30.8 C
Bogor
Thursday, May 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 714

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Tetap, PLN Siap Dorong Ekonomi dengan Listrik Andal

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

PT PLN (Persero) siap menjalankan keputusan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memutuskan untuk mempertahankan tarif listrik pada periode triwulan pertama tahun 2023. Langkah ini dilakukan untuk  menjaga daya beli masyarakat di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi.

Pemerintah berkomitmen melindungi masyarakat dengan tetap memberikan subsidi listrik kepada pelanggan rumah tangga 450-900 Volt Ampere (VA). Begitu pula pelanggan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan tarif pada periode ini dan tetap mendapatkan kompensasi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, PLN berkomitmen untuk bisa memasok listrik andal untuk mendorong perekonomian nasional. Apalagi, listrik yang andal merupakan jantung perekonomian nasional yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dan juga mendorong daya saing industri.

“Listrik adalah jantung perekonomian nasional. Oleh karena itu, PLN siap menjaga pasokan listrik tetap andal dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar  Darmawan kepada wartawan, Kamis (05/01/23).

“Parameter penetapan tarif listrik ditentukan oleh realisasi parameter ekonomi makro pada triwulan ke empat tahun lalu kurs rupiah di angka Rp 15.079,96 per dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 89,78 dolar AS per barel, Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar Rp 920,41 per kg dan inflasi sebesar 0,28 persen, ” paparnya lagi.

Adapun besaran tarif tenaga listrik untuk per Januari hingga Maret 2023 sebagai berikut:

– Pelanggan Rumah Tangga Daya 450 VA Bersubsidi sebesar Rp 415/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 900 VA Bersubsidi sebesar Rp 605/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) sebesar Rp 1.352/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 1.300-2.200 VA sebesar Rp 1.444,70/kWh.
– Pelanggan Rumah Tangga Daya 3.500 ke atas sebesar Rp 1.699,53/kWh.

Untuk di ketahui, PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

** Nay Nur’ain

Lahan Perhutani Rawan Diperjualbelikan?

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Salah satu permasalahan di wilayah Bogor Timur yang harus menjadi prioritas utama untuk diselesaikan adalah terkait peta batas antara tanah milik Perhutani dan tanah adat. Minimnya sosialisasi ke masyarakat terkait keberadaan lahan milik Perhutani ini kerap disalahgunakan oleh segelintir pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan cara menjual lahan tersebut.

Kasus seperti ini kerap terjadi di beberapa kecamatan di Bogor Timur, dimana masih banyak lahan Perhutani, seperti Kecamatan Klapanunggal, Jonggol, Sukamakmur, Cariu dan Tanjungsari. Selain diperjualbelikan lahan milik Perhutani juga kerap masuk dalam ploting para pengembang bisnis kavling yang saat ini tengah marak di wilayah Bogor Timur.

“Praktik jual beli lahan Perhutani sepertinya memang sudah biasa terjadi dengan alasan tanah yang dijual tidak masuk ploting tanah Perhutani padahal masuk lahan Perhutani. Kalau investor yang tidak teliti pasti tertipu oleh para biong-biong tanah yang biasa menjual lahan,” kata salah satu warga Sukamakmur, Amar kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/01/23).

Menurut dia, Kecamatan Sukamakmur yang kontur wilayahnya berbukit memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor yang ingin memiliki aset atau usaha jual beli kavling. Namun, terkadang yang menjadi persoalan adalah lahan yang diperjualbelikan tersebut justeru masuk ke dalam lahan Perhutani yang tidak boleh diperjualbelikan.

“Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Perhutani untuk mengamankan aset Perhutani agar tidak hilang lantaran diperjualbelikan,”ujarnya.

Selain itu, persoalan lain adalah masih banyaknya lahan Perhutani yang sudah ditransaksikan dan masuk dalam ploting para pebisnis kavling untuk diperjualbelikan, seperti di Desa Sukamakmur dan Sukawangi. 

“Memang seharusnya lebih transparan lagi soal batas wilayah antara Perhutani dan tanah milik adat, sehingga tidak ada lagi pihak-pihak yang sengaja memperjualbelikan tanah Perhutani,” pungkasnya.

** Taufik / Nay 

Waduh, Duit Insentif Lembaga Desa Dipinjam Kades Buat Bangun Samisade

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor melalui kasi pemerintah, telah mendatangi kepala desa (Kades) Wirajaya, yang diduga melakukan pemotongan insentif lembaga kemasyarakatan desa.

“Kemarin kita sudah rapat dan Kepala Desa (Kades) memberikan klarifikasi terkait dengan dugaan pemotongan insentif lembaga desa itu,” kata Kasi Pemerintah Kecamatan Jasinga Sandy saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (4/1/23).

Jadi kata dia, persoalan tersebut bukan pemotongan uang insentif melainkan kepala desa meminjam untuk pembangunan Samisade tahap kedua, yang mana mereka mewanti-wanti waktu dan uang belum cair.

“Kepala Desa Wirajaya mengambil sikap  meminjam untuk menanggulangi dulu dana Samisade tahap dua dan itu akan diganti,” tuturnya. 

Menurut dia, bahwa hal ini terjadi miskomunikasi antara lembaga masyarakat desa. Pasalnya, pihak pemdes awalnya hanya bermusyawarah di tingkat RW.

“Jadi disini terjadi miskomunikasi karena yang di musyawarahkannya itu hanya tingkat Rw, yang mana RW menyampaikan kepada RT masing-masing. Seharusnya semua perangkat desa terlibat dalam musyawarah waktu itu,” bebernya. 

Sebelumnya diberitakan, insentif lembaga kemasyarakatan desa diantaranya untuk ketua  Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), anggota linmas serta Kepala Dusun (Kadus) bahkan guru ngaji diduga dipotong oleh salah satu perangkat desa.

Hal itu tertulis dalam surat pengaduan terhadap Kasatreskrim Polres Bogor yang dilayangkan oleh DPP LSM Gerakan Nasional Padjajaran (Genpar) dengan nomor 001/S.peng/DPP-GNP/I/2023. Ketua Genpar Sambas Alamsyah mengatakan, pihaknya menindak lanjuti dengan melengkapi berkas serta bukti-bukti.

“Beberapa lembaga kemasyarakatan desa di antaranya RT, RW, Anggota linmas dan Kadus bahkan Guru ngaji mereka menyatakan bahwa merasa keberatan dengan adanya dugaan potongan insentif sampai 50 persen dari total yang harus mereka dapat,” katanya.

Yang seharusnya per satu semester atau 6 bulan mendapatkan 3 juta rupiah bagi lembaga RT. Namun, kata Sambas, di rekening bank BRI milik lembaga desa itu hanya dapat 1,5 juta. “Ini kental sekali adanya dugaan penggelapan insentif yang diduga dilakukan oleh bendahara desa,” tukasnya.

** Red/jb-03 

Tiket Masuk Wisata Gunung Pancar Dikeluhan Pengunjung, Disbudpar Langsung Tinjau Lokasi 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor meninjau langsung wisata pemandian air panas Gunung Pancar, Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, setelah adanya video viral di media sosial (Medsos), Selasa (03/01/23)

Dalam video tersebut, salah satu pengunjung mengeluh lantaran harga tiket terbilang mahal, dan fasilitas tempat yang tidak memadai. 

Menanggapi hak itu, Kabid Destinasi Pariwisata Yogi Tritugastyo yang datang langsung ke wisata pemandian air panas Gunung Pancar menjelaskan, kedatangannya untuk mengecek ke lokasi wisata Gunung Pancar yang terdapat 2 lokasi wisata yang dikelola oleh orang yang berbeda.

“Kita sudah mendatangi ke lokasi pengelola ibu Elis yang fasilitasnya sudah memadai dan ke lokasi yang di kelola Bapak Agus yang fasilitasnya belum memadai akan tetapi harganya juga masih sangat terjangkau,” ucap Yogi  kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/01/23).

Setelah meninjau langsung, pihaknya nanti akan menindaklanjuti dengan Pemerintah Kecamatan Babakan Madang dan Pemerintah Desa Karang Tengah.

“Kami nanti akan tindak lanjuti dengan Kecamatan dan desa, mereka para pengelola akan dikumpulkan di fasilitasi oleh kades, dan kedepannya kita akan lakukan pembinaan,” terangnya.

Sementara, Kepala Desa Karang Tengah, Suhandi mengatakan, Pemerintah Desa Karang Tengah telah berupaya maksimal untuk memperbaiki jalan wisata Gunung Pancar melalui program dana bantuan infrastruktur Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Pemerintah Desa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberbaiki jalan Wisata Gunung Pancar,” tuturnya.

Terkait pemberitaan yang viral, dirinya akan mengumpulkan untuk bermusyawarah terkait tiket masuk wisata.

“Kita akan mengundang para pelaku wisata agar situasi kondusif dan membuat nyaman pengunjung supaya jangan terlalu banyak tiket, lebih baik bayar satu kali lebih besar,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Komisi III Datangi Pengerjaan Jalan Curugbitung yang Dikeluhkan Lamban

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Banyaknya aduan dari masyarakat perihal lambatnya pengerjaan pembangunan di dua titik wilayah jalan Curugbitung – Malasari dan Curugbitung- Cihiris Nanggung, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mendatangi pembangunan jalan tersebut.

“Kita wakil rakyat apa yang terjadi di lingkungan masyarakat pasti kita akan tindaklanjuti,” kata Wakil Ketua Komisi III Robinton Sitorus.

Menurut dia, selain sebagai bentuk pengawasan, pihaknya berkeinginan agar pengerjaan pembangunan di dua titik itu sesuai dengan batas waktu dan kualitas yang memuaskan.

“Berhubung jalan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Nanggung dan Sukajaya, keinginan kita pengerjaan ini dilaksanakan dengan baik,” paparnya.

Dia menilai pengerjaan tersebut telah melewati batas waktu dan merugikan masyarakat banyak. Kendati ada penambahan waktu hingga 25 Januari 2023. 

“Ini sudah lewat waktu tapi ada luncuran sampai tanggal 25 Januari kita tunggu bener gak diselesaikan, harapan kita jangan sampai masyarakat dirugikan,” ucapnya.

“Apabila terjadi hal yang buruk di kemudian hari tentu kita akan mengevaluasi secara menyeluruh. Dan kita harus kejar pertanggung jawaban dari pelaksana,” tambahnya.

Dia menjelaskan, bahwa dengan adanya pengerjaan jalan tersebut masyarakat tidak bisa beraktivitas. Selain itu kejanggalan waktu, dirinya melihat cara pengerjaan  yang baru yang awalnya dari besi plen ke plat beton yang akan dievaluasi.

“Gara gara pengerjaan jalan ini banyak warga kita yang tidak bisa beraktivitas. Saat ini kita tetap berpikir positif dulu, kita harap ini sesuai dengan waktu,” tukasnya.

Sementara itu, pihak pelaksana pengerjaan pembangunan Lutfi mengaku pelaksanaannya sudah sesuai dengan harapan 100 persen selesai.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan, dan semoga cuaca bagus mendukung, karena untuk warga sekitar sendiri mendukung seperti mana anggota dewan juga mendukung,” sangkalnya.

Kini kata dia, terkait dengan kendala teknis sendiri hanya cuaca alam yang tidak bersahabat. “Seperti kemarin hujan tidak berhenti-berhenti kita empat hari tidak dikerjakan,” tukasnya.

** Andres

Camat Jonggol Ajak Kades Sukseskan Ketahanan Pangan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Indonesia merupakan negara agraris yang tidak dapat dilepaskan dari sektor pertanian. Sektor pertanian di Indonesia terbilang cukup menjanjikan bagi masyarakat Indonesia. Sektor pertanian memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, daya dukung dari pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian akan berdampak signifikan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Untuk wilayah Bogor Timur, Kecamatan Jonggol merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi pertanian cukup besar dan menyumbang sumbangsih besar terkait program ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

“Dalam berbagai kesempatan rapat dengan kepala desa di Kecamatan Jonggol saya selalu tekankan pentingnya menyukseskan program ketahanan pangan. Dimana penekanan juga pada aspek penganggaran, dimana dana desa yang diterima oleh Pemerintah Desa harus diorientasikan untuk program pertanian terpadu,”kata Camat Jonggol, Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/01/23).

Menurut dia, saat ini potensi pertanian padi di Jonggol dalam bentuk lahan mencapai 3.849,15 hektare, sementara untuk luas perkebunan mencapai 257,30 Ha. Potensi tersebut menurutnya tersebar hampir di seluruh desa di Kecamatan Jonggol yang umumnya memang masih mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan.

“Untuk komoditas pete, rambutan dan durian itu ada di Desa Bendungan, Balekambang, Cibodas, Singajaya dan Singasari. Sedangkan untuk buah manggis itu menjadi komoditas andalan di Desa Cibodas,” paparnya.

Andri menuturkan, selain perkebunan di atas, sektor pertanian di Kecamatan Jonggol juga menjadi salahsatu wilayah yang menyumbang besar terhadap produktivitas padi di Kabupaten Bogor. Dalam satu tahun, tidak kurang dari 43.108 per tahun dihasilkan dari potensi pertanian di Kecamatan Jonggol.

“Produktivitas tersebut merupakan hasil dari 103 kelompok tani di Kecamatan Jonggol yang tergabung dalam 14 Gapoktan,” bebernya.

Besarnya potensi pertanian dan perkebunan di Kecamatan Jonggol menurut Andri menjadi ciri khas Kecamatan Jonggol yang harus dipertahankan.

” Oleh karena itu, saya mengajak para kepala desa di Kecamatan Jonggol untuk meningkatkan kualitas program pertanian dan perkebunan melalui program ketahanan pangan yang saat ini tengah menjadi program nasional,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Huntap di Malasari Rawan Longsor, Dewan: Kami Ajukan ke DPKPP untuk Dibangun TPT

0

Nanggung| Jurnal Bogor

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah m (DPRD) Kabupaten Bogor Permadi Dalung akan segera menindaklanjuti terkait longsornya di kawasan hunian tetap (huntap) yang berlokasi Kampung Legok Heulang RT 04 RW 12 Desa Malasari, Nanggung.

Menurut Permadi Dalung, bangunan huntap terdampak bencana alam tahun 2018 lalu harus segera ada penanganan untuk dibangunnya Tembok Penahan Tanah (TPT).

“Kami akan sampaikan ke DPKPP, DPUPR maupun BPBD untuk segera ditindaklanjuti kejadian longsor di huntap tersebut. Kalau tidak ditindaklanjuti kasian masyarakat, kalau di lokasi huntap terus-menerus longsor,” kata wakil rakyat ini yang ditemui  saat kunjungan kerja meninjau pembangunan jalan Ace Tabrani, Nanggung, Rabu (4/1).

Warga sekitar Antawi mengatakan, longsornya tanah tebingan itu di akibatkan Intensitas hujan terus mengguyur yang cukup lama, tebing setinggi 20 meter mengalami longsor yang membuat retakan tanah sepanjang 70 meter. “Bangunan hunian tetap  tersebut telah dua kali diterjang longsor,” papar Antawi.

Sebelumnya, puluhan rumah huntap yang baru di tempati 18 bulan itu terendam material lumpur longsoran. Kejadian longsor tersebut terjadi, pada Jumat (30/12/2022) sekitar pukul 03.00 Wib. Namun sebelumnya, longsor pernah terjadi pada November lalu.

Bahkan kejadian yang kedua kalinya itu dikeluhkan oleh warga karena saat ini belum ada penanganan terkait longsornya tebingan tersebut.

“Sampai sekarang belum ada penanganan perbaikan terhadap tebingan, hingga longsor yang kedua kalinya,” katanya.

Dia menduga, lahan yang jadi tempat relokasi tanahnya labil menyebabkan tanah tersebut longsor. Akibatnya beberapa warga mengalami trauma. “Kami trauma, saya mohon untuk kembali dipindahkan ke lokasi yang aman,” katanya.

Menurutnya, ada 14 dari total 84 unit rumah yang terdampak akibat bencana longsor tersebut. Dia berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah untuk segera menanggulangi hal ini agar tidak terjadi longsor susulan yang bisa kapan saja terjadi.

“Kejadian ini membuat kami takut bermalam di rumah. Kami berharap kepada pihak terkait agar tanggap dan segera turun ke lokasi untuk dapat memberikan solusi atas bencana ini,” tukasnya.

** Andres / Arip Ekon

Temuan Mayat Laki-laki Mengenaskan Gegerkan Warga Cijayanti

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Warga Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor digegerkan dengan temuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang mengambang di Sungai Cijayanti, Rabu (04/01/23).

Amin, warga Desa Cijayanti menjelaskan kejadian berawal ada rombongan warga yang mau nyebrang sungai untuk berkebun yang kebetulan letaknya ada di seberang sungai. Mereka ada yang melihat tumpukan sampah di balik batu.

“Namun, saat dilihat lebih dekat ternyata bukan tumpukan sampah, melainkan mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi tangan dan kepala sudah menjadi tengkorak,” papar Amin kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/01/23).

Sementara, Kanit Reskrim Babakan Madang IPTU Ari Badau membenarkan adanya temuan mayat laki-laki di Sungai Cijayanti tersebut. Menurutnya saat ditemukan mayat tersebut kondisinya sangat mengenaskan karena kepala sudah menjadi tengkorak.

Kepolisian Polsek Babakan Madang, langsung melakukan evakuasi mayat tersebut dan dibawa ke Rumah Sakit Polri. Bagi masyarakat yang kehilangan sanak keluarganya bisa menghubungi Polsek Babakan Madang.

” Adapun ciri-ciri mayat tersebut saat ditemukan menggunakan celana jeans warna biru,” pungkas Iptu Ari Badau.

** Nay Nur’ain

Satpol PP Cijeruk Berikan Imbauan Terhadap Warga

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Curah hujan yang cukup tinggi membuat satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor meningkatlkan kewaspadaan. Pasalnya dalam sepekan ini wilayah Cijeruk terus menerus diguyur hujan sepanjang hari. Oleh karena itu Satpol PP siaga bencana melaksanakan monitoring dan pengawasan wilayah. Hal tersebut untuk antisipasi dan gerak cepat, apabila ada bencana alam yang terjadi di Cijeruk karena dalam sepekan telah terjadi bencana longsor dan pohon tumbang, yaitu di Desa Cijeruk, Cipelang dan Desa Cipicung.

Kasie Trantibum Kecamatan Cijeruk Hari Akhriansyah menerangkan, bencana alam tidak memastikan kejadiannya, karena itu memerintahkan anggota  personil sebanyak enam petugas Satpol PP untuk memonitoring wilayah, diantaranya meliputi Desa Sukaharja,Tajur Halang, Palasari, Tanjung Sari, Cipicung, Cipelang, Cibalung, Warung Menteng, dan juga Desa Cijeruk. Hal ini berkaitan Kecamatan Cijeruk masuk wilayah rawan bencana longsor.

“Antisipasi kita di wilayah Kecamatan Cijeruk,siaga bencana alam, karena cuaca sangat ekstrem, apa lagi mitigasi yang didapat wilayah Kecamatan Cijeruk masuk kategori rawan bencana terutama longsor,” jelasnya.

Sedangkan hujan sepekan ini dari Desember 2022 hingga kemarin, hujan tidak berhenti. “Maka dari itu kita selalu waspada,dan anggota Satpol PP dengan personil enam petugas, saya perintahkan untuk memonitoring wilayah, untuk antisipasi bencana alam,seperti kejadian beberapa waktu lalu, longsor dan pohon tumbang, ketika ada kejadian kita langsung turun ke lokasi untuk melaporkan ke SKPD Kabupaten Bogor agar cepat ditindaklanjuti oleh dinas tersebut,” paparnya.

Petugas Satpol PP kata dia waspada memberikan imbauan terhadap  warga Kecamatan Cijeruk agar tetap hati-hati apa lagi rumah yang dekat dengan tebingan pohon tinggi agar dipangkas, semua itu guna menghidari jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam.

“Setiap bencana petugas Satpol PP langsung ke lokasi, dan melaporkannya ke pimpinan dan juga SKPD,yaitu BPBD, Dinsos, PMI,dan juga PUPR agar dapat segera ditindak lanjuti. Selain itu kami juga telah mengimbau melalui pemerintah desa agar warga yang memiliki rumah untuk waspada, apa lagi rumah yang dekat tebingan jangan sampai ada warga masyarakat yang menjadi korban bencana dan saya berharap intensitas hujan yang cukup tinggi ini, tidak menimbulkan korban jiwa semoga cuaca ekstrem ini cepat berlalu,” pungkasnya.

** Deny

2023, KHS Wash Kuatkan SDM Jalani Target yang Lebih Besar

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perusahaan yang fokus di bidang jasa kebersihan, KHS Wash pada 2023 ini menguatkan sumber daya manusia (SDM) agar piawai menjalani target bisnis yang lebih besar lagi. SDM menjadi perhatian utama karena menjadi faktor penting dalam pengembangan perusahaan. Dengan tagline Your Cleaning Spesialist, KHS Wash kini menjelma menjadi perusahaan jasa kebersihan yang terpercaya.

Toya Laraza

“Kita sempat terdampak pandemi Covid 19 pada 2020, Alhamdulillah bisa bangkit dan 2023 ini (KHS Wash) ditarget lebih besar lagi dari sebelumnya,” ujar Direktur Utama KHS Wash Toya Laraza disela-sela Pelatihan Keterampilan Executive Housekeeper dan Sales Online di IPB Convention Center, Rabu (04/01/2023).

Urgensi pelatihan ini dijelaskan Toya untuk menguatkan sasaran dan fokus terhadap target. Execuitve Housekeeper atau tim leader kata dia berperan dalam pencapaian keterampilan, target, produktivitas dan efisiensi kerja.

“Pelatihan ini yang kedua dan ada materi sales online karena memang 80 persen pelanggan kita dari online,” jelasnya.

KHS Wash yang telah berdiri 6 tahun, kini telah tersebar di 9 daerah yakni Jabodetabek plus Bandung, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya, serta telah menangani ribuan pelanggan dari kalangan rumah dan perusahaan.

“Kepuasan pelanggan tentu menjadi perhatian kami karena memang KHS Wash menjadi problems solving. Makanya kami perlu meningkatkan SDM,” tandas Toya.

Tama bersama Indarti dan Toya Laraza

Owner KHS Wash Tama juga menjelaskan, perusahaannya mendukung kegiatan sosial seperti pembersihan tempat ibadah dan panti. “Sudah kami lakukan dan mendapat respons positif,” kata dia.

Tak hanya menangani kebersihan rumah, KHS Wash juga menangai perkantoran swasta dan pemerintahan, kafe dan mall. “Hampir semua tempat dan kami bahkan melakukan pembersihan Museum Bogor,” kata mantan pemain Suratin Kabupaten Bogor ini.

** Asep S.Sayyev