21.3 C
Bogor
Friday, April 3, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 95

Kolaborasi dengan Program Studi Ekowisata, Warga Kelurahan Mulyaharja Dilatih Buat Paket Wisata

0

jurnalinspirasi.co.id – Kegiatan wisata yang menarik dan unik menjadi alasan wisatawan untuk berwisata ke Bogor. Ya, langkah untuk  menarik wisatawan serta meningkatkan kunjungan wisatawan, masyarakat di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor, khususnya warga yang berada di sekitar destinasi Saung Eling dan Agro Edu Wisata Organik (AEWO) dilatih untuk menyusun paket wisata mulai dari tahap perencanaan, implementasi dan evaluasi.

Tahap implementasi materi dibagi tiga bahasan yaitu survei lapangan, menyusun itinerary dan penetapan harga. Sekitar 22 orang peserta mengikuti pelatihan yang dipusatkan di Destinasi AEWO Mulyaharja yang terdiri dari 2 orang dari Kelompok Wanita Tani (KWT), 8 orang dari destinasi wisata Saung Eling dan 12 orang dari destinasi wisata AEWO Mulyaharja. Pelatihan dilakukan selama lima hari mulai 7 Oktober sampai 13 Oktober 2025.

Peserta tidak hanya menerima teori tapi juga mengerjakan lembar tugas setiap selesai materi serta didiskusikan selama pelatihan berlangsung. Dalam menyusun paket wisata, peserta di awal mendapatkan materi tahap perencanaan: Segmentasi, targeting dan positioning.

Materi pertama yang dilaksanakan 7 Oktober 2025, disampaikan oleh Kania Sofiantina Rahayu, S.I.Kom, M.Par, MTHM dosen Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University. Kania menyampaikan paket wisata dapat menjadi media yang membantu memperkenalkan objek dan daya tarik wisata Kelurahan Mulyaharja.

”Paket wisata merupakan suatu rencana kegiatan wisata yang telah disusun secara tetap dengan harga tertentu yang mencakup transportasi, hotel atau akomodasi, obyek dan daya tarik wisata serta fasilitas penunjang lainnya yang tertera dalam perjanjian paket wisata tersebut,” ujar wanita yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University tersebut.

Kania menjelaskan dalam tahap perencanaan, penyusun paket perlu menentukan terlebih dahulu segmentasi dan target pasar serta pemosisian (positioning). Kania menambahkan dalam segmentasi  proses mengidentifikasi dan membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil berdasarkan karakteristik, kebutuhan, dan preferensi yang serupa.

Sedangkan targeting merupakan proses memilih segmen pasar yang akan menjadi fokus untuk melakukan kegiatan wisata di objek wisata di Kelurahan Mulyaharja baik  target dari jumlah wisatawan, profit dan aksesibilitas terhadap paket wisata serta lokasi.

“Positioning ini sebagai proses menentukan posisi yang diinginkan perusahaan di dalam pikiran pelanggan dalam hubungannya dengan pesaing. Sehingga perlu diidentifikasi apa yang menjadi pembeda dengan paket wisata lainnya baik jumlah objek wisata, fasilitas yang akan diperoleh serta harga,”kata wanita yang mengajar mata kuliah rekreasi itu.

Materi hari kedua tanggal 8 Oktobber 2025 disiampaikan oleh Dr Rini Untari,S.Hut,M.Si mengenai lanjutan dari tahapan perencanaan penyusunan paket wisata yaitu survei lapangan.

“Tahap ini merujuk pada penyusunan paket wisata yang dilengkapi dengan itinerary dan harga. Namun sebelum membuat itinerary, kegiatan survei lapangan perlu dilakukan mengawali pembuatan paket dengan memperhatikan komponen perjalanan wisata, yakni akomodasi, restoran, transportasi, atraksi, souvenir, dan biro perjalanan,”papar wanita kelahiran Kota Bogor itu.

Menurut Rini, survei lapangan penting untuk dilakukan secara langsung untuk memastikan bahwa paket yang dirancang benar-benar realistis, relevan, dan berdampak positif bagi wisatawan maupun masyarakat lokal.

Survei lapangan dilakukan dengan mengidentifikasi komponen akomodasi, restoran, transportasi, atraksi, souvenir, dan biro perjalanan yang akan dikemas dalam paket wisata. Atraksi atau daya tarik menjadi modal untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kelurahan Mulyaharja. Oleh karena itu,  kata Rini bagi penyusun paket wisata perlu selektif dalam menentukan objek mana yang akan dimasukkan dalam paket.

Paket wisata yang dibuat pada kegiatan pelatihan ini terfokus pada wisata edu-agro, sehingga objek wisata dan aktivitas wisata yang dipilih oleh peserta pelatihan sebaiknya melibatkan unsur pertanian dan pengetahuan namun tidak menghilangkan unsur hiburan atau bersenang-senang.

“Wisata edu-agro merupakan gabungan dari dua konsep yaitu agrowisata dan edukasi. Agrowisata merupakan istilah dari wisata perkebunan dengan serangkaian aktivitas dalam memanfaatkan lokasi atau sektor perkebunan. Edukasi merupakan aktivitas dalam pengembangan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman,”jelas Rini yang jugga mengajar di Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University itu.

Hari ketiga tanggal 9 Oktober 2025, peserta pelatihan mendapatkan materi dari Dr Occy Bonanza,SP, MT tentang itinerary. Beberapa orang menyebutnya dengan rundown yang merupakan dokumen jadwal atau rangkaian acara untuk mengilustrasikan penyelenggaraan wisata sejak keberangkatan, di tempat tujuan hingga wisatawan kembali ke tempat asal.

Dalam Itinerary terdapat data-data mengenai hari-hari, jam, objek-objek wisata, hotel tempat menginap, tempat pemberangkatan, tempat tiba, dan acara- acara yang disuguhkan.

“Itinerary memberikan gambaran kepada wisatawan tentang ke mana akan pergi, apa yang dapat dilakukan, apa yang dapat dilihat, berapa lama waktu yang digunakan, apa yang harus disiapkan,”jelas Occy.

Occy menyebutkan dalam menyusun itinerary perlu memiliki beberapa pengetahuan yang harus dikuasai seperti geografi pariwisata dan penerbangan, objek-objek wisata berserta aksesibilitasnya, dan atraksi wisata beserta event-event yang ada. Selain itu juga pengetahuan mengenai transportasi, harga yang berlaku dan pengetahuan tentang menu makanan meliputi harga dan jenis makanan. “Dalam menyusun itinerary juga harus memperhatikan rute perjalanan,variasi objek, tata urutan kunjungan dan tingkat kebosanan serta daya fisik wisatawan. Occy menambahkan ada tiga bentuk itinerary, yaitu bentuk uraian, tabel dan grafik. “ Meskipun disajikan atau direpresentasikan dalam bentuk yang berbeda, secara keseluruhan itinerary memberikan informasi atau gambaran kepada wisatawan mengenai runutan perjalanan wisata dari awal hingga akhir,”pungkas wanita yang juga mengajar di Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi itu.

Tahap implementasi akhir dari penyusunan paket wisata adalah penetapan harga yang disampaikan Dyah Prabandari, SP, M.Si pada tanggal 10 Oktober 2025. Dyah tidak hanya memberikan teori mengenai perhitungan harga paket wisata tapi juga mengajak peserta menghitung langsung paket wisata yang telah disusun dari tugas pelatihan hari sebelumnya.

“Dalam menyusun paket wisata, harga wisata menggambarkan jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan wisata atau paket wisata yang ditambah dengan keuntungan yang diharapkan,” jelas Dyah.

Peserta diminta untuk menghitung paket wisata dengan menentukan harga dari jumlah penanggung biaya baik biaya tetap dan biaya tidak tetap. Dyah juga menyebutkan tahapan penghitungan untuk menetapkan harga paket wisata mulai dari melakukan rekapitulasi terhadap seluruh biaya yang timbul dalam penyelenggaraan paket wisata, merinci dan menjumlah biaya tetap dan biaya tidak tetap, menghitung jumlah biaya per peserta. Jumlah biaya per peserta ini merupakan harga dasar atau harga bersih dari paket wisata.

“Tahapan berikutnya Menentukan persentase keuntungan atau surcharge, melakukan modifikasi harga apabila ada ketentuan paket yang dikehendaki oleh wisatawan, menghitung harga jual paket wisata dan mentransformasikan harga paket wisata ke dalam satuan mata uang yang dikehendaki,”papar dosen program studi ekowisata Sekolah Vokasi tersebut.

Materi bagian akhir dari penyusunan paket wisata yaitu tahap evaluasi disampaikan tanggal 13 Oktober 20025 oleh Ira Resmayasari, S.S, M.Par, MTHM. Ira menjelaskan setelah tahap perencanaan dan implementasi selesai, tahap evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa paket yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan wisatawan, potensi lokal, dan kapasitas masyarakat.

“Evaluasi juga menjadi sarana refleksi dan pembelajaran bersama agar pengembangan wisata desa dapat berjalan secara berkelanjutan dan profesional yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat lokal,” ujar wanita yang menjadi Penangungjawab kegiatan pengabdian masyarakat Terpusat dan Terpadu Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University.

Ira menyebutkan beberapa aspek yang perlu dievaluasi mulai dari konten dan alur kegiatan wisata, nilai edukatif dan agro, fasilitas dan aksesibilitas, harga, kesiapan sumberdaya manusia serta dampak sosial dan lingkungan. Ira juga menjelaskan metode evaluasi yang dapat dilakukan dapat melalui pendekatan partisipatif dan praktis agar hasilnya relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Evaluasi dapat dilakukan melalui simulasi atau uji coba lapangan, memberikan kuesioner dan wawancara, Diskusi kelompok (FGD) dengan masyarakat Selain itu, observasi langsung terhadap alur dan fasilitas dapat dilakukan untuk menilai aspek teknis  dilapang.

“Tindak lanjut evaluasi juga penting dilakukan untuk menyempurnakan paket wisata sebelum diluncurkan secara luas. Salah satu bentuk tindak lanjut yang umum dilakukan adalah revisi terhadap konten, durasi, atau alur kegiatan wisata agar lebih sesuai dengan minat wisatawan dan kondisi lapangan,” ucapnya.

Ira memaparkan evaluausi juga dapat mengungkap perlunya penyesuaian harga atau peningkatan fasilitas agar nilai yang ditawarkan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan. Diakhir materinya Ira menjelaskan, strategi promosi yang lebih tepat sasaran perlu dirancang berdasarkan profil wisatawan potensial, termasuk pemanfaatan media sosial, kemitraan dengan sekolah atau komunitas, serta pembuatan materi promosi yang menarik dan informatif.

“Dengan tindak lanjut yang tepat, paket wisata edu-agro dapat berkembang menjadi produk unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan,”pungkasnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Program Studi Ekowisata di tahun 2025 merupakan kelanjutan dari pengabdian tahun sebelumnya. Dalam kegiatan ini terlibat juga dosen dosen di Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University yaitu Kania Sofiantina Rahayu,S.I.Kom, Dr Occy Bonanza,SP,MT, Dr Rini Untari, S.Hut,M.Si, Dr Helianthi Dewi,S.Hut, M.Si, Teguh Jati Purnama S.Hut.,M.Si, Dyah Prabandari, SP,M.Si, Dr Melewanto Patabang, S.Hut,M.Si, Bedi Mulyana, S.Hut,M.Par, MMCAP dan Natasha Indah Rahmani, ST,MT.

(Wawan Hermawanto/*)

AMBS, KLH dan Pemerintah Daerah Akan Tanam 10.000 Pohon di Puncak

0

jurnalinspirasi.co.id – Pergerakan Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) pada 28 Oktober 2025 ini tidak hanya memikirkan nasib para pekerja pariwisata. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda mereka akan melakukan penanam pohon di dua kecamatan, yakni Cisarua dan Megamendung.

Menurut keterangan Ketua AMBS Muhsin, kegiatan tersebut murni untuk menyelamatkan kawasan Puncak khususnya di laha- lahan yang dinilai kritis.

“Tidak hanya nasib para pekerjaan saja yang kita sikapi. Melainkan sekarang ini saatnya fokus kepada penyelamatan lingkungannya. Kita selalu masyarakat dan Bupati akan melakukan penanaman pohon di desa-desa yang berada di lereng Gunung Pangrango, ” ujar Muhsin.

Sebelumnya  para Kepala Desa juga AMBS telah melakukan pertemuan untuk kegiatan tersebut. Hal ini merupakan merespon dari intruksi Bupati Rudy Susmanto supaya penghijauan sebagai bentuk penyelamatan kawasan Puncak harus terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, pengusaha juga pihak pihak terkait seperti KLH, PTPN Regional 1 dan 2, juga pengusaha memiliki peran penting untuk melakukan penanganan kawasan Puncak yang selama ini dinilai tengah mengalami kerusakan.

“Iya KLH juga PTPN dan para pengusaha berada di dalamnya untuk kegiatan ini. Karena, mereka itu keberadaannya sangat berkaitan terhadap kondisi lingkungan di wilayah Puncak. Dan kegiatan nanti bukanlah seremonial belaka, tetapi merupakan wujud nyata kebersamaan antara masyarakat, pemerintah juga pengusaha terhadap keberlangsungan dalam menjaga wilayah tersebut, ” imbuh Muhsin.

Akan adanya kegiatan tersebut, dikatakan seorang tokoh masyarakat Megamendung, Iwan Darmawan SH, yang cukup merespons adanya kebersamaan KLH, masyarakat dan pemerintah untuk melakukan gerakan penanaman pohon.

“Kolaborasi KLH, masyarakat, juga pemerintah untuk menyelamatkan Puncak dengan penanaman pohon itu cukup positif. Jangan mencari kesalahan orang lain, tetapi mari maju kedepan untuk kegiatan positif, ” pungkasnya.

(Dadang Supriatna)

Layani 3.600 Siswa, Dapur MBG Parakanmuncang Libatkan 15 Pekerja dan Relawan

0

jurnalinspirasi.co.id – Dapur pelayanan yang menjadi pusat penyediaan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang bertempat di Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor diresmikan pada Jumat (24/10/2025).

Pada peresmian itu hadir unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) serta sejumlah pihak terkait dalam peresmian dapur untuk pelayanan pemenuhan gizi bagi penerima manfaat. Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tahap pertama dengan 15 sekolah yang menjadi penerima manfaat.

Kepala Dapur SPPG Parakanmuncang, Anang Marup, menyatakan kesiapan operasional dapur tersebut. “Dapur akan mulai berjalan hari Senin. Kami juga mengundang 15 sekolah untuk penandatanganan MoU tahap pertama sebagai penerima manfaat,” ujar Anang.

Program ini akan menjangkau 3.600 siswa dari 15 sekolah mitra tersebut. Untuk mendukung kelancaran operasional, sebanyak 50 tenaga kerja dan relawan, termasuk staf dan tim pendukung, telah disiapkan sesuai dengan petunjuk teknis program.

Anang memastikan bahwa seluruh fasilitas dan perlengkapan dapur telah memenuhi standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional. Kelengkapan tersebut meliputi fasilitas ruangan, peralatan masak, hingga perlengkapan distribusi.

“Kami sudah melaksanakan tahapan-tahapan yang dipersyaratkan, termasuk syarat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” jelasnya.

Komitmen terhadap standar kesehatan dan keamanan pangan juga dibuktikan dengan telah dilakukannya uji laboratorium terhadap air, makanan, alat masak, dan penjamah makanan. Tak ketinggalan, pelatihan bagi penjamah makanan siap saji juga telah dilaksanakan.

Dukungan dari Dinas Kesehatan setempat pun telah diperoleh dengan diterbitkannya rilis uji kesehatan lingkungan sebagai bentuk kelayakan operasional.

Anang menutup dengan harapan agar dapur SPPG Parakanmuncang dapat berjalan lancar tanpa kendala. Ia menegaskan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Melalui perasional dapur ini, diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan asupan gizi bagi kesehatan anak-anak sekolah di wilayah Parakanmuncang.

“Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden, dan kami siap mendukung serta melaksanakannya dengan sebaik mungkin,” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Ribuan Peserta Meriahkan AHY RUN 5K 2025 di Bandung, DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Turut Ambil Bagian

0

Bandung, 26 Oktober 2025 — Ribuan pelari dari berbagai wilayah di Jawa Barat tumpah ruah di kawasan GOR Saparua Kota Bandung untuk mengikuti AHY RUN 5K 2025, sebuah ajang olahraga yang digelar dalam rangka mempererat solidaritas dan semangat kebersamaan kader Partai Demokrat se-Jawa Barat.

Tercatat lebih dari 6.000 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Salah satunya adalah DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, yang mengirimkan 60 pelari (runners) untuk ikut serta dan memeriahkan jalannya acara.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, H. Dede Chandra Sasmita, S.Ag., M.Pd., M.H., menyampaikan apresiasinya atas semangat para kader dan simpatisan Demokrat yang hadir dalam kegiatan ini.

“Partisipasi kami dalam AHY RUN 5K 2025 bukan sekadar olahraga, tetapi juga bentuk semangat solidaritas dan kebersamaan kader Partai Demokrat. Melalui kegiatan seperti ini, kita menunjukkan bahwa politik bisa hadir dengan cara yang sehat, positif, dan membangun semangat kebersamaan,” ujar H. Dede Chandra.

Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan seperti AHY RUN menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarkader dan memperkuat semangat juang Partai Demokrat di seluruh Jawa Barat.

“Kami datang bukan hanya untuk berlari, tetapi juga untuk membawa semangat ‘Biru Demokrat’ dari Kabupaten Bogor ke tingkat provinsi. Ini adalah simbol bahwa kami siap berlari bersama rakyat menuju perubahan dan perbaikan,” tambahnya.

Selain ajang olahraga, AHY RUN 5K 2025 juga menjadi sarana kampanye gaya hidup sehat, mempererat silaturahmi, serta memperkuat citra positif Partai Demokrat di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang senantiasa mendorong kader untuk aktif, sehat, dan dekat dengan rakyat. Melalui AHY RUN 5K 2025, Partai Demokrat mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bergerak bersama menuju perubahan dan perbaikan, sesuai dengan semangat “Berlari Bersama Rakyat Menuju Indonesia Lebih Baik.”

Dengan penuh semangat dan sportivitas, para peserta dari Kabupaten Bogor tampak antusias mengikuti jalannya lomba hingga garis finis, sembari mengibarkan bendera biru Demokrat sebagai tanda semangat perjuangan dan kebersamaan.

Pemkab Bogor Lakukan Uji Coba Car Free Day Tegar Beriman, Wujud Transformasi Cibinong Menuju Kota yang Sehat dan Nyaman

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan uji coba pelaksanaan Car Free Day (CFD) Tegar Beriman di kawasan Cibinong, pada Minggu (26/10). Kegiatan ini menjadi langkah awal transformasi kawasan Cibinong sebagai pusat kota yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan nyaman bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa pelaksanaan CFD merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai bagian dari upaya membangun karakter kota yang berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas hidup warganya.

“Car Free Day ini adalah arahan Bapak Bupati Bogor. Beliau ingin membangun karakter kota yang sehat dan manusiawi. Cibinong sedang bertransformasi menjadi kota yang bisa dinikmati oleh penduduknya, bukan sekadar area administratif,” ujar Ajat.

Ajat menambahkan, pelaksanaan CFD juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dengan meniadakan kendaraan bermotor pada waktu tertentu, pohon-pohon dan ruang terbuka hijau di kawasan tersebut dapat beristirahat dari paparan polusi, sehingga udara menjadi lebih segar dan nyaman.

“Kita belajar dari pengalaman pandemi COVID-19 bahwa alam juga perlu waktu untuk ‘bernapas’. Dengan adanya CFD, pohon-pohon yang setiap hari terpapar karbon dioksida bisa berproses menghasilkan oksigen lebih banyak. Udara pun terasa lebih segar,” jelasnya.

Menurut Ajat, uji coba pelaksanaan CFD Tegar Beriman akan dilakukan secara bertahap dengan beberapa skema penutupan jalan yang akan dievaluasi secara berkala. Pemerintah akan menyesuaikan pola terbaik sesuai kebutuhan masyarakat dan efektivitas rekayasa lalu lintas.

“Ada beberapa alternatif yang sedang kita uji. Bisa hanya menutup jalur cepat, atau seluruh ruas jalan. Semua akan kita lihat dari respon masyarakat dan hasil evaluasi petugas di lapangan,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi. Banyak warga datang untuk berolahraga, bersantai, hingga memanfaatkan layanan publik yang turut disediakan dalam kegiatan ini. (*)

Fun Trail Meriah Warnai Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Desa Sukamantri

0

Jurnal Bogor – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober 2025, Pemerintah Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Fun Trail yang berlangsung meriah pada Minggu (26/10/25).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 1.018 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Peserta menempuh rute dengan jarak berbeda, yaitu 2 kilometer untuk anak-anak, 3 kilometer untuk remaja, dan 8 kilometer untuk peserta dewasa.

Sekretaris Desa Sukamantri, Fuja Aditiya Suryadiningrat, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kebersamaan di antara warga.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperingati semangat Sumpah Pemuda,” ujarnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh BUMDes Desa Sukamantri bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) serta sejumlah sponsor. Panitia juga menyediakan berbagai door prize dan hadiah menarik bagi peserta yang beruntung.

Untuk memeriahkan suasana, panggung hiburan turut dimeriahkan oleh penampilan musik dari grup Sunset dan Four Fun yang disambut antusias oleh para peserta dan warga.

Kepala Desa Sukamantri, Hendi Haerudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai persatuan sebagaimana semangat Sumpah Pemuda,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan, kegiatan Fun Trail di Desa Sukamantri menjadi simbol semangat muda dan solidaritas warga dalam menjaga persatuan serta keharmonisan masyarakat desa. Yudi

Rugikan Negara, Ketua DPRD Sastra Winara Minta Pemkab Bogor Berantas Rokok Ilegal

0

jurnalinspirasi.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara geram terkait maraknya peredaran rokok ilegal di Bumi Tegar Beriman.

Menurut Sastra, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus bekerja keras untuk memberantas peredaran rokok ilegal atau non cukai.

Musabab, kata dia, hal itu merugikan negara hingga merusak generasi muda di Kabupaten Bogor.

“Seperti yang dikatakan Pak Bupati, kita harus bersama dan sinergi semua stakeholder yang ada di Kabupaten Bogor,” ujar Sastra Winara kepada wartawan di Cibinong, Sabtu (25/10/25).

Oleh karena itu, Sastra mendesak kepada warung-warung yang ada di Kabupaten Bogor untuk menghentikan penjualan rokok ilegal.

“Marilah kita membeli rokok atau menjual rokok yang terdapat atau sudah ada Bea Cukainya, karena itu pajaknya untuk masyarakat dan untuk kesehatan juga,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Finari Manan mengungkapkan bahwa kawasan Kota dan Kabupaten Bogor masuk dalam pasar rokok ilegal terbesar di Jawa Barat.

“Pemasaran rokok ilegal terbesar di Jawa Barat itu ada Cirebon, Purwakarta, Bogor dan Bandung. Ini bukan cuma rokok ilegal, tetapi juga tembakau iris,” ungkap Finari Manan.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya telah melakukan penindakan terhadap 10 juta batang rokok ilegal di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025. 

(**)

MTs Nurussa’adah Gelar Jalan Sehat Peringati Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda

0

Jurnal Inspirasi – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, MTs Nurussa’adah menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh ratusan siswa-siswi, Sabtu (25/10/25).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut diinisiasi oleh pembina dan anggota OSIS MTs Nurussa’adah sebagai bentuk kreativitas pelajar dalam memaknai dua momentum penting nasional. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik dan door prize untuk menambah semangat para peserta.

Setiap kelompok terdiri dari delapan orang. Dalam hasil perlombaan, kelompok 1 meraih juara pertama, disusul kelompok 3 sebagai juara kedua, dan kelompok 5 di posisi juara ketiga.

Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman, mengapresiasi antusiasme para siswa dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, kegiatan jalan sehat tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan semangat kebangsaan.

“Selain memperingati dua momentum penting nasional, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penyerapan dana BOS agar memberikan manfaat langsung bagi siswa-siswi melalui kegiatan yang sehat dan edukatif,” ujarnya.

Nazarudin menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda merupakan momen untuk menumbuhkan nilai religius dan nasionalisme di kalangan pelajar.

“Kami ingin siswa-siswi MTs Nurussa’adah tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan dan kepedulian sosial yang tinggi,” katanya.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta tampak ceria mengikuti jalan sehat sambil membawa atribut warna-warni bernuansa merah putih dan islami, mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Yudi

DPRD Provinsi Jawa Barat Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi di SMK Statika Leuwiliang

0

Tema: “Penerapan Pendidikan Demokrasi di Lingkungan Sekolah dalam Perspektif Islam”

Bogor — Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan pada ajaran Islam, DPRD Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi di SMK Statika Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Dede Chandra Sasmita, S.Ag, M.Pd, M.H, dari Fraksi Partai Demokrat daerah pemilihan Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan demokrasi sejak dini sebagai pondasi membangun generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Demokrasi bukan hanya tentang memilih dan dipilih, tetapi tentang menghargai perbedaan, menghormati hak orang lain, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan musyawarah, sebagaimana diajarkan dalam Islam,” ujar Dede Chandra Sasmita.

Kegiatan yang bertajuk “Penerapan Pendidikan Demokrasi di Lingkungan Sekolah dalam Perspektif Islam” ini menghadirkan Ibu Lisning Sri Hapsari, Ketua Srikandi Demokrat Kabupaten Bogor, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Lisning menekankan bahwa demokrasi di lingkungan sekolah dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti kegiatan OSIS, forum musyawarah kelas, hingga keterlibatan siswa dalam pengambilan keputusan sekolah.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara dibuka dengan penampilan tarian daerah Jawa Barat sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal. Sebanyak 50 siswa dari kelas 10 hingga kelas 12 berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif bersama narasumber.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami makna demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

“Kami berharap generasi muda Bogor menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap bangsa,” pungkas Dede Chandra.

Pemkot Bogor Konsisten Tekan Inflasi

0

Warga Kota Bogor bisa sedikit bernafas lega di tengah tren kenaikan harga sepanjang tahun ini. Upaya masif Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengendalikan harga kebutuhan pokok melalui berbagai intervensi pasar mulai menunjukkan dampak nyata.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan langkah pengawasan ketat terhadap mutu beras di pasar-pasar daerah sebagai upaya mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang digelar secara virtual, Senin (20/10/2025) lalu.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor, Dewi Kurniasari mengatakan, kebijakan tersebut berangkat dari instruksi Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemerintah pusat meminta seluruh daerah memastikan kualitas beras sesuai label kemasan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
“Dalam dua minggu ke depan akan diterbitkan surat edaran kepada seluruh pedagang, pengecer, dan distributor beras agar menjaga mutu beras sesuai dengan label dalam kemasan. Jika tidak memenuhi ketentuan, akan ada surat teguran, dan bila masih melanggar, izin usahanya bisa dicabut,” ujar Dewi.


Menurut Dewi, kebijakan pengawasan mutu beras ini akan ditindaklanjuti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (KUKM Dagin), serta Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Ketiganya akan berkoordinasi untuk memantau peredaran beras dan memastikan tidak ada praktik curang di lapangan.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi stabilisasi harga pangan. Pengawasan mutu juga penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah gejolak harga akibat penurunan kualitas produk,” jelasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Bogor mengalami inflasi pada September 2025 sebesar 0,20 persen secara bulanan (month-to-month) dan 2,73 persen secara tahunan (year-on-year). Kenaikan harga daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,13 persen, diikuti emas perhiasan (0,08 persen) dan biaya akademi atau perguruan tinggi (0,06 persen).
Sementara itu, beberapa komoditas seperti bawang merah, tomat, dan air kemasan justru mengalami penurunan harga yang menahan laju inflasi.


Dewi menyebutkan, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga di pasar.
“Kami berkomitmen memastikan stabilitas harga dan pasokan pangan agar tidak menekan daya beli masyarakat,” katanya.
Selain pengawasan beras, Pemkot juga akan melanjutkan program operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah terbukti efektif menekan inflasi pada bulan sebelumnya.
“Upaya ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tapi juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah agar harga kebutuhan pokok di Kota Bogor tetap stabil hingga akhir tahun,” katanya.

Upaya Pemkot menekan inflasi di Kota Bogor :

  1. Melakukan komunikasi publik yang tidak membuat warga Kota Bogor panik dan mengupayakan warga tetap tenang;
  2. Mengaktifkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID, bersinergi dan konsisten dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya;
  3. Mengaktifkan Satgas Pangan di daerah yang memiliki tugas melaporkan harga dan ketersediaan komoditas. Selanjutnya mengecek langsung ke lapangan terkait harga dan ketersediaan komoditas termasuk masalah yang terjadi (suplai/distribusi);
  4. BBM subsidi tepat sasaran ke masyarakat tidak mampu, untuk masyarakat miskin karena 80% dari Rp.502 triliun subsidi BBM tidak tepat sasaran, sehingga perlu pengawasan oleh Pemkot dan bantuan pengawasan dari penegak hukum;
  5. Laksanakan gerakan penghematan energi seperti mematikan lampu yang tidak perlu di siang hari;
  6. Gerakan tanam pangan cepat panen, yakni gerakan menanam tanaman seperti cabai bawang dan lain-lain sebagai upaya mencukupi ketersediaan pangan rumah tangga, gerakan ini perlu diinisiasi dari seluruh komponen masyarakat seperti PKK, Babinsa, Babinkamtibmas;
  7. Melaksanakan Kerja sama Antar Daerah (KAD) yang meliputi seluruh komoditas pangan strategis.
  8. Intensifkan jaringan pengaman sosial seperti anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), anggaran Bansos, anggaran Desa, realokasi Dana Alokasi Umum (DAU) Bansos Pusat;
  9. Jadikan isu pengendalian inflasi sebagai isu prioritas, sehingga seluruh stakeholder terus bersinergi seperti saat penanganan pandemi Covid-19.