28.8 C
Bogor
Thursday, February 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 6

HOTD Sukabumi Sambut Siswa PKL SMKS Doa Bangsa guna Dukung Pengembangan Kompetensi Digital

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Komitmen Witel Priangan Barat dalam mendukung dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia unggul terus diwujudkan melalui program praktik lapangan. Pada Senin (26/01), Head of Telkom Daerah (HOTD) Sukabumi, Igor M Farhan, secara resmi menerima para siswa dari SMKS Doa Bangsa yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kegiatan penerimaan ini dilakukan secara formal dengan kehadiran Bapak Andriansyah selaku koordinator dari pihak sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Igor M Farhan memberikan arahan mengenai pentingnya adaptasi teknologi dan pengenalan budaya kerja di lingkungan industri telekomunikasi bagi para siswa sebagai persiapan menghadapi dunia kerja nyata.

Selama masa PKL, para siswa SMKS Doa Bangsa akan mendapatkan bimbingan langsung dari tim ahli Telkom untuk memperdalam keahlian teknis maupun administratif. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan industri dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten di bidang teknologi informasi.

Sinergi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui transfer pengetahuan (knowledge sharing). Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin guna menunjang kurikulum sekolah dan daya saing mereka di masa depan.

(yev/cc)

Podcast Indibiz Angkat Kisah Perjuangan UMKM Lokal Bangkit dan Bertahan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Indibiz Witel Priangan Barat menghadirkan ruang berbagi inspiratif bagi pelaku usaha lokal melalui Podcast Indibiz, yang kali ini menghadirkan pelaku UMKM kerajinan tangan, Latifah Herawati, Owner Hera Craft. Kegiatan podcast ini digelar pada Selasa (27/1/2026) di Ruang Podcast Indibiz Witel Priangan Barat.

Dalam sesi podcast tersebut, Latifah Herawati berbagi kisah perjalanan membangun usaha kerajinan Hera Craft yang dijalaninya di tengah berbagai tantangan hidup. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, ia terus mengembangkan usahanya hingga mampu bertahan dan tumbuh sebagai UMKM lokal yang produktif.

Melalui Podcast Indibiz, Indibiz Witel Priangan Barat menghadirkan ruang berbagi cerita dan inspirasi bagi UMKM, sekaligus menjadi pendamping yang mendorong pelaku usaha untuk saling belajar dan menguatkan. Kisah-kisah nyata dari pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berjuang dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika bisnis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indibiz sebagai ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM melalui pendekatan inspiratif, edukatif, dan kolaboratif. Dengan menghadirkan cerita perjuangan pelaku usaha secara langsung, Podcast Indibiz diharapkan dapat memperluas wawasan serta menumbuhkan optimisme bagi UMKM di wilayah Priangan Barat dan sekitarnya.

(yev/cc)

HOTD Sukabumi Sambut Kunjungan Industri Serta Gelar Workshop AI & Cyber Security

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Dalam upaya memperkuat literasi teknologi di sektor industri, Witel Priangan Barat melalui jajaran Telkom Daerah Sukabumi melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri dari SMK Pasim Plus Sukabumi dan gelar workshop bertajuk Artificial Intelligence (AI) and Cyber Security pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Head of Telkom Daerah (HOTD) Sukabumi, Igor M Farhan, bersama Account Manager Ari Setia R. Kehadiran tim Telkom bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai transformasi digital, khususnya pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi bisnis serta pentingnya perlindungan data melalui sistem keamanan siber yang tangguh.

Workshop ini menjadi wadah diskusi interaktif bagi pelaku industri dalam menghadapi tantangan era digital. Telkom memaparkan bagaimana solusi AI dapat mengoptimalkan operasional perusahaan, sementara penguatan Cyber Security menjadi fondasi utama untuk melindungi aset digital dari ancaman peretasan yang kian kompleks.

Melalui inisiatif ini, Witel Priangan Barat menegaskan perannya bukan sekadar sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi dan solusi teknologi mutakhir. Sinergi ini diharapkan dapat memacu adopsi teknologi tinggi di lingkungan industri SMK di Sukabumi guna meningkatkan daya saing secara global.

(yev/cc)

Wawan Haikal Kurdi Hadir dan Beri Solusi di Musrenbang Caringin

0

Caringin | Jurnal Bogor – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Caringin mengusulkan delapan program prioritas pembangunan. Dari jumlah tersebut, dua program utama dipastikan mendapat dukungan dana aspirasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi, yakni rekonstruksi SDN Ciherang Pondok senilai Rp1,5 miliar lengkap dengan meubeler, serta pembangunan Tebing Penahan Tanah (TPT) di wilayah Pasir Muncang sebesar Rp1 miliar.

Kegiatan Musrenbang yang digelar di Pendopo Pencak Silat Cimande, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Zainal Ashari. Turut hadir perwakilan SKPD, para kepala desa, tokoh masyarakat, Kasepuhan Cimande, serta unsur kepemudaan.

Namun, dari sembilan anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) III, hanya Wawan Haikal Kurdi yang hadir. Delapan anggota DPRD lainnya tidak menghadiri Musrenbang tanpa pemberitahuan, sehingga menuai kekecewaan masyarakat.

Kasepuhan Cimande menilai ketidakhadiran para wakil rakyat tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap aspirasi masyarakat di wilayah pemilihannya.

“Untung masih ada Pak Wanhay. Setiap Musrenbang beliau selalu hadir dan memberi solusi. Tahun lalu beliau membantu perbaikan Jalan Cikereteg–Pancawati melalui dana aspirasi Rp2,5 miliar. Tahun ini kembali memberi solusi dengan merealisasikan dua skala prioritas,” ujar Abah Didih, salah satu Kasepuhan Cimande, di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, apabila seluruh anggota DPRD turut berkontribusi melalui dana aspirasi, maka program-program prioritas kecamatan dapat diselesaikan setiap tahun.

“Kita bisa bayangkan jika semua anggota DPRD hadir dan memberikan solusi, pembangunan prioritas di Kecamatan Caringin cukup dibiayai dari dana aspirasi DPRD,” ucapnya, Kamis (29/01/26).

Abah Didih juga menegaskan bahwa meskipun perolehan suara Wawan Haikal Kurdi di Kecamatan Caringin pada Pemilu Legislatif 2024 tidak besar, namun komitmennya sebagai wakil rakyat patut diapresiasi.

“Beliau tidak melihat siapa pemilihnya. Yang didahulukan adalah kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Eko, Ketua KNPI Kecamatan Caringin. Ia mengaku kecewa atas ketidakhadiran delapan anggota DPRD saat Musrenbang.

“Kami sebagai pemuda sangat kecewa. Caringin punya anggota DPRD, tapi saat masyarakat menyampaikan aspirasi justru tidak hadir. Harusnya apa yang dilakukan Pak Wanhay bisa dicontoh oleh anggota dewan asal Caringin,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan dana aspirasi bagi pembangunan di Kecamatan Caringin.

“Untuk rekonstruksi SDN Ciherang Pondok saya alokasikan Rp1,5 miliar ditambah meubeler, dan pembangunan TPT di Pasir Muncang Rp1 miliar. Saya minta UPT Jalan dan Dinas Pendidikan mencatat dan menganggarkannya dari dana aspirasi saya,” tegas Wawan Haikal Kurdi. Yudi

Menuju Pajak Presisi dan Transparan, Kota Bogor Bangun Ekosistem Geospasial Terpadu

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan tahun 2026 sebagai momentum strategis transformasi pengelolaan pajak daerah menuju sistem yang presisi, transparan, dan berbasis data.

Transformasi ini diwujudkan melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu yang menjadi fondasi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor secara berkelanjutan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa penguatan sistem pajak daerah harus dimulai dari pembenahan data dan peta potensi pajak yang akurat. Untuk itu, Pemkot Bogor mengembangkan SISABAKOTA (Sistem Informasi Satu Basis Data Kota) sebagai instrumen utama kebijakan fiskal berbasis geospasial.

“SISABAKOTA kami bangun sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan fiskal Kota Bogor. Dengan satu basis data berbasis geospasial, seluruh potensi pajak dapat dipetakan secara presisi, transparan, dan terukur hingga tingkat wilayah terkecil. Kebijakan pajak ke depan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota Bogor.

SISABAKOTA dirancang sebagai dashboard terintegrasi yang menghimpun dan memvisualisasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu peta dan satu sistem. Mulai dari PBB-P2, PBJT, BPHTB, Pajak Air Tanah, hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Seluruh data disajikan secara spasial untuk mendukung analisis potensi, pengawasan, dan pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, menjelaskan bahwa SISABAKOTA berfungsi sebagai single source of truth (Sumber Kebenaran Tunggal) data fiskal daerah, sekaligus alat deteksi dini terhadap potensi kebocoran penerimaan.

“Melalui SISABAKOTA, kami mengintegrasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu dashboard geospasial. Sistem ini memungkinkan kami melihat secara real-time potensi, realisasi, serta indikasi kebocoran pajak. SISABAKOTA menjadi alat strategis untuk menentukan prioritas pengawasan, intensifikasi, dan ekstensifikasi pajak daerah secara presisi,” jelas Deni.

Dengan pendekatan geospasial, SISABAKOTA mampu memetakan objek dan potensi pajak hingga tingkat RT, menampilkan kesenjangan antara potensi dan realisasi, serta menjadi early warning system bagi pemerintah daerah dalam menutup celah kebocoran sejak dari hulu.

Pengembangan SISABAKOTA juga terintegrasi dengan berbagai aplikasi pendukung pendataan dan pengawasan pajak daerah, sehingga membentuk ekosistem digital pajak yang saling terhubung, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu ini, Pemkot Bogor menargetkan terciptanya tata kelola pajak daerah yang modern, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan kepatuhan pajak sebagai budaya bersama dalam mendukung pembangunan Kota Bogor.

Banjir dan Jalan Rusak Hantui Kota Bogor, PUPR Jangan ‘Tidur’

0

Bogor | Jurnal Bogor

Banjir lintasan dan jalan berlubang berukuran besar hingga kecil kembali menghantui warga Kota Bogor akhir-akhir ini. Kondisi tersebut pun menjadi ancaman serius bagi pengendara roda dua maupun empat.

Kondisi tersebut pun membuat gerah pimpinan DPRD Kota Bogor. Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Mochamad Zenal Abidin, meminta Bidang Pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor lebih sigap dan responsif terhadap kerusakan jalan.

“Saya harap kepada dinas terkait yaitu PUPR Kota Bogor harus sigap dengan kondisi jalan-jalan di Kota Bogor ini, karena sudah banyak keluhan dari masyarakat. Intinya jangan sampai nunggu banyak kendala jalan rusak, amit-amit sampai banyak korban pelintas,” ujar H Zenal kepada wartawan, Kamis (29/1).

Menurut dia, intensitas hujan yang tinggi seharusnya menjadi alarm bagi PUPR untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap kondisi infrastruktur jalan.

H Zenal menekankan pentingnya langkah cepat sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan korban.

“Saya paham, akhir-akhir ini cuaca Bogor sedang dingin-dinginnya karena hujan terus. Memang enak buat tidur, tapi ya PUPR khususnya Bidang Pemeliharaan jangan ikutan tidur,” sindirnya.

Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia pun meminta agar jajaran PUPR segera turun ke lapangan dan melakukan penyisiran secara menyeluruh terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya sebagai wakil rakyat memohon kepada dinas terkait segera sigap dan terus menyisir jalan-jalan rusak,” tandasnya.

DPRD berharap langkah cepat dan konkret dari PUPR dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di Kota Bogor, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, keterlambatan penanganan juga dipengaruhi oleh kendala pasokan material. Penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdampak pada ketersediaan bahan baku hotmix.

“Kata Dinas PUPR, ini dampak dari penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar,” katanya.

Meski demikian, publik berharap PUPR Kota Bogor tidak terus berlindung di balik faktor cuaca maupun kendala teknis. Jalan rusak yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mencerminkan lemahnya respons, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada infrastruktur tersebut.

** Fredy Kristianto

PUPR Jangan Lamban, Dewan Minta Bidang Pemeliharaan Gerak Cepat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tingginya intensitas hujan di Kota Bogor, berimbas terhadap banyaknya jalan berlubang di beberapa wilayah. Hal ini jelas yang menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) khususnya bidang pemeliharaan tidak hanya beretorika, namun mesti bergerak cepat dalam memperbaiki infrastruktur jalan.

“Dinas PUPR melalui bidang pemeliharaan harusnya bergerak cepat melakukan perbaikan. Jangan hanya sekadar tambal sulam, tapi perhatikan kualitas aspalnya. Harus pakai aspal dengan kualitas bagus agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan,” ujar lelaki yang akrab disala Kiwong ini, Rabu (28/1).

Kiwong menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh menjadi korban dari pekerjaan infrastruktur yang setengah hati.

Komisi III, kata dia, akan mengawal agar penggunaan anggaran perbaikan jalan benar-benar memberi dampak jangka panjang, bukan sekadar meredam keluhan sesaat.

“Keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan jadi nomor satu,” ucap politisi PPP ini.

Salah seorang warga Tanah Baru, Karsono mengaku resah dengan adanya jalan berlubang di dekat lampu merah Taman Corat-Coret. Ia menyebut bahwa lubang yang berdiameter agak besar itu, mengancam keselamatan pengendara sepeda motor.

“Kebetulan saya ini pengendara sepeda motor, harusnya jalan berlubang tidak dibiarkan lama. Mestinya diperbaiki dengan aspal kualitas terbaik. Di area itu memang jadi langganan jalan berlubang,” ucapnya.

Keluhan lainnya juga disampaikan Rahmansyah Herlambang (38), warga yang setiap hari melintasi jalur Pamoyanan. Ia mengaku selalu dihantui rasa waswas, khususnya saat hujan turun.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan turun, lubang-lubang itu tertutup air, jadi tidak kelihatan sama sekali. Ini jelas membahayakan nyawa kami sebagai pengguna jalan,” katanya.

Rahmansyah menilai Pemkot Bogor lamban dalam menangani kerusakan jalan. Seharusnya, kata dia, cuaca tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda perbaikan.

Terpisah, Kepala Bidang Pemeliharaan pada Dinas PUPR Kota Bogor, Agus Sobari mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan setiap harinya, baik untuk jalan, saluran pedestrian hingga jembatan.

“Menginat cuaca dan wilayah cukup luas jadi kami lakukan semaksimal mungkin,” kata Agus.

Agus juga berjanji akan terus melakukan perbaikan terhadap seluruh jalan, khususnya yang menjadi tusi PUPR.

Saat Disinggung mengenai banjir lintasan yang kerap terjadi di Jalan Tirtho Adi, Kecamatan Tanah Sareal. Agus mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lantaran induk saluran melalui saluran induk yang menjadi kewenangan Jabar.
Namun, ia tak dapat memastikan mengenai kapan jadwal perbaikan dilaksanakan saluran drainase di kawasan tersebut.

“Segera. Namun kewenangan Jabar karena dekat Jalan Pemuda sebagai buangan induk saluran. Kami tak bisa intervensi,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Polri dan Muspika Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional melalui Tanam Jagung di Bogor

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Guna mendukung program strategis ketahanan pangan nasional, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cigudeg bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sukajaya mengawal langsung penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang digagas Polda Jawa Barat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda nasional ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, memimpin secara langsung penanaman perdana di lahan seluas satu hektare milik Kelompok Tani Harapan Mulya. Dalam pernyataannya, AKP Budi menegaskan komitmen pelaksanaan program ini secara serentak di seluruh Jawa Barat.

“Di Desa Cileuksa, lebih dari satu hektare lahan sudah ditanami jagung. Potensinya masih bisa diperluas dengan penggunaan bibit jagung hibrida,” ujarnya.

Selain di Cileuksa, kegiatan serupa juga digelar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, seluas satu hektare. Polsek Cigudeg yang membawahi dua kecamatan, yakni Cigudeg dan Sukajaya, akan melakukan pengawasan dan pendampingan secara menyeluruh kepada para petani.

Menurut AKP Budi, hasil panen nantinya telah memiliki pasar yang pasti. “Hasil panen akan langsung dijemput oleh Bulog melalui sistem kerja sama dengan kelompok tani. Proses panen akan disesuaikan dengan kadar air jagung,” jelasnya.

Dia merincikan, jagung dengan kadar air 12 persen dapat mencapai harga Rp6.000 per kilogram, sedangkan untuk kadar air sekitar 18 persen dihargai Rp5.400 per kilogram.

Kapolsek juga memberikan motivasi kepada para petani, menyebut kondisi tanah di wilayah tersebut subur dan berpotensi menghasilkan panen optimal. “Insyaallah hasilnya akan memuaskan,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Polsek Cigudeg, perwakilan Koramil Cigudeg, Camat Sukajaya, kepala desa setempat, serta masyarakat. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam pemberdayaan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.

** Rahman Efendi

Pemkot Dinilai Lalai, Warga Katulampa Desak Operasional Michan Distop

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dinilai lalai dan lemah dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait pengendalian minuman beralkohol, menyusul kembali dibukanya segel Cafe Michan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, meski mendapat penolakan keras dari warga sekitar.

Hal tersebut dikatakan oleh tim kuasa hukum warga RW 01 Katulampa dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners dalam konferensi pers, menyikapi masih beroperasinya Cafe Michan yang diduga menjual minuman beralkohol.

“Kami dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, selaku kuasa hukum perwakilan warga RT 03/RW 01 Kelurahan Katulampa, menyampaikan sikap resmi warga yang menolak tegas aktivitas penjualan minuman beralkohol golongan A, B, dan C oleh Cafe Michan,” ujar ujar advokat, Sylvia Lesmana Clara, Rabu (28/1).

Menurut dia, penolakan warga dilakukan demi menjaga rasa aman, ketenteraman, dan lingkungan sosial yang sehat.

Sylvia mengatakan bahwa sejak awal pengelola Cafe Michan, PT Trio Tertawa Lepas, hanya mengajukan izin lingkungan untuk usaha resto and lounge dan menyatakan tidak akan menjual minuman beralkohol. Pernyataan itulah yang menjadi dasar persetujuan warga.

“Namun dalam praktiknya, berdasarkan laporan warga, Cafe Michan justru diduga menjual minuman beralkohol golongan A, B, dan C. Selain itu, warga juga terganggu oleh kebisingan yang berdampak langsung pada kehidupan sosial,” katanya.

Masalah ini dinilai semakin serius karena lokasi kafe berada di sekitar lima rumah ibadah, Pesantren Tarbiyatul Faridah, SMP-SMA Zafirah 3, serta fasilitas kesehatan dengan radius sekitar 500 meter.

Sylvia menegaskan, berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Perda Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pasal 22 Perwali Kota Bogor Nomor 121 Tahun 2022 tentang Pengendalian, Pengawasan, dan Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol, penjualan miras dilarang di lokasi tertentu, termasuk di sekitar tempat ibadah dan fasilitas pendidikan.

“Dengan demikian, Cafe Michan seharusnya tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol dalam golongan apa pun,” tegasnya.

Sylvia mengungkapkan, warga sudah menempuh berbagai upaya, mulai dari mencabut persetujuan lingkungan, menggalang petisi, mengirim surat kepada Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, hingga melakukan mediasi dengan pihak kelurahan dan pengelola kafe. Namun, pihak Cafe Michan menyatakan telah memiliki SKPL-A untuk menjual miras golongan A.

Puncaknya, pada 15 Januari 2026, warga dan tokoh agama menggelar aksi protes yang berujung pada penyegelan sementara oleh Satpol PP Kota Bogor. Namun segel itu kembali dibuka pada 19 Januari 2026, hanya berdasarkan surat pernyataan dari pihak Cafe Michan.

Dalam surat tersebut, pengelola mengakui pernah menjual minuman beralkohol jenis cocktail yang mengandung alkohol golongan B dan C saat awal pembukaan, yang jelas bertentangan dengan Perda dan Perwali Kota Bogor.

“Pihak Cafe Michan kemudian menyatakan tidak lagi menjual minuman beralkohol golongan B dan C, dan hanya akan menjual golongan A sesuai izin yang dimiliki. Mereka juga berjanji siap disanksi jika mengulangi pelanggaran,” jelas Sylvia.

Namun, keputusan Satpol PP Kota Bogor membuka kembali segel itu dinilai telah melukai kepercayaan warga.

“Kami menilai ini adalah bentuk lemahnya pengawasan, pengendalian, dan penegakan hukum oleh Pemerintah Kota Bogor, khususnya Wali Kota dan dinas-dinas terkait, serta mengabaikan aspirasi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, namun hingga kini belum mendapat respons.

Atas dasar itu, sambung dia, warga meminta agar Pemkot Bogor menghentikan seluruh aktivitas Cafe Michan dalam menjual miras seluruh golongan, dan mendesak Wali Kota Dedie Rachim untuk melakukan pengawasan dan penertiban secara serius.

“Warga juga menuntu pencabutan SKPL-A dan/atau izin usaha Cafe Michan sesuai Pasal 22 Perwali Kota Bogor Nomor 121 Tahun 2022.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana mengatakan bahwa pembukaan segel dilakukan setelah manajemen Michan menunjukan seluruh perizinan yang mereka miliki.

“Sudah dibuka (segel). Izinnya lengkap termasuk Surat Keterangan Penjualan Langsung (SKPL) A,” ujar Asep.

Meski segel dibuka, kata Asep, Michan Cafe tidak diperbolehkan sama sekali menjual miras golongan B dan C.

“Mereka hanya boleh menjual miras golongan A. Apabila nekat jual golongan B dan C, maka akan disegel kembali,” ungkap Asep.

Saat disinggung terkait adanya temuan warga memgenai penjualan miras golongam C. Asep mengatakan, bila mereka hanya menjual cocktail, namun mengandung golongan C.

** Fredy Kristianto

2026, Desa Sukmajaya Tajurhalang Dapat Bankeu 1,5 Miliar

0

Tajurhalang | Jurnal Bogor
Kepala Desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang Ecep Surasman mengucapkan terimakasih atas bantuan keuangan yang merupakan kebijakan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta Camat Tajurhalang tas bantuan keuangan yang diberikan Pemkab Bogor melalui DPMD kepada Desa Sukmajaya dan desa-desa lain di Kabupaten Bogor,” kata Kepala Desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang, Ecep Surasman S.Pd, Kamis (15/1/2026) lalu.

Ucapan terimakasih itu diberikan karena adanya bantuan keuangan dari Pemkab Bogor sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi warga masyarakat desa.

“Alhamdulillah di 2026, Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto memberikan bantuan tambahan dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar,” kata Ecep Surasman.

Menurut Ecep, bantuan keuangan desa itu akan mempercepat terwujudnya visi dan misi Bupati Bogor Rudy Susmanto menjadikan Kabupaten Bogor Istimewa.n Herry Setiawan