28 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 939

Apen Apendi: Terlalu Lama Disimpan yang Sebabkan Telur Busuk

0

JURNAL INSPIRASI – Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dibagikan di kantor Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor oleh Agen E – Warung mendapat kecaman warga karena hampir satu kampong kondisi telurnya busuk semua.

Apen Supendi

Salah satu warga yang mendapatkan BPNT  Samsudin mengkritik karena pembagian tersebut bukan di agen dan malah ada di desa. Dia berterima kasih karena sudah dapat bantuan, tapi yang dia heran kenapa bantuan BPNT tidak dibagikan di warung saja  malah di kantor desa hingga kemungkinan terjadi penimbunan di kantor desa, yang menyebabkan sebagian telur yang dibagikan ke warga membusuk.

“Pertanyaan nya  apakah tidak ada pemeriksaan yang dilakukan sebelum pembagian?, ditambah lagi kita hanya gesek dan ambil saja , tidak diberikan struknya, itu gimana?”, papar Samsudin, Rabu (17/1/22).

Kepala desa Karang Tengah H.Suhandi  saat dikonfirmasi mengakui pada Sabtu dan Minggu memang ada pembagian bansos yang dimotori oleh TKSK, dan  Dinsos. Dia juga telah menerima laporan warganya menerima telur busuk.

” Memang ada telor yang busuk tapi tidak semua, dalam hal ini kepala desa tidak ikut campur mengenai hal itu, karena hanya menyediakan tempat saja, mengingat agen itu sangat sempit, sedangkan di kantor desa itu ada aula dan tempatnya sangat luas,” ucap Suhandi kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, untuk selanjutnya pihaknya juga akan ikut mengawasi , karena baru kali ini ada telur yang busuk dan warganya complain. Dia berharap kedepannya, pemasok maupun agen harus menyediakan barang yang bagus dan layak.

“Saya sebagai kepala desa akan mengawasi dan menegur kepada agen maupun pemasok , dan yang saya denger itu penyedia barang dari PT Aam Prima Artha nanti akan saya tegur melalui TKSK dan agen,” jelasnya.

Dia menyayangkan dengan kejadian tersebut, apalagi terjadi kepada masyarakatnya dan bantuan ini diinstruksikan langsung oleh Kemensos, sehingga seharusnya bahan pangan itu diberikan kepada warga dengan kualitas yang sangat bagus.

“Semoga dengan kejadian ini menjadi pedoman ya untuk lebih berhati-hati dan lebih bagus lagi dan barangnya berkualitas,” tutupnya

Terpisah, Apen Supendi Agen E-Warung menjelaskan adanya telur busuk merupakan ketidaksengajan. Pihaknya akan mengganti semua telur yang busuk melalui RT. “Pendataan RT setempat, akan kami ganti berapa pun yang busuk jumlahnya, dan untuk struk itu diberikan langsung bagi yang datang ke agen.”

“Struk itu langsung saya berikan, adapun dengan alasan jauh dari KPM, kita berikan beserta amplopnya dan didalam amplopnya sudah ada jumlah dan total yang akan diambilnya,” ucapnya.

Menurutnya, hal ini hanyalah kesalahan teknis saja ditambah faktor cuaca juga yang sangat dingin karena biasanya beras datang duluan dan baru telur, namun saat ini beras datangnya belakangan dan  telur yang duluan datang.

“Kemungkinan terlalu lama disimpan hingga menyebabkan telur itu busuk, karena untuk pembagian itu kita tunggu barang datang full semua lengkap baru kita bagikan kepada warga. Langkah kedepan kita akan perbaiki lagi, terus kita lebih intensif lagi menerima barang yang dikirim dari supliyer kedepannya kita akan lebih teliti,” dalihnya.

** Nay / Wisnu

Akhirnya, Alumni Skiell Bisa Ambil Ijazah yang Ditahan

0

JURNAL INSPIRASI – Ijazah alumni tahun 2020 yang ditahan pihak SMKN 1 Gunung Putri yang terletak di Jalan Barokah, Nomor 09, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang dikenal dengan sebutan Skiell, akhirnya bisa diambil. Penahanan ijazah terjadi saat kepemimpinan Kepala Sekolah Cucu Salman dan kini dibagikan secara gratis setelah ada pergantian kepala sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubin/Humas (Hubungan Industri dan Masyarakat) Purwanto mengatakan, penahanan ijazah karena administrasi yang belum dibayar pada tahun tersebut dan ijazah yang ditahan dibagikan karena sudah pergantian kepala sekolah. 

“Hari ini Rabu (19/1) terkait adanya laporan dari pak Sudady salah satu wali murid  dengan adanya ijazah yang ditahan tahun 2020. Dengan laporan tersebut kami pihak sekolah juga baru tau, setelah kami tau Bu Kepsek langsung bergerak untuk membagikan ijazah yang ditahan karena administrasi belum terselesaikan. Kan tahun lalu saat 2020 dan sebelumnya memang ada administrasi karena ada komite dan sekarang sudah berubah, lalu saat ini kami bagikan semua kepada alumni yang ijazahnya ditahan pada saat itu dengan gratis,” ucap Purwanto kepada Jurnal Bogor, Rabu ( 19/01/22).

Menurutnya, kebijakan kepala sekolah yang baru semua izasah yang tertahan dari tahun 2020 kebelakang dibagikan gratis. “Kami umumkan semua alumni segera untuk mengambil ijazah yang ditahan, usahakan di saat jam sekolah , jika yang sudah kerja bisa diambil di hari Sabtu,” jelasnya.

“Adapun jika ingin memberikan sumbangsih saat ini kami sedang pembangunan masjid, mungkin alumni yang belum ambil ijazah bisa menyumbangkan sedikit rezekinya untuk masjid Skiell yang sedang proses dibangun ini,” paparnya.

Terpisah, Windi alumni yang baru mendapatkan ijazah berterimakasih kepada Sudadi yang sudah mengupayakan dan menyampaikan keluhannya ke pihak sekolah karena ijazahnya diperlukan  untuk melamar pekerjaan.

” Terimakasih om Dady buat waktunya dan penyambung kepada sekolah dan untuk sekolah terimakasih juga sudah memberikan ijazah ini, karena dengan turunnya ijazah ini kita yang belum bisa kerja akhirnya bisa melamar pekerjaan kedepannya demi membantu ke orang tua,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu

Lansia Miskin tak Dapat Bansos, Achmad Fathoni: Ini Kelalaian Apa Ketidaktahuan?

0

JURNAL INSPIRASI – Mendapati adanya Mak Ati (62), lansia yang luput dari bantuan sosial pemerintah di Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, dikecam anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni.

Achmad Fathoni

Anggota legislatif dari fraksi PKS tersebut sedih dan turut prihatin mendengar kabar tersebut. Kondisi seperti ini menunjukkan masih adanya rakyat miskin dan yang lebih menyedihkan menunjukkan belum hadirnya pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.

“Saya berharap ini hanya kelalaian atau ketidaktahuan saja. Saya minta pemerintah desa, camat dan pihak terkait termasuk Dinsos Kabupaten Bogor bisa segera turun ikut menangani,” ujarnya kepada Jurnal Bogor melalui WhatsApp, Rabu (19/1).

Menurutnya, bukankah konstitusi Undang – Undang 1945 sudah mencantumkan dalam pasal 35 ayat 1 bahwa fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara oleh negara. “Jangan sampai pemerintah justeru memberi contoh pelanggaran terhadap konstitusi sendiri, ” ucap Fathoni biasa disapa.

Dia meminta kepada semua pihak, harus sesegera mungkin untuk turun ke lapangan dan melakukan penanganan dengan baik, sehingga warga negara merasakan kehadiran pemerintah terhadap orang miskin dan kesusahan.

Kepala Desa Sukadamai Apud Syarifudin  saat dimintai keterangan dan tindak lanjut perihal kondisi Mak Ati (62), lansia yang sama sekali tidak tersentuh bantuan sosial, enggan menanggapi. “Gak usah ngasih statement saya mah kan beritanya juga sudah tayang,” cetus Apud.

** Nay / Wisnu

JMI Bogor Raya: Pemkab Kok Diam Saja?

0

JURNAL INSPIRASI – Menyikapi matinya ribuan ikan di Setu Citongtut, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jurnalis Mancing Indonesia (JMI) Bogor Raya meminta pemerintah tidak tutup mata untuk menangkap pelaku atau oknum yang telah merusak Lingkungan.

Ketua JMI Bogor Raya, Billy Adhiyaksa menilai, fenomena rusaknya ekosistem di Setu Citongtut diduga akibat banyaknya perusahaan pembuang limbah di aliran sungai.

Melalui pesan suara, Billy meminta keseriusan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab rusaknya biota air tawar di setu tersebut.

“Pemkab Bogor harus memberikan sanksi berat terhadap perusahaan yang masih membuang limbahnya ke sungai atau setu,” ujar Billy kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/1/22).

Hal ini dilakukan Billy, karena JMI Bogor Raya sudah memiliki program penanaman pohon dan tebar benih ikan di sungai maupun setu sebagai fasilitator pelestarian alam.

“Artinya pencemaran setu ini bertentangan dengan langkah JMI dalam aksi penyelamatan lingkungan, saya berharap ini harus disikapi dengan tegas dan usut tuntas,” katanya.

Menurutnya, perusahaan yang membandel harus diberikan sanksi tegas dan jangan sampai hal ini dibiarkan.

“Karena menurut informasi kejadian pembuangan limbah dilakukan pada malam hari  yang artinya menunggu banyak orang lengah,” lanjut Billy.

Ia meminta kepada semua pihak yang ada, untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang ada.

“Saya berharap semua pihak sadar akan bahaya pencemaran lingkungan baik untuk saat ini maupun masa depan saat anak cucu kita berkembang,”  pungkasnya.

** Nay / Wisnu

Daun Kelor Si Tumbuhan Ajaib yang Banyak Bermanfaat Bagi Kesehatan

0

JURNAL INSPIRASI – Daun kelor atau yang memiliki nama ilmiah Moringa Aloifera Lamk merupakan tumbuhan yang diyakini asalnya dari India dan Arab lalu menyebar ke berbagai wilayah.

Ciri dari tanaman ini adalah memiliki tinggi pohon sampai dengan 10 meter, memiliki batang yang lunak dan juga rapuh, serta memiliki daun yang berukuran sebesar ujung jari dengan bentuk bulat seperti telur yang tersusun secara majemuk.

Di berbagai daerah daun kelor banyak sekali dimanfaatkan untuk berbagai macam penggunaan seperti pengobatan tradisonal, tanaman pagar disinfektan, bahkan sampai dengan kosmetik.

Fungsi daun kelor secara tradisional lebih banyak digunakan untuk jamu hingga suplemen, akan tetapi banyak juga orang-orang yang memanfaatkan daun kelor untuk dijadikan sebagai bahan makanan terutama untuk ibu hamil karena dianggap dapat meningkatkan produksi ASI (Air Susu Ibu) pada ibu hamil.

Daun kelor memiliki setidaknya 14 kalori, dan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein, zat besi, kalium, magnesium, vitamin C, vitamin A, vitamin B, kalsium, asam folat, serat, fosfor, tembaga, zink, dan selenium dalam sekitar 2 gramnya.

Selain dari manfaat-manfaat tersebut daun kelor juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, berikut beberapa manfaat kesehatan dari daun kelor :

  1. Membantu meringankan penyakit Hepatitis B

Tanaman kelor mengandung zat kimia sepeti minyak behen, minyak terbang, emulsin, alkaloida, pahit tidak beracun serta vitamion A, B1, B2 dan C. daun kelor juga memiliki lebih dari 90 nutrisi yang merupakan antioksidan alami terbaik, memiliki sumber serat terbaik, mangandung betakarotine 4 kali lebih banyak dari wortel serta terdapat bahan minyak omega 3 dan klorofil. (Lina Mardiana, 2002) (dikutip dari Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 2013)

  1. Membantu menangkal radikal bebas

Daun kelor menagndung antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas pada tubuh. Apabila kadar radikal bebas pada tubuh sangat tinggi maka akan mengakibatkan tubuh mengalami stres oksidatif, misalnya diabetes tipe 2 dan juga penyakit jantung. (dikutip dari halodoc.com/ dr. Rizal Fadli, 6 Oktober 2021)

  1. Mengontrol tekanan darah

Daun kelor mengandung kalium dan juga antioksidan yang dipercaya sangat bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah dan juga menjaganya tetap stabil, oleh karena itu resiko hipertensi ata darah tinggi punda apat dicegah. (dikutip dari halodoc.com/ dr. Rizal Fadli, 6 Oktober 2021)

  1. Menurunkan kolesterol

Apabila kadar klesterol pada tubuh tinggi maka akan meningkatakan rresiko terkena penyakit jantung. Menuut penelitian daun kelor dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Banyak juga makanan nabati lainnya yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh seperti gandum dan almond.

Itulah beberapa manfaat yang terkandung dalam daun kelor, yang memiliki berbagai macam manfaat terutama dalam mencegah radikal bebas dan masalah kesehatan lainnya. Di balik banyaknya manfaat itu kita juga harus senantiasa menjaga tubuh kita dengan memakan makanan yang bergizi, berolaharaga yang rutin dan istirahat yang cukup.

** Muhamad Rizki Saepul Zamil/mg-uika

Tingkatkan Kompetensi Guru, PKG Paud 2 Adakan Pelatihan

0

JURNAL INSPIRASI – Kompetensi tenaga pendidik mempengaruhi kemajuan dunia pendidikan. Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Paud 2 Tanah Sareal akhirnya menyelenggarakan kegiatan pelatihan PKG dalam peningkatan kompetensi guru. Kegiatan berlangsung di TK Kartika, Jl. Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (18/01/2022).

Ketua PKG Paud 2 Kecamatan Tanah Sareal Ratih Julianti mengatakan tujuan dari kegiatan ini terciptanya manajemen yang prima dengan meningkatkan komitmen untuk mencapai kinerja terbaik, mengembangkan komunikasi dan tanggung jawab perseorangan.

“Sebagai dasar agar prakarsa terwujud, mengerjakan sesuatu yg efisien, serta dapat melaksanakan pelatihan profesional dalam setiap tingkatan,” jelas Ratih.

Kegiatan ini sebagai wujud realisasi program yang tertunda di masa pandemi. Kegiatan ini dihadiri Kabid Paud Dikmas Rika Riana Riska Dewi, Kasi kurikulum Supyawan, Korbid pengawas Imas Fatimah, Farida Nurlaila selaku pengawas kecamatan Tanah Sareal, Rita Herawati selaku pengawas kecamatan Tanah Sareal, Sugiyanto selaku penilik kecamatan Tanah Sareal,  tamu undangan PKG 1 PAUD diwakili sekretaris, peserta PKG 2 PAUD terdiri TK dan SPS (Satuan Paud Sejenis),  dan anggota Diklat Dasar Kota Bogor.

Lebih lanjut Ratih menyampaikan harapannya kegiatan ini guru-guru bisa menyusun peta kompetensi, menggemakan kompetensi, menciptakan atau menyusun rencana dan melaksanakan praktik yang baik sebagai  tenaga pendidik, dan aktif menjelajah informasi sebagai sumber belajar.

**Eliyani (MG/UIK-Jb)

Direktur Jangkar: Arteria Sakiti Hati Masyarakat Jabar dan Pecah Belah Persatuan Bangsa

0

JURNAL INSPIRASI – Pernyataan kontroversial politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mencopot Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang menggunakan bahasa Sunda saat sedang rapat, memancing reaksi masyarakat Jawa Barat (Jabar).

Direktur Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (Jangkar) Shaleh Nurangga menilai bahwa pernyataan Arteria dalam rapat kerja Komisi III DPR RI itu terkesan rasis dan telah menyakiti hati masyarakat Jabar.

“Kami masyarakat Sunda kecewa atas pernyataan Arteria. Apalagi dia adalah wakil rakyat. Di Indonesia ini banyak budaya, banyak bahasa,” kata Shaleh kepada wartawan, Rabu (19/1).

Shaleh menilai bahwa penggunaan bahasa daerah dalam rapat sah-sah saja, dan itu hampir terjadi pada seluruh daerah di Indonesia. Sehingga tidak ada yang salah bila seorang pejabat menggunakan bahasa daerah saat rapat.

“Toh saya yakin, saat rapat pun tidak full pakai bahasa daerah. Mungkin hanya penyisipan kalimat saja, justru ini baik agar semakin mengingatkan bila Indonesia ini ada karena keberagaman,” kata dia.

“Saya kira wajar saja pakai bahasa daerah. Kenapa dipermasalahkan?. Memangnya di daerah lain pejabat mimpin rapat tak pakai bahasa daerah? Salahnya bahasa Sunda apa?,” tambahnya.

Ia menilai, bila pernyataan Arteria tersebut dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Seharusnya, sambung Shaleh, sebagai wakil rakyat, Arteria lebih bijak dan menjaga tutur kata demi menjaga kebhinekaan. “Pernyataan dia bisa memecah belah persatuan,” ungkap Shaleh.

Ia pun mendesak agar Arteria Dahlan segera meminta maaf kepada masyarakat Jabar atas pernyataannya tersebut. “Arteria harus minta maaf segera. Kami juga mendesak agar PDI Perjuangan mengganti Arteria Dahlan karena tidak mencerminkan seorang wakil rakyat,” tegasnya.

Seperti diketahui, Arteria Dahlan dalam rapat kerja Komisi III DPR dan Kejaksaan Agung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/1), menyampaikan dirinya sayang dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

“Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti Pak itu,” ungkap dia.

Ia menyatakan, seharusnya kajati itu menggunakan bahasa Indonesia.

“Kita ini Indonesia, Pak. Jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda nanti orang takut ngomong apa dan sebagainya. Kami mohon sekali yang seperti ini dilakukan penindakan tegas,” katanya.

** fredyk

Polemik At Taufiq Terus Bergulir

0

ICAT Sebut Konflik Lebih Baik Diselesaikan Secara Internal

JURNAL INSPIRASI – Polemik SMP At Taufiq dibawah kepemimpinan Plt Kepala Sekolah dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Ahmad Furqon terus bergulir.

Bahkan, persoalan tersebut hingga kini belum menemui titik terang meskipun telah dilakukan beberapa kali mediasi antara Disdik Kota Bogor dengan manajemen sekolah yang meliputi Lembaga Pendidikan YATIB dan Badan Pengelola YAAB.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi angkat mengatakan, persoalan yang terjadi hingga saat ini didasari permasalahan sebelumnya, sebab terjadi konflik kedua belah pihak antara Yayasan At-Taufiq Bogor (Yatib) dan Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor (YAAB).

Lantaran konflik terus berjalan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengambil langkah tegas dengan memutuskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah At-Taufiq baik SD maupun SMP diambil alih pemerintah.

“Pengambil alihan oleh pemerintah ini kepentingannya hanya satu yakni menyelamatkan sekolah karena disitu ada murid, terlebih menyelamatkan KBM agar tetap berjalan. Soal konflik dualisme antara yayasan, kita tidak ada urusan,” ucapnya kepada awak media di aula Disdik Kota Bogor, Selasa (18/1).

Hanafi mengaku, konflik yang terjadi di sekolah At-Taufiq hingga kini belum ada titik terang. Padahal, Disdik menginginkan agar guru di At-Taufiq tetap mengajar.

Terlebih, kata Hanafi, sekarang sudah ada Plt. Kepala Sekolah, seharusnya didiskusikan bagaimana KBM bisa terus berjalan.

“Kenyataannya KBM tidak berjalan dengan baik, bahkan Plt. Kepala Sekolah pun tidak diperbolehkan masuk ke sekolah, gerbangnya di kunci. Sementara sekarang KBM berjalan secara daring,” jelasnya.

Hanafi juga menegaskan bahwa Plt yang ditunjuknya tidak melakukan hal-hal yang didugakan oleh orangtua murid. Sebab, sambungnya, Disdik Kota Bogor menugaskan seseorang sebagai kepala sekolah itu sudah sesuai dengan kompetensinya.

“Sudah saya katakan bahwa untuk pelaksanakan KBM perlu ada manajemen. Manajemen ini sudah ditunjuk dari kedua belah pihak. Sudah beberapa kali pertemuan dan mereka paham hal itu. Jadi ranah keuangan maupun operasional bukan kepala sekolah yang mengatur, melainkan mereka (manajemen),” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Hanafi, proses KBM juga perlu biaya seperti untuk gaji guru dan sebagainya. Pihaknya telah membuat surat untuk hal itu dan disetujui kedua belah pihak, tetapi pada pelaksanaannya itu tidak berjalan.

“Soal operasional itu kembali lagi ke manajemen. Manajemen ini dari kedua belah pihak. Jadi bukan dari Plt. Kepala Sekolah yang membuat kebijakan itu, tetapi manajemen juga. Sekarang kalau kedua belah pihak atau manajemen tidak ingin diatur oleh pemerintah, yaa buat surat kepada kami untuk saya laporkan ke pimpinan, sampai sekarang tidak ada surat tersebut,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Lembaga Pendidikan Islamic Centre At Taufiq Irma Dewiyana mengatakan, pihaknya telah menyampaikan dua aspirasi secara tulis kepada Kadisdik yang isinya memohon Disdik untuk tidak lagi melibatkan Lembaga Pendidikan yang berada di bawah Yatib dalam pengambilan keputusan perihal tenaga kependidikan dan pengelolaan keuangan, karena hal tersebut merupakan kewenangan Yayasan, dan mendorong untuk kedua yayasan untuk dipertemukan.

Selain itu, ia mengaku pihaknya sudah melayangkan permohonan agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah At-Taufiq dapat dijalankan.

“Kami berharap Jangan sampai konflik ini “mengorbankan” anak-anak. Kadisdik menyampaikan bahwa surat dari kami akan di kaji dan beliau akan menindaklanjuti. Belum tahu responnya seperti apa, mudah-mudahan yang terbaik untuk anak anak,” harapnya.

Senada, Ketua Yayasan At Taufiq ICAT Bogor Syarief Ahmad Abdul Kadir Azz berharap semua persoalan yang terjadi di At-Taufiq dapat diselesaikan secara internal antar yayasan.

“Ayolah kita terbuka, saling bertemu Yayasan At-Taufiq dan Yayasan Al Irsyad. Itu lebih baik sehingga kedepan bisa fokus membina terus mengurus dan mengawas. Jadi clear-kan masalah ini, jangan sampai kemudian hari muncul lagi. Saya yakin, kalo kedua yayasan duduk bareng akan beres persoalan ini,” ujarnya.

“Kita juga sudah kirim surat, memberikan permintaan kita untuk di tarik permasalahannya ke yayasan. Dan surat sudah dikirimkan dari tanggal 14 Januari 2022 lalu. Saya berharap juga dengan kepala dinas untuk suratnya di bisa di jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan At Taufiq ICAT Bogor Said Awad Hayaza menjelaskan, sekolah At Taufiq sudah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Bogor. Bahkan, Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui bahwa sekolah itu merupakan sekolah islam terbaik di Bogor.

“Kami berharap At-Taufiq ini tetap berkibar, bahkan bisa mengembangkan diri untuk bisa mencerdaskan anak bangsa terutama di Bogor. Masalah konflik ini akan kami selesaikan secara profesional nantinya di tingkat atas, karena sepertinya akan selesai ditingkat atas, karena ada yang terpotong, ada yang tidak nyambung ditingkat bawah, kemungkinan seperti itu,” katanya.

Dari tingkat atas itu, sambungnya, dimaksud yayasan saja baik itu pembina, pengurus sampai direktur, yang mana mereka itu belum pernah turun. Selama ini yang turun hanya direktur dan lembaga sehingga tidak sinkron dengan yang di atas.

Padahal, kata Said, pihaknya sudah bertemu dengan wali kota sebelum adanya penetapan Plt. Apalagi permasalahan At-Taufiq ini sudah lahir sebelum Plt datang

“Kami meminta agar pak wali membuat kesepakatan antara kedua belah pihak untuk menunjuk Plt supaya netral, menjaga dan menjalankan,” katanya.

“Bukan dari kami, dan juga bukan dari Al Irsyad. Rupanya dalam perjalanan ini ada yang buntu lagi, akhirnya kita sampaikan tadi tolong supaya Plt itu fungsinya sebagai Plt-lah, adapun masalah dokumen dan sebagainya kami sudah punya data murid semuanya. Karena At-Taufiq ini dari 2002 sudah ada, dan 2013 hingga sekarang tidak ada masalah, tetap berjalan, dengan baik dan tidak beribah. Mungkin ada kebuntuan komunikasi di tingkat bawah sehingga persoalan ini menjadi melebar” tegasnya.

Kedepan, lanjut Said, melalui kepala dinas pihaknya telah menyampaikan dan meminta tidak lagi lembaga atau yayasan yang berurusan dengan dinas, tetapi cukup antar yayasan saja. “Mudah-mudahan akan ada jalan keluar, mungkin itu solusi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Bima Arya Minta Masukan Budayawan Soal Pembangunan Bumi Ageung Batutulis

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor, Bima Arya menghadiri acara silaturahmi budayawan ‘Gotra Sawala – Nyukcruk Galur Nu Kapungkur Mapay Tapak Nu Baheula Ngaguar Padjajaran Lalakon Anyar’ di Puseur Bumi Ageung Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh dan budayawan yang telah konsisten menjaga, melestarikan dan mendukung budaya sunda.

“Situasi dan kondisi tidak mudah tapi alhamdulillah sampai hari ini budayawan tetap solid, konsisten menjaga dan melestarikan budaya sunda, banyak saksi dan juga buktinya,” kata Bima Arya.

Bumi Ageung setelah dibangun kata dia, akan diproyeksikan untuk menghidupkan kembali nuansa kejayaan Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran. Untuk itu lanjut Bima Arya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengharapkan saran, konsep, pemikiran dan masukkan agar pembangunannya nanti bisa lancar dan juga memenuhi harapan para warga, khususnya para budayawan.

“Agar konsep idealnya seperti apa dan bagaimana, mari bersama-sama diskusi dan musyawarah sehingga akan membawa kepada kebaikan dan kemaslahatan bersama,” ujar Bima Arya.

Terakhir Bima Arya menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor, ada tingkah laku, ucapan maupun kebijakan dari Pemkot Bogor yang kurang berkenan dan kurang memuaskan atau kurang memenuhi harapan para budayawan.

“Ke depan bersama-sama kita saling menguatkan lagi silaturahmi,” ungkap Bima Arya.

Turut hadir mendampingi di antaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman, Camat Bogor Selatan, Hidayatulloh dan para lurah se-Bogor Selatan.

Selain budayawan Bogor, turut hadir Rulany Indra Gartika Rusady Wirahaditenaya atau dikenal juga dengan nama Ully Sigar Rusady, Helmy Sutikno dan Karyawan Faturahman dan undangan lainnya.

** fredyk

Hari Pertama, Ribuan Anak SDN di Cigombong Divaksin

0

JURNAL INSPIRASI – Ribuan anak di enam sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mengikuti vaksinasi yang dilakukan tenaga kesehatan berasal dari Puskesmas Cigombong, Puskesmas Ciburayut, TNI dan Polri, Selasa (18/1/2022).

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, kegiatan vaksinasi pertama terhadap anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilaksanakan di Kecamatan Cigombong.

Adapun kegiatan vaksinasi tersebut, lanjutnya, dilaksanakan di enam sekolah, yakni SDN Cigombong 01, SDN Cigombong 02, SDN Bojongkiharib, SDN Babakan, SDN Ciburayut 01 dan SDN Sindangsari.

“Vaksin pertama untuk usia 6-11 tahun berjumlah 1.382 anak. Alhamdulillah antusias anak sangat bagus untuk divaksin” kata Sekcam Cigombong melalui pesan WhatsApp.

Asep mengungkapkan, penyuntikan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun bersandar pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MEMKES/6688/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dan

Surat Edaran Sekretaris Daerah Kab. Bogor Nomor 1170/Covid-19/Sekret/I/ 2022 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun.

“Serta surat Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bogor Nomor 800/188/Pemb.SD tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun,” papar Asep.

Sekcam Cigombong menjelaskan, sebelum pelaksanaan kegiatan vaksinasi sekarang, terlebih dulu para kepala sekolah dan guru melaksanakan sosialisasi kepada peserta didik dan orang tuanya beberapa hari lalu. Bahkan, pada saat pelaksanaan, dilakukan skrining dengan menggunakan format standar petugas vaksinasi anak.

“Jadi bisa saja tidak semua sasaran dapat divaksin. Tergantung hasil skrining tim medis,” jelasnya.

Asep menyatakan, pentingnya vaksinasi untuk anak antara lain, kelompok usia tersebut harus belajar tatap muka, sehingga beresiko menularkan bagi diri sendiri, sesama siswa, guru, orang tua dan lansia di rumah. Mempertimbangkan kemungkinan rendahnya kepatuhan anak dalam memakai masker dan proses lainnya, vaksin aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap Covid-19 pada kelompok umur tersebut.

Selain itu, kelompok usia ini sudah terbiasa mendapat imunisasi sejak bayi, balita, dan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) di sekolah kelas 1 hingga kelas 5. Dan Puskesmas sudah lama berpengalaman melaksanakan program BIAS.

“Konvensi hak anak dan Undang-undang (UU) perlindungan anak menyatakan, bahwa anak mempunyai hak yang sama untuk dilindungi dari sakit, cedera dan berbagai kekerasan,” paparnya.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigombong melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, masih terus meminta masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski telah selesai divaksinasi. Selain vaksin, disiplin penerapan prokes merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah risiko penularan Covid-19.

“Adapun prokes yang harus dipatuhi adalah 6M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, serta menghindari makan bersama,” tukas Asep yang sebelumnya menjabat Plt Camat Cigombong.

** Deni Pratama/Dede Suhendar