32.2 C
Bogor
Monday, May 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 662

Jangan Tamak

0

Bogor | Jurnal Bogor
Tamak adalah salah satu sikap keserakahan yang dilarang keras dalam ajaran Islam. Karena keserakahan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Kerakusan juga merupakan penyakit hati. Adapun orang yang menggoda seseorang untuk tamak, bisa jadi karena harta dan kekuasaan.

Manusia pada umumnya sangat mencintai kekayaan, tidak puas dengan sedikit atau banyak kekayaan, terus mencari kekayaan, dan sangat rakus akan ingin mencapai impiannya.

Kekayaan menjadikan tujuan untuk sangat mencintainya, lupa bahwa sifat dari harta ini adalah fana. Padahal, harta seorang hamba adalah harta yang digunakan untuk beramal dan harta yang digunakan dengan cara lain oleh Allah.

Tentang mereka yang mengingini harta dan tidak membelanjakannya di jalan Allah. maka orang seperti itu pasti tidak bahagia dan binasa. Dia mengalami kesulitan di dunia dan di akhirat. Pecinta harta dan pecinta dunia, yang lebih memilih dunia ini daripada akhirat, adalah orang yang paling tidak beruntung.

Hati-hati dengan keserakahan. Nafsu harta berujung pada dosa seperti penipuan, pencurian, perampokan, korupsi dan pelit.

Keserakahan akan dunia membuat orang memandang rendah, sifat ini ia gambarkan sebagai orang yang haus ingin minum air laut, semakin banyak minum air laut semakin haus.

Kebiasaan orang serakah adalah selalu lapar dan haus akan hal-hal duniawi. Semakin dia menerima dan memiliki, semakin dia lapar dan haus.

Sehingga mereka tidak bisa benar-benar menikmati apa yang mereka miliki, tetapi menjadi beban hidup. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat keserakahan.

** Qurratul Ain Arifah B/mg-jb

Pendidikan Moral Harus Dimulai Sedini Mungkin

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perkembangan dan kemajuan zaman semakin cepat dan cepat. Ini adalah sesuatu yang sangat membutuhkan perhatian. Apalagi ditemani anak-anak yang semakin bebas.

Belakangan ini kita sering melihat foto anak kecil di jejaring sosial. Dengan gaya dan pakaian yang tidak pantas, bahkan tidak pantas. Banyak foto anak-anak yang diunggah ke media sosial memperlihatkan anak-anak sekolah dasar masih mengenakan seragam merah putih.

Sayangnya, gambar tersebut diunggah dengan gaya yang tidak wajar. Beberapa berpegangan tangan antara anak laki-laki dan perempuan sekolah dasar. Bahkan ada siswa SD yang berpakaian ala SMA berlebihan. Ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua orang tua dengan anak-anak.

Penerapan pendidikan akhlak sebenarnya harus dilakukan sedini mungkin. Serbuan berbagai budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan sangat mudah, terutama melalui media sosial, kini menjadi perhatian nyata dan harus disikapi.

Bagaimana menghadapi kenyataan bahwa anak Indonesia tidak mudah terpengaruh budaya asing yang kini sangat mudah diakses di Indonesia?

Jauhkan anak-anak dari ponsel sebelum mereka menginjak dewasa.

Handphone atau gadget merupakan sarana yang dengan sangat mudah membawa budaya asing ke Indonesia. Sekarang media sosial sangat luas dan sangat mudah diakses oleh semua orang. Termasuk anak kecil yang sudah pintar dengan ponsel atau gadget. Banyak orang tua tidak menyadari efek negatif dari media sosial.

Padahal, tanpa bimbingan yang tepat, media sosial memiliki peluang lebih besar untuk memberikan dampak negatif. Jadi ini benar-benar pekerjaan rumah bagi orang tua. Berikan pendidikan moral sedini mungkin

Salah satu hal yang dapat menguatkan anak dari serangan budaya asing yang keras adalah dengan memberikan pendidikan moral sejak dini. Pemikiran dan karakter anak sangat mudah dibentuk saat masih kecil. Jadi jangan sia-siakan kesempatan unik ini untuk menjadikan anak Anda berkarakter baik.

Ini berlaku saat anak sudah besar. Pendidikan moral inilah yang menguatkan anak terhadap serangan negatif budaya asing. Berikan perhatian khusus ketika anak-anak melekat pada remaja dan orang dewasa. Biasanya ketika anak mulai menemukan dunianya sendiri di luar lingkungan keluarga. Anak-anak umumnya lebih sulit dikendalikan. Ini biasanya terjadi di usia tua, ketika anak sudah remaja.

Peran orang tua sangat penting untuk mewaspadai remaja. Karena pada usia ini anak mengalami masa dimana mereka penasaran dengan urusan orang dewasa. Tanpa perhatian orang tua, sangat mudah bagi anak untuk membenamkan diri dalam dunia yang dapat membenamkan dirinya dalam hal-hal yang merugikan dirinya.

Oleh karena itu, saat anak menginjak usia remaja, perhatian orang tua terhadap anak sangat perlu ditingkatkan dan diatur. Jangan sampai masa depan anak bangsa menjadi remaja karena salah pergaulan.

** Rahma Tiara Putri/mg-jb

Penganiayaan Warga oleh Prajurit TNI di Depok, tak Ada yang Menolong meski Terjadi di Muka Umum

0

Bogor | Jurnal Bogor

Seorang berseragam TNI yang menganiaya pria di Toko Buah Mughi Barokah di kawasan Leuwinanggung, Tapos, Depok, telah diketahui identistasnya. Pelaku merupakan seorang anggota aktif TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Serka W.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari berdasarkan hasil penelusuran Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya.

“Hasil pendalaman sementara dapat diinformasikan bahwa terduga pelakunya adalah oknum anggota TNI dengan inisial Serka W,” ujar Hamim.

Menurut dia, penganiayaan itu bermula ketika mobil yang dikemudikan Serka W ditabrak motor korban saat melintas di Jalan Akses Tol Cimanggis, Leuwinanggung, Depok. Serka W lantas mengejar korban dan tak lama kemudian terjadi penganiayaan di Toko Buah Mughi Barokah.

“Melihat korban tidak berhenti dan melanjutkan laju motornya, Serka W berusaha mengejar, dan saat kondisi jalan macet akhirnya terkejar dan terjadi pemukulan sebagaimana yang terlihat dalam sebuah akun Instagram,” kata Hamim.

Aksi penganiayaan yang dilakukan Serka W terhadap korban ternyata direkam oleh seorang warga yang berada di dalam mobil pribadi. Rekaman video itu pun viral setelah diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08.

Dalam rekaman video itu, oknum TNI itu memukuli seorang pria yang sudah tersungkur di dalam toko. Padahal, ada seseorang yang mencoba melerai penganiayaan. Akan tetapi, oknum tersebut tetap menghajar korban yang sudah tak berdaya. Selain dipukul, korban pun juga ditendang.

“Informasi awal kejadian ini akibat korban menyenggol mobil Avanza hitam milik anggota TNI. Sudah meminta maaf namun akhirnya tetap terjadi tindakan kekerasan,” bunyi keterangan unggahan tersebut.

Selama penganiayaan itu berlangsung, tak ada satu pun warga yang menghentikan tindakan Serka W. Padahal, situasi di tempat kerjadian penganiayaan terdapat banyak orang yang juga sedang berteduh. Suhadi mengatakan, para pembeli dan warga hanya bisa berdiam diri saja lantaran khawatir menjadi korban salah sasaran kemarahan anggota TNI AD tersebut.

“Takutnya kalau ikut ngelerai nanti malah jadi sasaran. Dikira pelaku, nanti malah rekan korban,” ujar dia. Kendati begitu, Suhadi mengatakan, hanya rekan korban saja yang berani menengahi tindakan penganiayaan itu. “Yang misahin hanya rekan korban. Begitu dia ngelerai katanya hampir kena pukul juga,” imbuh dia.

Pihak TNI AD menyesalkan insiden pemukulan yang dilakukan prajuritnya kepada seorang warga sipil di Toko Buah Mughi Barokah itu. Hamim menyatakan, prajurit berinisial Serka W itu akan diproses hukum.

“TNI AD menyesalkan kejadian tersebut dan akan menindaklanjuti dengan proses hukum sesuai kesalahan yang dikakukan,” ujar Hamim.

Source: instagram @majeliskopi08

** Disya Firnanda/mg-jb

Unesa Luncurkan Tiga Aplikasi Khusus Disabilitas Bantu Guru di SLB

0

Bogor | Jurnal Bogor

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meluncurkan tiga aplikasi khusus disabilitas bersamaan dengan pengukuhan empat guru besar baru Unesa di Auditorium, Lantai 11, Gedung Rektorat, Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Selasa (28/02/23) lalu.

Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Khusus Unesa Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd menjelaskan mengenai tiga aplikasi tersebut, pertama In-Mhare atau (Inclusive Mobile Health for Teacher), yang merupakan aplikasi berbasis android untuk membantu guru sekolah luar biasa (SLB) mengelola stress ketika menghadapi siswa berkebutuhan khusus. Terdapat tiga fitur utama pada aplikasi In-Mhare yaitu, self report, self healing, dan evaluation.

“Ini bisa diakses guru meski tanpa koneksi dengan internet. Bahkan, guru bisa konsultasi lebih lanjut ketika guru mengalami stres atau kecemasan lanjut. Ini bisa buat guru di berbagai negara, sementara bahasa yang tersedia, Indonesia, Thailand dan Inggris,” ucapnya mengutip dari kampus.republika.co.id

Kedua, Gusi atau Guru Inklusi yang berisi berbagai macam materi penjelasan tentang tupoksi guru pembimbing khusus yang disusun dosen dan praktisi profesional. Selain itu, ada menu uji pemahaman, kuesioner, skor dan rekomendasi pembelajaran dan materi. Gusi merupakan aplikasi self-assessment berbasis android untuk menganalisis pengalaman guru dalam mengelola pembelajaran manajemen inklusi. Dengan begitu, hasil asesmen dapat menjadi bahan analisis untuk menunjang proses pembelajaran.

Ketiga, Virtual Reality (VR) Bina Gerak untuk anak cerebral palsy tipe spastik. Aplikasi ini dikembangkan untuk mengatasi kesulitan anak penyandang cerebral palsy dengan kondisi spastik diplegia pada kedua kaki untuk memastikan keterampilan motorik sehingga berkembang dengan baik.

Inovasi ketiga aplikasi itu merupakan hasil riset Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd dan timnya yang bekerja sama dengan mitra dan pakar luar negeri selama tiga tahun. Tiga aplikasi itu juga sudah tersedia di Playstore dan merupakan aplikasi pertama yang ada di Indonesia khusus guru sekolah luar biasa (SLB). “Inovasi ini merupakan hasil riset saya dan tim bekerja sama dengan berbagi mitra dan pakar luar negeri selama tiga tahun terakhir,”

“Aplikasi ini sudah tersedia di Playstore dan setahu saya yang khusus untuk guru sekolah luar biasa tidak ada di Indonesia, bisa dibilang ini yang pertama dan harapannya ini bisa memudahkan guru di SLB dan penyandang disabilitas,” ucap Sujarwanto mengutip dari liputan6.com.

Sementara itu empat Guru Besar baru Unesa yang dikukuhkan diantaranya, Prof Sujarwanto, Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Khusus, Prof Mochamad Nursalim, Guru Besar Bidang Ilmu Konseling Individu, Prof Utiya Azizah, Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Kimia. dan Prof Warih Handayaningrum, Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Seni.

** Venda Oktavioni/mg-jb

Forum Pemerhati Perumahan Rakyat Dukung Rena, Dewan: Ini Open Bidding Apa Kampanye?

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jelang pengumuman tiga besar lelang jabatan atau open bidding Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama untuk posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus), jagat media sosial diramaikan oleh flyer dukungan dari Forum Pemerhati Perumahan Rakyat kepada salah satu peserta, yakni Rena Da Frina.

Dalam flayer tersebut tertulis bahwa “Forum Pemerhati Perumahan Rakyat Turut mendukung Ibu Rena Da Frina SP, MM Menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor 2023”.

Sementara itu, Rena Da Frina yang juga kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Kota Bogor mengatakan bahwa flyer yang beredar tersebut merupakan bentuk dukungan dan doa.

“Dukungan itu doa, doa itu secara umum yang baik-aik, siapa sih yang nggak mau didoain. Jadi mau dari siapapun dukungannya itu Alhamdulillah terima kasih, tinggal nanti garis tangannya ada nggak kesana. Karena hasil open biding juga belum,” ujar Rena dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (2/3).

Terlepas dari hal itu, kata Rena, siapapun yang akan bakal lolos open biding pastilah yang terbaik dan dipercaya mengemban tugas besar.

“Tugas besarnya sesuai dengan yang direncanakan dengan yang dilaksanakan serta memberi dampak manfaat bagi orang banyak,” ucap Rena.

Kata dia, apabila nantinya ia terpilih sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, dia bakal menguatkan team work di dalamnya.

“Karena PUPR banyak karyawannya, kita kompakan dulu di dalam. Karena untuk mencapai tujuan itu pasti di dukung team worknya, saya tidak mungkin bisa bekerja sendiri, itu yang paling prioritas,” ungkap Rena.

Yang kedua, lanjut Rena, memperkuar segi pengawasan, sebab bila perencanaan kegiatan bagus yang perencanaannya sudah bagus, tetapi pelaksanaanya tidak sesuai perencanaan, maka kondisi di lapangan akan berubah-ubah.

“Nah itu butuh pengawasan disitu mungkin saya bisa hadir untuk pengawasannya. Saya juga ajak apartur wilayah untuk sama-sama mengawasi kegaitan pembangunan yang ada di wilayah masing masing, dan membuka ruang diskusi masalah apa yang ada di wilayah,” ucapnya.

Sebab, sambung Rena, basicnya adalah di wilayah, sehingga ia paham betul terkait beberapa permasalahan.

“Saya paham betul permasalahan teman teman itu terkait dengan pengaduan kemudian dengan masukan masukan terkait infrastruktur yang ada di wilayah,” tandasnya.

Sementara itu beredarnya flyer dukungan tersebut di media sosial juga mendapat respon dari Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Bogor, Mahpudi Ismail. Ia justru mempertanyakan mengapa open bidding kali ini terasa seperti pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Ini open bidding apa kampanye pilkada, pakai dukung mendukung segala. Ini baru terjadi di Kota Bogor,” ujar Mahpudi.

Menurutnya, birokrasi harus terbebas dari unsur politis seperti dukung mendukung dari eksternal, yang berujung kepada ranah subyektif. “Kalau ada dukung mendukung masuk ranah subyektif seperti ada intervensi dan kampanye politik. Sedangkan untuk memilih kepala dinas kan kembali ke keinginan kepala daerah,” tegasnya.

Mahpudi menilai bahwa lelang jabatan atau open bidding harus steril dari sifat dukung mendukung. “Jangan sampai ada nuansa penggiringan ke arah politik untuk mensukseskan jabatan tertentu,” ucapnya.

Kata dia, apabila mekanisme dukung mendukung bisa memberikan efek, maka open bidding lebih baik diganti dengan pengerahan massa.

Sebenarnya, kata Mahpudi, pembuatan flyer dukung mendukung sangat tidak etis, mengingat tim pansel pasti sudah memiliki parameter untuk menentukan siapa dan dimana sosok yang tepat untuk mengisi jabatan kepala dinas.

“Jangan sampai ada tumpang tindih, dan azas subyektifitas dalam lelang jabatan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Dukung Pengembangan Potensi Pertanian Lokal, PPMKP Kementan Turut Partisipasi Penyelenggaraan “Festival Buah Nusantara”

0

Batang | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melalui Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) turut mendukung pengembangan potensi pertanian lokal sebagai upaya mendukung pembangunan pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menciptakan daya saing produk pertanian dalam menggairahkan ekspor produk pertanian.

Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk partisipasi PPMKP Kementan pada penyelenggaraan “Festival Buah Nusantara” yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Batang-Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo bahwa pembangunan sektor pertanian harus diupayakan dengan berbagai langkah dalam mempersiapkan pangan rakyat Indonesia yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan dan peningkatan pendapatan petani. Daerah-daerah yang memiliki potensi dan produktivitasnya tinggi harus diintervensi dengan berbagai terobosan teknologi.

Selain itu, pengembangan potensi pertanian lokal juga menjadi salah satu langkah hilirisasi produk pertanian untuk dapat meningkatkan ekspor, oleh karenanya Kementan terus berkomitmen memberikan dukungan pada semua pihak dalam memajukan sektor pertanian,

“ Pangan lokal berdampak pada ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kementan terus fokus dalam meningkatkan produksi dan kualitas, Kementan juga melakukan kerja sama dengan asosiasi perhotelan,” kata Mentan SYL

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan jika produk-produk pertanian akan mampu memberikan nilai tambah jika kita mampu mengolah produk-produk pertanian menjadi produk turunan.

“Oleh karena itu, jangan terfokus di hulu. Jangan terfokus di onfarm atau dibudidaya. Tetapi harus lebih fokus pada pascapanen, pengolahan packing, trading dan pemasaran karena di hilir atàu diolahan akan diperoleh nilai tambah,” katanya.

Gelaran “Festival Buah Nusantara” merupakan ajang promosi buah lokal unggulan dan produk pertanian berserta olahannya. Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki mengatakan bahwa kegiatan “Festival Buah Nusantara” bertujuan menggali potensi buah lokal unggulan dan menampilkan potensi olahan buah-buahan serta ajang promosi buah lokal pada masyarakat.

Dalam gelaran tersebut, nampak para peserta memperkenalkan dan mempromosikan potensi hasil pertanian seperti buah durian dan alpukat. Lani pun berharap melalui kegiatan tersebut dapat menjadi media bagi masyarakat, terutama generasi muda untuk belajar agrobisnis dan mendorong minat belajar sektor pertanian.

PPMKP sebagai lembaga pembina Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) wilayah Jawa Tengah turut mendukung lahirnya pengembangan produk-produk pertanian lokal unggulan. Kepala PPMKP, Yusral Tahir menegaskan perlu adanya produk unggulan lokal di tiap daerah untuk mendukung ekspor produk pertanian

“Karena itu, teman-teman saya ingin setiap daerah fokus pada potensi produk-produk pertanian unggulannya, seperti daerah Batang, punya durian sebagai buah andalannya. Nah itu yang kita angkat untuk diperkenalkan, dan harapannya bisa ekspor”, jelas Yusral.

“Festival Buah Nusantara” merupakan hasil kerjasama Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang dengan (P4S) Creative Farm binaan PPMKP.

** Nita/PPMKP

UIKA Bebaskan Biaya Pendaftaran Sembilan Prodi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menawarkan promo spesial bagi calon mahasiswa yang mendaftar pada sembilan program studi (prodi) pada Maret 2023.

Kepala Bagian Humas dan Promosi UIKA Bogor, Nurdin Alazies mengatakan bahwa kampus memberikan subsidi bebas biaya pendaftaran khusus Maret 2023. Sembilan prodi tersebut, yakni Gizi (S1),Bisnis Digital (S1), Sistem Informasi (S1), Ilmu Lingkungan (S1), Perdagangan Internasional (S1), Pendidikan Vokasional Desain Fashion (S1), Manajemen Haji dan Umrah (S1), Ilmu Alquran dan Tafsir (S1), dan Rekayasa Pertanian dan Biosystem (S1).

Menurut dia, kembilan prodi itu merupakan jurusan baru yang dibuka UIKA pada 2022 lalu. “Kami masih memberikan subsidi kepada siswa-siswi yang berminat untuk masuk jurusan ini. Namun, promo ini hanya berlaku di bulan Maret saja,” ujar Alazies kepada wartawan, Jumat (3/2).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIKA, Dr. Hj. Maemunah Sya’diyah, M.Ag., menegaskan, meski baru tetapi sembilan prodi itu telah memperlihatkan kualitasnya. Diantaranya banyaknya mahasiswa yang berhasil meraih sukses pada kejuaraan tingkat nasional.

“Kami juga telah terlibat diberbagai program kemahasiswaan yang dicanangkan pemerintah, dan tentunya kurikulum yang diterapkan pun memang telah didesain sedemikian rupa sesuai kebutuhan dan profil lulusan yang diharapkan, jadi ayo segera mendaftar,” tuturnya.

Lebih lanjut, sambungnya, para calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran dapat secara online bisa melalui link berikut https://spmb.uika-bogor.ac.id/.* Fredy Kristianto

Jangan Menunda

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sudah menjadi rahasia umum dalam masyarakat yang dikenal suka menunda-nunda. Dalam praktiknya tidak ada aktualitas. Selalu telat, telat dan telat.

Penundaan biasanya diartikan sebagai menunda suatu hal untuk beberapa waktu dengan jaminan akan melakukannya di lain waktu.

Mengingat di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kita harus lebih berhati-hati dan disiplin dalam mengatur waktu. Karena konsep penundaan dan kehilangan waktu tidak dikenal dalam ajaran Islam.

Tidak hanya waktu, tugas apapun tidak boleh ditunda, baik itu pekerjaan, tugas kuliah dan lain-lain. Apa yang bisa dilakukan hari ini, harus segera dilakukan. Jangan menunda-nunda.

Pada dasarnya tidak penting menunda-nunda selama kita menghentikan kegiatan tersebut karena tuntutan situasi, tugas lain yang lebih penting atau darurat.

Masalahnya, dan hal yang umum terjadi di masyarakat saat ini, keterlambatan pekerjaan seringkali terjadi tanpa alasan, seperti merasa waktu luang, suasana hati yang buruk atau semacamnya. Ini tidak lepas dari campur tangan setan yang sebenarnya adalah musuh kita.

Semakin kita menunda-nunda, semakin banyak pekerjaan yang harus kita lakukan, jadi penundaan berarti hidup dengan segunung komitmen yang perlu diselesaikan dalam waktu yang semakin sedikit.

** Qurratul Ain Arifah B/mg-jb

Iklas 27 Bantu Korban Rumah Roboh di Dramaga

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Ikatan Alumni SMPN 1 Dramaga (Iklas) angkatan 27 peduli terhadap korban bencana alam dengan membantu Mamat, korban rumah roboh di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Anggota Iklas 27, Lendy mengaku awalnya mendapatkan kabar ada salah satu keluarga Iklas 27 yang kondisi rumahnya roboh dan belum tersentuh bantuan dari Pemkab Bogor. 

Akhirnya, Iklas 27 inisiatif menggelar donasi untuk membantu meringankan beban Mamat.

“Kita memberikan bantuan uang untuk kebutuhan sehari- sehari dan bahan-bahan material, ” ujar Lendy yang merupakan owner Gaizka.

Melihat kondisi rumah Mamat yang tidak bisa ditempati dan hanya tinggal di bekas dapur rumah, dirinya berharap ada kepedulian dari pemerintah.

“Intinya, kehadiran Iklas 27 diharapkan bisa meringankan penderitaan Pak Mamat, ” ungkapnya.

Sementara korban rumah roboh, Mamat berterima kasih kepada Iklas 27 yang sudah peduli terhadap keluarganya.

Beruntung, musibah rumah roboh tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan hanya atap rumah yang roboh dan perabotan yang rusak parah. Sebelum rumah roboh pada siang hari keluarganya sudah keluar rumah.

Untuk sementara, dia bersama istri harus tinggal di dapur bekas rumah dengan keadaan seadanya.

“Saya berharap pemerintah cepat kembali memperbaiki rumah saya yang roboh kena angin. Sebab, untuk memperbaiki rumah tidak memiliki uang,” pungkasnya.

** Andres

Cak – Cakan Dana Samisade, Salah Satu Faktor Penyebab Pekerjaan Lamban

0

Oleh: Nay Nur’ain

Samisade, bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor yang banyak didoakan oleh kepala desa dan warga Kabupaten Bogor. Untuk tetap digelontorkan siapapun yang menjadi orang nomor satu nantinya.

Namun miris, jika melihat masih ada desa yang sampai saat ini belum menyelesaikan pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade). Cuaca kadang menjadi alasan kepala desa yang telat bahkan bisa dikatakan kewalahan dalam mengerjakan pekerjaan Samisade tersebut.

Sebagai warga kabupaten Bogor, harusnya bangga, karena baru Pemerintah Kabupaten Bogor yang berani menggelontorkan anggaran kepada setiap desa sebesar satu miliar. Walaupun, pencetus ide Dana Samisade kini sedang mendapat cobaan dari Tuhan YME.

Namun hal yang sangat disayangkan, ternyata tidak semua kepala desa bersyukur akan adanya kucuran bantuan keuangan dari Pemerintah Daerah. Pasalnya, masih ada kepala desa yang sampai saat ini belum memberikan laporan hasil pekerjaan, bahkan masih ada desa yang juga belum menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Banyak faktor yang dikatakan oleh kepala desa untuk membela diri, mulai dari cuaca, medan yang berat, sampai dengan menyalahkan pihak ketiga yang mengerjakan pekerjaan samisade tersebut. Angin segar yang membuat mereka (kades) tenang dan tidak terlalu panik soal pekerjaan samisade karena minimnya pemeriksaan dari inspektorat untuk dana bantuan keuangan tersebut.

Kabar Burung pun berhembus akan salah satu faktor pekerjaan yang belum selesai dan bahkan rentan akan temuan, karena adanya cak-cakan persentase yang fantastis yang diminta oleh kepala desa untuk pekerjaan Samisade yang dikerjakan oleh pihak ketiga, bahkan bisa tembus sampai 30%.

Adanya kabar burung tersebut diharapkan agar Inspektorat Pemkab bertindak cepat untuk mendalaminya, agar bisa menjadi efek jera bagi kepala desa yang masih hobi bermain-main dengan uang rakyat. Jangan sampai, kepala desa yang betul-betul peduli terhadap kemajuan desanya dan ingin warganya sejahtera, kecipratan cap yang sama dengan kepala desa yang masih suka mengambil kesempatan dalam setiap pencairan.

Untuk wilayah Bogor Timur sendiri, masih ada beberapa desa yang sampai saat ini belum menyelesaikan pekerjaannya. Bahkan, ada desa yang sedang bertarung di pilkades serentak tapi masih menyisakan pekerjaan yang belum diselesaikan. Bahkan hal yang paling mengerikan sampai ada kepala desa yang dilaporkan oleh warganya sampai kejaksaan akibat tak bisa menyelesaikan pekerjaan dari anggaran yang bersumber dari Samisade tersebut.

Dua periode sudah Samisade ini berjalan dan digelontorkan. Namun, baik periode pertama maupun periode kedua program Samisade tersebut selalu menyisakan luka. Akankan pemimpin anyar 2024 mendatang bisa meneruskan program ini, dengan goresan-goresan pena dan catatan merah, karena masih adanya kepala desa yang belum bisa sepenuhnya amanah. Wallahu a’lam.

**