31.2 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img

MBG Tidak Peduli Komoditi Lokal

Cisarua | Jurnal Bogor – Sebagian Dapur Makan Bergizi Gratis( MBG) yang ada di wilayah Kecamatan Cisarua, Megamendung dan Ciawi kebutuhan hingga kini masih banyak yang tidak mengakomodir terhadap hasil pertanian dan peternakan dari warga sekitar. Mereka membeli kebutuha mulai dari sayur, telor dan kebutuhan lainnya belanja dari luar wilayah. Hal ini menjadikan kecemburuan dari para petani dan peternakan.

Penelusuran Jurnal Bogor di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, dimana di desa tersebut terdapat 3 dapur MBG, dua dapur masih membeli kebutuhannya dari luar wilayah. Bahkan, peternakan ayam telur yang ada di desa itu tidak bisa menjual hasil telurnya ke dua dapur MBG itu.

Seperti yat dikatakan Indra, pengelolaan program ketahanan pangan yang bergerak dipeternakan ayam petelur, mengeluhkan terhadap dua dapur MBG itu.

“Ada 3 dapur MBG di Desa Citeko, hanya satu dapur yang mau peduli terhadap hasil petani dan peternakan warga setempat. Sementara dus dapur nya lagi, disaat kami tawari telur mereka menolak. Hal ini sungguh disayangkan. Padahal peternakan ayam petelur kita ini merupakan ternak program ketahanan pangan di desa ini, ” tuturnya, Kamis (30/7/2026).

Hal serupa dialami sebagian petani yang ada di kecamatan Megamendung. Mereka menjual hasil pertaniannya tetap ke pasar tradisional. “Kita hanya mendengarnya saja, dapur MBG harus mengakomodir hasil dari petani setempat. Namun kenyataannya jauh panggang dari api. Saat kita tawarkan hasil pertanian kita, mereka cuek, ” imbuh Kardi.

Adanya hal tersebut, cukup mengundang reaksi dari para pengamat program presiden ini, Burhanudin ( 55) warga Cisarua mengatakan, setiap dapur MBG seharusnya membeli hasil pertanian atau peternakan dari warga sekitar.

“Dalam aturannya, setiap dapur MBG itu harus menggunakan hasil dari pertanian juga peternakan dari warga setempat. Ini bertujuan untuk mensejahterakan para petani sekitar. Jika ada dapur MBG menolak komoditi hasil warga setempat, itu sudah terjadi pelanggaran, ” pungkasnya. Dadang Supriatna.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles