30.8 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 928

Kian Memanas, Sengketa Lahan di Parung Banteng

0

Bogor | Jurnal Bogor
Lahan seluas 9,4 hektar di Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor, Kota Bogor yang diklaim oleh beberapa pihak terus memanas.

Teranyar, pihak Rudy Yusuf bin Raden Achmad Wirakusumah sebagai ahli waris dari Mangsoer RD. H. Dalem mengaku sebagai pemilik lahan yang sah berdasarkan alas hak berupa girik yang dimilikinya sebagai pegangan.

“Pegangan kami adalah alas hak berupa Girik C No.: 423 Persil 63.S.1.Blok 21. Itu saja, tidak yang lain. Tapi kenapa tiba-tiba ada sertifikat yang muncul atas nama orang lain atau yayasan, ini yang menjadi pertanyaan,” kata Juanda Hermawan, orang yang telah diberi kuasa oleh ahli waris yakni H. Rudy Yusuf kepada media belum lama ini.

Menurut Juanda, perubahan atau penerbitan sertifikat yang merupakan produk Badan Pertanahan Nasional (BPN) terjadi pada 1991 lalu atas orang lain atau yayasan melalui akte pengganti wakaf dari orang yang sudah meninggal sejak 1849.

“Dengan adanya perubahan alah hak dari Girik C No.: 423 Persil 63.S.1.Blok 21 ke sertifikat atas nama orang lain dengan nomor 366, kami langsung menelusuri dan menanyakan kepada pihak-pihak terkait dan hasilnya memang berbeda nama,” ucapnya.

“Tapi anehnya, kenapa ini bisa terjadi sementara pemilik lahan ataupun ahli waris dari Mangsoer RD. H. Dalem tidak pernah menjual atau menghibahkan tanah ini kepada siapapun,” tambahnya.

Demi mendapatkan keadilan dan kejelasan kepemilikan lahan, Juanda mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan gugatan ke pengadilan, gugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN, hingga kasasi.

“Kami sudah gugat ke pengadilan, dan kami menang. Tapi kami masih terus berjuang melawan mafia tanah, karena mafia ini ajukan kasasi kembali ke MA,” pungkasnya.

Handy Mehonk  | **

Air Ciliwung Untuk Kantor Pemerintahan Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor merencanakan Sungai Kalibaru untuk menjadi salah satu sumber air baku. Rencana pemanfaatan anak sungai Ciliwung itu dilakukan sebagai persiapan penyediaan air untuk kawasan perkantoran baru Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan menjelaskan, rencana ini mulai digaungkan sebagai persiapan menambah layanan kepada pelanggan di Kota Bogor dengan memanfaatkan aliran Kali Baru. Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, agar bisa memanfaatkan aliran Kalibaru untuk air baku baru.

“Saya baru menginisiasi bahwa jalur Kalibaru itu memungkinkan dibuat sumber air baku baru untuk Perumda Tirta Pakuan. Serta untuk wisata. Saya sudah komunikasi dengan Dinas SDA Jabar, tapi tindak lanjutnya masih harus kita diskusikan,” jelas Rino, kemarin.

Rino menuturkan, sudah berkonsulitasi dengan kepala Dinas SDA Jawa Barat dan menjelaskan jika Sungai Kalibaru memiliki air berlebih. Sebab, aliran Kalibaru sedianya ada untuk jalur irigasi sawah warga, yang saat ini sudah berkurang jumlah sawahnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya tengah mematangkan rencana pemanfaatan sumber air baku baru Kalibaru ketika pemkot akan membangun perkantoran baru di Katulampa. “Pasti kan memerlukan air, maka kita harus punya tambahan produksi air di sekitar situ. Salah satunya kita bisa pakai Kalibaru,” kata dia.

Lebih lanjut, Rino menambahkan, tingkat kekeruhan air atau NTU dari Sungai Kalibaru sama dengan Sungai Ciliwung karena masih satu aliran. Untuk mengatasi itu, pihaknya berupaya salah satunya dengan pembubuhan kimia.

“Kita berupaya dengan berbagai hal, salah satunya dengan kajian ilmiah kita yang uji cobanya berhasil menurunkan tingkat kekeruhan air baku yang sekarang tengah tinggi, dengan pembubuhan kimia,” ucapnya.

Terpenting, kata dia, jika ada tambahan air dari Kalibaru, tentu menambah debit sumber air baku untuk diolah. Dengan rencana sumber air baku baru ini, sekaligus juga menjadi solusi memperbaiki layanan di zona 7 yang selama ini selalu bermasalah dan tiap hari ada saja komplain dari pelanggan.

“Saya juga yakin banyak potensi-potensi tengah Kota Bogor terkait sumber air baku kita kedepan. Karena kita nggak punya WTP di tengah kota Bogor. Kita punyanya hampir semua ada di Kabupaten Bogor,” pungkas dia.

** Handy Mehonk

Jaga Keamanan Saat Ramadhan, Ormas dan OKP Patroli Kamtibmas Gabungan

0

Wanaherang | Jurnal Bogor

Demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di bulan suci Ramadhan, organisasi masyarakat (ormas), Karang Taruna dan KNPI mengadakan Patroli Kamtibmas bersama di Desa Wanaherang, Kecamanan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Wakabid KNPI Kecamatan Gunung Putri Zakaria mengatakan, adanya patroli ini untuk saling menjaga keamanan di masyarakat, serta mengantisipasi maraknya pencurian kendaran bermotor (curanmor) di Gunung Putri.

“Pada bulan Ramadhan ini juga ada masyarakat seperti anak-anak muda melakukan kegiatan-kegiatan di malam hari bahkan sampai dini hari, baik itu hanya sekedar nongkrong maupun melakukan aktivitas lainnya sehingga berpotensi menganggu kenyamanan masyarakat lainnya,” ujar Zakaria.

Zek biasa disapa juga menjelaskan alasan lain patroli, seperti yang sering terdengar bahwa banyak yang melakukan perang sarung pada malam hari dan juga aksi curanmor. “Makanya kita lakukan patroli ini demi menjaga ketentraman,”  Jelasnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Desa Wanaherang Tri Hertanto menyampaikan demi menciptakan rasa aman masyarakat di bulan Ramadhan dan mengantisipasi aksi pencurian bermotor malam ini pihaknya melaksanakan pencegahan berupa Patroli Kamtibmas di wilayah Desa Wanaherang.

“Kegiatan ini dilakukan adalah bentuk peran aktif OKP dan ormas serta partisipasi kepada masyarakat dalam rangka membantu pihak kepolisian dan TNI untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah desa sendiri,” ucap Tri.

Tri mengajak kepada para anak muda agar dapat terus menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif saat berkumpul bersama teman-temannya.

“Jangan sampai melakukan aksi-aksi yang menganggu stabilitas Kamtibmas serta menghimbau pada masyarakat untuk tetap waspada terhadap aksi pencurian bermotor yang saat ini marak terjadi,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir tim gabungan dengan beberapa ormas dan OKP diantaranya Pemuda Pancasila (PP), Badan Pembinaan Keluarga Besar Banten (BPPKB) Banten, KNPI dan Karang Taruna Desa Wanaherang.

** Nay / Wisnu

Duh, Masih Ada Wilayah Tanpa Listrik dan Susah Sinyal

0

Fikri Hudi Oktiarwan: Ironis, APBD Tinggi Masih Andakan CSR

Bogor Timur | Jurnal Bogor

Masih adanya wilayah yang belum mendapati aliran listrik serta blank spot menjadi perhatian khusus Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi III asal Fraksi PKS Fikri Hudi Oktiarwan. Seperti sebagian kecamatan di wilayah Bogor Timur yang masih ada wilayah yang tidak bisa mendapatkan sinyal, juga di Bogor Barat masih ada wilayah yang belum teraliri listrik.

Menurut Fikri Hudi, pemerintah harus melakukan terobosan untuk menuntaskan kawasan Kabupaten Bogor di bagian barat yang belum teraliri listrik. Menurutnya, sangat ironis jika daerah yang hanya 60 kilometer dari Ibukota Jakarta, masih ada rumah masyarakat yang belum dialiri listrik, padahal sudah hampir 77 tahun Indonesia merdeka.

“Ironis jika daerah penyangga Ibu Kota masih ada wilayah yang belum teraliri listrik,” ucap Fikri, Senin (11/4).

Berdasarkan hasil penyisiran Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, melalui Cabang Dinas Wilayah II Bogor, setidaknya masih ada 4.679 rumah warga yang tersebar di 11 kecamatan di bagian barat Kabupaten Bogor belum teraliri listrik. Hal tersebut terungkap dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kabupaten Bogor bersama Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Bogor Iman Budiman, ST, MM, Selasa (5/4).

Sementara itu sudah beberapa tahun terakhir tidak ada alokasi APBD Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi hal tersebut, hanya mengandalkan dana CSR yang hanya bisa meng-cover sekitar 200-an rumah per tahun.

Politisi PKS ini mengatakan, harus ada terobosan untukk menuntaskan hal tersebut tidak bisa hanya mengandalkan dana CSR berapa puluh tahun diperlukan untuk menuntaskannya.

Padahal saat ini kata dia, listrik adalah kebutuhan pokok sekaligus juga sarana penting yang menentukan kemajuan suatu masyarakat, karena arus informasi akan terbuka membutuhkan daya energi listrik.

“Bila pemerintah daerah, baik itu provinsi maupun Kabupaten Bogor memandang hal ini adalah hal yang vital, harus berani mengalokasikan anggaran yang memadai. Ironis APBD yang tinggi tetapi masih ada masyarakat yang belum menikmati aliran listrik,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bulan Ramadhan, Minat Warga Desa Bendungan Vaksin Booster Kurang

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Bendungan H. Nemi Nuraeni mengatakan terjadi penurunan minat masyarakat  untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster dibandingkan saat pelaksanaan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua yang mencapai 90 persen.

“Selama bulan Ramdhan penurunan minat itu terlihat dari masih rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga yang sampai saat ini,” ujar H. Nemi kepada Jurnal Bogor, Senin (11/04/22).

Menurutnya, animo warga Desa Bendungan untuk melaksanakan vaksin booster masih sangat rendah, dan alasan utama mereka enggan untuk divaksin karena jenis vaksin yang mereka inginkan tidak tersedia.

“Tolong diinfokan kepada warga, karena di Desa Bendungan capaian vaksin booster baru mencapai sepuluh persen,” jelasnya.

H.Nemi berharap warga Desa Bendungan yang belum divaksin booster untuk segera vaksin guna menyempurnakan vaksin 1 dan 2.

“Kami akan selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta lakukan sistem jemput bola, namun saat ini mungkin karena bulan puasa minat mereka masih kurang,” pungkasnya.

** Nay / Ramses

Kades Sirnagalih Safari Ramadhan dari Kampung ke Kampung

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol menggelar Safari Ramadhan dari kampung ke kampong. Kegiatan Safari Ramadhan tersebut diawali dari Kampung Ciledug RT 10 RW 05 Desa Sirnagalih di masjid Mifthalus Saadah, Minggu (10/04/22).

Kades Sirnagalih, Ahmad Anwar mengatakan, tujuan Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sirnagalih  ini tentu tidak sekedar kunjungan biasa, namun dalam safari tersebut pemerintah desa turut menyampaikan program kegiatan Pemerintah Desa Sirnagalih, karena silaturrahmi dengan masyarakat merupakan kesempatan untuk bertatap muka, menyampaikan dan mendengar keluhan langsung warga di Desa Sirnagalih.

“Semua kampung akan mendapatkan kesempatan untuk dikunjungi setiap tahunnya dan telah dijadwalkan oleh Pemerintah Desa Sirnagalih,” paparnya, Senin (11/04/22).

Dia mengajak semua warga agar  bahu-membahu untuk memajukan desa, karena mereka berhak untuk mengetahui program-program desa, termasuk perkembangan yang selama ini telah dilaksanakan oleh pemerintah desa dari waktu ke waktu, baik dari program yang sudah dijalankan maupun program yang baru akan dijalankan.

“Sebagaimana lazimnya, Safari Ramadhan juga menghadirkan tokoh-tokoh agama untuk memberikan sedikit pencerahan terkait dengan keutamaan bulan Ramadhan,” pungkasnya.

** Nay / ramses

Bantu Cerdaskan Masyarakat, PKBM Mawar 2 Berupaya Kejar Ketertinggalan Warga Belajar

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Puluhan siswa-siswi warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Mawar 2 di Kampung Wates, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor telah mengikuti Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) paket C setara SMA pada tahun anggaran 2021/2022.

Koordinator PKBM Mawar 2 Kampung Cidudut di Desa Hambaro yang merupakan PKBM cabang Wates Pangkaljaya Opik Zukfikor mengatakan, masyarakat yang mengikuti pendidikan non formal di PKBM menjadikan salah satu solusi untuk mengejar ketertinggalan masyarakat dalam mendapatkan ijazah.

“PKBM Mawar 2 terus mempertahankan eksistensinya, sebab masyarakat masih ada saja yang mengalami buta aksara. Atau ada juga masyarakat yang tamatan SD serta lulusan SMP sederajat,” kata Opik Zukfikor kepada Jurnal Bogor, Senin (11/4).

Ia mengatakan, peserta didik yang mengikuti program belajar di PKBM-nya pun terdiri dari berbagai jenjang usia seperti remaja, dewasa bahkan warga belajar tak sedikit yang sudah masuk lanjut usia.

PKBM Mawar 2 sendiri tersebar di setiap wilayah desa, antara lain Desa Pangkaljaya, Bantarkaret, Cisarua, Hambaro serta Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg.

Beberapa tahun terakhir, PKBM Mawar 2 telah banyak meluluskan siswa.

Kali ini siswa PKBM Mawar 2 sejumlah 569 siswa dengan berbagai jenjang kesetaraan seperti Kejar Paket A, B dan Kejar Paket C (setara SMA).

“34 siswa paket C belum lama ini, telah mengikuti Ujian Kesetaraan Pendidikan (UPK) pada Maret lalu,” jelas Opik Zukfikor.

Sedangkan untuk ujian bagi siswa paket A dan B menyusul, terhitung UPK akan dilaksanakan pada Mei mendatang. Dari sejumlah murid PKBM, 136 siswa di usia 21 kebawah dan tergolong sangat produktif.

Selebihnya, siswa berkategori dewasa apalagi siswa usia lanjut yang sudah tidak mendapat anggaran dari pemerintah kini tengah mengikuti belajar di PKBM Mawar 2.

“Meski pemerintah sudah tidak lagi menganggarkan siswa di usia lanjut, tetapi tetap kami fasilitasi karena keinginan mereka untuk bersekolah masih sangat tinggi. Butuh peran dan dukungan semua pihak, sehingga keberadaan PKBM Mawar 2, kedepan tak adalagi ada masyarakat yang buta aksara,” harap Opik.

** Arip Ekon

Petugas PLN Perbaiki Kabel Listrik yang Menjuntai ke Jalan

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit  Layanan Pelanggan (ULP) Leuwiliang, melakukan perbaikan kabel listrik yang menjuntai di Kampung Gunung Dahu Wetan RT 05 RW 07, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Senin (11/4).

Perbaikan itu dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang mengeluhkan, kondisi kabel listrik yang menjuntai membuat khawatir warga.

“Sekitar ada dua petugas dalam penanganan kabel listrik yang menjuntai itu. Sudah diperbaiki,” ungkap petugas PLN.

Sebelumnya diberitakan keberadaan kabel yang menjuntai dan melintang itu kondisinya hanya sejengkal di atas kepala membuat pengguna jalan yang melintas jadi khawatir.

“Kondisi kabel listrik seperti ini sudah lama. Memang sangat khawatir saat melintasi jalan itu karena kabel ini melintang bahkan hanya sejengkal di atas kepala,” ungkap warga sekitar, Andri, Minggu (10/04).

Menurut dia, penyebab kabel listrik menjuntai tersebut akibat tiang listrik yang berada di atas rumah warga mengalami kemiringan.

**Andres

Saat Ramadhan, 207 Warga Desa Rengasjajar Terima BLT-DD

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Ratusan warga Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor di bulan suci ramadhan tahun ini menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa  (BLT-DD) tahap pertama tahun 2022, kemarin.

Sekretaris Desa Rengasjajar Hapidin menyatakan, penyaluran BLT kali ini sebanyak 207 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berjalan dengan tertib dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Penyaluran BLT-DD sebanyak 207 KPM sebesar Rp 900.000 untuk tiga tahap sekaligus ini. Alhamdulillah berjalan lancar dalam suasana Ramadhan, insya Allah bermanfaat dan berkah,” ujarnya.

Selain itu kata dia, agar tidak terjadinya kerumunan pihaknya menjadwalkan waktu untuk para KPM.

“Karena secara teknis Pemdes menyalurkan bantuan tersebut dengan transparan dan tidak sepeser pun melakukan pemotongan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, keluarga penerima manfaat Hayati Nupus mengaku begitu bahagia lantaran di bulan suci Ramadhan ini mendapatkan bantuan tunai.

“Ya alhamdulillah dapat bantuan, buat keperluan di bulan puasa, kepada pemerintahan desa saya ucapkan banyak terima kasih,” pungkasnya.

** Andres

Berani Bayar Jutaan, PKL Depan Pasar Cikereteg Semakin Marak

0

Caringin|Jurnal Bogor

Lemahnya penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum (Tibum) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, membuat pedagang kaki lima (PKL) didepan Pasar Cikereteg, persisnya di Jalan Cikereteg semakin marak. Bahkan, para pedagang yang berdiri disekitar bahu jalan, membangun tempat usahanya dengan menggunakan bahan material baja ringan.

Informasi didapat, para PKL yang mendirikan tempat usahanya baik didepan Pasar Cikereteg maupun disepanjang jalan Kabupaten Bogor itu, tidak didapat dengan cuma-cuma. Karena, mereka harus berani mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk mendirikan lapak berjualannya kepada salah seorang oknum yang mengaku dari paguyuban warga setempat.

Salah seorang PKL yang berjualan buah-buahan didepan Pasar Cikereteg mengaku, untuk bisa berjualan dan mendirikan lapak, dirinya harus membayar uang koordinasi kepada salah seorang oknum warga yang ada di paguyuban.

 “Waktu itu saya diminta 3-5 juta untuk bisa berjualan disini,” aku pedagang yang namanya tidak mau disebutkan.

Pedagang yang merupakan warga Desa Pancawati itu mengatakan, biaya lain yang harus dikeluarkan, yakni untuk keamanan dan uang kebersihan.

 “Setiap hari ada uang kebersihan dan listrik. Kalau untuk uang keamanan diminta sebulan sekali,” ujarnya.

Sementara, Kepala Unit Pasar Cikereteg, Tinah menyatakan, keberadaan para pedagang didepan Pasar Cikereteg persisnya di bahu jalan, bukan masuk kedalam wilayah pasar.

 “Karena tidak masuk kedalam bagian pasar, makanya kami tidak pernah mengakomodir atau pun meminta retribusi kepada para PKL,” paparnya.

Adapun keberadaan PKL yang saat ini semakin banyak berdiri di bahu jalan depan pasar, Tinah mengungkapkan, semua PKL dapat berjualan melalui paguyuban warga setempat.

 “Jadi kami di pasar sama sekali tidak tahu menahu. PKL berkoordinasi dengan paguyuban,” jelasnya.

Sementara, baik dari Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Caringin melalui Kepala Seksi (Kasi) Pol PP, belum pernah melakukan tindakan tegas sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai penegak Perda Kabupaten Bogor.

** Dede Suhendar