28.7 C
Bogor
Sunday, May 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 974

Waroeng Taman, Tertua di Kota Bogor Punya Ciri Khas Tersendiri

0

JURNAL iNSPIRASI – Waroeng Taman merupakan salah satu restoran di Kota Bogor yang didirikan sejak 5 Mei 2001 oleh Dwi Jayanti Gunandini dan Julian Noor. Jenis usaha Waroeng Taman adalah usaha perorangan.

Dalam menjalankan usahanya, Waroeng Taman tidak hanya untuk mencari keuntungan semata tetapi juga bagaimana mengupayakan agar konsumen dari berbagai kalangan dapat berkunjung dan menikmati sajian menu dengan pelayanan yang memuaskan.

Hal ini dibuktikan oleh slogan Waroeng Taman “Bukan Warung Biasa”. Pernyataan tidak biasa tersebut dikarenakan WaroengTaman memiliki berbagai macam keunggulan.

Keunggulan tersebut yaitu konsep Waroeng Taman adalah menghadirkan restoran dengan suasana alam (back to nature) agar dapat menjadi restoran yang dapat digunakan tidak hanya untuk menikmati hidangan melainkan juga sebagai tempat berkumpul dan bersantai. Kursi dan meja yang disediakan oleh Waroeng Taman terbuat dari kayu yang mencirikan kesan alami dan khas warung.

Dwi Jayanti Gunandini mengatakan “Menu yang ditawarkan oleh restoran ini adalah Indonesian food dan Chinesse food yang bercitarasa Indonesia, seperti bakso, somay, pempek, nasi goreng, mie goreng, fuyunghay, capcay, gurami asam manis, dan sebagainya. Menu biasa ini akan menjadi tidak biasa karena disajikan dengan mutu, citarasa, dan kehigienisan yang baik,” ujarnya

Dengan harga yang cukup terjangkau, pengunjung telah dapat menikmati sajian menu yang berkualitas disertai dengan pelayanan yang memuaskan, seperti keramahan pelayan, kebersihan tempat, kelengkapan fasilitas seperti mushola, tempat wudhu yang terpisah antara laki-laki dan perempuan, mukena yang harum, toilet, wastafel, sarana parkir dan mendapat minuman teh gratis per orang, dan dapat menikmati alunan musik yang diputar melalui CD/MP3.

“Konsep Waroeng Taman tersebut menyebabkan banyak orang tertarik untuk berkunjung baik di siang hari, sore hari, maupun malam hari. Suasana restoran semakin terasa nyaman karena di sebelah restoran terdapat pepohonan rimbun yang sengaja dibiarkan tumbuh untuk memberikan udara sejuk di siang maupun sore hari. Saat malam hari, Waroeng Taman juga sengaja menggunakan lampu- lampu temaram dan memberikan lilin di setiap meja tamu untuk menambah kesan tempat makan yang indah di malam hari.”

Waroeng Taman berlokasi di Jalan Ciremai No. 1-3, Taman Kencana, Kota Bogor. Lokasi Waroeng Taman ini cukup strategis karena merupakan kawasan yang dekat dengan berbagai tempat seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, pendidikan, dan tempat tinggal masyarakat.

“Kawasan ini juga merupakan jalur lintas kendaraan yang terhubung dengan pusat kota sehingga biasanya sering dilalui dan selalu ramai, kemudahan dalam mengakses lokasi ini menyebabkan Waroeng Taman banyak dikunjungi oleh konsumen dari Bogor dan sekitarnya bahkan dari luar Bogor,” tutupnya

**ahmad solehudin/mg-uika

Disperumkim Ubah Lafadz Basmalah yang Salah Penulisan

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor akhirnya mengubah lafadz Basmalah yang ada di prasasti Alun-Alun ‘Kota Hujan’ yang salah penulisan, setelah sebelumnya viral di media sosial.

Kepala Disperumkim Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa saat ini prasasti tersebut sedang dalam proses perbaikan.

Menurut dia, lantaran ada kesalahan penulisan Lafadz Basmalah, maka semuanya sekaligus diganti.

“Ya, itu kesalahan dari vendornya atau pembuatnya, nanti mereka yang mengganti. sedang dalam proses perbaikan,” imbuhnya.

BACA JUGA PCNU Kota Bogor Hadiri Muktamar NU ke-34 di Lampung

Menanggapi hal itu, Ketua Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Jawa Barat, Hasbulloh Ghazaly mengatakan bahwa pemkot sangat welcome terhadap aspirasi masyarakat, sehingga mengubah akan tulisan dalam prasasti itu.

“Kami hanya bisa mengingatkan, apabila melakukan pekerjaan menggunakan uang rakyat agar dikerjakan dengan hati-hati dan berkualitas,” ucapnya.

Kata dia, prasasti di alun-alun dapat dimaknai sebagai simbol menyatunya elemen penting Kota Bogor secara historis maupun modernitas.

“Alun-alun juga terkoneksi simbol sejarah, yakni Stasiun Bogor yang dibangun zaman kolonial, dan simbol religius, Masjid Agung serta Polresta Bogor Kota,” katanya.

BACA JUGA Elly Rachmat Yasin Tunjuk BUMN Lokomotif PEN

Sebelumnya, kesalahan penulisan Lafadz melalui cuitan Hasbulloh di media sosial. Ia menyampaikan kesalahan penulisan hingga viral.

“Selamat ulang tahun pa wali, @bimaaryasugiarto … Mohon izin pa walikota kang @bimaaryasugiarto dan pa gubernur Ridwan Kamil, dalam tulisan basmalah yang ada di tulisan tersebut menggunakan kaidah khat apa yah..? Karena biasa nya dalam khat kufi, ada konsistensi.. apabila lafadz Allah nya alif nya dipisah, maka menurut hemat saya, pada kata arrahman dan arrahiim juga huruf alif nya dimunculkan.. hatur nuhun.. semoga pa gubernur Ridwan Kamil dan pa walikota @bimaaryasugiarto sehat selalu….,” tulisnya.

** fredy kristianto

PCNU Kota Bogor Hadiri Muktamar NU ke-34 di Lampung

0

JURNAL INSPIRASI – Peserta resmi pemilik hak suara di Muktamar NU ke-34 untuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor ya kni Rois Syuriah, Tanfidziyah dan sekretaris.

Muktamar NU ke-34 menjadi ajang silaturahmi terbesar bagi warga Nahdliyin. Ajang perhelatan lima tahun sekali, juga menjadi wasilah bertabaruk pengurus struktural kepada Masyayekh (kiai sepuh), keberkahan terasa sekali di Provinsi Lampung sebagai tuan rumah.

Muktamirin dan muktamirot berdatangan dari berbagai penjuru Nusantara dengan penuh antusias dari berbagai tingkat baik PWNU, PCNU, MWCNU hingga Banom lainnya ikut serta memeriahkan dan mensukseskan acara Muktamar NU ke-34 di Lampung.

Tak ketinggalan PCNU Kota Bogor mengirimkan perwakilan dari masing-masing MWCNU hingga Pengurus Ranting untuk ikut serta menjadi Muktamirin di acara Muktamar NU ke-34.

BACA JUGA Proyek Suryakencana Dipastikan Molor

Muktamirin PCNU Kota Bogor sudah di tunggu oleh Ketua Tanfidziyah Dr Ir Ifan Haryanto, M. Sc yang sudah lebih dahulu sampai di tempat Muktamar, Muktamirin PCNU Kota Bogor sampai di pelabuhan Merak pukul 23.35 dan bersandar di pelabuhan bakauheni Propinsi Lampung pada jam 02.56 berlanjut ke rumah Ir H Hari Priyadi M. Sc A’wan MWCNU Bogor Barat.

“Semoga Muktamirin Kota Bogor semua baik-baik saja dan Terima kasih sudah ikut serta menjadi Muktamirin di tahun ini,” Ucap Mas Ifan saat menelpon Kang Dedi Koordinator perjalanan.

Handy Mehonk

Pengemudi Daring Antusias Ikuti Rapat Akbar Speed Kota Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Speed Kota Bogor menggelar rapat akbar dengan tema konsolidasi perjuangan di aula serbaguna DPRD Kota Bogor di Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (18/12/2021). Rapat akbar ini diikuti 150 pengemudi daring dari 6 kecamatan se-Kota Bogor.

Ketua Korda Speed Kota Bogor Abah Dadung mengemukakan, acara ini pertama kali digelar dalam jumlah besar. “Banyak acara Speed digelar, namun dalam jumlah terbatas. Hari ini teman-teman sangat antusias untuk hadir,” ujar Abah Dadung dalam keterangan pers yang disampaikan kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/12).

BACA JUGA Proyek Suryakencana Dipastikan Molor

Diakuinya walau masih suasana kekhawatiran pendemi, namun Mam Dwi selaku ketua pelaksana menegaskan, bahwa para hadirin yang merupakan driver online, semua sudah divaksin lengkap. Mereka juga dilakukan pengecekan suhu di pintu masuk gedung. “Insya Allah protokol kesehatan tetap diperhatikan,” kata dia.

Pada kegiatan ini hadir memberikan orasi Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, S.Hut, MSi. Orasi juga diberikan oleh para pendiri Speed diantaranya Rusdi, Budi Setiadi, Kushermayanti dan Budiman, serta Kornas Speed Nasional, Iwant.

Sementara jajaran pengurus Speed Nasional, perwakilan Korwil Speed Jawa Barat dan perwakilan Korda Speed Jabodetabek juga turut hadir pada kegiatan tersebut.

**as.sayyev/rls

Proyek Suryakencana Dipastikan Molor

0

JURNAL INSPIRASI – Proyek penataan kawasan Suryakencana dipastikan molor. Hal itu lantaran hingga kini progres pembangunannya baru menyentuh 51 persen.

Padahal, proyek yang menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp30 miliar ini ditarget rampung pada 30 Desember 2021.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Suryakencana Dadan Hamdani mengatakan bahwa proyek tersebut masih jauh dari harapan. Ia pun mengaku khawatir akan lewat dari batas kontrak kerja atau lewat tahun anggaran. 

Apalagi, kata Dadan, pihaknya belum bisa memastikan apakah akan memberikan kesempatan untuk memperpanjang kontrak kerja atau tidak.

BACA JUGA Elly Rachmat Yasin Tunjuk BUMN Lokomotif PEN

“Pemberian kesempatan itu harus ada rekomendasi dari konsultan pengawas maupun kajian PPK sehingga nanti kalau misalkan kita kasih, kalau masih belum selesai, nanti saya yang kena dampaknya. Nah, pengkajian itu yang harus kita perhatikan,” ucapnya usai mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah sidak di kawasan Suryakencana, Rabu (22/12).

Kata dia, selain harus ada rekomendasi dari berbagai pihak terkait, juga harus berkonsultasi terlebih dahulu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait Peraturan Menteri Dalam Negeri (PMDN) Nomor 77 Tahun 2020.

“Kalau ada yang lewat tahun anggaran harus ada reviu inspektorat. Jadi nanti kita ke Kemendagri untuk konsultasi seperti apa sih kalau kita lanjut, dianggarannya nanti seperti apa. Karena kita tidak bisa langsung bayar, mekanismenya kalau di APBD mungkin dianggaran perubahan kalau lanjut,” ungkapnya.

Kata Dadan, progres keseluruhan proyek Suryakencana baru 51 persen, dan itu belum termasuk pembangunan pedestrian di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda.

BACA JUGA Penyuka Drakor Wajib Kunjungi GS The Fresh ala Korea Store

Apabila pembangunan pedestrian di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda sudah rampung saat ini, tentu progresnya sudah mencapai 75 persen.

“Tapi sekarang belum beres pembangunannya di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda, baru mulai. Kita liat nanti apakah sesuai seperti itu atau tidak,” jelasnya.

Dadan mengaku, pihaknya akan segera melakukan kajian karena pekan depan harus sudah dipastikan tindaklanjut dari progres pembangunan di kawasan Suryakencana.

“Apakah harus diberikan kesempatan atau putus kontrak. Jadi kajiannya harus tepat, karena ada presentasi Kemendagri, kajian konsultan, kajian PPK, ada kesanggupan mereka dan metode dan sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah meminta agar kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan pembangunan di kawasan Suryakencana khususnya pedestrian di Jalan Kampung Cincau dan Jalan Roda. Bila perlu, sambungnya, dua pekerjaan tersebut dilakukan secara paralel atau serentak.

“Jangan menunggu satu selesai baru yang lainnya dikerjakan, karena keterlambatan pekerjaan atau deviasi pembangunan di Suryakencana masih 40 persen. Deviasi 40 persen ini meliputi 21 persen pekerjaan pedestrian di Jalan Kampung Cincau dan 19 persen di Jalan Roda. Kalau tidak dikerjakan serentak, keduanya tidak akan selesai sampai akhir Desember,” tuturnya.

** fredy kristianto

Elly Rachmat Yasin Tunjuk BUMN Lokomotif PEN

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan warga Kabupaten Bogor dari berbagai kalangan ikuti penyuluhan peran penting Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) oleh Anggota DPR RI Komisi VI, Elly Rachmat Yasin, Cibinong, Rabu (22/12).

Elly mengatakan, BUMN memiliki peran cukup sentral dalam membangitkan perekonomian nasional yang lesu akibat adanya pandemi Covid-19.

“Saya merasa perlu sosialisasi peran BUMN ini agar masyarakat teredukasi selaku warga negara, yang notabene pemilik BUMN. Sebagai wakil rakyat, kami telah melakukan kajian dan pendalaman. Lalu kami memberikan masukan kepada pemerintah, termasuk kementerian BUMN agar BUMN berperan didorong aktif menggerakkan roda perekonomian rakyat hingga tingkat bawah,” ujar Elly kepada Jurnal Bogor, kemarin.

BACA JUGA Jelang Nataru, UPT Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Siagakan Petugas Kebersihan

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor itu menambahkan, peran BUMN bersentuhan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“BUMN utamanya bergerak bidang perbankan dapat membantu UMKM. BUMN diharapkan menggandeng dan menggerakkan UMKM yang hampir dua tahun terkena dampak pandemi,” katanya.

Selain itu, lanjut Elly, legislatif juga mendorong dan mendukung BUMN untuk terus mengembangkan sektor usahanya masing-masing.

“Kami juga aktif mengawasi jalannya berbagai program dukungan pemerintah terhadap 12 BUMN yang memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2021 dan 2022 untuk menopang proyek penugasan pelayanan publik (public service obligation/PSO) dan restrukturisasi. Secara umum BUMN terkena dampak pandemi. Karenanya, perlu dukungan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperbaiki struktur permodalannya agar dapat kembali menggerakkan perekonomian nasional,” ungkapnya.

Anggota DPR RI Fkasi PPP itu menerangkan, bahwa penyerapan Sumber Daya Manusia (SDM) pada BUMN bagian penting dalam kelansungan hidup jutaan warga negara Indonesia.

BACA JUGA Hari Ibu, Srikandi Cihud Tanam 1000 Pohon

“Selain menjadi lokomotif pemulihan ekonomi, kami juga berharap BUMN segera membuka lapangan kerja diberbagai bidang untuk menyerap angkatan kerja yang terus bertambah yakni bertambah 2,25 juta setiap tahunnya. Apalagi sebanyak 29,4 juta orang telah terdampak pandemi Covid-19 terkena PHK, dirumahkan tanpa upah hingga pengurangan jam kerja dan upahnya. Itu semua merupakan tanggung jawab kita bersama,” terangnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, adanya BUMN tersebut terlihat penting dalam situasi perekonomian yang melanda Republin Indonesia akbat Covid-19.

“BUMN memiliki tanggung jawab sebagai entitas bisnis milik negara untuk hadir di tengah persoalan ekonomi yang menimpa bangsa saat ini,” tandasnya.

** noverando h

Pekerja Jalan Bersihkan Longsoran Tanah Secara Gercep

0

JURNAL INSPIRASI – Pekerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, melakukan pembersihan tanah tebing yang longsor beberapa hari lalu di Kampung Tapos, Desa Citapen, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Evakuasi tanah itu dilakukan, karena menutupi saluran air atau drainase ruas Jalan Cibedug-Citapen.

Indra, mandor pekerja jalan mengatakan, longsor di tebing pemukiman warga yang masuk ke Desa Citepan ini, menutupi saluran air ruas jalan Kabupaten Bogor.

“Kalau dibiarkan, aliran air di drainase akan tersumbat. Akibatnya air yang seharusnya mengalir di saluran, malah tumpah ke jalan,” katanya kepada wartawan saat evakuasi, Rabu (22/12).

BACA JUGA Jelang Nataru, Pemcam Cijeruk Lakukan Pendataan dan Bentuk Tim Gabungan

Selain membersihkan tanah, lanjutnya, pascaterjadi bencana longsor, saluran air juga dipenuhi sampah dan ranting bekas pohon. Sehingga, pengerjaan evakuasi ini harus dilakukan dengan menurunkan banyak pekerja.

Di sekitar ruas jalan ini, ada dua titik tebing yang longsor secara bersamaan. Dan itu terjadi, beberapa hari lalu tepatnya saat wilayah ini diguyur hujan lebat disertai angin.

“Jadi di dua titik tebing tersebut, kami dari pekerja UPT Jalan dan Jembatan, melakukan evakuasi,” ujar Indra.

Tanah dan sampah bekas longsoran, sambung Indra, dibawa dengan menggunakan kendaraan operasional dinas untuk dibuang ke tempat pembuangan.

“Kami lakukan evakuasi sampai saluran air benar-benar bersih dan tidak ada lagi tanah maupun sampah yang menyumbat,” paparnya.

BACA JUGA Alokasi Samisade, Ketakutan Warga Loji Diketahui Kades

Penanganan yang dilakukan secara gerak cepat (Gercep) ketika ada kejadian yang masuk kedalam kewenangannya oleh para pekerja dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor itu, seakan menjadi ciri khas.

“Apa pun permasalahan yang berkaitan dengan kewenangan UPT Jalan dan Jembatan, harus dilakukan secara Gercep. Ini bagian dari pelayanan kami kepada warga terutama para pengguna jalan,” paparnya.

Nanda, warga Kampung Tapos menyatakan, adanya para pekerja yang membersihkan tanah tebing di ruas jalan menuju rumahnya itu, membuat nyaman para pengguna jalan.

BACA JUGA Andalkan Perkebunan, Desa Setu Rintis Jadi Desa Wisata

“Sebelum dilakukan evakuasi, tanah bekas longsor tebing menutup sebagian jalan. Jadi mengganggu pengguna jalan saat melintas. Belum lagi tanah bekas longsor itu membuat jalan jadi licin,” jelasnya.

Ibu dua anak itu pun mengapresiasi langkah Gercep para pekerja jalan yang bermarkas di Komplek Pemerintahan Ciawi tersebut.

“Kalau bukan pekerja jalan yang melakukan pembersihan, mungkin tanah tebing yang longsor ini masih ada dan mengganggu pengguna jalan,” tukas Nanda, wanita hijaber ini.

**dede suhendar

Jelang Nataru, Pemcam Cijeruk Lakukan Pendataan dan Bentuk Tim Gabungan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cijeruk, Kabupaten Bogor, melakukan pendataan sejumlah villa, resort maupun wisma yang ada di setiap desa. Pendataan itu dilakukan, untuk persiapan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Camat Cijeruk, Bangun Sapta Siswa mengungkapkan, pendataan potensi wilayah yang ada di setiap desa, perlu dilakukan menjelang Nataru, baik itu villa, wisma hingga resort.

“Kalau hotel di wilayah Cijeruk ini tidak ada. Jadi ketiga tempat yang biasa disewakan itu, kami lakukan pendataan bekerjasama dengan desa,” ujarnya kepada wartawan.

BACA JUGA Alokasi Samisade, Ketakutan Warga Loji Diketahui Kades

Selain mendata, mantan ajudan era Bupati Bogor, Rachmat Yasin tersebut mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim gabungan untuk memantau wilayah saat Nataru. Tim yang dibentuk itu beranggotakan, mulai dari Babinsa, Babinmas, Satpol PP, staf kecamatan dan juga Satgas Covid-19.

“Saya juga berikan himbauan kepada masyarakat. Himbauan itu berdasarkan surat edaran Bupati Bogor,” ungkapnya.

Sesuai surat edaran Bupati Bogor, tingkat hunian wisma, villa dan resort harus 50 persen dari jumlah kamar yang tersedia. Dan untuk melaksanakan surat edaran itu, nantinya tim yang sudah dibentuk akan memantau tingkat okupansi baik yang ada di villa, wisma, resort dan tempat wisata lainnya yang ada di wilayah Cijeruk.

 “Karena di Cijeruk tidak ada gereja, saya rasa tidak ada perayaan Natal disini. Tapi untuk mengantisipasi, kami hanya akan melakukan pengecekan saja ke wisma, villa dan resort,” kata Camat Cijeruk.

BACA JUGA Wujudkan Desa Sehat, FKDS Cibungbulang Dikukuhkan

Untuk tahun baru, sambung Bangun, para kepala desa (Kades) yang di wilayahnya terdapat potensi, seperti villa, wisma dan resort, sudah dikumpulkan dan dilaksanakan rapat. Adapun pembahasan dalam rapat, lebih kepada penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan melaksanakan ketertiban umum untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19.

“Di Kecamatan Cijeruk ada lima desa yang terdapat tempat-tempat seperti itu, yakni Desa Cibalung, Sukaharja, Cipelang, Tajurhalang dan Tanjungsari,” paparnya.

Bangun menghimbau, saat perayaan Nataru para pemilik atau pengelola wisma, villa dan resort agar menerapkan pembatasan pengunjung untuk menghindari kerumunan dengan  maksimal 50 orang dari kapasitas yang ada.

“Saya sudah sebar himbaun tersebut ke seluruh pengelola villa, resort dan wisma. Dan saya minta himbauan ini dapat dilaksanakan dan ditaati oleh semuanya,” tegasnya.

BACA JUGA Andalkan Perkebunan, Desa Setu Rintis Jadi Desa Wisata

Ketua Paguyuban Kades Kecamatan Cijeruk, Rusyadi menyatakan, pendataan dan juga himbauan sudah dilakukan para kades untuk mempermudah pelaksanaan pengawasan saat Nataru.

“Kami kades yang ada di Kecamatan Cijeruk, telah mendata semua potensi yang ada di wilayah. Termasuk surat edaran bupati untuk membatasi jumlah pengunjung hanya 50 persen, sudah kami sampaikan kepada semua pengelola villa, resort maupun wisma,” tukas Kades Cibalung itu.

**deni pratama

Alokasi Samisade, Ketakutan Warga Loji Diketahui Kades

0

JURNAL INSPIRASI – Rasa cemas dan takut terjadi longsor yang selama ini dirasakan warga Kampung Loji RT 04 dan 05 di RW 02, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor karena berada di atas tebing, diketahui Kepala Desa (Kades) Cileungsi, Baban Subandi. Hal itu dibuktikan Kades yang sudah dua periode dipercaya warga menjadi orang nomor satu di Cileungsi dengan membangun tembok penahan tebing (TPT) tersebut.

Baban Subandi mengatakan, pembangunan TPT di Kampung Loji, menjadi program skala prioritas desa untuk tahun 2021 ini. Alasannya, tebing yang berada di bawah pemukiman warga itu, rawan terjadi longsor.

“Dulu pernah longsor dan langsung ada penanganan perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Tapi masih ada sisa tebing yang belum dipasang TPT, lantaran saat itu anggaran pembangunan nya hanya cukup di titik longsor saja,” katanya kepada wartawan di kantor Desa Cileungsi, Rabu (22/12).

BACA JUGA Wujudkan Desa Sehat, FKDS Cibungbulang Dikukuhkan

Baban menjelaskan, terlaksananya pembangunan TPT tebing yang berada di dua RT itu, setelah mendapatkan bantuan dari Pemkab Bogor melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

“Bantuan anggaran dari program unggulan Bupati Bogor, Ade Yasin, turun juga ke desa kami,” ungkapnya.

Melalui program Samisade, lanjutnya, sepanjang 80 meter dan tinggi 8 X 030 meter, tebing yang selama ini dikhawatirkan longsor kembali, sudah dilakukan pengerjaan pembangunan oleh tim pelaksana kegiatan (TPK) Desa Cileungsi.

 “Mudah-mudahan pembangunannya cepat selesai. Kalau melihat cuaca sekarang ini yang sering hujan, takut juga,” papar Kades milenial tersebut.

Tidak hanya pembangunan TPT, warga pun mengajukan ke pihak desa agar akses jalan yang hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua itu, dilakukan pelebaran. Sehingga, dapat dilalui kendaraan roda empat atau mobil.

“Makanya jarak antara jalan dengan pembangunan TPT sekitar 8 meter lebarnya. Nanti akan kami lakukan pengurukan, biar jalan yang awalnya sempit menjadi lebar agar kendaraan roda empat bisa masuk,” jelas Baban.

BACA JUGA Andalkan Perkebunan, Desa Setu Rintis Jadi Desa Wisata

Selain di Kampung Loji, Pemerintah Desa (Pemdes) Cileungsi juga, mengalokasikan anggaran Samisade ke pembangunan TPT di Jalan Ciherang-Cileungsi, yakni di wilayah RT 6 RW 03 dan RT 01 RW 05.

 “Untuk panjang dan tinggi TPT yang dibangun di jalan menuju dua kampung tersebut, sama persis dengan yang di Kampung Loji,” tegas Baban.

Baban berharap, semua kegiatan pembangunan yang saat ini sedang tahap pengerjaan, bisa berdampak terhadap kemajuan Desa Cileungsi, terutama dapat membantu meningkatkan perekonomian warga.

“Tidak hanya mengantisipasi terjadinya longsor saja, pembangunan TPT yang kami kerjakan ini, salah satu bagian pendukung jalan yang menjadi akses utama warga beraktivitas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemdes Cileungsi melaunching dan melakukan syukuran saat peletakan batu pertama pembangunan TPT dengan mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciawi, beserta para tokoh yang ada di Desa Cileungsi.

BACA JUGA Hari Ibu, Srikandi Cihud Tanam 1000 Pohon

Sementara, Megan, warga Kampung Loji mengakui, jika selama ini merasa takut akan terjadi kembali longsor di wilayahnya, terutama saat musim hujan.

“Kalau cuaca hujan, saya sering takut longsor bila berada di rumah. Rumah saya berada di atas tebing yang sekarang dibangun,” paparnya.

Megan bersyukur akhirnya Pemdes Cileungsi melakukan pembangunan tebing itu dengan memasang TPT. Dengan begitu, dirinya dan warga Kampung Loji lainya tidak lagi merasa takut longsor.

 “Saya berterima kasih kepada Kades Cileungsi dan juga Bupati Bogor, karena sudah membangun tebing di kampung ini agar tidak lagi longsor,” tukasnya.

**dede suhendar

Kolaborasi, Tirta Pakuan Terlibat di Kampung Perca Sindangsari

0

JURNAL INSPIRASI – Hadirnya Kampung Perca di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, tak lepas dari bantuan dan kolaborasi sejumlah instansi yang turut membantu dalam memberikan CSR-nya. Salah satunya Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

“Kita bersyukur, diberi berkesempatan turut berkolaborasi dengan instansi-instansi lain untuk tahap awal pembentukan Kampung Perca ini, ada tiga gerai yang dapat kami salurkan dari dana CSR kami dan digabung dengan instansi lainnya, tentunya harapan kami bagi Kota Bogor Kampung Perca ini dapat menjadi percontohan dan sekaligus memberikan nuansa-nuansa baru yang menarik bagi pengunjung nantinya,” jelas Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan, baru-baru ini.

Kemudian, Camat Bogor Timur Rena Da Frina menambahkan, Kampung Perca merupakan salah satu kampung tematik yang ada di wilayahnya, yang terwujud berkat dukungan kolaborasi dari semua pihak.

BACA JUGA Penyuka Drakor Wajib Kunjungi GS The Fresh ala Korea Store

“Kita garap (Kampung Perca) dengan sistem kolaborasi antar semua instansi dan stakeholder. Banyak CSR yang kita dapatkan di sini hampir Rp500 juta,” ujarnya.

Rena mengaku, pembangunan Kampung Perca saat ini merupakan tahap pertama dan baru memiliki empat galeri untuk memasarkan produk.

Selanjutnya secara bertahap dilakukan penambahan galeri yang ditempatkan di rumah-rumah warga.

“Saya bilang ini tahap pertama ada empat galeri dengan memanfaatkan rumah warga setempat. Produknya juga buatan warga setempat. Target kita nanti ada 15 galeri yang tersebar di 6 RT di RW06,” tandasnya.

Rena juga mengatakan, di Kampung Perca sebelumnya memang ada konveksi rumahan, dan hal ini menjadi pokok penting dalam pengem bangan Kampung Perca untuk pemberdayaan warga setempat.

BACA JUGA Hari Ibu, Srikandi Cihud Tanam 1000 Pohon

“Jadi kita memang memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang masa pendemi Covid-19 ini tidak ada penghasilan, karena suaminya diputus kerja, terlilit hutang rentenir dan sebagainya,” ungkapnya.

Saat ini, ada 15 orang ibu rumah tangga yang tergabung mengkreasikan sisa potongan kain menjadi produk yang bernilai tinggi. Produk itu mulai dari pansi, auter, sarung bantal, body bag, keset, masker dan sebagainya.

Sisi lain, wilayah Kampung Perca juga kini tampil berbeda dengan suasana lingkungan yang tertata dan menarik untuk dikunjungi terutama bagi pencari spot foto dan aneka kerajinan.

Handy Mehonk