28 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 938

Kreativitas Warga Panmas Tanam Hidroponik di Masa Pandemi

0

TANAM : RW Panmas dan masyarakat sekitar bekerjasama melakukan penamaman Hidroponik, di beberapa pekarangan warga, Rabu (19/01).

JURNAL INSPIRASI – Warga RT 03 RW 13 Kelurahan Pancoran Masa (Panmas), Depok berkreativitas dengan menanam tanaman dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini selain untuk meningkatkan keperdulian warga terhadap penghijauan, juga agar warga mempunyai kegiatan yang bermanfaat di masa pandemi ini.

Penanaman ini dilakukan di beberapa perkarangan warga yang lahannya cukup luas dan kosong

Kegiatan ini dilakukan oleh RT dan RW, yang terdiri dari bapak-bapak dan juga anak muda yang terlibat dalam Karang Taruna setempat.

“Untuk saat ini baru 1 lahan yang kami tanami, selebihnya akan menyusul karna kami lihat dulu lahan yang kosongnya untuk kemudian ditanami,” ujar Dzul, salah satu warga yang ikut kegiatan penanaman hidroponik.

Kegiatan yang tengah dilakukan ini adalah upaya untuk memotivasi seluruh masyarakat untuk melakukan penghijuan dengan aksi menanam pohon sehingga, lingkungan sehat dan lestari.

Dia menjelaskan, selain upaya untuk penghijauan dan menjaga kelestarian di masa pandemim kegiatan ini juga adalah sebagai edukasi untuk masyarakat terlebih saat ini jumlah Covid dengan varian baru mulai muncul dan jumlahnya pun sudah terbilang banyak di Indonesia.

Untuk wadah hidroponik itu sendiri menggunakan bahan botol plastik bekas yang disulap menjadi tempat atau pengganti pot untuk tanaman.

** Hayatunnisa Aulia/mg-uika

Belum Diperbaiki DPUPR, Warga Pasir Buncir Keluhkan Jembatan Penghubung

0

JURNAL INSPIRASI – Warga Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, keluhkan keberadaan jembatan di Jalan Pasir Buncir-Gunung Bongkok. Sebab, jembatan penghubung untuk mobilitas warga sehari-hari itu, kondisinya sempit dan sudah harus ditingkatkan.

H. Dayat, tokoh masyarakat Desa Pasir Buncir mengatakan, kondisi jembatan yang sudah belasan tahun dibangun itu, sudah tidak layak dan harus segera dilakukan pembangunan.

“Masa lebar jembatan hanya cukup dilewati untuk satu mobil. Paling juga lebarnya tiga meter,” katanya kepada wartawan.

H. Dayat mengungkapkan, saat ini mobilitas kendaraan yang melintas di jembatan tersebut, sangat tinggi. Karena, jembatan itu bisa menghubungkan ke wilayah lain.

“Kalau jalan utama macet, banyak kendaraan yang melintas kesini. Dan jalur ini bisa menghubungkan ke Kecamatan Cigombong maupun sebaliknya,” ungkapnya.

Selain itu, kondisi jembatan yang sempit dan tidak adanya penerang jalan umum (PJU), rawan terjadi kecelakaan, terutama pengendara sepeda motor.

“Malam hari jalur disini gelap dan jembatan sempit, makanya rawan kecelakaan,” papar H. Dayat.

Ia menjelaskan, selama ini warga sudah sering mengajukan ke pemerintah desa agar jembatan yang masuk ke wilayah Kampung Pasir Buncir dan Gunung Bongkok itu, segera ada pembangunan.

“Tidak tahu kenapa sampai sekarang belum juga ada pembangunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” tegas H. Dayat.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Pasir Buncir, Akmali membenarkan keluhan warga terkait keberadaan jembatan yang ada di wilayahnya itu.

Akmali menyatakan, pengajuan warga untuk dilakukannya pembangunan jembatan, sudah lama disampaikan ke pihak desa.

“Pembangunan jembatan itu kewenangan Pemkab Bogor. Jadi kami di desa tidak bisa berbuat apa-apa ketika belum juga dibangun,” ujarnya.

Akmali berharap agar Pemkab Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), untuk mendengar keluhan warga dengan merealisasikan pembangunan jembatan penghubung tersebut.

“Tidak hanya jembatan saja yang dibangun, kami juga minta agar tembok penahan tanah (TPT) disekitar jembatan dibangun juga,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Vaksin Hari Kedua, Antusias Anak di Kecamatan Cigombong Masih Tinggi

0

JURNAL INSPIRASI – Meski terlihat meringis saat disuntik vaksin, namun ratusan siswa di empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Cigombong, antusias mengikuti kegiatan kedua pelaksanaan vaksinasi untuk usia 6-11 tahun.

Di kegiatan vaksinasi kali ini, Camat Cigombong, Raden Eman Irwan Somantri meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut.

R. E Irwan Somantri mengatakan, untuk kegiatan vaksinasi sekarang, diikuti empat sekolah yakni SDN Ciburayut 02 di Desa Ciburayut, SDN Cigombong 03 dan 04 di Desa Cigombong, serta SDN Cukanggaleuh di Desa Cisalada.

 “Dari jumlah sasaran 684 anak, yang datang dan divaksin sebanyak 535 anak,” katanya kepada wartawan saat meninjau kegiatan vaksinasi di SDN Cigombong 03.

Menurutnya, tingkat keberhasilan untuk usia 6-11 tahun yang divaksin kali ini, sekitar 78 persen dari jumlah sasaran. Untuk selanjutnya, bagi anak yang belum divaksin karena sakit dan alasan lainnya, akan dilakukan vaksinasi susulan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

 “Kalau yang belum nanti ada vaksinasi susulan,” ungkap Camat Cigombong.

Camat yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cibinong tersebut menilai, suksesnya pelaksanaan kegiatan vaksinasi usia 6-11 tahun di wilayah Cigombong, tidak lepas dari dukungan warga terutama semua orang tua anak.

R. E Irwan Somantri pun mengapresiasi pihak sekolah, Satgas desa dan Satgas kecamatan, yang sudah sukses  mensosialisasikan kegiatan vaksinasi kepada orang tua anak atau orang tua siswa.

 “Dari sosialisasi itulah orang tua anak atau siswa akhirnya memahami pentingnya vaksinasi,” paparnya.

Lebih lanjut, camat mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah, komite sekolah dan tokoh masyarakat yang telah meyakinkan, bahwa vaksin anak ini aman dan halal.

 “Sejauh ini belum ada keluhan terkait kejadian ikutan pasca imunisasi,” imbuhnya.

Dihari pertama pelaksanaan vaksinasi usia 6-11 tahun, sebanyak 1382 siswa di enam SDN di Kecamatan Cigombong divaksin tenaga kesehatan berasal dari Puskesmas Cigombong, Puskesmas Ciburayut, TNI dan Polri.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cigombong, Asep Achadiat Sudrajat mengatakan, kegiatan vaksinasi pertama terhadap anak usia 6-11 tahun sudah mulai dilaksanakan di Kecamatan Cigombong.

Adapun kegiatan vaksinasi tersebut, lanjutnya, dilaksanakan di enam sekolah, yakni SDN Cigombong 01, SDN Cigombong 02, SDN Bojongkiharib, SDN Babakan, SDN Ciburayut 01 dan SDN Sindangsari.

 “Alhamdulillah antusias anak sangat bagus untuk divaksin” kata Sekcam Cigombong melalui pesan WhatsApp.

Asep mengungkapkan, penyuntikan vaksin untuk anak usia 6-11 tahun bersandar pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MEMKES/6688/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kab. Bogor Nomor 1170/Covid-19/Sekret/I/ 2022 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun.

 “Serta surat Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bogor Nomor 800/188/Pemb.SD tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun,” tukasnya.

Dede Suhendar/Deni Pratama

Diduga Ada Mark Up, Pembelian Benih Lele di Desa Cipicung Disorot

0

JURNAL INSPIRASI – Pernyataan Sekretaris Desa (Sekdes) Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Dani Wirya Pratama terkait harga satuan pembelian benih ikan lele sebesar 1000 rupiah yang bersumber anggaran dari bantuan keuangan pemerintah pusat melalui program Dana Desa (DD) tahun 2021, mendapat sorotan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Padjajaran (JPP).

Ketua LSM JPP, Saleh Nurangga merasa ada kejanggalan dengan pernyataan Sekdes Cipicung. Dimana, untuk harga pembelian benih ikan lele yang diberikan kepada para kelompok tani terlalu mahal.

Menurutnya, saat ini untuk harga ikan lele yang satu kilonya bisa mendapatkan tujuh ekor, hanya sekitar 20.000. Apabila dirupiahkan satuannya, untuk satu ekor ikan lele berkisar diharga kurang dari 3000 rupiah.

 “Masa benih ikan lele harganya sampai 1000 rupiah. Yang namanya benih itu paling juga sebesar kelingking tangan orang dewasa, harganya pun kisaran 500 rupiah,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (19/1/2022).

Saleh menduga, ada indikasi Mark Up atau pengelembungan harga dalam pembelian benih ikan lele yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Cipicung, melalui program pemberdayaan masyarakat yang bersumber anggaran dari DD.

 “Kalau dugaan saya benar telah terjadi Mark Up, lembaga penegak hukum harus turun ke desa tersebut,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, adanya pengembalian uang dari para pemenang bantuan saat panen pertama dengan dalih agar program pemberdayaan tersebut berkelanjutan, sudah sangat salah. Pasalnya, permintaan pengembalian uang pembelian benih yang dihargakan satu ekornya 320 rupiah, dilakukan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BumDes) bukan pihak Pemdes Cipicung.

 “Inikan sangat salah, karena bantuan itu bukan berasal dari anggaran BumDes, tapi dialokasikan Pemdes Cipicung melalui program pemberdayaan masyarakat. Kenapa yang minta pengembalian dan menyimpan uang Ketua BumDes, apa haknya,” paparnya.

Saleh mengaku, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun dan melakukan investigasi ke wilayah Desa Cipicung dengan mendatangi semua warga penerima bantuan benih ikan lele. Alasannya, karena anggaran yang dialokasikan Pemdes Cipicung untuk pembelian benih ikan lele mencapai 175 juta itu, bersumber anggaran dari pemerintah pusat.

 “Yang digunakan untuk membeli benih ikan lele itukan uang negara. Karena sumber anggarannya dari DD, saya memiliki kewajiban untuk melakukan investigasi,” jelasnya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor, Selasa (18/1/2022), Sekdes Cipicung, Dani Wirya Pratama mengatakan, setiap warga mendapatkan bantuan benih ikan lele sebanyak 5000 ekor, sehingga benih ikan lele yang disediakan untuk 35 pemenang bantuan tersebut jumlahnya mencapai 175 ribu benih.

 “Satu ekor benih ikan lele harganya 1000 rupiah,” katanya saat dikonfirmasi di kantor Desa Cipicung, Selasa (18/1/2022).

Terkait adanya pengembalian uang dari pemenang bantuan benih ikan lele, Dani menjelaskan, pengembalian uang sudah dimusyawarahkan terlebih dulu sebelum bantuan tersebut turun.

Difasilitasi pihak desa, kata Dani, semua pemenang bantuan hibah bersama para pengurus BumDes akhirnya melakukan musyawarah.

 “Jadi sudah ada kesepakatan dari warga penerima bantuan hibah,” akunya.

Alasan pengembalian uang yang diminta kepada pemenang bantuan benih ikan lele, lanjutnya, agar program pemberdayaan di Desa Cipicung berkelanjutan.

Dani pun mengungkapkan, uang pengembalian yang diminta kepada para pemenang hibah, diterima Ketua BumDes dan bukan pihak desa.

 “Uang pengembalian pembelian benih ikan lele dari warga penerima manfaat, dipegang Ketua BumDes,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Hendak Diculik? Anak SD Loncat dari Angkot

0

JURNAL INSPIRASI – Beredar sebuah video berdurasi 30 detik di grup WhatsApp memperlihatkan seorang siswa berseragam sekolah dasar penuh luka di bagian tangannya. Dalam keterangan di video itu akibat loncat dari kendaraan umum (angkot) pelaku penculikan.

Disebutkan, siswa tersebut melarikan diri dari seorang penculik di Jalan Raya Cibungbulang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. “Ya Allah kasihan banget, Nih anaknya itu deket banget rumahnya. Ade gak usah nangis, lewat sini saja lebih deket,” ujar suara wanita dalam video itu yang kemudian anak itu diantar menggunakan sepeda motor.

Sementara Wakil Kepala Sekolah SDN Cibatok 01, Rohman mengakui bahwa siswa dalam video itu siswanya. Siswa tersebut datang ke sekolah untuk mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19, akan tetapi setelah itu datang kembali ke sekolah dengan ada luka di bagian tubuhnya.

“Iya kita belum mengetahui begitu pasti kejadiannya, tapi kita akan datangi kediamannya untuk kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak begitu tahu persis kronologi kejadiannya, karena isu yang beredar bahwa siswa tersebut akan diculik sehingga loncat dari kendaraan pelaku penculikan.

“Dia kelas tiga karena dia memang siswa yang cerdas, sehingga setiap ke sekolah memang selalu sendiri,” singkatnya.

Kepolisian Sektor Cibungbulang, akan menelusuri dugaan supir angkutan yang akan menculik salah satu siswa sekolah dasar.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Agus Permana mengatakan, saat ini pihaknya meninjau keluarga korban, indikasi penculikan belum terlihat.

“Tadi sudah dicroscek oleh Kanit Serse ke kediaman korban, jadi kita menilai itu bukan kasus penculikan karena anak tersebut ketakutan sendirian dan gak ditahan saat mau berhenti dan loncat dari mobil,” ungkapnya.

Pihaknya mengarahkan seluruh petugasnya untuk mencari supir angkutan tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Saya juga sudah memerintahkan rekan-rekan untuk mencari pelaku tersebut dan menginformasikan kepada supir-supir yang lain untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan mengawasi anaknya saat akan berangkat dan pulang sekolah, khususnya anak dibawah umur. “Saya menghimbau kepada warga masyarakat terutama yang memilik anak di bawah umur khususnya yang memilik anak yang sekolah dasar agar saat menaiki kendaraan umum untuk diperhatikan dan mengantar ke sekolah,” pungkasnya.

**andres

Pustu Sukaluyu Kondisinya Sudah tak Layak

0

JURNAL INSPIRASI – Puskesmas pembantu (pustu) Sukaluyu yang berada di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Namun demikian, tempat pelayanan kesehatan ini masih melakukan aktivitas walaupun dalam kondisi tidak layak kondisinya, bahkan bagian atap Puskesmas sudah berlubang.

Camat Nanggung Ae Saepuloh, menuturkan, sudah mengajukan permohonan untuk puskesmas tersebut, namun belum ada realisasi karena terkendala refocusing anggaran.

“Memang itu puskesmas masih melakukan aktivitas, tetapi kita sudah melakukan pengajuan untuk pembangunan puskesmas tersebut,” ucapnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Baringin Manik mengatakan bahwa Puskesmas Sukaluyu adalah puskesmas pembantu, hanya dipakai untuk mengakomodir pelayanan puskesmas induk. “Puskesmas pembantu itu memang kondisinya tidak layak, karena masih bisa tercover oleh puskesmas induk, tetapi masih  kita pergunakan bahkan bidan desa pun masih melakukan kegiatan di puskesmas tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk pembangunan sudah mengajukan permohonan kepada dinas terkait, karena anggaran terkendala oleh covid-19, jadi belum ada realisasinya.

**andres

Ekskul di SDN Parakanmuncang 02, Selain Angkung dan Pianika Ada Pramuka dan Keagamaan

0

JURNAL INSPIRASI – Kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 02 memasukan tiga bidang kegiatan yang dikembangkan.

Ondeng

Kepala Sekolah SDN Parakanmuncang 02 Ondeng mengatakan, pihaknya bersama guru pembimbing kegiatan ekstrakurikuler melakukan tiga kegiatan yang sudah berjalan yakni pramuka, kesenian dan keagamaan.

“Kesenian modern kita sudah memperkenalkan kepada-anak anak itu kesenian modern pianika sementara kesenian tradisional yaitu angklung,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Odeng menjelaskan, pihaknya sudah beberapa kali latihan yang dia lihat bersama guru pembimbing. Mereka sudah mengkolaborasikan dua alat musik tradisional dan modern itu.

“Sementara yang dikembangkan bidang keagamaan dibiasakan seperti shalat di pagi hari. Anak-anak melakukan solat Dhuha di mushola. Bahkan, kalau situasi normal itu juga dilakukan hingga shalat Dzuhur berjamaah,”  ujarnya.

Menurut Ondeng, animo siswa di Parakanmuncang 02 terhadap kegiatan ekstrakurikuler itu sangat luar biasa. “Siswa/siswi yang ikut kegiatan ekstrakurikuler ini dari kelas empat, lima dan enam. Mereka semangat dan senang untuk mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Karena ini berkaitan dengan prestasi anak, Odeng berharap ada dukungan dari pihak orang tua.”Karena untuk waktu kegiatan ekstrakurikuler ini diluar jam belajar sehingga dukungan dari orang tua dengan bisa memberikan izin untuk anak-anaknya,” harapnya.

Sementara, Guru Pembimbing Bidang Kesenian Ropiatun Nisa mengatakan, tujuan dari ekstrakulikuler tersebut untuk memberikan keterampilan kepada anak-anak agar  dalam menyanyikan lagu daerah maupun modern dengan nadanya yang tepat.

“Dalam satu bulan itu dua kali pertemuan untuk melakukan pelatihan panduan suara sementara untuk latihan angklung dan pianika dua kali dalam sepekan,” kata dia.

Selain itu, kegiatan ini akan mempermudah mereka nanti ketika ingin masuk ke jenjang sekolah berikutnya dan bisa melalui jalur prestasi.

**andres

Jalan Dibangun Samisade, Warga Pasirgintung Swadaya Lakukan Penerangan

0

JURNAL INSPIRASI – Penerangan Jalan Lingkar Babakan Cipeutir- Pasirgintung Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kini telah terpasang.

Diketahui sebelumnya jalanan sepanjang 600 meter yang belum lama ini dibangun melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dari APBD Kabupaten Bogor itu kondisinya  gelap gulita sehingga warga pun berinisiatif  berswadaya melakukan pemasangan penerangan di beberapa titik.

Ketua RT 03 Asep Suryana mengatakan, penerangan telah direncakan sebelumnya sehingga warga bahu membahu bersukarela memanfaatkan bahan material seadanya untuk dibuat tiang pancang. Sebelum dipasangnya gantungan lampu, terlebih dahulu warga menancapkan batangan bambu di 7 titik.

“Malam hari sebelumnya, akses jalan Babakan Cipeutir- Pasirgintung keadaannya gelap gulita. Setelah adanya penerangan masyarakat sekitar dan pengendara, meski malam hari bisa menggunakan  jalan itu,” ujar dia, Rabu (19/1)

Pria yang akrab dipanggil Cilung itu menyebut, setelah lampu terpasang, kini warga sekitar mengaku bersyukur  apalagi sebentar lagi akan memasuki jelang bulan suci  Ramadhan. “Semoga saja setelah  adanya penerangan di jalanan itu, tentu akan memberikan manfaat positif secara luas,” harapnya.

Bukan hanya penerangan di Jalan Lingkar Babakan Cipeutir – Pasirgintung, warga sekitar Arip Ekon (42) bersama warga dan ketua RT melakukan gotong- royong menambah titik penerangan menuju fasilitas umum yakni dua MCK yang berlokasi di Kampung Pasirgintung.

“Mengingat belum rampung, swadaya penerangan masih berlangsung dan diharapkan sesuai target. Semua ini dilakukan sebagai bentuk syukur karena jalanayang dibangun melalui Samisade  kini telah terwujud,” pungkasnya.

**andres

DPKPP Tinjau Alun Alun Leuwiliang yang Rusak, Ajat Minta Saling Jaga dan Pelihara

0

JURNAL INSPIRASI – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor meninjau kerusakan fasilitas Alun Alun Leuwliang, Kabupaten Bogor.  Dalam kerusakan fasiltas tersebut DPKPP menilai akibat rasa ingin tahu masyarakat sehingga tanpa sengaja membuat beberapa fasilitas rusak.

Kepala Dinas DPKPP, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, kerusakan akan segera diperbaiki. “Setelah hasil peninjauan ada di akrilik, kerusakan banyak yang merekah dan pecah akibat masyarakat yang penasaran. Saya kira itu hal yang wajar ya, karena baru di Leuwiliang,” ungkapnya, Rabu (19/1).

Ia menilai, bukan sesuatu yang disengaja oleh masyarakat, kemudian ada tulisan yang digoyang-goyang, pihaknya mengira itu hal yang menarik bagi masyarakat,

“Yang terpenting solusinya, pada hari ini langsung diperbaiki, kita pun meminta kerjasama yang proaktif bersama kecamatan untuk mengawasi,” bebernya.

Kedepan, pihaknya akan membuat tim pengawas untuk menjaga dan memeliharaan dengan masa pemeliharan dari pihak ketiga.

“Saya melihat kerusakan hanya di bagian lighting karena masyarakat ingin tahu, kalau secara umum perencanaan sudah sesuai ya berdasarkan PHO dari kita,” jelasnya.

Tentunya, pihaknya pula akan membuat papan imbauan di area seputar Alun Alun Leuwiliang agar masyarakat paham dan ikut serta menjaga dan merawat.

“Memang edukasi itu penting nanti dengan sendirinya secara pelan-pelan akan berubah untuk menjaga fasilitas itu sendiri, nanti edukasi itu akan kita coba dan kita dorong  dan akan kita diskusikan, di atap juga akan kita cat agar menjadi pelangi sehingga bisa keliatan estetiknya,” tukasnya.

** Arip Ekon

Bupati Lantik Kades Sukajadi dan Mekarsari

0

JURNAL INSPIRASI – Bupati Bogor Ade Yasin melantik 2 Kepala Desa terpilih Pengganti Antar Waktu (PAW) di Taman Tematik  Desa Cariu Kecamatan Cariu, Rabu  (19 /1). Dua Kepala Desa tersebut adalah Nurhayati Kades Sukajadi, Kecamatan Cariu dan Hj Nasiah Kades Mekarsari, Kecamatan Cileungsi.

Bupati  Ade Yasin memberikan ucapan selamat kepada kades terpilih dan berpesan untuk melaksanakan amanah ini dengan baik guna mewujudkan masyarakat sejahtera dan bahagia, kades harus siap menjadi pelayan masyarakat  bukan untuk  dilayani.Membangun sinergitas yang baik sesama kepala desa dengan pemerintah kecamatan serta para tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan bergerak sebagai pelayan masyarakat pelayanan akan menjadi mudah dan akan mencapai hasil yang maksimal. Dan yang paling utama jalankan semua dengan tetap berpedoman dengan regulasi yang ada,” kata Ade Yasin.

Lebih lanjut  Ade Yasin minta kepada kades yang dilantik untuk fokus penanggulangan pandemi Covid 19 terutama dalam upaya percepatan vaksinasi Covid 19 di desanya masing-masing.

“ Adanya PAW ini disebabkan 2 kepala yang sebelumnya meninggal dunia oleh karena itu untuk yang saat ini terpilih jalani tupoksinya sesuai dengan regulasi yang ada,” tutupnya.

** Nay / Ramses