33.4 C
Bogor
Wednesday, July 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 597

Penerangan Masih jadi PR TPAS Galuga

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Beragam persoalan hingga kini masih menyelimuti Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Salah satunya penerangan jalan umum di lingkar Galuga.

Ratusan ton per hari sampah di buang di area tersebut, namun masyarakat yang terdampak hanya bisa pasrah menunggu janji para pemangku kebijakan dua pemerintahan Kabupaten dan Kota Bogor.

Warga tak lain menuntut Pemkab dan Pemkot Bogor agar segera menyelesaikan permasalahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Galuga.

Pasalnya, sejumlah kewajiban Pemkab dan Pemkot Bogor yang tertuang dalam PKS pengelolaan TPAS Galuga sama sekali belum dirasakan oleh masyarakat.

“Kalau masalah PKS itu memang benar belum berjalan 100 persen,” kata Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Galuga (FKMG) Muhamad Kamaludin kepada, wartawan, Selasa (4/7/2023).

Dia membeberkan, bahkan untuk penerangan jalan di lingkar Galuga  hingga kini belum ada. Padahal masyarakat sudah melapor beberapa kali. Selain itu banyak sampah liar yang harus menjadi catatan serius pemerintah.

“Untuk penerangan di jalan lingkar Galuga ranahnya bukan kita sebenarnya. Tapi justru masyarakat sudah melaporkan beberapa kali. Karena itu tanahnya tanah Kopasus dan jalan provinsi jadi susah,” bebernya.

Kendati pihaknya berharap program pemerintah dapat berjalan di TPAS Galuga.

“Kita harapannya semua program pemerintah itu berjalan di desa kita, terutama penerangan itu harus ada,” jelasnya.

Dia menambahkan, anggota dewan pun  sedang gencar-gencarnya mendorong agar jangan sampai sampah-sampah berceceran di jalan provinsi dapat terjalankan.

Selain itu, diakuinya kemacetan truk-truk yang akan buang sampah di TPAS Galuga masih terus terjadi.

“Sebetulnya kalau mobil sampah lagi antre saya kalau mau pulang itu susah sebetulnya. Termasuk pembuang sampah sembarangan, itu di situ masih banyak pas tanjakan itu sampah liar numpuk lagi. Akibat masyarakat setempat susah buang sampah di situ,” pungkasnya.

** Andres

Hadits Hari Ini

0

Pencatatan Kebaikan dan Kejahatan

Sahih al-Bukhori:6010

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ: قَالَ:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً.

Dari Ibn Abbas ra, dari Nabi saw, yang beliau riwayatkan dari Rabbnya ‘Azza wa Jalla berfirman, yang beliau sabdakan:

Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan, selanjutnya Dia jelaskan, barangsiapa yang berniat melakukan suatu kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat baginya satu kebaikan di sisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga dilipatgandakan tujuh ratus kali hingga lipatganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan keburukan kemudian tidak jadi ia lakukan, Allah mencatat baginya satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat melakukan keburukan dan jadi ia lakukan, Allah mencatatnya sebagai satu keburukan saja.

Pesan :
Kami mengajak kaum muslim untuk melakukan kebaikan, dimulai dengan niat yang baik, marilah kita teliti lagi matematika pencatatan amal seseorang:

1. Jika anda berniat melakukan kebaikan dan tidak jadi melakukannya, maka tercatat untuk anda satu kebaikan sempurna.

2. Jika anda berniat melakukan kebaikan dan melakukannya, maka tercatat untuk anda 10 kebaikan yang Allah lipatgandakan sebagaimana Dia kehendaki.

3. Jika anda berniat melakukan kejahatan dan tidak melakukannya, maka anda mendapatkan satu kebaikan sempurna.

4. Jika anda berniat melakukan kejahatan dan melakukannya, maka tercatat untuk anda satu kejahatan saja.

Studio 16 YSR: Galerry Lukis dan Sastra Syafrizal Syaf Cerenti

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Pagi itu, Selasa 27 Juni 2023, tepatnya 2 hari saya sudah berada di kampung Cerenti, setelah terbang dari Bogor, untuk berlebaran Hari Raya Idul Adha 1444 H bersama para Dunsanak di kampung halaman Cerenti. 

Saya sudah sangat rindu juga rasanya untuk bersua dan bersilaturrahmi serta berkumpul dengan para anggota kerabat dan sanak famili di tempat kelahiranku di Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuansing, Riau yang penuh kenangan. Rasanya cukup lama tak bertemu kaum kerabat karena berbagai kesibukan di rantau orang.

Entah mengapa pada beberapa bulan yang lalu, muncul rasa rindu saya untuk pulang ke kampung untuk berziarah ke pemakaman orangtua (ayah dan ibu) disertai kegiatan-kegiatan lainnya yang bermakna, misalnya memberikan saran dan nasehat dalam keluarga besar agar kehidupan berkeluarga dan berkerabar rukun dan damai, hidup harmoni, jauh dari percekjokan dan pertikaIan (bacokak, bahasa Cerentinya) terutama dalam soal pembahagian harta pusaka dll.

Sepulangnya saya  berliburan bersama keluarga dari Jepang, destinasi wisata Kyoto dan Osaka City untuk menjenguk si sulung sedang melanjutkan studi Doktor di Kyoto University. Kemudian juga sekalian saya ingin pula merasakan bagaimana suasana beribadah puasa di penghujung bulan suci Ramadhan dan setelah itu berlebaran idul Fitri 1 Syawal 1444 H di negeri orang, Jepang.

Hasilnya yang dirasa, memang lebih enak berlebaran di negeri leluhur sendiri, ketimbang negeri di orang. “Right or rong is my country”, demikian kata pepatah bijak bestari.

Sekembalinya saya dengan keluarga dari touring wisata tersebut, semakin mantap saja saya untuk pulang ke kampung halaman di hari raya Qurban pada tahun ini 2023 M/1444 H ini, dengan membawa misi dan beberapa agenda kegiatan yang bisa dilaksanakan selama berada di kampung, yakni selain bersilaturahmi dengan.kerabat, teman dan sahabat, juga ingin beribadah qurban dan membagikan santunan sosial/sembako bagi kaum fuqoro masaqin-para janda dan jompo serta anak yatim di kamoung, yang pelaksanaanya diorganisir oleh Yayasan Arsyada Cerenti Madani (ACM Foundation) yang saya dirikan bersama anak dan kemenakan.

Disamping itu selama berada di Cerenti, saya juga menunaikan ibadah sholat idul adha di masjid Al Mukmin di Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti, negeri tempat saya dilahirkan, dididik dan dibesarkan yang penuh kenangan. Juga menjenguk anggota keluarga yang sakit, sambil menjalin komunikasi dengan anak-anaknya agar merawat orang tuanya yang sakit dan mulai pikun dengan sabar dan penuh kasih sayang.

Alhamdulillah sejumlah agenda acara pulang kampung (pulkam) terlaksana dan terselesaikan dengan baik dan lancar diantaranya bersilaturahmi dengan teman-teman SD, SMP dan SMA, dan sahabat lama berkunjung ke beberapa rumah dan minum kopi di kedai kopi Pasar Cerenti yg ramai pengunjung itu.

Salah satu tradisi budaya berkuliner di kampungku yang terus hidup hingga sekarang adalah warga desaku gemar minum kopi dengan nongrong di kedai-kedai kopi sambil berbual-bual “ngaro ngidul”, dan terkadang asyik bercerita nostalgianya yang cukup lucu, sehingga mengundang ketawa terpingkal-pingkal. Di kedai kopi saya bersama teman-teman dan sahabat kami saling bercerita kehidupan masa lalu, yang lucu-lucu, lugu dan berkesan.

Salah satu agenda saya di kampung, yang sungguh menarik dan bernilai literasi dan edukasi adalah berkunjung ke Galerry Seni Lukis dan Sastra milik senior dan mentorku sewaktu kecil tempo doeloe Abang H.Syafrizal Syaf, beliau pensiunan guru, yang kini di masa purna tugas selain berkebun, melukis, menekuni dan berkarya dalam bidang sastra dengan mengarang banyak puisi, dan sudah ada yang dibukukan, berjudul Jendela Cinta: Air.Mata by Syafrizal Syaf.

Disamping itu bang Syafrizal juga menghasilkan banyak lukisan, baik lukisan kanvas aneka perwajahan manusia, pemandangan alam maupun aktivitas kehidupan umat manusia.

Begitu banyaknya karya-karya seni lukis dan puisi yang telah dihasilkan bang Syafrizal, ratusan jumlahnya, kini tersimpan apik di berbagai ruangan dan sudut di rumahnya yang artistik  di bilangan Desa Kampung Baru, Kecamatan Cerenti. Di depan rumahnya  menghadap ke jalan raya Teluk Kuantan Kuansing-Rengat Inhu, telah tertulis di bagian pagar depan rumahnya yang asri dan bergaya arsitek “antik”  yakni Galerry Seni Lukis dan Sastra: Studio 16 YSR.

Saya tak begitu hapal dan tak tahu apa makna singkatan YSR itu? Lupa bertanya. Mungkin saja singkatan 3 huruf tersebut diambil dari singkatan nama putranya Yussafat S Rendra (putranya) dan atau Rose (putrinya). Beliau memiliki sepasang anak yang sudah berumah tangga.  Bang Syafrizal yang saya kenal, memang beliau merupakan salah seorang sosok pengagum sastrawan besar Almarhum WS Rendra. Banyak karya sastra WS Rendra, beliau miliki atau koleksi di rumahnya.

Siang itu, 2 hari menjelang lebaran Idul Adha 1444 H di kampung nagori Cerenti, sebagaimana kebiasaan saya, ketika pulkam, saya selalu berkunjung ke rumahnya bang Syafrizal, untuk bertukar opini dan informasi tentang berbagai hal tentang kehidupan sosial, termasuk diantaranya perkembangan atau dinamika kesenian dan pola budaya masyarakat.

Kali ini saya berada di rumahnya, mendapat perlakuan dan keberuntungan bahwa saya diajak ke ruangan Galerrynya, tempat sejumlah ratusan lukisan yang menarik dan estetik, sebagian terpajang di dinding ruang dan rak-rak khusus, dan sebagian lagi tersimpan di lantai rumah Galerry, beberapa tumpukan, ada di lantai atas maupun terdapat di lantai bawah.

Kedatangan saya di ruangan Galerry tersebut, diabadikannya dengan sejumlah gambar yang dipotret, dijepret langsung dari Hp-nya sendiri bang Syafrizal, saya pun tak lupa mengambil posisi dan bergaya dengan berbagai pose.

Saya dengar keterangan dari bang Syafrizal, bahwa beliau juga selain melukis dan menggubah sejumlah puisi (sastra), juga berperan sebagai instruktur, melatih generasi muda Cerenti yang berminat dan berbakat (bertalenta) dalam melukis dan berdeklamasi sajak (puisi-sastra).

Alhamdulillah, ada beberapa orang kader seniman bang Syafrizal,  yang pernah meraih prestasI di beberapa kejuaraan seni sastra pada perlombaan karya sastra pada tingkat Kabupaten, Provinsi dan bahkan Nasional.

Itu cerita dulu, tetapi sekarang situasinya agak jauh berbeda, dimana event-event kompetisi karya lukis dan sastra sudah amat jarang diselenggarakan Pemkab atau pun NGO/LSM, bahkan tak pernah lagi, sehingga proses pengkaderan sastrawan /wati tak berjalan lagi (mandek) di Rantau Kuansing Riau.

Amat kita sayangkan hal itu  terjadi dimana kreativitas dan inovasi di bidang aspek budaya melukis gambar-gambar diatas kanvas, berpameran dan menggubah serta mendeklamasikan puisi di hadapan dan menghibur publik, kini tidak terdengar lagi.

Padahal karya sastra dan lukis merupakan simbol kebudayaan masyarakat yang  berperadaban maju dan moderen, apalagi di era milenial, pengembangan budaya sastra itu semakin dibutuhkan masyarakat dalam mendidik warga masyarakat.

Beberapa dasa warsa yang lalu, ketika pulkam, saya pernah memberikan saran dn usulan kepada bang Syafrizal, agar Galerry Seni Lukis dan Sastra ini bisa berkembang di Rantau Kuansing, maka dibutuhkan sejumlah anggaran biaya, maka pemilik dan pengelola Galerry agar membuat proposal dan berkirim surat kepada Gubernur Riau, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, perihal permohonan Bantuan dana pengembangan kebudayaan lokal. Belakangan saya bertanya tentang rencana sanggar seni,  informasinya tenggelam di telan bumi, tak terdengar lagi.

Dampak dari lemahnya pelaksanaan program pembinaan Kebudayaan Daerah Kuansing, membuat generasi muda Kuansing akan mengalami degradasi sumberdaya manusia, serta kurangnya acara lomba atau pertunjukan (event-event seni-budaya) yang di masyarakat.

Padahal event-event seni budaya berperan dan berfungsinya sangat strategis dalam membangun kebudayaan dan peradaban maju dan modern yang bermartabat:  persatuan.dan kesatuan bangsa yang beridentitas budayanya.

Ingat moto hidup “Manusia berilmu hidupnya akan semakin mudah, dengan beragama hidupnya semakin terarah, sedangkan dengan bersenibudaya hidup manusia semakin indah (berestetika)”. Begitulah pentingnya kita manusia memiliki bakat seni budaya dalam kehidupan ini agar hidup tidak menjadi hampa dan gersang.

Semoga dengan munculnya narasi Galerry Seni Lukis dan Sastra: Studio 16 YSR mengingatkan kita bahwa ternyata ada potensi pribumi Kuansing memiliki karya seni melukis dan sasta untuk bisa dikembangkan.

Selamat berjuang bang Syafrizal dan teruslah berkarya, insya Allah berjaya. Semoga Allah SWT mengabulkan apa yang.kita rencanakan demi kemajuan anak negeri Cerenti Kuansing, sesuai moto Kuansing:
‘Basatu Nagori Maju’
Tigo tali sapilin
Salam kayuah.
Syukron barakallah.
Wassalam

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Anniversary ke-28 Tahun, BONET Berhasil Beri Manfaat Terhadap Masyarakat dan Komunitas

0

Bogor | Jurnal Bogor

PT Bonet Utama alias BONET sukses mencapai usia 28 tahun pada Senin (3/7/2023). Hari Jadi BONET digelar secara hangat dan kekeluargaan. Silaturahmi, refleksi, dan apresiasi untuk seluruh tim BONET. Direktur PT Bonet Utama Hani Purnawanti, S.E., M.M. menekankan pentingnya BONET bisa terus memberi manfaat bagi masyarakat, dan komunitas.

Hani Purnawanti

“28 Tahun bukan sekedar angka tetapi juga pencapaian atas kinerja BONET dalam melayani pelanggan, masyarakat, serta komunitas sekitar. Penting untuk karyawan BONET agar tidak sekedar menggunakan teknologi tetapi juga bisa memanfaatkannya lebih baik sehingga dapat memberikan dampak positif bagi sekitar,” kata Hani Purnawanti dalam sambutannya.

Acara diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa berkat-Nya yang senantiasa menyertai perjalanan PT Bonet Utama selama 28 Tahun ini. Perkembangan teknologi, transformasi budaya perusahaan, dan peningkatan kapasitas karyawan merupakan langkah-langkah penting dalam mencapai keberhasilan jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan dapat terus maju, bertumbuh, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Hani juga mengatakan, “Semua bisa kita jalankan selama kita solid dan sama-sama mau belajar mengenai hal-hal yang up to date. Teknologi itu pesat sekali perkembangannya, harapannya dalam 28 tahun BONET ini, mudah-mudahan kita semua masih bisa melayani customer kita dengan baik, lebih baik dari yang mereka harapkan, tidak perlu ugal-ugalan karena hal yang paling penting adalah apa yang mereka butuhkan bisa kita penuhi supaya mereka bisa tetap bersama kita.”

Perayaan ulang tahun diramaikan dengan beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan seperti sambutan direktur, doa bersama, pemotongan kue dan tumpeng, penayangan berbagai video ucapan selamat dari para mitra, makan bersama, serta pembagian doorprize untuk seluruh karyawan.

Pada peringatan yang ke – 28 tahun ini, diharapkan perusahaan dapat berkarya, berinovasi, dan bersinergi memberikan performa yang lebih baik lagi. Selamat Hari Jadi BONET!.

** prast

Halim Sebut Pasar Leuwisadeng Harus Dikelola Ahlinya

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Halim Yohanes menilai seharusnya Pasar Rakyat Leuwisadeng itu dikelola oleh ahli dibidangnya agar keberadaan pasar tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau pasar rakyat yang dibangun oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat itu semuanya tidak ada yang berhasil,” kata Halim Yohanes kepada wartawan baru-baru ini.

Karena menurut dia, saat ini pasar tersebut tidak dikelola dengan baik oleh pihak yang ahli mengurus pasar. “Karena pengelolaannya mestinya ahlinya itu kalau menurut saya. Kalau sekarang kan yang mengelola bukan ahlinya, kalau bukan ahli dibidangnya, pasar itu repot,” katanya.

Ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Bogor itu menyampaikan, faktanya dari mulai pembangunan sampai dengan saat ini pasar tersebut masih sepi dan bisa dikatakan gagal dalam perencanaan.

“Ya PD Pasar Tohaga mungkin mau mengelola cuma mungkin ada kesulitannya, kesepakatannya bagaimana saya juga belum tau,”  katanya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi Pasar Rakyat Leuwisadeng yang berada di Kampung Kosol RT 07 RW 04 Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng sepi peminat, sejak selesai dibangun sampai saat ini pasar tersebut belum beroperasi, anggota Dewan Daerah Pemilihan (Dapil) V (Lima) Nurodin menyebut pasar itu salah satu contoh tidak matangnya perencanaan dalam pembangunan.

“Nah, ini contoh pembangunan yang tidak matang. Jadi, perencanaan itu seharusnya dilakukan kajian secara matang,” ungkap Jaro Peloy sapaan akrab Nurodin kepada wartawan dijumpai usai menghadiri kegiatan penyerahan Hunian Tetap (Huntap) kepada warga korban bencana yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg pada, Jumat  23 Juni 2023 lalu.

Karena menurut dia, perencanaan itu seharusnya dilakukan kajian secara matang dan jangan tiba saat tiba akal.

“Kenapa, jangan tiba saat tiba akal, karena kalau berbicara soal pembangunan ini kan panglimanya adalah perencanaan,” katanya.

Politisi Partai PKB itu meyakini, bahwa awalnya perencanaan pembangunan Pasar Rakyat Leuwisadeng itu tidak direncanakan secara matang sehingga hasilnya hingga kini belum beroperasi.

“Saya yakin memang dulu, perencanaannya tidak matang sehingga hanya melihat satu sisi saja misalkan seperti sisi kebutuhan saja misalkan. Tapi, tidak dihitung bagaimana minat masyarakat untuk kemudian di sana untuk melakukan aktivitas jual beli atau yang disebut dengan pasar,” katanya.

Jaro Peloy menyampaikan, pihaknya akan mencoba membangun komunikasi dengan pihak terkait agar gedung tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau saya sih minta agar gedung ini supaya memang bermanfaat bagi masyarakat bisa saja nanti coba Disperindag agar berkoordinasi baik itu dengan pihak kecamatan maupun desa bagaimana memanfaatkan itu. Apa itu untuk sarana olahraga misalkan, karena di sana seperti dibuatkan Gor Bulutangkis atau lain sebagainya dan atau untuk kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya untuk kemasyarakatan seperti untuk pesta masyarakat daripada gedung ini mubazir. Kan kita punya keyakinan kalau yang mubazir ini temannya setan,” katanya.

Jaro Peloy menyampaikan, dirinya juga akan membangun komunikasi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bogor kaitan dengan pasar tersebut

“Karena kaitan dengan pasar ini merupakan leading sector komisi II nanti kita coba minta teman-teman Komisi II untuk segera melakukan ini karena ini mubazir,” katanya.

Menurut informasi yang didapat, Pembangunan Pasar Rakyat Leuwisadeng dibangun Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) pada tahun 2017 lalu, telah menganggarkan sekitar Rp4,5 miliar.

Melalui proses tender, akhirnya ditentukan PT. Anugrah Bangun Kencana (ABK) sebagai pemenang tender untuk membangun Pasar Rakyat Leuwisadeng itu dengan nilai kontrak Rp 4,1 miliar dan berhasil dibangun dengan baik oleh pihak kontraktor.

Sementara itu, dari pantauan, kondisi terkini pasar itu tampak tidak terawat sama sekali, di sekitar area pasar sudah ditumbuhi rumput liar, beberapa rolling door tampak sudah rusak.

Menurut warga sekitar, Asep menyebut, tidak adanya aktivitas di pasar itu membuat suasana saat malam hari di lokasi itu gelap gulita lantaran lampu penerangan tidak menyala.

Beberapa waktu lalu sempat ada satu orang pedagang menjual sayuran secara grosir dan kini tidak berjualan lagi.

“Kalau listriknya sih ada, tapi kan gak ada yang isi token listriknya, jadi pasar itu otomatis kan lampunya tidak menyala, jadi kalau malam itu udah mah sepi ditambah gelap kan jadi ngeri yah,” katanya.

Sementara itu, Humas PD. Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Ade Ikhsan mengaku bahwa pihaknya sudah berupaya agar Pasar Rakyat Leuwisadeng diisi oleh para pedagang dan berkolaborasi dengan dinas terkait.

“Salah satunya sempat kemarin ada beberapa pedagang yang menjual dagangan sayur secara grosir akan tetapi pengunjung yang memang belum sempat ramai sehingga akhirnya terhenti lagi, Perumda Pasar juga berharap bagi para pelaku usaha yang ingin menggunakan Pasar Rakyat Leuwisadeng di persilakan bisa menghubungi kami,” pungkasnya.

** Andres

Tingginya Pengangguran Berpotensi Tambah Kemiskinan

0

jurnalinspirasi.co.id – Tingginya angka pengangguran terbuka Kota Bogor yang mencapai 10,78 persen pada 2022, mendapat respon dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor, Daryanto. Pasalnya, presentase itu merupakan yang tertinggi di Jawa Barat.

Daryanto menyebut bahwa tingginya angka pengangguran terbuka berpotensi menaikan angka kemiskinan.

“Kalau ini pemahaman saya saja yah, bahwa semakin tinggi angka tingkat pengangguran terbuka tentunya akan membuat potensi angka kemiskinan akan semakin tinggi,” ujar Dayanto, usai rapat kerja dengan Komisi IV DPRD Kota Bogor, belum lama ini.

Kata dia, angka kemiskinan juga akan sangat berpotensi menimbulkan multiplier effect. Sebab, sambungnya, setiap orang akan berusaha survive untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Kalau dia menganggur pasti dia akan melakukan apa saja, mau kerja jadi pembantu, bahkan kalau negatif bisa jadi merampok untuk memenuhi kebutuhan hidup. Masalah sosial akan makin tinggi,” jelasnya.

Kendati demikian, Daryanto mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab tingginya tingkat pengangguran terbuka di Kota Bogor.

“Saya tidak tahu, semua ada di pengambil kebijakan yang tahu. BPS cuma tukang potret kondisi Kota Bogor dengan teori statistik,” ungkapnya.

Diketahui, BPS Jawa Barat melansir bahwa presentase pengangguran terbuka di Kota Bogor pada 2022 mencapai 10,78 persen. Presentase itu merupakan yang tertinggi di wilayah Jabar.

Sementara pada posisi kedua adalah Kota Cimahi dengan presentase 10,77 persen. Kemudian diikuti oleh Kabupaten Bogor 10,64 persen.

Kendati jumlahnya tertinggi di Jawa Barat, tingkat pengangguran di Kota Bogor cenderung menurun setiap tahunnya. Berdasarkan data BPS Jabar, pada 2020 presentase pengangguran terbuka di ‘Kota Hujan’ mencapai 12,68 persen dan pada 2021 menurun menjadi 11,79 persen, dan di 2022 turun ke 10,78 persen.* Fredy Kristianto

Garuda Raksasa Siap Ditampilkan Warga Pasirgintung Pada HUT RI ke-78

0

PT Antam UBPE Pongkor Support HUT RI di Pasirgintung

Nanggung l Jurnal Bogor

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia 2023, berbagai kreasi tengah dipersiapkan warga Kampung Pasirgintung, Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor. Di lapangan multifungsi pemersatu, terlihat warga tengah melakukan aktivitas persiapan antara lain, latihan Paskibra untuk upacara pengibaran bendera Merah Putih pada 17 Agustus.

Nantinya secara serentak pemasangan puluhan bendera Merah Putih dilakukan pada 1 Agustus, kemudian upacara pengibaran bendera diawali doa bersama pada 16 Agustus malam. Animo masyarakat dalam persiapan HUT RI tersebut cukup tinggi, bahkan ada yang unik dari biasanya, yakni  pembuatan gambar Garuda raksasa.

Gambar ini dibuat Yudi Sulaeman atau yang biasa disapa Kudil yang antusias membuat gambar Garuda untuk menyambut momen spesial HUT RI ke-78 nanti. Proses pembuatan Garuda berdiameter 6×5 meter itu menggunakan 9 lembar triplek, yang nantinya dicat disesuaikan warna Garuda.

“Semoga Garuda raksasa yang dibuat hasilnya maksimal yang bisa ditampilkan pada perayaan 17 Agustus nanti,” ujar Kudil, Senin (3/7/2023).

Kreativitas masyarakat itupun mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya  Staf Corporate Social Responsibility (CSR) PT Antam UBPE Pongkor, Edi Ayuba yang mengapresiasi serta mensupport HUT RI di Batutulis. Bahkan proposal yang diajukan panitia, pihaknya menyambut baik dan siap mendorong untuk membantu kegiatan HUT RI tersebut. “Proposal kita ajukan ke manajemen,”  tandasnya.

** Arip Ekon

Kunjungi Pegiat Asal Kota Bogor, ZM : Optimis Jabar Juara Fornas ke VII

0

Bandung | Jurnal Bogor

Hari Senin 3 Juli 2023, perhelatan Festival Olahraga Rekreasi Tingkat Nasional (FORNAS) VII 2023, mulai digelar. Sebanyak 50 venue di wilayah Kabupaten Bandung disiapkan untuk pertandingan dari 87 induk organisasi olahraga (inorga), terdiri atas 58 inorga pertandingan, 10 ekshibisi khusus, dan 19 inorga eksebisi.

Pada Fornas VII ini ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu olahraga kesehatan dan kebugaran, olahraga petualangan, serta olahraga tradisional dan kebudayaan, dengan 352 nomor pertandingan. Sebanyak 23 ribu pegiat mengikuti pertandingan yang tersebar di Stadion Si Jalak Harupat, di Sudirman, Margahayu, Soreang, dan Kawasan Wisata Pacira Ciwidey. Kemudian untuk pertandingan mancing inorga Ikatan Komunitas Mancing (IKM) akan digelar di Kampung Cikebluk, Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB),

Ketua KORMI Kota Bogor Zaenul Mutaqin beserta jajaran pengurus sejak Senin 3 Juli 2023 pagi, berkeliling mendatangi lokasi-lokasi para pegiat asal Kota Bogor yang sedang bertanding memperkuat Jawa Barat. Dukungan penuh diberikan KORMI Kota Bogor kepada para pegiat-pegiat yang akan mengikuti Fornas hingga 9 Juli mendatang. Para pegiat Kota Bogor yang tampil di hari pertama Fornas ini diantaranya, pegiat Inorga Pertonsi, Fespati, Senam Tera, LSP SN, BBOY, ASKI, KOSTI, ILDI, KLPI, dan ALTI.

Ketika menemui para pegiat Fespati asal Kota Bogor, di lapangan Binjad Lanud, Zaenul mengatakan, Fespati saat ini sudah mengalami kemajuan dan memiliki pegiat potensial, terbukti waktu Forprov Jabar tahun lalu mampu meraih emas. Awalnya Fespati hanya ada Bogor Raya, tetapi saat ini di Kabupaten Bogor sudah ada Fespatih. “Insyallah kita sukses sebagai tuan rumah, juga sukses menjadi juara, karena target kita yaitu Jabar Juara,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa ZM ini mengaku optimis para pegiat asal Kota Bogor mampu menorehkan prestasi untuk Jawa Barat di ajang Fornas ke VII ini. “Tadi saya keliling dan melihat langsung para pegiat yang sedang bertanding. Yaa, mereka memiliki peluang juara dari pengalamannya kemarin saat meraih prestasi di Porprov Jabar tahun lalu. Tentunya sangat optimis pegiat asal Kota Bogor akan memberikan prestasi terbaik untuk Jawa Barat,” ucap Zaenul.

ZM juga menambahkan, Kota Bogor menurunkan 254 pegiat dari 24 inorga yang dipertandingkan. Secara keseluruhan, para pegiat dan penggiat asal Kota Bogor siap menghadapi seluruh pertandingan.

Sementara, Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, Fornas digelar dari mulai tanggal 3 hingga 9 Juli. Denda berharap melalui Fornas ini dapat menunjukkan olahraga masyarakat merupakan bagian dari budaya masyarakat. “Sekitar 65 persen peserta menggunakan biaya mandiri. Kami, Jabar, mengirimkan 5.905 pegiat dengan 87 induk organisasi olahraga. Kami optimis bahwa Jabar akan meraih juara di Fornas ini,” harapnya. ( Asep Syahmid)

Polsek Cileungsi Buru Sindikat Pengoplos Gas

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Kepolisian Sektor Cileungsi sampai saat ini masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap ada atau tidaknya sindikat pengoplos gas di wilayah Cileungsi. Pendalaman dilakukan usai Polsek Cileungsi melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku pengoplos gas berinisial SS di Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Tersangka berinisial SS (41) sedang kami mintai keterangan untuk mengungkap jaringan pengoplos gas ini,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen dalam keterangannya kepada wartawan.

Kapolsek mengatakan, dari keterangan pelaku, proses pengoplosan gas dilakukan dengan cara

mengoplos gas bersubsidi 3 Kg ke tabung gas 12 Kg menggunakan alat suntik modifikasi. Dalam pengungkapan ini, pihak Polsek Cileungsi berhasil menyita puluhan tabung gas sebagai barang bukti. Antara lain 4 tabung gas 12 kg yang telah diisi menggunakan gas bersubsidi, 60 tabung gas bersubsidi 3 Kg, 10 tabung gas 12 Kg, 4 tabung gas 5,5 Kg dan sepeda motor.

“Hingga saat ini terhadap pelaku SS ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Cileungsi,” kata Kompol Zulkarnaen.

** Taufik/Nay

Audit Anggaran Makam Cohak!

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Proses relokasi pemakaman umum Cohak di Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri masih menyisakan persoalan. Pasalnya, proses relokasi makan yang terkena proyek tol Cimaci tersebut dianggap penuh dengan kejanggalan. Selain itu, Ketua Panitia Relokasi makam juga dianggap tidak transparan soal pemanfaatan anggaran negara tersebut.

“Sejak awal yang kami tuntut adalah transparansi dari ketua, sekretaris dan bendahara terkait penggunaan dan pengalokasian dana relokasi. Karena kami walaupun dulu ikut sebagai panitia relokasi tapi tidak tahu berapa jumlah anggaran yang masuk dan dialokasikan kemana saja,” kata salah satu mantan panitia relokasi makan Cohak, HM kepada Jurnal Bogor, Senin (3/7/23).

Menurut dia, pada saat pengajuan awal, makam yang direlokasi jumlahnya sebanyak 2500 makam. Namun pada saat proses relokasi dilakukan, jumlah makam yang dipindahkan tidak mencapai 2500. Namun, pihak panitia tetap memasukan data sebanyak 2500 makam yang direlokasi.

“Pada saat pemindahan, ini sudah kami sampaikan kepada ketua, sekretaris dan bendahara. Karena pada saat itu kami walaupun panitia cuma hanya dilibatkan pada aspek teknis. Namun untuk pendataan dan anggaran yang bertanggungjawab itu ketua, sekretaris dan panitia,” ujarnya.

HM mengaku, setelah proses pemindahan makam selesai, pihak ketua, sekretaris dan panitia tidak melaporkan apapun sebagai bahan pertanggungjawaban kepada seluruh panitia yang jumlahnya 40 orang. Padahal, banyak panitia yang pada saat relokasi terlibat mempertanyakan pengalokasian anggaran relokasi tersebut.

“Salah satunya anggaran untuk tahlilan. Saya yang mengurusi masalah teknis hanya menerima Rp 125 juta. Padahal anggaran yang tersedia adalah Rp 500 juta. Gara-gara inilah banyak yang menuding saya menggunakan sisa anggaran untuk tahlilan. Padahal dari awal saya hanya menerima Rp 125 juta dan itupun sudah kami pergunakan untuk tahlilan selama 14 hari,” ujarnya.

Menaggapi hal itu, Ketua LSM Suara Timur, Alhafiz Rana mengatakan, persoalan relokasi makam Cohak di Desa Nagrak harus dilakukan audit terkait pemanfaatan dan pengalokasian anggaran. Karena anggara yang dipergunakan merupakan anggaran negara yang harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan.

“Harus ada proses audit, baru dari sana nanti bisa ketahuan dimana penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran yang besarnya mencapai Rp 5 miliar itu,” tandasnya.

** Taufik/Nay