28.3 C
Bogor
Thursday, February 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 8

Tak Dihadiri Anggota DPRD, Musrenbang Sukaraja Bawa 32 Usulan

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Meski tak dihadiri satu pun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sekaligus penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Sukaraja untuk Tahun 2027 sepakati 32 usulan.

Pemangku kepentingan beserta sejumlah unsur masyarakat Kecamatan Sukaraja telah merumuskan agenda program prioritas yang akan diusulkan pada Tahun Anggaran 2027 depan di Musrenbang tingkat Kabupaten Bogor, di Aula Kangor Kecamatan Sukaraja, Rabu (27/1).

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukaraja, Yudi Hartono mengatakan, puluhan usulan yang disetujui pada Musrenbang itu terdapat dalam empat sektor bidang program yang nantinya dibawa dalam Musrenbang Kabupaten Bogor.

“Ada 32 usulan kegiatan yang tersusun dalam Musrenbang Kecamatan Sukaraja. Intinya 32 usulan tersebut masuk dalam empat bidang yakni PUPR, pendidikan, kesehatan dan perhubungan,” ujar Yudi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan Musrenbang tersebut telah memenuhi unsur pemangku kepentingan yang ada di wilayah Sukaraja.

“Musrenbang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan Kecamatan Sukaraja, SKPD, UPT dan tentunya kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi perempuan. Kalau anggota DPRD infonya ada di Kecamatan Citeureup,” kata Yudi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil I Muhammad Irvan Maulana alias Ipeck mengungkapkan, faktor kesehatan jadi penghambat dirinya tak hadiri Musrenbang Kecamatan Sukaraja. “Saya tidak hadir, lagi berobat di Jakarta,” kata Ipeck melalui pesan WhatsApp nya.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil I lainnya, Achmad Yaudin Sogir menerangkan, dirinya ada kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan. “Saya selesaikan tugas rakyat tadi pagi,” ungkap Sogir. n Noverando H

PCNU Kota Bogor Silaturahmi dengan Kapolresta, Bahas Dukungan Harlah NU ke-100

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor melakukan silaturahmi dengan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, dalam rangka mempererat sinergi serta mengundang secara resmi Kapolresta untuk menghadiri rangkaian acara Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 di Kota Bogor.

Silaturahmi tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dari jajaran PCNU Kota Bogor hadir Ketua PCNU Ir. H. Edi Nurokhman, sesepuh NU Kota Bogor KH. Fuad Fitri, serta sejumlah pengurus PCNU lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, PCNU Kota Bogor memaparkan rencana pelaksanaan puncak Harlah NU ke-100 yang akan digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, dan dipusatkan di Balai Kota Bogor. Acara ini dirancang sebagai perayaan akbar yang melibatkan warga NU dan masyarakat umum.

Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Harlah NU ke-100 akan diisi dengan berbagai agenda yang bersifat religius, kebangsaan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Di antaranya jalan santai dengan payung hijau mengelilingi Kebun Raya Bogor, bazar UMKM, pameran foto sejarah NU Kota Bogor, serta dialog kebangsaan.

“Kami ingin Harlah NU ke-100 ini menjadi momentum kebersamaan, kegembiraan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Bogor,” ujar Edi Nurokhman.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan jajaran Polresta Bogor Kota untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Harlah NU ke-100 agar berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Kami mendukung penuh kegiatan Harlah NU ke-100 di Kota Bogor. Semoga acara ini berjalan sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Kombes Rio.

Silaturahmi ini sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama antara PCNU Kota Bogor dan Polresta Bogor Kota dalam menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, serta merawat nilai-nilai kebhinekaan di Kota Bogor.

**yev/cc

SMP IT BBS Jadi Pelopor Program Award di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mengawali tahun 2026, SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) menjalin kerja sama dengan The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE Award), sebuah organisasi nirlaba asal Inggris yang menaungi program pengembangan diri kaum muda melalui pendidikan dan pembelajaran nonformal.

Dikutip dari laman resminya, www.intaward.org, The Duke of Edinburgh’s International Award merupakan program pengembangan diri berskala global yang didirikan pada tahun 1956 dan kini telah dilaksanakan di 129 negara dan wilayah. Program ini ditujukan bagi generasi muda usia 14 hingga 24 tahun tanpa membedakan latar belakang, budaya, maupun kemampuan awal, serta bersifat inklusif.

Program Award bertujuan membantu peserta membangun kepercayaan diri, keterampilan hidup, serta menemukan tujuan, minat, dan peran mereka di masyarakat. Kerangka kerja program ini mencakup empat kegiatan utama yang memiliki bobot sama, yakni layanan masyarakat (volunteering), pengembangan keterampilan (skill), aktivitas fisik (physical recreation), serta perjalanan petualangan atau ekspedisi (adventurous journey).

Sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan Program Award di wilayah Kota Bogor, SMP IT Bina Bangsa Sejahtera berinisiatif menjadi center of excellence dan terbuka untuk berbagi informasi serta pengalaman kepada sekolah menengah pertama lainnya di Kota Bogor yang berminat menyelenggarakan program serupa.

Dalam implementasinya, SMP IT BBS juga memperkenalkan kegiatan cinta lingkungan melalui program Mitigasi Minyak Jelantah (MIJEL). Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak goreng bekas yang selama ini kerap dibuang sembarangan. Melalui MIJEL, sisa minyak jelantah dari rumah tangga dikumpulkan di sekolah untuk kemudian diolah menjadi energi terbarukan.

Kegiatan tersebut menjadi aktivitas non-akademik yang dapat dihitung sebagai komponen pengembangan keterampilan (skill) dalam Program Award, dengan ketentuan minimal satu jam pembelajaran setiap minggu sesuai standar yang ditetapkan oleh DOE Award.

Selain itu, Program Award juga memperkuat kegiatan ekstrakurikuler yang telah berjalan di SMP IT BBS, salah satunya program lingkungan “Ngebon di Kota”. Program ini menanamkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan sejak usia dini, sekaligus menjadi penerapan konsep multiple intelligence atau kecerdasan majemuk, yang mendorong setiap siswa menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

Direktur Nasional The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMP IT BBS yang telah bersedia menjadi lokasi Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 11 SMP lain yang juga akan menyelenggarakan Program Award di sekolah masing-masing.

“Salut untuk SMP IT BBS yang dengan cepat menangkap isu-isu kekinian dan memiliki komitmen kuat menyelenggarakan Program Award sebagai pelengkap, sekaligus mengintegrasikannya dengan pembelajaran formal di sekolah,” ujarnya, Rabu (28/10/26).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP IT Bina Bangsa Sejahtera, Syabar Suwardiman, menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Perubahan itu tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari langkah-langkah kecil yang terus dilakukan secara konsisten. Yang terpenting, kesadaran tersebut dapat diwariskan kepada generasi penerus yang kelak akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di masa depan,” pungkasnya.

** Yudi

Kades Sukamahi Lakukan Pengobatan Gratis

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kolaborasi antara pemerintah desa dengan Puskesmas Megamendung yang dilakukan dengan baik berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya untuk bidang kesehatan.

Pada Selasa (27/1/26), Kades Desa Sukamahi Mamat Budi, SE bersama Puskesmas Megamendung, melakukan pengobatan gratis kepada masyarakatnya. Ini dilakukan mengingat musim hujan merupakan musim yang cukup rawan bagi kesehatan masyarakat, khususnya bagi orang lanjut usia dan balita.

“Kita selalu pemerintahan desa harus peka terhadap kondisi masyarakat. Mulai dari perekonomiannya, pendidikan, hingga di bidang kesehatan. Dan kali ini, kita bersama Puskesmas Megamendung melakukan kegiatan pengobatan gratis bagi warga, ” ujar Kades Sukamahi.

Adanya kegiatan pengobatan gratis yang dilksanakan di kantor desa, cukup menyita perhatian masyarakat. Antusias dari warga cukup terlihat, mereka memanfaatkan momen tersebut. Tim medis dari Puskesmas Megamendung, satu demi satu melakukan pemeriksaan kesehatan warga yang memanfaatkan momen itu.

“Iya kita dukung dan gembira adanya kegiatan pengobatan gratis ini. Terlebih dilakukan di kantor desa, kita tidak canggung datangnya. Selain berobat gratis kita juga bisa ketemu Pak Kades yang menyaksikan secara langsung berjalannya proses pengobatan ini, ” tutur Ny Heni, salah seorang warga.

Tidak hanya pengobatan gratis yang rutin dilakukan oleh pemerintah Desa Sukamahi untuk penanganan kesehatan warganya, pencegahan terhadap stunting dengan mengedepankan para kader pos yandu hingga kini terus dilakukannya.

** Dadang Supriatna

PTSL di Desa Sukagalih Masuki Tahap Pemberkasan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pengurusan sertifikat tanah milik warga dari program PTSL di Desa Sukagalih, Megamendung, Kabupaten Bogor telah memasuki tahap pemberkasan data kepemilikan tanah.

Sekretaris Desa Sukagalih Ade menjelaskan, sebelumnya petugas dari BPN Kabupaten Bogor didampingi staf desanya sudah melaksanakan pengukuran. Hasil dari pengukuran itu, sebanyak 50 bidang tanah warga dinyatakan tidak ada masalah.

“Tahapan menuju PTSL, di Desa Sukagalih kita tengah melakukan pemberkasan. Ada 50 bidang tanah warga yang beres diukur, ” ujar Sekdes.

Ia menambahkan saat proses pengukuran, tidak semua bidang bisa dilaksanakan pengukuran. Ini karena adanya berbagai permasalahan di tanah tersebut hingga pengukuran tidak bisa dilakukan. Masalah yang paling menonjol yaitu sengketa waris.

” Hadirnya PTSL ini terdapat sejumlah permasalahan yang muncul di atas tanah warga. Seperti, sengketa waris diantara keluarga yang belum terselesaikan. Dengan adanya permasalahan itu, untuk pengajuan PTSL nya kita penting dulu, ” imbuhnya.

Sementara itu dikatakan Inud, salah satu warga mengharapkan, proses PTSL berjalan sesuai harapan masyarakat. ” Program ini sangat membantu untuk pengamanan legalitas tanah milik warga. Karena, kalu mengurus sertifikat tanpa bantuan program tersebut, kita bisa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk PTSL ini, kami berharap berjalan lancar. Hingga masyarakat memiliki surat tanah yang jelas, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Klakson Telolet Dilarang di Megamendung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintahan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor merespons keluhan masyarakat, khususnya mereka yang rumahnya berada di tepi jalan yang sejak lama merasakan terganggu oleh suara klakson telolet yang kerap disuarakan oleh bis-bis pariwisata yang memasuki jalan alternatif Cikopo Selatan.

Warga menyebutkan, suara klakson telolet tersebut disuarakan di kawasan pemukiman penduduk, terdengar cukup bising dan mengganggu kenyamanan warga, termasuk saat melintasi masjid.

“Suara klakson telolet itu menggangu untuk ketenangan warga. Apalagi jika klakson itu disuarakan melintas di mesjid. Mereka yang tengah menjalankan ibadah sholatnya menjadi terganggu akibat suara klakson telolet itu, ” ujar Asep.

Menindaklanjuti keluhan warga, jajaran Trantib Megamendung melakukan himbauan, Selasa (27/1/2026).

Himbauan itu diberikan ke tempat-tempat wisata yang kerap didatangi armada bus pariwisata. Diantaranya, Java, Cigwa, dan ISI. Tempat tempat-wisata itu merupakan tempat yang sering didatangi oleh bus-bus pariwisata.

Dikatakan Kasie Trantib Megamendung Momo, setelah mereka menerima surat himbauan itu diharapkan untuk ditindaklanjuti dengan menginformasikan kepada para pengemudi armada bus yang akang datang kepada tempat wisatanya.

“Kita sudah berikan surat himbauan, yang isinya klakson telolet yang suka dipakai oleh bis-bis pariwisata supaya jangan disuarakan saat melintasi jalan Cikopo Selatan. Karena bus-bus itu datangnya ke tempat pariwisata, dengan ini himbauan tersebut kita kirimkan ke beberapa tempat wisata, seperti Cigwa, Java, juga JDI. Setelah mereka menerima surat himbauan ini, diharapkan mereka memberi kabar kepada para pengemudi bus-bus yang hendak datang ke tempat wisatanya dengan tidak menyalakan klakson telolet, ” pungkas Momo.

** Dadang Supriatna

SPPG Bantarkaret Serap Tenaga Kerja Lokal

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali membuka Satuan Pelayanan Pamenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (27/1/2026).

Kepala Dusun di Desa Bantarkaret, Madnu mengatakan, kehadiran dapur MBG di desanya akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Sebab, sebanyak 50 tenaga kerja atau relawan MBG merupakan warga setempat.

*keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja dalam program MBG di Bantarkaret tentu berdampak positif terhadap perekonomian warga. Program MBG ini telah membantu meningkatkan kesejahteraan ,” kata Madnu kepada Jurnal Bogor, Selasa (26/1/2026)

Relawan yang terlibat si dapur MBG Desa Bantarkaret didominasi kaum perempuan. Pekerja perempuan ini nantinya bertugas memasak hingga packing makanan.

SPPG Bantarkaret akan melayani 23 sekolah, baik pendidikan PAUD SD hingga SMP secara berkala sejumlah siswa ditargetkan sebagai penerima manfaat dari program tersebut.

*Ditargetkan 23 sekolah, namun program MBG yang akan direalisasikan sementara di tiga sekolah,” ucapnya.

Peresmian Dapur MBG dihadiri Sekretaris Kecamatan Nanggung Burhanudin, Bhabinkamtibmas, Babinsa,Kepala Dapur, pihak pendidikan tokoh agama dan masyarakat. n-Arip Ekon

Kabel PJU Dicuri, PJU Jalan Raya Antam Pongkor Mati

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (UPT PPP) Wilayah V Jasinga melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU), Selasa (27/1/2026) di beberapa titik di jalan Raya Antam Pongkor Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor yang sudah lama tak menyala diduga akibat adanya kabel jaringan listrik yang hilang karena dicuri.

“Kendalanya ada pada jaringan atau kabel yang hilang. Kami juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga fasilitas ini, karena PJU diperuntukkan bagi kepentingan bersama,” ujar Operator lapangan PJU, Andri di lokasi perbaikan.

Selain dugaan pencurian kabel, Andri menyebutkan sebagian lampu PJU memang sudah berusia lama sehingga tidak berfungsi secara optimal.

“Kami butuh laporan. Kalau tidak ada laporan, kami tidak tahu ada gangguan. Kami harap aparat desa bisa berkoordinasi, sehingga jika ada laporan, kami bisa cepat tanggap,” katanya.

Dia memaparkan di Desa Bantarkaret sendiri, terdapat satu jaringan PJU yang terputus, satu tiang lampu roboh, serta beberapa panel yang mengalami korsleting.

Petugas langsung melakukan penggantian terhadap panel yang rusak tersebut. Berdasarkan data UPT PPP Wilayah V Jasinga, di jalur Bantarkaret terdapat sekitar 40 titik lampu PJU dengan tiga panel pengendali. Dugaan pencurian kabel mencapai sekitar 200 meter.

“Kalau ada laporan, kami juga rutin melakukan monitoring ke setiap desa dan kecamatan untuk menindaklanjuti permasalahan PJU,” kata Andri.

Sebelumnya, kondisi PJU di sepanjang Jalan Raya Aneka Tambang, Desa Bantarkaret, sempat dikeluhkan warga karena sudah lama tidak berfungsi. Akibatnya, ruas jalan menjadi gelap gulita pada malam hari.

Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan jalan kabupaten yang berlubang, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sudah lama seperti ini, lebih dari satu tahun rusak. Malam gelap, jalannya juga rusak. Lengkap sudah kesulitan kami,” kata Pudin, warga setempat, Minggu (25/1/2026).

** Arip Ekon

SMPN 1 Cijeruk Raih Adiwiyata Kabupaten Bogor, Siap Melaju ke Tingkat Nasional

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan sekolah yang kurang terawat, Kepala SMP Negeri 1 Cijeruk, Yeni Yuningsih, berhasil membawa perubahan signifikan. Melalui kegigihan dan langkah nyata bersama seluruh warga sekolah, SMPN 1 Cijeruk kini bertransformasi menjadi lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman hingga berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bogor.

Transformasi tersebut bermula dari kondisi sekolah yang sebelumnya masih dipenuhi rumput liar serta minim pepohonan peneduh. Melihat hal itu, Yeni Yuningsih menginisiasi gerakan gotong royong massal yang melibatkan guru, siswa, dan seluruh staf sekolah. Upaya kolektif ini membuahkan hasil dan mendapat pengakuan resmi melalui penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Bogor pada Desember 2025 lalu.

Ketua Adiwiyata SMPN 1 Cijeruk, Desi Permata Intan, mengungkapkan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan, pendamping DLH, hingga dukungan masyarakat sekitar.

“Untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat, kami bersama siswa secara rutin melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, seperti memilah dan membersihkan sampah, menanam pohon, membuat lubang biopori, serta membersihkan saluran air. Alhamdulillah, hasilnya kini sekolah menjadi lebih asri dan nyaman,” ujar Desi, Selasa (27/10/2026).

Keberhasilan di tingkat kabupaten tersebut menjadi pemantik semangat baru bagi SMPN 1 Cijeruk. Saat ini, sekolah tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Program Adiwiyata Tingkat Nasional dengan berbagai persiapan matang.

Desi Permata Intan yang didampingi Dies Larassari selaku Panitia Persiapan Adiwiyata Nasional menjelaskan bahwa keberlanjutan program lingkungan terus diperkuat melalui sejumlah inovasi.

“Kami menyiapkan berbagai program unggulan, di antaranya pembuatan ecobrick, pengembangan sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan sayuran, serta penerapan kebijakan wajib membawa tumbler bagi siswa guna menekan produksi sampah plastik di sekolah,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa sejak dini. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat.

“Penghargaan Adiwiyata hanyalah bonus. Fokus utama kami adalah membentuk karakter siswa agar memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Harapannya, nilai-nilai ini terus melekat hingga mereka dewasa dan bermasyarakat,” pungkas Intan.

** Yudi

Witel Priangan Barat Gelar Pelatihan Technical Skill Kreativitas Tanpa Batas Bersama Hera Craft UMKM

0

Bogor | Jurnal Bogor
Witel Priangan Barat menggelar Pelatihan Technical Skill bertajuk “Kreativitas Tanpa Batas” bersama Hera Craft, salah satu UMKM binaan Witel Priangan Barat, pada 27 Januari 2026.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas peserta, khususnya dalam pengembangan produk kerajinan UMKM agar memiliki nilai tambah serta daya saing yang lebih kuat di pasar. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan praktik langsung terkait proses kreatif, inovasi produk, serta pengemasan yang menarik.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pendekatan praktik, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pelaku UMKM Hera Craft yang telah berpengalaman dalam mengembangkan produk kreatif berbasis kerajinan.

Melalui kegiatan Pelatihan Technical Skill ini, Witel Priangan Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM, tidak hanya dari sisi akses teknologi dan pemasaran digital, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan kreativitas pelaku usaha.

Pelatihan “Kreativitas Tanpa Batas” ini harapannya dapat mendorong UMKM binaan Witel Priangan Barat untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas peluang pasar secara berkelanjutan.

(yev/cc)