30 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 898

Kelompok Tani Diharuskan Terdaftar di Simluhtan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Para petani yang ada di wilayah Kecamatan Jonggol dan Sukamakmur diminta untuk mendaftarkan kelompok taninya agar dapat dimuat dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan).

Kepala UPT Pertanian Wilayah X Jonggol Akhmat mengatakan, Simluhtan itu memiliki peran sangat  penting dalam memberikan data secara lengkap mengenai jumlah petani dan kelompok tani.

“Perlu diketahui sekarang ini, seluruhnya berbasis dengan data, sehingga apabila kelompok tani tidak terdaftar dalam Simluhtan, maka  kelompok ini tidak bisa mendapat bantuan guna untuk menunjang produktivitas pertaniannya,“ papar Akhmat  kepada Jurnal Bogor, Senin ( 30/05/22).

Ia menambahkan dari data yang kami himpun saat ini tidak semua petani memiliki kelompok tani dan terdaftar di Simluhtan sehingga untuk  kedepannya  para petani  diharapkan  aktif membuat dan mendaftarkan kelompok taninya.

Dengan diterapkannya penggunaan Simluhtan dapat mempermudah  untuk melakukan proses verifikasi dari  para petani yang terdaftar melalui kelompok tani, agar tidak ganda atau terdaftar  kelompok tani lainnya.

“Petani bisa mendaftarkan kelompoknya melalui UPT atau kepada petugas yang sudah ditunjuk  yang  tersebar di tiap-tiap kecamatan. Hal ini bertujuan  untuk  mempermudah para petani yang sudah masuk kita lakukan verifikasi lagi agar valid,” pungkasnya.

** Nay / Ramses 

Aston Sentul Hadirkan Menu Khusus “Little Tokyo”

0

Sentul | Jurnal Inspirasi

Jepang, Negeri Sakura yang punya berbagai macam aneka kuliner khas, memiliki tempat tersendiri bagi pecinta kuliner di Indonesia. Nah, bagaimana kalau negara yang memiliki Ibu Kota Tokyo ini ada di Indonesia?

Aston Sentul Lake Resort & Conference, sebuah Hotel yang berada di bawah naungan Archipelago Group. Dengan brand bergaya modern & menjadi salah satu resort terkemuka dengan lokasi yang hanya 15 menit dari Bogor dan 50 menit dari Jakarta, menghadirkan promo menu makanan dan minuman dengan citarasa Jepang dalam program bertajuk “Little Tokyo” sepanjang bulan Mei hingga Juni 2022.

“Mulai dari Sushi Moriawase, dengan harga Rp 145,000++, mempunyai aroma dan cita rasa yang sangat mengugah selera makan. Jelas Widayat Partorejo, Food & Beverage Director. Terdiri dari bahan-bahan yang segar seperti; kulit nori, crabstick, jahe merah, mayonnaise, tobiko, homemade mentaiko sauce dan lainnya.

Sedangkan Japanese crispy prawn dengan harga Rp 160,000++, menggunakan pilihan bahan-bahan yang segar, serta hidangan ini dapat memberi manfaat untuk membantu menjaga kesehatan tubuh kita. Seperti udang, telur, tepung terigu, kecap asin, sake manis dan lainnya”.

“Bverage / minuman Kiiroo Passion juga disiapkan, dengan rasa manis dan asam dengan campuran buah markisa, ceri maraschino, jeruk, passion syrup serta air soda. Tersedia setiap hari, disajikan secara a la carte dengan harga Rp.50.000++. Tambah – Indri Hapsari, Marcomm Manager”.

**mehonk

UPT Pengelolaan Sampah Wilayah 2 Jonggol Kekurangan Truk Sampah

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

UPT Pengelolaan Sampah wilayah 2 Jonggol  mengakui masih  kekurangan armada pengangkut sampah sehingga banyak sampah bercecer di tempat pembuangan sementara (TPS) di pinggiran jalan sampai di pinggiran kali.

Eming Sutisna

Kasubag TU UPT PS 2 Jonggol Eming Sutisna mengatakan, untuk saat ini UPT Jonggol hanya memiliki  30 unit truk sampah dan yang satu truk kondisinya sudah rusak parah dan tidak layak dioperasionalkan. Padahal idealnya UPT PS 2 Jonggol harus mempunyai minimal 40 truk sampah.

“Idealnya UPT memiliki armada lebih banyak dari jumlah armada saat ini, minimal 40  truk,” ujar Eming Sutisna kepada Jurnal Bogor, Senin (30/05/22).

Ia menjelaskan dengan jumlah armada saat ini, 29  truk sampah, masih butuh minimal 10 armada  untuk  melayani 6 kecamatan dan hal itu baru bisa ideal dalam pelayanan.

“Dengan jumlah 29  truk sampah, penambahan 10 armada truk juga harus diimbangi dengan memperbanyak petugas kebersihan,” bebernya.

Menurutnya, kondisi saat ini masih jauh dari angka ideal dalam pengadaan truk sampah. Kondisi ini, menjadi penyebab banyak sampah berceceran  di Kecamatan Jonggol dan sekitarnya sehingga hal itu menjadi salah satu menjadi penyebab banyak tumpukan sampah. 

“Sisa sampah yang tidak terangkut, ada juga yang masuk melalui bank sampah. Namun masih ada saja masyarakat yang buang sampah ke kali dan ke TPS liar,” pungkasnya.

** Nay / Ramses 

Siswa Binaan IndiHome, Gideon Badminton Academy Wakili Indonesia pada Kejuaraan Turkey Junior Championship 2022

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Siswa binaan IndiHome Gideon Badminton Academy (IGBA) kembali menorehkan prestasi dan akan bertanding di kancah Internasional, yakni Turkey Junior Championship.

Sebelumnya, para atlet muda ini telah bertanding pada “The Second Pulau Intan Home Tournament Single Junior U-17 South Jakarta Region 2022”. Pertandingan ini berlangsung pada Sabtu & Minggu 21-22 Mei 2022 dan dihadiri oleh peserta atlet dari seluruh klub badminton yang ada di Jakarta Selatan, setelah sebelumnya berhasil lolos pada kualifikasi di babak utama.

Kualifikasi ini telah berlangsung sejak tahun 2021, dimana sebanyak 25 putra dan 18 putri peserta yang lolos kualifikasi dari tahun 2021 selanjutnya akan maju ke turnamen tahap 2 “The Second Pulau Intan Home Tournament Single Junior U-17 South Jakarta Region 2022”.

Pertandingan dalam turnamen ini hanya diperuntukkan untuk kategori tunggal putra dan putri dan berhasil diraih oleh atlet IndiHome Gideon Badminton Academy baik untuk juara 1, baik putra maupun putri. Siswa binaan IndiHome Giedon Badminton Academy yang berhasil menorehkan prestasi antara lain Muhammad Ibrahimnauvic R. Sopyan (Juara 1) dan Kevin F Santoso (Juara 3). Sementara untuk tunggal putri, pemenang diraih oleh Ardini Cantika Putri (Juara 1) dan Malyaraisa Andaradigdo (Juara 4).

Peraih juara pertama akan di kirim untuk mewakili Indonesia di kejuaraan Turkey Junior Championship pada Oktober tahun 2022 yang akan datang. Untuk tahun ini kalender kejuaraan resmi sudah berlangsung dan berjalan sesuai kalender Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan akan banyak atlet atlet IndiHome Giedon Badminton Academy (IGBA) yang akan mengikuti kejuaraan untuk meraih podium juara di tingkat Nasional untuk bersaing dengan klub besar di seluruh Indonesia.

Tentang IndiHome

IndiHome sebagai layanan fixed broadband terkemuka milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyediakan tiga layanan utama, yaitu Internet, Telepon dan TV Interaktif. IndiHome adalah market leader layanan fixed broadband nasional dengan jumlah pelanggan mencapai lebih dari 8,6 juta hingga akhir 2021. IndiHome telah menjangkau 498 dari 514 kota/kabupaten, bahkan 10 pulau terluar di Indonesia, yaitu Pulau Bintan, Karimun, Kei, Alor, Simeulue, Weh, Sebatik, Rote, Sabu dan Nusa Penida). Serat optik IndiHome membentang sejauh 170.885 kilometer dari pusat kota hingga desa-desa terpencil di seluruh nusantara atau setara dengan 4 kali keliling bumi. Menyediakan berbagai pilihan konten menarik mulai dari layanan TV Interaktif, Minipack Channel TV, add-on, 11 OTT partner antara lain Netflix, Disney+ Hotstar, Vision+, VIU, CATCHPLAY+, MOLA, Vidio, WeTV, Lionsgate Play, HBO Go, dan Gameqoo. Selain itu, IndiHome juga memiliki jumlah channel terbanyak hingga mencapai 238 channel yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut tentang IndiHome kunjungi www.indihome.co.id.

**prast/rls

BPJS Kesehatan Cibinong Ajak NGOPI untuk Sukseskan Program JKN-KIS

0

Cibinong | Jurnalinspirasi

BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Kabupaten Bogor kembali menggelar Ngopi (Ngobrol Program Terkini) JKN bersama pekerja jurnalis dari media di wilayah Kabupaten Bogor.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cibinong, Ondrio menuturkan, kegiatan ini terselenggara selain untuk menyebarluaskan informasi terkait pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) juga bertujuan untuk meningkatkan dan mempererat hubungan komunikasi dengan para insan pers.

“Sebagai jembatan informasi untuk masyarakat, awak media mengambil peran penting dalam menyukseskan Program JKN-KIS dalam menyebarluaskan informasi,” kata Ondrio dalam sambutannya bertempat di Cafe Payung Hujan, Pakansari, Cibinong, Senin (30/5/22).

Menurutnya, sinergitas seluruh pihak diperlukan termasuk dengan para insan pers. Informasi Program JKN-KIS terkait alur layanan, program terkini dan inovasi kemudahan layanan dari BPJS Kesehatan harus diinformasikan secara menyeluruh kepada masyarakat.

“Sinergitas yang baik diperlukan untuk menyukseskan Program JKN-KIS bukan hanya dengan institusi, namun seluruh penduduk Indonesia termasuk para insan pers. Persamaan pemahaman dan pemerataan informasi dalam menjalankan Program JKN-KIS perlu dilakukan. Program JKN-KIS yang termasuk salah satu program strategis nasional dari pemerintah ini perlu dukungan dari seluruh pihak,” terang dia.

Ia melanjutkan, pada kesempatan yang sama BPJS Kesehatan Cabang Cibinong juga menyampaikan kanal layanan informasi salah satunya petugas BPJS Siap Membantu (SATU) di rumah sakit.

“Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) dan kanal layanan digital aplikasi Mobile JKN,” tambahnya.

Masih ditempat sama, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta (KPP) BPJS Cabang Cibinong, Betty Ully Indria Parapat menambahkan, jika BPJS Satu ditugaskan di rumah sakit merupakan termasuk upaya BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

“Bila peserta JKN-KIS yang berobat di rumah sakit membutuhkan informasi terkait layanan Program JKN-KIS atau pun menyampaikan keluhan atas pelayanan yang didapat selama berobat bisa disampaikan kepada petugas BPJS Satu,” tutur Betty.

Lebih lanjut ia memaparkan, untuk informasi berupa foto dan nomor telepon petugas BPJS Satu di rumah sakit dapat dipastikan tersedia di beberapa titik pada rumah sakit. Petugas BPJS juga akan, senantiasa membantu baik dengan memberikan penjelasan informasi JKN-KIS maupun membantu menyelsaikan keluhan peserta.

Betty juga mengutarakan, kepada seluruh lapisan masyarakat harus terinformasi dengan baik dan memiliki kesamaan pemahaman dalam melaksanakan Program JKN-KIS. Pasalnya, tambah Betty, asas gotong royong dan yang sehat membantu yang sakit harus dimaknai dengan rutin membayar iuran setiap bulan.

“Kegiatan ini terselenggara atas sinergi BPJS Kesehatan dan awak media sebagai fungsi menyebarluaskan informasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan Keuangan pada BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Dian Sri Rahayu mengungkapkan, terkait informasi pembayaran cicilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat atau dikenal dengan program REHAB. Dimana, peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau dikenal peserta mandiri yang belum membayar iuran lebih dari 3 bulan dapat memanfaatkan Program REHAB.

“Pendaftaran program dapat melalui aplikasi Mobile JKN atau Care Center 165, sehingga peserta dapat merencanakan pembayaran bertahap atau cicilan sesuai kemampuan membayar,” ucapnya.

Selain itu, kata Sri, optimalisasi layanan digital juga terus dilakukan salah satunya pemanfaatan aplikasi Mobile JKN.

Baginya, dengan aplikasi tersebut peserta dapat melakukan perubahan data secara mandiri, daftar antrean online sebelum datang berobat ke fasilitas kesehatan, melakukan screening kesehatan, mendapatkan KIS digital untuk berobat tanpa harus membawa kartu fisik.

“Dan masih banyak menu yang dapat memudahkan pelayanan peserta,” tukas Kabid Sri.

** Nay Nur’ain

Problematik Sampah Plastik

0

Sampah yang dihasilkan di Kota Bogor diperhitungkan mencapai 600 ton per hari. Jumlah itu terdiri dari sampah organik dan bukan organik. Dalam jumlah cukup banyak, diantara sampah bukan organik,  adalah sampah plastik. Inilah jenis sampah yang terus menimbulkan problema, karena plastik adalah material yang sulit ditangani ketika sudah menjadi sampah.
Untuk menekan terus bertambahnya  sampah plastik, pada tahun 2018 Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota nomor 61, tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Sejak itu seluruh swalayan dalam skala besar dan kecil tidak lagi memberikan kantong plastik kepada mereka yang berbelanja. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bogor terus membina operasional TPS 3R yang kini sudah berjumlah 29 unit. Seluruhnya telah berperan membantu menangani sampah skala lingkungan. Termasuk mengelola sampah organik dan non organik

Begitu pula dengan keberadaan bank-bank sampah yang terus didorong aktif di lingkungan RT dan RW. Lembaga ini adalah lembaga mandiri masyarakat yang berupaya mengumpulkan sampah bukan organik yang terdiri dari jenis logam, plastik, kertas dan kaca. Kini jumlahnya sudah mencapai sekitar 360 unit. Untuk membantu upaya bank-bank sampah, telah didirikan pula bank sampah induk yang berlokasi di lingkungan kantor DLHK Kota Bogor di Jalan Paledang.
Itulah unit yang menampung setoran sampah non organik dari bank-bank sampah dalam jumlah rata-rata sekitar 1,5 ton per hari. Selain itu, DLHK Kota Bogor saat ini juga sedang bekerjasama dengan WWF untuk menangani sampah-sampah plastik yang terbuang dan belum terjaring oleh TPS 3R maupun bank sampah.

Selain ada pihak yang terus berupaya mengurangi timbulan sampah plastik. Di pihak lain juga ada pihak yang terus berupaya memanfaatkan  sampah plastik dalam proses daur ulang. Mereka adalah perusahaan-perusahaan pengelola produk daur ulang sampah plastik. Kebutuhan mereka cukup besar.  Ada yang membutuhkan 2-5 ton per hari. Bahkan konon ada pula yang memerlukan sekitar 100 ton per hari. Tetapi kebutuhan tersebut relatif tidak mudah dipenuhi.

Dalam pandangan Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Bogor, Setiawati, sulitnya memenuhi kebutuhan sampah plastik, lebih diakibatkan sistem pemilahan sampah yang masih perlu terus dibenahi. “Banyak masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah organik dan non organik di rumah masing-masing,” ungkapnya. Padahal kalau sudah biasa dipisah di hulunya, lebih mudah sampah plastik diperoleh.
Oleh karena itu pihaknya terus melakukan sosialisasi, mengajak masyarakat terbiasa memilah sampah. Tidak hanya di lingkungan warga – sampai kemudian terbentuk bank-bank sampah – melainkan juga di unit-unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.  Mereka yang sudah menyadari dan memahami nilai ekonomis sampah, saat ini memang sudah bergerak mengelola sampah dengan memilah jenis sampah. Bahkan mencari sampah dan mengambil banyak manfaat darinya.

TPST 3R Perumahan Mutiara Bogor Raya, Katulampa, menjadi salah satu pihak yang telah membuktikan hal tersebut. Saat ini mereka menampung dan mengelola sampah yang berasal dari 900 rumah warga di 3 RW.  Setiap hari rata-rata mereka menjemput 1,2 ton sampah rumah tangga, kemudian mengelolanya di TPS yang berlokasi di kawasan perumahan tersebut.
Pengelolaan dimulai dengan memilah sampah organik dan bukan organik. Dari hasil pemilihan, rata-rata ada sekitar 700 kg sampah organik, 300 kg sampah bukan organik bernilai ekonomis dan 200 kg sampah bukan organik yang tidak bernilai ekonomis. “Itulah yang kami sebut residu dan kami serahkan pengelolaannya ke TPA,” ungkap Sulis, salah seorang pengurus dan penggerak TPST 3R MBR. Proses pengelolaan melibatkan belasan tenaga kerja yang digaji pengurus.

Sampah organik, terutama sisa makanan, sayuran dan buah-buahan seterusnya dimanfaatkan menjadi bahan pakan magot. Jenis seperti dedaunan dan ranting pohon dimanfaatkan menjadi bahan kompos, “Karena untuk menjadi kompos yang layak sebagai pupuk, kami menyetorkannya ke produsen pupuk kompos,” lanjut Sulis,
Sedangkan sampah bukan organik, termasuk plastik, dihimpun untuk kemudian mereka jual ke pengepul. Diantaranya seperti kardus, kertas, besi rongsok dan plastik bekas gelas minuman kemasan bening yang harganya tergolong tinggi. Menurut Sulis harga gelas air minum kemasan bekas,  bisa mencapai kisaran  10-13 ribu rupiah per kilo. Bahkan ada yang nilainya termasuk mahal, yaitu botol bekas parfum sekitar Rp 75,- ribu per botol, botol bekas bir Rp 25,- ribu per botol dan compack disk Rp 5,- ribu per keping
Tidak semua  jenis plastik bernilai ekonomis dan bisa dijual ke pengepul. Itulah plastik bekas kemasan detergen, minyak, kecap, kopi dan sejenisnya.  Jenis sampah plastik itulah yang tergolong sebagai residu, termasuk juga sampah seperti styrefoam, pampers, sachet minuman. Belakangan muncul jesnis sampah residu baru, yaitu pasir kotoran anjing atau kucing peliharaan. “Jumlahnya cenderung semakin banyak, bisa satu karung per hari,” kata Sulis.
Adanya jenis-jenis sampah plastik yang tidak bernilai ekonomi, menurut Sulis menjadi sebuah masalah. “Kedepan kita memerlukan inovasi teknologi yang bisa menjadikan sampah plastik jenis seperti itu untuk bisa dimanfaatkan,” lanjut Sulis. Itulah sebuah harapan yang bisa menjadi sebuah solusi untuk menjadikan setiap jenis sampah plastik bisa didaur ulang atau dimusnahkan. (Advertorial)

Menarik Wisatawan, Goa Gupak Miliki Telaga

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Telaga air di dalam lereng bukit Goa Gupak yang berada di Kampung Cibentang, Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor menjadi kunjungan para mahasiswa dari Fakultas Geografi, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Indonesian (UI) Depok, belum lama ini.

Para mahasiswa yang didampingi dosen geografi mereka melakukan kegiatan kuliah lapangan. dengan tema utama ‘Penelitian di Desa-desa Perbatasan’.

Dosen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Dr. Taqiyuddin menyatakan, keberadaan telaga air tersebut berada di dalam goa yang tampak dari depan berukuran dua kali dua meter. Namun saat sudah masuk kedalam cukup luas dan lokasinya berada ditengah-tengah lereng bukit yang terbilang curam dengan ketinggian sekitar 450 sampai 500 meter di atas permukaan laut (MDPL).

“Keberadaan telaga air di dalam bukit batuan sedimen (batu lempung) yang mengeras dari jutaan tahun lalu itu memang cukup unik dan memiliki potensi wisata,” ujarnya.

Menurut Dr. Taqiyuddin, potensi wisata tersebut terlihat saat dirinya datang ke lokasi tersebut guna mendampingi mahasiswanya yang sedang melakukan penelitian di beberapa desa yang berada di wilayah Kecamatan Jasinga, dimana potensi yang ada diantaranya joging trek sepeda.

“Kebetulan kita sedang melakukan penelitian di desa-desa perbatasan, kita kesini melihat potensi dan juga ingin tahu kadar air yang ada di kubah goa Gupak ini. Untuk potensi wisata dari kondisi alamnya sendiri sebenarnya cukup mendukung, seperti ditambah penyediaan jalan buat joging trek sepeda misalnya,” ungkapnya

“Dan intinya, tinggal bagai mana masyarakat mau menggarap dan membuat konsep wisatanya, dan tentunya dukungan dari peran pemerintah juga, sebab bicara potensi yang ada di Desa Wirajaya ini cukup ada,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Yahya Afandi (23) warga Kampung Cibentang RT 02 RW03, Desa Wirajaya yang turut mengantar ke lokasi tersebut menyampaikan, dia mengetahui goa tersebut saat masih duduk di sekolah dasar.

“Waktu kecil kami sering kesini maen, masuk dan mandi didalam, bahkan ketika masa pembagian raport sekolah masih inget kesini juga,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yahya memaparkan, terkait orang-orang yang pernah datang ke lokasi tersebut terbilang belum banyak meski pernah ada yang berkunjung dari luar daerah seperti Banten dan Solo, namun rata-rata yang datang ke lokasi tersebut kebanyakan mahasiswa.

“Dari Solo pernah dan Banten pernah kesini, rata-rata sama mahasiswa sih yang datang. kalo cerita-cerita rakyat sendiri paling saya pernah dengar dari orang tua kalau disini itu penghuninya ular besar, dan katanya tempat ini juga dulu untuk sembunyi warga maupun tentara ketika zaman Jepang dan Belanda,” pungkasnya. 

** Andres

Banyak Jalan Rusak di Botim, Achmad Fathoni: DPUPR Tunjukan Empatimu!

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor 

Banyaknya jalan Kabupaten Bogor di wilayah Bogor Timur  yang belum tersentuh perbaikan maupun perawatan menjadi bahan perbincangan warga. Pasalnya, Bogor Timur saat ini sedang gencar – gencarnya berjuang untuk pemekaran, PAD yang cukup tinggi dihasilkan Kabupaten Bogor sebagian besar berasal dari wilayah Bogor Timur. Namun tidak sepadan dengan kondisi yang dialami warga di wilayah PAD tinggi tersebut.

Achmad Fathoni

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni pun sangat prihatin dengan kondisi ini karena infrastuktur menjadi salah satu pelayanan penting untuk masyarakat dan menjadi urusan pelayanan dasar dan wajib dilakukan.

“Salah satu penyebab rusak parahnya infrastuktur jalan di Bogor Timur ialah karena terjadinya recofushing saat pandemi kemarin , yang sangat disayangkan pertimbangan mana yang menjadi recofushing dan di-cancel itu menurut saya banyak ketidaktepatan.”

“Disinilah saya sudah pernah menyampaikan bagaimana prioritas Pemda (SKPD) dalam menentukannya karena kenyataannya banyak jalan rusak yang sejak tahun 2019 sudah masuk usulan sampai sekarang belum juga dikerjakan sehingga karena lama dibiarkan pada akhirnya mengalami rusak berat,” papar Fathoni, Aleg yang berangkat dari PKS tersebut kepada Jurnal Bogor, Minggu (29/05/22).

Menurutnya, untuk langkah perbaikan dan menunjukan perhatian terhadap keluhan masyakat, dia mendorong dan mengharap DPUPR bisa menyegerakan pengerjaan infrasturktur yang sudah ditetapkan masuk APBD 2022 dan meminta segera hentikan penderitaan rakyat dengan menyegerakan perbaikan dan peningkatan jalan yang sudah lama rusak agar rakyat cepat merasakan hasil pembangunan.

“Saya minta DPUPR menunjukan empati dan keberpihakan kepada masyarakat banyak dengan menyegerakan pekerjaan yang sudah masuk di 2022 dan mengusulkan yang belum masuk di perubahan APBD 2022 ” paparnya.

Terpisah disampaikan, Ruslan Hardianto warga Bogor Timur bahwa persoalan yang ada di Bogor Timur bukan hanya titik jalan rusak yang masih sangat banyak, tapi juga minimnya penerangan yang bisa dibilang sudah berkali – kali berganti Bupati.

“Tak hanya jalan rusak, minimnya penerangan jalan juga menjadi PR yang tak kunjung selesai di wilayah Bogor Timur,” jelas Ruslan.

Dia mencontohkan jalan Cikeas – Bojong Nangka yang sudah terbengkalai bertahun – tahun dan kini kondisinya seperti kubangan kerbau. Lubang di tengah jalan itu sudah mencapai lebih dari 5 centimeter, tak ada drainase dan saat hujan, air tumpahnya di jalan sehingga menjadi banjir. Konidisi ini sudah menjadi pemandangan biasa di jalan tersebut.

“Coba dong jika bupati mau lewat jangan kasih jalan yang mulus – mulus, suruh lewat jalan yang rusak – rusak , biar merasakan rakyat ini setiap hari harus melintasi jalan begini,” tuturnya.

Ini kan tidak, jelanya, karena kalau pejabat datang ke Bogor Timur dikasih jalan yang bagus untuk pencitraan seolah – oleh sudah benea jadi pejabat di daerahnya. Dia juga heran jalur Cikeas – Bojong Nangka itu dekat dengan rumah dinas Pampampres.

“Masa gak bisa disambungkan ke tingkat yang lebih tinggi. Saya mah rakyat jelata , jangankan didenger dilirik aja kaga keluhan ini. Rakyat jelata kaya saya mah disamperin pejabat cuma pas mau pada nyalon doang udah pada duduk mah, nengok aja gak sudi, itu udah hukum alam,” pungkasnya kesal.

** Nay Nur’ain

Miris! Pengecat Fly Over Cileungsi tak Dilengkapi APD

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pemandangan mengerikan tampak saat melintasi dibawah flyover Cileungsi. Sejumlah pekerja pengecatan fly-over Cileungsi yang bekerja pada ketinggian terlihat tanpa dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

Warga sekitar, Ahmad mengatakan sejumlah pekerja yang tengah mengerjakan pengecetan fly-over dari hari pertama bekerja tidak menggunakan APD yang dapat melindungi pekerja dari risiko terjatuh apalagi bekerja pada ketinggian.

“Kondisi ini tentunya sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan fatality accident (kecelakaan yang menyebabkan kematian) bagi para pekerja tersebut. Selain itu mereka juga tidak dilengkapi dengan safety helmet dan safety vest (helm  keselamatan),” papar Ahmad kepada Jurnal Bogor, Minggu (29/05/22).

Padahal, kata dia , barang-barang tersebut merupakan APD standar yang harus dilengkapi oleh perusahaan penyedia jasa,  sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Per.08/Men/VII/2010 tentang APD yaitu, pekerja proyek baik yang menggunakan mesin, perkakas dan segala macam jenis pekerjaan yang mengandung risiko kecelakaan kerja, wajib menggunakan APD.

“Miris ya hal – hal penting yang seharusnya digunakan justeru dianggap sepele, padalah pasti dalam setiap pekerjaan kontruksi apalagi ini di ketinggian sudah pasti masuk dalam RAB untuk pembelian safety kerjanya,” beber Ahmad. 

Saat dikonfirmasi awak media kepada salah satu pekerja yang enggan menyebutkan nama, mengaku tidak berani memberikan penjelasan terkait kondisi itu. 

“Untuk informasi silahkan konfirmasi ke bagian humas saja, karena kami tidak berani berkomentar,” cetusnya. 

Terpisah, Dadi salah satu pengusaha kontruksi di Bogor Timur mengatakan perihal pekerja yang dilakukan tanpa menggunakan APD itu melanggar SOP pekerjaan. Apalagi itu bekerja pada ketinggian, dimana di bawah fly – over itu banyak kendaraan lalu – lalang, dan seharusnya pihak penyedia jasa menyediakan alat safety yang pasti sudah masuk dalam anggaran tersebut.

“Perihal mau dipake  atau tidak alat safety itu harus disediakan, jika terjadi kecelakan kerja ternyata alat safety yang disediakan tapi tidak dipakai pekerja itu mutlak kelalaian si pekerja. Namun jika dari awal pekerjaan di mulai itu sudah tidak menggunakan alat APD itu kesengajaan si penyedia jasa, jadi tidak ada alasan si penyedia jasa lupa beli APD,” katanya.

Menurutnya, walaupun itu pekerjaan dari pusat, namun tetap harus ada pengawasan dan seharusnya dari DPUPR Kabupaten Bogor dimana karena keberadaan fly over itu adanya di Cileungsi wilayah Kabupaten Bogor.

** Nay / Ramses 

PBLB Siap Kembangkan Usaha dengan Sistem Digital

0

Tajurhalang | Jurnal Bogor

Paguyuban Bengkel Las Bogor (PBLB) mengadakan halal bihalal sekaligus mengundang ‘seniman api’ di seluruh Kabupaten Bogor dan Kota Bogor di Workshop Cipta Karya Mandiri, Jalan Pelita I, Desa Tonjong, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Kamis (26/05/2022).

Ketua PBLB Dian Satria mengatakan, kegiatan halal bihalal bersama anggota PBLB sekaligus mensosialisasikan era digital dan juga mengundang seluruh ‘seniman api’ di Bogor.

” Alhamdulillah dengan peserta yang hadir hampir 90% dari jumlah anggota PBLB sendiri, dan selain mensosialisasikan kita juga mengundang ‘seniman api’ di seluruh Bogor dan mengundang sponsor yang masih ada hubungannya dengan bengkel las,” paparnya kepada Jurnal Bogor , Sabtu (28/05/22).

Satria menjelaskan acara tersebut untuk mensosialisasikan era digital, dimana untuk pengembangan usaha di era saat ini harus dibarengi dengan perkembangan digital dan harus dibuat juga dengan sistem onlinenya.

“Kami juga mengadakan demo produk dari daiden memperkenalkan sample dari kawat las tayor, dan kita juga mengadakan pengembangan usaha online jadi diharapkan nantinya teman-teman anggota PBLB ini bisa mengembangkan usahanya secara digital seperti online shop yang ada saat ini ,” ucapnya.

Ia juga mengundang narasumber dari pelaku Gerakan Bogor UMKM yang telah terverifikasi BNSP dan diharapkan setalahnya acara semua anggota PBLB bisa maju bersama dalam usaha bengkel las.

“Harapan kita semua pengurus tentu untuk anggota PBLB bisa maju semua bersama dalam usahanya (bengkel las), dengan kita sharing ilmu, sharing pengalaman, dan semuanya semoga berkembang, dan PBLB kedepanya sebagai pelaku UMKM akan bersinergi dengan pihak pemerintah maupun swasta,” pungkasnya.

** Arif Ekon