31.7 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 926

Serunya Memasak dan Berbagi 2.022 Porsi Takjil Nasi Goreng Kebuli

0

Sebanyak 2.022 porsi nasi goreng kebuli berhasil dibuat dan dibagikan sebagai takjil, bagi warga masyarakat yang berbuka puasa pada Selasa lalu (12/40). Kegiatan itu mewarnai gelaran event bertajuk ‘Berbagi Takjil dan Live Cooking Nasi Goreng Endemi Bumbu Kebuli 2022’. Diselenggarakan Indonesia Chef Association (ICA) BPC Bogor Raya bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor dan berlangsung di dekat Pos Polisi Tugu Kujang.

Suasana begitu riuh dan seru di lokasi ketika ada kegiatan memasak dan mengemas nasi goreng dalam jumlah sebanyak itu. Bunyi peralatan masak dan deru api kompor, seolah beradu dengan bising suara mobil motor yang berlalu di dekatnya. Belum lagi mereka dipacu waktu agar seluruhnya bisa selesai sebelum azan magrib berkumandang.

Kegiatan memasak dilakukan oleh 100 orang  chef dari 400 chef yang tergabung di ICA BPC Bogor Raya. Mereka dibantu para siswa dari SMKN 3 Kota Bogor dan STP Bogor. Suasana memasak menjadi lebih meriah karena Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah turut menjadi chef untuk meracik kuliner khas Timur Tengah itu. Hadir juga Kepala Disparbud Kota Bogor, Atep Budiman dan perwakilan ICA Pusat, Santo.

“Baru kali ini rasanya berbagi takjil pakai nasi goreng rasa kebuli. Biasanya yang kecil-kecil seperti kurma. Ini luar biasa, sangat berterimakasih kepada teman-teman ICA yang berbagi takjil di jantung Kota Bogor,” kata Bima. Ia juga mengapresiasi bantuan dan peran serta berbagai pihak  yang mendukung acara tersebut. Diantaranya Gojek yang telah lama bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor.

Ketua ICA BPC Bogor Raya, Zahakir Haris mengatakan, kegiatan Berbagi Takjil dan Live Cooking Nasi Goreng Endemi Bumbu Kebuli 2022 ini sebenarnya merupakan event berbagi yang berulang dilaksanakan pihaknya. Pertama kali dilaksanakan tahun 2017 dan didukung beberapa pihak seperti  kokita, bumbu masak. Berlanjut tahun 2018 dan 2019. 
Selama dua tahun kemudian, kegiatan ini tertunda karena pandemi Covid-19. Bersyukur tahun ini dapat kembali diselenggarakan dengan memasak nasi goreng bumbu kebuli  2.022 porsi, sesuai angka tahun ini. “Tujuan kami dengan bekal skill memasak, kami ingin bisa berbagi takjil yang targetnya masyarakat sekitar, pejalan kaki dan pengunjung yang mau ke mall dan kedepan nantinya bisa saja kita membuat mie glosor sebagai menu takjil,” ungkapnya.

“Nanti kita juga akan membuat nasi maqlubah sebanyak 300 porsi untuk masyarakat sekitar maupun yang lewat kawasan Tugu Kujang,” lanjutnya. Dipilihnya kawasan Tugu kujang, karena menurutnya kawasan ini merupakan pusat Kota Bogor. “Nantinya sebelum kita mulai, Disparbud sudah menginformasikan tamu yang menginap di hotel, sehingga diharapkan kegiatan ini menjadi destinasi wisata baru karena konsisten akan dilakukan setiap tahun,” paparnya.
Selain itu ICA BPC Bogor Raya juga berencana menggelar Bogor Breakfast Festival dengan membuat nasi soto sebanyak 5.000 porsi. Kegiatan ini mirip dengan yang diselenggarakan ICA sebelumnya dengan  membuat acara berbagi hidangan masakah khas Bogor, seperti  laksa di Botani Square dan toge goreng di BTM dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB).
Sementara itu perwakilan Gojek, Zidni Ilman menuturkan, dukungan pihaknya pada kegiatan ini merupakan lanjutan kolaborasi pihaknya yang telah terjalin dengan Pemerintah Kota Bogor. “Ini kerja sama yang kesekian kalinya, semoga bisa menjaga momentum. Ini juga bagian dari ikhtiar Gojek untuk bisa memberikan sedikit kembali kepada masyarakat membantu meringankan beban masyarakat di bulan Ramadan, harapannya tidak hanya dari sisi perekonomian tetapi juga berbagi hidangan berbuka,” ujarnya. Kebetulan tema kali ini sesuai dengan pilar ketiga yang diusung Gojek, yaitu dampak sosial.

Dukungan kali ini menambah panjang catatan kerjasama yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Bogor dan Gojek. Sebelumnya kerjasama kedua belah pihak terjalin dalam hal menata Kota Bogor. Diantaranya  menghias underpass Jalan Pajajaran sehingga tidak bisa lagi dicoret-coret karena sudah di pasang vertical garden.
Gelaran live cooking dan berbagi takjil kali ini menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Bogor, Atep Budiman, merupakan pelaksanaan salah satu agenda dalam Calendar of Event Kota Bogor 2022. “Alhamdulilah telah berjalan lancar berkat dukungan kerjasama berbagai pihak,” katanya. Ia berharap dukungan serupa dapat diberikan oleh berbagai komponen di masyarakat untuk mendorong suksesnya  seluruh agenda kegiatan yang telah tercantum di Calendar of Event Kota Bogor 2022. Semoga ! (Advertorial)

Tirta Pakuan Peduli Vaksin Booster, Sediakan Diskon Migor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Untuk merangsang warga agar mengikuti vaksin tahap tiga atau booster, maka Perumda Tirta Pakuan membuat terobosan di empat kelurahan seperti di Genteng, Bojongkerta, Kertamaya dan Cipaku, dengan menyiapkan minyak goreng (migor, red) kemasan dengan diskon nyaris 50 persen, dimana per liternya hanya dibanderol Rp15 ribu saja.

“Warga yang sudah divaksin booster di lokasi yang sudah Tirta Pakuan siapkan, akan mendapatkan kupon untuk bisa membeli migor kemasan yang biasanya per liter mencapai Rp25 ribu atau Rp28 ribu. Namun, disini warga cukup membayar Rp15 ribu saja per liternya dengan migor merk Fortune,” jelas Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira, Selasa (12/4/2022).

Masih kata Rino, kegiatan dimulai sejak Senin (11/4/2022). Sementara, dipilih empat kelurahan dulu yang ada di Kecamatan Bogor Selatan.

“Per hari, kita siapkan 100 kupon untuk warga. Dan Alhamdulillah, antusias warga sangat tinggi sehingga bukan tidak mungkin kuota kupon bisa kita tambah jika terus membludak,” kata Rino.

Rino mengatakan, kegiatan ini juga bekerjasama dengan PKK sehingga selain migor yang disiapkan Tirta Pakuan, maka warga juga memperoleh secara cuma-cuma telor serta sayuran.

“Mudah-mudahan, migor serta sembako lainnya ini bisa membantu warga untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, terlebih harga bahan pokok saat ini mulai merangkak naik,” tandasnya. 

Terlihat, di lokasi vaksinasi dosis ketiga, tidak terlihat antrean atau kerumunan. Selain tempat dan lokasi vaksinasi yang luas, penyelenggara juga menempatkan banyak personil sehingga proses vaksinasi tidak sampai menunggu lama, apalagi terjadi antrean panjang.

“Nyaman juga vaksin di tempat yang diselenggarakan Perumda Tirta Pakuan ini. Kemudian, enaknya lagi setelah disuntik vaksin, dapat minyak goreng kemasan yang diskonnya besar,” aku Wati Widowati (37), seorang warga Kelurahan Genteng.

** Handy Mehonk

Bima Arya Pastikan Partainya Cabut Dukungan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Polemik perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024, terus bergulir. Ketua DPP PAN, Bima Arya memastikan bahwa partainya akan mencabut dukungan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode.

Menurut Bima, keputusan itu diambil setelah wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu yang sempat digelontorkan pemerintah hingga menimbulkan demonstrasi besar-besaran.

“Jadi PAN sudah tidak akan mendukung lagi, karena melihat realitas di parlemen, dukungan politik yang minim,” ujar Bima kepada wartawan, Selasa (12/4).

Ia pun menyinggung mengenai sikap PKB dan Golkar. “Kemarin kalau nggak salah Golkar juga sudah mengeluarkan pernyataan juga, praktis sudah tidak ada lagi dukungan politik tentang ini. Ya, jadi isu ini sudah layu,” katanya.

Selain itu, kata dia, realitas di bawah pun masyarakat tak mendukung. Sedangkan keingiman mengamandemen harus menjadi perwujudan keinginan sebagian rakyat, dan yang menjadi pertanyaan adalah rakyat yang mana.

“Bila dari lembaga survei yang kredibel jelas semuanya bahwa sebagian besar mayoritas rakyat termasuk pendukung pak Jokowi tidak menginginkan adanya perpanjangan penundaan pemilu atau bahkan presiden tiga periode,” ungkapnya.

Bima pun menyarakan, bila sebaiknya pemerintah pusat fokus kepada ekonomi recovery. Lantaran, masyarakat kelas bawah tengah kesusahan.

“Minyak goreng masih susah di bawah, harga bahan-bahan pangan cenderung naik, lebih baik kita fokus kesitu. Bila sudah selesai ya sudah, tidak ada kegentingan yang memaksa menurut saya untuk merubah konstitusi itu. Dan saya lihat Pak Jokowi sudah memberikan sinyal itu,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Macet Berjam-jam, Pengendara Terobos Barikade Polisi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ribuan pengendara terjebak kemacetan di sepanjang Jalan Sistem Satu Arah (SSA) lantaran adanya barikade polisi yang mengamankan aksi unjukrasa mahasiswa HMI di depan Istana Kepresidenan Bogor.

Mereka pun nekat menerobos water barrier yang dipasang di Simpang dekat SMAN 1 Bogor.

Usai menerobos, para pengendara pun langsung membunyikan klakson secara sporadis di tengah aksi massa.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Bogor, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meminta agar mahasiswa memberikan jalan.

“Sabar, tahan, petugas silahkan buka pagar kawatnya,” ucapnya.

**Fredy Kristianto

Tawuran Saat Sahur, Delapan Remaja Diciduk

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak delapan remaja yang tengah tawuran di kawasan Loji, Kecamatan Bogor Barat ditangkap Polresta Bogor Kota, Selasa (12/4) dinihari pukul 03.52 WIB.

Dalam kesempatan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa satu bilah parang dari salah seorang remaja yang digunakan untuk melukai lawannya.

“Yang terlibat ada puluhan. Tetapi yang berhasil ditangkap ada delapan orang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Doni Erwanto dalam keterangannya.

Menurut dia, sebelum tertangkap, para remaja ini mengaku memang mengadakan perjanjian dengan calon lawannya untuk tawuran. Aksi tawuran dilakukan menjelang waktu sahur.

“Beruntung, tim kami yang sedang patroli langsung mengamankan mereka saat sedang tawuran,” ucapnya.

Hingga kini, sambung dia, para remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan, polisi juga akan memanggil orang tuanya masing-masing untuk pembinaan.

Ia pun mengimbau, agar orangtua untuk turut memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya terutama pada waktu malam sampai jelang sahur. “Biasanya, mereka janjian tawuran menjelang sahur, sekitar jam 02.00-03.00 WIB,” katanya.

Selama Ramadhan sampai hari ini, polisi telah mengamankan 43 orang pelaku tawuran. Dengan barang bukti berupa sarung yang berisikan batu, tiga buah senjata tajam, lima unit sepeda motor.** Fredy Kristianto

Komisi III Minta Pemkot Perhatikan Kebutuhan Masyarakat

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi III DPRD Kota Bogor, telah selesai melakukan pembahasan Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Bogor untuk tahun anggaran 2021. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Iwan Iswanto secara tegas meminta agar di tahun 2022 ini, Pemerintah Kota Bogor lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat dari sektor pembangunan.

Sebab, berdasarkan LKPJ yang diterima olehnya, program RTLH dinilai belum maksimal dan pembangunan infrastruktur masih belum berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Kami melihat program yang sudah dijalankan ini hanya untuk pencitraan saja, bukan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Makanya kami minta agar pembangunan yang ada di Kota Bogor mulai diratakan di berbagai wilayah, tidak hanya di pusat kota,” kata Iwan, Senin (11/4).

Selain itu, Iwan juga mengaku Komisi III DPRD Kota Bogor, menyoroti perihal pengembangan aplikasi Sosial Integrasi Data (Solid) dan Sistem Administrasi Hibah Bansos Terpadu (Sahabat). Iwan menekankan kepada Diskominfo Kota Bogor, untuk meningkatkan kinerja aplikasi tersebut.

Sebab, berdasarkan laporan yang ia terima dari masyarakat, aplikasi tersebut masih bermasalah dalam hal pendataan dan verifikasi data pencairan serta pendaftaraan program RTLH.

“Pemkot Bogor jangan hanya membuat aplikasi saja lalu lepas tangan. Saya meminta agar aplikasi ini bisa dikembangkan agar masyarakat yang menerima manfaat bisa merasakaan kehadiran aplikasi tersebut,” tegas Iwan.

Untuk itu, hasil rapat pembahasan LKPJ ini, disebutkan oleh Iwan akan dibuat menjadi rekomendasi komisi III dan nantinya akan diserahkan kepada tim Pansus LKPJ agar bisa dirumuskan menjadi rekomendasi bersama DPRD Kota Bogor.** Fredy Kristianto

Mahasiswa Bogor Kembali Demo Turunkan Harga

0

Ada Kepentingan Oligarki

Bogor | Jurnal Bogor

Gelombang unjukrasa kembali terjadi di Kota Bogor, Selasa (12/4). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor menggeruduk Istana Kepresidenan Bogor.

Sebelumnya, mereka sempat melakukan long march dari Jalan Jenderal Sudirman. Tetapi, saat hendak mendekati istana, langkah mereka terhenti akibat barikade kawat berduri polisi.

Ketua HMI Cabang Kota Bogor, Sofwan Ansori mengatakan bahwa kondisi perekonomian negara mengalami kenaikan harga bahan pangan secara menyeluruh, efek tersebut terdampak pada kelangkaan dan mahalnya bahan pangan.

“Kenaikan harga bahan pangan merugikan masyarakat menengah kebawah. Terjadinya kenaikan harga yang signifikan terhadap beberapa kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan bahan bakar minyak,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut dia, disinyalir adanya kepentingan oligarki dibalik kenaikan harga minyak goreng yang  terjadi di Indonesia. “Mengapa demikian? banyaknya pengusaha serta distributor yang menerapkan dua harga berbeda untuk produksi Crude Palm Oil (CPO) serta produk turunannya,” katanya.

Tentunya, kata dia, kebijakan tersebut sangat menguntungkan bagi produsen CPO sehingga lebih memilih menjual minyak sawit untuk biodiesel daripada minyak goreng. Hal tersebut dapat dilihat dari data yang dirilis oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dimana tercatat alokasi CPO untuk kebutuhan biodiesel lebih besar jika dibandingkan untuk konsumsi atau minyak goreng.

“Selain itu juga, terdapat permasalahan berdasarkan penyelidikan pemerintah bahwa pasokan minyak goreng telah sengaja ditimbun oleh oknum produsen dan ddistributor,” katanya.

Kemudian, sambungnya, pengusaha melakukan pemasaran ke luar negeri secara besar-besaran dibandingkan ke dalam negeri. Meskipun dikenakan biaya pajak untuk ekspor. Namun, pengusaha tetap memilih pemasaran ke luar negeri karena harga jual yang lebih tinggi.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Bogor, M Riaz Syafariqi mengatakan, berdasarkan penjabaran tersebut, kenaikan harga minyak goreng juga berdampak terhadap salah satu faktor pendorong inflasi pada Maret 2022.

“Sejak akhir tahun 2021, harga komoditas minyak goreng terus mengalami kenaikan secara signifikan hingga sekarang. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), di tingkat nasional, harga minyak goreng curah pada 29 Desember 2021 hanya Rp 18.400 per liter,” ungkapnya.

Sedangkan, per 8 April 2022, harga komoditas minyak goreng ini menyentuh Rp19.950 per liter. Apabila ditinjau dari aspek perdagangan internasional, kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga (CPO) dunia yang naik menjadi US$ 1.340/MT.

“Namun, selain CPO juga terdapat faktor lain yakni kenaikan harga minyak nabati dunia akibat adanya gangguan cuaca yang menekan tingkat produksi minyak nabati dunia,” katanya.

Ia menjelaskan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan inflasi pada bulan Maret 2022 sebesar 0,66 persen (mttm) sehingga secara tahunan mengalami kenaikan menjadi 2,64 persen.

“Hal tersebut terjadi akibat pemerintah mencabut Peraturan Kementerian Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Harga Eceran Tertinggi. Sementara itu, deflasi pada bulan Februari sebesar 0,02 persen (mtm) juga dipengaruhi harga minyak goreng yang mengalami deflasi -0,11 persen,” jelasnya.

Hal ini, kata dia, disebabkan adanya kebijakan harga minyak goreng satu harga, minyak goreng curah Rp11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter. Kemudian, pada April 2022 pemerintah akan memberikan bantuan untuk 3 bulan sekaligus yaitu April, Mei, dan Juni yang dibayarkan di muka pada bulan April 2022 sebesar Rp 300.000.

“Menurut Katadata, kenaikan harga komoditas, seperti minyak brent, gas alam, CPO, batubara, dan nikel disebabkan oleh terbatasnya tenaga kerja, adanya gangguan cuaca di beberapa lokasi produksi komoditas, invasi Rusia terhadap Ukraina, dan permintaan komoditas energi dan pangan meningkat di tengah pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Berdasarkan analisis menggunakan teori ekonomi permintaan dan penawaran, dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga komoditas berkorelasi positif terhadap permintaan dan penawaran yang ada.

“Pusat Penelitian Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI mengeluarkan isu sepekan bidang ekonomi dan kebijakan publik yang berisi tentang kenaikan harga (CPO) akibat permintaan CPO dari China untuk pengembangan bahan bakar biodiesel dan permintaan konsumsi masyarakat Indonesia setelah pandemi, sedangkan pasokan CPO dari Malaysia terbatas. Pada teori ekonomi supply and demand, ketika permintaan melebihi penawaran, maka harga akan melonjak,” bebernya.

Persoalan kenaikan harga bahan pangan tidak terlepas dari adanya polemik isu penundaan masa jabatan presiden tiga periode. Penundaan tersebut, diinisiatori secara langsung oleh lingkaran istana dan partai-partai besar di Indonesia. Secara data survey yang dirilis oleh litbang kompas menyatakan bahwa 66,7 persen masyarakat penundaan pemilu adalah kepentingan politik.

“Secara tegas harusnya Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk tidak membuat gaduh dalam mewacanakan isu tiga periode tersebut, karena perkembangan perekonomian dalam negeri sedang mengalami kesulitan untuk bangkit,” ucapnya.

“Kenaikkan harga bahan pangan dan pokok juga bersinggungan dengan kebijakan kementerian keuangan dalam meningkatkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen ke 11 persen. Kebijakan kenaikan PPN diawal bulan April memberikan dampak terhadap harga bahan pokok nasional dan masyarakat menengah kebawah yang kesulitan dalam mendapatkan bahan pokok,” katanya.

Ia menegaskan bahwa jeritan rakyat menengah kebawah terlihat jelas dengan adanya antrian panjang dalam mendapatkan minyal goreng dan kebutuhan pokok.

9 Tuntutan HMI kepada Jokowi:

1. Menuntut pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok
2. Menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas mafia minyak goreng
3. Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi program Bantuan Langsung Tunai (BLT)
sebagai solusi untuk kelangkaan minyak goreng dengan menggunakan program subsidi.
4. Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi distribusi pangan di setiap daerah.
5. Menuntut dan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
6. Mendesak Presiden RI untuk menindak tegas bagi para pejabat publik atau elit-elit politik yang mengusulkan perpanjangan masa jabatan presiden karena telah membuat kegaduhan di kalangan masyarakat.
7. Mendesak Presiden untuk mencabut kebijakan pemerintah terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% karena akan semakin membebani ekonomi masyarakat.
8. Mendesak presiden untuk tidak memprioritaskan pembangunan ibu kota baru negara dan fokus pada pemulihan serta percepatan perekonomian pasca pandemi.
9. Meminta pemerintah untuk tidak terus memperbesar hutang negara.

** Fredy Kristianto

Harga Minyak Goreng Curah Lampaui HET

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Menteri Perdagangan (Mendag), Jerry Sambuaga mendatangi Pasar Bogor pada Selasa (12/4). Dalam kesempatan itu, ia masih menemukan harga minyak goreng curah masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Masih ada beberapa harga yang ada selisih dengan HET. Kami akan coba pastikan agar kedepannya sesuai HET Rp14 ribu per liter dan Rp15.500 per kilogram,” ujarnya kepada wartawan.

Ia mengatakan, rata-rata oedagang masih menjual minyak goreng curah Rp16 ribu ke atas. Atas dasar itu, ia meminya agar Pemkot Bogor memastikan harga yang dijual distributor bisa terjangkau masyarakat dan sesuai HET.

“Harga masih ada selisih Rp500 dari HET yang telah ditentukan. Ini menjadi catatan kami untuk memastikan ke depannya alur distribusinya tertata baik,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan komunikasi dengan distributor agar menjual minyak goreng sesuai HET.

“Kami akan melakukan pemantauan setiap hari, agar harga minyak dapat sesuai HET,” tandansya.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, M Sarmuji mengatakan, jika pihaknya melihat ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti bahan pangan terigu

“Kenaikannya 2000 per kilogram. Jadi ini kenaikan yang signifikan.
Kalau bahan yang lain naik. Itu ada faktor, seperti daging harganya naik sedikit ada juga harganya yang turun. Mungkin jumlah stok nya melimpah,” katanya.

Politisi Golkar ini menyebut, bila kenaikan harga terigu harus diantisipasi, karena permintaan terigu jelang Lebaran akan melonjak.

“Karena masyarakat akan banyak yang membuat kue dan lain sebagainya,” imbuhnya.** Fredy Kristianto

Banyak Wilayah Minim Penerangan, Sulaeman Pertanyakan Program Bogor Caang

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor

Program Bogor Caang yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dipertanyakan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor. Pasalnya, anggaran yang diajukan Pemkab, dalam hal ini Dinas Perhubungan, menurun dibanding tahun sebelumnya.

Sulaeman

“Banyak titik jalan yang minim penerangan, seperti di wilayah Bogor Timur, ujung Bogor Barat dan beberapa wilayah di perkotaan juga masih ada yang minim penerangan,  tapi anggaran malah semakin mengecil,” ucap Sulaeman, Selasa (12/4).

Anggota Badan Anggaran DPRD ini menyarankan agar Pemkab serius menjalankan program pembangunan. Menurutnya, minimnya penerangan di jalan Kabupaten Bogor berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

“Jalan yang gelap berpotensi pada kecelakaan dan tindak kejahatan. Ditambah lagi banyak jalan yang rusak,” tambahnya.

Ia menuturkan, saat ini banyak tindak kejahatan maupun tawuran warga di titik yang minim penerangan.

“Tahun lalu anggaran untuk perawatan PJU senilai 8,5 miliar, tahun ini malah hanya 1,5 miliar,” ucap politikus PKS dari Dapil II ini.

Oleh karena itu pihaknya mendorong agar Pemkab bisa menyesuaikan kebutuhan anggaran melalui anggaran perubahan. Ini demi berjalannya program yang dicanangkan Pemkab, juga keselamatan bagi warga.

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya menyampaikan apresiasi atas respons Dinas Perhubungan yang telah melakukan perbaikan PJU di beberapa titik di Jonggol.

“Terima kasih atas responnya, semoga titik lain pun mendapat penanganan yang cepat pula,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tunanetra di Yayasan Cahaya Al Anshor Rajin Tadarus dengan Alquran Braille

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Keterbatasan penglihatan tidak menghalangi sejumlah tuna netra di Kabupaten Bogor untuk melaksanakan tadarus Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan ini, Mereka masih bisa bertadarus dengam menggunakan Alquran Braille.

Dedi Supriyadi

Sembilan tunanetra dan satu Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ)  di Yayasan Cahaya Al Anshor di Kampung Pasirangin, Desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup, tampak tekun saat bertadarus menggunakan Al-Qur’an braille. Mereka terlihat menghubungkan jari-jari tangan untuk meraba ayat-ayat Al-Qur’an.

Kepala Yayasan Cahaya Tunanetra, Dedi Supriyadi mengatakan bahwa kemampuan penerima manfaat beragam, ada yang sudah bisa membaca tulisan braille namun ada pula yang belum bisa.

“Kalau dirata-ratakan,  disini kebanyak yang belum bisa baca makanya ada pelatihan khusus baca tulis Al-Qur’an Braille, ada guru tersendiri,” katanya kepada Jurnal Bogor , Selasa (12/4/22).

Menurutnya, pada bulan Ramadhan ada waktu khusus untuk tadarus Al-Qur’an, yakni usai shalat Ashar dan Tarawih.

“Pagi shalat sunah, setelah itu menjemur badan, kemudian shalat Dzuhur. Selain itu, disini ada kegiatan merajut yaitu membuat kain lap yang dijual 10.000 untuk satu kain lapnya, dan itu untuk penghasilan mereka pribadi kita tidak ambil apapun, dan itu uang bersih diluar yang kita tanggung,” jelas Dedi.

Ditempat yang sama, salah satu tunanetra Rizky mengatakan, dia sudah 2 tahun dan bisa mengajarkan kepada sesama santri.

“Saya mondok sudah 2 tahun, saya dari Cisarua r, dibulan Ramadhan ini kita bertadarus menggunakan braille, Alhamdulillah walaupun agak susah lama-lama kita bisa,” ucapnya semangat.

** Nay /wisnu