Pemerintah Desa Pasir Mukti, Citeureup, Kabupaten Bogor rutin melaksanakan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) dan pengecekan kesehatan kepada balita dan ibu hamil.
Kepala seksi Pemerintahan Abdul Muthalib mengatakan, Posyandu ini dilakukan keliling di setiap RW dan sekarang jadwalnya di Desa Pasirmukti
“Kita punya posyandu 9 di masing masing wilayah kebetulan sekarang jadwal di Pasir Mukti di desa kita,” ungkap Abdul kepada Jurnal Bogor di ruang kerjanya, Selasa (12/04/2022).
Ia menyebut, kegiatan Posyandu setiap wilayah di 9 posyandu itu sebulan sekali dan targetnya untuk anak-anak dari umur 0-10 tahun.
“Target sasarannya bukan kepada anak-anak saja, melainkan ke lansia dan ibu hamil juga,” ucapnya.
Di Posyandu, kata dia, masyarakat selain bisa melakukan timbang berat badan, juga mendapatkan makanan tambahan.
“Kita cek dari timbangan berat badan, cek darah, lalu diberi vitamin juga dan untuk anak-anak kami beri PMT (Pemberian Makan Tambahan) tetapi karena ini bulan puasa kita gak berikan itu,” bebernya.
Pemerintahan Desa Singajaya membagikan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT – DD) kepada 133 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) sebesar Rp 300.000/ bulan untuk Januari sampai dengan Maret 2022.
Kepala Desa Singajaya H. Lili saat memberikan BLT-DD melakukan arahan bagi para penerima BLT- DD agar menggunakan uang untuk membeli kebutuhan pokok bukan untuk digunakan untuk kepentingan lainnya
.”Uang bantuan ini digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, jangan dipake bayar utang bang emok , apalagi pake beli rokok,” ucap Hj.Lily biasa disapa, Selasa (12/04/22).
Hj Lili meminta penerima bantuan BLT-DD selalu menjalankan aktivitas dengan tetap protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
“Mencegah Covid-19 ini dengan patuhi prokes. Ingat keluar rumah harus gunakan masker,” imbuhnya.
Menurutnya, penerima BLT-DD mendapat Rp. 300,000,00 / bulannya , dan dicairkan untuk 3 bulan terhitung dari Januari – Maret, sehingga KPM langsung menerima sebesar Rp900.000,00 ,” paparnya.
Ia menyampaikan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga miskin yang terdampak Covid-19. Ia juga berpesan agar warga menggunakan uang bantuan ini sesuai dengan peruntukkannya.
“Gunakan uang untuk membeli kebutuhan pokok. Terakhir saya pesan, jangan lupa terapkan prokes dimana pun berada, guna memutus rantai penyebaran Covid 19,” pungkasnya.
Sejumlah siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cendikia Muslim di Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar doa bersama.
Kepala sekolah SMK Cendikia Muslim Awaludin memaparkan bahwa tradisi tahunan mengirimkan doa bersama pada bulan Ramadhan 1443 Hijriah berjalan selama dua pekan kedepan.
Bertempat di halaman sekolah SMK Cendikia Muslim yang diikuti 1200 siswa, tak mau ketinggalan para dewan guru hadir pula di acara tersebut.
“Kegiatan Ramadhan ini diisi dengan penumbuhan di bidang budi pekerti,” ujar Muslim, Selasa (12/4).
Usai melaksanakan Shalat Duha bersama dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan kemudian ditutup rangkain doa bersama.
Di setiap datangnya bulan Ramadhan, tradisi tahunan dengan digelar kegiatan keagamaan kini masih terpelihara di SMK Cendikia Muslim.
Terlebih, kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang bertemakan Milenial Smarttren Ramadhan.
“Dengan ini bisa menumbuhkan nilai – nilai luhur Ramadhan serta penguatan karakter pendidikan dimasa Covid-19,” kata Muslim.
Selama kegiatan berjalan diharapkan seluruh siswa dapat menambah dan memperluas wawasan keislaman. “Semoga dibulan Ramadhan ini bisa meningkatkan juga nilai amaliah. Selain itu, tentu dapat mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta berkesinambungan antara pihak sekolah dengan orang tua murid,” tukasnya.
Proyek pembangunan lahan parkir kendaraan ekspedisi pengangkut air minum galon merk Aqua, di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dikeluhkan warga. Sebab, pembangunan lahan parkir yang dilakukan PT. Balina Agung Perkasa (BAP) tersebut, diduga menutup saluran Daerah Irigasi (DI) Cikereteg-Rancamaya.
Ahmad Rifai Sogiri, warga Kampung Vulkanin, Desa Teluk Pinang menyayangkan adanya penutupan saluran irigasi yang dilakukan pihak pengusaha ekspedisi pengangkut prodak air minum galon PT. Tirta Investama atau Aqua.
“Saya tidak tahu kenapa saluran DI Cikereteg-Rancamaya yang ada dibawah lahan parkir perusahaan ekspedisi itu ditutup,” ungkapnya kepada wartawan, Selasa (12/4).
Rifai panggilan sehari-hari warga Kampung Vulkanin tersebut menjelaskan, keberadaan irigasi yang ditutup, merupakan saluran air dari wilayahnya yang melintas ke Desa Bitungsari hingga Rancamaya Kota Bogor.
“Irigasi ini berfungsi untuk menampung saluran air tadah hujan yang berasal dari perkampungan warga sampai wilayah Kota Bogor,” paparnya.
Rifai kuatir penutupan yang dilakukan pengusaha ekspedisi, bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan bencana alam, terutama terjadinya banjir.
“Kalau saluran irigasi ditutup, nanti air akan mengalir kemana, pastinya akan terjadi banjir. Ini yang saya takutkan,” jelasnya.
Sementara, Dedi Junaedi, pengawas irigasi Kecamatan Ciawi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Irigasi Kelas A wilayah III mengaku, pihaknya tidak tahu adanya penutupan DI Cikereteg-Rancamaya yang berada di Desa Teluk Pinang oleh perusahaan ekspedisi PT BAP.
“Belum ada laporan atau informasi ke kami, baik itu dari pelaksana proyek maupun pihak perusahaan ekspedisi,” akunya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.
H. Alek, perwakilan PT BAP menjelaskan, penutupan saluran irigasi hanya bersifat sementara, karena untuk perlintasan kendaraan saat masuk ke lahan parkir.
“Saluran irigasi ini juga sudah belasan tahun tidak berfungsi,” tukasnya.
Truk pengangkut bata hebel bernomor polisi B 9794 PDE mengalami kecelakaan di Kampung Ciangsana tanjakan RT 01 RW 04 Desa Tapos Satu, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.
Kejadian tersebut terjadi pada pukul 09:30 WIB. Selasa (12/04). Kasi Trantib Kecamatan Tenjolaya Deni Ramdhani mengatakan, truk tersebut tidak kuat menanjak dan mesin truk mati.
“Truk bermuatan hebel tidak kuat menanjak saat akan melakukan pengiriman ke salah satu toko material di dekat lokasi kejadian, secara tiba – tiba mesin mobil mati sehingga menghantam rumah warga yang berada di pinggir jalan, rumah milik warga,” ungkapnya.
Beruntungnya dalam peristiwa tersebut tidak menelan korban jiwa akan tetapi mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
“Alhamdulillah dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, karena kalau tidak salah itu muatan hampir 5 ton, kerugian sebidang rumah dan alat rumah tangga,” jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian dan muspika sedang melakukan evakuasi terhadap truk tersebut dan supir truk sedang ditangani oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
“Saat ini posisinya sedang evakuasi muatan truk dan saat ini ditangani oleh pihak kepolisian,” pungkasnya.
Pemerintah Desa (Pemdes) bersama Muspika Kecamatan, melakukan sidak penjual minuman tuak di Kampung Ciangger, Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Pasalnya, keberadaan usaha minuman tuak tersebut sering menimbulkan keresahan warga sekitar.
“Usaha tuak tersebut sangat menggangu masyarakat terlebih pada bulan Suci Ramadhan ini,” kata salah satu tokoh pemuda Desa Wargajaya, Ganjar kepada wartawan, Selasa (12/4).
Sementara petugas Pol PP mendatangi tempat berjualan minuman tuak tersebut dan menyitanya yang langsung dimusnahkan dengan cara di buang ke saluran air.
“Intinya masyarakat sudah resah dengan keberadaan usaha tuak, dampaknya pada mabuk, kriminal juga,” kata Ganjar.
Sementara Camat Cigudeg Pardi membenarkan, pada prinsipnya kepada semua pihak harus menghormati bulan Ramadhan dan tidak melakukan hal yang buruk atau maksiat.
“Iya benar, karena penjualan minuman tuak perbuatan tidak boleh dilakukan dan bukan hanya di bulan Ramadhan saja tapi seterusnya harus kami berantas bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa WargaJaya Eman Suryatman membenarkan, pihaknya sempat melakukan operasi tuak di wilayahnya, sehari sebelum puasa, karena banyak dampak akibat konsumsi minum tersebut.
“Memang benar, tapi operasi itu mendadak, karena sempat ada warga kami ribut gara-gara pengaruh tuak makanya kami menggelar operasi mendadak,” kata Eman.
Eman mengaku, sejauh ini tidak ada korban meninggal karena tuak, hanya dampak dari tuak sangat meresahkan masyarakat sekitar.
“Yang jelas jami juga bakal menggelar operasi tuak kembali dengan instasi terkait,” katanya.
Seperti diketahui, perwakilan warga dan pemilik usaha tuak membuat surat perjanjian untuk tidak membeli atau menjual tuak selama bulan Ramadhan, dengan dilaporkan langsung kepada desa setempat.
Memasuki pekan kedua Ramadhan 1443 Hijriyah, pasokan sejumlah kebutuhan pangan pokok seperti bawang merah, cabe merah besar dan cabe merah keriting di Kabupaten Majalengka terpantau hijau alias aman. Kondisi aman ini dipicu oleh petani yang mulai panen komoditas tersebut.
”Ketersediaan pangan pokok di kab Majalengka terutama beras, bawang merah, cabe merah cabe rawit, daging sapi, daging ayam pasokannya terpenuhi. Untuk Idul Fitri pasokan aman,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah, Selasa (12/04).
Ia mengatakan pasokannya terutama dari produk petani sendiri karena kabupaten Majalengka merupakan sentra produksi beras, bawang merah, cabe merah, cabe rawit dan daging ayam.
Untuk bawang merah petani bawang merah di sentra pertanaman Lembah Panyaweuyan Kecamatan Argapura segera memasuki panen yang akan berlangsung hingga Juni mendatang. Demikian pula cabe merah baik cabe merah besar maupun cabe keriting serta cabe rawit merah. Dari panen satu hamparan saja seluas kurang lebih 20 hektar, kebutuhan sudah terpenuhi, apalagi jika sudah panen keseluruhan.
Kata Iman untuk komoditas daging sapi selain pasokannya dari produksi sendiri, jika kurang dipenuhi dari daerah lain. Hanya telur dan minyak goreng saja yang kebutuhannya dipenuhi dari daerah lain, itupun sampai saat ini pasokan dinilai cukup lancar.
”Untuk kendala yaitu telur dan minyak goreng dipenuhi dari daerah lain dan koordinasi dengan para distributor ” ujarnya.
Dikatakannya Kabupaten Majalengka juga menjadi penyuplai sejumlah komoditas ke wilayah lain dan itu sudah berjalan melalui mekanisme rantai pasokan pangan.
”Untuk mensuplai ke daerah lain sebenarnya secara alami sudah berjalan melalui mekanisme rantai pasokan pangan ” ucapnya.
Harga Stabil dan Ketersediaan Surplus
Berdasarkan data neraca pangan yang dirilis DKP3 Kabupaten Majalengka pada minggu II April 2022, ketersediaan beras diwilayah ini mencapai 3.074 ton dengan kebutuhan 2.953 ton yang berarti surplus 121 ton rata – rata harga Rp. 11.500/kg. Jagung ketersediaannya 1.765 ton kebutuhan 152 ton, surplus 1.613 harga Rp. 7.400/kg, surplus 64 ton dialami bawang merah, dengan stock 190 ton kebutuhan 126 ton harga Rp. 36.200/kg, cabai merah stock 184 ton kebutuhan 37 ton surplus 147 ton harga Rp. 60.800/kg.
Kebutuhan cabai rawit merah 121 ton sementara stock tersedia 135 ton surplus 14 ton harga rata – rata Rp. 58.300. Komoditas lain yang juga surplus yaitu daging sapi dengan ketersediaan 137 ton dan kebutuhan hanya 13 ton surplus 124 ton. Daging ayam broiler surplus sebanyak 210 ton dengan harga rata – rata di pasar Rp. 39.000/kg.
Meski masih dipenuhi dari wilayah lain ketersediaan telur ayam juga surplus 114 ton harga saat ini Rp. 25.400. Gula dan minyak goreng kemasan masing – masing surplus 126 ton dan 53 ton dengan harga Rp.14.000/kg untuk gula putih dan 24.000/liter untuk minyak goreng. Demikian juga bawang putih surplus 74 ton harga Rp. 34.700/kg.
Untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pangan pokok dengan harga terjangkau pada saat Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah, Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pengawalan dan monitoring disetiap provinsi.
“Petani kita tidak pernah berhenti berproduksi. Tujuannya agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan di pasaran,” Ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP ) Kementan Dedi Nursyamsi belum lama ini menegaskan pemerintah memonitor secara cermat dengan melakukan monitoring dan pengawalan ketersediaan dan harga bahan pangan pokok untuk menjamin stok pangan benar – benar aman. Ia mengakui masih ada 12 komoditas yang rentan dan sensitif terhadap inflasi.
“Ketersediaan pangan erat kaitannya dengan harga. Untuk itu, saat melakukan monitor ketersediaannya perlu dilakukan monitoring harga,” tegas Dedi.
Bayar PBB tidak harus antri lagi. Kini pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Bogor bisa dilakukan melalui aplikasi e-commerce dan dompet digital. Mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Ovo, Gopay, Linkaja, Dana dan lain sebagainya.
Jadi membayar PBB kini semudah belanja online. Selain mudahnya mebayar PBB Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor saaat ini sudah menerapkan E-SPPT ( Sppt elelktronik).
Dengan penerapan sistem online ini, maka jangan heran juga jika Anda tidak lagi menerima SPPT PBB seperti dulu. Sebab SPPT atau Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, tidak lagi dicetak, melainkan bisa diterima dan dilihat melalui email,SMS ke nomor HP masing masing wajib pajak . Untuk bisa mengakses E-SPPT, setiap wajib pajak perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan akun E-Sppt.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui website Bapenda Kota Bogor, http//:bapenda kota bogor.go.id. Atau informasi pendaftaran bisa dilihat melalui chanel Youtube bapenda kotabogor dan Instagram @bapendakotabogor. Bisa juga mengubungi Contact Center di nomor telepon 0251 8350 505 atau melalui WhatsApp 0811 -100-2021. Bagi para wajib yang mendaftar hingga akhir April 2022, akan mendapatkan diskon sebesar 5% dari pajak pokok dan bagi yang memiliki piutang pajak tahun 2013 sampai dengan tahun 2017 diberikan diskon pokok piutang pajak sebesar 20% serta dibebaskan dari denda sampai masa pajak tahun 2021.
“Sebetulnya kebijakan diskon ini sudah kami terapkan sejak Februari 2022 lalu,” ungkap Deni Hendana, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor. Jadi masih ada sisa waktu sampai akhir April, jika berminat mendapatkan diskon bagi para wajib pajak yang mendaftar ke E-SPPT. Hingga awal April lalu, relatif masih banyak wajib pajak yang belum mendaftarkan diri ke E-SPPT.
Menurut Deni, dari total 270.000 wajib pajak, yang sudah mendaftar E-SPPT baru di kisaran 65.000 wajib pajak.“Diharapkan dengan stimulan diskon ini akan semakin banyak wajib pajak yang mendaftarkan diri,” lanjut Deni.
Menurutnya pula, ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari penerapan sistem online. Baik manfaat bagi para wajib pajak maupun bagi sistem pengelolaan PBB. Bagi para wajib pajak, sistem online membuat pembayaran jadi lebih mudah dilakukan. Tidak perlu pergi dan antri di loket-loket pembayaran seperti dulu.
Juga tidak perlu lagi pembayaran dilakukan secara kolektif melalui ketua RT. Di samping itu, privasi data milik wajib pajak menjadi lebih terlindungi, karena SPPT hanya bisa diakses oleh yang bersangkutan. Sedangkan bagi sistem pengelolaan pendapatan pajak daerah, penerapan sistem online lebih memudahkan dan mempercepat proses penagihan.
“Kalau dulu kan penagihan dilakukan melalui SPPT yang diedarkan dengan bantuan para petugas sampai di tingkat Kelurahan, RW dan RT, sehingga waktunya cukup lama bagi SPPT untuk sampai ke para wajib pajak,” jelas Deni.
Ada mata rantai panjang yang perlu dilalui agar SPPT sampai kepada para wajib pajak. Kini dengan menggunakan E-SPPT, tagihan bisa langsung terinformasikan kepada para wajib pajak.Mereka cukup menggunakan handphone dan mengakses E-SPPT. Manfaat lainnya, sistem ini dapat menghindari berbagai kemungkinan kebocoran pendapatan daerah karena sistemnya sudah cashless. Tidak ada lagi uang tunai yang beredar mulai dari wajib pajak sampai ke kas daerah.
Di samping itu, penerapan sistem online telah menghilangkan waktu dan biaya yang diperlukan untuk mencetak SPPT. “Anggaran untuk cetak SPPT selama ini cukup besar, dan sekarang itu tidak diperlukan lagi,” lanjut Deni.
Dengan beragam manfaat itu, E-SPPT menjadi sebuah wujud inovasi Bapenda Kota Bogor yang dapat meningkatkan kualitas kinerja mereka.
Bapenda Kota Bogor menjadi pihak yang pertama menerapkan sistem online dalam pengelolaan PBB di Jawa Barat. Dan menjadi yang pemula diantara sedikit pemerintah daerah lain di Indonesia yang sudah menerapkan, diantaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Penerapan E-SPPT pada dasarnya merupakan salah satu cara untuk menjamin pencapaian target pendapatan daerah melalui PBB. Target tertinggi yang pernah dicapai sejak tahun 2013 barulah sebesar Rp 159 milyar. Tampaknya harapan untuk terus meningkatkan pencapaian itu bisa terwujud.
Pasalnya, ada perubahan signfikan ketika E-SPPT mulai diterapkan. Deni mengungkapkan, dibanding tahun 2021, pencapaian pada periode yang sama di 2021 bisa lebih tinggi.
“Januari tahun 2021, pendapatan PBB baru terkumpul Rp 50 milyar saja, tetapi di Januari 2022 sudah mencapai Rp 56 milyar, ada kenaikan yang cukup besar dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya,” jelas Deni.
Ada banyak cara yang sudah diterapkan Bapenda Kota Bogor untuk bisa mempercepat pencapaian target PBB. Diantaranya, tidak lagi menagih kewajiban bayar PBB di tahun sebelum tahun 2012. Tagihan disampaikan untuk pembayaran terhitung mulai tahun 2013 sampai dengan sekarang.
Ada banyak stimulan lain yang telah diterapkan, yang pada dasarnya bertujuan meringankan para wajib pajak menyelesaikan kewajibannya. Kemudian dalam hal penerapan E_SPPT, jika wajib pajak, karena alasan berbagai hal belum bisa mengakses E-SPPT, maka yang bersangkutan masih bisa datang ke kelurahan masing-masing.
Disana ada petugas kelurahan yang telah disiapkan untuk membantu wajib pajak mengakses E-SPPT, sekaligus mendaftarkan diri ke E-SPPT.
Jadi sebetulnya tidak ada hambatan bagi para wajib pajak untuk segera mendaftarkan diri dan memanfaatkan E-SPPT dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan. Maka segera daftarkan E-SPPT Anda dan dapatkan kemudahan membayar PBB pada channel pembayaran yang telah disediakan. Jika ada cara yang lebih mudah, buat apa pilih cara yang repot? (Advertorial)
Pengasapan, cara tradisional mengeringkan bawang merah menjadi andalan petani disentra pertanaman bawang merah Lembah Panyaweuyan Kecamatan Argapura kabupaten Majalengka. Cara ini dinilai lebih baik dibanding pengeringan menggunakan sinar matahari.
“Kalau dengan dijemur kan keringnya hanya lapisan kulit luar saja terus kalau panen pas musim penghujan dan matahari tidak muncul akan repot. Dengan pengasapan, hama – hama gudang, seperti cendawan, jamur itu tidak ada karena diasap keringnya merata sehingga lebih awet,” ungkap Dede Suad Haeruddin, SP., Seksi sayuran pada Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) Kabupaten Majalengka, Selasa (12 /04/2022).
Selain itu lanjut Dede petani dapat terselamatkan dari harga jatuh saat panen raya karena bawang bisa bertahan disimpan selama beberapa bulan, untuk dilepas ketika harga membaik. Cara inipun tak merubah rasa dan aroma bawang merah.
Kata Dede yang pernah sembilan tahun mendampingi petani setempat sebagai PPL sebelum berpindah tugas ke BPP Kecamatan Sindang, hampir semua petani diwilayah ini memiliki sarana pengasapan.
Pengasapan memerlukan waktu seminggu sejak dipanen. Dilakukan dengan menggunakan rak – rak dari bambu yang dibawahnya diletakan kayu bakar atau sekam didalam tungku yang terbuat dari drum – drum bekas. Untuk mengatur suhu, tempat pengasapan dilengkapi dengan jendela yang dapat dibuka.
”Suhu akan stabil karena ada ventilasi udara sama atap yang tidak rapat,” jelas Dede.
Agar bawang merah kering secara merata perlu dilakukan pembalikan atau pertukaran tempat.
Luasan pertanaman bawang merah di Lembah Terasering Panyaweuyan Kecamatan Argapura mencapai 114 hektar tersebar di empat desa yakni Desa Sukasari Kaler, Desa Sukasari Kidul, Desa Tejamulya dan Desa cibunut dengan produktivitas 10 – 13 ton/ha. Salah satu varietasnya adalah Maja Cipanas varietas lokal yang sertifikatnya hanya dimiliki kelompok tani setempat.
Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, bawang merah dari Kabupaten Majalengka juga diminati oleh wilayah – wilayah lain di Indonesia terutama untuk benih.
Mengenai ketersediaan bawang merah, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR baru baru ini Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut produksi bawang merah surplus dan dapat dipenuhi dari dalam negeri hingga Mei 2022. Dengan begitu, tak perlu ada impor bawang merah.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengajak petani dan penyuluh untuk mengembangkan industri pertanian nasional yang inovatif, berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Jika ingin pertanian maju, majukan dahulu kualitas SDM. Karena SDM yang berkualitas bisa menghadirkan inovasi dan terobosan-terobosan yang dibutuhkan pertanian,” kata Dedi.