29 C
Bogor
Monday, August 17, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 971

Bulan Ramadhan, Minat Warga Desa Bendungan Vaksin Booster Kurang

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Bendungan H. Nemi Nuraeni mengatakan terjadi penurunan minat masyarakat  untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster dibandingkan saat pelaksanaan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua yang mencapai 90 persen.

“Selama bulan Ramdhan penurunan minat itu terlihat dari masih rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga yang sampai saat ini,” ujar H. Nemi kepada Jurnal Bogor, Senin (11/04/22).

Menurutnya, animo warga Desa Bendungan untuk melaksanakan vaksin booster masih sangat rendah, dan alasan utama mereka enggan untuk divaksin karena jenis vaksin yang mereka inginkan tidak tersedia.

“Tolong diinfokan kepada warga, karena di Desa Bendungan capaian vaksin booster baru mencapai sepuluh persen,” jelasnya.

H.Nemi berharap warga Desa Bendungan yang belum divaksin booster untuk segera vaksin guna menyempurnakan vaksin 1 dan 2.

“Kami akan selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta lakukan sistem jemput bola, namun saat ini mungkin karena bulan puasa minat mereka masih kurang,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Kades Sirnagalih Safari Ramadhan dari Kampung ke Kampung

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol menggelar Safari Ramadhan dari kampung ke kampong. Kegiatan Safari Ramadhan tersebut diawali dari Kampung Ciledug RT 10 RW 05 Desa Sirnagalih di masjid Mifthalus Saadah, Minggu (10/04/22).

Kades Sirnagalih, Ahmad Anwar mengatakan, tujuan Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sirnagalih  ini tentu tidak sekedar kunjungan biasa, namun dalam safari tersebut pemerintah desa turut menyampaikan program kegiatan Pemerintah Desa Sirnagalih, karena silaturrahmi dengan masyarakat merupakan kesempatan untuk bertatap muka, menyampaikan dan mendengar keluhan langsung warga di Desa Sirnagalih.

“Semua kampung akan mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi setiap tahunnya dan telah dijadwalkan oleh Pemerintah Desa Sirnagalih,” paparnya, Senin (11/04/22).

Dia mengajak semua warga agar  bahu-membahu untuk memajukan desa, karena mereka berhak untuk mengetahui program-program desa, termasuk perkembangan yang selama ini telah dilaksanakan oleh pemerintah desa dari waktu ke waktu, baik dari program yang sudah dijalankan maupun program yang baru akan dijalankan.

“Sebagaimana lazimnya, Safari Ramadhan juga menghadirkan tokoh-tokoh agama untuk memberikan sedikit pencerahan terkait dengan keutamaan bulan Ramadhan,” pungkasnya.

** Nay / ramses

Bantu Cerdaskan Masyarakat, PKBM Mawar 2 Berupaya Kejar Ketertinggalan Warga Belajar

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Puluhan siswa-siswi warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Mawar 2 di Kampung Wates, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor telah mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) paket C setara SMA pada tahun anggaran 2021/2022.

Koordinator PKBM Mawar 2 Kampung Cidudut di Desa Hambaro yang merupakan PKBM cabang Wates Pangkaljaya Opik Zukfikor mengatakan, masyarakat yang mengikuti pendidikan non formal di PKBM menjadikan salah satu solusi untuk mengejar ketertinggalan masyarakat dalam mendapatkan ijazah.

“PKBM Mawar 2 terus mempertahankan eksistensinya, sebab masyarakat masih ada saja yang mengalami buta aksara. Atau ada juga masyarakat yang tamatan SD serta lulusan SMP sederajat,” kata Opik Zukfikor kepada Jurnal Bogor, Senin (11/4).

Ia mengatakan, peserta didik yang mengikuti program belajar di PKBM-nya pun terdiri dari berbagai jenjang usia seperti remaja, dewasa bahkan warga belajar tak sedikit yang sudah masuk lanjut usia.

PKBM Mawar 2 sendiri tersebar di setiap wilayah desa, antara lain Desa Pangkaljaya, Bantarkaret, Cisarua, Hambaro serta Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg.

Beberapa tahun terakhir, PKBM Mawar 2 telah banyak meluluskan siswa.

Kali ini siswa PKBM Mawar 2 sejumlah 569 siswa dengan berbagai jenjang kesetaraan seperti Kejar Paket A, B dan Kejar Paket C (setara SMA).

“34 siswa paket C belum lama ini, telah mengikuti Ujian Kesetaraan Pendidikan (UPK) pada Maret lalu,” jelas Opik Zukfikor.

Sedangkan untuk ujian bagi siswa paket A dan B menyusul, terhitung UPK akan dilaksanakan pada Mei mendatang. Dari sejumlah murid PKBM, 136 siswa di usia 21 kebawah dan tergolong sangat produktif.

Selebihnya, siswa berkategori dewasa apalagi siswa usia lanjut yang sudah tidak mendapat anggaran dari pemerintah kini tengah mengikuti belajar di PKBM Mawar 2.

“Meski pemerintah sudah tidak lagi menganggarkan siswa di usia lanjut, tetapi tetap kami fasilitasi karena keinginan mereka untuk bersekolah masih sangat tinggi. Butuh peran dan dukungan semua pihak, sehingga keberadaan PKBM Mawar 2, kedepan tak adalagi ada masyarakat yang buta aksara,” harap Opik.

** Arip Ekon

Petugas PLN Perbaiki Kabel Listrik yang Menjuntai ke Jalan

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit  Layanan Pelanggan (ULP) Leuwiliang, melakukan perbaikan kabel listrik yang menjuntai di Kampung Gunung Dahu Wetan RT 05 RW 07, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (11/4).

Perbaikan itu dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang mengeluhkan, kondisi kabel listrik yang menjuntai membuat khawatir warga.

“Sekitar ada dua petugas dalam penanganan kabel listrik yang menjuntai itu. Sudah diperbaiki,” ungkap petugas PLN.

Sebelumnya diberitakan keberadaan kabel yang menjuntai dan melintang itu kondisinya hanya sejengkal di atas kepala membuat pengguna jalan yang melintas jadi khawatir.

“Kondisi kabel listrik seperti ini sudah lama. Memang sangat khawatir saat melintasi jalan itu karena kabel ini melintang bahkan hanya sejengkal di atas kepala,” ungkap warga sekitar, Andri, Minggu (10/04).

Menurut dia, penyebab kabel listrik menjuntai tersebut akibat tiang listrik yang berada di atas rumah warga mengalami kemiringan.

**Andres

Saat Ramadhan, 207 Warga Desa Rengasjajar Terima BLT-DD

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Ratusan warga Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor di bulan suci ramadhan tahun ini menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa  (BLT-DD) tahap pertama tahun 2022, kemarin.

Sekretaris Desa Rengasjajar Hapidin menyatakan, penyaluran BLT kali ini sebanyak 207 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjalan dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Penyaluran BLT-DD sebanyak 207 KPM sebesar Rp 900.000 untuk tiga tahap sekaligus ini. Alhamdulillah berjalan lancar dalam suasana Ramadhan, insya Allah bermanfaat dan berkah,” ujarnya.

Selain itu kata dia, agar tidak terjadinya kerumunan pihaknya menjadwalkan waktu untuk para KPM.

“Karena secara teknis Pemdes menyalurkan bantuan tersebut dengan transparan dan tidak sepeser pun melakukan pemotongan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, keluarga penerima manfaat Hayati Nupus mengaku begitu bahagia lantaran di bulan suci Ramadhan ini mendapatkan bantuan tunai.

“Ya alhamdulillah dapat bantuan, buat keperluan di bulan puasa, kepada pemerintahan desa saya ucapkan banyak terima kasih,” pungkasnya.

** Andres

Berani Bayar Jutaan, PKL Depan Pasar Cikereteg Semakin Marak

0

Caringin|Jurnal Bogor

Lemahnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum (Tibum) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, membuat pedagang kaki lima (PKL) didepan Pasar Cikereteg, persisnya di Jalan Cikereteg semakin marak. Bahkan, para pedagang yang berdiri disekitar bahu jalan, membangun tempat usahanya dengan menggunakan bahan material baja ringan.

Informasi didapat, para PKL yang mendirikan tempat usahanya baik didepan Pasar Cikereteg maupun disepanjang jalan Kabupaten Bogor itu, tidak didapat dengan cuma-cuma. Karena, mereka harus berani mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk mendirikan lapak berjualannya kepada salah seorang oknum yang mengaku dari paguyuban warga setempat.

Salah seorang PKL yang berjualan buah-buahan didepan Pasar Cikereteg mengaku, untuk bisa berjualan dan mendirikan lapak, dirinya harus membayar uang koordinasi kepada salah seorang oknum warga yang ada di paguyuban.

 “Waktu itu saya diminta 3-5 juta untuk bisa berjualan disini,” aku pedagang yang namanya tidak mau disebutkan.

Pedagang yang merupakan warga Desa Pancawati itu mengatakan, biaya lain yang harus dikeluarkan, yakni untuk keamanan dan uang kebersihan.

 “Setiap hari ada uang kebersihan dan listrik. Kalau untuk uang keamanan diminta sebulan sekali,” ujarnya.

Sementara, Kepala Unit Pasar Cikereteg, Tinah menyatakan, keberadaan para pedagang didepan Pasar Cikereteg persisnya di bahu jalan, bukan masuk kedalam wilayah pasar.

 “Karena tidak masuk kedalam bagian pasar, makanya kami tidak pernah mengakomodir atau pun meminta retribusi kepada para PKL,” paparnya.

Adapun keberadaan PKL yang saat ini semakin banyak berdiri di bahu jalan depan pasar, Tinah mengungkapkan, semua PKL dapat berjualan melalui paguyuban warga setempat.

 “Jadi kami di pasar sama sekali tidak tahu menahu. PKL berkoordinasi dengan paguyuban,” jelasnya.

Sementara, baik dari Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin melalui Kepala Seksi (Kasi) Pol PP, belum pernah melakukan tindakan tegas sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai penegak Perda Kabupaten Bogor.

** Dede Suhendar

Sejengkal Di Atas Kepala, Kabel PLN Bahayakan Pengguna Jalan

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Keberadaan kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjuntai di jalan desa Kampung Gunung Dahu Wetan RT 05 RW 07 Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kondisinya membahayakan pengguna jalan.

Pasalnya, kabel yang menjuntai dan melintang itu hanya sejengkal di atas kepala membuat pengguna jalan yang melintas jadi khawatir.

“Kondisi kabel listrik seperti ini sudah lama. Memang sangat khawatir saat melintasi jalan itu karena kabel ini melintang bahkan hanya sejengkal di atas kepala,” ujar uarga sekitar Andri, Minggu (10/04).

Menurut dia, penyebab kabel listrik menjuntai tersebut akibat tiang listrik yang berada di atas rumah warga mengalami kemiringan dan hal itu juga dikeluhkan warga

“Ini berada di pemukiman masyarakat, saya khawatir ada kabel yang telanjang. Jadi harusnya ini segera untuk diperbaiki, jangan sampai menunggu korban dulu baru diperbaiki,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bantarkaret Khotib membenarkan, bahwa kondisi kabel tersebut sangat berbahaya.

“Coba nanti kita konfirmasi sama pihak PLN, karena itu sangat berbahaya, tolong dibantu aja,” singkatnya melalui pesan WhatsApp.

**Andres

Viral, Emak-emak Histeris di Depan Polsek Akui Kehilangan Uang 10 juta

0

Citereup | Jurnal Bogor

Sebuah video emak-emak menangis di depan Mako Polsek Citeureup viral lantaran merasa kehilangan uangnya hingga puluhan juta rupiah, Minggu (10/4/2022).

Dalam video berdurasi 24 detik tersebut memperlihatkan seorang ibu yang menangis histeris hingga menjadi pusat perhatian pengguna jalan di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Terlihat seorang perempuan muda mencoba menenangkan si ibu yang histeris lantaran merasa kehilangan uang 10 juta rupiah.

Terdengar suara juga suara seseorang yang mengatakan bahwa telah terjadi pencopetan terhadap seorang ibu-ibu di wilayah Citeureup. “Dompetnya diambil setelah tasnya dibuka, sepuluh juta uangnya,” ungkapnya dalam video tersebut.

Sementara, Hasan juru parkir di Polsek Citeureup membenarkan adanya seorang emak-emak yang histeris di depan Mako Polsek tersebut.

“Iya bener tadi pagi ada emak-emak nangis histeris disini jam setengah sepuluhan,” singkat Hasan

Dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kanit Reskrim Polsek Citeureup, Iptu Yayan Sopian mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait adanya pencopetan di wilayah hukumnya. “Belum tahu karena tidak ada laporan di Polsek,” katanya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih mencari dan menelusuri kebenaran akan adanya pencopetan seperti apa yang disebutkan dalam video tersebut.

** Nay / Wisnu

Pohon Berusia Puluhan Tahun Tumbang di Halaman Kantor Desa Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Hujan disertai angin kencang yang terjadi pukul 16.00 WIB membuat pohon beringin besar yang ada di halaman kantor Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor tumbang hingga mengakibatkan akses masuk ke kantor desa tertutup pohon beringin yang tumbang tersebut.

Yusuf (38), warga sekitar mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat hujan disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Gunung Putri dari pukul 16 .00 hingga 17 .00 wib.

“Pas ujan disertai angin  kenceng, gak lama kedengeran suara gedebuk dan gemuruh gak taunya pohon beringin  di kantor desa tumbang,” papar Yusuf, Minggu (10/04/22).

Menurutnya, tidak ada yang terluka dari kejadian itu dan berlangsung begitu cepat. Beruntungnya pohon tumbang ke arah yang tidak ada bangunan.

” Jatohnya ke arah gerbang, yang gak ada bangunan, untung nya gak kena poskamdes atau rumah warga, cuma gak tau ada kendaraan yang ketiaban gak, setau saya suka ada aja orang yang parkir kendaraannya di bawah pohon beringin itu, ” papar nya lagi.

Namun, masih kata dia, pohon beringin yang ada di halaman Kantor desa Gunung Putri tersebut sudah berumur cukup lama, dan terlihat Destana dan BPBD  langsung sigap menangani kejadian tersebut.

 “Emang pohonnya udah tua, udah lama juga, saya lihat ada mobil dan orang pake baju orange – orange , tau Destana , atau BPBD yang langsung ngurusin pohon yang tumbang tersebut ” ujarnya.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Gunung Putri terkait kejadian pohon tumbang di halaman kantor Desa Gunung Putri tersebut.

** Nay / Wisnu

Inovasi E-Satpas Polres Bogor Permudah Masyarakat Dalam Proses Pembuatan SIM

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Situasi Pandemi covi-19 telah melanda sejak dua tahun terakhir ini. Pemerintah masih terus berupaya untuk menekan angka penyebaran dengan menerapkan protokol kesehatan dan pencapaian target vaksin.Prokes ketat diterapkan di berbagai instansi pelayanan publik, tidak terkecuali pada pelayanan Surat Izin Mengemudi ( SIM ) di Polres Bogor.

Satpas Polres Bogor terus berupaya meningkatkan pelayanan publik,salah satunya dengan menerapkan inovasi E-Satpas Polres Bogor. Dengan Inovasi E-Satpas ini,masyarakat yang akan membuat SIM dapat memilih dan menentukan sendiri hari, tanggal,maupun waktu untuk mengikuti proses ujian SIM dengan cara mendaftarkan pada situs www.daftarsimbogor.com dengan menyesuaikan gelombang ujian yang telah ditetapkan.

Kanit Regident Iptu Danny Trisespianto A Sutarman menjelaskan , Proses ujian dilaksanakan dengan membagi menjadi 4 gelombang dengan menerapkan batasan protokol kesehatan sehingga jumlah pemohon dapat dibatasi setiap gelombangnya karena pemohon telah memilih gelombang ujian pada saat mendaftar pada situs daftar online.

“Dengan diterapkannya inovasi E-Satpas ini diharapkan dapat mengurangi adanya kerumunan pada proses pembuatan SIM sehingga dirasa cukup efektif dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 ” ucap Iptu Danny  kepada Jurnal Bogor, Jumat ( 09/04/22).

Menurutnya , hanya proses pencetakan yang cukup memakan waktu ,  disebabkan mesin cetak hanya dua untuk SIM baru dan terkadang ada kendala teknis terutama saat pemohon SIM cukup banyak sehingga nampak penumpukan diloket antrian cetak

“Untuk ujian praktek dan teori dilaksanakan dengan membagi gelombang pemohon SIM foto terlampir adapun kendala lain yaitu lokasi uji praktek SIM baik R2 maupun R4 yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, sehingga untuk ujian praktek baik R2 maupun R4 saat ini dipindahkan sementara ke lapangan baru yang berara di gedung kesenian Pemkab Bogor, dimana lokasinya bersebelahan dengan Polres Bogor,” paparnya.

Lanjut ia, Penerapan inovasi E-Satpas yang sebetulnya telah dilaksanakan sejak tahun 2016 dan cukup maksimal diterapkan pada masa pandemi covid-19 ini , mengingat biasa mengatur kehadiran pemohon sehingga tidak terlalu berkerumun.

” Jadi untuk warga yang ingin membuat SIM silahkan daftar online dulu untuk menentukan hari dan tanggalnya,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan Agung, warga Bogor Barat, pemohon SIM mengatakan sistem pembuatan SIM saat ini cukup membantu karena dirinya bisa menentukan waktu dan tanggalnya sendiri.

“Jarak saya kan jauh dari Leuwiliang, maka dengan adanya sistem ini kita bisa atur waktu, tidak di saat sistem sebelumnya harus antri dari pagi untuk dapet no antrian , itu pun suka kehabisan yang pada akhirnya harus balik lagi keesokan harinya ” bebernya.

**nay