28.4 C
Bogor
Wednesday, September 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 94

Yusfitriadi Sebut Ada Indikasi Pecah Kongsi Dedie – JM

0

Bogor | Jurnal Bogor

Founder Lembaga Survei Visi Nusantara (LS Vinus), Yusfitriadi menyebut adanya gejala pecah kongsi antara Dedie Rachim – Jenal Mutaqin (JM) dalam setahun kepemimpinan mereka.

Yusfitriadi mengatakan bahwa indikasi itu terlihat dari hasil survei yang dilakukan pihaknya terhadap kinerja Dedie A Rachim sebagai wali kota dan JM sebagai wakil wali kota yang dilaksanakan pada 10 hingga 15 Februari lalu, yang melibatkan 800 responden dengan metode pengumpulan data secara wawancara langsung.

Menurut Yus, berdasarkan hasil survei tingkat keluasan publik terhadap kinerja Dedie A Rachim sebagai wali kota sebesar 46,75 persen. Sedangkan kinerja JM mendapat nilai lebih tinggi dari publik, yakni 51,75 persen.

Keberhasilan JM, tak terlepas dari langkahnya mengambil peran eksternal dengan sering muncul di hadapan publik. Misalnya, dia mengaspal jalan yang bolong dengan uang pribadj, hingga terlibat langsung mengurai kemacetan.

Seharusnya, kata Yus, wakil wali kota fokus dalam pembenahan internal. Namun, ia menduga langkah mengambil peran eksternal lantaran tak diberi porsi di dalam.

“Kinerja JM terlihat lebih tinggi, karena publik sering melihat yang bersangkutan muncul di luar atau mengambil peran eksternal, yang harusnya fokus ke internal,” ujar Yusfitriadi kepada wartawan.

Sedangkan dedie, kata dia, lebih terlihat hadir di kegiatan seremonial. Sehingga peran wakil wali kota terlihat lebih kuat di mata publik.

“JM muncul di grass root, dan Dedie banyak muncul di level seremonial saja,” tegas Yusfitriadi.

Kata Yus, terdapat tiga indikator yang menyebabkan munculnya indikasi pecah kongsi. Pertama, diduga ada penguasaan di seluruh lini oleh wali kota, yang harusnya mesti ada pembagian peran, termasuk kepada sekretaris daerah.

Kedua, sambung dia, JM lebih sering tampil di pubilk. Padahal, seharusnya ia fokus pada pembenahan internal. Sedangkan yang ketiga, adanya orientasi politik dari keduanya.

“Seperti diketahui, Dedie sekarang adalah Ketua DPD PAN, sedangkan JM adalah kader partai Gerindra yang partainya punya potensi berkuasa di Kota Bogor,” jelasnya.

Yus menuturkan bahwa indikator ketiga itu mencuat tak terlepas juga dari hasil survei LS Vinus yang menempatkan Gerindra sebagai partai peringkat pertama dengan persentase 14,12 persen.

Sedangkan PAN ada di posisi ketujuh dengan persentase 3,50 persen. Sementara partai penguasa parlemen saat ini PKS berada di pos ketiga, yakni 7,50 persen.

Lebih lanjut, kata dia, akan menjadi masalah besar apabila pecah kongsi benar-benar terjadi. Apalagi, kalau DPRD juga ikut terbelah.

“Sekarang tinggal dewan mau seperti apa? Apakah akan ngeblok, atau masa bodoh dengan situasi saat ini,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Masih banyak pihak di dalam negeri yang mengecam keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) untuk memperjuangkan perdamaian di Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Di antara para pengkritik bahkan ada yang mendesak agar Presiden Prabowo Subianto angkat kaki dari BoP.

Para pengkritik biasanya menyebut bahwa BoP merupakan institusi yang bekerja di luar sistem internasional atau dengan kata lain tanpa mandat dari PBB.

Padahal, sebaliknya, Board of Peace adalah instrumen yang dilahirkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang ditandatangani pada November 2025 lalu.

“Bila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi jelas bagi kita bahwa BoP dijiwai oleh proposal perdamaian yang disampaikan berbagai negara untuk tidak hanya menciptakan perdamaian di Gaza tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Teguh mengatakan, di dalam Resolusi DK PBB 2803 itu disebutkan bahwa reformasi Otoritas Palestina dan pembangunan kembali Gaza akan menjadi jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, juga akan dibangun dialog antara Israel dan Palestina untuk menyepakati cakrawala politik untuk hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

“Point ini sejalan dengan salah satu prinsip emas Dasasila Bandung, peaceful coexistance, atau hidup berdampingan secara damai,” ujar Teguh lagi.

Dasasila Bandung yang disebutnya adalah hasil dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga mengatakan, pihak Palestina sendiri menyadari dan menghormati berbagai upaya yang dilakukan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan negara itu dalam berbagai forum internasional, termasuk di BoP.

“Dukungan Indonesia untuk Palestina tidak perlu diragukan. Pihak Palestina pun tahu dan sangat menghormati posisi dan strategi perjuangan Indonesia,” kata dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Teguh mencontohkan, pertemuan pejabat baru Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari dengan sejumlah tokoh dan pejabat Indonesia belakangan ini memperlihatkan kepercayaan Palestina pada langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengimbau teman-teman yang masih mencurigai BoP dan posisi Indonesia di dalamnya agar membaca lagi dengan teliti Resolusi DK PBB 2803. Kritik adalah hal yang kita perlukan untuk mengingatkan. Tetapi agar tidak melebar dan mengganggu objektivitas, sebaiknya kritik disampaikan dalam kerangka yang pasti. Kita sama-sama baca lagi Resolusi itu dengan teliti,” demikian Teguh Santosa.n Herry Setiawan

Horeee! Saatnya Mudik Gratis, 40 Bus Disiapkan Pemkab Bogor dari Stadion Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan seluruh armada bus untuk program mudik gratis telah disiapkan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan akan diberangkatkan dari Stadion Pakansari.

Rudy Susmanto saat ditemui Jurnal Bogor Jum’at (27/22026) menjelaskan, sebanyak kurang lebih 40 unit bus disiapkan untuk arus mudik dan 15 unit bus untuk arus balik.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga berkolaborasi dengan Polres Bogor serta sejumlah pihak swasta dalam pelaksanaannya.

Setiap bus memiliki kapasitas 55 penumpang, sehingga untuk arus mudik dengan 40 unit bus dapat mengangkut sekitar 2.200 orang dalam satu kali pemberangkatan.

Sementara untuk arus balik, 15 unit bus yang disiapkan mampu mengangkut sekitar 825 orang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menambahkan bahwa pendaftaran mudik gratis dibuka mulai Kamis, 26 Februari 2026. Tautan pendaftaran akan dibagikan melalui akun Instagram resmi @dishub.bogorkab maupun situs resmi Dishub Kabupaten Bogor.

Selain tanpa biaya, seluruh armada yang digunakan dipastikan laik jalan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik.

Penulis: Leonita

SPPG di Nanggung Akui Teledor, 4 Ribu Telur untuk Penuhi 4 Sekolah

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Setelah mencuatnya paket menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikomplain wali murid akibat salah satu telur yang belum matang yang dikirim ke 4 sekolah di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kepala SPPG di Desa Parakanmuncang M.Raihan Kafi mengaku, teledor saat proses pengelolaan menu MBG berlangsung salah satunya telur.

Sebanyak empat ribu telur dimasak untuk memenuhi pengiriman paket MBG ke sekolah SDN Bandasari, SDN Pasirsari, SDN Nanggung termasuk SMPN 1 Nanggung.

Untuk proses pengelolaan menu MBG lainnya tidak ada masalah. Namun, selama berlangsungnya telur itu direbus kelupaan untuk dicek. Untuk memastikan matang tidaknya, seharusnya terlebih dulu satu telur itu dikupas, ini tidak, hingga telur yang direbus yang langsung dikirim itu setengah matang pada akhirnya mendapat komplain dari wali murid penerima MBG.

“Dengan begitu, atas kekurangan ini kami mohon maaf terutama pada penerima manfaat atau wali murid.” kata ketua SPPG M Raihan Kafi kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/2/2026)

“Ini menjadi introspeksi serta evaluasi, agar MBG yang kami kelola kedepan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Gedung Kelembagaan Sukamanah Jadi Kebanggaan Warga

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Keberadaan gedung kelembagaan di Desa Sukamanah, Megamendung, Kabupaten Bogor yang sudah terintegrasi kini menjadi kebanggaan warga. Gedung yang memiliki 3 lantai dengan fasilitas yang lengkap tersebut kini benar-benar aktif.

Setiap kelembagaan desa, seperti BPD, karang taruna, PKK dan lembaga lainnya mengoptimalkan ruang yang disediakan sesuai kelembagaannya.

Yang terpantau di setiap pagi, anak=anak PAUD dan Posyandu sangat mendominasi aktivitas disana. Ibu-ibu menunggu anaknya belajar terlihat nyaman.

“Ya kita Desa Sukamanah harus bersyukur dan bangga memiliki gedung tiga lantai ini. Anak kami yang belajar di PAUD terasa nyaman. Pagar pelindung di gerbang menjadikan kita tidak was-was terserempet kendaraan, ” tutur Neni.

Sementara Kepala Desa Sukamanah Hj. Irmayani, S.H, menjelaskan berdirinya gedung tersebut memiliki historis yang melekat diingatannya. Proses pembangunannya berlangsung saat pandemi Covid-19 melanda.

“Berdirinya gedung tersebut disaat kita sedang diserang pandemi Covid. Tetapi dengan rasa tanggung jawab kepada masyarakat gedung tersebut harus terselesaikan. Dan alhamdulillah, setahun yang lalu gedung yang diberi nama Gedung Kelembagaan Terintegrasi itu kini sudah dimanfaatkan oleh semua kelembagaan Desa Sukamanah, ” ujar Kades Irmayani.

Sesuai moto klanjut dia, Desa Sukamanah itu ‘meureunah’ yang semua kelembagaan di desa itu harus tertata dengan baik.

“Moto Desa Sukamanah itu meureunah yang berarti harus tepat. Sesuai moto ini, semua kelembagaan ada di gedung tersebut. Anak-anak PAUD dengan rutinitas Posyandu disana selalu terawasi. Dengan demikian, perkembang anak-anak dimasa pertumbuhannya, baik itu untuk pendidikannya juga kesehatannya, tidak terlepas dari pantauan kami, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Korban Bencana Masih Tunggu Bantuan Pemkab

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang sempat menerjang kawasan Puncak beberapa bulan lalu, dan sempat membuat kerusakan sebagian rumah warga di setiap desa, kini warga yang rumahnya rusak tersebut masih menanti perbaikan dan menunggu dana bantuan darurat dari Pemkab Bogor.

Hasil penelusuran di beberapa desa, rata-rata data yang rumahnya rusak masuk ke kategori penerima bantuan sebanyak dua unit dari setiap desa.

Kaur Kesra Desa Sukagalih, Ubaedillah menjelaskan, di desanya tercatat ada dua rumah yang rusak akibat bencana dan masuk kategori penerima Dana Tanggap Darurat (DTD).

“Ada dua unit rumah milik warga yang rusak akibat terkena bencana longsor. Kedua rumah tersebut, kerusakannya masuk ke penerima DTD. Tetapi hingga saat kni, bantuan itu belum juga turun. Untuk hal ini, warga diminta untuk bersabar, ” tutur Ubaidillah.

Untuk mencegah bencana tanah longsor lanjut dia, beberapa waktu lalu Pemerintah Desa Sukagalih melakukan penanaman berbagai jenis macam pohon. Mulai dari pohon pinus, kayumanis, dan berbagai jenis pohon lainnya sudah tertanam di lahan-lahan yang kritis seperti di tebing-tebing dan di pinggiran sungai atau kali.

“Daerah daerah yang rawan longsor sudah ditanami oleh berbagai jenis pohon. Dan pohon-pohon tersebut kita rawat supaya nantinya bisa berfungsi sebagai penahan tanah, ” pungkas dia.

** Dadang Supriatna

Perang Petasan Meresahkan, Warga Sayangkan Petasan Dijual Bebas

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Di bulan puasa kali ini, keberadaan petasan jenis granat yang dibakar sumbunya dan dilempar lalu meledak cukup keras kini bisa didapatkan dengan mudah. Anak-anak tinggal pergi ke padat atau ke tukang kembang api, mereka bisa mendapatkannya. Dengan mudah dan bebasnya menyulut petasan jenis ini, suasana setelah buka puasa di wilayah Megamendung dan Cisarua udaranya bau mesiu dari petasan yang dibakar anak-anak.

Bahkan di beberapa desa, seperti di Desa Gadog, Cipayung Datar dan desa lainnya di wilayah Kecamatan Cisarua, perang petasan usai shalat tarawih kini menjadi kebiasaan. Dengan kondisi tersebut, tidak jarang ibu-ibu yang pulang tarawih merasa ketakutan.

“Ini berbahaya sekali, anak anak suka perang petasan setelah bubar shalat tarawih. Kita yang baru bubar saat pulang menuju rumah menjadi ketakutan. Anak-anak saling lempar petasan yang bersuara keras, ” tutur Rodiah.

Bukan hanya meresahkan lingkungan saja suara petasan tersebut. Tetapi membahayakan sekali bagi anak anak kecil sebagai penggunanya. Dengan kondisi ini, warga berharap pihak kepolisian jangan melakukan pembiaran terhadap para pedagang petasan.

“Mudah sekali anak kecil mendapatkan petasan ini. Mereka minta uang buat jajan, padahal dibelikan petasan, ini sangat berbahaya sekali. Kita minta polsek-polsek Megamendung dan Cisarua untuk melakukan tindakan. Jangan sampai perang petasan menjadi tradisi di setiap bulan puasa,” pungkas Ardi.

** Dadang Supriatna

Poktan Berkah Jaya Gotong-royong Perbaiki Irigasi

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Para petani di Kelompok Tani (Poktan) Berkah Jaya di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan gotong-royong memperbaiki saluran irigasi yang jebol.

Mereka menyekat saluran irigasi agar air mengairi ke lahan pertanian dengan menggunakan gedebong pisang dan karung yang berisi material tanah.

“Karena belum tersentuh pembangunan, maka para petani kerap memperbaiki irigasi itu,” kata salah satu petani bunga sedap malam, Amir Hamzah kepada Jurnal Bogor, Kamis (26/2/2026).

Saat berjibaku memperbaiki irigasi, Amir Hamzah yang akrab disapa Guntur itu menyebut, belum dibangunnya irigasi tersebut para petani yang tengah menggarap lahan pertananian itu dibuat kewalahan.

Agak kewalahan juga kalau pasokan air untuk lahan pertanian itu minim akibat sekatan air dari sumber irigasi jebol.

Salah satu ketua RT di Desa Batutulis Asep Suryana menerangkan, belum tersentuhnya pembangunan irigasi untuk mengairi lahan pertanian produktif di Blok Lame area Sawah Minggu sejauh ini masih menantikan adanya pembangunan irigasi tersebut.

“Sekitar 1,5 kilometer, sumber-sumber air irigasi yang tidak jauh dari situs Prasasti Jambu Batutulis,” jelasnya.

Asep Suryana yang merupakan pegiat lingkungan menuturkan, karena sumber air menjadi dasar kebutuhan petani, diharapkan PT Antam bisa membantu untuk dibangunnya irigasi tersebut.

Sebelumnya PT Antam telah memberikan bantuan fasilitas pertanian termasuk bermacam pupuk bagi warga petani bunga sedap malam.

“Bentuk dukungan jalannya disektor pertanian, untuk itu bantuan alat pertanian dari PT Antam bagi petani tentu sangat bermanfaat,” jelasnya.

Sementara, manajer CSR PT Antam TBK, UBPE Pongkor Arif Rahman Saleh, merespons keinginan warga petani diBatutulis untuk adanya pembangunan irigasi tersebut.

** Arip Ekon

Telkomsel Siapkan Layanan hingga Keandalan Jaringan Selama Ramadan dan Lebaran 2026

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Dalam rangka menyambut Ramadan dan Lebaran tahun 2026, Telkomsel menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kualitas layanan dan keandalan jaringan.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, menyatakan pada Ramadan tahun ini, fokus perusahaan adalah hadir melayani sepenuh hati di setiap langkah pelanggan. 

“Kami sudah siapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun pelanggan butuh lewat kehadiran ragam penawaran yang istimewa, sampai tingkatkan keandalan jaringan agar setiap pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk, bersilaturahmi dengan lancar, dan menikmati momen Ramadan yang lebih bermakna,” kata Stanislaus di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Telkomsel memproyeksikan puncak payload nasional sekitar 70,85 Petabyte (PB) meningkat sekitar 11,1% dibanding hari normal pada periode musiman Ramadan dan Idulfitri tahun ini, seiring aktivitas digital pelanggan di berbagai kategori aplikasi seperti video streaming, komunikasi, games, belanja online, dan media sosial. 

Kenaikan jumlah pelanggan tertinggi diprediksi ada di regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Di samping itu, Telkomsel juga telah mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas (Points of Interest/POI) lintas kategori untuk area khusus/keramaian, transportasi, rute mudik, residensial, dan tempat ibadah.

Lalu, menerapkan Autonomous Network berbasis AI untuk pemantauan end-to-end 24/7 seperti deteksi dini, diagnosis, hingga perbaikan otomatis, 15 Posko Siaga Network untuk menjaga kualitas layanan.

Kemudian, menyiagakan 45 unit COMBAT (Compact Mobile BTS) di lokasi dengan potensi kepadatan tinggi, guna memastikan kapasitas dan kualitas sinyal tetap prima, serta melaksanakan drive test sepanjang kurang lebih 18.406 km  guna memastikan cakupan dan kualitas layanan suara dan data aman memadai.

Adapun untuk memastikan kemudahan akses bantuan dan layanan, Telkomsel mengoperasikan 43 Posko Telkomsel Siaga (15 Posko Flagship dan 28 Posko Reguler) selama 19 Februari – 31 Maret 2026. Pelanggan dapat melakukan aktivasi dan isi ulang berbagai produk Telkomsel, mengakses layanan migrasi kartu SIM/eSIM, memperoleh bantuan layanan MyTelkomsel, sampai menukarkan Telkomsel POIN.

Ragam Penawaran Khusus untuk Ramadan

Telkomsel juga telah menyiapkan pilihan paket spesial bagi pelanggan SIMPATI (Seru Sahur, Seru Ngabuburit, Seru Mudik, Seru Nonton, Surprise Deal), bagi pelanggan Halo (Halo Meaningful Deals, RoaMAX Umroh), dan bagi pelanggan by.U (Paket SOTR – Sahur On The Road, Paket Gas Pushrank, Ucoin Ramadan).

Untuk konektivitas rumah/keluarga, ada promo IndiHome (Promo Installation Fee, Promo Higher Speed), paket Orbit (Orbit Promo Ramadan, Paket Sahur & Ngabuburit), serta penawaran EZnet (Promo Installation Fee). Pelanggan juga bisa membantu mereka yang membutuhkan untuk mudik ke kampung halaman dengan mendonasikan sejumlah Telkomsel Poin melalui program loyalty Mudik Hepi.

“Apa pun kebutuhannya, baik jadi teman sahur dan ngabuburit, kumpul bersama keluarga, berbagi kebaikan, berangkat mudik, sampai rayakan kemenangan, Telkomsel siap mendampingi,” tambah Susatyo.

Selain itu, Ramadan Corner juga hadir di MyTelkomsel untuk menemani pelanggan Jalani Ramadan Sepenuh Hati. Mulai dari sedekah hingga jadwal ibadah, Ramadan Corner juga dilengkapi fitur Kirim Parsel dan Peta Mudik yang terhubung dengan Posko Siaga Telkomsel. DR

Pemkab Bogor Gelar GPM Istimewa, Bantu Warga Akses Sembako Murah dan Berkualitas di Bulan Ramadhan

0

Cibinong | JurnalBogor

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis (26/2).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Sutriana, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM merupakan arahan Bupati Bogor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.

Pada tahun 2026, GPM Istimewa direncanakan akan dilaksanakan sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah digelar kurang lebih tujuh kali. Selain itu, masing-masing kecamatan juga ditargetkan melaksanakan GPM sebanyak 11 kali dalam satu tahun. Jika ditotal, hingga akhir tahun pelaksanaan GPM diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500-an kali kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“GPM Istimewa dilaksanakan jelang momentum HBKN seperti Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya. Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan besaran kurang lebih Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

Pada GPM Istimewa kali ini, kegiatan diikuti lebih dari 750 warga. Adapun stok yang disediakan antara lain beras sebanyak 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, aneka cabai 80 kilogram, serta aneka bawang 80 kilogram.

“Dalam pelaksanaannya, GPM tidak menggunakan sistem paket. Warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pembatasan jumlah pembelian guna pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu,” terang Sutriana.

Salah satu warga, Eka, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, GPM ini sangat membantu masyarakat, terutama karena harga sembako lebih murah dibandingkan di supermarket maupun di pasaran.

“Terima kasih pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ujar Eka.

Eka berharap kedepan jumlah sembako yang disediakan dapat diperbanyak dan pelaksanaannya diperluas ke lebih banyak wilayah, serta diadakan secara rutin setiap bulan. Menurutnya, tingginya antusiasme warga terlihat dari antrian yang mencapai ratusan orang hingga stok cepat habis.

Rencananya hingga menjelang Idul Fitri, GPM Istimewa akan dilaksanakan sebanyak lima hingga tujuh kali, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, agar semakin banyak masyarakat Kabupaten Bogor yang merasakan manfaatnya. DR