24.1 C
Bogor
Friday, May 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 986

Mengubah RTLH, Menjadi Rumah Nyaman, Aman dan Sehat

0

Sebanyak 7.660 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Bogor telah diperbaiki sepanjang tahun 2021. Jumlah itu lebih banyak dibanding tahun 2020, yang mencapai 5.644 unit. Ditambah dengan yang sudah dilaksanakan di tahun-tahun sebelumnya, maka menjelang berakhirnya tahun 2021 jumlah RTLH di Kota Bogor yang telah diperbaiki mencapai 13.304 unit.

Menurut Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Muhammad Hutri, perbaikan yang dilakukan terhadap seluruh RTLH bersifat peningkatan kualitas atau renovasi. Bukan bedah rumah dalam pengertian mengganti bangunan rumah lama dengan bangunan rumah  baru. “Renovasi dilakukan untuk membuat rumah yang diperbaiki bisa memenuhi standar rumah sehat,” katanya.

Fokus perbaikan RTLH diarahkan pada perbaikan “Aladin”– Atap, Lantai dan Dinding. Ditambah septiktank atau sanitasi serta pencahayaan yang mencapai minimal 30%.  Dengan demikian setiap rumah yang diperbaiki bisa menjadi rumah yang lebih nyaman dan aman dihuni. Atap tidak bocor, dinding tidak rapuh dan lantai berlapis plester atau keramik, sehingga kondisi dalam rumah tidak lembab. Rumah juga memiliki sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan.

Perbaikan RTLH berlangsung sesuai anggaran yang disediakan. Masing-masing RTLH, dibantu dengan biaya maximal Rp 17,5 juta per unit. Termasuk di dalamnya komponen 15% untuk upah kerja. Dana tersebut bersumber dari APBN melalui DAK Bidang Perumahan, APBD Provinsi Jawa Barat melalui program Bantuan Gubernur Jabar untuk Rutilahu (Rumah Tidak Layah Huni), serta APBD Kota Bogor dan CSR beberapa perusahaan.

Dana renovasi yang disediakan pemerintah, sifatnya memang stimulan. “Menstimulir dan mendorong warga pemilik rumah untuk bisa menambah anggaran renovasi, diharapkan bisa menambahkan,” lanjutnya. Pada beberapa unit rumah, stimulasi yang diharapkan berjalan lancar. Karena pada beberapa unit rumah, dana renovasi bisa mencapai lebih dari yang disediakan. Bahkan ada sebuah rumah yang bisa direnovasi dengan biaya sekitar Rp 50 juta. “Alhamdulillah dan itu terjadi karena kemudian anak-anak pemilik rumah bergotong royong membantu pembiayaan perbaikan rumah orangtuanya,” jelas Hutri.

Pelaksanaan program ini ternyata tidak hanya bisa dinikmati secara langsung oleh pemilik rumah. Beberapa warga sekitar pun ikut kena imbas positif, karena proses renovasi menjadi sebuah kegiatan padat karya yang melibatkan warga sekitar sebagai tukang atau pekerja bangunan. Ini menjadi berkah tersendiri di tengah situasi kehidupan yang secara umum menjadi lebih sulit di tengah masa pandemi.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa ikut dalam program renovasi RTLH. Pertama rumah yang ditempati adalah milik sendiri. Bukan rumah dalam status sewa atau kontrak. Selanjutnya, bangunan rumah tidak berdiri di lahan milik orang lain atau dalam status sengketa. Syarat lain, pemilik tergolong sebagai warga berpenghasilan rendah, kondisi rumah kurang pencahayaan dan jumlah jiwa yang menempati rumah tidak memadai dengan luas rumah.

Pemilik mengajukan sendiri proposal permohonan bantuan lengkap dengan KTP. “Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya bantuan ganda, sebab syarat yang juga penting dipenuhi, rumah itu belum pernah mendapatkan bantuan sejenis,” papar Hutri. Oleh karena itu proposal yang diajukan wajib diketahui oleh RT dan RW serta kelurahan setempat. Selanjutnya didaftarkan melalui aplikasi Sahabat yang dikelola Bagian Adkesra, Sekretariat Daerah Kota Bogor. Rumah yang telah terdaftar selanjutnya akan disurvei pada aspek kelayakan teknisnya, untuk kemudian direkomendasikan mendapatkan bantuan.

Dengan capaian jumlah RTLH yang ditangani sampai akhir tahun 2021, maka jumlah RTLH yang dibantu sesuai target RPJMD 2019 – 2024 sudah hampir tercapai. Sebab di dalam RPJMD, target tersebut ditetapkan sebanyak 20.000 unit.

Termasuk yang dicatat dalam capaian ini adalah rumah-rumah yang merupakan proyek relokasi warga terdampak pembangunan rel kereta api ganda Bogor – Sukabumi. Mereka kini menetap di kawasan baru di Bojong Kerta. Setelah mendapatkan dana kerohiman dari PT KAI, sejumlah warga tergusur itu berinisiatif membeli lahan dan membangun rumah di Bojong Kerta. ”Kami kemudian membantu dalam hal penyediaan sarana prasarana umum seperti jalan, saluran, sarana air bersih serta sanitasi,” papar Hutri. “Kolaborasi kami dengan warga disana sangat baik, sehingga mereka kini bisa menempati rumah baru di lingkungan yang lebih baik,” lanjutnya.

Program penanganan RTLH, seperti halnya program pemerintah yang lain, tetap mensyaratkan dukungan dan kerjasama masyarakat. Oleh karenanya diharapkan, ke depan banyak elemen masyarakat yang bisa ikut aktif mendukung suksesnya penanganan RTLH. Semoga ke depan rumah setiap warga Kota Bogor adalah rumah layak huni.

**advertorial

Pranata Humas ‘Transformer’ Kementan Optimis Bersinar Selepas Mendung

0

JURNAL INSPIRASI – Sebutan transformer untuk pejabat fungsional dari jalur penyetaraan menjadi akrab di era transformasi ini. Sebagai upaya membekali Pranata Humas ‘transformer’, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) menyelenggarakan Pelatihan Teknis Pranata Humas pekan lalu.

Bagai menepis mendung yang bergelayut di langit pemahaman, Legowo Budi Raharjo, salah satu peserta membagi pengalamannya setelah mengikuti pelatihan.

“Setelah mengikuti pelatihan, pikiran saya jadi terbuka. Mendung mulai sirna. Saya mulai memahami pekerjaan yang sebelumnya tidak saya mengerti sama sekali.”, ujar Budi, dokter hewan dari Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Nusa Tenggara Timur – Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementan.

BACA JUGA Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Lakukan Deteksi Dini Thalasemia

Dengan latar belakang yang cukup bervariasi, sebagian besar transformer mengalami kebingungan bagaimana memulai profesi barunya. Diakui oleh peserta, pelatihan berhasil membuka cakrawala pemahaman dan mengungkit semangat serta optimisme dalam menjalani profesi barunya sebagai Pranata Humas.

“Dan yang terpenting, saya jadi lebih mencintai profesi saya sebagai pranata humas dan optimis menghadapi masa depan”, tegas Budi mewakili 30 peserta pelatihan lingkup Kementan.

Dalam himbauannya, Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, mengajak Pranata Humas memanfaatkan inovasi dalam mengakselerasi pelayanan publik.

“Terapkan ilmu yang diperoleh di sini, manfaatkan dengan penuh inovasi, agar (pelayanan) tidak monoton!”, himbau Yusral.

Seperti diketahui, penggunaan teknologi dalam mempermudah penyebaran informasi publik, sekaligus pemanfaatan media sosial menjadi tantangan bagi humas pemerintah di era digital.

BACA JUGA Vaksin Booster Bayar

Dari data Hootsuite, sebesar 61,8 % dari total populasi Indonesia menggunakan media sosial. Sehingga memilih media sosial sesuai dengan karakteristik audiens yang dituju, perlu dilakukan Humas pemerintah agar dapat berkomunikasi dengan publik.

Lebih lanjut Yusral mengajak para Pranata Humas untuk membuat tim kerja yang solid, “Harapan saya, setelah pelatihan ini, Pranata Humas dapat menggali potensi masing – masing instansi untuk dikenalkan kepada publik, bekerjasama dengan instansi lain dan berkolaborasi.”

Sehingga Pranata Humas ‘Transformer’ dapat berperan aktif dalam mempertahankan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik yang telah diperoleh Kementan sebagai badan publik terbaik kategori Kementerian dengan klasifikasi informatif pada tahun 2021.

**nita/osi/PPMKP

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Lakukan Deteksi Dini Thalasemia

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Kesehatan Kabupate Bogor melakukan upaya peningkatan kapasitas tenaga puskesmas tentang deteksi dini thalasemia untuk petugas program P2PTM di Puskesmas. Upaya ini masih terus diperlukan dengan koordinasi lintas sektoral.

Sosialisasi deteksi thalassemia diikuti petugas P2PTM Puskesmas.

“Sudah ada persamaan persepsi dan sinkronisasi deteksi dini thalasemian,” ujar Kepala Seksi P2PTM KeswaOr dr. Rohjayanti dan Kepala Bidang P2P Adang Mulyana, SKM, M.Epid dalam keterangannya, Rabu (15/12).

Rohjayanti berharap dengan deteksi dini thalasemia bisa meningkatkan awareness masyarakat tentang pencegahan thalassemia. Sementara sosialisasi deteksi thalassemia diikuti petugas P2PTM Puskesmas sebanyak orang di Hotel M-One, Sukaraja pada 7 Desember 2021.

BACA JUGA Desa Tajur Buka Kampung Terisolasi

“Permasalahan penyakit thalasemia itu, kami membutuhkan dukungan semua pihak dalam upaya penanggulangan penyakit thalasemia di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Perlu diketahui, thalasemia merupakan kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen haemoglobin dan jumlah sel darah merah yang ada di tubuh kurang dari normal.

BACA JUGA Bogor Tanpa Kantong Plastik Diganjar Penghargaan Smart Environment

Indonesia termasuk negara dengan prevalensi thalassemia mencapai sekitar 3,8 persen dari seluruh populasi Sedangkan di dan menelan pembiayaan hingga kurang lebih 2,1 T selama perode 2014 hingga September 2018 menurut Jaminan Kesehatan Nasonal.

Kabupaten Bogor berdasarkan laporan puskesmas sampai Desember 2021 jumlah penyandang thalasemia berat sebanyak 118 penderita. Sampai saat ini thalassemia belum bisa disembuhkan dan beberapa jenis diantaranya memerlukan tranfusi darah seumur hidup.

BACA JUGA Tarif Biskita Tunggu Instruksi Pusat

Namun demikian, kita dapat mencegah terjadinya thalassemia mayor dengan cara mencegah terjadinya pernikahan antar sesama pembawa sifat thalassemia, sebagai salah satu cara mendukung upaya tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang diikuti dengan upaya deteksi dini.

**ass/rls

                ..

Vaksin Booster Bayar

0

Hanya Nakes, Lansia dan Peserta BPJS yang Gratis

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah mengeluarkan dua skenario pemberian vaksin dosis ketiga atau booster yakni yang ditanggung negara dan mandiri alias berbayar pada Januari 2022 mendatang.

Pemberian booster yang gratis hanya untuk kelompok yang rentan seperti tenaga kesehatan (nakes) dan lansia, serta peserta BPJS Kesehatan.

Sedangkan untuk yang berbayar adalah masyarakat umum yang tidak masuk kategori tersebut atau seluruh warga nonlansia yang tidak ikut BPJS Kesehatan.

BACA JUGA Kapolda Banten: Berandal yang Ancam Jiwa Masyarakat Tembak Ditempat

“Tahun depan kita akan bagi dua skenario vaksinasi booster, untuk vaksinasi lansia dan PBI [Penerima Bantuan Iuran] nonlansia, itu akan ditanggung negara,” kata Budi dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI via daring, Selasa (14/12).

Budi mengklaim, langkah ini diharapkan bisa melahirkan keseimbangan di pasar dan masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mengakses vaksin booster Covid-19. Budi menerangkan, jumlah vaksin booster Covid-19 yang dibiayai APBN ialah 83,1 juta, sedangkan jumlah vaksin booster Covid-19 non-APBN yang dibutuhkan adalah 125,2 juta.

“Booster ini akan kita berikan kembali berbasis risiko, yaitu orang-orang lansia, karena di mana pun di seluruh dunia booster ini dibagikan berbasis risiko, sesudah nakes [tenaga kesehatan] itu diberikan kepada lansia,” kata Budi.

BACA JUGA Bogor Tanpa Kantong Plastik Diganjar Penghargaan Smart Environment

Penyuntikan vaksin booster Covid-19 dilakukan di setiap fasilitas kesehatan (faskes), kecuali Puskesmas dan KKP yang akan fokus mengejar penyuntikan vaksin Covid-19 dosis satu dan dua. “Harga batas atas dari produk dan layanan dari vaksin booster yang non-APBN ini akan ditentukan pemerintah,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menyuntik vaksin Covid-19 secara gratis bagi 181,5 juta orang penduduk. Keputusan itu diambil untuk menuntaskan krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Target itu kemudian bertambah menjadi lebih dari 200 juta penduduk setelah vaksinasi diperluas ke usia remaja dan anak. Pemerintah menargetkan penyuntikan rampung akhir 2021.

Sementara semua vaksin booster harus mendapatkan izin dari WHO dan BPOM terlebih dahulu.

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

“Vaksin booster ini juga diharapkan di-review oleh ITAGI (Indonesian Technal Advisory Group on Immunization) dan ITAGI nanti akan bisa memberikan rekomendasi, yang kita harapkan bisa keluar sebelumnya,” katanya. 

Saat ini proses perizinan di WHO, BPOM, dan ITAGI masih berjalan. Sebab sampai saat ini penelitian terhadap booster masih terus dilakukan. 

“Kalau ada misalnya vaksin-vaksin ingin masuk sebagai booster ya mereka harus melakukan research atau uji klinis dan mendapatkan approval dari BPOM, dan WHO serta direkomendasikan oleh ITAGI,” ujarnya. 

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan uji terhadap tiga vaksin yang bisa digunakan sebagai booster untuk disuntikkan pada Januari 2022 mendatang. Ketiga vaksin tersebut, yaitu Pfizer, AstraZeneca, dan Sinovac.

BACA JUGA Tarif Biskita Tunggu Instruksi Pusat

“Sebagai vaksin booster Covid-19 secara homologus juga masih berproses pada tiga vaksin yang sudah berproses. Artinya, menggunakan data dari uji klinis yang digunakan dari luar negeri. Pertama, vaksin Pfizer ini sudah berproses untuk mendapatkan emergency use authorization sebagai booster homologus untuk usia 18 tahun ke atas. Kedua adalah vaksin AstraZeneca juga untuk booster usia 18 tahun ke atas. Kemudian yang ketiga Sinovac vaksin Coronavac untuk booster homologus untuk usia 18 tahun ke atas juga,” kata Penny.

Homolog artinya pemberian dosis booster dengan vaksin yang sama yang digunakan pada vaksinasi primer. Sedangkan, heterolog pemberian dosis booster dengan vaksin yang berbeda yang digunakan pada vaksinasi primer. 

Sementara, Penny mengungkapkan, vaksin Sinopharm masih dalam tahap praregistrasi. Sinopharm masih membutuhkan waktu agak lama untuk bisa dijadikan booster. 

**ass

Kapolda Banten: Berandal yang Ancam Jiwa Masyarakat Tembak Ditempat

0

JURNAL INSPIRASI – Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan tegas berupa tembak di tempat kepada berandal jalanan yang mengancam jiwa masyarakat.

“Berandal jalanan termasuk street crime. Untuk menghentikan bahaya yang ditimbulkan dari berandalan jalanan itu, saya perintahkan jajaran untuk berani bertindak tegas, kalau perlu tembak ditempat,” kata Kapolda Banten, baru-baru ini.

Menurut Rudy, tindakan tegas ini dilakukan demi keselamatan masyarakat yang menjadi prioritas dan anggotanya saat bertugas.

BACA JUGA Bogor Tanpa Kantong Plastik Diganjar Penghargaan Smart Environment

“Jangan ragu gunakan senjata api yang dimiliki guna menghentikan ancaman yang membahayakan keselamatan masyarakat dan personel dalam bertugas,” kata Rudy.

Menurut Rudy, penggunaan senjata api oleh personel kepolisian dapat dilakukan untuk melindungi nyawa orang lain, membela diri dari ancaman kematian dan luka berat.

“Sesuai Pasal 47 Perkap Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi HAM disebutkan bahwa penggunaan senjata api untuk melindungi jiwa orang lain dan diri sendiri,” kata Rudy.

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

Rudy mengatakan, tindakan tegas ini juga menjadi pencegahan timbulnya korban jiwa berjatuhan dan korban luka.

Meski begitu, Rudy mengingatkan anggotanya untuk tetap memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP), dan tidak menyalahgunakan senjata api.

“Sepanjang kita pedomani Perkap (Peraturan Kapolri), personel Polda Banten tidak perlu takut,” ujar Rudy.

**mia nurjanah/mg-uika

Bogor Tanpa Kantong Plastik Diganjar Penghargaan Smart Environment

0

JURNAL INSPIRASI – Program Bogor Tanpa Kantong Plastik mendapatkan apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia. Program untuk mewujudkan tata kelola lingkungan hidup yang baik dan berkelanjutan ini menyabet kategori Smart Environment.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan disaksikan oleh Menkominfo Johnny G Plate dalam Closing Ceremony Gerakan Menuju Smart City di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (14/12/2021).

Smart Environment merupakan lingkungan yang bisa memberikan kenyamanan, keberlanjutan sumber daya, keindahan fisik maupun non fisik, visual maupun tidak, bagi masyarakat dan publik lingkungan yang bersih tertata dan Ruang Terbuka Hijau yang stabil.

BACA JUGA Bima Ultimatum Kontraktor Pedestrian Sudirman

“Yang menjadi penilaian dalam ajang ini adalah program Bogor Tanpa Kantong Plastik. Sejak 2018 kami mulai di toko atau retail modern. Proses yang panjang selama tiga tahun dan berkurangnya ribuan ton sampah di Kota Bogor,” ungkap Bima Arya.

Berdasarkan data DLH Kota Bogor, sampah di Kota Bogor terdiri dari 65 persen sampah organik dengan 13 persen adalah sampah plastik. Setelah penerapan Perwali Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di toko atau retail modern, sampah plastik dapat direduksi hingga 600 kilogram per hari.

Bima menambahkan, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Pemkot Bogor, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk melanjutkan dan memperluas program tanpa kantong plastik ini.

BACA JUGA Tarif Biskita Tunggu Instruksi Pusat

“Penghargaan ini didapat ketika kita melangkah babak baru dalam program Bogor Tanpa Kantong Plastik, yaitu merambah pasar tradisional. Kita melihat warga Kota Bogor siap untuk mengubah perilaku. Awal-awal sulit, tapi kemudian ternyata semakin terbiasa. Karena itu kami optimis di pasar tradisional bisa kita terapkan,” jelas Bima.

Untuk di pasar tradisional, lanjutnya, akan diterapkan secara bertahap. “Strateginya di pasar kering, sambil bertahap kita menyiapkan tas subtitusi untuk pengganti dan memudahkan pelanggan membawa barang atau produk yang memang membutuhkan tas khusus, seperti lauk pauk dan lain-lain. Strategi kita siapkan dulu barang substitusinya,” katanya.

BACA JUGA Penataan Suryakencana Mubazir

Di tempat yang sama, Kepala DLH Kota Bogor Deni Wismanto menyatakan, penghargaan Smart Environment untuk program Bogor Tanpa Kantong Plastik ini merupakan hasil dari upaya bersama yang melibatkan banyak pihak.

“Bahwa keberhasilan ini bukan hanya peran pemerintah, tapi kolaborasi dengan semua. Kita juga gandeng komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, akademisi dan semuanya untuk ikut terlibat. Tidak ada yang tidak mungkin kalau dilakukan bersama-sama,” ujar Deni.

**fredyk/rls

Tarif Biskita Tunggu Instruksi Pusat

0

Hari Ini, Dua Koridor Baru Dioperasikan

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini belum menentukan tarif bagi Biskita Transpakuan yang dikelola oleh KSO Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT). Pasalnya, hal itu masih menunggy arahan dari Kementerian Keuangan.

“Untuk tarif bukan kami yang tentukan, tetapi kementerian. Termasuk biaya perawatan dan sebagainya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo kepada wartawan, Selasa (14/12).

Selain itu, Eko juga mengaku belum tahu berapa besaran subsidi yang akan dikucurkan pemerintah pusat terkait Biskita Transpakuan yangbberasal dari program Buy The Service (BTS). “Masih nunggu kajian dari pusat, sebab yang disubsidi ini jarak tempuh per kilometer,” imbuhnya.

BACA JUGA Penataan Suryakencana Mubazir

Menurut Eko, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi agar memberi pemahaman kepada pengusaha angkutan kota (angkot) terkait program tersebut. Termasuk kepada masyarakat, supaya lebih memahami bagaimana aturan main menggunakan moda transportasi tersebut.

Sementara itu, Sebanyak 28 unit Biskita Transpakuan koridor 1 dan 2 akan mengaspal pada Rabu (15/12).

Ketua Badan Pengawas Kodjari, Dewi Jani Tjandera mengatakan, pihaknya kembali meluncurkan armada BisKita Trans Pakuan untuk di koridor 1 dengan jurusan Terminal Bubulak-Cidangiang, dan koridor 2 rute Terminal Bubulak via Cidangiang menuju Ciawi.

BACA JUGA Bima Ultimatum Kontraktor Pedestrian Sudirman

“Di koridor 1 sebanyak 13 armada, sedangkan koridor 2 sebanyak 15 armada,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa pada tahun ini ada sebanyak 49 unit bus yang beroperasi, dan kesemuanya merupakan hasil konversi tiga angkot menjadi satu bus. “Total sudah 108 angkot yang sudah dikonversi,” pungkasnya.

** fredy kristianto

Penataan Suryakencana Mubazir

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek penataan kawasan Suryakencana yang berasal dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp30 miliar dinilai mubazir oleh DPRD Kota Bogor.

Zaenul Mutaqin

Ketua Komisi III DPRD Zaenul Mutaqin mengatakan bahwa proyek penataan Suryakencana tidak memiliki dampak yang besar terhadap masyarakat sekitar. Sebab, penataan hanya mementingkan estetika semata.

“Kita lihat secara kasat mata apa yang berubah disini (Suryakencana), hampir tidak ada,” ujar Zaenul di lokasi, Selasa (14/12).

BACA JUGA Bima Ultimatum Kontraktor Pedestrian Sudirman

Ia juga mengaku heran dengan penggantian dari semula jalannya menggunakan aspal kini diubah menjadi beton. Disinggung soal banyak warga yang mengeluhkan jalannya menjadi licin saat hujan, ia menilai hal itu kemungkinan lantaran pekerjaan fisik belum selesai.

“Kalau masalah banyak tergelincir, jalanan licin dan sebagainya. Pertama ini karena pekerjaan belum selesai. Kedua, saya juga tidak paham dari aspal diubah menjadi beton. Saya pikir awalnya akan pakai paving block atau batu alam, ternyata pakai beton. Sedangkan, beton ini notabenenya lama kelamaan akan menjadi licin,” pungkasnya.

** fredy kristianto

Bima Ultimatum Kontraktor Pedestrian Sudirman

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor Bima Arya kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan pedestrian jalur sepeda yang berlokasi di Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (14/12).

Dalam sidak tersebut, Bima mengaku geram dengan kinerja pelaksana proyek yang dinilai lambat dalam progres pembangunan. 

Bahkan, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengultimatum kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan pada 25 Desember 2021, dengan tidak mengabaikan kepentingan warga sekitar.

BACA JUGA Ipal Komunal Cegah Warga BAB di Kali

“Saya ingin pada 25 Desember selesai untuk beton dan step konkretnya. Harus selesai semua,” tegasnya.

Bima juga meminta kontraktor untuk menambah pekerja dan meningkatkan jam operasinalnya. Tidak tanggung, permintaan dalam meningkatkan jam operasional pembangunan ini harus dilaksanakan dari pagi sampai tengah malam.

Kendati demikian, dengan target yang diberikan, Bima ingin kualitas pekerjaan tidak sembarangan meskipun berpacu dengan waktu.

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

“Saya juga minta pak lurah tiap hari disini untuk memonitor dan saya cek juga tadi dengan warga, dengan toko harus selesai semua persoalannya. Jangan menyisakan persoalan dengan warga terutama soal akses keluar masuk,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Keala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Chusnul Rozaqi mengaku terus menekan pelaksana proyek untuk melaksanakan percepatan.

“Kami minta ditambah pekerjaan, sudah terlihat dengan betonisasinya, selama 3 hari sejak pak wali sidak pertama sudah naik 15 persen. Jadi sekarang sudah 20 persen. Mudah mudahan hingga akhir tahun progresnya bisa tercapai,” harapnya.

**fredy kristianto

Ipal Komunal Cegah Warga BAB di Kali

0

JURNAL INSPIRASI – Kebiasaan buruk masyarakat buang hajat di aliran sungai atau kali dan kebun masih terjadi di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Salah satunya di Desa Citeko yang tak sedikit warganya masih mengandalkan aliran sungai untuk sekedar buang hajat serta aktivitas lainnya.

Agar kebiasaan buruk tersebut berkurang, Pemerintah Desa Citeko saat ini tengah membangun sarana IPAL Komunal. IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sarana untuk mengolah limbah cair seperti limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi.

Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipaan (bak kontrol & lubang perawatan) dan sambungan rumah tangga, menjadi salah satu solusi meminimalisir kebiasaan buruk warga.

BACA JUGA Warga Apresiasi Pelaksana Proyek TPT Saluran Irigasi Cipaok

“Sarana itu kami bangun di lingkungan padat penduduk, seperti di wilayah RT 03/09 yang sebagian warganya tidak memliki septictank,” ujar Omen, Sekretaris Desa Citeko, Selasa (14/12).

Saat ini, lanjut dia, pembangunannya masih dalam tahap pengerjaan. Dan setelah selesai nanti, fasilitas tersebut bisa menampung limbah dari 58 rumah warga.

Dijelaskannya, bak kontrol tersebut berdiameter 10 X 3 meter dengan tinggi bangunan 3 meter yang pengerjaannya dilakukan oleh  Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) desa setempat.

“Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di desa. Dan kami berharap dengan adanya sarana tersebut, kebiasaan buruk warga akan semakin berkurang,” tandasnya.

BACA JUGA Pemkab Terkesan Tebang Pilih

Tak hanya Desa Citeko, beberapa desa lain pun sudah memiliki sarana IPAL Komunal terlebih dahulu seperti di Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua serta Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung.

“Setelah ada sarana itu, sungai ini tidak lagi tercemar limbah manusia. Dan tentunya sarana ituu sangat bermanfaat bagi warga,” tukas Edi, warga Sukamanah.

**deni pratama