumlah Penerima BLT DD Desa Sukagalih Berkurang 

    Jonggol | Jurnal Bogor 

    Pemerintah Desa Sukagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahap ke-3 tahun 2022. Secara simbolis Kades Samsudin menyerahkan bantuan untuk warga terdampak Covid-19 itu, Kamis (20/10).

    Kasie Kesra Ayudin mengatakan, penyaluran BLT DD berlangsung  kondusif. Namun, untuk jumlah penerima BLT DD kali ini jumlahnya berkurang, karena sebagian sudah dialihkan ke bantuan lain.

    “Di Desa Sukagalih sebelumnya ada 168 KPM penerima BLT DD. Namun, kini jumlahnya berkurang  menjadi 102 KPM,” papar Ayudin kepada Jurnal Bogor, Kamis (20/10).

    Dia menambahkan, berkurangnya KPM dalam bantuan BLT DD ini karena ada pengalihan KPM ke bantuan yang lain, sehingga untuk menghindari double data bantuan diseleksi dengan teliti.

    “KPM langsung menerima untuk 3 bulan kedepan, dengan besaran Rp300 ribu/bulan, kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga yang menerima dan tolong gunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari,” pungkas Ayudin.

    ** Ramses/Nay 

  • Ratusan Warga Desa Sukagalih Terima BLT-DD

    Ratusan Warga Desa Sukagalih Terima BLT-DD

    Jonggol | Jurnal Bogor 

    Sebanyak 102 warga Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor yang termasuk warga kurang mampu mendapatkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ( BLT-DD), Senin (11/7).

    Kasie Kesra Desa Sukagalih Ayudin, mengatakan pemberian BLT-DD ini termasuk tahap ke-2 yang dibagikan secara tunai kepada KPM dengan nilai Rp.900.000 untuk tiga bulan, yakni April, Mei dan Juni. Bantuan ini tidak lain untuk membantu pemulihan ekonomi khususnya warga kurang mampu.

    “Penerima BLT-DD dipastikan telah memenuhi kriteria, yakni warga kurang mampu, kehilangan mata pencarian, penyakit kronis, kepala keluarga lansia dan belum mendapatkan bantuan sosial lainnya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (12/7).

    Menurutnya, BLT-DD ini disalurkan secara langsung ke rumah atau door to door bagi KPM yang memang kedapatan sedang dalam keadaan sakit. Namun untuk yang sehat bisa mengambilnya di aula Kantor Desa Sukagalih.

    “Pada tahun 2022 ini, penggunaan Dana Desa diperuntukkan BLT 40%, penanganan Covid-19 sebesar 8%, ketahanan pangan 20%, operasional kantor 6% dan sisanya untuk pemberdayaan masyarakat serta infrastruktur,” bebernya.

    Oleh karena itu, kata dia, dengan diprioritaskannya BLT-DD ini bisa sedikit membantu mendorong ekonomi warga dan untuk warga yang menerima pun agar bisa memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin.

    Sementara itu Wahyu Amirullah, salah satu penerima BLT-DD mengaku terbantu dengan adanya bantuan BLT-DD tersebut. Bantuan itu akan dipergunakan untuk menambah modal usahanya di bidang UMKM perumahan.

    “Alhamdulillah, lumayan buat nambah modal usaha saya. Intinya sangat bersyukur sekali karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami ditengah pandemi Covid-19,” pungkasnya.

    ** Ramses / Nay 

  • Adu Meriam Karbit jadi Tradisi Warga Sukagalih Usai Idul Fitri

    Adu Meriam Karbit jadi Tradisi Warga Sukagalih Usai Idul Fitri

    Jonggol | Jurnal Bogor

    Perayaan  Idul Fitri merupakan  hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa dan bagi sebagian muslim kerap dirayakan suka cita dengan cara tertentu.

    Di Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor misalnya, warga masyarakat  memiliki cara unik merayakan Idul Fitri, yakni dengan cara membuat meriam karbit dan kegiatan  membunyi meriam karbit digelar selama  satu hari penuh berlokasi  di areal persawahan Kp Cimendo, Rabu (04/05/22) lalu.

    “Saya kurang tahu sejarahnya, tapi meriam karbit selalu dibunyikan usai perayaan Idul Fitri,” kata Ayudin Ketua Panitia Lomba Bedug  yang juga menjabat Kesra Desa Sukagalih kepada Jurnal Bogor, Sabtu (07/05/22).

    Ia menambahkan  untuk  persiapan meriam karbit  dimulai usai perayaan Idul Fitri. Untuk meriam sendiri terbuat dari pohon batang kelapa berdiameter 60 centimeter dan panjang lebih kurang  6 meter. Kemudian meriam tersebut dibersihkan untuk membuang kotoran yang menempel. Setelah dibersihkan, batang pohon kelapa yang dibagi menjadi dua bagian itu dirakit kembali menjadi satu.

    “Setelah kering, disimpai atau dililit dengan rotan, agar ketika dibunyikan, batang pohon kelapa  tidak pecah,” papar Ayudin.

    Menurutnya, kegiatan adu bedug dan adu karbit  merupakan  tradisi dari nenek moyang mereka.

    “Kami sebagai warga Desa Sukagalih wajib untuk melestarikan, karena siapa lagi melestarikannya kalau bukan warga sendiri. Kegiatan adu karbit sangat direspons oleh warga, hal ini dapat terlihat dari banyaknya pengunjung yang hadir bahkan dari luar daerah untuk menyaksikan tradisi adu karbit ini ,” pungkasnya.

    ** Nay / ramses

  • Meski Pandemi, Desa  Sukagalih Tetap Buka Pelayanan Ibu dan Anak di Posyandu

    Meski Pandemi, Desa Sukagalih Tetap Buka Pelayanan Ibu dan Anak di Posyandu

    Jonggol | Jurnal Bogor

    Di tengah pandemi Covid-19, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tetap diadakan di Desa  Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Posyandu ini untuk melayani kesehatan dasar masyarakat dibantu oleh petugas kesehatan.

    Kader Posyandu Seroja, Endah  mengatakan pelayanan Puskesmas guna mengoptimalkan perkembangan  anak dengan baik meskipun di masa pandemic. Digelarnya Posyandu di tengah pandemi Covid-19, telah dikonsultasikan ke beberapa pihak terkait, mulai dari bidan desa hingga kepala desa.

    “Tidak hanya itu, tahap konsultasi juga dilakukan ke Bhabinkamtibmas yang turut menyambangi kegiatan posyandu di Desa Sukagalih,” jelasnya, Rabu (20/4).

    Endah  menjelaskan adanya pandemi covid-19 bukan berarti harus meniadakan kegiatan Posyandu tersebut. Posyandu tetap diadakan dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sesuai yang dianjurkan.

    “Dalam pelaksanaan ini, kami semua menerapkan social distancing dengan ketat. Kita juga terapkan PHBS, siapkan alat cuci tangan, sabun, jaga jarak jangan bergerombol, sehingga pelaksanaan Posyandu di Desa Sukagalih, kami berbasis sosial distancing dan tentunya  wajib menggunakan masker,” paparnya.

    Ia berharap adanya kegiatan program Posyandu terus dapat terlaksana sesuai dengan  jadwal, mengingat saat ini wabah yang menyerang Indonesia adalah virus yang berbahaya sehingga perlunya menjaga kesehatan ibu dan anak, termasuk pemberian vaksin imunisasi dapat dilakukan tanpa terkecuali dan program imunisasi bisa berjalan sukses.

    ** Nay / Ramses

  • Desa Sukagalih Salurkan BPNT Untuk 553 KK

    Desa Sukagalih Salurkan BPNT Untuk 553 KK

    Jonggol | Jurnal Bogor

    Pemerintah Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap dua untuk 553 kepala keluarga (KK) yang berlangsung di aula kantor desa setempat, Jumat (15/4).

    Kepala Seksi  Kesejahteraan (Kesra) Desa Sukagalih Ayudin menjelaskan, pemberian BPNT ini awalnya dalam bentuk sembako, namun pada tahun 2022 ini pemerintah pusat menggantinya dengan uang tunai Rp  500 ribu.

    “Alhamdulillah hari ini kami menyalurkan BPNT untuk 553 kepala keluarga pada tahap kedua,” ungkapnya.

    Ayudin menambahkan  pengambilan bantuan ini seharusnya di Kantor Pos, tetapi jarak tempu desa dengan Kantor Pos cukup jauh, maka kita bermupakat pembagian bantuan dilakukan di balai desa.

    “Jadi dari Pemdes Sukagalih  ini hanya memfasilitasi pembagian saja, karena waktunya terbatas  satu  hari,” tambahnya

    Ayudin  menyebutkan, apabila ada kesalahan dalam administrasi seperti ada kesalahan NIK, nama tetap penerimanya itu diberi waktu.

    “Ya, mereka datanya disimpan di Kantor Pos apabila salah data, otomatis dana BPNT itu tidak bisa dicairkan, karena pencairan itu sesuai data dan administrasi yang ada,” tutupnya.

    ** Nay / Ramses

  • Gunakan Kas Desa, Kades Sukagalih Pasang PJU

    JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan kerja nyata untuk masyarakat berupa pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), belum lama ini.

    Kepala Desa Sukagalih Samsudin mengatakan, pemasangan PJU salah satu kepedulian pemdes terhadap warga yang dilakukan di  11  titik yang tersebar di RT 03 RW 02.

    “Anggaran pemasangan lampu PJU ini hasil kas Desa Sukagalih,” kata Samsudin kepada Jurnal Bogor, Kamis (6/1/22).

    Dia mengaku bangga karena pekerjaan ini berkat sinergitas antara  pemdes dan warga  untuk menampung aspirasi dari warga, serta tidak terlepas bimbingan para tokoh masyarakat.

    “Diharapkan dengan adanya lampu penerangan jalan umum semoga dapat bermanfaat bagi seluruh warga Desa Sukagalih,” harap Samsudin.

    Senada disampaikan Sekdes Sukagalih Yanto yang mengaku bangga kepada kades dengan adanya lampu PJU untuk kepentingan warga, terlebih pemasangan ini menggunakan anggaran kas desa.

    “Pemasangan ini tidak terlepas dari dorongan semua pihak dan stakeholder yang ada sehingga dapat mewujudkan cita-cita warga Desa  Sukagalih,” jelasnya.

    Sementara warga RT 03 RW 02 warga  Kampung Jemblung Dadang mengapresiasi pemasangan PJU oleh kades  sehingga warga bisa merasakan manfaat PJU. Dia berharap kedepan penerangan jalan umum ini jadi program kerja Kades yang berkelanjutan serta bisa jadi upaya pemerataan kepada seluruh warga.

    “Jalan-jalan lingkungan yang ada di Desa Sukagalih bisa mendapatkan penerangan PJU,” pungkasnya.

    ** Nay / Ramses