22.4 C
Bogor
Wednesday, April 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 618

Disuplai 100 Tanaman Hias, Kantor Kecamatan Bogor Utara Semakin Cantik dan Sejuk

0

Bogor | Jurnal Bogor

Penghijauan dengan tanaman hias terus digalakkan Minaqu Indonesia. Kini, sebanyak 100 tanaman hias digelontorkan untuk memperindah kawasan kantor Kecamatan Bogor Utara.

Pot-pot mini itu sekaligus menambah kesan hijau di setiap meja pelayanan kantor Kecamatan Bogor Utara. Tak perlu lagi bunga-bunga artifisial. Sejatinya, tanaman asli memberikan kesegaran murni dari oksigen yang di hasilkannya.

Direktur Minaqu Indonesia, Yasmin Sanad mengungkapkan, gagasan “Sedekah Oksigen” memang harus terus digalakkan. Upaya CSR itu tak hanya menyasar kawasan bisnis seperti restoran, kafe, dan perhotelan. Minaqu juga membidik sejumlah kawasan strategis pelayanan publik di Kota Bogor.

Kantor Kecamatan Bogor Utara menjadi sasaran pertama bagi Minaqu untuk menebarkan semangat penghijauan itu. Sebanyak 100 pot tanaman hias didatangkan langsung, Jumat (12/5).

“Sedekah oksigen ini memang sudah menjadi program kita, yang kemarin sudah menyasar kafe dan hotel. Kali ini, kita ingin menjangkau tempat yang lebih luas lagi. Jadi, tidak hanya lingkungan bisnis, melainkan juga kantor-kantor pelayanan publik dan pemerintahan,” terang Yasmin.

Yasmin menambahkan, perawatan tanaman hias itu tidaklah sulit. Pun, tidak mengotori meja atau sekitarnya. Lantaran hanya perlu disemprot sekali dalam tempo 2-3 hari.

Camat Bogor Utara Riki Robiansah menyambut baik program yang terus digalakkan Minaqu Indonesia itu. Menurutnya, itu sejalan dengan raihan Kota Bogor yang kembali menorehkan Adipura. Prestasi itu harus terus dijaga dan dikuatkan, termasuk melalui program penghijauan atau kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini sangat baik dan sangat bermanfaat. Kebetulan saya juga di Bogor Utara menggalakkan green office. Langsung kita pasang (tanamannya), kita tata secantik mungkin, yang tadinya agak gersang, alhamdulillah sudah hijau dengan tanaman-tanaman hias dari Minaqu,” tukasnya.

Sekadar diketahui, program green office Bogor Utara dicanangkan melalui pemanfaatan listrik dan air yang sekecil mungkin. Apabila tidak diperlukan, tidak dinyalakan. Misal, mengurangi penggunaan AC di pagi hari hingga lampu yang tidak terpakai.

Ia pun siap menjembatani agar tanaman hias itu juga bisa sampai ke setiap kelurahan di Bogor Utara. Apalagi, Sedekah Oksigen itu punya tujuan yang sama dengan Green Office yang sudah setahun diterapkan Riki di kecamatannya sejak ia pimpin, 2022 silam.

** handymehonk

MS Bacaleg DPR RI Resmi Didaftarkan Partainya ke KPU

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Moh. Solikin bakal calon legislatif (Caleg) DPR RI DAPIL V Jawa Barat, Partai Nasdem siap akan membawa perubahan untuk Kabupaten Bogor, setelah dirinya resmi didaftarkan oleh partainya ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia.

Sebelum menyerahkan berkas pendaftaran perwakilan bacaleg DPR RI itu, MS mewakili dari Caleg DPR RI lainnya, pada Kamis (11/05/2023) berkumpul di Gedung DPP Partai Nasdem di jalan RP Soeroso Gondangdia, Menteng Jakarta Pusat, diisi dengan acara seremonial turut hadir ketua umum Partai Nasdem Surya Dharma Paloh atau Surya Paloh dan pejabat lainnya, Moh. Solikin terlihat swafoto bareng dengan ketua umumnya Surya Paloh.

Moh. Solikin Calon legislatif (Caleg) DPR RI DAPIL V Jawa Barat mengucapkan mohon doa dan dukungannya kepada seluruh relawan dan simpatisan serta masyarakat Kabupaten Bogor. Hal tersebut disampaikan MS saat mengikuti penyerahan berkas pendaftaran ke KPU Jawa Barat, di Jalan Garut 11 Bandung.

“Kami meminta doa dan dukungannya kepada ketua DPW Nasdem Jawa Barat, Saan Mustofa serta seluruh relawan dan simpatisan serta masyarakat Kabupaten Bogor, Dalam penyerahan berkas Caleg DPR RI ini, bisa dilaksanakan berjalan lancar tanpa ekses,”kata Moh. Solikin kepada wartawan.

Solikin, juga mengucapkan terimakasih kepada ketua Partai Nasdem, Surya Paloh yang telah mengajarkan politik tanpa mahar itu, sehingga Nasdem saat ini diisi oleh Caleg-caleg baru hampir 50% dan lama 50% serta kuota perempuan mencapai 30%, sehingga diharapkan para caleg yang nantinya terpilih menjadi anggota DPR RI tidak melanggar hukum dan mengkorupsi uang rakyat, ” cetusnya.

Tak hanya itu, jika lolos menjadi anggota DPR RI periode 2024-2029, Solikin berjanji ingin membenahi persoalan pelayanan di bidang pertanahan di Kabupaten Bogor, mensejahterakan masyarakat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan gratis, serta menciptakan lapangan pekerjaan melalui bumdes- bumdes yang ada di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Solikin merupakan seorang pengusaha muda di bidang properti dan terjun ke dunia politik karena ingin membawa perubahan untuk Kabupaten Bogor dan bisa lebih maju dalam pengembangan sektor pertanian.

**aga

Terima Usulan Warga, Jalur SSA Kembali Dua Arah

0

Pemkot Bogor sangat terbuka pada usulan masyarakat. Salah satunya menangkap aspirasi warga yang meminta penghapusan sistem satu arah (SSA) di seputaran Kebun Raya, selama proses pelebaran jembatan Otto Iskandardinata (Otista).

Mulai tadi malam, Selasa (9/5) pukul 21.00 WIB, Jalur SSA kembali dua arah. Kebijakan ini juga merupakan hasil evaluasi pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama tujuh hari.
Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya berdasarkan hasil kajian Forkopimda, rekayasa lalu lintas imbas proyek Otista memberi dampak ekonomi yang signifikan. Penurunan omzet pedagang mencapai 60 sampai 70 persen. Okupansi hotel juga menurun 60 persen. Selain itu, biaya transportasi yang melonjak juga dikeluhkan masyarakat. “Kami mendengar betul masukan dari warga, kami mengevaluasi. Jadi mulai Selasa (9/5) pukul 21.00 WIB skenario penerapan dua arah akan berjalan. Pemerintah Kota Bogor akan mempersiapkan sarana dan prasarananya,” kata dia.


Bima menjelaskan, dengan skenario baru ini, Jalan Jalak Harupat hingga Jalan Djuanda akan kembali menjadi dua arah. Untuk memudahkan pengguna jalan, akan ada penghilangan separator atau pulau jalan dan penambahan lampu lalu lintas di Kapten Muslihat.
Selain itu, tidak ada perubahan untuk Jalan Pajajaran, tepatnya dari Lippo Kebun Raya Bogor hingga Tugu Kujang. Hanya di bagian tengah jalan akan dipasang kombinasi antara traffic cone, water barrier dan barrier beton.
Kemudian lajur di Jalan Suryakencana akan diubah sebaliknya. Kendaraan yang tadinya melintas dari pintu gerbang Surken ke Simpang Gang Aut, diputar ke arah sebaliknya.
Adapun perubahan yang signifikan ketika kendaraan yang mengarah dari Exit Tol Bogor atau Terminal Baranangsiang yang hendak menuju Balaikota Bogor, bisa langsung menuju Jalak Harupat karena dibuat dua arah.
Namun bagi kendaraan yang hendak menuju Jalan tidak bisa langsung Jendaral Sudirman akan diarahkan terlebih dahulu ke kiri “Dari Tugu Kujang boleh ke Jalan Harupat, tetapi tidak boleh ke Jalan Sudirman,” imbuh Bima Arya.
Kendaraan yang dari Jalak Harupat diarahkan ke Jalan Juanda, namun bisa memutar melalui Jalan Kapten Muslihat bagi yang hendak menuju ke Jalan Jendral Sudirman.
Kemudian juga kendaraan yang menuju Empang harus terlebih dahulu memutar ke Jalan Otista, sebelum jembatan yang saat ini dibongkar belok ke arah Jalan Roda dan bisa berputar ke arah Jalan Suryakencana untuk selanjutnya menuju BTM dan Empang.
“Dari arah Balaikota Bogor juga nanti akan belok kiri jadi tidak bisa crossing ke Jalan Harupat tetapi langsung ke Jalan Sudirman,” papar dia.
“Pada intinya, skenario dua arah akan banyak menekankan perputaran menekuk ke kiri. Secara detail, konsep baru ini akan kita sebarkan mulai Selama malam, agar warga bisa memahami dan menyesuaikan,” ucap dia.

Meski begitu, konsep ini juga akan terus dievaluasi terkait pelaksanaannya. Bima memastikan rekayasa lalu lintas harus mempertimbangkan waktu tempuh dan mengurangi dampak ekonomi.
“Dan untuk menggerakkan kembali roda ekonomi dan lain-lain,” lanjut dia.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, menambahkan bahwa pihaknya akan menyiagakan petugas yang berjaga selama 24 jam. Pada pukul 06.30 WIB sampai 14.00 WIB akan mengerahkan sebanyak 40 personel. Sedangkan pada pukul 20.00 sampai pagi jam 06.00 WIB sebanyak 12 personel yang disiagakan untuk membantu pengatusan sekaligus sosialisasi penerapan rekayasa lalu lintas yang baru. “(Jumlah personel) belum tambahan dari personel Polsek dan juga dari Dishub Kota Bogor. Kita siap untuk melaksanakan pengamanan, kelancaran arus lalu lintas, dan berjibaku di tengah panas, hujan, pagi, siang, sore dan malam,” tukas dia.(ded)

KPU Kabupaten Bogor Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Untuk mendorong terwujudnya Penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang berkualitas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor bersama petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Bogor lakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) pada Pemilihan Umum tahun 2024 tingkat KPU Kabupaten Bogor, di Hotel Lor In Sentul Babakan Madang, Kamis (11/5/23).

Berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka, DPSHP tingkat Kabupaten Bogor ditetapkan bahwa total Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 40 Kecamatan dan 432 desa/kelurahan yakni sebanyak 15.224. Jumlah pemilih aktif sebanyak 3.894.914, jumlah pemilih baru 3.001, kemudian untuk jumlah pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 9.670. Sementara untuk jumlah perbaikan data pemilih sebanyak 55.205 serta jumlah pemilih potensial Non KTP-el 46.351.

Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni mengatakan, penetapan DPSHP sebelumnya telah dilakukan secara kolaborasi bersama Bawaslu baik tingkat desa/kelurahan, kemudian tingkat kecamatan dan diplenokan di tingkat Kabupaten Bogor. Tentunya untuk menghasilkan data pemilih yang berkualitas, terlebih pada Pemilu 2024 ada dua agenda pesta demokrasi yakni Pemilu dan Pilkada.

“Ini sangat penting, untuk mewujudkan pemilu berkualitas, tentunya harus didukung dengan data pemilih yang berkualitas pula,” ungkap Umi Wahyuni kepada Jurnal Bogor.

Lanjut Ummi menyatakan, bahwa melalui rapat pleno kali ini telah disepakati bersama dengan seluruh PPK Kecamatan se-Kabupaten Bogor berkaitan dengan hasil DPSHP.

** Nay

Ratusan Warga Buanajaya Bertahan di Pengungsian

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Masih tingginya intensitas curah hujan di wilayah Tanjungsari membuat ratusan warga yang terdampak longsor masih bertahan di pengungsian. Selain tenda darurat, Pemerintah Kabupaten Bogor juga menjadikan SDN Cibeureum sebagai tempat pengungsian sementara warga Buanajaya.

“Pihak BPBD Kabupaten Bogor sejauh ini belum bisa memastikan sampai kapan masa tanggap darurat. Hal itu lantaran perubahan cuaca yang tidak bisa diprediksi,” ujar kata Staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Jalaluddin kepada wartawan.

Menurut dia, perubahan cuaca ekstrim dan tingginya curah hujan menjadikan wilayah yang dilanda longsor masih memiliki kemungkinan terjadinya longsor susulan. Oleh karena itu, warga yang bermukim di dekat lokasi longsor dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Kita tidak bisa memastikan apakah ada kemungkinan longsor susulan atau tidak. Namun karena curah hujan masih tinggi, dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan maka warga yang tinggal di dekat lokasi longsoran kita evakuasi ke pengungsian,” cetusnya.

Ia mengatakan, untuk saat ini warga sangat membutuhkan bantuan logistik serta kebutuhan sehari-hari. Semua bantuan, lanjutnya akan dipusatkan di lokasi pengungsian.

“Bantuan yang dibutuhkan untuk saat ini ya logistik dan keperluan sehari-hari lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Yenti (29) salah satu warga yang terdampak longsor, berharap ada kepastian terkait masa berlaku tanggap darurat. Karena ia ingin kembali menempati rumahnya yang sudah beberapa hari ditinggal ke pengungsian. Ia mengaku ikut tinggal di pengungsian lantaran alasan keamanan karena takut adanya longsor susulan.

“Mudah-mudahan di pengungsian ini tidak lama. Karena ingin segera balik ke rumah,” harapnya.

** Taufik/Nay

Tersangka Korupsi Dana Bos SMK Generasi Mandiri Ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pelarian Kepala Sekolah SMK Generasi Mandiri, Mustofa Kamil (MK) sebagai tersangka Kasus Penyalahgunaan dana bantuan operasional (BOS) tahun 2018-2021 itu, berakhir. Setelah ditetapkan sebagai terdakwa. MK kemudian dijemput dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri  Kabupaten Bogor, Selasa (9/5).

Sebelumnya tersangka MK telah mengajukan praperadilan terhadap penetapannya sebagai tersangka serta terhadap upaya hukum paksa yang dilakukan oleh penyidik.  Namun permohonan tersebut ditolak untuk seluruhnya sebagaimana dalam putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor : 01/Pid.Pra/2023/PN.Cbi tanggal 08 Februari 2023. Dengan demikian, penaganan perkara tersebut tetap dilanjutkan.

Kasubsie A Intelejen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Aji Yodaskoro mengatakan bahwa Berkas Perkara Tersangka Mustopa kamil telah dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat formil dan materil.

” Berkas perkara Mustofa Kamil sudah dinyatkan lengkap. Sehingga dilaksanakan Kegiatan Tahap II Dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Keuangan Dana BOS Pada SMK Generasi Mandiri Tahun Anggaran 2018 sampai 2021,” katanya kepada Wartawan.

MK sendiri, lanjut Aji, akan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Pondok Rajeg selama 20 hari. “hari ini terkait dengan tahap II tersebut, Tersangka MK dilakukan penahana selama 20 hati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tindakk pidana khusus dari tanggal 9 dampai 28 Mei 2023,” jelasnya.

Aji mengungkapkan modus operandi yang dilakukan oleh Mustofa Kamil yang merupakan PNS sekaligus Kepala Sekolah SMK Generasi mandiri itu, dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tidak sesuai dengan pedoman. Kemudian reaslissi RKAS tidak sesuai dengan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

“Bahwa dalam realisasinya penggunaan BOS Reguler serta Bantuan Pendidikan Menengah Universal Umum (BPMU) Provinsi Jawa Barat tidak dilakukan sesuai dengan pedomannya sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara,” bebernya.

Menurutnya, untuk penambahakn tersangka atau tidak, akan dilakukan setelah penanganan perkara terhadap MK sudah selesai. “Sembari kita lihat dulu penanganannya seperti apa, nanti untuk penambahan tersangkanya kita lihat kedepannya,” ucapnya.

Senentara itu, Kasie Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Dody Wiraatmaja mengungkapkan bahwa Mustofa Kamil sampai saat ini masih tidak mengakui perbuatannya. Ia mengakui semua dana BOS yang diterima itu, digunakan untuk keperluan sekolah.

“MK tidak mengakui perbuatannya. Hanya dalam pemeriksaan yang kita lakukan ditemukan LPJ yang tidak sesuai. Mungkin nanti setelah persidangan kita buka semuanya apa yang dilakukan MK,” tegasnya.

“MK sendiri merupakan bagian dari Yayasan dan Kepala Sekolah SMK Generasi Mandiri, sementara ini MK juga sebagai ketua yang mengkoordinir Yayasan. Sehingga beberapa kebijakan yang kita lakukan pemeriksaan maka mengerucut kepada MK,” tambahnya.

Dody mengaku lambannya penanganan perkara MK awalnya karena ada kendala, MK selalu melakukan keberatan termasuk Praperadilan. Awalnya juga Prapid dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Cibinong.

“Kemudian kita melakukan penetapan tersangka kembali dan kita membuktikan kembali didalam keputusan Prapid itu, dan akhirnya kita dikabulkan untuk dilanjutkan ke Persidangan. Setelah selesai penahanan 20 hari ini akan kita limpahkan ke Pengadilan Kelas IA Bandung,” ungkap Dody.

Perbuatan yang dilakukan oleh Tersangka telah mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp.2.533.995.389,04. sebagaimana Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara/Daerah Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Generasi Mandiri Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor nomor: 700/1287-Irban V/2022 tanggal 18 Oktober 2022

MK dikenakan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Sebagaimana Telah Diubah dan Ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Sebagaimana Telah Diubah dan Ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

** Taufik/Nay

Kontur Berbukit, Jalan Sukamakmur Rawan Kecelakaan

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kondisi ruas jalan di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang curam dan menanjak menjadikan ruas jalan raya Sukamakmur rawan terjadi kecelakaan. Hal itu diperparah dengan kondisi jalan yang sempit dan banyak mengalami kerusakan. Oleh karena itu, para pengendara, khususnya kendaraan barang agar lebih hati-hati untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Rawannya ruas jalan raya Sukamakmur ini dirasakan oleh pemilik kendaraan pick up bernomor polisi B-9771-EAF yang tidak kuat menanjak hingga mundur dan terbalik saat melintasi tanjakan raya Rasa

Mala, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur.

“Tanjakannya sangat curam makanya tidak heran banyak kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintasi tanjakan itu, malah banyak laporan dari warga setempat kalau tanjakan tersebut seringkali membuat kendaraan mobil mengalami jalan mundur karena tidak kuat untuk menanjak,” kata Kepala Desa Cibadak, H. Suri Suryana.

Menurut dia, jika tanjakan curam tersebut sering kali menyulitkan pengendaraan baik roda dua hingga roda empat saat akan melintas. Maka dari itu, karena tanjakan tersebut kerap kali menyulitkan kendaraan yang melintas, pihaknya pun mengajukan usulan untuk peningkatan

infrastruktur jalan melalui usulan Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) hingga Reses DPRD.

“Sudah berulang kali kami mengajukan untuk perbaikan lewat Musrenbang dan Reses DPRD tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut lebih dinas terkait,” keluhnya.

Sementara itu salah satu warga, Udin mengatakan kalau kejadian kendaraan pick up yang mengalami kecelakan lantaran tidak mampu melintasi tanjakan. “Kendaraan pickup tersebut mengangkut padi

hasil panen masyarakat setempat dan saat akan melewati tanjakan mobil tersebut tidak kuat menanjak lalu mundur dan terbalik,” ucapnya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor segera memperbaiki infrastruktur jalan di Cibadak – Sukamakmur yang sudah banyak mengalami kerusakan dan curam.

“Jalan raya disini banyak sekali tanjakan yang curam, makanya kita masyarakat berharap agar Pemerintah lebih memprihatinkan kondisi fisik jalan disini agar tidak ada korban akibat kecelakaan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Antam Akan Prioritaskan Bantuan ke SDN Parakan Muncang 01

0

Nanggung | Jurnal Bogor

PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, Pongkor menyatakan akan memprioritaskan  Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakan Muncang 01, Desa Parakan Muncang, Nanggung, Kabupaten Bogor setelah pihak sekolah melayangkan surat permohonan bantuan paving block ke perusahaan BUMN tersebut.

Atas usulan itu PT Antam Tbk, langsung menerimanya, melalui Kepala Bidang Corporate Social Responsibility (CSR) Arif S Rahman mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan usulan sekolah yang membutuhkan paving blok tersebut.

“Untuk bantuan yang kedua ini, kita tetap prioritaskan,untuk selanjutnya akan kita berikan, kita masih menunggu stock produksi paving nya dulu,” katanya.

Dia menjelaskan, realisasi proposal usulan pertama telah direalisasikan pihaknya, dari yang dimohonkan sebanyak 15.000 Paving Block.

“Kita sudah  pernah bantu, kalau enggak salah sekitar 8000 paving block dari lima belas ribu yang diusulkan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, pihak SDN Parakanmuncang 01, meminta bantuan ke Antam perihal pemasangan paving block  halaman sekolah.

Kepala Sekolah Parakanmuncang 01 Ondeng Sofwanudin mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya itu masih membutuhkan ribuan paving block untuk halaman sekolah.

“Pada awalnya saat kepala sekolah sebelumnya sudah mengajukan, namun saat ini masih ada kekurangan sekitar 5000 paving blok lagi,” katanya.

Dia menjelaskan, halaman sekolah yang belum terpasang paving block ini jika terjadi hujan sering terjadi becek dan menimbulkan debu di saat musim kemarau.

Untuk mengatasi halaman becek serta menambah kerapihan lingkungan, pihak sekolah meminta perusahaan Antam untuk memberikan bantuan paving block.

“Karena, halaman sekolah ini banyak manfaatnya selain sebagai area pembelajaran formal maupun non formal,” jelasnya.

Kata dia, memiliki lingkungan fisik dan non fisik yang lebih mendukung dalam pembelajaran dan pembentukan kepribadian siswa sehingga sangat diharapkan bantuan tersebut dapat terwujud.

“Besar harapan kami ajuan untuk kekurangan ribuan paving block untuk halaman sekolah ini dapat terwujud,” pungkasnya. Andres

Ditinggal Istri ke Pasar, Pria di Gunung Sindur Gantung Diri

0

Gunung Sindur | Jurnal Bogor

Seorang pria nekat gantung diri di sebuah palang pintu kamarnya yang berlokasi di Kampung Pondok Kemiri RT 01/03 Desa Rawa Kalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (10/5). Korban sebelum kejadian ditinggal istri ke pasar.

“Kronologi kejadian sekitar pukul 09. 30 WIB, saksi (istri korban) usai pulang belanja sudah mendapati korban (suami) dalam keadaan tergantung pada kusen pintu ruang tengah,” kata Kapolsek Gunung Sindur Kompol Budi Santoso kepada wartawan.

Ketika ditemukan korban masih tergantung menggunakan tambang kecil warna biru dengan kondisi leher terjerat.

“Istri korban berteriak meminta tolong kemudian datang penghuni rumahnya yang tak lain anak kandungnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, korban sempat dievakuasi dengan membaringkan di tempat tidur untuk mengecek kondisi tubuhnya.

“Anak korban memeriksa denyut nadi korban namun diketahui bahwa korban sudah meninggal dunia,” pungkasnya.

** Andres

Dinsos Salurkan Bantuan di Nanggung, Sukajaya dan Jasinga

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan logistik bagi korban terdampak bencana alam yang menerjang beberapa wilayah salah satunya di wilayah Kecamatan Nanggung.

Staf Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Dinsos Kabupaten Bogor, Suhandri mengatakan, bahwa saat ini Dinas Sosial  sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengirim bantuan logistik untuk para korban dari dampak terjadi bencana

“Berdasarkan SK Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Bogor itu ada 11 kecamatan dan 11 kecamatan ini yang masuk di BTT itu kurang lebih ada 10 kecamatan, dan untuk hari ini kami akan distribusikan (bantuan) ke tiga kecamatan diantaranya Nanggung, Sukajaya dan Jasinga. Untuk wilayah Leuwisadeng, Sukamakmur dan Tamansari itu sudah kami distribusikan,” ungkap Suhandri kepada wartawan, Rabu (10/5).

Suhandri menyebut, bantuan logistik tersebut disalurkan sesuai dengan pengajuan yang diajukan oleh pemerintah desa maupun pihak kecamatan.

“Paket bantuan itu terdiri dari 10 item dimulai dari  beras, minyak goreng, biskuit, susu, sarden, kornet terus abon dan lain sebagainya totalnya ada 10 item,” katanya.

Suhandri mengatakan, pihaknya mendistribusikan bantuan tersebut melalui kantor kecamatan yang nantinya pihak kecamatan akan membantu mendistribusikan ke tiap desa dan kepada warga penerima bantuan.

“Langsung karena kami mendapat data by name by address dari desa dan kecamatan, untuk saat ini di Kecamatan Nanggung sesuai dengan ajuan dari kecamatan ada 81 paket sembako,” katanya.

Sementara itu, Camat Nanggung, Ae Saepuloh menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.

Bantuan paket sembako tersebut kemudian langsung didistribusikan ke beberapa wilayah di Kecamatan Nanggung diantaranya Desa Batutulis untuk 4 Kepala Keluarga (KK), Pangkaljaya 10 KK, Cisarua 1 KK, Nanggung 10 KK  Kalongliud 48 KK, dan Malasari 8 KK.

“Kita akan langsung cepat disampaikan kepada masyarakat, karena ini tanggap darurat sehingga sembako ini cukup membantu masyarakat korban bencana,” pungkasnya.

** Andres