30 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 886

PT Bostinco Abaikan Putusan Mahkamah Agung 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Ratusan pekerja yang di PHK PT. Bostinco melaksanakan aksi demo damai di depan pintu gerbang PT. Bostinco Jl Raya Cileungsi KM 22,5 Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (13/6/22).

Mereka menuntut hasil putusan Makamah Agung (MA) untuk membayar upah pesangon dan hak-hak lainnya yang selama 4 tahun belum dibayar oleh perusahaan.

Dalam aksinya para pendemo membawa spanduk yang bertuliskan meminta tolong kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Pak Jokowi tolong kami, sudah 3 tahun kami di PHK, tapi pesangon kami belum dibayar, kami sudah menang di Mahkamah Agung (MA) register nomor perkara 1360K/Pdt. Sus. PHI/2020, pihak pengusaha PT. Bostinco tidak mau menjalankan putusan MA untuk membayar secara tunai pesangon kami. Tolong kami Pak Jokowi,” isi tulisan pada spanduk.

Kordinator aksi demo Toni mengatakan, perusahaan mulai PHK pada 19 November 2018, dan karyawan yang dikeluarkan sudah mengajak perusahaan untuk mediasi tapi tidak ada tanggapan, dan sudah dipanggil oleh Dinas Tenaga Kerja juga tidak hadir.

“Kita ajak perusahaan untuk triparti tidak ditanggapi, kita lapor ke Dinas Tenaga Kerja, dimediasi oleh dan dipanggil juga tidak hadir,” beber Toni kepada awak media.

Menurutnya, setelah mendapatkan surat anjuran untuk ke PHI, selanjutnya disidangkan, dari 5 tuntun yang diajukan, hanya 3 yang diterima oleh pengadilan, setelah keluar putusan PT. Bostinco malah kasasi ke Makamah Agung, tapi MA menguatkan putusan dari PHI.

“Kita dapat surat anjuran ke PHI Bandung, di pengadilan, dari 5 tuntutan kita, cuma 3 yang diterima, setelah keluar putusan, kita coba hubungi PT. Bostinco untuk bayar dia malah kasasi ke Makamah Agung, setelah keluar kasasinya tahun 2020 sampai saat ini kita belum dibayar, di MA menguatkan putusan PHI,” jelasnya.

Lebih lanjut Toni menjelaskan, hingga kini PT Bostinco tidak kunjung melaksanakan putusan tersebut untuk membayar hak para karyawan yang di PHK. Padahal diantara karyawan sudah banyak yang menderita, karena kehilangan mata pencaharian. Bahkan selama jangka waktu pemenuhan hak yang terlampaui lama tersebut, tiga orang yang di PHK sudah meninggal.

“Oleh karena itu didalam aksi damai dan tertib ini, kami kembali meminta perusahaan untuk segera melakukan dan melaksanakan putusan pengadilan tersebut, untuk memenuhi hak-hak pekerja sekaligus menghormati hukum dan Makamah Agung sebagai institusi lembaga penegak hukum di republik ini,” paparnya.

“Kalau tidak ada tanggapan juga oleh PT Bostinco dari hasil demo hari ini, kita akan bergerak ke Istana Presiden untuk memohon dan minta keadilan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tingkatkan Kualitas Menulis Kader dan Anggota, Pengurus Komisariat PMII UIKA Gelar Pelatihan Jurnalistik

0

Bogor | Jurnal Bogor

Dalam rangka meningkatkan kualitas menulis kader dan anggota, pengurus komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ibnu Khaldun Bogor (UIKA) menggelar pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan pada Senin (13/62022), di Fakultas Agama Islam, Univesitas Ibnu Khaldun Bogor

Ketua Komisariat PMII UIKA M Rizal Pratama menjelaskan bahwa program kerja pelatihan jurnalistik ini sengaja dirumuskan guna meningkatkan soft skill menulis bagi para kader dan anggota, karena melihat kondisi hari ini, dimana hampir seluruh elemen masyarakat menjadikan internet sebagai sumber informasi. “Diharapkan kader dan angoota PMII UIKA ini dapat mengisi ruang ruang tersebut,” ujarnya.

Program pelatihan jurnalistik kali ini dihadiri oleh 25 kader dan anggota PMII yang  didalamnya termasuk para pimpinan rayon yang berada diliding sektor komisariat Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dan juga sengaja mengundang pemateri yang ekpert di bidang ini yakni Ahmad Solehudin selaku Demisioner Wakil Ketua II PK PMII UIKA, agar para kader dan anggota dapat mudah mencerna materi tentang kejurnalistikan.

Didalam pemaparan materinya, Ahmad Solehudin mengatakan bahwa “yang terpenting didalam sebuah produk jurnalistik apapun itu, baik itu berita, artikel opini, ataupun produk jurnalistik lainnya adalah kebenaran, seorang jurnalis dilarang untuk menyebarkan informasi yang melebih-lebihkan atau di kurang kurangin, semuanya harus sesuai dengan fakta dan realita yang terjadi dilapangan,” ujarnya

Sebagai warga pergerakan yang memiliki idiologi Ahli Sunnah Waljamaah maka sudah seharusnya mengaplikasikan nilai-nilai yang tertuang didalamnya, karena melihat kondisi beberapa media hari ini, lebih mengedepankan kecepatan sehingga terkadang informasi yang disajikan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, PMII UIKA telah memiliki blog pribadi, dan berharap blog itu sebagai wadah bagi para kader dan anggota untuk belajar dan mengembangkan skill menulisnya. “Selepas ini saya minta sebuah tulisan apapun itu bentuknya baik itu berita, artikel opini ataaupun yang lainnya, sehingga perkumpulan kita hari ini tidak hanya seremonial belaka, akan tetapi ada output yang dihasilkan,” lanjut Soleh.

Program kerja pelatihan jurnalistik ini mendapatkan respon baik bagi para kader dan anggota PMII, hal itu dibuktikan dengan keterangan Nabil, sebagai salah satu kader yang tergabung didalamnya. Ia mengungkapkan “meskipun gak ada basic dib idang tulis menulis, tapi kayanya melihat kondisi saat ini menulis adalah salah satu soft skill yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa kaya kita, mendengar penjelasan yang disampaikan bang Soleh tadi, bias disimpulkan kalau menulis juga sebagai media dakwah di zaman modernisasi saat ini, terlebih ada internet sebagai media pendukungnya.” ungkap Nabil.

** Muhamad Rifki Fauzan/mg

Wakili Kabupaten Bogor, Damanhuri Optimis Rebut Juara Provinsi 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor siap mengikuti lomba desa tingkat regional 2 Provinsi Jawa Barat dengan melawan 6 kabupaten pada Rabu (15/06).  

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mejelaskan, dengan keluar sebagai lomba desa tingkat kabupaten maka dari itu Desa Gunung Putri menjadi perwakilan Kabupaten Bogor menuju tingkat Provinsi Jabar yang akan dilaksanakan di Bandung.

“Kita Regional 2 masuk ke provinsi. Nanti di Bandung lawan 6 kabupaten dan untuk hasil verifikasi kemarin saat persiapan lomba desa tingkat Provinsi Jawa barat alhamdulillah kami mendapatkan ranking,  kami coba  optimis masuk Provinsi Jawa Barat, ya walaupun hasilnya belum diumumin tapi harus udah siap-siap ke Bandung,” ungkap Daman Huri di Kantor Desa Gunung Putri, Senin ( 13/06/22).

Dia mengaku optimistis karena staf visual sudah dipanggil ke DPMD untuk pembuatan video dan dia yakin bisa meraih juara meskipun belum ada pengumumannya.

“Adapun yang menjadi bahan penilaian ialah soal pemerintahan, kewilayahan, dan itu sudah kita paparkan saat presentasi. Sejauh ini saya masih optimis tanda – tanda kemenangan sudah terlihat,” paparnya.

Dia berharap Desa Gunung Putri mengikuti lomba desa tingkat provinsi bisa juara sehingga bisa membuat nama Kabupaten Bogor harum.

“Dengan juara efeknya sudah jelas kepada Desa Gunung Putri akan punya trend positif, karena dengan menjadi juara tingkat Provinsi Jabar ini akan semakin bergeraknya masyarakat khususnya warga Desa Gunung Putri, dan membangun desa lebih baik, kita harus tetap optimis, dengan berbagai macam invosi desa, dan kita siap turun ke lapangan kapan pun siap, sekarang pun siap,” pungkasnya semangat.

** Nay / wisnu

Jembatan di Cilame Nyaris Ambruk

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Sebuah jembatan yang membentang diatas aliran Sungai Cidurian Kampung Cilame, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor nyaris ambruk.

Terlihat jembatan yang nyaris ambruk tersebut masih digunakan warga dalam beraktivitas seperti ke kebun. Bahkan, banyak anak-anak kecil yang lalu-lalang melintasi jembatan tersebut. 

Padahal kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan dan mengancam keselamatan penggunanya. Mengingat, salah satu pangkal jembatan (abutment) pada bagian tengahnya roboh diduga karena hujan dan derasnya aliran sungai dibawahnya.

Pemilik Yayasan As-Sabrini, Amanah mengatakan, kondisi jembatan nyaris ambruk tersebut akibat diterjang derasnya Sungai Cidurian yang banjir, Jumat (10/06/ 2022) lalu.

“Kejadiannya malam Sabtu, saat itu hujan deras terus air Sungai Cidurian ini banjir. Bahkan saat itu airnya nyampe ke atas jembatan, makanya tiang penyangga jembatannya jadi roboh terbawa banjir,”  ungkapnya, kemarin.

Bahkan, Amanah mengaku kebingungan lantaran dalam waktu dekat ini Yayasan As-Sabrini yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), SD, SMP dan SMA tersebut akan menggelar acara kenaikan kelas.

“Makanya saya juga bingung ini sebentar lagi akan ada acara kenaikan kelas, tetapi kayaknya acaranya mungkin akan dipindahkan ke rumah saya,” katanya.

Warga sekitar Mumun (46) juga mengaku terpaksa harus melalui jembatan yang nyaris ambruk tersebut lantaran jembatan tersebut merupakan akses terdekat menuju area persawahan miliknya tersebut.

“Takut sih sebenarnya lewat jembatan ini, tapi mau bagaimana lagi kalau lewat jalan lain jauh, harus naik ojek juga. Iya bahaya tetapi mau bagaimana lagi, namanya kita butuh,” pungkasnya.

** Andres

Pemdes Pasir Mukti Adakan Sosialisasi  Rembuk Stunting

0

Citereup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Pasirmukti, bersama Puskesmas dan Kader menggelar Rembuk Stunting dalam rangka sosialisasi pencegahan stunting masa dini di aula Desa Pasirmukti, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (13/06).

“Hari ini kita mengadakan Rembuk Stunting 1 , dengan cara sosialisasi betapa pentingnya untuk para ibu yang memiliki anak maupun tidak bisa datang ke posyandu, bisa ke tempat-tempat pelayanan kesehatan, bisa koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak petugas PKK maupun petugas posyandu. Untuk yang ada di bawah penanganan pertama dengan RT/RW dan sebagainya,  termasuk jika ada kesulitan bisa datang ke kantor desa, sosialisasi itu yang kita berikan,” ucap Kepala Desa Pasirmukti, Kamaludin kepada Jurnal Bogor, Senin ( 13/06/22).

Menurutnya, sampai saat ini tidak ada yang terjangkit persoalan stunting di desanya. Namun demikian dirinya dan pemdes terus memberikan sosialisasi dan gizi-gizi tambahan kepada ibu hamil.

“Desa kita itu zero stunting, dan kita salah satu yang paling aktif melakukan pelaporan pelaporan lewat aplikasi, dan memberikan edukasi ke masyarakat serta memberikan makan tambahan dan imunisasi yang kira-kira kekurangan gizi,” paparnya.

Dengan 9 posyandu yang berada di Desa Pasirmukti ini, dia berharap masyarakat terhindar dari penyakit stunting dan tahu bagaimana cara pencegahannya.

“Penyakit stunting harus di deteksi pada masa tingkat kehamilan sampai sang bayi lahir, dan perkembangannya terlihat dari berat badan dan tinggi badan sang bayi , jika terdeteksi mengalami stunting maka melalui petugas Posyandu, RT, RW akan segera ditangani. Harapan kedepannya dengan adanya sosialisasi ini dapat membantu masyarakat dalam menghindari stunting,” tutur Kamal.

Ditempat yang sama, Sekretaris Kecamatan Citeureup , Lutfi Sahara mengatakan, adanya sosialisasi stunting ini untuk perisapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2023 juga. “Mengapa diperlukannya sosialisasi karena untuk mencegah terjadinya stunting, dan Kabupaten Bogor 2023 itu harus bebas stunting, khususnya Kecamatan Citeureup,” paparnya.

Oleh karena itu cara yang pertama adalah sosialisasi untuk mencegah terjadinya stunting dan berharap generasi berikutnya tidak ada stunting lagi.

“Selain itu, memberikan makanan tambahan harus ditingkatkan gizinya dan alhamdulillah di Desa Pasir Mukti ini tidak ada yang terkena stunting. Berarti masih dalam katagori aman dan mari kita jaga kesehatan karena sakit itu tidak pandang tua maupun muda,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Jika Samisade Cair, Jalan Desa  Citra Indah-Singasari Jadi Prioritas Pembangunan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor pada tahun 2022 apabila dana Samisade digelontarkan Pemkab Bogor akan memprioritaskan membangun jalan desa Citra Indah – Singasari yang dananya sebesar Rp 1 miliar.

Kepala Desa Singasari H Isujana Cakra menuturkan, rencana  pembangunan jalan Desa Singasari – Pertigaan Citra Indah dipilih karena kondisi jalan saat ini sudah rusak dan berlubang cukup parah dan juga merupakan jalan penghubung  menuju pusat Pemerintahan Kecamatan Jonggol  dan untuk rencana pembangunan dengan rabat beton ,volume  panjang 750 meter, dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 cm.

“Untuk proses pembangunan akan dilakukan secara padat karya, yakni dengan melibatkan warga  masyarakat setempat sebagai pekerja sehingga dengan program pembangunan di masyarakat juga mendapatkan penghasilan, dana  Samisade betul-betul berdampak positif  bagi perekonomian masyarakat,” kata Isujana Cakra.

Menurut informasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk dana Damisade akan digelontorkan ke tiap -tiap  desa pada Juni. “Mudah mudahan dana Samisade segera terealisasi,” pungkasnya.

**nay

Jalankan Arahan Presiden, PLN Jaga Daya Beli Masyarakat dan Lindungi Pelanggan Listrik Subsidi

0

Bogor Timur  | Jurnal Bogor 

Penyesuaian tarif listrik diberlakukan kepada masyarakat mampu agar penyaluran kompensasi listrik lebih tepat sasaran demi mewujudkan energi berkeadilan. Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional, penyesuaian tarif listrik (tariff adjusment) hanya diberlakukan kepada kelompok masyarakat mampu yaitu pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 Volt Ampere (VA) ke atas.

Sementara untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 3.500 VA, bisnis dan industri, tidak mengalami perubahan tarif. Darmawan Prasodjo juga mengatakan berkomitmen menjalankan arahan Presiden Jokowi untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Penyesuaian tarif listrik diberlakukan kepada masyarakat mampu agar penyaluran kompensasi listrik lebih tepat sasaran demi mewujudkan energi berkeadilan.

“Kalau ada bantuan dari pemerintah, filosofisnya harus tepat sasaran dan hanya menyasar kepada keluarga yang berhak menerima bantuan,” katanya. 

Sebelumnya, dalam kurun 2017 – 2022, pemerintah melalui PLN telah menggelontorkan subsidi listrik senilai Rp 243 triliun, dan kompensasi senilai Rp 94 triliun. Darmawan menjelaskan, total kompensasi yang selama ini diberikan untuk masyarakat mampu mencapai Rp 4 triliun.

Hal ini menjadi landasan pemerintah untuk menyesuaikan tarif listrik pelanggan rumah tangga 3.500 VA ke atas. “Ini bukan kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif listrik. Penekanannya proses ini mengoreksi bantuan pemerintah yang harusnya tepat sasaran, kali ini dinikmati kelompok mampu. Ini perlu direalokasi untuk mendukung program pemerintah yang menyasar ekonomi lemah,” jelas Darmawan. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan laju inflasi agar tetap rendah. Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.

Menurut Darmawan, Presiden juga ingin sektor bisnis dan industri yang menjadi penopang perekonomian nasional terus berjalan sangat kokoh. Untuk itu, pemerintah pun tak menyesuaikan pelanggan bisnis dan industri.

“Arahan Presiden jelas, tidak ada perubahan bagi tarif listrik untuk industri dan bisnis dalam skala daya apapun yang terpasang. Ini bentuk kepedulian pemerintah agar ekonomi nasional yang ditopang industri dan bisnis bisa tetap berjalan dengan sangat kokoh,” tambah Darmawan.

Terpisah turut disampaikan Humas PLN Cabang Gunung Putri Chelda, dimana hal tersebut yang sudah menjadi ketetapan Presiden akan turut diaplikasikan di setiap daerah – daerah.

“PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk solusi energi. PLN mengusung agenda transformasi dengan aspirasi green, lean, innovative, dan customer focused demi menghadirkan listrik untuk kehidupan yang lebih baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Genpar Desak Polda Jabar Naikan Status Hukum Kades Tangkil

0

Caringin l Jurnal Bogor

Mangkirnya Kepala Desa (Kades) Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor pada undangan kedua dari Unit IV Subdit II Direskrimum Polda Jabar, membuat ketua umum LSM Genpar Sambas Alamsyah tersenyum. Pasalnya sebagai pelapor dumas sekaligus kuasa pendamping  Adhi Purnama ahli waris dari Alm.W.Sumirat pemilik lahan garapan seluas 20.000 m2 berlokasi di Desa Tangkil, menilai Kades Tangkil tidak kooperatif.

Menurut Sambas berkenaan dengan adanya dugaan keterlibatan Kades Tangkil yang secara bersama sama telah melakukan perbuatan melawan hukum dugaan mengoveralihkan tanah garapan tanpa dasar hukum yang jelas

“Maka hal ini kami (LSM Genpar) telah melayangkan surat permohonan SP3 dumas ke Polda Jabar. Sudah dua kali Kades Tangkil mangkir, artinya ruang dan waktu yang disediakan telah diremehkan atau mengabaikan undangan resmi yang tersurat dari  institusi kepolisian,” papar Sambas kepada wartawan, Senin (13/6).

Sebetulnya kata dia, tidak ada alasan apapun untuk mangkir di pemanggilan berikutnya. Alasan sang

Kades karena surat terlambat sampai dan adanya undangan, dinilai alasannya terlalu klasik. “Disana (surat) tertera jelas nama berikut  nomor  kontak penyidik dari Polda Jabar, maka Kades Tangkil  siap siap saja dengan segala konsekuensinya,” ungkap Sambas.

Berdasarkan surat  yang dilayangkan, dia berharap Polda Jabar  segera melakukan  tindakan tegas dan terukur guna memberikan efek jera dalam kaitan maraknya mafia tanah di  Wilayah hukum Jawa Barat.

** Andres / Arif Ekon

MAN 2 Bogor Gelar Perpisahan, Tampilkan Robotika dan Multimedia

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor menggelar pelepasan dan perpisahan kelas XII Tahun pelajaran 2021-2022 angkatan ke-26, Senin (13/06/2022). Acara yang digelar di halaman sekolah di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor itu menampilkan berbagai rangkaian kegiatan. Bahkan menampilkan robotika dan multimedia.

Ketua panitia kegiatan Ikbal Hidayat menyatakan, saat ini pihaknya melepaskan kembali pelajar yang sudah lulus dan tuntas selama proses belajar di MAN 2 Bogor tersebut. 

“Ada 346 siswa dansiswi dikembalikan kepada orang tuanya, secara simbolis. Bahwa ini adalah kegiatan akhir buat anak-anak sekolah yang selama tiga tahun belajar,” ungkapnya.

Menurut Ikbal, dengan mengambil tema “Wujudkan diri menghadapi tantangan era society 5.0” tentu untuk mewujudkan anak agar bisa menantang di era digital saat ini.

“Sebab biar pun anak melek digital, tapi tidak semuanya. Bagaimana zaman ini, mana yang baik dan tidak baik tentunya peluang baru muncul di era 5.0 ini,” ujarnya.

Acara pelepasan tahun ini para orang tua siswa sangat antusias, sebab selama pandemi tidak biasa menggelar acara perpisahan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Deden, mengatakan, pihaknya ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah, siswa maupun orang tua. “Jadi saya mencoba untuk seluruh kekuatan yang ada di MAN Dua Bogor ini saya tampilkan,” jelasnya.

Dia berharap, dengan adanya kegiatan tersebut animo masyarakat untuk menyekolahkan ke madrasahnya tidak diragukan lagi.

Deden memaparkan, akan menunjukkan bagaimana kualitas MAN 2 Bogor ini kedepan, terlebih pihaknya akan mencoba sekolah unggulan yaitu Madrasah Aliyah dengan keterampilan robotik maupun multimedia dan tata boga, kemudian teknik sepeda motor.

“Madrasah Aliyah disini akan mencoba untuk merintis adanya Madrasah Aliyah fokus ke keterampilan, sebab ini peluang yang cukup bagus dalam sebuah lembaga pendidikan. Bahwa yang namanya kompetensi keahlian itu harus ada dimiliki oleh setiap anak. 

Jadi kata dia, agar anak itu nanti tidak lagi berorentasi kepada akademik, tetapi bagaimana yang akan dicoba untuk menyandingkan dengan keterampilan supaya mereka punya kompetensi keahlian.

“Saat ini harus kita tingkatkan supaya tata boga itu beradaptasi dengan sekarang. Yang paling terpenting lagi adanya keterampilan itu kita mendidik anak supaya memiliki jiwa intern premiere,” tukasnya.

** Andres

Rizky Tinjau Pemasangan Bronjong di Jalan Alternatif Cikopo Selatan

0

Megamendung | Jurnal Bogor

Mengantisipasi terjadinya longsor susulan di Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan-Cisarua, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, langsung melakukan perbaikan.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Rizky Akbar mengatakan, perbaikan longsor tanah di Sta 6+700 persisnya di Jalan Gadog-Cikopo Selatan-Cisarua dengan menggunakan bronjong ini, sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya kembali longsor.

“Kalau tidak segera kita tangani, kuatir lokasi longsor di ruas jalan ini semakin meluas,” ungkapnya kepada wartawan saat meninjau lokasi pembangunan tembok penahan tanah jalan menggunakan bronjong, Senin (13/6).

Menurutnya, untuk memasang tembok penahan tanah jalan yang berlokasi di Kampung Cihanjawar, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung ini, bronjong dipasang dengan cara di turap. Sehingga, dapat menahan tanah jalan agar tidak lagi terjadi longsor.

“Sebelum bronjong dipasang, terlebih dulu kami buat pondasi agar bronjong kuat dan tahan lama,” jelas Rizky Akbar.

Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan yang biasa dipanggil Bombom itu pun menegaskan, pemasangan bronjong ini menggunakan anggaran pemeliharaan, bukan dikerjakan pihak ketiga atau melalui lelang.

“Karena longsor jalan ini tidak masuk kedalam proyek pembangunan tahun 2022. Jadi anggarannya kami masuk kan kedalam dana pemeliharaan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Bombom, ruas jalan yang diperbaiki merupakan jalur alternatif para pengendara saat akan menunju ke kawasan wilayah Puncak, Cisarua maupun ke Cianjur dan Bandung.

“Saat jalan utama macet, jalan ini selalu ramai dilintasi pengendara, baik roda empat maupun dua,” paparnya.

Bombom menghimbau agar para pengendara yang melintas di Ruas Jalan Gadog-Cikopo Selatan-Cisarua untuk lebih berhati-hati, terutama disaat cuaca hujan.

“Jalur alternatif ini rawan longsor. Untuk para pengendara yang melintas agar berhati-hati dan selalu waspada saat melintas,” imbuhnya.

Sementara, Iwan Ciwok, salah seorang pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan pihak UPT. Dimana, perbaikan yang dilakukan pegawai kepanjangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ini, membuat para pengendara merasa aman dan nyaman saat melintas.

“Tidak hanya mengantisipasi meluasnya longsor susulan, perbaikan ini juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan para pengendara,” tukasnya.

** Dede Suhendar