24.1 C
Bogor
Thursday, April 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 987

Warga Apresiasi Pelaksana Proyek TPT Saluran Irigasi Cipaok

0

JURNAL INSPIRASI – Pelaksana proyek pembuatan Tembok Penahan Tebing (TPT) saluran Cipaok 1 dan 2 yang dikerjakan CV. Bogatalla di Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, mendapat apresiasi dari warga. Sebab, adanya proyek yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp.7873 juta lebih itu, membuat kondisi jalan utama yang tadinya sempit menjadi lebar.

Cecep, warga Kampung Ciherang Gede, Desa Cileungsi mengatakan, proyek pembuatan TPT yang berada dibawah ruas Jalan Citapen-Ciderum persisnya di Kampung Cipaok, sangat membantu warga terutama para pengguna jalan.

BACA JUGA Sukseskan Vaksinasi, Pemdes Caringin Terapkan Metode Jemput Bola

“Jalan alternatif milik Kabupaten Bogor, sekarang menjadi lebih lebar,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, di titik jalan yang saat ini ada pelebaran, kondisinya berada di belokan dan rawan terjadi kecelakaan, terutama saat di malam hari.

“Tidak hanya sempit, jalan yang berada di tebing ini juga belum ada tembok pembatas,” ujar Cecep.

Bukan hanya jalan, kondisi saluran irigasi yang mengaliri area sawah  warga di Desa Cileungsi, bahkan hingga ke sawah-sawah warga di Desa Ciderum Kecamatan Caringin, menjadi normal dan tidak tersumbat.

“Saluran Irigasi Cipaok, mengaliri area sawah warga Desa Cileungsi dan Ciderum. Jadi berapa hektar sawah pasokan air nya di saluran ini,” papar Cecep.

BACA JUGA Pengamanan Nataru, Kecamatan Jonggol Siagakan Personel

Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi mengakui pelaksana proyek pembuatan TPT saluran irigasi yang ada di wilayahnya, melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

“Saya juga kaget saat melintas di jalan itu. Jalan yang tadinya sempit dan berada di belokan, sekarang menjadi lebar,” imbuhnya.

Sementara, pengawas jaringan irigasi wilayah Ciawi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengairan, Dedi Junaedi mengungkapkan, proyek pembuatan TPT Saluran Irigasi Cipaok 1 dan 2 yang dikerjakan CV. Bogatalla, mengerjakan tiga titik kegiatan.

“Pembangunan TPT Saluran Irigasi Cipaok ada tiga titik,” katanya.

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

Dedi menjelaskan, pengerjaan pembuatan TPT yang dilaksanakan pihak ketiga, tinggal beberapa persen lagi. Dan dipastikan, pelaksanaannya sesuai dengan kontrak yakni hingga tanggal 23 September 2021.

“Sekarang saja tinggal finishing saja di pembuatan TPT saluran irigasi yang volumenya tidak terlalu panjang,” tukasnya.

**dede suhendar

Sukseskan Vaksinasi, Pemdes Caringin Terapkan Metode Jemput Bola

0

JURNAL INSPIRASI – Mempercepat capaian vaksinasi massal, Pemerintah Desa (Pemdes) Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terapkan metode jemput bola. Dalam pelaksanaannya, Pemdes Caringin memberdayakan RT, RW dan tokoh masyarakat serta unsur wilayah lainnya.

Faisal Akmali, Sekretaris Desa (Sekdes) Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang mengaku terbantu dengan penerapan pola jemput bola. Terlebih suksesnya vaksinasi massal di wilayah Caringin, tidak lepas dari peran serta perangkat RT, RW dan tokoh masyarakat. 

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi di desa kami sudah lebih dari target. Dan semua itu berkat kerjasama desa dengan semua unsur terkait, termasuk RT dan RW serta unsur di masing-masing wilayah dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat tentang pentingnya vaksinasi Covid-19,” ujarnya Selasa (14/12).

BACA JUGA 80 Persen Lebih Warga Desa Jonggol Sudah Divaksin

Namun begitu, lanjut dia, di lapangan masih saja ada warga yang enggan mengikuti vaksinasi dengan berbagai alasan, salah satunya karena menderita penyakit kronis. Namun kata dia, hal itu hanya segelintir saja dan lebih banyak warga yang antusias mengikuti vaksinasi.

“Kesadaran warga untuk mengikuti vaksinasi semakin bertambah. Mereka sangat memahami pentingnya vaksinasi agar terhindar dari Covid-19,” tandasnya.

Faisal menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan warga yang belum mengikuti vaksinasi di setiap wilayah yang tersebar di 30 RT di tujuh RW dan tiga dusun. Dan menurutnya dengan menyambangi langsung ke wilayah, antusias warga pun jauh lebih meningkat ketimbang melaksanakan vaksinasi di kantor desa atau titik lainnya.

BACA JUGA Desa Tajur Buka Kampung Terisolasi

“Ya warga lebih antusias didatangi langsung daripada harus datang ke lokasi vaksinasi di luar lingkungan mereka. Alasannya ya jarak, transportasi dan waktu,” jelasnya seraya menyebutkan pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya susah lebih dari 70 persen.

Pihaknya juga mengimbau warga yang belum di vaksin segera mengikuti vaksinasi massal agar lebih leluasa melakukan berbagai aktivitas. “Ya segera di vaksin, karena selain menambah imun, kita pun bisa lebih leluasa melakukan berbagai aktivitas seperti berpergian ke luar wilayah atau pusat perbelanjaan,” tukasnya.

**dede suhendar

80 Persen Lebih Warga Desa Jonggol Sudah Divaksin

0

JURNAL INSPIRASI – Lebih  dari 80 persen warga Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor sudah divaksin Covid-19. Hal itu dikatakan Sekretaris Desa Jonggol Hermanto saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan Puskesmas dan Polsek Jonggol, Selasa (14/12).

“Di Desa Jonggol  ada sekitar 14.350  penduduk  wajib vaksin 9.645 dan sudah  7.890 divaksin dari target itu sampai saat ini sudah 81,88 %  persen lebih,” bebernya.

BACA JUGA Terpilih di PAW Pilkades Mekarsari, Hj Nasiah Siap Bangun Desa

Menurutnya, Pemerintah Desa Jonggol  melihat dari data tersebut,  pencapaian vaksinasi untuk warga masyarakat Jonggol, kurang lebih ada sekitar 20% warga yang belum tervaksin dan jika diangkakan sekitar  1.747 warga yang belum menerima vaksin.

“Vaksinasi ini kita akan dorong terus semua Kadus, RW, RT, tenaga kesehatan dan elemen masyarakat semua bergerak untuk menyisir warga-warga yang belum tervaksin,” tuturnya.

Ia menjelaskan saat ini lokasi vaksinasi sudah tersebar di berbagai tempat mulai dari RT, RW , Puskesmas Polsek  hingga berbagai pihak yang menyelenggarakan.

BACA JUGA Desa Tajur Buka Kampung Terisolasi

“Jadi ini kita kejar terus sampai dengan maksimal mungkin dan posisi Desa  Jonggol berada di urutan ke-2 pencapaian tertinggi ” jelasnya.

Sementara untuk kegiatan vaksin yang digelar satu hari ini, pemerintah desa  bekerja sama dengan Puskesmas ,Polsek Jonggol menargetkan akhir  tahun ini sebanyak 1747 yang belum divaksin seluruhnya bisa tervaksin.

**nay / ramses

Terpilih di PAW Pilkades Mekarsari, Hj Nasiah Siap Bangun Desa

0

JURNAL INSPIRASI – Hj. Nasiah  akhirnya terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pergantian antar waktu (PAW) Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (12/12). Dia meraih  104  suara, disusul  Hj Muniroh  38 suara dan  Solihin   49 suara dari 191 hak pilih perwakilan dari masing-masing RW di desa tersebut. Dari  193  hak pilih itu, 191 hadir dan  2 orang tak hadir.

Ketua Panitia Pilkades PAW Yudi Budiarso menjelaskan, adanya pemilihan PAW untuk mengantikan pejabat Kepala Desa Mekarsari sebelumnya,  Rosadi yang  meninggal dunia pada  pertengahan Agustus  2021  lalu.

BACA JUGA Pengamanan Nataru, Kecamatan Jonggol Siagakan Personel

“Pelaksanaan Pilkades PAW Desa Mekarsari mendapat pengamanan dari petugas gabungan yang berasal dari jajaran Muspika  Cileungsi  yakni TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas .Bahkan saat pelaksanaan pemungutan suara dari mulai pukul 07.00 sampai pukul 13.00 WIB, hingga dilaksanakan penghitungan  suara,” jelas Yudi, Selasa (14/12).

Dia bersyukur pelaksanaan Pilkades PAW berjalan dengan sukses tanpa ekses , dan untuk siapapun yang menang diminta jangan terlalu euporia berlebihan, dan untuk yang kalah agar legowo karena  setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah.

“Kami berharap kepada  masyarakat untuk untuk mendukung program dari kades yang  terpilih guna untuk kemajuan Desa Mekarsari,” tutupnya.

BACA JUGA Desa Tajur Buka Kampung Terisolasi

Terpisah Hj Nasiah berterimakasih atas kepercayaan masyarakat kepadanya. Terpilih jadi kades merupakan amanah yang harus dia emban agar masyarakat tidak kecewa nantinya untuk program kerja 100 hari kedepan dia akan melihat apa yang sudah dirancang oleh almarhum kades sebelumnya.

“Mohon dukungannya, supaya saya bisa mengemban amanat ini. Pada intinya saya ingin kemajuan Desa Mekarsari dan berkembang serta mandiri,” tukasnya.

**nay / ramses

Pengamanan Nataru, Kecamatan Jonggol Siagakan Personel

0

JURNAL INSPIRASI – Muspika Jonggol  akan melaksanakan pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di  tempat ibadah dan pusat keramaian. Kanit Trantib Kecamatan Jonggol Dadang Yazid Bustomi mengatakan, persiapan Nataru untuk tempat hiburan dan tempat ibadah sudah diantisipasi dari jauh – jauh hari.

“Di Kecamatan Jonggol sebanyak  2 titk  yang mendapatkan pengamanan dan ada sebanyak  4 titik akan dirikan Posko Pengamanan (Pospam ) Natal dan Tahun Baru 2022,” kata Dadang Yazid Bustomi saat ditemui wartawan, Selasa (14 /12).

BACA JUGA Desa Tajur Buka Kampung Terisolasi

Ia  menambahkan, di Kecamatan Jonggol  tempat ibadah ada dua titik yaitu di Kp Zepra  dan Citra  Indah, sedangkan untuk umat yang mengikuti acara  ibadah dibatasi  hanya 50 persen dengan menerapkan prokes dan untuk personel terdiri dari TNI, Polri, Pol PP, Karang Taruna, Pramuka, linmas Ormas yang bersiaga.

“Selain di lokasi gereja, di beberapa titik keramaiam juga dirikan Pospam antara lain ada di Citra Indah, Desa Cibodas dan Pasar Sukanegara,” jelasnya.

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

Dia menghimbau kepada warga Kecamatan Jonggol saat malam tahun baru  untuk tidak melakukan perayaaan dan pesta kembang api , dan sebisa mungkin warga untuk  menghindari keramaian dan kerumunan massa. Apabila ada warga tetap menghadiri keramaian  pihaknya akan aegera mengambil tindakan  tegas  sesuai aturan Covid – 19 .

“Kepada  masyarakat sebaiknya tetap di rumah, karena saat ini masih  situasi  dalam Covid – 19, adapun jika memang sangat perlu untuk keluar untuk  mobilisasi warga akan kami batasi  hingga pukul 21 .00 Wib,” pungkasnya.

**nay/ramses

Desa Tajur Buka Kampung Terisolasi

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Tajur mengalokasikan program dana Satu Miliar Satu Desa (Samisade) untuk membuka jalan pemukiman warga yang terisolasi di kampung Parung Ponteng, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Ketua Tim Pelaksana atau TPK M.Hasim mengatakan, upaya membuka jalan desa Parung Ponteng karena kampung tersebut terisolasi dan kondisi jalan masih susah.

“Alhamdulillah Samisade tahap 1 dan 2 sudah terlaksana, volume panjang keseluruhan 3,2 km dan lebar 4 meter tinggi 0,40 meter menghubungkan 2 RW yaitu RW 07 dan RW 06, semua warga ikut antusias dengan pembukaan jalan ini,” ucapnya saat ditemui Jurnal Bogor, Selasa (14/12).

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

Menurut Hasim, total biaya untuk pembukaan jalan tersebut jika  menjadi jalan seutuhnya ialah 4 miliar, namun dengan anggaran yang ada 1 miliar pihaknya membuka dulu jalan dari hulu ke hilir. “Baru kami pasang batu kapur dan batu kali  agar bisa dilalui saja dulu oleh warga, paling tidak ada jalan tembus dan tidak perlu memutar, selain memudahkan akses juga bisa meningkatkan perekonomian,” kata dia.

“Maka dari itu , untuk anggaran Samisade tahun berikutnya akan kami fokuskan ke jalan ini dulu agar selesai jadi jalan yang sempurna,” paparnya.

BACA JUGA Penantian Panjang Samisade Akhirnya Terwujud, Warga Parakanmuncang Bersyukur

Pihaknya berterimakasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin yang sudah menggelontorkan anggaran Samisade dan berharap kedepannya program seperti ini terus ada dan berkelanjutan guna percepatan pembangunan desa.

“Alhamdulilah Samisade ini dapat meningkatkan perekonomian Desa Tajur dan tidak menjadi kampung satu satunya yang terisolasi,” pungkasnya.

**nay/wisnu

Pemkab Terkesan Tebang Pilih

0

HMI Sebut Jalanan Rusak di Pamijahan Jadi Makanan Sehari-hari

JURNAL INSPIRASI – Ruas Jalan KH. Abdul Hamid KM 10 tepatnya antara Desa Pamijahan dan Desa Cibitung Kulon menuju Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor sudah lama rusak parah.

Bahkan aktivis Himpunan Mahasiswa Majelis Penyelamatan Organisasi (HMI- MPO) Cabang Kabupaten Bogor Satya Nugraha Pamungkas memaparkan permasalahan jalan rusak di wilayah Kecamatan Pamijahan tidak pernah ada habisnya.

Jalan rusak salah satu penyebab terjadinya kecelakaan bagi pengendara terutama pengendara roda dua. “Masalah jalan rusak sudah menjadi makanan  sehari-hari bagi warga Pamijahan khususnya pengendara yang melintas di jalur kampung Nangkasari Desa pamijahan sampai kampung Cikuluwung Desa Cibitung kulon,” kata Satya.

BACA JUGA Ikuti Google Map, Truk Pengangkut Pupuk Terperosok di Jembatan Malasari

Akibat jalan rusak, sudah banyak jatuh korban saat melintas di jalur tersebut. Satya menyebut jalan yang bersatus milik Kabupaten Bogor luput perhatian tingkat desa dan kecamatan, terutama dari Pemkab Bogor hal ini Dinas PUPR.

“Kami  menganggap Pemkab Bogor tebang pilih  dalam penanganan perbaikan jalan,” kritiknya.

Setya melanjutkan, melihat sumber anggaran yang dihasilkan oleh Kecamatan Pamijahan melalui PT. Star Energi Geotermal Salak berupa Bonus Produksi sebesar 30% yang dikelola oleh pemerintah daerah sebagaimana  tertera pada SK Bupati Nomor : 119/417/KPTS/Per-UU/2021 bahwa anggaran dari penetapan bonus produksi  bisa untuk perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Pamijahan.

BACA JUGA Penantian Panjang Samisade Akhirnya Terwujud, Warga Parakanmuncang Bersyukur

Jadi kata dia, Pemkab seharusnya bisa lebih memprioritaskan perbaikan jalan yang ada di wilayah Pamijahan. “Jangan kemudian jalanan rusak sedikit langsung diperbaiki, sedangkan kondisi jalan yang cukup mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan pengendara terkesan dibiarkan rusak,” ungkapnya.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV Ciampea, H. Bondan Triana saat dihubungi belum  memberikan keterangan perihal kondisi jalan rusak tersebut.

**arip ekon

Ikuti Google Map, Truk Pengangkut Pupuk Terperosok di Jembatan Malasari

0

JURNAL INSPIRASI – Sebuah truk pengangkut pupuk terperosok di  jembatan kayu di Kampung Cipeusing, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Senin (13/12) pagi pukul 06.00. Sang sopir mengaku mengikuti Google Map.

Kondisi jembatan yang terbuat dari kayu yang dikhususkan untuk kendaraan kecil, namun truk kelebihan muatan menjadi salah satu penyebabnya terperosok truk tersebut.

Dikatakan Kepala Desa Malasari Andi Jaelani Firdaus bahwa sang sopir baru dan mengikuti Google Map yang salah titik koordinat. “Jembatan tersebut biasanya hanya untuk kendaraan kecil saja terus itu sopirnya baru dan dia mengikuti Google Map,” ujarnya.

BACA JUGA Penantian Panjang Samisade Akhirnya Terwujud, Warga Parakanmuncang Bersyukur

“Truk tersebut membawa pupuk untuk dibawa ke perusahaan Nirmala dan kondisi Jembatan yang ambruk tadi udah ditangani langsung oleh salah satu PT sedang diukur,” tambahnya.

Sementara itu, perangkat Desa Malasari Ucu mengatakan, jembatan tersebut merupakan penghubung Kampung Dusun 3 ke Dusun 1 atau ke arah Kantor Desa Malasari.

“Jembatan itu statusnya masuk ke Jalan Kabupaten, merupakan dampak bencana awal tahun 2020 lalu cuma dari pemerintah belum ada penanganan, jadi itu jembatan sudah dua kali perbaikan dari swadaya masyarakat dan Pemerintah Desa menggunakan kayu,” ungkap Ucu saat dihubungi, Selasa (14/12).

Akibat kejadian tersebut, Ucu mengatakan, warga yang hendak menuju Kantor Desa Malasari harus memutar hingga belasan kilometer.

Atas kejadian ini, Ucu berharap, adanya penanganan dari Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap jembatan tersebut agar hal serupa tidak lagi terulang kembali.

**andres

Penantian Panjang Samisade Akhirnya Terwujud, Warga Parakanmuncang Bersyukur

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dengan waktu relatif singkat baru menerima  kucuran dana melalui Satu Miliar Satu Desa (Samisade) jelang akhir tahun 2021, namun langsung merealisasikan pembangunan.

Mauludin

Kepala Desa Parakanmuncang  Mauludin mengaku sebelumnya sempat pesimis bahwa sudah medekati akhir tahun Samisade tidak cair, namun akhirnya ada pencairan di tahun sekarang. “Dengan perjalanan panjang, program Samisade yang dinantikan masyarakat kini telah terwujud,” tutur Mauludin  dengan penuh syukur saat dihubugi Jurnal Bogor, Senin (13/12).

Dalam tenggat waktu sebentar kata dia, pihak desa memperkerjakan puluhan tenaga lokal maka pembangunan jalur penghubung di dua titik lokasi saat ini masih berjalan. “Mudah mudahan tidak terkendala, diupayakan akhir tahun ini kedua pembangunan selesai dikerjakan,” jelasnya.

BACA JUGA Tekan Mobilitas Masyarakat Saat Nataru, Lima Polres Bakal Dirikan 25 Posko Pemantauan

Bahkan warga desa sangat berbangga hati dengan turunnya dana Samisade maka jalan yang telah dilebarkan di tahun sebelumnya masih bisa dibangun  pada 2021 ini.

Salah satu warga sekitar, Didin (47) mengatakan setelah 10 desa di Kecamatan Nanggung, kali ini Desa Parakanmuncang mendapat bantuan keuangan insfrastruktur  pada program Samisade dari Bupati Bogor.

“Parakanmuncang mendapat bantuan terakhir, pada intinya masyarakat masih bisa menikmati program tersebut karena dengan Samisade selain jalan itu dibangun  warga pun bisa ikut  bekerja. Pada gilirannya tak sedikit warga bisa mendapat  penghasilan,” ujar Didin kepada Jurnal Bogor, Senin (13/12).

Bukan hanya itu, warga yang hendak ke kebun dan ke pasar sekalipun pastinya memanfaatkan pembangunan  insfrastruktur jalan.

BACA JUGA Sidak ke Tirta Pakuan, Dewan Temukan Kasus Tagihan Bengkak

Sementara Sekretaris Desa Parakanmuncang  Endang menerangkan pembangunan jalan yang dibiayai APBD Kabupaten Bogor terdapat di dua titik lokasi.

Salah satu pengerjaan jalan diawali dari Kampung Pakapuran RT 03 RW 06 jalur Kampung Pasir Ahad sepanjang 750 meter dengan sistem rabat beton.

Diketahui, 2017 lalu akses jalan itu telah dilebarkan kemudian pada pelaksanaan pengerasan menggunakan Dana Desa (DD).

Sedangkan jalur dari Kampung Lukut  RT 04 RW 09 menuju Warungdua, Desa Sukaraksa, Kecamatan Sukajaya dengan panjang 960 meter dan jalan itu telah dilebarkan sejak 2019 lalu. “Setelah dilakukan pengerasan,  jalan itu dilanjut pengaspalan dengan cara dihotmix,” pungkas Endang.

**arip ekon

Tekan Mobilitas Masyarakat Saat Nataru, Lima Polres Bakal Dirikan 25 Posko Pemantauan

0

JURNAL INSPIRASI – Lima Polres di wilayah hukum Jawa Barat sepakat, bakal mendirikan 25 posko pemantauan untuk menekan mobilitas wisatawan di Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, 25 posko pemantauan itu rencananya akan didirikan di lima wilayah Polres yang berbeda. Khususnya di sejumlah lokasi yang kerap kali dilintasi wisatawan saat hendak menuju kawasan Puncak.

“Di Kabupaten Bogor kami akan dirikan 10 pos pemantauan, di Kota Bogor ada enam pos, di Kabupaten Sukabumi tiga pos, di Kota Sukabumi dua pos dan di Cianjur ada empat pos,” katanya, akhir pekan kemarin.

BACA JUGA Bima Tegur Kontraktor, Pengerjaan Jalur Sepeda Lambat

Susatyo menjelaskan, nantinya 25 posko pemantauan tersebut, akan bertugas mengawasi mobilitas masyarakat, hingga melakukan pemeriksaan Sertifikat Vaksin Covid-19 kepada wisatawan.

Sebab lima Polres sepakat, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah saat Nataru hanya boleh dilakukan bagi masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19.

“Kami lima Polres sepakat, akan menerapkan kawasan wajib vaksin untuk wilayah Puncak. Jadi saat kami menemukan ada wisatawan yang belum vaksin, akan kami arahkan untuk melakukan vaksinasi terlebih dahulu sambil diputarbalikkan,” ujarnya.

BACA JUGA Investasi Biskita Capai Rp73,5 M

Selain melakukan pemeriksaan sertifikat vaksin, pihaknya juga akan bekerjasama untuk puskesmas dan dinas kesehatan masing-masing daerah, agar menyiapkan tenaga kesehatan di 25 posko pemantauan.

Sebab, saat ada pengendara atau wisatawan yang melintas dan belum divaksinasi, agar bisa segera dilakukan vaksinasi di 25 posko pemantauan yang didirikan tiap-tiap Polres di lima wilayah.

“Jadi saat ada wisatawan yang belum divaksin, bisa langsung divaksinasi di 25 pos pemantauan protokol kesehatan. Ini semua kami lakukan untuk mempercepat herd immunity masyarakat,” tutupnya.

**ahmad solehudin/mg-uika