25.7 C
Bogor
Thursday, April 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 988

The Buldozer Rindu Kehadiran Ade Yasin

0

Babak 8 Besar Liga 3 Jabar Seri 1

JURNAL INSPIRASI – Sebelum bertolak ke Kota Bekasi untuk melakoni pertandingan babak delapan besar Liga 3 Jawa Barat Seri 1 Tahun 2021, pada 15 Desember 2021 nanti, tim Citeuruep Raya FC ingin diberangkatkan langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin dari Pendopo Bupati.

Keinginan itu muncul karena, Citeureup Raya FC merupakan salah satu tim yang mewakili Kabupaten Bogor lolos ke babak delapan besar, sehingga besar keinginan dari pemain dan manajemen untuk dilepas secara langsung oleh Bupati Ade Yasin, sekaligus juga ingin meminta restu serta dukungan.

Apalagi para pemain yang memperkuat Citeureup Raya FC pada Liga 3 Jawa Barat Seri 1 tahun 2021 murni pemain lokal Kabupaten Bogor. Maka dari itu besar keinginan pemain tim berjuluk ‘The Buldozer’ dilepas Bupati Ade Yasin.

BACA JUGA Wanhai Optimis Tim PGPI Sukses di BK Poprov XIV Jabar 2021

Menanggapi hal ini Ketua Askab PSSI Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin, menyambut baik keinginan pemain Citeureup Raya FC dan manajemen yang ingin dilepas oleh Bupati Ade Yasin.

“Saya yakin, kalau ada informasi Bupati pasti akan melepas tim Citeureup Raya FC bertolak ke Kota Bekasi untuk melakoni pertandingan babak delapan besar. Dan saya juga akan komunikasikan hal ini kepada Bupati Bogor, apalagi pemainnya lokal Kabupaten Bogor, jadi saya akan sampaikan, dan mudah-mudahan Bupati bisa melepas pemain secara langsung,” kata Junaidi Samsudin, Senin (13/12/2021).

Sementara Presiden Citeureup Raya FC Dedi Cakra Baidilah mengatakan, tim yang berisikan pemain binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) itu murni warga Bogor. Apalagi mereka juga pemain untuk Porprpov XIV Jawa Barat 2022, jadi besar keinginan bisa dilepas oleh Bupati.

BACA JUGA Wabup Bogor Pastikan Kesiapan Stadion Pakansari

“Kami berharap Bupati Ade Yasin hadir dalam pertandingan babak delapan besar Liga 3 Jawa Barat Seri 1 Tahun 2021 nanti atau minimal melepas keberangkatan tim ke Kabupaten Bekasi. Kehadiran beliau, saya yakin menguatkan mental para pemain Citeureup Raya FC yang usianya itu mewakili Kabupaten Bogor,” ucap Dedi Cakra Baidilah, Senin (13/12/2021).

Pria yang akrab disapa Cakra itu menambahkan, babak delapan besar Liga 3 Jawa Barat Seri 1 2021 itu timnya bakal bertemu runner up grup B yaitu Depok United atau Persikasi Bekasi. Namun, pihaknya lebih memilih menghadapi Depok United FC.

“Siapapun lawannya nanti, tim Citeureup Raya FC akan bermain menyerang dan meratakan lawan, hingga timnya lolos ke babak berikutnya, hingga nantinya bisa lolos ke Liga 2,” kata Cakra.

**as.pangrango

Wanhai Optimis Tim PGPI Sukses di BK Poprov XIV Jabar 2021

0

JURNAL INSPIRASI – Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi memastikan atletnya siap meraih tiket final Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, pada Babak Kualifiaksi (BK) yang akan digelar di Gunung Panten Kabupaten Majalengka, 15-20 Desember 2021.

“Atlet kami sudah siap bertanding, bahkan saat ini mereka sedang berlatih di venue yang akan jadi tempat pertandingan BK Porprov 2022,” kata Wawan Hikal Kurdi, Senin (13/12/2021).

BACA JUGA Wabup Bogor Pastikan Kesiapan Stadion Pakansari

Wawan Hikal Kurdi mengatakan, dalam BK Porprov kali ini, tidak ada Will Card. Jadi semua atlet yang meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 untuk Jawa Barat tetap akan bertanding dalam perebutan tiket menuju Porprov 2022.

“Tidak ada Will Card untuk cabor gantole, jadi semua akan bertanding sesuai dengan aturan yang telah ditentukan Pengprov PGPI Jawa Barat di ajang BK,” kata pria yang akrab disapa Wanhai itu.

Selain itu kata Wanhai, untuk nomor gantole atlet Kabupaten Bogor sudah tidak ada masalah, bahkan mereka sudah siap bertanding untuk meraih tiket sebanyak-banyaknya dari ajang BK Porprov.

**as.pangrango

Wabup Bogor Pastikan Kesiapan Stadion Pakansari

0

Jelang Babak 8 Besar Liga 2

JURNAL INSPIRASI – Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, meninjau kesiapan Lapangan Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, yang akan menjadi venue pertandingan babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2021, pada 15 Desember 2021.

“Saya hanya memastikan kesiapan Stadion Pakansari, baik dari fasilitas lapangan, rumput, ruang ganti pemain dan lain sebagainnya,” kata Iwan Setiawan, Senin (13/12/2021).

Untuk diketahui kata Iwan Setiawan, Stadion Pakansari akan digunakan sebagai venue pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Persiba Balikpapan pada 15 Desember 2021, dilanjut dengan pertandingan lainnya pada 19, 22, dan 23 Desember. Bahkan rencannya pertandingan semifinal dan final juga di Pakansari. Maka dari itu semua kesiapan harus dipersiapkan dari sekarang.

BACA JUGA Sidak ke Tirta Pakuan, Dewan Temukan Kasus Tagihan Bengkak

“Soal Stadion dan fasilitas lainnya sudah siap menggelar pertandingan, bahkan Selasa 14 Desember 2021 tim Sriwijaya dan Persiba Balikpapan akan melakoni latihan di Stadion Pakansari,” kata Iwan Setiawan menjelaskan.

Bukan itu saja, Politisi Partai Gerindra itu juga memastikan, pelaksanaan pertandingan babak delapan besar Liga 2 Indonesia 2021, akan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan kapasitas penonton terbatas. Bahkan seluruh panitia akan dilakukan Swab Antigen termasuk seluruh suporter dan tamu VVIP.

“Prokes ketat tetap dilakukan selama pelaksanaan pertandingan Liga 2. Apalagi semua petugas perawatan lapangan Pakansari sudah diperiksa terlebih dulu sebelum masuk ke area Stadion. Jadi memang prokes benar-benar harus dijalankan selama pertandingan bergulir,” katanya.

**as.pangrango

Sidak ke Tirta Pakuan, Dewan Temukan Kasus Tagihan Bengkak

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi II DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor pelayanan Perumda Tirta Pakuan, Senin (13/12). Hal ini karena banyaknya aduan masyarakat yang mengeluhkan membengkaknya pembayaran tagihan ke perusahaan plat merah tersebut.

Sidak dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Rusli Prihatevy dan diikuti oleh Wakil Ketua Komisi II Angga Alan Surawijaya, Sekretaris Komisi II Lusiana Nurissiyadah serta anggota Komisi II DPRD Kota Bogor Safrudin Bima, Mahpudi Ismail, Muaz HD, Maesaroh, Ade Askiah, Ahmad Aswandi, Ujang Sugandi dan Mulyadi.

Setibanya anggota legislatif di kantor pelayanan Perumda Tirta Pakuan. Para anggota Komisi II DPRD Kota Bogor langsung menyapa warga dan mengecek pelayanan, tanpa didampingi oleh jajaran direksi.

BACA JUGA Investasi Biskita Capai Rp73,5 M

Beberapa warga mengeluhkan tingginya biaya yang harus dibayarkan dan hal tersebut diduga karena rusaknya meteran air di rumah warga. Tak hanya itu, perihal kebocoran air dan tidak mengalirnya air juga dikeluhkan oleh warg kepada para wakil rakyat.

“Iya pak, saya bayaran naik hingga Rp450 ribu udah dua bulan karena meteran rusak. Padahal biasanya bayar cuma Rp100 ribu,” ujar salah satu warga asal Kelurahan Pamoyanan.

Tak lama, jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan pun datang ke pusat pelayanan dan menyambut jajaran Komisi II DPRD Kota Bogor.

Para anggota pun dibawa berkeliling kantor Perumda Tirta Pakuan. Mulai dari kantor pelayanan, melihat server pelayanan hingga ruang call center yang aktif 24 jam.

Usai melakukan sidak, Mahpudi Ismail mengatakan bahwasanya sidak yang dilakukan oleh Komisi II merupakan jawaban dari banyaknya keluhan warga terkait buruknya pelayanan Perumda Tirta Pakuan.

BACA JUGA Lies Permana Janjikan Transformasi Besar-besaran

“Memang sidak ini kami lakukan karena banyaknya aduan dari warga. Nah aduan-aduan itu terbukti dengan adanya uji sampel yang kami lakukan di kantor pelayanan bahwa masalah meteran macet, pembayaran membengkak memang terjadi,” ujar Mahpudi.

Temuan hasil sidak ini pun diungkapkan oleh Mahpudi akan dijadikan bahan evaluasi oleh Komisi II untuk rapat selanjutnya dengan Perumda Tirta Pakuan.

Sebab, menurut Mahpudi, Perumda Tirta Pakuan seharusnya selain meningkatkan PAD Kota Bogor. Turut meningkatkan juga pelayanan kepada masyarakat, agar keluhan dan aduan dapat dikurangi.

“Karena perlu diketahui pelanggan itu adalah aset untuk Perumda Tirta Pakuan. Kedua adalah warga yang harus diproteksi, jangan sampai nanti kita hanya melakukan rapat kerja yang mendengarkan benefit dari Perumda Tirta Pakuan sedangkan pelanggan kesulitan dan terabaikan. Artinya pemerintah dapat PAD dari Perumda Tirta Pakuan, tapi tidak mengabaikan keluhan masyarakat. Karena ada pembayaran yang sampai dua kali lipat itu kan tidak masuk akal,” ujar Mahpudi.

Dilokasi yang sama, Angga Alan Suryawijaya menekankan kepada jajaran direksi Perumda Tirta Pakuan, untuk meningkatkan sarana dan prasarana terkait pelayanan air kepada pelanggan.

BACA JUGA Soal Kerusakan Jalan, PMBS Desak Pemkab Bogor Tindak Tegas Pengusaha Eiger

Sebab, menurut aduan yang ia terima, air dari Perumda Tirta Pakuan kerap tidak mengalir saat hujan deras terjadi.

“Alasan dari dirtek kan karena kondisi air di hulu kotor, sehingga aliran ke warga di perkecil. Nah ini harus jadi konsen, agar pelayanan tetap maskimal bagaimanapun kondisinya,” tegas Angga.

Sedangkan, Rusli Prihatevy menekankan bahwa diakhir tahun ini Komisi II akan terus melakukan sidak dan memantau pelayanan Perumda Tirta Pakuan kepada warga.

Terlebih, saat ini cuaca sudah memasuki musim penghujan. Sehingga Perumda Tirta Pakuan harus memiliki rencana cadangan untuk meningkatkan pelayanan.

BACA JUGA Anggota DPRD Minta Moratorium Pemekaran Dicabut

“Di musim penghujan ini, kondisi air pasti akan keruh di hulu. Nah Perumda Tirta Pakuan harus memiliki solusi untuk itu,” ujar Rusli.

Sedangkan untuk Business Plan, Rusli berharap Perumda Tirta Pakuan yang saat ini dinilai sebagai BUMD paling sehat di Kota Bogor bisa memiliki solusi pemecahan masalah dengan pelayanan kepada masyarakat dan pelanggan.

“Semua itu harus disiapkan di Business Plan tahun depan, sebelum adanya PMP lagi. Jadi solusi menyelesaikan masalah pelayanan ini harus ikut tertuang,” pungkasnya.

**fredyk

Investasi Biskita Capai Rp73,5 M

0

28 Unit Bis Segera Mengaspal

JURNAL INSPIRASI – Puluhan Biskita Transpakuan telah mengaspal di Kota Bogor sejak beberapa pekan ke belakang. Lorena selaku bagian dari KSO Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) membeberkan alasannya bergabung di dalamnya.

Managing Director PT Lorena, Rianta Soerbakti mengatakan bahwa sebagai salah satu perusahaan otobus terkemuka yang telah berdiri sejak 1970, Lorena ingin ambil bagian dalam penataan transportasi ‘Kota Hujan’. Apalagi, ketika itu PDJT sedang dalam kondisi kurang sehat.

“Ketika ada tender Buy The Service (BTS) kami mengambil momen tersebut untuk membangkitkan PDJT,” ujar Rianta, Senin (13/12).

BACA JUGA Lies Permana Janjikan Transformasi Besar-besaran

Menurut dia, tender BTS sangat aman dan menguntungkan lantaran Biskita Transpakuan disubsidi per kilometer. “Kalau disubsidi per penumpang tentu akan. Makanya kami ikut tender ini dengan membuat KSO bersana Kodjari dan PDJT. Kebetulan Lorena juga sebagai operator Trans Jakarta sejak 2008. Jadi kami sedikit lebih banyak pengalaman mengoperasikan BTS,” katanya.

Disinggung mengenai nilai investasi dalam Biskita, Rianta menyatakan bahwa Lorena hanya sebagai operator dan Kodjari adalah pihak yang menanamkan investasi. Dengan rincian Rp980 juta per satu unit bus.

“Per satu unit bus Rp980 juta, sedangkan jumlah bus ada 75. Tinggal dikalikan saja, ya sekitar Rp73,5 miliar. Itu semua tertera di dokumen BTS,” ucapnya.

Mengenai jumlah subsidi, sambung Rianta, belum dapat dipastikan lantaran masih menunggu dari pemerintah pusat. Sebab, kata dia, prinsip BTS adalah bekerja terlebih dahulu baru dibayar melalui subsidi per kilometer.

“Belum tahu berapa subsidinya. Pogram ini (BTS) sudah berjalan tahun lalu, ini sebenarnya adalah perubahan dari program sebelumnya yang dimiliki Kementerian Perhubungan yakni bis hibah. Namun bus ini tidak dirasakan tidak tepat guna, karena banyak daerah yang tidak butuh atau tidak punya kemampuan untuk mengoperasikannya,” katanya.

BACA JUGA Soal Kerusakan Jalan, PMBS Desak Pemkab Bogor Tindak Tegas Pengusaha Eiger

Kendati mendapat subsidi, sambung Rianta, namun BTS bukanlah tanpa risiko lantaran KSO terancam denda apabila pelayanan tak memenuhi standar. “Misalnya, bis rusak, atau sopir tak memakai seragam,” imbuhnya.

Sementara itu, pimpinan Kodjari, Dewi Jani Tjandra mengatakan bahwa pihaknya akan segera melaunching Biskita Transpakuan Koridor 1 dan 2. Total, sebanyak 28 armada akan beroperasi, dengan rincian 15 unit di koridor 2 dan 14 unit pada koridor 1. “Masing-masing koridor akan ada bis khusus untuk kaum difabel. Total untuk tahun ini 49 unit, dan angkot yang sudah dikonversi sebanyak 108 unit, yang berasal dari Kodjari,” ucapnya.

Dewi menjelaskan, angkot yang dikonversi merupakan milik Kodjari yang mereka beli pengusaha angkot.

BACA JUGA Anggota DPRD Minta Moratorium Pemekaran Dicabut

“Setiap angkot yang dikonversi itu dibesituakan. Pembelian angkot juga tidak memaksa,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan bahwa program konversi tiga angkot menjadi satu bus sudah ada blueprintnya sejak 2018, dan telah diperdakan.

“Blueprint sudah ada, dan perdanya jelas. Untuk fasilitas pendukung seperti Terminal Bubulak sempat mau direvitalisasi, tetapi anggatan terkena refocusing,” imbuh dia.

**fredy kristianto

Lies Permana Janjikan Transformasi Besar-besaran

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor kini telah memiliki direktur baru dibawah pimpinan Lies Permana Lestari setelah dilantik Wali Kota Bogor, Bima Arya di Shelter Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, belum lama ini.

Lies yang merupakan mantan direktur BUMN PT. Sarinah, diketahui memiliki segudang pengalaman pada perusahaan-perusahaan besar. Melihat potensi di PDJT, meskipun keadaannya saat ini sedang tidak sehat. Perempuan wanita kelahiran 1973 ini tetap bertekad akan melakukan tranformasi besar-besaran.

Lies mengaku,  telah menyiapkan berbagai strategi untuk bisa menyehatkan PDJT sampai memberikan kontribusi terhadap PAD Kota Bogor. 

BACA JUGA Galian Tanah Untuk Rest Area di Desa Palasari Dikeluhkan

“Strateginya sudah kami susun yakni transformasi yang sangat mendasar seperti membentuk perusahaan yang agile, fleksibel untuk menarik investasi yang kita butuhkan, model bisnis akan kita review kembali, mungkin yang non farebox akan kita maksimalkan, dan tranformasi lainnya hingga ke tranformasi digital, termasuk tranformasi SDM yang membantu untuk bergerak maju,” ujarnya, Senin (6/12).

Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Trisakti ini menjelaskan, PDJT harus ditata ulang dan banyak hal yang harus dibenahi salah satunya dengan melakukan tranformasi dari bentuk perusahaan itu sendiri supaya bisa lebih fleksibel, lebih terbuka dalam menagkap investasi. 

“Yang terpenting adalah disini masalahnya keuangan. PDJT ini harus dibenahi keuangannya dahulu, nanti model bisnis, bentuk hukum perusahaan, moda transportasinya, IT, SDM sampai ke transformasi secara menyeluruh,” jelasnya.

BACA JUGA Anggota DPRD Minta Moratorium Pemekaran Dicabut

Lies menjelaskan, pertama transformasi dibentuk perusahaannya dahulu supaya lebih fleksibel, bisa menangkap investasi-investasi, tetapi tetap goverment. Kedua tranformasi dalam moda transportasinya, seperti sudah ada BisKita itu bagus, tiga angkot di konversi menjadi satu bus. Nanti juga hal hal seperti itu akan diteruskan.

“Ketiga transformasi model bisnis, nanti ada non farebox atau pendapatan diluar tarif, capital lease atau pembiayaan modal dicicil dioptimalkan untuk menjadi pendapatan yang cepat. Keempat transformasi untuk SDMnya, kemudian transformasi IT. Nah hal-hal seperti itu yang akan menjadi PR saya kedepan,” tegasnya.

Bicara mengenai transportasi, kata Lies, dapat dikatakan transportasi seperti urat nadi, sehingga apabila lumpuh tidak mungkin ada pergerakan ekonomi, perdagangan dan sebagainya. 

Kendati demikiaan, dengan berbagai strategi tersebut Lies optimis, bisa membenahi persoalan transportasi untuk dijadikan nadi masyarakat Kota Bogor supaya bisa membuka peluang perdagangan, ekonomi, meningkatan PAD, mempercepat pembangunan daerah hingga menarik investor.

BACA JUGA Pasca Dilantik, Kadin Kota Bogor Siap ‘Berlari’

“Ini yang paling penting untuk membantu keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Dalam waktu dekat saya akan melakukan konsolidasi internal untuk melihat, memaping, kemudian membuka komunikasi dengan DPRD, organda, mitra dan pihak-pihak terkait untuk mendapat dukungan yang baik dan berkolaborasi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardhana turut mendukung dari segi anggaran untuk terus membantu mengembangkan transportasi umum di Kota Bogor. 

“Termasuk bagaimana untuk terus melakukan fungsi pengawasan sehingga dengan dipilihnya Bu Lies menjadi direktur PDJT, kami juga akan terus memantau bagaimana perjalanannya,” pungkasnya.

**fredy kristianto

Sinergitas TNI-Polri Saat Buka Diklat Integritas Dikmaba dan Diktuba

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Sekolah Kepolisian Negara Indonesia (SPN) Lido Kombes Pol Sony Harsono bersama Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf. M Syukur membuka Pendidikan dan Latihan Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktuba Polri Tahun Anggaran 2021 di Lapangan Hitam, SPN RI Lido, Desa Srogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Senin (13/12/2021).

Dalam sambutannya Sony mengatakan, kegiatan Diklat Integrasi TNI-Polri dalam bentuk latihan kolaborasi dilaksanakan selama 5 hari di seluruh lembaga SPN Polri dan di 14 lembaga pendidikan TNI-AD.

 “Dalam membangun soliditas dan sinergitas TNI dan Polri telah memiliki diklat integritas untuk jenis dan jenjang perwira. Namun saat ini untuk pertama kalinya dilaksanakan Diklat Integritas TNI dan Polri untuk jenjang pendidikan pertama atau Bintara,” ungkapnya.

BACA JUGA Soal Kerusakan Jalan, PMBS Desak Pemkab Bogor Tindak Tegas Pengusaha Eiger

Sehingga hari ini, lanjut dia, merupakan hari bersejarah dalam perjalanan sinergitas TNI dan Polri.

Ia memaparkan, Diklat Intergritas TNI/Polri merupakan tindak lanjut perjanjian kerjasama yang tercantum dalam surat dengan Nomor PKS/29/2021 dan Nomor PKS/39/IX/2021 Tanggal 15 September 2021 tentang penyelenggaraan pendidikan Integritas TNI-AD.

“Harus dipahami bersama keberadaan TNI/Polri sangat penting bagi bangsa dan negara. karena TNI/Polri merupakan dua pilar kekuatan utama negara yang harus kokoh dan dan kuat dalam menopang NKRI,” tegasnya.

BACA JUGA Galian Tanah Untuk Rest Area di Desa Palasari Dikeluhkan

Selain itu, TNI dan Polri tidak boleh lemah, tidak mudah diadu Domba dan terprovokasi serta tidak boleh dilemahkan dan dihancurkan. Sebagai kekuatan negara harus handal dan kokoh.

“NKRI terdiri dari 17 ribu pulau dan di dalamnya beraneka ragam budaya, sehingga rawan konflik. Karena itu TNI Polri diandalkan sebagai penjaga kesatuan dan persatuan bangsa, dan juga sebagai alat penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tandasnya.

Dalam pembukaan itu kepala SPN dan Dandim menyematkan tanda dimulainya pelatihan kepada Dua orang calon anggota TNI dan Polri.

**deni pratama

Soal Kerusakan Jalan, PMBS Desak Pemkab Bogor Tindak Tegas Pengusaha Eiger

0

JURNAL INSPIRASI – Kerusakan ruas Jalan Cihanjawar-Citeko yang diduga akibat dilintasi kendaraan bermuatan berat atau melebihi tonase untuk proyek pembangunan Ekowisata Eiger, di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian serius dari kalangan aktivis maupun tokoh yang tergabung didalam Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS).

Para tokoh dan aktivis wilayah selatan yang tergabung didalam PMBS itu pun mendesak agar pengusaha Eiger bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan ruas jalan alternatif menuju kawasan wisata Puncak Cisarua tersebut.

Azet Basuni, Sekretaris PMBS menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus segera memanggil pengusaha Eiger dengan kerusakan Jalan Cihanjawar-Citeko yang belum lama ini dilakukan perbaikan oleh pihak ketiga.

BACA JUGA Galian Tanah Untuk Rest Area di Desa Palasari Dikeluhkan

 “Pemkab Bogor harus minta pertanggungjawaban pengusaha Eiger,” tegasnya kepada wartawan.

Azet mengapresiasi dengan sikap tegas Wakil Bupati (Wabup) Bogor yang mengintruksikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, untuk menghentikan kendaraan besar dan berat bermuatan bahan material ke Eiger.

 “Tapi tidak tahu apakah perintah Wabup Bogor sudah dilaksanakan atau belum oleh UPT. Karena sampai sekarang belum ada kabar lagi,” paparnya.

Azet dan para tokoh di PMBS bersedia ikut mengawal kegiatan penghentian kendaraan bermuatan bahan material  ke Eiger bersama-sama jajaran Pemkab Bogor.

 “Sebagai warga selatan kami siap membantu pemerintah,” jelas pria yang merupakan pengusaha catering, warga Desa Gadog Kecamatan Megamendung itu.

Dukungan untuk melakukan penghentian kendaraan bermuatan bahan material ke proyek pembangunan Ekowisata Eiger yang dikatakan Wabup Bogor, Iwan Setiawan, diapresiasi juga oleh aktivis wilayah selatan Kabupaten Bogor lainnya.

Melalui percakapan didalam group Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Selatan, pemimpin Kabupaten Bogor ditantang untuk turun langsung dan menghentikan kendaraan besar membawa muatan bahan material Eiger tersebut.

BACA JUGA Aktivitas Galian Tanah Kotori Jalan, Warga: Pemerintah Jangan Hanya Jadi Penonton

 “Sudah banyak yang viral pemimpin di daerah turun langsung ke jalan dan menghentikan kendaraan, karena dinilai merugikan masyarakat maupun pemerintah. Coba pemimpin di Kabupaten Bogor melakukan hal sama, kita kawal bersama-sama,” kata Syarief, warga Kecamatan Ciawi yang juga sebagai pengurus di organisasi kepemudaan di Kabupaten Bogor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Iwan Setiawan menyatakan, larangan terhadap kendaraan bertonase besar melintas di jalan itu, karena khawatir aktivitasnya akan merusak ruas jalan kabupaten yang baru saja ditingkatkan atau direhab Pemkab Bogor.

 “Jalan Cihanjawar-Citeko ditingkatkan atau direhab, prioritas untuk dipergunakan masyarakat setempat utamanya. Dan kita tau jalan itu baru di bangun, jadi belum kuat kekerasaanya dan ada batasan kekuatan tonasenya,” ujarnya saat dihuhungi wartawan Kamis (9/12).

BACA JUGA Anggota DPRD Minta Moratorium Pemekaran Dicabut

Sedangkan saat ini, kata Wabup Iwan, berbarengan dengan proyek Eiger yang kendaraannya bertonase tinggi, sehingga fisik jalan Cihanjawar-Citeko pasti rusak. Di satu sisi, proyek peningkatan jalan Cihanjawar-Citeko belum diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sehingga wabup  khawatir bakal menjadi temuan.

 “Untuk itu kami atas nama pemerintah daerah meminta kerusakan jalan Cihanjawar-Citeko diperbaiki kembali oleh pihak Eiger. Kemudian sebelum ada koordinasi yang baik dengan pemda, kami minta UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II Ciawi untuk menahan dulu lewatnya kendaraan-kendaraan berat melintas di jalan tersebut,” tukasnya.

**dede suhendar

Galian Tanah Untuk Rest Area di Desa Palasari Dikeluhkan

0

JURNAL INSPIRASI – Keberadaan kendaraan truk pengangkut galian tanah yang rencananya akan dijadikan rest area di Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang parkir di ruas Jalan Cihideung-Cipaku, dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, truk pengangkut tanah itu, mengganggu arus lalulintas di ruas jalan alternatif menuju Kota Bogor tersebut.

Goni, pengguna jalan mengatakan, adanya aktivitas galian tanah di wilayah Desa Palasari, berdampak terhadap arus lalulintas. Dimana, truk yang akan mengangkut tanah galian, menunggu antrian dengan parkir di jalan.

 “Setengah jalan alternatif milik Kabupaten Bogor itu, habis untuk lahan parkir truk. Jadi mengganggu arus lalulintas,” katanya kepada wartawan.

BACA JUGA Ajak Warga Vaksin, Nemi Pakai Sistem Door to Door

Goni yang setiap hari melintas di ruas jalan itu, karena bekerja sebagai kolektor di salah satu perusahaan bergerak di perkreditan menyatakan, tidak hanya saat diam. Truk pengangkut tanah galian itu pun mengganggu pengendara lain saat melaju atau berjalan.

 “Sudah jalannya pelan lantaran membawa muatan berat, truk itupun mengeluarkan asap hitam yang merupakan pencemaran udara,” paparnya.

Selain itu, sambung Goni, galian tanah ini juga menyebabkan kondisi jalan menjadi kotor dan berdebu. Pasalnya, saat keluar di lokasi galian, tanah yang menempel di ban truk, kebawa hingga berceceran di jalan.

 “Kondisi jalan itu sekarang berdebu dan licin. Saat hujan, tanah galian yang tercecer di jalan membahayakan pengguna jalan, karena jalan menjadi licin,” tegasnya.

BACA JUGA Dana Desa Cair, Pemdes Tajur Bangun Jalan Lingkungan

Goni minta, agar ada penindakan dari anggota lalulintas Polsek Cijeruk maupun petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, terhadap para sopir truk pengangkut tanah yang parkir sembarangan dan mengganggu lalulintas.

 “Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cijeruk juga harus menegur aktivitas galian tanah itu, ketika ada keluhan dari warga. Kalau aktivitas galian itu tidak ada izin, laporkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk ditindak tegas instansi penegak Peraturan Daerah (Perda),” imbuhnya.

Sementara, sopir truk pengangkut galian tanah yang sedang menunggu giliran mengaku, jika tanah yang diangkut nya ini akan dibawa ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta.

 “Tanah ini kami bawa ke PIK,” kata sopir yang logat bahasanya dari daerah Jawa.

BACA JUGA Aktivitas Galian Tanah Kotori Jalan, Warga: Pemerintah Jangan Hanya Jadi Penonton

Salah seorang petugas pengamanan  galian tanah rest area yang memakai kaos salah satu organisasi masyarakat (Ormas) Bogor itu mengungkapkan, galian tanah ini akan dijadikan rest area oleh Desa Palasari.

 “Makanya silahkan tanya ke desa,” jelas pria yang namanya enggan disebutkan itu.

Anggota salah satu ormas yang memakai topi itu pun tidak banyak menjawab saat ditanya luas lahan galian tanah tersebut. “Silahkan saja ke desa,” tukasnya.

Pantauan di sepanjang ruas Jalan Cihideung-Cipaku, adanya aktivitas galian tanah, membuat ruas jalan itu kotor dan berdebu.

**deni pratama

Ajak Warga Vaksin, Nemi Pakai Sistem Door to Door

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Bendungan, Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan sistem jemput bola atau door to door mengajak warga agar mau divaksin Covid-19 yang sudah disediakan pemerintah.

Kepala Desa Bendungan Nemi Nuraeni mengatakan, pihaknya dalam vaksinasi tersebut bekerja sama dengan Puskesmas.

“Kita door to door untuk mempermudah warga untuk vaksin, kita sudah target mencapai 80%. Inginnya sih 100% tapi ya gimana warga pasti ada yang tidak bisa divaksin seperti punya penyakit darah tinggi dan lain-lain, tetapi untuk yang sehat Alhamdulillah sudah semua,” ucap Nemi, Senin(13/12/21).

BACA JUGA Dana Desa Cair, Pemdes Tajur Bangun Jalan Lingkungan

Nemi menjelaskan, vaksinasi pada Senin (13/12) menggunakan vaksin Sinovac dan Pfizer. Ia berharap Corona cepat hilang dan bisa turun menjadi level PPKM menjadi 1.

“Kami sediakan vaksin tahap 1 dan 2, saya berharap semua warga yang belum vaksin, cepet vaksin dan ada kesadaran dari diri sendiri meniatkan untuk vaksin demi kesehatan bersama,” tukasnya.

Salah satu warga Nay Nurain yang ikut vaksinasi ke-2 mengatakan, dia divaksin karena sebelumnya kondisi badanya sedang tidak memungkinkan.

“Saya sangat mengapresiasi dengan kinerja Pemdes Bendungan yang melakukan door to door alias rumah ke rumah untuk melakukan vaksin ke masyarakat, dan dengan cara ini pasti cepat melakukan target yang ditentukan pemerintah daerah,” ucap Nay.

BACA JUGA Anggota DPRD Minta Moratorium Pemekaran Dicabut

Ia pun mengajak kepada masyarakat jangan takut divaksin karena vaksin untuk menambah kekebalan tubuh terhadap Covid-19.

“Karena kondisi tubuh saya baru memungkinkan, makanya baru vaksin tahap 2 , apalagi saya sering berinteraksi dengan orang banyak, jadi sangat butuh divaksin  untuk menjaga kesehatan kita semua,” tutupnya.

**wisnu