27.6 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 578

Gambar Jadul Band Pelajar SMPN Cerenti 1970-an yang tampak Antik dan Lucu

0

Oleh:
Dr.Ir.H Apendi Arsyad, M.Si *)

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Gambar  jaman dulu (jadul) Band Pelajar SMPN Cerenti Kuansing Riau, eksis tahun 1970-an saya share ke beberapa WAG untuk diketahui.  Saya temukan gambar jadul  di dinding rumah almarhum Syafriwandi di JalanRaya Pku-Rgt Desa Kompe Berangin Cerenti.

AA di Osaka Universal Studio, Jepang

Istrinya alm Syafriwandi bernama Dian Mustafa adalah kemenakanku karena anak kakakku Hj.Rosmani binti Arsyad. Kakakku Rosmani, Selasa 27 Juni 2023 mengundangku makan siang di rumah anaknya Dian binti Mustafa di Desa Kompe Berangin, kebetulan saya menjelang lebaran haji 1444 H sedang berada di kampung, untuk berlebaran haji 1444 H, menyalurkan sumbangan infaq Paket Sembako Yayasan ACM kepada kaum fuqoro-masakin dan berqurban serta berziara ke pusara orangtuaku di kampungku Desa Kp Baru Timur Kec. Cerenti.

Sudah kangen juga saya untuk pulang ke kampung dalam rangka bersilaturahmi dengan para kerabat (dunsanak). Pada momen dijamu makan siang bersama dengan para keponakan keluarga uwo Hj.Rusmani-alm Mustafa Umar, saya menyempatkan diri melihat di figura gambar-gambar yang tergantung di dinding rumah kmd Dian Mustafa yang begitu luas dan tertata rapi.

Saya lihat dan cermati satu persatu gambar keluarga almarhum Syafriwandi, sahabatku sesama SMPN Cerenti itu.  Saya pun berkata kepada Ranti putrinya almarhum Syafriwandi. Bahwa almarhum ayahnya adalah sahabat karib saya semasa menjadi pelajar SMPN, dan pernah aktif menjadi pemain Band Pelajar SMPN Cerenti tempo doeloe, eksis dan legend pada tahun 1970an.

Lebih lanjut saya katakan kepada Ranti bahwa almarhum ayahmu adalah pemain musik gitar bass, sedang saya AA datukmu adalah gitaris melodi dan vokalis Band Pelajar SMPN yang.sempat populer saat itu di seantero Kecamatan Cerenti. Bukan apa-apa karena tidak ada saingan band pada waktu itu di Cerenti, band ini satu-satunya.

Dilain pihak masyarakat Cerenti juga haus akan pertunjukan hiburan atau pementasan budaya, akibat minim dan bahkan nihilnya sarana dan prasarana serta event-event pertunjukan  hiburan pada saat itu. Kehidupan kampong dengan listrik dari PLN belum ada, apalagi TV hitam putih sangat minim dan bahkan di banyak desa tidak ada gelombang, kecuali Radio Transistor yang baru ada siarannya yang masuk ke desa-desa adalah RRI Jakarta.

Saya pun bercerita, bernostalgia sekilas kepada cucuku Ranti bahwa di masa itu, jika ada acara pementasan malam hiburan rakyat dari Band Pelajar dalam rangka memperingati HUT RI di pasar Cerenti, para penontonnya datang  membludak ke kelurahan pasar Cerenti dari beberapa pelosok desa. Mereka memenuhi arena lapangan terbuka di sekitar los dan kios pasar Cerenti.

Mereka begitu antusias dan penuh semangat menikmati hiburan lagu2 pop tahun 1970an spt lagu2 yang dinyanyikan  musik band Koes Plus, Panbers, The Mercys. Deloyd, Soneta Grup dll, yang didendangkan dan ditampilkan Band Pelajar SMPN Cerenti.

Walaupun peralatan Band dan perangkat sound systemnya yg masih relatif sederhana. Namun antusias para penonton orang kampung yang berasal dari segenap lapisan sosial masyarakat Cerenti cukup bersemangat  tampilnya Band Pelajar SMPN Cerenti di atas panggung, mereka cukup terhibur.

Para pemain Band Pelajar SMPN Cerenti tahun 1970an, saya masih ingat nama-nama para pemainnya yaitu saya AA (gitaris dan vokalis), (alm.Syafriwandi gitaris bass), Ridwan (drummer), Helmi (gitaris ngiring), Alkadri (kincir-kincir), penyanyi atau vokalis dan biduanitanya selain saya AA ada bang Syafrizal, kak Yusmi, Khairudin, alm Alkadri Sarinum, dll.

Setelah saya bercerita, cucuku Ranti binti Syafriwandi mengajak saya datuknya AA ke ruang tengah rumahnya memperlihatkan sebuah gambar koleksi alm ayahnya.

Saya ikut terharu melihat gambar berbingkai apik bahwa gambar yang saya lihat itu adalah gambar Band Pelajar SMPN Cerenti tempo doeloe tahun 1974-1976 yang sempat ngetop dan populer seantero Kecamatan Cerenti dan daerah sekitarnya tempo doeloe.

Saya terkesima mempeloti sebuah gambar tersebut yang dipajang oleh sahabatku alm Syafriwandi. sahabatku yang baik, yang telah lama berpulang ke rahmatullah karena sakit.

Ketika mengamati gambar terpajang di ruang tengah tersebut, saya melihat gambar wajahku di masa mudaku yang gagah “nganteng”, bersemangat dan percaya diri… he he he, pikiranku menerawang ke belakang ke kehidupan masa remajaku bersama alm Syafriwandi, keponakan iparku, ayahnya Ranti.

Momen itu sangat berharga bagiku, saya tidak melewatkannya, kemudian secara refleks  saya pun menyepret dan memotret gambar Band Pelajar SMPN Cerenti yang tergantung di dinding rumah itu dengan menggunakan Hpku. Kemudian gambar Band Pelajar tersebut tak lupa saya share atau posting ke beberapa grup WA yang saya anggap para membernya tahu dan paham “kelakuan dan hobbyku” gemar bernyanyi dan bermusik semasa pelajar dan remaja kira-kira setengah abad yang lalu, yang penuh kenangan.

Gambar itu sangatlah “antik dan lucu”, akupun bernostalgia bagaimana indahnya persahabatan alm.Syafriwandi dkk dalam berjuang menyuguhkan hiburan musik pop kepada warga masyarakat kampung se-Cerenti.

Saya pun mengajak para kemenakan dan kakakku yang sempat hadir “makan basamo” di kediaman sahabatku alm Syafriwandi, yaitu kmd Surya Mustafa yang datang dari Palu Sulteng, Ujang, Herman, Dian, istrinya Syafriwandi dan kakakku Hj.Rusmani untuk melihat gambar Band Pelajar SMPN Cerenti yang “antik dan lucu” itu, dimana saya AA sedang beraksi dan berekspresi menyanyi pada suatu acara hiburan di sekolah SMPN.Cerenti guna menghibur para orangtua dan pelajar SMPN Cerenti acara pengambilan hasil Rapor tamatan sekolah dan sekaligus acara perpisahan sekolah bagi lulusan kelas 3.

Kelihatan gambar antik, gambar itu merupakan barang warisan dan dokumen langka sudah berusia lebih dari 50 thn. Kelihatan gambar jadul itu lucu, tampak para wajah kami masih remaja, usia belia dengan rambut klimis berpola bitel, berkumis tipis, berpakaian nejis dan bercelana ” komprang” cukup ketat dan ukurannya melebar ke tumit kaki. serta peralatan seadanya dan sederhana. Walaupun demikian kami sebagai pemain Band Pelajar tetap bersemangat dan penuh percaya diri untuk menghibur para penontonnya.

Kini Band Pelajar SMPN Cerenti tahun 1970an tinggallah sebuah kenangan manis (sweet memory) yang tak akan terlupakan. Band Pelajar tersebut akibat minimnya program kaderisasi di sekolah menengah, dimana sarana pembinaan seni musik seperti Band Pelajar telah menghilang di almamater SMPN-ku, sehingga keberadaan grup band musik pop dan dangdut itu pun menghilang ditelan zaman.

Semoga dengan ditemukan dokumen gambar jadul Band SMPN Cerenti tempo doeloe ini hendaknya ada yang tertarik dan membangkitkan kembali eksistensi Band pelajar di SMPN Cerenti saat ini, zaman now.

Demikian narasi nostalgia, ditemukan gambar jadul Band Pelajar SMPN Cerenti, yang disimpan oleh salah seorang pemain bas Band Pelajar alm.Syafriwandi di Desa Kompe Berangin Kec Cerenti. Semoga bermanfaat untuk menyegarkan ingatan kita ke kehidupan masa lalu, khususnya buat generasi pelajar sebayaku SMPN Cerenti tahun 1973-1976 dimana pun berada saat ini.

Selamat menikmati kelucuan gambar yang telah dishare di beberapa medsos WAG tersebut. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan dihati atas kehadiran gambar jadul dan narasi ringkas ini. Maksudnya hanya sekedar berbagi pengalaman hidup.
Syukron barakallah, Aamiin.
Wasallam

*) Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Arsyada Cerenti Madani, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial.

Hadits Hari Ini

0

Sujud Sahwi

Sahih al-Bukhori:1156

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ يُصَلِّي جَاءَ الشَّيْطَانُ فَلَبَسَ عَلَيْهِ، حَتَّى لاَ يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى. فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ.

Dari Abu Hurairah ra: Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya bila seseorang dari kalian berdiri mengerjakan shalat, setan akan datang mengecohnya sehingga ia tidak menyadari berapa rakaat shalat yang sudah dia laksanakan. Oleh karena itu bila seorang dari kalian mengalami peristiwa itu hendaklah dia sujud dua kali dalam posisi duduk.

Pesan :
Setan selalu mencoba mengganggu dan mengecoh manusia agar ibadahnya tidak sempurna. Jika anda lupa berapa rakaat yang sudah anda lakukan, maka asumsikan jumlah rakaat terkecil yang anda ingat, misalnya anda sedang shalat isya, tiba-tiba anda ragu apakah sekarang rakaat ketiga atau keempat, maka hendaklah anda menganggap bahwa anda sedang rakaat ketiga, kemudian lanjutkan shalat seperti biasa. Lalu sebelum anda salam, kerjakanlah sujud sahwi.

Abah Kukun Lestarikan Pencak Silat dan Angklung di Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Abah Kukun, warga Kampung Kebon Kalapa, Desa Gobang, Rumpin, Kabupaten Bogor patut diapresiasi dan jadi kebanggaan Kabupaten Bogor.

Pasalnya, pria yang sudah sepuh ini telah menjaga budaya dan kesenian tradisional puluhan tahun seperti pencak silat dan angklung.

“Saya sudah lebih dari 40 tahun menekuni beberapa bidang kesenian diantaranya kesenian angklung, kesenian tari dan pencak silat,” kata Abah Kukun, Rabu (19/07/2023).

Satu-satunya penggiat atau pelestari budaya Jawa Barat di wilayah Rumpin ini, banyak prestasi yang didapat mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional.

Dengan begitu, Abah Kukun patut jadi teladan, sebab hal itu tak menjadikannya seolah tinggi hati, namun justru ia selalu rendah hati terhadap semua orang.

Diakuinya, bahwa kesenian angklung tersebut sudah mendarah daging di kehidupannya.

“Kesenian angklung ini sudah merupakan bagian dari hidup saya sendiri, kesenian angklung ini merupakan ususnya saya, sebab dari kesenian angklung inilah saya bisa makan,” katanya.

Dengan menekuni itu, dirinya kini sudah membuka sanggar seni, untuk mewariskan kepada generasi berikutnya. Sementara, angklung yang sudah dibuatnya telah terjual ke mancanegara.

“Saya membuka sanggar seni yang sengaja saya buat sendiri, jadi untuk siapapun yang ingin belajar kesenian disini. Adapun angklung yang saya buat alhamdulillah sudah sampai ke luar daerah bahkan ke luar negri,” ucapnya.

Dia berharap pemerintah dapat mendukung apa yang sudah dilakukannya dengan melestarikan seni angklung tersebut

“Marilah kita sama-sama melestarikan budaya kesenian angklung karena ini adalah salah satu warisan yang terlahir di Jawa Barat,” pungkasnya.

** Andres

BPDPKS dan Kementan Gelar Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun, Peserta Antusias

0

Jambi | Jurnal Bogor

Pekebun sawit Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi antusias mengikuti materi yang diberikan fasilitator pada Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun.

Sebagai informasi, sebanyak 68 pekebun tengah menjadi peserta pelatihan tersebut selama 5 hari dari tanggal 17 – 21 Juli 2023 di Kota Jambi.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun digelar atas kerjasama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dengan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor. Fasilitator adalah Widyaiswara dari BBPMKP dan mengundang juga narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPMKP Ciawi Bogor Yusral Tahir, Selasa (18/7).

Mengenai sawit, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa sawit adalah kebanggaan Indonesia karena disaat dunia menghadapi covid, pertanian tetap menjadi bantalan ekonomi. Pada tahun 2020 ekspor Indonesia tumbuh 15 persen dan slah satunya disumbang dari sawit.

Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Ia menuturkan selain menjadi penyumbang devisa negara dari nilai ekspor yang terus meningkat, sawit perperan menjadi penggerak perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja dan mendukung pengentasan kemiskinan di perdesaan.

Edi Margono Pekebun asal Desa Cinta Damai Kecamatan Tabir Selatan  Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengatakan materi menarik diikuti. Selain itu contoh – contoh yang disampaikan melalui simulasi oleh fasilitator sangat menginspirasi.

“ Materinya menginspirasi, menarik, dan menyadarkan kami, bahwa kekompakan dalam berkelompok itu penting, ada saling menghargai dalam berkelompok dan dalam bermasyarakat, “ katanya.

Pekebun lain Alek Simamora yang tergabung dalam KUD Bina Usaha  Desa Cinta Damai  dan Tukini pengelola Gapoktan Sinar Bakti Desa Sinar gading Kecamatan Tabir Selatan mengungkapkan dengan pelatihan ini mereka lebih memahami memelihara kekompakan dalam kelompok, mengetahui dinamika berkelompok dan pentingnya kebersamaan dalam berkelompok.

Harapan diutarakan Abdul Majid pekebun dari Desa yang s BPDPKS memberikan kesempatan pekebun berlatih diluar Provinsi dimana mereka mengelola perkebunannya, agar bisa menambah wawasan dan pengalaman.

Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan Pekebun merupakan salah satu pelatihan yang dilaksanakan BPDPKS dalam menjalin kerjasama dengan BBPMKP Ciawi, Bogor.  Pelatihan lainnya yakni Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan, Pelatihan Kepemimpinan dan Komunikasi, Pelatihan Pengembangan Kelembagaan dan Usaha dan  Pelatihan Penguatan Kelembagaan. BBPMKP Ciawi Bogor menjadi lembaga pelatihan yang dinilai BPDPKS memenuhi kriteria sebagai Lembaga Penyelenggara Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Mnusia Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2023, setelah melalui serangkaian  seleksi dan penilaian.

** Regi/BBPMKP

Sudah Sering Diajukan, PJU Lingkar Galuga Belum Juga Terealisasi

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Cibungbulang telah menyerap aspirasi terkait minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Lingkar Galuga dan sudah sering diajukan, namun hingga kini belum juga terealisasi.

“PJU itu sebetulnya sebelum (menjabat) Camat (sebelum) saya juga sudah diajukan ke Dishub,” ujar Camat Cibungbulang, Agung Surachaman Ali kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pengajuan dilakukan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

“Tapi persoalannya itu dimana, kalau tidak salah itu persoalannya karena status lahan,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom meminta kepada dinas terkait agar segera merapikan persoalan di Jalan lingkar Galuga, Desa Galuga, Cibungbulang.

“Terkait dengan persoalan itu, dari awal kami sering menyuarakan terkait Jalan Lingkar Galuga itu,” ungkap Aan Triana Al Muharom kepada wartawan, Selasa (19/07/2023)

Politisi Partai Golkar Kabupaten Bogor itu meminta kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor untuk segera merapikan rumput-rumput liar yang tumbuh di bahu jalan Lingkar Galuga tersebut.

“Rumput liar yang berada di sisi kiri jalan itu juga harus segera dirapikan, demi menjaga keamanan, kenyamanan dan keindahannya,” katanya.

Intinya, kata dia, DPRD Kabupaten Bogor meminta agar segera dipasang lampu PJU di sepanjang jalan Lingkar Galuga agar masyarakat pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat melintas di jalan tersebut.

“Kemudian juga merapikan drainase agar keindahan dan kenyamanannya tertata dengan baik,” pungkasnya.

** Andres

Realisasi Tapal Desa di Ciampea Dinilai Komisi I Jabar Belum Berjalan

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Realisasi program Ketahanan Pangan Digital Desa (Tapal Desa) belum berjalan sesuai misi menciptakan lumbung padi. Hal tersebut diutarakan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat saat berada di Ciampea Udik, Ciampea, Kabupaten Bogor, Selasa (18/07/2023).

“Apa yang digagas pilot project tahun lalu itu belum berjalan, mungkin secara dengan launching itu seperti luar biasa tapi ternyata tak berjalan,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jabar Sadar Muslihat.

Menurutnya, aparat desa di Ciampea belum memahami secara utuh program Tapal Desa yang digaungkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut. Padahal, Ciampea menjadi salah satu tempat launching Tapal Desa yang dilakukan langsung oleh Ridwan Kamil.

“Ada kesenjangan pengetahuan antara pemerintah di pusat pemerintahan di provinsi dan di desa. Sehingga aplikasi itu tidak langsung klik, termasuk dari pemerintah provinsi tidak menyiapkan panduan yang dipahami masyarakat,” paparnya.

Meski begitu, Sadar juga mengimbau peran aktif aparatur desa untuk menggandeng anak-anak muda untuk mengakselerasi pemanfaatan platform digital.

“Ini PR ke depan buat para kades juga tentunya, tidak susah sekarang mencari anak muda yang paham tentang teknologi IT, tinggal komunikasi. Mudah-mudahan program ini ke depannya bisa berjalan dengan baik seperti yang dimaksudkan,” katanya.

Sadar menegaskan, program Tapal Desa perlu perhatian serius dari Pemprov Jabar khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Dari data yang diterima Komisi I, baru ada 22 Tapal Desa yang terealisasi di seluruh Jabar.

“Jadi baru 22 desa, padahal ada 5300 lebih di Jabar, terlalu jauh, ini sudah dilaunching setahun lalu. Ya, mudah-mudahan pasca-Covid 19 bisa bergerak naik, tentu dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, pembangunan dari desa ini benar-benar terwujud, kesejahteraan dimulai dari desa,” katanya.

Sementara itu, Staf Bidang Potensi Desa DPMD Jawa Barat, Abdurahman Robani mengakui program Tapal Desa di Desa Ciampea Udik belum maksimal.

“Pertama, boleh dibilang melalui CSR BJB pembangunannya. Mungkin dari sosialisasi dan lain sebagainya belum terlaksana,” katanya.

Kendati pihaknya menjelaskan, akan membantu melakukan sosialisasi terhadap desa yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kita juga akan bantu sosialisasi terhadap desa-desa yang ada di Kabupaten Bogor. Ditambah, kita sedang melakukan penyusunan Rapergub tentang pengelolaan cadangan pangan di desa. Nanti ketika sudah disahkan kita sebar ke desa dan langsung lakukan sosialisasi,” pungkasnya.

** Andres

Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriyah, Warga Gunung Putri Pawai Obor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pawai obor telah menjadi tradisi masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam seperti pada malam 1 Muharam 1445 Hijriyah tahun ini. Berbagai macam keunikan terlihat dalam tradisi tahunan tersebut, hingga tak jarang masyarakat yang turun ke jalan untuk melakukan pawai obor turut menghiasi dirinya dengan dandanan yang unik, bahkan ada yang berpakaian pocong hanya sekedar untuk menghibur dan memeriahkan.

Seperti halnya kemeriahan yang terjadi di wilayah kecamatan Gunung Putri. Lautan manusia dari semua kalangan usia berbaur menjadi satu untuk memeriahkan 1 Muharam memadati jalanan seolah menjadi bagian dari tradisi tersebut.

Memaknai Tahun Baru Islam, Anggota Komisi II DPRD Kabuapten Bogor dari Fraksi Gerindra, H. Adi Suwardi mengatakan, ada dua semangat dalam menyambut Tahun Baru Islam, yaitu semangat perjuangan dan semangat perdamaian.

“Semangat perjuangan yang dicontoh Rasulullah SAW ketika melakukan safar dari Makkah ke Yatsrib atau Madinah, dengan segala tantangan dan kondisinya yang ada saat itu sangat jauh berbeda dengan saat ini. Artinya apa, hari ini banyak sekali nikmat Allah SWT jika dibandingkan pada masa itu,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (19/7/23).

“ Berjalan kaki bersama-sama sambil membawa obor, sebagai simbol pencerahan, perdamaian, pembaharuan dan perjuangan bersama untuk menjadikan Kecamatan Gunung Putri sebagai wilayah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tambahnya.

H. Adi juga mengajak semua lapisan warga Kecamatan Gununh Putri untuk banyak bersyukur atas semua anugerah nikmat yang telah Allah SWT berikan. Kecamatan Gunung Putri yang damai merupakan anugerah yang harus dijaga bersama-sama. “Untuk semangat kedua yaitu semangat perdamaian. Ada empat bulan spesial dalam Islam, salah satunya Muharam,” papar.

Yang mana pada bulan tersebut, sambung H.Adi, ada ibadah yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah berpuasa dan menebar kebaikan dengan tujuan untuk mengendalikan diri, menjauhi peperangan, berkonflik maupun mencela.

“Inilah semangat yang luar biasa, Islam rahmatan lil alamin. Mari kita introspeksi diri jika di Bogor masih ada persoalan-persoalan yang membuat kita tidak bisa mengendalikan diri sehingga terlibat konflik dan mengancam ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah kita bersama,” pungkasnya.

Sementara salah satu warga peserta pawai obor, Umi Kalsum (32) berharap umat Islam umumnya di Indonesia dan khususnya di Kecamatan Gunung Putri ini makin solid. Apalagi, sambung Umi, tahun ini merupakan tahun politik yang terkadang untuk meraih suara dari masyarakat sampai-sampai agama dipertaruhkan.

“ Ini harinya umat Islam, bisa dilihat pada malam ini di semua daerah di seluruh Indonesia merayakannya, jadi saya harap jangan dikotori oleh sejumlah kepantingan apalagi ini tahun politik. Walaupun didalam rombongan ini ada anggota dewan, ada kepala dinas, ada camat, ada kades, singkirkan jabatannya karena kita semua disini pengikut Nabi Besar Muhammad SAW,” cetusnya.

“Islam itu indah, dan Islam itu agama bukan partai,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Langsung Adem, Demo Jual Nama Masyarakat  ke SMAN 1 Gunung Putri Disebut Ada Kepentingan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Persoalan dugaan adanya “pemain PPDB” di SMAN 1 Gunung Putri, pihak sekolah tidak bersedia menggelar data yang diminta masyarakat yang curiga adanya kecurangan pada sekolah tersebut. Pasalnya pada mediasi kedua yang dilakukan pada hari yang sama, seolah sudah terjadi pengondisian yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat.

Ketua Panitia PPDB Kamaludin yang seharusnya menjawab pertanyaan-pertanyaan dari warga terkait adanya dugaan permainan PPDB justeru memasang Ketua Komite untuk menghadapi masyarakat pada pertemuan kedua yang dijanjikan akan menggelar data yang diduga ada permainan dalam PPDB.

Salah satu orang tua siswa, NS (33) mengaku kecewa dengan aksi yang dilakukan segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat Bojong Nangka. Mengingat, menurut NS demo yang dilakukan segelintir orang tersebut karena ada kepentingan dari mereka yang juga anaknya tidak masuk. Jadi, bukan karena betul-betul ingin memperbaiki dan mengungkap kecurangan yang ada dalam PPBD SMAN 1 Gunung Putri.

“Demonya gertak sambel, karena ada kepentingan, tapi masyarakat Bojong Nangka yang dijual, ini yang saya sayangkan, apalagi yang bicara itu harusnya pihak sekolah bukan Ketua Komite. Karena bukan kapasitasnya dia untuk menjelaskan sistem PPDB, sekalipun dia tau,” ungkap NS kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/7/230.

Yang lebih mengerikan lagi, diduga akan ada sejumlah siswa yang akan dimasukan ke sekolah tersebut dari hasil demo. Dia mempertanyakan, demo apa sebetulnya. “Kalian punya kepentingan jangan bawa masyarakat Bojong Nangka,” tandas NS yang yang turut hadir dalam demo tersebut merasa kecewa berat dengan hasil yang bisa dibilang tidak ada.

“Sedikit saya buka disini, semua sistem itu punya kelemahan, sama halnya dengan sistem PPDB saat ini, baik zonasi, zona KETM, zona kondisi tertentu, zona perpindahan tugas orang tua, dan zona anak guru. Semua punya peluang untuk dilakukan kecurangan, dan seolah memang diberikan ruang untuk melakukan kecurangan,” tandasnya.

Dimana kecurangannya, sambung NS, sistem afirmasi yang seharusnya diumumkan terkadang disembunyikan oleh pihak sekolah yang diakuinya mengalami sendiri. “Karena saat menanyakan sistem afirmsi ternyata sudah ditutup, padahal kapan dibukanya saja tidak tahu,” kesalnya.

Lebih lanjut NS menyampaikan, jika pemerintah benar-benar ingin sistem PPDB ini baik dan tidak bermasalah dari tahun ke tahun, suruh pampangkan nama dan alamat siswa yang diterima dari setiap zona di madding sekolah, sebagai informasi keterbukaan publik. Karena di sistem online yang keluar itu hanya jumlahnya, bukan namanya.

“Beranikah seterbuka itu, saya berani bertaruh tidak akan berani. Saya akan tetap melanjutkan pengaduan kepada tingkat yang lebih tinggi terkait kecurangan yang ada di SMAN 1 Gunung Putri. Bukan karena anak saya tidak diterima, tapi lebih kepada ingin perbaikan dalam dunia pendidikan. Serta kekecewaan saya sendiri terhadap aksi demo yang ditunggangi segelintir kepentingan orang,” cetusnya.

“ Masa iya, dari tingkat KCD, sampai Provinsi tidak mendengar keluhan masyarakat, sekalipun selalu ada oknum dari setiap tahapnya,” tambahnya.

Sementara Ketua Panitia Kamal pada medisi pertama mengatakan bahwa apa yang dilakukan sudah sesuai sistem, dan dirinya tidak merasa melakukan kecurangan dari PPDB. “Saya tidak melakukan kecurangan apapun, semua sudah sesuai sistem, dan jika memang ingin melihat data kami akan gelar, “ tandas Kamal saat medisi pertama, sekalipun pada kenyataannya saat mediasi kedua, Ketua Komite yang lebih berperan menjelaskan sistem.

** Nay Nur’ain

Gelaran Safari Budaya, H.Dedi Mulyadi Akan Datang ke Desa Sukamaju

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kepala Desa Sukamaju H. Holil melakukan persiapan menyambut kedatangan H.Dedi Mulyadi dalam rangka Gelaran Safari Budaya yang akan dilaksanakan di Lapangan Bola IRAS Desa Sukamaju, Jonggol, Kabupaten Bogor pada Jumat (28/7/23) mendatang. Dalam persiapannya H.Holil menyebut sudah mencapai hampir 100 persen, mulai dari kesiapan kondisi lapangan, perizianan kegiatan, dan persiapan panitia agar berjalan lancar.

“Alhamdulilah, kami menyambut baik kedatangan kang Dedi Mulyadi ke Kecamatan Jonggol, khususnya Desa Sukamaju dalam rangka Gelaran Safari Budaya,” ungkap H. Holil kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/7/23).

H. Holil menyebut, personil kemanan dari Pemdes Sukamaju sudah disiapkan, begitu juga perizinan untuk kegiatan ini kepada pihak berwenang. Sudah pasti kesiapan personil keamanan dari berbagai unsur atau gabungan akan mengamankan acara ini guna mengantisipasi kehadiran masyarakat yang membludak.

“Ini kan gelar budaya, sudah pasti pecinta budaya, pegiat budaya, akan hadir dalam acara tersebut. Bukan hanya itu saja, artis papan atas Sule pun akan turut hadir dalam memeriahkan acara nanti,” beber H. Holil.

Dia menjelaskan, semua tau, begitu banyaknya fans dari H.Dedi Mulyadi dan Sule. Maka dari itu, persiapan yang dsiapkan harus matang, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan pekan depan tersebut.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang ingin hadir dalam acara Gelaran Safari Budaya nanti, untuk mempersiapkan segala sesuatunya, karena diperkirakan akan membludak. Jaga kondusifitas lingkungan, dan pastikan fisik sehat saat ingin menghadiri acara nanti. Jika sakit jangan dipaksakan untuk hadir, karena bukan hanya merepotkan panitia juga akan merugikan diri sendiri, “ imbuhnya.

Sementara warga Desa Sukamaju, Aang Suryadi (46) mengatakan sangat senang jika desanya menjadi tuan rumah dalam acara Gelaran Safari Budaya yang akan dihadiri oleh H.Dedi Mulyadi dan Sule.

“Saya nge fans banget sama dua orang itu, makanya waktu mendengar kabar kang Dedi sama Sule mau datang, gembira sekali,” tuturnya.

“Saya sih berharap, persiapan dari panitia dan personil keamanan diperbanyak, mengingat ini acara besar yang akan dibuat, sudah pastinya akan banyak masyarakat datang, bisa jadi akan menjadi lautan manusia nantinya. Saya juga berharap, untuk warga luar Kecamatan Jonggol yang hadir jangan merusak, apalagi tidak menjaga kondusifitas, kami sangat bahagia dengan akan diadakannya acara ini, semoga berjalan lancar,” pungkasnya .

** Nay Nurain

Prof.Didin S Damanhuri: Presidium Forum Negarawan

0

JURNALINSPIRASI.CO.ID – Setelah saya mendengar dan menyimak konten wawancara Prof.Dr.Didin S Damanhuri, senior dan mentor saya di Wankar ICMI Pusat, tentang topik “peoples power” sungguh menarik. Setelah saya simak materi wawancaranya, mencerahkan dan membuka cakrawala berpikir baru (new mindset) dalam mensikapi situasi-kondisi (sikon) gejala politik nasional dewasa ini.

Jika kita bersikap jujur sebagai kaum terpelajar, terdidik,  intelektual Indonesia, terutama cendekiawan muslim se Indonesia yang tergabung dalam wadah organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia, disingkat ICMI.

Maka sulit rasanya kita bisa beropini bahwa sikon kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita dalam sikon “baik-baik atau nyaman-nyaman” saja. Tidaklah, yang terjadi sikon sebaliknya, sarat problem, menghawatirkan, membahayakan, berkecenderungan mengancam integrasi nasional jika dibiarkan.

Oleh karena itu, saya menyambut baik kemunculan Presidium Forum Negarawan ini, dibawa kepemimpinan dan ketokohan, salah seorang diantara Prof.Dr.Didin.S Damanhuri, Guru Besar Ilmu Ekonomi Politik- FEM IPB University,  yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, sedangkan saya AA wakil sekretarisnya.

Justru kita berkata, apabila kita semakin mendalami atau menganalisa gejala-gejala sosial berkehidupan negara-bangsa hari ini (zaman now) dalam dimensi ipoleksusbudhankam yang kini berlangsung, dan ditinjau dari berbagai perspektif saintific dengan menggunakan data, fakta dan variabel indikator serta teori dan konsepsi.yang.ada, maka kita semakin yakin, Indonesia dalam sikon dalam “ambang bahaya”.

Kita harus mewaspadai dan berupaya mencari berbagai solusi terhadap akar problem dan persoalan berupa gejala-gejala sosial ipoleksusbudhakam yang kita tidak harapkan, menyimpang (bias), keluar dari jiwa dan semangat serta tujuan bernegara, yakni melindungi, memajukan, mencerdaskan kehidupan.masyarakat-bangsa, dan ikut menciptakan perdamaian abadi sebagaimana isi alenea ke 4 Pembukaan UUD 1945.

Berbagai problem sosial nasional, terlalu banyak jumlahnya untuk disebut dan dinarasikan dalam tulisan ini.

Beberapa minggu lalu, di sejumlah WAG, saya pernah ungkapkan bahwa regim yang tengah berkuasa (the ruling party) saat ini, sudah begitu banyak mengeluarkan regulasi dan kebijakan publik yang menimbulkan kehawatiran rakyat.

Diantaranya adalah utang negara semakin membengkak, sudah diluar kewajaran, korupsi triliyunan elite politik dan birokrasi secara berkelanjutan, keputusan public policy spt UU, Kepres dan Inpres serta Kepmen yang tidak menggunakan nalar sains dan agama-nirdemokrasi dan niraspiratif rakyat contohnya disyahksn UU Minrerba, Ciptanaker dan terakhir UU Omnibuslaw Kesehatan.

Juga alokasi dana APBN utk pemberantasan kemiskinan dari beberapa Kementerian dan Lembaga Negara dana APBN sangat besar kebih dari.Rp 400 Triliyun, akan tetapi angka pengangguran, kemiskinan dan anak tengkes (stunting) tetap tinggi dan meningkat jumlahnya, lebih separoh keluarga Indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok yang layak dan bergizi, walaupun angka pertumbuhan ekomomi lumayan akan tetapi angka ketimpangan sosial tetap menganga dilihat angka Gini Ratio rata-rata berkisar 0.4 (status lampu merah).

Cengkraman pengusaha besar (oligarky) dalam mengeksploitasi SDA dan jasa-jasa lingkungan .juga semakin kuat, bahkan segelintir oligarky sukses mengendalikan birokrasi pemerintahan dan organisasi-lembaga politik sebagai dampak negatif demokrasi langsung (pilpres, pileg dan pilkadal) yang berbiaya tinggi, carut marut praktek hukum akibat kuatnya pengaruh mapia hukum, kasus kriminal Jenderal polisi bintamg 2 Ferry Sambo memperkuat hal ini.

Konflik-konflik sosial dalam memperebutkan sumberdaya alam spt agraria semakin tinggi eskalasinya, beban pajak semakin banyak dan besar ditanggung rakyat, pembangunan insfrastruktur jalan tol, lapangan terbang dan kereta api membebani APBN dan utang negara, dan beberapa diantaranya mangkrak, dan ibu kota negara (IKN) yang di Kaltim yang dibangun atas Naskah Akademik dan AMDAL seadanya “abal-abal” sehingga membebani negara dan rakyat.

Sikap Cawe-Cawe Presiden RI bpk Jokowi dalam agenda politik Pilpres 2024, beliau keluar dari sikap kenegarawan yang sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa dan kelangsungan NKRI, adanya tuduhan radikal bagi aktivis dakwah Islam di tanah air, bermunculannya Islamofobia di kalangan the ruling party, dan terakhir regim politik yang berkuasa ini menerbitkan Kepres 17 thn 2022 dan Inpres RI nomor 2 tahun 2023.

Mereka pura-pura lupa sejarah bahwa G S PKI 1965 disimpulkan termasuk pelanggaran HAM berat dan negara harus minta maaf kepada keluarga PKI, hal ini sangat menyakitkan perasaan keluarga TNI dan kaum ulama dan santri yang menjadi korban, disembelih PKI, dan sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya.

Berdasarkan sederet problematika nasional tersebut diatas, sangat wajar kiranya sejumlah pihak selaku para pemangku kepentingan (stakeholders) memberikan perhatian serius, kepekaan dan kepedulian  terutama kalangan intelektual Indonesia seperti Kepresidiuman Forum.Negarawan yang ada ini sebagai komunitas peduli untuk penyelamatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Saat ini memang kita dituntut bersikap cinta tanah air dan kebangsaan-keindonesiaan (NKRI) yang tergerus mendalam, akibat semakin menipisnya populasi negarawan dalam elite politik Indonesia, terutama mereka penjabat  negara di lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif yang sudah tercemar oleh penyakit  sosial 3 Ta, gemar “tahta, harta dan wanita”, dan hipokrit (munafiq) yang melupakan dan mengingkari sumpah jabatannya, janji dan amanah dari rakyat yang berdaulat.

Selamat atas kelahiran dan perjuangan Presidium Forum Negarawan Indonesia untuk memberi solusi cerdas demi menyelamatkan bangsa-negara NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang sama-sama kita cintai.

Caranya bagaimana? Simak Isi wawancara cerdas dari Prof.Didin S Damanhuri yang sudah viral di medsos seperti WAG dan Youtube adalah jawabannya. Kita harus melakukan perubahan ke arah perbaikan negara-bangsa melalui “to reform” dengan menata ulang system kelembagaan politik nasional dimana steril atau terbebas dari pengaruh oligarky power kapital, bukan reformasi asal-asalan atau jika diperlukan apabila saluran politlk mandek dan tersumbat, atau dengan kata lain sistem demokrasi tidak berjalan, maka  ya. “peoples power tanpa ditunggangi” salah satu solusi yang tepat dan akurat untuk mengganti regim politik yang zholim.

Demikian narasi ringkas ini dibuat, semoga bermanfaat. Terima kasih atas perhatiaannya, semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang berimtaq dan gemar berbuat kebajikan dan kemaslahatan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.
Wassalam

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si

(Pendiri ICMI di Malang tahun 1990, dan Wasek Wankar ICMI Pusat, Pemrakarsa dan Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)