29.3 C
Bogor
Monday, May 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 667

SDN Nanggung 1 Boyong 3 Piala Lomba Tingkat Kecamatan

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nanggung 1, Nanggung, Kabupaten Bogor berhasil memboyong tiga piala pada perlombaan tingkat Kecamatan Nanggung.

Kepala Sekolah SDN Nanggung 1 Mustofa menjelaskan, dengan keikutsertaan dalam event tahunan tersebut mendapatkan beberapa piala di tingkat kecamatan menjadi kebanggaan tersendiri. 

Dalam lomba atletik kids Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) tahun 2023 diraih dari dua cabang perlombaan yakni lempar turbo putri yang menapat juara I dan loncat katak putri juara kedua.

Sementara pada rangkaian kegiatan lomba akademik FLS2N, OSN dan dan Pasang Giri Sunda tingkat Kecamatan Nanggung kategori tari kreasi meraih juara ketiga.

“Tentu dengan kegiatan ini yang tujuannya mencari bakat baik dalam seni, olahraga maupun pengetahuan, terutama mengukur sejauh mana keterampilan siswa selama dibimbing di sekolah,” katanya. 

Jadi kata dia, prestasi tersebut merupakan bukti keberhasilan guru dalam mendidik pelajar. Pihaknya, mengaku sumringah dengan piala yang berhasil diperoleh siswanya. Sebab, menurutnya prestasi itu dapat mengangkat citra baik sekolah. 

“Kami akan terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini,” paparnya.

Ia menambahkan, sekolah yang dipimpinnya ke depan berharap bisa masuk ke tingkat yang lebih tinggi.

“Dengan kegigihan dan ada dorongan dari semua elemen, kami optimis akan bisa meraih impian ini,” pungkasnya.

** Andres

Alhamdulillah, Shalma Dapat Bantuan Mulai dari Desa Hingga Kemensos

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Bantuan terhadap bayi yang mengidap hidrosefalus asal Kampung Babakan Sirna RT 02 RW 01 Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor terus mengalir. 

Kendati begitu kondisi bayi Shalma yang berusia 4 bulan masih butuh perawatan secara intensif. Musababnya, untuk biaya sudah ditanggung menggunakan BPJS PBI.

“Alhamdulilah kalau bantuan susu dan pampers sudah banyak, tinggal persiapan kontrol ke RSUD Kota Bogor pada awal Maret,” ucap orang tua bayi, Siti Istianah (28) ketika ditemui wartawan, kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini kondisi anak keduanya aktif dan mau interaksi hanya kerap menangis kalau mau susu dan digendong karena lingkar kepala terus membesar.

“Untuk lingkar kepala sudah mencapai 55 cm dan kenaikannya cepat, tapi anaknya sangat aktif serta ada interaksi,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mendapatkan bantuan barang dan makanan untuk membuka usaha dari Kementrian Sosial (Kemensos).

“Bantuan terus berdatangan, meskipun suami bekerja serabutan dan tapi tidak setiap hari ada kerjaan,” kata Siti.

Dia berharap anaknya bisa sembuh total dengan perawatan yang intensif, karena untuk kontrol sudah dibantu menggunakan kendaraan milik Desa Sadeng.

“Saat ini berat badan 5 kilogram lebih, dan asupan susunya sangat banyak. Makanya kami terus berdoa agar bisa sembuh total buat Shalma,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Sadeng Yanuar Lesmana menuturkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga bayi agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

“Untuk BPJS sudah kami bantu menjadi PBI, karena kesehatan warga yang utama. Makanya, pihak pemdes terus melakukan pemantauan kondisi sampai pengobatan menggunakan kendaraan siaga desa,” pungkasnya.

** Andres

Gubuk Reyot Warga Karacak Ambruk

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Gubuk reyot warga kampung Warna Karya RT 04 RW07 Desa Karacak, Leuwiliang, Kabupaten Bogor ambruk.

Ambruknya rumah kategori tidak layak huni itu akibat hujan yang terus mengguyur dan angin kencang yang terjadi pada Senin (27/02/23) malam.

Rumah yang dihuni oleh Ibu Apah (90) seorang janda itu ambruk sekitar pukul 22.30 wib. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun saat ini korban harus mengungsi ke rumah saudaranya. 

Babinsa Desa Karacak Pelda Iip Nurhidayat mengatakan, pihaknya bersama warga dan Pol PP Kecamatan Leuwiliang melakukan gotong royong untuk membersihkan puing-puing bangunan rumah tersebut.

“Cuma masih ada barang-barang didalam rumah dan aliran listrik belum dipadamkan,” katanya.

Dia menjelaskan, rumah tersebut sudah masuk dalam program pemerintah, rumah tidak layak huni (RTLH) namun belum terealisasi.

“Kerugian estimasi 15 juta. Selanjutnya pihak desa akan membuat berita acara dan akan diserahkan ke pihak Kecamatan Leuwiliang,” jelasnya.

Dia pun menghimbau kepada warga binaannya saat musim penghujan dan cuaca tidak menentu ini untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengharapkan peran aktif dari seluruh warga di desa, untuk senantiasa waspada dalam menghadapi adanya musim penghujan dengan upaya-upaya pencegahan, serta dukungan pemuda dan perangkat desa untuk bekerja sama,” pungkasnya.

** Andres

Jelang Pilkada, Achmad Fathoni: Jangan Lakukan ‘Politik Lato-lato’

0

Sukaraja | Jurnal Bogor

Menghadiri diskusi publik yang dilaksanakan oleh PWI Kabupaten Bogor, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Achmad Fathoni yang juga hadir sebagai narasumber menyampaikan pendapat akan peran pers dalam pusara pilkada.

“Atas instruksi Ketua DPD PKS Ust Dedi Aroza, saya hadir dalam diskusi publik PWI. Disini saya ingin menyampaikan beberapa hal, pertama saya ucapakan selamat dan apresiasi serta terima kasih kepada PWI untuk HUT-nya ke-77 yang menyelenggarakan diskusi publik ini,” ucap Fathoni yang juga menjabat sebagai anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor.

Menurutnya, ini diskusi yang baik berharap tidak hanya formalitas saja tapi bisa lebih esensial, dan bisa dilanjutkan dengan diskusi-diskusi berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat Kabupaten Bogor. Seperti kesehatan, infrastruktur, pendidikan dan lain-lain. Di situ bisa menjadi tempat para kandidat untuk beradu ide dan pikiran.
“Kedua, peran pers sangat besar tapi juga harus hati-hati, karena pers sangat rawan. Judul dalam pusara ini ada makna pusar yang artinya dekat dengan area rawan. Pers harus benar-benar independen, kritis dan jaga kehidupan berdemokrasi,” paparnya.
Ketiga, sambung Fathoni, jangan sampai ada ‘Politik lato-lato’  yang ramenya karena adu fisik dan permainannya dengan diadu-adu pihak lain. Mari tonjolkan adu pemikiran dan ide untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Kabupaten Bogor.
“Dan terakhir, jangan menakut-nakuti masyarakat dengan isu-isu perpecahan dan politik identitas. Masyarakat Bogor terbiasa hidup rukun, damai, penuh toleransi, jangan terus digembor-gemborkan isu yang sebenarnya tidak terjadi,” cetusnya.

Pada intinya, Fathoni menyampaikan, pers itu garda terdepan, karena apa yang disampaikan pers bisa membuat reaksi masyarakat yang luar biasa. Jadi, tetaplah menjadi pers yang luar biasa yang sampaikan pesan moral dan informasi yang falid kepada masyarakat.

“Sebelum mengakhiri izinkan saya menyampaikan sedikit pantun,” pungkasnya.

“Kalau sepeda motor ingin tetap melaju
Pastikan mesinnya fres dan sopir  konsentrasi
Kalau Kabupaten Bogor ingin terus maju
Pastikan insan pers independen, kritis dan jaga demokrasi


Nasi hangat sambel terasi
Tahu kupat enak buat sarapan
Mari semangat berkolaborasi
Layani rakyat gapai Bogor berkemajuan
”.

** Nay Nurain

Jaro Ade Apresiasi Diskusi Publik yang Dihadiri Para Petinggi Parpol

0

Sukaraja | Jurnal Bogor

Tokoh politik dan mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2014-2019, Ade Ruhandi menyatakan apresiasinya atas terselenggaranya diskusi publik yang diinisiasi oleh PWI kabupaten Bogor beserta jajaran sebagai puncak peringatan HPN 2023 & HUT PWI ke-77 tingkat Kabupaten Bogor.

Pria yang akrab disapa Jaro Ade ini juga menyampaikan, apresiasi yang dilontarkannya itu bukan tanpa sebab karena banyaknya pimpinan partai politik (parpol) yang hadir dalam momen yang diselenggarakan oleh jajaran panitia HPN 2023 tingkat kabupaten Bogor tersebut.

“Saya apresiasi dengan digelarnya Diskusi Publik ini, dan juga cukup banyak pimpinan parpol yang hadir termasuk juga Plt Bupati Bogor H. Iwan Setiawan,” ujar Jaro Ade usai acara di M-One Hotel Sukaraja, Senin (27/2/23).

Menurutnya, dengan hadirnya para pimpinan parpol di Kabupaten Bogor hingga orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman menjadi suatu respons baik dari semua pihak terkait keberadaan insan pers di daerah ini yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Berarti ini kan mendapat respons baik dari rekan-rekan semuanya dalam hal ini para pimpinan parpol dan Plt Bupati Bogor,” ucap Jaro Ade.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar( itu juga mengharapkan bahwa sesuai dengan tema yang diusung dalam Diskusi Publik yakni “Pers Dalam Pusaran Politik Pilkada” pekerja jurnalis ini diharapkan dapat masuk ke dalam sebuah sistem, yang tentunya rekan pers tidak akan bisa dipisahkan dengan pemerintah daerah melalui forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda).

“Sehingga pers harus masuk kebagian dari itu semua, dan tidak bisa dipisahkan. Serta independensinya juga pastinya sangat diharapkan saat mengawal pelaksanaan pemilu serentak nanti. Mulai dari Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) dan diakhiri dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di bulan November 2024,” tutupnya.

** Nay Nur’ain

Jadi Narsum Acara Puncak HPN dan HUT PWI Kabupaten Bogor, Ini Janji Iwan Setiawan

0

Sukaraja | Jurnal Bogor 

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor, H. Iwan Setiawan mengapresiasi terkait terselenggaranya Diskusi Publik yang digagas yang panitia HPN 2023 PWI Kabupaten Bogor.

Iwan mengatakan, sesuai dengan tema yang diusung dalam Diskusi Publik yakni “Pers Dalam Pusaran Politik Pilkada”, dimana dalam pembahasan persiapan Pilkada 2024 untuk anggarannya telah siap.

“Untuk anggaran pemilu serentak 2024 insha Allah sudah siap,” kata Iwan dalam sambutannya sebagai pembicara diacara diskusi publik tersebut di M-One Hotel Sukaraja, Senin (27/2/27).

Iwan menyatakan, dalam peran insan pers saat pemilu serentak 2024 tersebut, diharapkan juga insan media perlu adanya edukasi, adapun terkait infrastruktur sebagai penunjang perhelatan pemilu juga telah siap.

“Bahkan dari Sumber Daya Manusia (SDM)  mulai dari Pileg, Pilpres, dan Pilkada saya katakan sudah sangat lengkap. Karena untuk perihal itu kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengawalnya,” jelasnya.

Dirinya meminta, untuk peran pers dalam pelaksanaan pemilu serentak 2024 mendatang, diharapkan dapat memberikan informasi yang baik terkait pesta demokrasi tersebut. Menurutnya, pers adalah pilar keempat atau sebagai messenger (pembawa pesan) kepada masyarakat luas.

“Dan kami ingin meminta juga untuk semua pihak dapat menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Bogor dalam menghadapi Pileg, Pilpres, dan Pilkada di bulan November 2024 nanti,” pintanya.

Bagi orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu, peran insan pers sangat penting dalam menginformasikan berita yang akurat dan kredibel, serta bisa mengedukasi bagi para pembaca setianya.

Intinya, sambung Iwan, keberadaan pers ini sangat sentral dan  memberikan energi positif yang edukatif terhadap masyarakat bagaimana pembelajaran kepada masyarakat Bumi Tegar Beriman khususnya.

“Hari ini saya melihat, terkait pribadi kita dalam mengakses media sosial sudah sangat gampang melalui gadget masing-masing melalui Google, hal itu tentunya sangat dapat dijangkau oleh masyarakat Indonesia maupun dunia bila ingin mengetahui portofolio seorang calon kepala daerah. Makanya saya sampaikan bahwa peran pers itu sangat penting saat pilkada nanti,” tegasnya.

Lebih jauh Plt Bupati Bogor memaparkan, ditahun 2023 ini dirinya mengintruksikan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk berperan bagi PWI Kabupaten Bogor dalam menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tujuannya agar anggota PWI yang belum berkesempatan mengikuti program UKW untuk menjadi jurnalis yang kredibel dan profesional.

“Mudah-mudahan tahun 2023 untuk program UKW yang diinginkan oleh anggota PWI Kabupaten Bogor khususnya bisa kita support secara penuh. Saya perintahkan kepada Kadiskominfo Kabupaten Bogor yakni Bayu Rahmawanto bisa mengakomodirnya segala yang dibutuhkan,” janji Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan di puncak acara HPN 2023 dalam kegiatan Diskusi Publik tersebut.

Menanggapi itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo merasa sangat senang dengan janji yang dilontarkan oleh pemimpin Bumi Tegar Beriman itu dalam penyelenggaraan UKW tersebut.

Pasalnya, kata Subagiyo, dari total 100 anggota PWI Kabupaten Bogor yang tercatat di bidang Organisasi Keprofesian dan Kewartawanan (OKK), baru 60 persen yang telah mengikuti dan lulus Uji Kompetensi Wartawan.

“Yang mungkin belum mengikuti UKW untuk anggota PWI Kabupaten Bogor secara khususnya kurang lebih masih ada 40 persenan dari total 100 orang yang tercatat sebagai bagian dari keanggotaan di organisasi kewartawanan ini,” jelasnya.

“Tak lupa saya ucapkan rasa terima kasih atas penyampaian Plt Bupati Bogor bahwa Pemkab Bogor siap hadir dalam mendukung penuh penyelenggaraan UKW tingkat Kabupaten Bogor di tahun 2023 ini,” sambungnya.

Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor sukses selenggarakan Diskusi Publik sebagai giat dari puncak peringatan HPN 2023 & HUT PWI ke-77 di M-One Hotel Sukaraja, Senin (27/2/23).

Sementara dalam diskusi publik yang disajikan panitia HPN 2023 tingkat Kabupaten Bogor, dihadiri mulai dari Ketua DPC Partai Gerindra, H. Iwan Setiawan sekaligus sebagai Plt Bupati Bogor, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor Bayu Syahjohan, Cabup Bogor 2024-2029 Ade Ruhandi (Jaro Ade), Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat Asep Wahyuwijaya, Pengamat Kebijakan Publik dan pemerintah Yusfitriadi, Ketua IJTI Bogor Raya Niko Kompas TV, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor Suryanto Putra, perwakilan DPC Paertai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Bogor, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Hanura Daen Nuhdiana, Ketua DPD Partai Perindo Yudia Irawan, Ketua DPC Partai Demokrat Dede Chandra Sasmita (Kang Dechan), Kadishub Agus Ridhallah, Kadiskominfo Bayu Rahmawanto, Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat, perwakilan Kadin Kabupaten Bogor Achmad Hidayat, Ketua PFI Bogor Bogor Hendi Novian (Kozer), beserta para tamu undangan lainnya.

** Nay Nur’ain

Pasar Klapanunggal Terbengkalai Tanggungjawab Siapa?

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Meski sudah selesai dibangun, namun Pasar Tradisional Klapanunggal, Kabupaten Bogor hingga saat ini belum juga difungsikan. Padahal, pembangunan pasar tersebut sudah menghabiskan anggaran pusat dan APBD Kabupaten Bogor miliaran rupiah.

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Klapanunggal yang seharusnya bisa merasakan manfaat dari keberadaan pasar tersebut terkait kapan Pasar Klapanunggal dioperasikan.

“Umumnya kalau pasar itu sudah selesai dibangun sudah bisa difungsikan. Bahkan pada saat proses dibangun juga biasanya sudah ada persiapan operasi pada saat seluruh bangunan selesai. Tapi ini
sudah selesai belum juga terlihat adanya kegiatan di pasar,” kata salah satu tokoh pemuda Klapanunggal, Nanang.

Menurut dia, keberadaan Pasar Klapanunggal seharusnya dapat menunjang dan meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat. Apalagi pasar tradisional ini dibangun dengan dana yang lumayan besar. Maka akan sangat mubazir jika tidak segera difungsikan.

“Saya sendiri bahkan masyarakat pada umumnya tidak tahu kapan akan beroperasi. Pada saat pembangunan juga tidak ada sosisalisasi. Tahu-tahu sudah ada proyek pembangunan pasar aja,” jelasnya.

Ia mengatakan, pemilihan lokasi pasar tradisional klapanunggal sejak awal memang kurang mendapat dukungan dari masyarakat. Pasalnya, lokasi pembangunan pasar berada diwilayah yang sepi dan tidak ada akses kendaraan angkutan umum.

“Tapi karena waktu itu pemda yang sudah menentukan ya masyarakat tidak bisa apa-apa cuma nunggu saja sampai bangunan ini sekarang sudah jadi tapi belum difungsikan,” ujarnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dapat segera mengoperasikan Pasar Klapanunggal sehingga keberadaan pasar klapanunggal dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

** Taufik / Nay

Program CSR 2023, Antam UBPE Pongkor Alokasikan Duit Rp 2,8 Miliar

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada tahun 2023 ini mengalokasikan anggaran Rp 2,8 miliar untuk melaksanakan program tanggungjawab sosial perusahaan pada lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dana CSR itu nantinya akan digunakan untuk membenahi infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di 11 desa binaan perusahaan yang berada di Kecamatan Nanggung. Agar anggaran CSR yang dikucurkan perusahaan memberikan manfaat kepada masyarakat dan tetap sasaran, Antam UBPE Pongkor, baru-baru ini menandatangani nota kesepamahan multi pihak.

“Penanadatangan nota kesepamahan itu melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Inspektorat Kabupaten Bogor, disaksikan Guru Besar Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Fernandes Simangunsong,” kata manajemen Antam UBPE Pongkor, dalam keterangan tertulisnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (28/02).

Sebagai informasi, duit CSR yang akan digelontorkan Antam UBPE Pongkor, ke 11 desa binaan di Kecamatan Nanggung, dialokasikan untuk membiayai program-program yang sudah masuk di dalam APBDes.

Pada Rabu (22/02) lalu, PT Antam UBPE Pongkor, bersama seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor, dari daerah pemilihan (Dapil) V, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcan) Nanggung, beberapa kepala Puskesmas, unsur pendidikan, bertempat di salah satu hotel di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, membahas program-program yang akan dibiayai dana CSR Antam.

“Musyawarah Pemberdayaan Masyarakat Desa (Muspemasdes) membahas, menyelaraskan, serta menyepakati program pembangunan yg bersumber dari Dana CSR/TJSL PT Antam UBPE Pongkor tahun anggaran 2023. Muspemasdes ini untuk mencegah program yang disusun tumpang tindih sumber dananya. Tapi yang pasti semua program yang disusun sudah mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),” sebut manajemen Antam UBPE Pongkor, dalam keterangan.

Prof. Fernandes mengapresiasi, kepedulian Antam UBPE Pongkor, karena konsisten merealisasikan program tanggungjawab sosial perusahaan pada lingkungan.

“Dana CSR Antam Pongkor ini sebagai solusi untuk membiayai program usulan masyarakat yang tidak terakomodir oleh sumber dana desa, Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (DBHPRD) bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten Bogor maupun Bankeu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Fernandes menutupi.

** Mochamad Yusuf

Usai Operasi, Fatimah Masih Butuh Perawatan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Meski sudah menjalani operasi penyedotan cairan di paru-parunya, Fatimah masih harus tetap mendapat perawatan intensif di RSUD Cileungsi. Namun, kondisi kesehatannya kini jauh lebih baik bila dibandingkan pekan lalu sebelum dilakukan operasi. Kini anak yatim piatu tersebut masih mengeluh lemas dan kerap merasakan sakit akibat bekas operasi. Selain itu, ia juga masih kerap mengalami batuk lantaran masih ada cairan pada bagian paru-parunya.

“Tadi dari hasil pemeriksaan dokter katanya sudah mendingan. Tapi memang masih suka batuk dan badannya masih lemas,” kata Caca yang merupakan kakak Fatimah.

Menurut dia, selama dua minggu menjalani perawatan di RSUD Cileungsi, kondisi adiknya memang perlahan-perlahan mulai pulih. Namun, kata dokter lanjutnya, Fatimah harus tetap mendapat perawatan sampai benar-benar pulih.

“Memang sudah agak mendingan tapi harus tetap mendapat perawatan sampai benar-benar sehat,” ujarnya.

Caca mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi adiknya yang masih terbaring lemas di ruang perawatan RSUD Cileungsi. Sebagai kakak, ia hanya bisa menemani adiknya selama terbaring di RSUD bergantian dengan keluarga lainnya.

“Saya hanya bisa menemani aja dan gak bisa berbuat apa-apa, karena penghasilan dari jaga toko juga gak seberapa gak bisa buat biaya rumah sakit,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Dapil 2, Adi Suwardi mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Direktur RSUD Cileungsi terkait penanganan dan perawatan Fatimah. Ia berharap pihak RSUD dapat memberikan penanganan terbaik guna mengembalikan kesehatan Fatimah tanpa terlebih dahulu mempersoalkan administrasi.

“Saya sudah minta direktur untuk memberikan pelayanan dan penanganan sampai Fatimah sehat. Kalau untuk administrasi berkas atau biaya itu nanti kita carikan solusinya,” ujar Adi Suwardi.

Menurutnya, warga Kabupaten Bogor apalagi warga tidak mampu atau yatim piatu harus mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan kesehatan. Dimana pelayanan kesehatan harus dilakukan secara maksimal.

“Yang terpenting saat ini ditangani terlebih dahulu sampai Fatimah sehat,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Tak Safety, Sepeda Listrik yang Dipakai Anak-anak di Jalan Raya Rawan Kecelakaan

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Keberadaan sepeda listrik kian hari kian meningkat di jalan raya. Sebagian besar para penggunanya masih anak-anak.

Terlihat di beberapa titik jalan raya provinsi seperti di Pasar Leuwiliang dan Jalan Raya Leuwisadeng anak-anak lalu lalang berboncengan menggunakan sepeda listrik.

Menurut warga pengguna jalan, Asep, kondisi seperti ini sangat dikhawatirkan kejadian kecelakaan lalulintas.

Pasalnya, anak-anak tersebut tidak safety atau aman dalam menggunakan sepeda listrik. Bahkan malah membuat pengendara umum terganggu.

“Iya, kita jadi ikut khawatir melihatnya. Karena jalan raya ini ramai oleh kendaraan umum,” katanya. Senin (27/02/23).

Hal tersebut juga dibenarkan oleh anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Rizki Permana, dia menilai maraknya pengguna sepeda listrik oleh anak-anak sangat miris.

“Sangat miris, apalagi anak-anak ini berboncengan dengan melebihi kapasitas, saya lihat sampai empat orang berboncengan di jalan raya,” ucapnya.

Kata dia, bahwa jalan raya bukan peruntukannya untuk sepeda listrik, seharusnya sepeda listrik tersebut dipergunakan di tempat yang semestinya.

“Seharusnya sepeda listrik ini kan digunakan untuk di jalan pemukiman atau di perumahan, kalaupun di jalan raya harus dengan safety,” kata Rizki yang juga merupakan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dishub Bogor itu. 

Dia juga menghimbau dalam hal ini pentingnya peran orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anaknya.

“Memberikan kasih sayang terhadap anak boleh saja, namun ini sangat dikhawatirkan terjadi kecelakaan,” paparnya.

Sementara, Kepala Unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polsek Leuwiliang Iptu Tri Aryanto mengatakan, dalam hal ini pihaknya belum mendapatkan instruksi dari pimpinan sehingga belum menindak  pengguna sepeda listrik. 

Kendati pihaknya untuk meminimalisir  terjadinya yang tidak diinginkan akan bekerja sama dengan bhabinkamtibmas di wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Mungkin nanti Bhabinkamtibmas bisa berkoordinasi  dengan RT maupun RW agar memberikan arahan atau sosialisasi terhadap penjual sepeda listrik mungkin bisa dikumpulkan,” pungkasnya.

** Andres