29.4 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 608

Bangunan Villa Kecilkan Sungai Cipamingkis, Pemda dan Pemcam Sudah Tidur Lelap

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Miris nian kondisi Sungai Cipamingkis yang harus diperkecil dengan adanya bangunan villa di pinggiran sungai yang notabene menjadi pertanggungjawaban Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas DPUPR. Terlihat, selain kondisi bangunan yang memperkecil sungai, villa dan resto tersebut pun menggunakan jalan milik irigasi yang dibuat seolah milik pribadi. Padahal, letak villa dan resto tersebut sangat dekat dengan Kantor Desa Sukamakmur dan Kantor Kecamatan.

Sekretaris Desa Sukamakmur, Dede Iskandar mengatakan untuk izin lokasi sudah dibuat, namun untuk perizinan lainnya itu pihaknya mengaku tidak tahu, apa sudah dibuat atau tidak. Mengingat, desa cuma sebatas izin lokasi, walaupun tahu jalan yang dilaluinya adalah lahan milik irigasi.

“Itu ada lahan irigasi yang dipake, gak tau udah izin atau belum. Dan pada saat Kanit Pol PP kecamatan Sukamakmur terdahulu sudah pernah dilakukan teguran, tapi gak ngaruh sepertinya soalnya sampai saat ini masih dilakukan kegiatan pembangunan,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/6/23).

Dede juga khawatir jika sungai mengecil dengan adanya bangunan di pinggirannya, air tidak tertampung dan akan berdampak kepada wilayah berikutnya. Apalagi wilayahnya masuk kategori wilayah yang labil akan pergerakan tanah dan longsor.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa, persoalan di Desa Sukamakmur terlalu banyak dan pelakunya para inohong yang notabene disegani oleh warga, jadi saat warga tidak ada reaksi kami pun sama,” cetusnya.

Sementara, Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) Kecamatan Sukamakmur Cep Entoh Sidiq mengaku pengusaha sekarang semakin menggila dengan tidak lagi memikirkan alam. Itu sudah jelas sungai dengan lebar yang seperti itu, walaupun tanahnya mungkin tergerus sungai bukan berarti dia bisa membangun persis di pinggiran sungai.

“Bukankah ada aturan jarak minimal 15 meter dari garis sepadan sungai, ini jangankan 15 meter, justeru yang ada sungai malah dikecilin. Loh pemerintah kok diem aja, itu yang membuat kami bingung, ini di Sukamakmur makin banyak dan dibiarkan menjadi kawasan wisata tanpa izin dan serampangan,” geramnya Culeng sapaan akrabnya.

Caleg yang akan berangkat dari Partai Hanura tersebut prihatin dengan ketidakberdayaan pemerintah terhadap pengusaha yang semena-mena dan seolah seenaknya membangun walaupun di sepanjang jalur sungai. Padahal, kondisi bangunan villa tak berizin itu dekat dengan Kantor Desa, Kantor Kecamatan, rumah nggota DPRD tapi malah cuma jadi tontonan.

“Ini ada apa?, pemerintah kemana, terus yang duduk sambil diskusi di gedung DRPD ngapain, jika di depan matanya ada yang model begini dibiarin” geramnya.

“Masa harus nunggu hukum alam, saya warga Sukamakmur, jangan sampai karena cuan lingkungan jadi tidak teratur. Jangan sampai karena segan aturan jadi dilangkahi, lalu untuk apa aturan dibuat itu, untuk dilanggar?,“ tambahnya.

“Jika bangunan yang jelas-jelas membuat sungai mengecil dan memakai jalan milik irigasi ini sampai bisa beroperasi dengan tenang sungguh luar biasa pemerintah kita betul-betul tidur lelap,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Masih Minim Sanitasi, Desa Buanajaya Butuh 300 Unit MCK

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Pada tahun 2024 mendatang, ketika semua kegiatan administrasi sudah menggunakan sistem online seiring target pemerintah pusat menginginkan Indonesia sudah memasuki era Digital Power Poin O, namun impian tersebut masih jauh berbeda dari kehidupan nyata sebagian besar warga Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang masih berkutat minim sarana seperti MCK (mandi cuci kakus).

Pasalnya, hampir sebagian besar warga Desa Buanajaya masih melakukan “Dolbon” (buang hajat di kebun). Hal itu terlihat dengan banyaknya tirai-tirai yang dibentuk MCK untuk melindungi warga saat melakukan BAB maupun aktivitas mandi. Hal tersebut pun turut diakui oleh Kepala Desa Buanajaya, Sudarjat bahwa ada 40% warganya belum memiliki kamar mandi dan toilet sendiri.

“Inilah kondisi di Desa Buanajaya, mengapa saya begitu gencar mengejar dana CSR dari perusahaan, ingin rasanya membangunkan MCK untuk warga saya, namun keterbatasan anggaran yang membuat kami tidak berdaya,” keluhnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/6/23).

Sudarjat menjelaskan Pemdes sudah mengajukan 300 unit MCK untuk program Pamsimas. Namun, sampai saat ini belum ada kabar baiknya. Sanitasi di desa ini memang sangat minim, apalagi untuk kampung yang berada agak di dalam, itu bisa dibilang MCK-nya masih bareng-bareng dan berada diluar rumah mereka.

“Mungkin orang tua terdahulu tidak mengutamakan adanya WC, karena banyak kebun. Tapi untuk kondisi saat ini kan sudah beda zaman, dimana kebersihan harus kita utamakan, yang merupakan juga sebagian dari iman,” cetusnya.

Sudarjat berharap, permohonnya untuk dibangunkan sanitasi di Desa Buanajaya bisa dikabukkan, walupun tidak semua, minimal separuhnya. Agar nanti tahun berikutnya kami bisa mengajukan kembali untuk yang belum MCK. Yang pasti dia menginginkan setiap rumah warganya ada MCK, hingga tak ada lagi istilah “Dolbon”.

“Anggaran manapun saya harap bisa untuk merealisasikan pembangunan MCK untuk warga saya, mau dari Aspirasi Dewan, Pemprov, Pemda maupun CSR. Yang penting warga punya MCK,” harapnya.

Sementara, salah satu warga Desa Buanajaya,  Enah (53) mengatakan sejak dirinya masih kecil di rumahnya tidak ada MCK. Saat itu untuk aktivitas mandi dan buang air, pakai tirai yang ada di luar rumah untuk mandi, dan untuk buang air diajarkan oleh orang tuanya suruh lari ke kebun.

“Waktu saya kecil dulu, kalo mau buang aer suruh lari ke kebon. Jadi sampe sekarang ya masih turun temurun begini, kata pak kades suruh  bikin kamar mandi pake tembok, kan gak ada duitnya,” katanya.

“Ya kalo ada yang mau bikinin kamar mandi mah syukur alhamdulilah, jadi anak cucu kita kalo mandi gak perlu ditungguin, kadang suka ada orang iseng yang ngintip kalo anak perawan kita mandi, makanya kalo dia mau mandi kita tungguin,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Alfamart Rawa Ragas Klapanunggal Diserbu Ibu-ibu dan Balita

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Puluhan ibu-ibu bersama balita memadati toko Alfamart Rawa Ragas Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor untuk mengikuti Alfamart Sahabat Posyandu. Posyandu tersebut adalah agenda rutin Alfamart bersama PZ Cussons demi mendukung pertumbuhan dan gizi ibu dan balita.

Kegiatan ini juga bekerja sama dengan kader ibu-ibu posyandu dan puskesmas setempat, layanan kesehatan yang didapat oleh ibu dan balita mulai dari mengukur berat dan tinggi badan, konsultasi gizi, penyuluhan kesehatan bagi para ibu.

Hal tersebut disampaikan Branch Manager Alfamart Cileungsi Mulyanto. Menurutnya tidak hanya itu, dalam kegiatan ini juga ada bingkisan hadiah untuk ibu-ibu yang beruntung. Mulyanto menyebut Antusias kegembiraan terlihat dari yang hadir mengikuti Alfamart Sahabat Posyandu ini.

“Alfamart sebagai perusahaan ritel yang hadir di tengah masyarakat merasa memiliki tanggung jawab sosial,” katanya kepada Jurnal Bogor, Kamis (22/6/23).

Mulyanto berharap, Mudah-mudahan posyandu ini dapat membantu ibu-ibu di sekitar lokasi toko Alfamart mengecek pertumbuhan balitanya serta dapat berkonsultasi langsung mengenai gizi anak dengan ahlinya, sehingga kami bisa memberikan nilai lebih atau kontribusi atas hadirnya Alfamart di lingkungan mereka.

“ Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, oleh karena itu kami menggandeng PZ Cussons untuk ikut berpartisipasi dengan kegiatan ini, begitupun kader kesehatan dan puskesmas. Karena melalui merekalah sebagai penyambung lidah kepada warga untuk kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara, salah satu peserta Posyandu ibu dari Kaila mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan posyandu ini, selain dekat dengan kediaman juga bisa sambal berbelanja, bahkan sampai dikasih hadiah.

“Baru pertama kali mengikuti posyandu di depan Alfamart, karena kita sekalian bisa berbelanja, dan gak nyangka juga dapat hadiah dari Alfamart dan Cussons,” ungkapnya.

** Nay Nur’ain

Disebut Gertak Sambel, Cecep Imam Minta Semua Bangunan tak Berizin di Sukamakmur Harus Dibongkar Agar Adil

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Menanggapi persoalan akan surat teguran pembongkaran pertama terhadap Villa Opung milik Rudolf Sinaga, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid mengatakan sudah mengarahkan pemilik Villa Opung untuk menempuh  perizinan agar villa tersebut jelas legalitasnya.

“Kami dilema, memang surat yang kami layangkan itu berupa pembongkaran mandiri, tapi kita faham dengan besaran biaya yang mereka keluarkan untuk membangun villa tersebut. Selain itu, lahan tersebut merupakan hak milik sendiri bukan milik pemerintah,” ungkap Cecep Imam kepada Jurnal Bogor, via telepon selular, Kamis (22/6/23).

Cecep Imam menyebut, selain memang Satpol PP tidak ada anggaran untuk melakukan pembongkaran. Jika dipaksakan dilakukan pembongkaran pun akan jadi bumerang dan bola panas untuk Pemda sendiri. Pasalnya, sepanjang jalur Sukamakmur jika berbicara IMB, banyak villa dan tempat wisata tidak ada izinnya.

“Itu bukan hanya satu, puluhan tempat seperti wisata dan villa, bahkan yang sering dipake Pemda untuk acara pun terdapat pelanggaran, apa tidak akan jadi bola panas untuk Satpol PP,” keluhnya.

Satpol PP sendiri, sambung Cecep Imam, sangat siap 100 bangunan sekalipun yang harus dirobohkan, tapi apakah pemda ada anggarannya untuk itu. Pembongkaran itu butuh biaya, jika ada bantuan kementerian atau sponsor darimana pun Satpol PP siap saja untuk melakukan pembongkaran bangunan yang tidak ber-IMB di Sukamakmur.

Lebih lanjut Cecep Imam mengatkan, dalam hal ini pun bukan hanya Satpol PP yang punya peran, pengawasan pembangunan itu juga punya peran yang sama, dan seharusnya sebelum jadi bangunan Pol PP Kecamatan dan pengawas bangunan itu turun, dan harus menghentikan kegiatan.

Pasalnya, Satpol PP di Kabupaten Bogor itu tidak tahu kondisi di lapangan, peran Satpol PP kecamatan itu juga harus aktif dan jangan berdalih tidak ada kewenangan, mereka bisa memberhentikan kegiatan jika memang tidak mengantongi izin.

“Untuk saat ini fokus kami sesuai dengan arahan pimpinan ialah menertibkan bangunan yang berada di lahan milik Pemda Bogor, dan minggu ini saya dengan kementerian akan melakukan pembongkaran bangunan di wilayah Puncak yang berada dan masuk jalur sungai. Itu pun saya minta untuk tidak tebang pilih, semua yang melanggar robohkan,” tandasnya.

“Untuk banguan yang berada di Sukamakmur sendiri, nantinya kan saya panggil untuk dilakukan pendataan dan diarahkan untuk membuat izin bangunan. Tapi untuk bangunan apapun yang ada di sepanjang jalur sungai akan kita robohkan, karena itu sudah menyalahi aturan dan berada di lahan pemerintah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Cecep Imam mengajak bersinergi agar pekerjaan ini ringan dan tidak jadi bumerang kepada Pemda sendiri. Jika dari bawah itu sesegera mungkin dilakukan tindakan, tidak mungkin banguna yang tidak ada IMB itu bisa berdiri. Jadi untuk Satpol PP di tingkat kecamatan, untuk camat dan kades serta pengawas bangunan, semua punya peran dan bisa memberhentikan kegiatan saat sudah tahu bangunan itu tidak mengantongi izin.

“Jangan selalu memojokkan Pol PP Kabupaten, lalu yang berada di lingkungan apa fungsinya. Saya siap dan akan selalu siap membongkar 100 bangunan sekaligus sekalipun, asal ada anggarannya dan itu tidak ada tebang pilih, rata tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Sementara, Pemerhati Tata Ruang dan Insfrastruktur Herry HK mengaku sepakat dengan pernyataan Kasat Pol PP Kabupaten Bogor. Pasalnya, pemerintah di bawah seperti camat dan kanit Pol PP kecamatan memang kerjaannya saling lempar, dan seolah-oleh mereka tidak punya kewenangan untuk menertibkan. Padahal sebetulnya mereka paham apa yang mereka lakukan, hanya saja itu terjadi off the record.

“Kebobrokan pemimpin seperti camat itu terlihat, jika di lingkungannya terdapat banyak bangunan tak berizin tapi mereka sering mengunjungi tempat tersebut, ini lucu. Masa di wilayah berkata tidak punya kewenangan, gak usah ada Satpol PP dan camat jika merasa tidak ada keweangannya,” cetusnya.

Masyarakat itu sudah tidak bodoh sekarang, sambung Herry, karena banyaknya orang pintar sehingga wilayah tersebut dilindungi oleh orang pintar dan punya kewenangan. Hal itu sudah diakui oleh Kasat Pol PP, dirinya dilema jika hanya merobohkan satu bangunan, sedangkan yang tidak berizin ada puluhan.

“Apakah masih ada Sangkuriang di Sukamakmur yang bisa buat bangunan dalam satu malam, sehingga luput dari pantauan pemerintah di wilayah,” ujar sambil tertawa.

Dirinya berharap ada perbaikan untuk Pamkab Bogor, jangan sampi menunggu hukum alam yang membuktikan semua.

“Itu wilayah rawan longsor, rawan pergerakan tanah, jika aturan kalah sama cuan, ya tinggal nunggu hukum alam,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Disdik Akan Tindaklanjuti PKBM Satria Sakti

0

Sukajaya| Jurnal Bogor

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor akan menindaklanjuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Satria Sakti di Kampung Pasir Tugu, Desa Sukajaya, Sukajaya, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, kebertadaan PKBM ini dinilai warga tak jelas.

“Akan kami tindak lanjuti melalui penilik,” kata Humas Disdik Kabupaten Bogor Ikbal Rukmana, Kamis (22/06/2023).

Dia pun belum mengetahui lebih jauh terkait keberadaan pendidikan non formal tersebut yang diduga tidak jelas dan dinilai hanya mengincar keuntungan pribadi semata.

“Katanya siswanya gak ada atau gak pernah belajar ya?,” Tanya Ikbal.

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi warga yang telah memberikan informasi tersebut. “Oke nuhun Informasinya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, orang tua murid Sulaeni menjelaskan, keberadaan PKBM tersebut hanya jadi ajang keuntungan pribadi. Banyak warga yang jadi korban dugaan pemalsuan data.

Selain itu, untuk keabsahan legalitas PKBM, seakan warga telah menghibahkan tanahnya untuk keperluan kegiatan PKBM itu hanya untuk memanipulasi data legalitas saja.

“Setelah saya telusuri ternyata memanipulasi warga demi kepentingan pribadi, dan pastinya warga yang dikorbankan atas adanya Yayasan Satria Sakti saya duga pemalsuan data legalitas, karena si pemilik tanah tidak pernah menghibahkan,” katanya.

Dia mengaku, bahwa dirinya mengetahui sejak awal berdirinya PKBM itu. Banyak data yang dirinya masukan ke yayasan tersebut. Namun hingga kini tidak ada kelulusan bagi pelajar.

“Saya tahu persis pada waktu merintisnya yayasan itu, data siswa yang masuk PKBM Satria Sakti banyak dari saya. Tetapi hingga saat ini saya tidak mengetahui kapan ke lulusannya dan sampai saat ini juga pelajar itu selalu bertanya kepada saya,” katanya.

“Saya selaku orang tua siswa, mempertanyakan kapan siwa-siswi ini akan di luluskan sedangkan PKBM ini belum pernah ada kegiatan belajar dan mengajar, bahkan guru-gurunya juga nyah siapa dan orang mana kami pun tidak tahu,”  tambahnya.

** Andres

Warga Genteng Dapat Sembako Dibayar dengan Sampah

0

Peringatan Hari Laut Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Bogor | Jurnal Bogor

Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kota Bogor dan Coca-cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia dalam Peringatan Hari Laut Sedunia dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menggelar bazzar sembako berbayar sampah di halaman kantor Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (22/6/2023).

Selain bazzar, ASOBSI Kota Bogor dan CCEP Indonesia juga melakukan sosialisasi inovasi bank sampah berbasis komunitas. Pada acara itu juga, CCEP Indonesia menyalurkan donasi masing-masing 2 unit baktor sampah (Mosam/motor bak roda tiga) dan laptop yang diterima komunitas bank sampah untuk menunjang kegiatan pengembangan bank sampah di Kota Bogor.

“Kami edukasi masyarakat bahwa warga bisa mendapatkan pangan murah hanya dengan mengumpulkan sampah. Pangan tadi ada beras, gula, minyak dan terigu,” kata Ketua DPD ASOBSI Kota Bogor Darga Sulton.

Sementara Ketua Panitia Kang Ginz dari komunitas Sinergi Lestari juga menjelaskan, warga untuk mendapatkan pangan murah cukup dengan membawa sampah dari rumahnya kemudian ditimbang.

“Jadi kalau ada sampah yang punya nilai jual jangan dibuang,” kata dia.

Sampah yang dimaksud berupa botol plastik, kertas, logam dan minyak jelantah. Pada acara tersebut, tertampung sekitar 500 Kg sampah termasuk minyak jelantah. “Setelah acara ini juga warga bisa datang ke bank sampah. Jadi kalau ada sampah tabung saja nanti ditukarkan. Ya seperti jelantah daripada dibuang ke alam kan sayang ya kumpulkan saja, itung-itung nabung nanti kan jadi uang,” jelasnya.

** Asep S.Sayyev

Dewan: Pengelolaan TPAS Galuga Gagal

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupatennya Bogor dari Fraksi PAN Usep Saepuloh mengapreasiasi Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah yang telah melakukan investigasi mendalam dengan ditemukan  dugaan pungli di TPAS Galuga, Cibungbulang.

“Ini hanya satu kasus  dari persoalan pengelolaan sampah yang gagal,” kata Usep Saepuloh kepada wartawan, Kamis (22/6)

Menurutnya, TPAS Galuga  pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  jauh dari harapan masyarakat dan juga dari harapan Pemkab Bogor apa yang sudah dirumuskan  di Perda Bogor Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengelolaan  sampah di Kabupaten Bogor.

“Tentu ini tugas  Komisi III DPRD Kabupaten Bogor sesuai leading sektornya dan sudah harus memanggil DLH Kabupaten Bogor,” ujar Usep.

Kalau  tidak  ada perbaikan, tambah wakil rakyat asal PAN ini, dari  banyak  persolan- persoalan yang ada di TPAS Galuga akan dilakukan beberapa opsi. Secara pribadi kata dia, sudah  mencoba  komunikasi dengan Sekretaris DLH Kabupaten Bogor dan jawabanya  cukup mengecewakan  kerena  sudah   menyerderhanakan persoalan pencemaran lingkungan di sekitar TPST Galuga.

“Kami akan meminta ijin kepada  pimpinan fraksi PAN untuk melakukan  lobi dan penggalangan  dukungan kepada Fraksi II yang ada di Kabupaten Bogor untuk mengusulkan PanitiaKkhusus (Pansus) tentang pengelolaan sampah TPAS Galuga,” kata dia.

Opsi  kedua, dewan dan pengacara dan beberapa tokoh masyarakat melakukan class action atau gugatan kelompok kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. “Kami  mempunyai legal standing hukum jelas, karena rumah kami  tidak begitu jauh dari Galuga  yang berdampak kerugian pencemaran udara yang dirasakan setiap hari,” tukasnya.

** Andres | Arip Ekon

NPCI Berangkatkan 25 Atlet ke Peparpeda Jabar 2023

0

NPCI Kabupaten Bogor memastikan akan memberangkatkan sekitar 25 atlet binaanya pada ajang Pekan Paralimpic Pelajar Daerah ( Peparpeda) Jabar 2023.

Peparpeda Jawa Barat 2023 akan dilangsungkan pada tanggal 26 sampai 28 Juni 2023 di Kabupaten Garut .

Kontingen NPCI Kabupaten Bogor yang akan bertolak ke Peparpeda Jabar 2023 itu akan mengikuti lima cabor pertandingan seperti Tenis Meja, Catur, Bulutangkis, Renang dan Atletik.

” Kami optimis 25 atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor akan memberikan hasil yang optimal pada Peparpeda Jabar 2023,” ujar Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Kamis, 22 Juni 2023.

Lebih lanjut, kata Misbach, 25 atlet yang akan jadu duta Kabupaten Bogor pada ajang Peparpeda Jabar 2023 sebelumnya telah mengikuti TC Peparpeda sejak awal akhir Mei 2023 lalu.

” Lebih dari1 bulan NPCI Kabupaten Bogor menggelar TC Peparpeda untuk para atlet yang akan tampil pada ajang Peparpeda Jabar 2022,” paparnya.

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP berharap Kontingen NPCI Kabupaten Bogor bisa menuai prestasi gemilang pada pelaksanaan Peparpeda Jabar 2023 di Kabupaten Garut.

” Saya akui selama ini NPCI Kabupaten Bogor sudah menggelar TC Peparpeda buat para atlet pelajarnya.,” kilah Asnan AP

Asnan AP menambahkan, proses yang.dilakukan NPCI selama ini dengan menggelar TC Peparpeda pasti akan membuahkan hasil optimal.

” Saya juga bangga NPCI selama ini terus melakukan sosialisasi dan rekrutmen atlet lokal asli Kabupaten Bogor,” pungkas Asnan AP ( asep syahmid)

Inilah Daftar 25 Atlet Pelajar Kabupataten Bogor yang akan tampil di Peparpeda Jabar 2023:

  1. CABOR ATLETIK
    Ahmad Fiqri , Aldi Kurniadi, Aldi Saputra, Alnida Idza Aullia, Bagus Surya Akbar, Diaz Aguero, Fajar Fadilah, M Agna Nazal Qori, M Fahmi Baadilah, Murfid Khanif W, Oriyana Putri, Putra Ramadhan, Yasar Al Anshari.
  2. CABOR BULUTANGKIS:
    Muhammad Taufan Millano Hakim.
  3. CABOR RENANG:
    Ahmad Fauzi, Hayfa Revalina, Hizkia Yobel, M Amin Yahya, Naila Fairuz, Sharza Nurfadilah.
  4. CABOR TENIS MEJA:
    Dadan, Deriana Al Wahdi, Irna Rahmawati, Raesita Nurmairah.
  5. CABOR CATUR:
    Hafiz Aditya Ramadhan

Del Pino Akui Kebugarannya Terus Meningkat

0

Bandung | Jurnal Bogor

Gelandang asal Spanyol, Tyronne Gustavo del Pino mengatakan kebugarannya akan secara bertahap meningkat setelah ia bergabung bersama Persib

Del Pino Tiba di Indonesia, Selasa, 20 Juni 2023, Tyronne sudah memulai latihan bersama para pemain Persib lainnya pada Rabu, 21 Juni 2023. 

Del Pino diperkenalkan Persib sebagai rekrutan baru menjelang Liga 1 2023/2024 pada Mei lalu.

Ia pun bertekad untuk terus meningkatkan kebugarannya agar berada di level yang sama dengan para pemain lainnya. 

“Pada sesi pertama, pelatih melibatkan saya dalam gim selama 15-20 menit. Kemarin (20 Juni 2023) saya menjalani perjalanan panjang, jadi hari pertama cukup melelahkan. Saya akan melanjutkannya di hari latihan kedua untuk kemudian berprogres,” katanya dilansir dari laman resmi klub, Kamis, 22 Juni 2023.

Del Pino mengaku terkesan dengan suasana dan sambutan hangat yang ditunjukkan tim.

Menurutnya, tim yang solid merupakan modal berharga di dalam meraih tujuan di akhir musim nanti. 

“Saya sangat senang bisa berada di sini bersama tim dan staf. Saya pikir, tim ini memiliki atmosfer yang sangat bagus, dan menjadi hal yang baik untuk melanjutkannya seperti ini setiap hari layaknya seperti sebuah keluarga,” ungkapnya.( asep syahmid)

GSB Sabet Runner Up Event Basket Nasional KU 9 Tahun

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pola pembinaan dari klub Galaxy Stars Bogor (GSB) patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, setelah merajai beberapa event lokal, mereka pun berjaya saat tampil di level nasional.

Buktinya, Galaxy Stars Bogor kelompok umur (KU) 9 tahun meraih juara kedua saat tampil di event YBA Cirebon, salah seorang pemainnya, Manu, keluar sebagai top skorer.

Pun demikian dengan KU 13, mereka bisa lolos ke final, dan finis sebagai runner-up pada event Piala Ganesha Bandung. Perjalanan mereka pun belum berakhir sampai di sini.

” Ya, Juli mendatang, GSB bakal mengirimkan tim terbaiknya pada event nasional di Yogyakarta, dan Tangerang. “KU 9 dan 13 berjuang sangat luar biasa, dan bisa finis sebagai juara dua. Saya bangga atas raihan itu, tak mudah tampil di level nasional,” kata Ketua Umum GSB, Rd Iman Firmansyah, Kamis (22/6/2023).

Rd Iman Firmansyah melanjutkan, hasil ini adalah modal awal pembentukan mental bertanding di setiap kelompok umur.

“Terima kasih kepada tim pelatih, pemain, dan tentunya orang tua yang sudah support. Ini hasil yang bagus, dan ke depan kami akan menatap event nasional di Yogyakarta, dan Tangerang,” pungkas Rd Iman Firmansyah.( asep syahmid)