26.3 C
Bogor
Tuesday, April 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 607

Desa Bendungan Meriahkan Sedekah Bumi dengan Lomba Dongdang

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Bendungan, Jonggol, Kabupaten Bogor kembali mengadakan acara sedekah bumi yang diramaikan dengan lomba dongdang tingkat desa, dan diikuti oleh 7 Rukun Warga (RW). Terlihat dalam pesta rakyat sedekah bumi tersebut sejumlah hasil bumi dibawa dan dinikmati oleh seluruh warga Desa Bendungan tanpa terkecuali.

Lomba Dongdang tingkat RW yang menampilkan hasil bumi tersebut dimenangkan oleh 3 RW yakni, juara 1 dimenangkan oleh RW 05, juara 2 dimenangkan oleh RW 05, juara 3 dimenangkan oleh RW 06. Masing-masing juara mendapatkan uang tunai sebagai hadiah hiburan.

“Selamatan bumi ini merupakan bagian dari wujud rasa syukur kami atas hasil panen padi yang selalu berlimpah, dan kegiatan ini memang sudah menjadi suatu kebiasaan secara turun temurun yang masih dipertahankan dari saya kecil sampai saat ini,” ungkap Jaya Wijaya Ketua RW 06 kepada Jurnal Bogor, Rabu (24/5/23).

Semua hasil bumi ini, sambung Jaya, kami suguhkan di kantor Desa Bendungan agar bisa dinikmati semua warga dan para undangan yang hadir pada hari ini. Menurutnya, kekompakan warga yang terjalin murni merupakan kesadaran warga sendiri untuk membantu Kepala Desa meringankan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan sedekah bumi ini.

“Wujud kekompakan itu terlihat saat warga dengan sukarela menyediakan makanan untuk warga lainnya dan tamu undangan, serta danya sumbangsi warga semampunya yang diberikan warga kepada desa untuk meringankan biaya yang dikeluarkan kades pada pesta rakyat kali ini,” paparnya.

Lebih lanjut Jaya menjelaskan, sedekah bumi ini selain wujud rasa syukur kami kepada Allah SWT. Juga untuk menjalin kekompakan antar warga di Desa Bendungan. Bahwasannya, jika rakyat yang ingin berpesta kami akan turun tangan dan kompak dengan sendirinya.

“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada semua warga di RW 06 atas sumbangnsih yang diberikan, jaga selalu kekompakan dan jangan lupa bersyukur,” cetusnya.

Sementara, Kepala Desa Bendungan, Hj.Nemi Nuraeni mengatakan jika sedekah bumi ini merupakan suatu kebiasaan yang sudah terjadi secara turun temurun. Dan selalu dilakukan oleh kepala desa sebelum-sebelumnya.

“Suatu kebiasaan saat selesai panen, memotong kerbau dan kepala nya di kubur di belakang kantor desa. Saya sendiri hanya mengikuti tradisi yang sudah ada karena itu sudah terbentuk dari terdahulu, jika tidak diikuti menurut kepercayaan masyarakat kami akan terjadi sesuatu hal,” ungkap Hj.Nemi.

Oleh karena itu, sambung Hj.Nemi, dirinya hanya mengikuti tradisi yang sudah ada, karena setiap daerah itu memiliki tradisi dan kepercayaan masing-masing, dan kita harus menghargai itu yang merupakan kebiasaan turun temurun.

“Saya berharap kegiatan ini diambil sisi positifnya, karena bisa dilihat warga bergerak tanpa dikomando. Serta mengumpulkan biaya untuk membantu kades dalam hal pengeluaran kegiatan ini, itu perlu dicontoh sifat gotong royongnya yang belum tentu dimiliki di wilayah lain,” tandasnya.

Hj.Nemi berharap, kedepan Desa Bendungan makin maju, warga juga rukun dan damai serta hasil bumi yang dihasilkan makin berlimpah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Jonggol Andri Rahman, Ade Ruhandi (Ade Jaro), Korwil Presidium Kecamatan Jonggol, Sekjen Presidium Bogor Timur, Kapolsek Jonggol, Danramil Jonggol, dan seluruh warga masyarakat Desa Bendungan.

** Sir/Nay

Daging Ayam di Pasaran Masih Naik, Ini Kata Ketua Paguyuban Pedagang Daging se Jabodetabek

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor

Harga daging ayam di pasaran saat ini masih mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 40 ribu rupiah per kilogram. Hal tersebut dipicu adanya banyak karyawan (anak kandang) pasca lebaran belum kembali sehingga tenaga kerja berkurang.

Selain itu, upah tenaga kerja mengalami kenaikan. Dimana sebelumnya rata-rata  Rp2000.000 per bulan, namun pasca lebaran naik menjadi Rp2.500.000 per bulan, sehingga mengakibatkan penambahan cost produksi.

Bukan hanya itu, terjadinya kenaikan harga daging ayam juga disebabkan check in (ayam masuk kandang) setelah lebaran ini sebatas permintaan (by order), sehingga produksi tidak maksimal sedangkan permintaan tetap.

Ketua Paguyuban Pedagang Daging Jabodetabek, Eka Sumantri mengungkapkan, harga ayam hidup Rp21.500, modal karkas minimal Rp33.000. Sedangkan harga di kandang Rp 20.000, kondisi ini sudah berjalan satu pekan, diperkirakan dua pekan mendatang masih diatas Rp20.000.

Kendati demikian, kata Eka, saat ini harga daging ayam di pasar masih tergolong tinggi namun dia meyakini kondisi tersebut tidak berlangsung lama. 

“Memang tidak dipungkiri bahwa harga daging ayam masih tergolong tinggi. Namun demikian kami memprediksi dalam beberapa pekan akan kembali normal,” ujar Eka Sumantri kepada Jurnal Bogor, Rabu (24/5/23).

Menurutnya, harga daging ayam di pasaran saat ini mencapai 37 hingga 40 ribu rupiah per kilogram, meski harga tersebut telah mengalami penurunan dibandingkan saat lebaran, yakni sebesar 42 ribu rupiah per kilogram.

Lebih lanjut, persoalan lain yang menyebabkan harga daging ayam masih cukup tinggi diantaranya rantai pasok yang yang dinilai belum berjalan dengan normal.  Sehingga ketersediaan ayam di peternak terbatas. 

Bahkan para peternak terpaksa memanen dini ayamnya. Seperti, ayam siap panen biasa memiliki berat 2,2 hingga 2,4 kilogram per ekor, namun saat ini ayam berat 1,2 kilogram sudah dipanen. “Pada saat itu bersamaan harga day old chicken (DOC)  naik, sehingga peternak banyak mengurangi jumlah produksi,” ujarnya.

Kemudian, keterbatasan modal mengakibatkan para peternak mengurangi jumlah check in. Bahkan diakuinya, banyak yang mengistirahatkan kandangnya.

Oleh karena itu Eka berharap agar pemerintah dapat menampung aspirasi pedagang dan membuat skema sehingga harga daging ayam tetap stabil.

Dia pun mengakui bahwa paguyuban pedagang daging ayam yang dipimpinnya ini belum maksimal dalam menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. 

“Salah satu keluhan pedagang saat ini adalah masih adanya pungutan liar (pungli), khususnya di pasar tradisional. Dan ini yang sering dirasakan betul oleh teman-teman. Untuk itu kami meminta persoalan ini harus menjadi perhatian aparat penegak hukum,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Tower tak Berizin di Desa Dayeuh, Achmad Fathoni Minta Semua Pihak Taati Aturan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Menanggapi adanya pembangunan tower tak berizin yang seolah dibiarkan oleh pemerintah setempat dan mendapatkan penolakan dari warga Dayeuh, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni.

Achmad Fathoni

Tower yang disebut milik provider salah satu jaringan XL tersebut diketahui belum mengantongi izin lengkap dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Adanya keluhan warga terkait pembangunan tower tak mengantongi izin dari salah satu provider sudah saya sampaikan pada Kadis Pol PP Kabupaten Bogor,” ujar Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Rabu (24/5/23).

Fathoni menyayangkan tak adanya tindakan dari pemerintah setempat baik dari Pemdes maupun Kanit Pol PP Kecamatan Cileungsi yang seharusnya menjadi palang pintu pertama sebagai penegak Perda. Jangan selalu dilimpahkan kepada Pol PP Kabupaten yang sudah terlalu banyak tugasnya untuk menertibkan di tempat lain.

“Kalau itu ada didepan mata seharusnya ditindak, jangan dibiarkan. Pemerintah setempat merupakan penegak Perda awal sebelum ditindak ke tingkat yang lebih tinggi, jangan beralasan tidak ada kewenangan,” ungkap Dewan Komisi 3 tersebut.

Politisi PKS itu pun meminta kepada pengusaha untuk mematuhi aturan, jangan mengurus aturan setelah dapat peneguran.

“Saya minta semua patuh aturan, pengusaha harus ikuti aturan perizinan sebelum menjalankan usahanya. Apalagi aparat berwenang maupun terkait, mohon menjadi yang terdepan dalam menegakkan perda dan peraturan-peraturan lainnya,” cetus Fathoni.

Sementara, Ahmad salah satu warga Dayeuh menyayangkan dengan tidak adanya perizinan resmi yang dikantongi oleh pengusaha provider tapi seolah pemerintah setempat tutup mata.

“Ini persoalan risiko kedepannya, bukan hanya sekedar melihat uang di muka saja atau bahasa lain koordinasi. Pekerjaan tower tersebut bisa berjalan pasti karena ada hal, padahal jelas-jelas tidak mengantongi izin,” beber Ahmad.

Ahmad berharap ada tindakan tegas dari pemerintah yang lebih tinggi dari pemdes, karena yang merasakan dampak baik buruknya bukan, kades, bukan camat, bukan pol pp tapi warga yang berdekatan dengan tower tersebut.

“Mohon ditindak jika perlu dihentikan, sampai pengusaha itu bisa menjelaskan apa yang akan diperbuat dan dampak positif dan negatifnya kepada warga, serta pertanggungjawaban seperti apa yang akan dilakukan jika terjadi hal atau musibah di kemudian hari,” pungkasnya penuh harap.

**red

Uang Pajak Negara Rp3,6 Miliar Berhasil Dipulihkan Kejati Jabar

0

Bandung | Jurnal Bogor

Ketegasan dan komitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi perpajakan, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) berhasil memulihkan kerugian keuangan negara di sektor pajak sebesar Rp3.607.503.200.

Hebatnya lagi, prestasi itu dicapai hanya dalam kurun waktu satu tahun. Dimana Kejati Jawa Barat menerima SPDP sebanyak 14 dan Jumlah P-21 sebanyak 14. Jumlah Perkara yang disidangkan sebanyak 11 perkara, dan hal itu dimaksudkan untuk membuat efek jera pelaku koruptor uang pajak negara.

Atas keberhasilannya ini, Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia pun mengganjar Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ade Sutiawarman dengan sebuah Penghargaan sebagai Mitra Penegakan Hukum Pidana Terbaik Kedua.

“Ucapan terimakasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan oleh Direktur Jenderal Pajak Bapak Suryo Utomo Kepada Jajaran Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Tentunya capaian dan prestasi yang telah diraih menjadi pemicu semangat untuk terus bekerja dan berkarya lebih baik lagi kedepannya,” kata Kajati Jabar, Ade Sutiawarman dalam rilisnya, Rabu (24/5/2023).

Hebatnya lagi, selain mendapat penghargaan, Bidang Pidana Khusus Kejati Jabar juga menjadi role model dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi yang baik dan benar, yaitu penanganan perkara yang tidak hanya mampu menghukum dan memberikan efek jera, namun juga mampu memulihkan kerugian keuangan negara, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta memperbaiki tata kelola.

Sekedar informasi, penyerahan penghargaan digelar di Aula Cakti Buddhi Bhakti Gedung Mar’ie Muhammad lt.2 Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Jl. Gatot Subroto No.42 Jakarta, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Ade Sutiawarman sendiri diwaliki oleh Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Bima Suprayoga.

**yev

Pelaku Penggelapan Dana Desa di Jasinga Ditangkap di Purwakarta

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Bendahara Desa Pangaur, Jasinga, Kabupaten Bogor berinisial HH (28) ditangkap Polsek Bojong, Polres Purwakarta. HH sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Jasinga, Polres Bogor setelah diduga menggelapkan uang dana desa ratusan juta dan menghilang beberapa bulan lalu.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Jasinga Sandy Praja membenarkan adanya sejumlah foto yang memperlihatkan HH dengan kondisi tangan terikat di Polsek Bojong.

“DPO Hilmi sudah tertangkap di Purwakarta, menurut orang desa sekarang masih dalam perjalanan,” katanya, Rabu (24/05).

HH atau Hilmi (29 masuk dalam  pada kasus penggelapan uang Desa Pangaur. Sebelumnya, Kepala Desa Pangaur Jajat Supriatna memberikan penjelasan terkait oknum mantan bendahara desanya, yang diduga menggelapkan duit desa ratusan juta rupiah.

“Uang ratusan juta itu bukan dibawa kabur, melainkan lebih kepada penggelapan,” kata Jajat.

Dia menduga, oknum bendahara desanya yang hilang dari tanggung jawabnya itu gara-gara kecanduan judi online, yakni slot, sehingga pelaku berani menggelapkan uang desa untuk dijadikan modal judi online itu.

“Hilmi ini suka main judi online. Itu saya dapat informasinya dari orang dekatnya, dengan menunjukkan chatting curhatan di WhatsAppnya. Mungkin ini yang jadi pemicu pelaku melakukan penggelapan uang,” jelasnya.

Kata dia, bahwa pelaku dalam pengambilan uang ratusan juta itu dengan cara memalsukan tanda tangan kepala desa.

“Dia memalsukan dokumen yang ditandatangani sendiri serta KTP saya pun dibuat kembali tanpa sepengetahuan saya. Berikut tandatangan staf yang lain, ketika mau mencairkan. Hingga saat pencairan pun Hilmi sendirian tidak didampingi orang desa,” katanya.

“Sebelum mencairkan Hilmi mempersiapkan dokumen, seperti surat kuasa dan KTP asli saya,” tambahnya.

Kecurigaan sang kades itu sejak saat melakukan pembayaran pajak pembangunan tahun 2021 sebesar Rp28 juta dan Rp17 juta di tahun 2022 Agustus.

“Saat itu kita minta bukti kepada oknum bendahara ini, pembayaran pajak pembangunan tahun 2021 hingga 2022. Lalu saya mencoba konfirmasi ke pihak bank, untuk melihat transaksi pembayaran pajak pembangunan tersebut dan alhasil pajak yang dibayarkan hanya sekitar 7 jutaan,” katanya.

“Kecurigaan akhirnya terjawab setelah cetak rekening koran, semua transaksi terlihat ada beberapa penarikan dana dimulai tanggal 1 hingga 30 Agustus 2022, dengan jumlah yang berbeda-beda keluar dari rekening desa dengan jumlah sekitar Rp405 juta,” tegasnya.

Senada dengan Kades, sebelumnya bagian Kaur Umum Pelayanan Meli menjelaskan sering melihat pelaku main judi online di kantor desa dan terkadang bermain hingga malam hari. “Saya sering lihat dia (HH) main slot terkadang sampai malam,” tukasnya.

Sementara Kapolsek Bojong, IPDA Budiman mengatakan, pihaknya mengamankan HH di sebuah rumah kontrakan di Desa Sukamanah, Bojong, Kabupaten Purwakarta.

“Pada Rabu, 24 Mei 2023 sekitar pukul 00.30 WIB, dini hari personel Posek Bojong berhasil mengamankan seorang perempuan yang masuk DPO terduga penggelapan uang Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor,” ucap Kapolsek Bojong IPDA Budiman, Rabu (24/5).

Budiman menjelaskan penangkapan HH berawal dari laporan warga yang mulai curiga terhadap HH karena jarang terlihat keluar dari rumah kontrakannya.

“Sudah lama tak terlihat keluar rumah kontrakan, baru kemarin warga melihat HH keluar dari rumah kontrakannya. Kemudian warga tersebut memberikan laporan kepada pihak Polsek Bojong Polres Purwakarta terkait adanya seorang wanita yang selama ini menjadi buron oleh Polsek Jasinga Polres Bogor,” ungkapnya.

Kemudian usai mendapat laporan warga tersebut, ungkap Budiman, anggota Reskrim Polsek Bojong langsung berkoordinasi dengan pihak Polsek Jasinga, Polres Bogor.

“Setelah berkoordinasi Polsek Jasinga, Polres Bogor dan dibenarkan bahwa wanita berinisial HH tersebut merupakan buron yang selama ini mereka cari sesuai dengan laporan polisi bernomor LP/B/67/IX/2022/JBR/Res Bgr/sektor tertanggal 15 September 2022, kasus penggelapan uang Desa Pangaur dengan kerugian nominal kurang lebih 409 juta rupiah,” jelasnya.

Adapun setelah wanita tersebut dipastikan wanita tersebut merupakan DPO Polsek Jasinga, anggota Polsek Bojong langsung mendatangi kontrakan HH dan segera mengamankan ke Mapolsek Bojong.

“Berdasarkan keterangan warga sekitar, HH tinggal di rumah kontrakan tersebut kurang lebih sudah lima bulan. Sebetulnya warga sudah mencurigai beberapa bulan yang lalu namun dikarena kan perempuan ini jarang keliatan keluar dari kontrakan warga menduga bahwa HH sudah meninggalkan kontrakan tersebut,” ucapnya.

Budiman juga menjelaskan setelah HH ini diamankan di Mapolsek Bojong, pihaknya menyerahkan HH ke Polsek Jasinga untuk dilakukan proses hukum.

** Andres

Cosmo JNE FC Lanjutkan Tren Positif di Liga Futsal Profesional Indonesia 2022-2023

0

Mei 2023 – Tim kebanggaan Kota Cosmopolitan Jakarta Cosmo JNE FC akan meneruskan laga lanjutan pertandingan putaran 2 pada pekan ke sembilan dan sepuluh Liga Futsal Profesional Indonesia 2022 – 2023. Pertandingan yang berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Pangsuma, Pontianak di hari Sabtu 13-14 Mei dan Sabtu-Minggu 20-21 Mei 2023 terdiri dari empat pertandingan akan berlangsung sengit memperebutkaan poin dan klasmen, yaitu Cosmo JNE FC akan melawan Radit FC, Kancil WHW, Blacksteel FC dan Pendekar United.

Pada pertandingan pembuka di hari pertama dalam pekan ke sembilan Liga Futsal Profesional ini Cosmo JNE FC berhasil meraih 3 poin penuh dari tim Radit FC. Hasil pertandingan akhir Cosmo JNE FC  membukukan skor 6-4 dari Radit FC. Kemudian pada hari kedua pertandingan antara Cosmo JNE FC vs Kancil WHW ini kembali berjalan dengan cukup ketat dan ambisi untuk menciptakan gol. Pada pertndingan kedua kali ini Kancil WHW selaku tuan rumah berhasil mengaalahkan Cosmo JNE FC dengan skor 1-3 hingga akhir pertandingan.

Untuk pertandingan pekan ke sepuluh, Sabtu 20 Mei 2023 Cosmo JNE FC belum mendapatkan keberuntungan untuk mengalahkan Blacksteel FC. Cosmo JNE FC kalah tipis 2-3 dalam laga sengit ini dengan melakukan serangan di setiap menitnya. Dalam menghadapi Juara AFF Futsal Cup 2023 Blacksteel FC harus terus menekan dan dibutuhkan kesabaran untuk dapat membuka peluang dan menghasilkan gol agar tercipta. Sampai peluit akhir Cosmo JNE FC belum dapat mengungguli Blacksteel dan hanya dapat meraih 1 poin di laga ini.


Laga akhir yang menentukan peringkat, Cosmo JNE FC berhasil meraih di peringkat 4 klasemen sementara dengan 28 poin. Perjalanan tanding Cosmo JNE FC vs Pendekar United berlangsung ketat dengan keunggulan Cosmo JNE FC  dengan skor 4-2. Cosmo JNE FC yang sudah menekan sejak babak pertama dengan permainan yang cepat dan khas dari pelatih Deny Handoyo ini membuat Pendekar United kewalahan menghadapi gelombang serangan.

Meskipun belum menampilkan permainan yang maksimal, Reza Yamani pemain andalan Cosmo JNE FC menjadi salahsatu pemain yang paling subur dalam mencetak gol ke gawang lawan. Sampai pekan ke sepuluh Reza Yamani berhasil menjadi top skor ke dua dengan 13 gol bersama Daniel Alves dari Kancil WHW, Dieguinho dari Bintang Timur Surabaya FC dan pemain Blacksteel FC Evan Soumilena dengan raihan skor sebanyak 21 gol menjadi top skor nomor satu di Liga Futsal Profesional 2022-2023. 
  
Deny Handoyo pelatih Cosmo JNE FC mengatakan, “Kita masih di posisi ke empat, tim masih harus mempertahankan hasil klasemen sementara ini dengan pertandingan yang positif. Perjalanan tim masih panjang dan harus berjuang terus, bermain solid dan sportif serta meningkatkan kerjasama tim yang baik. Target selanjutnya adalah mempertahankan performa tim agar posisi klasmen sementara dapat naik kembali dan tetap fokus di setiap pertandingan,” tutup Deny.

Surati Plt Bupati, PUPR Akan Buat DED Jembatan Leuwiranji

0

Gunung Sindur | Jurnal Bogor

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, bakal membuat perencanaan Detail Engineering Design(DED) untuk jembatan Leuwiranji yang kondisinya tinggal lempengan baja.

“Jadi Dinas PUPR sudah membuat surat ke Plt Bupati Bogor dengan tembusan ke dinas terkait, Dishub, Polsek dan Camat terkait kondisi jembatan Leuwiranji,” ungkap Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan wilayah VIII Candra Trikaya kepada wartawan, Rabu (24/5/2023).

Kondisi sekarang kata dia sudah diberikan penopang lagi, dan ada rencana akan dilakukan pembatasan kendaraan alat berat bertonase tinggi.

“Mungkin teknisnya akan diatur, karena untuk melewati jembatan tidak bisa bareng sekaligus dan tak boleh konvoi,” kata Candra.

Bahkan solusi tahun ini sudah dilakukan rencana pembangunan untuk jembatan baru.

“Kami pengen secepatnya, tapi yang jelas tahun ini sudah dilakukan perencanaannya, dan 2024 pelaksanannya,” ujarnya

Dia menegaskan karena jembatan sudah banyak diberikan penopang, dan akan dibangun total, cuma belum tahu posisinya di jembatan yang sama atau sebelahnya.

“Ada dua alternatif, ketika sudah dibangun konstruksinya lebih kokoh, untuk bahannya konsultan yang mengatur,” jelasnya.

Candra menambahkan panjang jembatan kurang lebih 150 meter dengan lebar 7 meter, nantinya bakal dibangun total.

“Jangka pendek ada perbaikan jembatan, dan pernah dilakukan  diberikan penopang sebagai penguat,” tambahnya.

Tahun ini perencanaannya DED karena biayanya cukup besar, dan diharapkan bisa teranggarkan dari Pemkab Bogor.

“Ketika sudah dibangun, jembatan ini bakal menopang kendaraan tambang melintas ke wilayah,” pungkasnya. 

** Arif Ekon

Dispenser Korslet, Rumah di Sukaasih Ludes Terbakar

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Satu bangunan rumah di Kampung Sukaasih RT 03 RW 02 Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor diamuk si jago merah.

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (24/05/2023), sekitar pukul  8.00 WIB. Rumah milik Bu Tiah tersebut hanya tersisa dinding setelah atap dan isi rumahnya ludes terbakar api.

Menurut salah satu Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Leuwiliang Ridwan, pihaknya mengerahkan dua unit mobil Damkar untuk menangani kejadian tersebut.

“Unit yang berangkat menangani dua unit dari sektor Leuwiliang, sekitar 2 Jam waktu penangan, Alhamdulillah tidak ada hambatan,” katanya.

Dugaan sementara, kata dia, api berasal dari korsleting listrik yang menyebabkan rumah tersebut terbakar.

“Penyebab kejadiannya diduga dari korsleting listrik, tidak tau itu dari charger handphone. Tapi tadi kata warga dari dispenser,” ucapnya.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Dalam penanganan, petugas Damkar turut dibantu warga dan pihak desa setempat.

** Andres

Pelajar SMP Meninggal Tenggelam di Bendungan Ciampea

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Akibat tidak bisa berenang, seorang pelajar SMP meninggal dunia di Bendungan Sungai Ciampea tepatnya di Kampung Wates RT 04 RW 01 Desa Gunung Bunder I, Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kapolsek Cibungbulang AKP Zulkernaidi, bahwa korban bersama temannya  usai berenang pada Selasa (23/5/2023) siang.

“Iya benar dan untuk korban meninggal dunia usai berenang bersama rekan lainnya pukul 13.30 WIB,” katanya.

Dia menjelaskan, awal mula kejadian korban bersama dengan teman temannya pergi ke sungai untuk berenang di Bendungan Sungai Ciampea.

“Korban berenang kurang lebih 5 menit, ketika rekan lain sudah menepi, korban mau menyebrang tapi malah tenggelam di kedalaman kurang lebih 6 meter,” ucapnya.

Bahkan dia mengaku rekan korban sempat melihat dan meminta tolong, namun tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ketiga orang rekannya menginformasikan kejadian tersebut ke warga sekitar, selanjutnya pencarian dilakukan oleh warga dengan cara menutup bendungan,” kata dia.

Sekira pukul 16.30 korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan selanjutnya dibawa ke klinik Medika Pamijahan untuk dilakukan pemeriksaan awal.

“Usai dibawa ke Klinik Medika, petugas menyerahkan korban ke pihak keluarga dan surat pernyataan bahwa kejadian merupakan musibah,” pungkasnya.

** Andres

Seputar Keprihatinan Kita akan Nasib IKN Nusantara

0

Jurnalinspirasi-co.id – Nasib Ibu Kota Negara (IKN) semakin tidak jelas, alias ngawur. Jika  kita mengikuti berbagai berita dan mendengar informasi yang ditayangkan di beberapa media sosial, elektronik,  dan media cetak seperti Youtube,  WA dan Twitter, TV dan majalah Tempo,  sepertinya semakin ribet,  mumet dibuatnya akibat regulasi yang tak tepat alias ngawur.

Ironinya ada statemen antara Presiden RI vs Menteri PUPR RI,  ada pandangan Anggota DPR RI menanyakan soal keterlambatan pembayaran gaji karyawan kepada Kepala Otorita IKN Nusantara,  minimnya upah tenaga pekerja atau buruh yang berkerja di proyek-proyek fisik sapras IKN dan lain-lain.

Sederet permasalahan tersebut bagi manusia waras  dan peduli akan merasakan,  yang membuat kita rakyat merasa prihatin terhadap kinerja tata kelola pemerintahan yang memburuk (bad governance) yang akhirnya membuat pemeritahan gagal (government failure), hal itu janganlah sampai terjadi, kasihan nasib rakyat yang akan menananggung deritanya.

Muncul fenomena sosial paradoksal ini sebagai akibat atau dampak public policy berupa regulasi yang diputuskan rezim penguasa (the ruling party) tidak tepat sebab tidak sejalan dengan prinsip-prinsip dan kaidah keilmuwan yang ada,  para the ruling party tidak menggunakan otak (didn’t saintific) dan logika-akal sehat (not common sense)  dalam perumusan dan menetapkan berbagai dokumen perencanaannya seperti naskah akadamik, studi kelayakan atau Amdal dan lain-lain agak seadanya dan diduga abal-abal berdasarkan wacana publik.

Nampaknya juga ada “hidden agenda” yang datang berbagai kepentingan irasional bermunculan kini dan ke depan terutama kepentingan para pemilik modal besar (oligarky) yang banyak memiliki lahan hutan di lokasi pengembangan tanah IKN Nusantara dan atau boleh jadi ada kepentingan “asing-aseng” ,  yang sempat menyelusup untuk memperlemah dignity NKRI di era destrupsi karena tanpa menghiraukan aspek-aspek strategis lainnya seperti masalah geopolitik,  geologi,  sosiologis-antropologis dan lain-lain. Konon kabarnya menurut data geologi (hasil riset dan disertasi Dr Andang Bachtiar,  alumni geologi ITB) daerah Paser Utara Kaltim, tempat lokasi IKN Nusantara adalah daerah sangat rawan bencana alam.

Entahlah apa yang ada dalam benak (mindset) para elite politic (the ruling party) koalisi besar negeri ini,  terutama sikap Presiden RI Bapak Jokowi yang pura-pura atau tidak mengerti tentang kondisi rakyat yang  susah terkena musibah pandemi Covid 19, juga utang negara yang terus menumpuk dan cenderang membengkak fantastis, munculnya berbagai ketegangan dan konflik geopolitik di sejumlah negara,  terutama perebutan sumberdaya alam di pesisiran laut China Selatan, ketegangan polarisasi kekuatan China vs Amerika Serikat,  perang Rusia vs Ukrania dan lain-lain.

Akan tetapi mereka tetap berpikir paradoks bahkan irasional, kok disaat hidup rakyat sulit zaman now dan sementara anggaran pembangunan minim dan sangat terbatas, Pemerintah RI kok berencana membangun istana Ibu Kota Negara (IKN) baru yang dinamakan Nusantara itu.

Padahal ibu kota negara RI yang ada DKI Jakarta juga sedang berbenah dengan maraknya pembangunan berbagai bidang,  terutama insfrastruktur transportasi seperti jejaringan jalan tol, kereta api (MRT dan LRT) , bus kota yang terintegrasi dan terkoneksi, gedung-gedung pencakar langit ysng sudah siap melayani kebutuhan public dan lain-lain.

Dilain pihak cukup banyak orang mempertanyakan, jika IKN DKI Jakarta berpindah ke IKN Nusantara Penajam Paser Utara, aset-aset negara dan dipublik yang modern akan dikemanakan dan untuk apa, serta kepada siapa?, dijual ke oligarki?

Now, dengan diputuskannya UU IKN Nusantara oleh DPR RI,  proses pembangunan dimulai hingga kini berjalan terus,  tapi dalam dinamika pembangunannya,  Tuhan Allah SWT berikan seabrek permasalahan sosial-politik dan ekonomi (investasi) yg membuat mereka ribet dan mumet memikirkan pendanaannya, maaf sampai-sampai “mengemis” kepada investor aseng dan aseng,  apakah regulasi-kebijakan dan perbuatan ini memperlemah kedaulatan negara (state dignity). Persoal-persoalan tersebut belum dijawab Pemerintah RI era Bapak Jokowi dengan tegas dan jelas.

Mereka yang tetap bersikukuh dan ngotot memaksa melaksakan gagasan IKN itu. Dan kini mereka mulai penat dan “pening dan sakit kepala” menghadapi berbagai kendala sepeti persoalan dana investasi swasta yang tidak kunjung ada dari investor.

Persoalan pelik lainnya adalah masalah agraria dimana rakyat memprotes lahannya dibayar murah. Juga besar potensi bencana alam seperti kebakaran, gempa bumi, pergeseran tanah dan banjir,  kini pun datang sepeti banjir mulai menghadang sebagaimana yang diberitakan majalah Tempo. Selain itu sejumlah pejabat dan pegawai pengelola otorita IKN Nusantara sudah 9 bulan tidak menerima gaji dan terakhir ditambah isunya ramai-ramainya para pegawai otorita IKN mengundurkan diri.

Kemudian pengelolaan pembangunan fisik kota IKN yang baru bukan lagi oleh otorita IKN Nusantara,  akan tetapi kini sudah berpindah tugas dan kewenangan kepada Kementerian PUPR RI, wow aneh.

Berdasarkan fakta dan kenyataan proses pembangunan dengan sengkarut persoalan tersebut, maka kita cukup prihatin, dan memang edan. Kok mengelola negara-bangsa yang besar ini tampak sekali kurang profesional (mismanagement), inkonsistensi dan irasional,  serta ambisius dengan pola kerja “grasa-grusu” tanpa kajian ilmiah yang mendalam.

Apa yg terjadi saat ini dengan seabrek permasalahan,  terutama ingkar janjinya the ruling party soal pendanaan pembangunan IKN Nusantara di Kaltim ini tidak menggunakan sumber dana dari APBN ternyata tak terpenuhi. 

Kejadian yang sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan kita selaku rakyat Indonesia saat ini, mengingatkan saya sekitar 1-2 tahun lalu pernah menulis tentang nasib IKN Nusantara, yakni ada 4 atau 5 tulisan saya AA yang mengkritik pembangunan IKN Nusantara di daerah Penajam Paser Utara Kaltim adalah kurang tepat.

Tapi itulah kenyataan pahitnya tidak didengar suaranya dimana sejumlah pandangan kritis dan konstruktif dari para ilmuwan dan pakar Indonesia tersebut sepeti Dr Andang Bachtiar dan lain-lain,  terutama ahli dan pakar lingkungan (ekologi-geologi)dan geopolitik-geostrategis tidak dihiraukan. Dengan ungkapan pribahasa yang lain “Anjing menggonggong, Kapilah tetap berlalu”.

Demikianlah pola berperilaku yang “aneh bin ajaib” dari rezim yang tengah berkuasa saat ini (the ruling party zaman now). Sangat disayangkan, eksekutif dengan legislatifnya tidak terjadi “check and balance”, terutama stakeholders kampus Perguruan Tinggi, kaum intelektualnya juga ikut membisu. Ya beginilah jadinya IKN Nusantara akan menjadi beban rakyat dan negara yang tak berkesudahan.

Save NKRI.. !!!

Semoga narasi singkat ini menyadarkan mereka yang berkuasa, agar kembali ke jalan yang benar dalam mengurus negara-bangsa yang megah dan besar ini, yang bernama Indonesia Raya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan cita-citanya yakni masyarakat adil dan makmur.

Syukron barakallah,  Aamiin, aamiin, aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Wassalam.

Penulis:
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

(Lulusan IPB University, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor,  Pendiri-Wasek dam Wankar ICMI Pusat, Konsultan Proyek-proyek K/L Negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)