32.1 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 623

Dugaan Huntap di Nanggung Ada Kejanggalan, Kadis DPKPP: Jika  Ada Ketidaksempurnaan Tentu Jadi Konsen Kita

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika memberikan penjelasan menanggapi bangunan hunian tetap (huntap) di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung  yang disebut Ketua Umum LSM Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Sambas Alamsyah diduga banyak kejanggalan.

Menurut  Ajat bahwa prinsip teknologi Risha adalah teknologi membuat struktur bangunan yang dikembangkan oleh Kementerian PUPR yang diteliti dan diuji sudah lama.

“Kehandalan bangunan tersebut sudah diuji oleh Kementerian PUPR,” katanya saat dikonfirmasi Jurnal Bogor, Sabtu (06/05/2023).

Dia berkilah, perusahaan yang mengusahakan Risha atau aplikator harus mendapatkan persyaratan tertentu dari Kementerian PUPR.

“Klaim Risha tahan gempa merupakan klaim dari Kementerian PUPR sebagai penciptanya,” ucap dia.

Teknologi ini banyak digunakan di Palu, Lumajang dan daerah bencana lainnya, termasuk terbaru di Cianjur.

“Jika ada ketidaksempurnaan dalam pelaksanaannya tentunya itu jadi konsen kita karena aplikator tersebut sudah bersertifikat dari kementrian,” paparnya.

Sementara menanggapi keterlambatan dalam pekerjaan, hal itu jadi bahan evaluasi pihaknya.

“Jika ada keterlambatan, maka jadi bahan evaluasi mengapa terlambat pengerjaannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan huntap di Kampung Kebon Awi Desa Nanggung, Nanggung, Kabupaten Bogor untuk korban bencana alam jadi pertanyaan masyarakat.

Pasalnya, pembangunan huntap yang dibangun dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) panel beton yang disebut tahan gempa malah beresiko rawan gempa.

Pembangunan Huntap di wilayah itu  sebanyak 50 unit, dibangun secara bertahap disinyalir penuh dengan kejanggalan.

Janggalnya pembangunan huntap yang dikerjasamakan oleh DPKPP Kabupaten  Bogor dengan kelompok masyarakat di masing-masing desa itu disinyalir kental terindikasi adanya dugaan tindak korupsi dan kolusi.

Sambas mengatakan, kejanggalan terkait huntap tersebut diketahui seusai dirinya bersama tim meninjau lokasi huntap yang sedang dalam proses pembangunan.

“Setelah kami cek ke lapangan bersama tim, proses pembangunan huntap terkesan lamban dan terasa aneh lantaran di papan proyek tidak dilengkapi atau tertera kapan tanggal dimulai dan selesainya,” kata Sambas, Rabu (03/05/2023).

“Kami menduga cara ini sengaja dibuat untuk mengelabui alias tidak jelas kapan kepastian selesai pengerjaannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata dia, dari pembangunan huntap yang dikerjasamakan oleh DPKPP Kabupaten Bogor dengan kelompok masyarakat yang nilainya sampai dengan Rp 3.100.000.000 tersebut terdapat beberapa temuan material yang sangat meragukan kualitasnya.

“Bahan material sangat mengkhawatirkan, pintu kayu belum saja digunakan sudah terkena rayap (bolong-bolong)  kemungkinan tidak sampai dengan satu tahun dipastikan akan lapuk. Kemudian, ditemukan juga material paralon yang digunakan itu tipe paling terendah yang kemungkinan juga akan menimbulkan konflik kedepannya karena mudah pecah,” jelas Sambas.

Jadi kata Sambas Alamsyah, pada konstruksi Risha yang gencar disosialisasikan sebagai rumah instan dengan teknologi dengan sistem knock down dengan sistem panel sambungan baut, kedapatan baut yang terhubung hanya beberapa gelintir saja. Bahkan tidak menggunakan pelat baja penghubung atau penguat.

“Bagaimana mau mencanangkan rumah instan dengan teknologi tahan gempa sementara realisasi di lapangan malah kebalikannya akan rawan gempa,” papar pria yang akrab dipanggil Sambo ini.

Dari bangunan rumah yang sudah jadi saja, menurut Sambas, pihaknya menemukan kejanggalan seperti  keramik yang digunakan menggunakan keramik KW 3.

“Bolehlah rumah instan murah, namun jangan murahan juga, jangan menari di atas penderitaan masyarakat yang sedang berduka,” bebernya.

Dengan temuan tersebut, Sambas menduga hal itu ada oknum dari DPKPP bermain di dalamnya. Dia khawatir anggaran pembangunan huntap tersebut menguap seperti buih karena setelah pihaknya analisa penguapan anggaran itu dapat terjadi hingga 40 persen.

** Andres

Penyuluh Pertanian Sebagai Pejuang dan Garda Terdepan Menghadapi El Nino 2023

0

Oleh: Entang Sastraatmadja
(Ketua Harian DPD HKTI Jawa Barat)

Ada kabar menarik dan patut dijadikan pencermatan bersama dari Makassar. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta para penyuluh di Sulawesi Selatan untuk menjadi pejuang dan garda terdepan dalam meningkatkan produktivitas disaat musim kemarau panjang atau el nino 2023.

Kabar ini penting, karena Menteri Pertanian benar-benar ingin menerapkan pola dan pendekatan deteksi dini (Early Warning System) dalam menjawab tanda-tanda jaman yang sedang menggelinding. Bangsa ini memang harus berjaga-jaga dalam menghadapi segudang tantangan yang menghadangnya.

Mentan SYL tidak ingin menerapkan pola pendekatan yang sifatnya sebagai “pemadam kebakaran”. Ini penting dipahami, karena pendekatan “pemadam kebakaran” sendiri, memang sudah waktunya kita tendang jauh-jauh dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Untuk itu, wajar bila kita memberi aprrsiasi atas kebijakan yang ditempuhnya.

El Nino atau dalam bahasa keseharian kita identik dengan kemarau panjang, bukanlah hal yang pertama kali dialami. Sudah sering El Nino menyergap bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. El Nino menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan bagi pencapaian tujuan pembangunan pertanian.

Target peningkatan produksi hasil pertanian, banyak yang tidak tercapai. Gagal panen pun terjadi di banyak sentra produksi. Selain itu, tidak sedikit lahan pertanian yang kering kerontang karena bencana kekeringan yang panjang, membuat kesehatan lahan jadi menurun. Agar pengalaman pahit ini tidak terulang, para Penyuluh Pertanian penting pro aktif dan melakukan komunikasi yang inten dengan petani di lapangan.

Langkah Menteri Pertanian meminta para Penyuluh Pertanian untuk tampil sebagai pejuang yang berada di garda terdepan guna menghadapi bencana El Nino, tentu harus dibarengi dengan kesiapan para Penyuluh Pertanian di lapangan. Penyuluh Pertanian sebagai guru petani, diharapkan dapat secepatnya mengingatkan petani akan bahaya buruknya El Nino.

Ini berarti kunjungan Penyuluh Pertanian kepada petani harus semakin sering dilakukan. Penyuluh Pertanian mesti membawa teknologi dan inovasi terkini dalam menghadapi El Nino. Penyuluh Pertanian, sedari awal meminta para petani untuk menyiapkan diri menjawab sergapan bencana kekeringan yang butuh perlakuan khusus dalam kegiatan usahataninya.

Mentan SYL malah menyebut Penyuluh Pertanian adalah “Kopassus” nya petani. Penyuluh Pertanian dituntut untuk dapat melahirkan berbagai solusi terjait dengan masalah-nasalah serius yang ditimbulkan dengan adanya El Nino. Sebagai garda terdepan, Penyuluh Pertanian, kini menjadi tiang gantungan petani supaya El Nino dapat dikendalikan secara lebih baik lagi.

Harapan Menteri Pertanian ini, tentu saja perlu dukungan maksimal dari para Kepala Daerah, baik Gubernur atau Bupati/Walikota. Penyuluh Pertanian merupakan aparat daerah. Hitam putihnya para Penyuluh Pertanian, sangat ditentukan oleh kebijakan Pemerintah Daerahnya. Kalau Bupati/Walikotanya berpihak kepada dunia pertanian, tentu dinamika Penyuluhan Pertanian akan berjalan dengan baik.

Sebaliknya, jika Bupati/Walikota nya tidak suka pertanian, jangan harap para Penyuluh Pertanian akan dapat berkiprah secara optimal. Itu sebabnya, akan lebih keren, kalau Mentan SYL pun segera berdialog dengan seluruh Bupati/Walikota se Indonesia, khusus nya daerah-daerah yang jadi sentra produksi pertanian agar sungguh-sungguh menyemangati gerak langkah para Penyuluh Pertanian.

Mentan SYL penting mengajak Bupati/Walikota bahkan Gubernur untuk serius menghadapi sergapan El Nino ini. Pengalaman masa lalu, tidak salah diceritakan kembali, betapa ruginya bangsa kita, jika kita tidak cerdas mencarikan jalan keluarnya. Berkaca pada pengalaman masa lalu, para Bupati/Walikota perlu “disuluh” Mentan SYL, supaya tidak main-main dalam menyiapkan politik anggaran untuk menghadapi El Nino ini.

Bila Covid 19 menyerang seluruh sektor kehidupan, maka sergapan El Nino lebih menjurus ke sektor pertanian dalam arti luas. Kalau selama Covid 19, sektor pertanian dianggap cukup tangguh, mestinya dengan adanya El Nino pun, pertanian tetap harus perkasa. Namun begitu, kewaspadaan tetap harus ditempuh supaya kita tidak terjebak atas keteledoran kita sendiri.

Suara Mentan SYL dari Makassar, sudah sepantasnya menjadi “warning” kita bersama. Salah besar kalau kita mengabaikannya. El Nino kini tengah membayang-bayangi kehidupan para petani. Keluarga Besar Pertanian, jangan pernah lengah. Kehati-hatian dan kewaspadaan tetap harus ditempuh. Sekalinya kita teledor, bangsa ini harus menebusnya dengan harga cukup mahal.

El Nino hanya salah satu dampak dari berlangsungnya iklim ekstrim yang sejak lama menjadi masalah serius dalam keberlangsungan pembangunan pertanian, khususnya dalam memenuhi ketersediaan pangan. Kita sudah alami dampak dari iklim ekstrim ini. Ketika musim hujan tiba, kita kebanjiran dan tatkala kemarau menyergap, kita mengalami bencana kekeringan yang cukup panjang.

Ke dua fenomena alam yang demikian, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa saja menjadi tragedi kehidupan yang mengenaskan. Itu sebabnya, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, apa salahnya jika kabar dari Makassar di awal tulisan ini, patut kita perhatikan dengan sungguh-sungguh. Suara Mentan SYL menjadi pengingat yang tidak boleh masuk dari telinga kiri dan keluar lagi dari telinga kanan.

**

Atlet Kabupaten Bogor Sumbang Emas Pertama Kontingen Merah Putih di Sea Games Kamboja 2023

0

Atlet Triathlon Kabupaten Bogor, Rashif Amalia Yaqin, sukses mempersembahkan medali emas pertama untuk Kontingen Indonesia, di ajang SEA Games Kamboja 2023.

Rashif Amila Yaqin, yang turun di nomor Men’s Individual Aquathlon SEA Games 2023, tampil gemilang, setelah mengalahkan lawannya yakni Andrew Kim Abay Remolino (Filipina) dan Bryce Sheng Cher Chong (Singapura).

Atas pencapaian medali emas pertama yang raih Rashif Amalia Yaqin tersebut, membuat Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, Junaedi Samsudin, bangga dan terharu, atas kerja keras Rashif, yang telah berjuang keras dalam meraih medali emas untuk Kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2023.

“Saya sangat bangga dan terharu. Karena atlet kami dari cabang olahraga Triathlon, atas nama Rashif Amila Yaqin, mampu meraih medali emas pertama untuk Kontingen Indonesia,” kata Junaidi Samsudin, melalui pesan WhatsAppnya, Sabtu (6/5/2023).

Mudah-mudahan, sambung Junsam-sapaan akrab Ketua KONI Kabupaten Bogor ini, raihan ini bisa jadi motivasi bagi para atlet Indonesia lainnya, terkhusus atlet-atlet asal Kabupaten Bogor.

Apalagi, kata Junsam, selain Rashif Amila Yaqin, masih ada beberapa atlet lain dari Kabupaten Bogor, yang masih akan bertanding untuk Indonesia. Sehingga peluang menambah pundi medali masih terbuka lebar. ( Asep Syahmid)

Dinsos Bantu Korban Banjir di Leuwisadeng dengan Sembako

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos)  memberikan bantuan logistik untuk korban banjir yang terjadi pada pekan lalu di Kecamatan Leuwisadeng.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor Mustakim mengatakan, pihaknya memberikan bantuan berupa paket sembilan bahan pokok (sembako).

“Hari ini kita penyerahan secara simbolis kepada camat. Penyerahannya nanti langsung ke masyarakat oleh pihak kecamatan,” katanya, Kamis (5/05/2023).

Ratusan paket itu diserahkan kepada Camat Leuwisadeng secara simbolis di Aula Kecamatan Leuwisadeng. Ade 9 item terdiri dari sembako berdasarkan By Name By Address (BNBA) yang disampaikan oleh Camat.

“Paket sembako ini terdiri dari beras, minyak goreng, biskuit, susu kental manis, sarden, kornet, kecap, biskuit bayi dan mie instan yang sudah dilengkapi dengan goodybag berdasarkan BNBA yang disampaikan oleh pak camat 538,” ucapnya.

Kata dia, bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana tidak hanya dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) dari pemerintah Kabupaten Bogor untuk korban bencana yang kemarin sudah ada tanggap darurat oleh PLT Bupati Bogor.

Supaya tepat sasaran dalam penyaluran Dinsos menugaskan Tagana. Dia menyebut, ada 800 lebih paket yang akan disalurkan di 11 kecamatan.

“Untuk pendampingan penyaluran, supaya nanti datanya selaras. Karena dalam hal ini Tagana begitu cepat tanggap setelah enam jam kejadian Tagana sudah langsung turun ke lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Leuwisadeng Rudi Mulyana menyatakan, berdasarkan assessment di lapangan dengan pihak desa, kecamatan dan BPBD, korban yang terdampak bencana banjir bandang dari dua desa ada 538 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa mencapai 1.117 orang.

Dalam hal ini pihak kecamatan akan langsung membagikan  bantuan sembako tersebut kepada korban.

“Kita akan langsung cepat di sampaikan kepada masyarakat, karena Ini tanggap darurat sehingga sembako ini cukup membantu masyarakat korban banjir,” katanya.

Dia menyebut, untuk kerusakan- kerusakan bangunan, pihak kecamatan menunggu assessment dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor dan yang terdampak di dua desa yakni Desa Kalong dua dan Desa Sadeng.

“Di Desa Sadeng ada puluhan rumah warga dengan kategori mengalami rusak berat dan ringan sementara di Desa Kalong dua ada belasan,” ucap Rudi.

Dia berharap masyarakat dapat sadar dari bencana alam tersebut karena banyaknya sampah di aliran sungai dan masyarakat dapat bisa menata pembuangan sampah.

“Dalam kejadian ini semua kembali ke kita, jadi alam itu kan tergantung kita juga mengelolanya. Kita lihat bahwa sekitar sepanjang sungai, semua pembuangan sampah disitu, mudah-mudahan dengan adanya ini warga mulai menyadari bahwa jangan sampai sungai ini dijadikan tempat membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. Andres

WOM Finance Bantu Ribuan Santri Pondok Pesantren

0

Bogor | Jurnal Bogor
Perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”)  melaksanakan kegiatan tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) penyerahan bantuan peralatan sekolah, perlengkapan sholat para santri dan bantuan operasional kepada Pondok Pesantren Al Inayah yang beralamat di Jl. Jl. Danau Bogor Raya RT 01/12 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Penyerahan simbolik bantuan ini dilakukan oleh Audi Pramadita Putra, Business  Unit Head WOM Finance Regional Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek), didampingi oleh  Dimas Jagad Erlangga, Kepala Unit Usaha Syariah WOM Finance dan Hagai Manurung, Branch Head WOM Finance Kantor Cabang Bogor dan diterima langsung oleh Drs. H. Abdullah Khudri  Kepala Yayasan dari Pondok Pesantren Al Inayah.

Audi mengatakan bahwa momen Idul Fitri menjadi momen perusahaan berbagi dan memberikan bantuan, begitu juga yang dilakukan WOM Finance. WOM Finance secara konsisten berupaya untuk terus mendampingi aktivitas masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi para pelanggan yang kami layani, terutama pada momen Idul Fitri 1444 H.

“Kami sangat bersemangat untuk memperluas program CSR kami di bulan Ramadhan dan berbagi kasih dengan para santri. Kerja sama dengan Pondok Pesantren Al Inayah memungkinkan kami untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya para santri yang berasal dari keluarga tidak mampu untuk meningkatkan semangat kebersamaan” pungkasnya.

Selama bulan Ramadhan, WOM Finance melakukan kegiatan pembagian bantuan untuk Pondok Pesantren serentak di 20 kota, yaitu Depok, Cikarang, Soreang, Purwakarta, Banyuwangi, Bojonegoro, Wonosobo, Cilacap, Batam, Tebing Tinggi, Metro, Banyuasin, Banjarbaru, Kendari, Tangerang, Tangerang Selatan, Brebes, Kendal dan Bogor.

** Handy mehonk

Caleg DPR RI dari PKB Ini Prioritaskan UMKM di Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Calon legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat V / Kabupaten Bogor Ir. Koko Murdokowiyoto, MM menyatakan siap bersaing dengan caleg-caleg lainnya memenangkan hati masyarakat bumi Tegar Beriman pada Pemilu 2024 mendatang. Salah satu prioritas yang menjadi perhatiannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Ir. Koko Murdokowiyoto, MM

“Sebenarnya banyak, tapi paling prioritas adalah pembinaan UMKM. Jadi kita melakukan pelatihan, subsidi atau pendanaan. UMKM yang sudah ada kita bina dan dipromosikan juga dan lebih ke ekonomi kerakyatan. UMKM lah ya atau kegiatan nonformal,” ujar Koko usai halal bi halal dan Deklarasi Tim Pemenangan H. Koko Center di RM. Bebek Goreng H. Slamet Sukahati, Cibinong, Jumat (5/5/2023).

Dia juga memastikan aspirasi masyarakat menjadi perhatiannya. Sebab kata dia, anggota DPR RI memiliki dana yang bisa dimanfaatkan masyarakat seperti dana reses, aspirasi maupun dana-dana yang diperoleh dari pemerintah.

“Saya mendapat program-program pemerintah dari pemerintah melalui PKB pusat, bulan Mei saya menjalankan program Indonesia Pintar untuk anak SMA, SMK, SMP dan SD dan saya mendapatkan 2500 paket dan yang lolos 1500,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Nahdhiyin (HPN) Kabupaten Bogor ini.

“Ya setidaknya ada solusi nanti jika ada wakilnya (wakil rakyat), dan kami komiten aspirasi masyarakat yang disampaikan dan dijembatani,” tandasnya.

Sementara Ketua Koordinator Tim Pemenangan H. Koko, Suhendar, SH, MM menyatakan siap memenangkan Caleg DPR RI dari PKB ini setelah melihat komitmennya.

“Kami juga pengurus telah berkomitmen dengan H. Koko bahwa kami dari Tim Pemenangan H. Koko Center akan membentuk tim pemenangan sendiri dan kami persiapkan betul tim ini agar bisa bekerja maksimal untuk memenangkan Ir. Koko Murdokowiyoto, MM. Supaya terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa Dapil Jawa Barat V / Kabupaten Bogor,” kata Suhendar.

Menurutnya, jika selama ini peranan masyarakat dalam politik hanya dijadikan sebagai obyek, tapi bisa menjadi subyek politik yang akan menentukan keterwakilan dalam fungsi legilasi sebagaimana H Koko sedang perjuangkan untuk menjadi anggota DPR RI dari PKB.

“Dapil Kabupaten Bogor bukan tempat buat para caleg, terutama DPR RI untuk berleha-leha, karena dapil Jabar V merupakan dapil dimana para ‘pembesar’ turun untuk berjuang merebut simpati rakyat agar terpiih menjadi anggota DPR RI,” jelasnya yang akan segera tanjap gas menjalankan program-program yang telah dicanangkan.

** Asep Saepudin Sayyev|*

Hutan Organik Megamendung Jadi Kandidat Penerima Kalpataru

0

Megamendung | Jurnal Bogor

Kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten Bogor kedatangan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kedatangan mereka itu untuk melakukan verifikasi dan memvalidasi keberadaan Hutan Organik yang terpilih menjadi salah satu kandidat sebagai penerima Kalpataru tahun 2023.

Kepala Sundit Pengembangan Mitra Lingkungan Hidup KLHK, Umirusyanawati mengatakan, setiap tahun dalam rangkaian hari lingkungan hidup, KLHK memberikan apresiasi Kalpataru kepada masyarakat penggiat lingkungan baik individual maupun kelompok.

“Jadi Kalpataru ini diberikan kepada masyarakat baik yang individu maupun kelompok yang melakukan pemulihan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan hutan organik menjadi salah satu nominasi dari 348 usulan seluruh Indonesia.

“Ada 21 nominasi, salah satunya ibu Rosita Istiawan, ketua penyelamat hutan organik. Dimana Ibu Rosita dan anggotanya, sudah melakukan sesuatu hal perbaikan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kehutanan,” ujar Umirusyanawati.

Ia menjelaskan, program Kalpataru ini ada 4 kategori, pertama perintis lingkungan, pengabdi lingkungan untuk para ASN dan honoring diluar tupoksinya sebagai karyawan melakukan sesuatu hal untuk memulihkan kualitas lingkungan, ketiga penyelamat lingkungan seperti kelompok yang dilakukan ibu Rosita dan terakhir pembina lingkungan.

Lalu apa yang dinilai nantinya, Umi sapaan akrab Kepala Sundit Pengembangan Mitra Lingkungan Hidup KLHK tersebut mengungkapkan,  ada beberapa tahapan, untuk awal adanya usulan dari pemerintah Jawa Barat, lalu dengan usulan tersebut pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi apa yang diusulkan.

“Di lapangan ini apakah sama kenyataanya atau tidak, namun kenyataannya sama malah melebihi dari apa yang diusulkan. Ternyata disini banyak sekali yang sudah dipulihkan dan diselamatkan oleh hutan organik ini,” paparnya.

Keberadaan hutan organik, lanjut Umi,  bisa menjadi rujukan untuk melakukan edukasi lingkungan dan ekowisata.

Di Jawa Barat sendiri ada tiga yang direkomendasikan, dari Sukabumi, Kuningan mereka masuk dalam kategori perintis jadi perorangan, kalau di Kabupaten Bogor hanya satu, yakni hutan organik.

Ditanya soal bantuan dari pemerintah pusat untuk penyelamat lingkungan, Umi menyatakan, melalui program replikasi dan itu dananya sedikit secara stimulan.

Sementara, Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Endah mengungkapkan, alasan mengusulkan hutan organik karena secara kriteria sudah layak mendapat penghargaan, ditambah secara pendanaan dilakukan secara mandiri.

 “Jujur kita dari Pemkab Bogor nol bantuan untuk hutan organik, mereka itu pecinta lingkungan sekeluarga, dari tanah kosong dirawat sampai menjadi hutan,” ungkapnya.

Endah menuturkan, sebelumnya hutan organik memang pernah diusulkan tapi gagal, karena ada beberapa kriteria yang kurang, sehingga tidak masuk.

“Itu dikarenakan banyak data yang belum kita perbaharui. Kita berharap tahun ini hutan organik bisa mendapatkan Kalpataru,” tegasnya.

Perintis Hutan Organik, Megamendung, Rosita mengaku, banyak orang mendukung keberadaan hutan organik yang dibuatnya bersama keluarga tersebut.

Rosita membenarkan, sebelumnya tahun 2005 pernah diajukan penghargaan Kalpataru tapi tidak lolos, dan saat ini baru diajukan kembali oleh Pemda dan pemerintah provinsi.

“Mereka (tim verifikasi,red) harus datang ke lokasi melihat keberadaan hutan organik ini, dan apa saja yang ada disini. Kita satu keluarga hanya peduli lingkungan dan kita disini kebun raya kecil, 40 ribu pohon dari seluruh indonesia ada disini,” akunya.

Tak hanya itu, sambung Rosita, hutan organik ini ada perjalannya tidak langsung jadi, dari luas tanah 2000 meter sekarang 30 hektar yang berada du dua desa yakni Megamendung dan Gunung Geulis.

“Satu pesan saya, walaupun hutan organik tidak mendapatkan Kalpataru, tapi hutan ini tetap hutan organik dan makin lama makin besar, bukan untuk anak cucu tapi untuk semua masyarakat,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Perhutani wilayah 1 jabar, perwakilan Dosen IPB, beberapa perwakilan pegiat lingkungan, muspika Kecamatan Megamendung dan perangkat desa Megamendung element masyarakat serta tokoh masyarakat.

** Dede Suhendar

Jembatan Cipamingkis Ambles, Achmad Fathoni Harap Kedepan Pemeliharaan Jembatan Tidak Hanya Dicat

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Jembatan Cipamingkis yang merupakan pembatasan antara Desa Wargajaya dan Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kabupaten Bogor ambles akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukamakmur.

Terlihat retakan menganga pada Jembatan Cipamingkis tersebut lebih dari 5 centimeter, hingga mengakibatkan kendaraan roda 4 yang bermuatan lebih dari 5 ton tidak memungkinkan untuk melintasi jembatan tersebut.

Mendapati adanya kondisi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni melihat langsung kondisi Jembatan Cipamingkis tersebut. Dalam kunjungannya, Fathoni yang didampingi oleh Kasubag TU Jalan dan Jembatan Jonggol meminta agar sesegera mungkin mengatasi persoalan jembatan tersebut.

“Ini kan akses utama warga, yang membatasi 2 desa jadi merupakan akses utama yang harus sesegera mungkin diperbaiki,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (4/5/23).

Menurutnya, untuk kedepannya pemerintah harus menganggarkan untuk pemeliharaan jembatan terutama di bagian fisik dan pondasinya. Karena sejauh ini pemeliharaan untuk jembatan hanya wajahnya saja dengan cara pengecatan.

“Tadi saya lihat jembatan ini dibangun tahun 2000, berarti jembatan ini sudah berusia 23 tahun. Walaupun, batas usia maksimal jembatan itu 50 tahun, ternyata dengan tingginya intensitas hujan dan terjangan air di Kali Cipamingkis membuat pondasi jembatan ini bergeser,” papar politisi PKS tersebut.

“Tadi juga kita lihat adanya bekas tunjangan pondasi yang ada di tengah saluran, yang seharusnya tidak ada disana karena akan menghalangi arus air. Dan itu akan kita arahkan untuk menggeser pondasi yang ada ditengah tersebut,” pungkasnya.

Sementara Kasubag TU, Sunarip mengatakan nantinya akan dipasang bronjong untuk melakukan penahan tanah tersebut dan sebagai langkah awal dalam penanganan.

” sia jembatan ini memang sudah 23 tahun, dan akan sesegera mungkin untuk kita tangani. Oleh karena itu kami harapkan agar warga bisa hati-hati saat melintasi jembatan Cipamingkis ini, sampai nanti kami ajukan kepada Pemda untuk melakukan perbaikan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, tokoh masyarakat Edi Sanusi mengatakan, kejadian jembatan ambles ini terjadi kemarin malam. Karena khawatir akan seperti kejadian Cipamingkis tempo lalu, maka dia langsung menghubungi kepala desa untuk disampaikan kepada dinas terkait agar nantinya bisa diberikan pembatas dan tanda bahaya.

“Saya sih pengennya mobil jangan dulu melintas, karena beban mobil itu kan berat. Kalo ambles yang repot kan kami, kalo mereka kan hanya pelintas jadi jalan ini tidak dijadikan akses setiap hari mereka lewat. Kalo kami kan ini akses utama,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pipa Bocor, Tirta Kahuripan Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Meski adanya kebocoran pipa di Jalur Metro diameter 300 mm di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, memastikan pelayanan air bersih kepada para pelanggan di wilayah Kecamatan Cibinong tetap berjalan.

Direktur Umum (Dirum) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Abdul Somad mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan perbaikan kebocoran pipa tersebut.

“Kami terus berupaya terkait perbaikan kebocoran pipa. Kami pastikan pelayanan air bersih kepada para pelanggan tetap berjalan,” kata Abdul Somad, Kamis (4/5).

Salah satu upaya yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor untuk para pelanggan, lanjut Abdul Somad, adalah dengan menyiagakan mobil tangki air bersih kepada pelanggan yang terdampak yaitu membantu menyediakan air bersih untuk penanggulangan sementara selama perbaikan berlangsung.

“Bantuan air bersih denganobil tangki tersebut dimaksudkan agar pasokan air bersih kepada pelanggan tetap tersalurkan dengan baik,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, wilayah yang terdampak akibat kebocoran pipa tersebut adalah Jalan Mayor Oking, Ciriung Cemerlang, Puspa Sari, River View, Cristal Garden, Pondok Citeureup, Anggraeni, ITC, Taman Rejeki, Palad/Bekang, Pabrik Citeureup, Tarikolot, Pasar Citeurep, Rumah Sakit Bina Husada dan Rumah Sakit Centra Medika.

“Kami menyiapkan 4 armada mobil tangki untuk membantu wilayah yang terdampak perbaikan kebocoran,” jelasnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, bagi para pelanggan yang membutuhkan air bersih dapat menghubungi 081293304646 dan call center Perumda Air Minum Tirta Kahuripan di nomor 1500-412 serta Whatsapp Kantor Cabang Cibinong 081299475321.

“Kami akan terus berupaya dan memantau proses pengerjaan (pipa bocor) hingga proses normalisasi. Kami mengimbau kepada pelanggan yang terdampak dan membutuhkan air bersih untuk menghubungi nomor pelayanan kami agar bantuan air bersih melalui mobil tangki agar dapat kami kirimkan,” tandasnya.

** Noverando H

Bogor Valley Hotel Diserbu Tanaman Hias, Gandeng Minaqu Indonesia

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bogor Valley Hotel mulai menghijaukan setiap sudut kamar dan ruangannya dengan tanaman hias. Konsep green tourism perdana di Kota Bogor itu menggandeng eksportir Minaqu Indonesia.

Ribuan pot mini diisi dengan berbagai jenis tanaman hias asli Indonesia. Pot tersebut dipajang di meja-meja restoran, kamar, hingga sudut-sudut hotel.

Daun-daun Scindapsus atau Philodendron bakal menjadi pemandangan lazim di Bogor Valley Hotel. Tamu hotel pun bisa lebih betah berlama-lama karena menghirup udara segar. Polusi udara di lingkungan semakin berkurang.

General Manager Bogor Valley, Ali Hidayat telah memulai gebrakan itu demi mengukuhkan komitmennya mengusung green tourism. Magister Ilmu Terapan Wisata ini menggadang-gadang Bogor Valley Hotel bisa menjadi green hotel pertama di Kota Bogor.

“Pariwisata harus ada kontribusi mengurangi polusi dan emisi karbon dari global warning. Oleh karenanya, kita lakukan action langsung dengan penanaman. Ternyata ada Minaqu, kita lebih senang lagi,” terangnya.

Secara khusus, Bogor Valley Hotel meneguhkan komitmen itu lewat penandatanganan kerja sama (MoU) bersama Minaqu Indonesia, Selasa (2/5). Ribuan pot tanaman hias siap disebar ke semua kamar dan area hotel. Ali membayangkan, hotelnya itu bisa menjadi hijau dengan tanaman hias asli yang benar-benar menghasilkan oksigen.

“Apalagi Kota Bogor ini terkenal sebagai tempat wisata hijaunya. Target saya untuk menyebarkan ke hotel lain. Karena hotel, sebagai industri pariwisata, sudah seharusnya mendukung penuh terkait green tourism,” ungkap Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) ini.

Sementara itu, Direktur Minaqu Indonesia Yasmin Sanad menuturkan, gebrakan Bogor Valley dalam menghadirkan tanaman hias di setiap sudut ruangannya patut diacungi jempol. Lantaran banyak hotel yang lebih memilih tanaman artifisial dengan alasan kendala perawatan.

“Padahal, tanaman hidup lebih banyak manfaatnya. Selain ruangan asri dan segar, tanaman hidup sejatinya memberikan oksigen yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Bogor Valley menjadi hotel pertama di Bogor yang menggandeng Minaqu Indonesia untuk menghijaukan kawasannya. Yasmin berharap, gebrakan ini bisa menjalar ke hotel lainnya.

“Sebenarnya kita sudah memulai untuk CSR Sedekah Oksigen ini dengan menyasar hotel, resto, dan kafe. Kalau kafe, kita sudah ada 163 yang dibagikan tanaman hias. Kalau hotel, Bogor Valley ini yang pertama dan (jumlahnya) langsung lebih dari 1000 pot,” terangnya, seraya menambahkan bahwa CSR ini juga sebagai bentuk dukungan untuk pemerintah kota bogor yang meraih piala Adipura.

Acara penandatanganan MoU itu juga dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Ia menunjukkan dukungan penuhnya terhadap konsep green hotel atau green tourism. Karena, baginya, penghijauan memang harus gencar dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dan pemanasan global saat ini

Ia sempat menceritakan, baru saja dari Cilegon menyaksikan sendiri bagaimana proses kerja PLTU dari batu bara. Jabodetabek membutuhkan 35 ribu ton batu bara setiap hari. Sementara, setiap ton pembakaran batu bara menghasilkan 1 kiligram emisi karbon.

“Udara panas seperti ini menjadi tanggung jawab kita bersama, karena menikmati AC atau fasilitas listrik lainnya (dari batu bara). Supaya imbang, dosanya jangan banyak-banyak, mari kita peduli dengan penghijauan alam,” tandasnya.

Untuk itu, Dedie memberikan dukungan positifnya bagi hotel-hotel yang mengusung konsep green tourism. Ia melihat Bogor Valley Hotel bisa menjadi pelopor untuk mengajak hotel lainnya di Kota Bogor.

“Semoga ini semakin berkembang buat Minaqu, semakin betah tamunya Bogor Valley Hotel, dan tentu Kota Bogor juga akan kebagian PAD-nya,” pungkasnya.

** Handy Purnama