27.5 C
Bogor
Tuesday, March 24, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 6

Dishub Kabupaten Bogor Lakukan Ramp Check Jelang Mudik 2026

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Menjelang arus mudik 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor bersama Sub Denpom 3 Cibinong, Polres Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dan Jasa Raharja menggelar pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap armada angkutan umum, khususnya bus.

Kegiatan pemeriksaan ini dilaksanakan di Jalan Raya Narogong, Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, tepatnya di pool PO Asyrof.

Ramp check dilakukan untuk memastikan kendaraan umum yang akan digunakan selama arus mudik berada dalam kondisi layak jalan dan aman bagi penumpang. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi kendaraan, kondisi teknis bus, serta pemeriksaan awak kendaraan.

Kepala Bidang Sarana Transportasi Jalan Dishub Kabupaten Bogor, Risnandar, mengatakan bahwa dalam kegiatan ini para awak bus juga menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Selain itu, dilakukan pula tes urine untuk memastikan seluruh awak kendaraan bebas dari obat-obatan terlarang maupun narkoba.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh awak bus dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan penggunaan obat-obatan terlarang,” ujar Risnandar.

Dari hasil ramp check tersebut, tercatat sebanyak 55 armada bus dinyatakan layak jalan dan siap beroperasi. Dari jumlah tersebut, 45 armada akan digunakan untuk arus mudik dan 10 armada untuk arus balik.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan menggelar program mudik gratis pada 18 Maret 2026. Oleh karena itu, Dishub melakukan pemeriksaan ramp check secara teliti agar pelaksanaan mudik gratis dapat berjalan lancar, aman, selamat, dan nyaman bagi masyarakat.
Adapun rute tujuan mudik gratis tersebut meliputi lima jalur, yakni:
Jawa Timur (Surabaya)
Jawa Tengah (Semarang dan Solo)
Yogyakarta
Jawa Barat (Tasikmalaya)

Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja, Luh Made Ernayani, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan ramp check ini.

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan dalam program mudik gratis memenuhi seluruh persyaratan regulasi, termasuk pengesahan kendaraan, pembayaran PKB dan SWDKLLJ, serta penyetoran dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang.

“Dengan demikian, para penumpang dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman serta mendapatkan kepastian perlindungan dari Jasa Raharja apabila terjadi risiko kecelakaan selama perjalanan,” ujarnya. n-Leonita

Momen 10 Hari Terakhir Ramadan, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Tebar Berkah Takjil

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dalam upaya menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian sosial, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Lobby Utama RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menjelang waktu berbuka puasa pada Selasa (10/03/2026).

Pembagian takjil tersebut diperuntukkan bagi pasien, keluarga pasien, pengunjung rumah sakit, serta masyarakat yang berada di sekitar lingkungan rumah sakit. 

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan keluarga besar RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dalam mengisi momen 10 hari terakhir Ramadan yang penuh keberkahan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Esther Melanni, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu upaya rumah sakit dalam menumbuhkan semangat kebersamaan di bulan Ramadan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebersamaan bagi pasien, keluarga pasien, dan pengunjung rumah sakit yang sedang berpuasa,” ujar dr. Esther Melanni.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sederhana ini diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan Ramadan.

Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya profesional, tetapi juga humanis serta penuh empati kepada masyarakat.

Melalui kegiatan berbagi takjil ini, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap dapat terus mempererat hubungan dengan masyarakat serta menghadirkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan keberkahan di bulan suci Ramadhan.

(yev/cc)

Roadshow Ramadhan, KNPI Kabupaten Bogor Berbagi Takjil di Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat dalam rangka roadshow Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah lima Kabupaten Bogor, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman parkir Kantor Kecamatan Leuwiliang, baru-baru ini.

Ratusan warga memadati pelataran parkir Kantor Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (9/3/2026), untuk mendapatkan takjil gratis yang dibagikan oleh DPD KNPI Kabupaten Bogor bersama pengurus kecamatan (PK) KNPI di wilayah lima.

Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, mengatakan pembagian takjil gratis ini merupakan bentuk kepedulian organisasi pemuda kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa KNPI hadir di tengah masyarakat untuk berbagi dan membantu, terutama di bulan Ramadhan,” kata Wahyudi di halaman Kantor Kecamatan Leuwiliang.

Menurutnya, kegiatan roadshow Ramadhan tidak hanya bertujuan membagikan takjil, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara organisasi pemuda dengan masyarakat.

“Silaturahmi menjadi kunci kebersamaan. Dengan bertemu langsung dengan masyarakat, kami bisa lebih memahami kebutuhan mereka,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Siti (45), salah seorang warga, mengaku terbantu dengan pembagian takjil gratis tersebut.

“Terima kasih kepada KNPI yang sudah berbagi takjil. Ini sangat membantu kami yang sedang menunggu waktu berbuka puasa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ahmad (32) yang menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberi manfaat secara materi, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.

“Sangat bagus karena selain mendapatkan takjil, kami juga bisa bertemu dan berkumpul dengan warga lainnya,” katanya.

Pembagian takjil berlangsung tertib dengan melibatkan sembilan PK KNPI wilayah lima Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Sukajaya, Nanggung, Tenjo, Rumpin, Jasinga, Cigudeg, dan Parungpanjang.

Sementara itu, Ketua PK KNPI Leuwiliang, Halwan Fauzi, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Harmoni Ramadhan Leuwiliang 1447 H yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Meraih Berkah”.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat ukhuwah antarwarga dan membawa keberkahan bagi semua di bulan Ramadhan,” kata Halwan.

DPD KNPI Kabupaten Bogor berencana melanjutkan roadshow pembagian takjil ke sejumlah wilayah lainnya sebagai bagian dari kegiatan sosial selama bulan Ramadhan. Arip Ekon

Pemuda Karang Taruna Tugu Selatan Bersihkan Sampah Liar di Lingkungan Desa

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Kekompakan pemuda Karang Taruna Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, kembali ditunjukkan melalui aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan. Puluhan pemuda setempat turun langsung melakukan pembersihan sampah liar yang kerap mengotori gang-gang dan kawasan terbuka di wilayah desa tersebut.

Dengan penuh semangat, para pemuda dan pemudi Karang Taruna terlihat memunguti sampah yang berserakan di sepanjang jalan hingga ke sudut-sudut gang permukiman warga. Aksi ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Kepala Desa Tugu Selatan, Eko Widyana, mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda Karang Taruna tersebut merupakan bentuk kepedulian yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Adanya kepedulian dari pemuda Karang Taruna sangat membantu dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mereka melakukan pembersihan sampah liar mulai dari area terbuka hingga menyisir gang-gang permukiman,” ujar Eko, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, persoalan sampah di wilayah Tugu Selatan masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah dilakukan pembersihan oleh para pemuda.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mampu mempertahankan kebersihan di lingkungan masing-masing sehingga kondisi desa tetap terjaga.

“Dengan bergeraknya para pemuda dalam menangani sampah, lingkungan di sini menjadi lebih bersih. Kondisi ini harus dipertahankan oleh masyarakat di setiap wilayahnya. Apalagi Tugu Selatan merupakan desa wisata, sehingga kebersihan menjadi penilaian positif bagi para pengunjung dari luar daerah,” jelasnya.

Pemerintah Desa Tugu Selatan pun mengapresiasi inisiatif dan kepedulian para pemuda Karang Taruna yang telah berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan desa. Dadang Supriatna

Jembatan Kali Ciapus di Tamansari Kembali Rusak, Pengendara Harus Ekstra Hati-hati

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Jembatan Kali Ciapus yang berada di wilayah Kecamatan Tamansari kembali mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut diduga akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pantauan di lokasi, terlihat lubang cukup besar di bagian tengah jembatan yang tergenang air. Kondisi ini membuat para pengendara harus ekstra berhati-hati saat melintas agar tidak terjadi kecelakaan.

Salah seorang pengendara, Ujang, mengatakan kerusakan pada jembatan tersebut cukup membahayakan bagi pengguna jalan, terutama saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara.

“Kalau tidak hati-hati bisa saja pengendara jatuh. Sampai saat ini memang belum ada yang terjatuh, tapi kami khawatir jika dibiarkan terus bisa menimbulkan korban,” ujar Ujang, Rabu (11/3/2026).

Ia berharap pemerintah atau instansi terkait segera melakukan perbaikan agar jembatan tersebut kembali aman dilalui masyarakat.

Pasalnya, jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting yang sering digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari. Yudi

Dewan: Pemkot Harus Cari Solusi Entaskan Banjir Tanah Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Selasa (10/3) sore menyebabkan banjir di kawasan Tanah Baru, tepatnya di RT 02/RW 04, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara. Meluapnya aliran Kali Ciluar membuat air merendam sekitar 20 rumah warga.

Banjir terjadi sekitar pukul 15.00 WIB setelah curah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Air yang meluap dari Kali Ciluar masuk ke permukiman warga dengan ketinggian mencapai selutut orang dewasa.

Salah satu warga terdampak, Chandra, mengatakan air datang cukup cepat hingga merendam sejumlah rumah di wilayah tersebut.

“Banjir mulai sekitar jam tiga sore. Air masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar selutut orang dewasa. Alhamdulillah sekitar satu jam kemudian air mulai surut,” ujar Chandra.

Meski banjir tidak berlangsung lama, peristiwa tersebut sempat membuat warga panik karena air meluap secara tiba-tiba akibat derasnya hujan.

Mengetahui kejadian tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, langsung turun meninjau lokasi banjir selepas berbuka puasa dan menunaikan salat Maghrib.

Zenal mengaku mendapatkan informasi mengenai banjir tersebut langsung dari warga melalui pesan WhatsApp.

“Kabar banjir ini saya dapat langsung dari warga melalui WhatsApp. Setelah buka puasa dan salat Maghrib, saya langsung ke lokasi untuk melihat kondisi warga,” kata Zenal.

Menurutnya, kehadiran langsung di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab kepada masyarakat untuk memastikan kondisi warga serta mengetahui penyebab banjir yang terjadi.

Ia menegaskan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab banjir tersebut, apakah murni akibat tingginya curah hujan atau karena persoalan sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.

“Ini bentuk tanggung jawab kita terhadap warga Kota Bogor. Ke depan kita harus cari tahu apa penyebabnya, apakah karena curah hujan yang tinggi atau ada masalah pada drainase yang kurang baik atau tidak berfungsi,” jelasnya.

Sementara itu, hingga banjir surut, warga menyebut belum ada kehadiran dari pihak pemerintah setempat di lokasi kejadian.
Peninjauan sementara baru dilakukan oleh perangkat RT dan RW setempat.

Namun demikian, berdasarkan konfirmasi melalui sambungan telepon, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor diketahui sedang menuju lokasi kejadian. Dimas Tiko, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor menyampaikan bahwa pihaknya akan datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan bantuan yang diperlukan warga.

“Kami akan melihat langsung kondisi di lokasi dan membantu sesuai kebutuhan yang diperlukan dari pihak pemerintah,” ujar Dimas.

Warga berharap pemerintah dapat lebih sigap dalam merespons kejadian serupa agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat, terutama saat hujan deras yang berpotensi menimbulkan banjir di kawasan permukiman.

** Fredy Kristianto

Tembus Tujuh Emas, Subhan Janjikan Bonus Plesiran ke Singapura

0

Bogor | Jurnal Bogor

Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar), Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor, Subhan meminta agar para fencer berlatih dengan serius agar ‘Kota Hujan’ bisa berprestasi.

Menurut dia, dalam Porprov Jabar 2026 KONI Kota Bogor telah menargetkan lima medali emas kepada IKASI. Hal itu, sambungnya, bukanlah hal yang tidak mungkin, mengingat para fencer ‘Kota Hujan’ memiliki potensi yang sangat besar.

Meski ditarget lima emas, Subhan tetap meminta agar IKASI bisa meraih enam hingga tujuh medali pada perhelatan olahraga lima tahunan itu.

“Saya secara pribadi berharap agar para atlet IKASI bisa meraih enam sampai tujuh emas. Atas dasar itu, diperlukan tekad yang kuat dari semua fencer,” ungkap Subhan kepada wartawan, Selasa (10/3).

Subhan mengaku telah menyiapkan bonus fantastis kepada para atlet dan pelatih, apabila target tersebut tercapai.

Bonus yang dimaksud itu, kata Subhan, berupa plesiran ke Singapura selama tiga hari dua malam secara gratis.

“Kalau dapat enam emas, kita akan ajak para atletnya saja. Kalau tujuh emas, kami ajak beserta pelatihnya. Akomodasi tiket pesawat dan hotel semua ditanggung,” ucapnya.

Subhan menegaskan bahwa ini adalah upaya IKASI Kota Bogor untuk mengukir sejarah manis di tingkat daerah. Dengan harapan, anggar akan menjadi barometer olahraga olimpiade di Jabar.

** Fredy Kristianto

Forkopincam: Lapak Pasar Tumpah Ciawi Tidak Berizin

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciawi bersama unsur Muspika menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak yang selama ini mengkoordinasikan kegiatan pasar tumpah menjelang Hari Raya Idulfitri. Pertemuan tersebut berlangsung di Mapolsek Ciawi sebagai langkah antisipasi menjaga ketertiban umum serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, unsur Muspika yang terdiri dari pihak kecamatan, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat memberikan arahan tegas terkait pengelolaan aktivitas pasar tumpah yang setiap tahun muncul menjelang Lebaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Ciawi Denny Kuswara, M.M. menegaskan bahwa pihak Muspika tidak pernah memberikan izin resmi untuk penggunaan area yang bukan peruntukannya sebagai lokasi berdagang.

“Kami Forkopimcam atau Muspika sudah memanggil pihak-pihak yang selama ini mengoordinir pasar tumpah. Kami tegaskan bahwa Muspika tidak pernah memberikan izin untuk adanya lapak-lapak dagangan di area yang bukan peruntukannya,” ujar Denny Kuswara.

Meski demikian, ia mengakui fenomena pasar tumpah menjelang Lebaran merupakan kegiatan yang sudah lama terjadi di wilayah Ciawi dan menjadi rutinitas tahunan masyarakat.

“Namun ini memang sudah menjadi kegiatan rutin yang sudah lama ada di Ciawi menjelang Lebaran,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, Muspika memberikan sejumlah arahan kepada para koordinator pedagang agar aktivitas tersebut tetap tertib dan tidak mengganggu kepentingan publik.

“Kami memberikan arahan kepada mereka agar menata dagangannya supaya tidak masuk ke badan jalan, mengelola sampah dengan baik, serta mengatur parkir dengan membuat kantong-kantong parkir,” jelas Denny.

Selain itu, para pedagang juga diminta menjaga ketertiban umum serta membantu meminimalisasi potensi kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Ciawi saat aktivitas pasar tumpah berlangsung.

Pihak Muspika berharap dengan adanya koordinasi ini, aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan, namun tetap memperhatikan ketertiban, kebersihan, dan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, aparat kepolisian dan TNI bersama unsur pemerintah kecamatan akan terus melakukan pemantauan guna memastikan arahan yang telah disampaikan dapat dipatuhi oleh para pedagang dan koordinator pasar tumpah.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan masyarakat serta kelancaran mobilitas warga, terutama menjelang meningkatnya aktivitas menjelang Hari Raya Idulfitri di wilayah Ciawi.

** Dadang Supriatna

Rumah Penerima PKH Bakal Dipasangi Stiker Warga Miskin

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Banyaknya penerima bantuan Program Keluarga Harapan yang tidak sesuai dengan keluarga miskin atau keluarga yang benar-benar membutuhkan bantuan kini akan dilakukan penindakan. Dalam waktu dekat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor, akan terjun ke setiap desa mendatangi rumah-rumah para penerima PKH. Dengan membawa data para penerima, petugas nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi keluarga tersebut.

“Banyaknya penerima bantuan PKH yang tidak tepat, ini akan ditindak oleh petugas BPS. Tindakannya, yaitu rumah para penerima tersebut akan dipasangi stiker yang bertuliskan rumah keluarga miskin. Langkah kita selaku petugas BPS akan dimulai dari Desa Gadog, ” ujar Mubarok.

Sementara itu, diungkapkan Kepala Desa Sukagalih A. Sudirman yang juga sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Megamendung, pihaknya sangat mendukung terhadap langkah yang akan dilakukan oleh BPS.

“Ya setuju sekali rumah penerima PKH dipasangin stiker. Karena, banyak penerima yang kondisi ekonominya tidak sesuai dengan kriteria. Banyak penerima bantuan PKH yang berekonomi mampu, ” kata Sudirman.

Selain dipasangi stiker, data PKH juga harus direvisi. Menurut dia, data penerima yang merupakan hasil dari pendataan pihak BPS banyak yang tidak akurat misalnya penerima bantuan banyak orang kaya.

“Data penerima tersebut bukan dari desa, melainkan hasil dari pihak BPS juga. Untuk ini, karena banyak penerima yang tidak sesuai kriteria atau banyak penerima berekonomi mampu, itu harus direvisi. Berikanlah bantuan itu kepada keluarga yang benar-benar tidak mampu, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Polsek Ciawi Siap Terima Titipan Kendaraan Bagi Warga yang Mudik

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sekaligus meningkatkan rasa aman bagi warga yang akan melaksanakan mudik Lebaran, Polsek Ciawi Polres Bogor membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Ciawi.
Program ini mulai dibuka sejak H-7 hingga H+7 Hari Raya Idulfitri, sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama selama masa mudik. Melalui layanan ini, warga dapat menitipkan kendaraannya di lingkungan Mapolsek Ciawi agar tetap aman dan terjaga selama pemilik berada di kampung halaman.
Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana Jaya, S.H., M.H. menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Layanan penitipan kendaraan ini tidak dipungut biaya apapun. Kami ingin masyarakat yang mudik merasa lebih tenang karena kendaraannya dapat dititipkan dengan aman di Polsek Ciawi,” ujar AKP Dede Lesmana Jaya.
Adapun kapasitas tempat penitipan kendaraan yang disiapkan oleh Polsek Ciawi meliputi 50 unit sepeda motor dan 10 unit mobil.
Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini, cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta bukti kepemilikan kendaraan, seperti STNK atau BPKB, sebagai persyaratan administrasi penitipan.
Setiap kendaraan yang dititipkan akan melalui proses pendataan oleh petugas. Personel Polsek Ciawi akan mencatat identitas pemilik kendaraan serta dokumen kepemilikan dalam buku mutasi, setelah sebelumnya mencocokkan dokumen dengan kendaraan yang dititipkan guna memastikan keabsahan kepemilikan.
Selain itu, guna meningkatkan keamanan, pihak Polsek Ciawi juga telah menyiapkan rantai pengaman khusus untuk memastikan kendaraan yang dititipkan tetap aman selama ditinggalkan oleh pemiliknya.
Kapolsek Ciawi juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap memperhatikan keamanan rumah yang ditinggalkan.
“Kami mengingatkan para pemudik untuk memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum berangkat. Periksa kembali instalasi listrik, kompor, serta pastikan pintu dan jendela sudah terkunci dengan baik. Sebaiknya juga menginformasikan kepada tetangga atau ketua RT/RW setempat bahwa rumah sedang ditinggalkan mudik,” imbaunya.
Dengan adanya layanan penitipan kendaraan ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dengan lebih aman, nyaman, dan tenang, sementara kendaraan yang ditinggalkan tetap berada dalam pengawasan aparat kepolisian.
Polsek Ciawi menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Ciawi Polres Bogor.

** Dadang Supriatna