28.6 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 577

Jalur Maut Mercedez Benz Telan Korban Jiwa, 1 Orang Tewas di Tempat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Ruas Jalan Mercedes Benz di Kecamatan Gunung Putri yang menjadi akses utama warga beberapa desa di Gunung Putri, Kabupaten Bogor merupakan salah satu jalur yang rawan kecelakaan. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur padat kendaraan dan banyak dilintasi oleh angkutan barang milik perusahaan dan kendaraan roda dua para pekerja dari pabrik di sepanjang ruas jalan Mercedes.

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha kerap mengimbau agar para pengendara yang melintas di Jalan Raya Mercedes untuk senantiasa waspada dan tidak mengebut saat berkendara. Salah satu kecelakaan di Jalur Mercedes yang menelan korban jiwa terjadi pada Kamis 20/7 pagi tadi, dimana dua sepeda motor harus ‘adu banteng’ yang mengakibatkan salah satu pengendara meninggal dunia.

“Awalnya motor yang dikendarai ES melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Wanaherang. Diduga mengantuk, papasan dengan motor yang dikendarai SA dari arah Cicadas ke arah Wanaherang. Diduga pengendara motor tersebut mengantuk maka tabrakan pun tidak bisa dihindari,” kata Bayu Nugraha.

Akibat kejadian tersebut, lanjutnya, satu orang yakni ES meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan untuk pengendara motor SA hanya mengalami luka ringan.

“ Kami langsung mengevakuasi kendaraan dan menghubungi keluarga korban, “ ujarnya.

Bayu mengimbau, agar para pengendara yang melintas di Jalur Marcedes Benz harus mengedepankan keselamatan saat berkendara. Ia juga menegaskan agar para pengendara istirahat terlebih dahulu pada saat lelah atau mengantuk.

“Faktor kelelahan atau mengantuk ini dapat mengurangi konsentrasi pada saat berkendara yang nantinya dapat membahayakan pengendara itu sendiri dan pengendara lain. Oleh karena itu saya imbau untuk senantiasa waspada dan fit pada saat berkendara dan jangan memacu kendaraan secara cepat walau kondisi jalan sepi karena itu dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tandasnya.

** Taufik/ Nay

Tim PKK Kabupaten Kunjungi Desa Mampir

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Desa Mampir,  Cileungsi, Kabupaten Bogor  menjadi tuan rumah kunjungan Monev Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor yang diketuai Halimatu Sadiyah Iwan. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) 10 program pokok PKK di  Desa Mampir.

“ Kami melakukan  Monev  di  Desa Mampir, Kecamatan  Cileungsi  untuk mengevaluasi apakah 10 program pokok PKK dari Kabupaten sudah sampai dan disosialisasikan hingga tingkat desa,” ujar Halimatun Sadiyah Iwan.

Selanjutnya, Halimatu mengungkapkan bahwa Desa Mampir telah menjalankan program luar biasa dalam mengimplementasikan program yang telah disampaikan oleh tim penggerak PKK.

“ Semoga  Desa Mampir  tetap semangat dan dapat menjadi lebih baik dari sekarang. Hari ini, kami melakukan  Monev  terhadap 5 kegiatan, antara lain, sekretariat tertib administrasi, Dasa wisma, dan tiga Pokja, yaitu Pokja pola asuh anak dan remaja di era digital, Pokja galeri pelangi, dan Pokja aku hatinya PKK. Selain itu, juga ada Pokja keluarga sehat, tangguh, dan tanggap bencana dengan 9 pilot project,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala  Desa Mampir , Asep Supini, menyampaikan terima kasihnya kepada TP-PKK  Kabupaten Bogor  yang telah melakukan evaluasi terhadap 10 program pokok PKK di Desa mereka.

“ Semoga program PKK ini benar-benar dapat memberikan edukasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan adanya program PKK ini, diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan jarang mengalami sakit. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran TP PKK  Kabupaten Bogor,”  ucap Asep.

Asep Supini berharap bahwa program yang disampaikan oleh  Kabupaten Bogor dapat diimplementasikan dengan baik di masyarakat  Desa Mampir . Dia juga berharap agar PKK  Desa Mampir  dapat lebih aktif dalam menyosialisasikan kegiatan, terutama di bidang kesehatan.

“ Kami berharap PKK di sini dapat lebih aktif dalam menyosialisasikan program-program, terutama di bidang kesehatan, agar masyarakat di  Desa Mampir  bisa hidup lebih sehat. Semoga ke depannya, perekonomian masyarakat  Desa Mampir  dapat menjadi lebih baik lagi dari sekarang,” pungkasnya.

** Taufik/ Nay

Warga Siap Buka-bukaan Soal Makam Cohak, Amil Pudin Sebut Banyak Pihak yang Menikmati

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Warga Kampung Cohak Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor mengaku siap buka-bukaan soal proses relokasi makam Cohak yang terkena proyek Tol Cimaci. Warga mengaku akan membuka semua fakta terkait dugaan penyimpangan dan dan penyalahgunaan dan relokasi makam yang mencapai miliaran rupiah.

Warga juga mengaku siap jika masalah relokasi tersebut dibawa ke ranah hukum agar terbukti siapa saja oknum yang memanfaatkan proses relokasi makam tersebut untuk mencari keuntungan pribadi.

“Warga pada saat proses relokasi banyak yang dilibatkan. Jadi saksi hidupnya masih ada dan bisa dimintai ketarangan atau dikroscek mengenai proses relokasi makam Cohak dan untuk apa saja anggaran pemerintah itu dimanfaatkan,” kata salah satu warga Kampung Cohak, HR kepada Jurnal Bogor beberapa waktu lalu.

Menurut dia, banyak hal janggal pada saat proses relokasi makam kampung Cohak yang jumlahnya hampir 2500 makam. Selain pengadaan material yang terkesan ditutup-tutupi dan tidak transparan, makam yang dipindahkan ke lokasi baru juga tidak mencapai 2500. Karena banyak makam yang tidak ada jasadnya dan hanya dipindah berupa tanah dibungkus kain kaffan.

“Untuk soal material seperti batu nisan, yang bertanggungjawab untuk pengadaan batu nisan terkesan tidak transparan dan membeli dari penjual yang jauh. Padahal disini juga banyak batu nisan dan harganya lebih murah. Karena ini satu nisan harganya mencapai Rp 300 ribu,” tukasnya.

Selain itu, lanjut HR, jumlah makam yang dipindahkan juga tidak semuanya ada. Karena banyak yang dipindah hanya berupan tanah yang dibungkus batu nisan. Dan hal itu, juga berpengaruh terhadap ahli waris yang seharusnya menerima kompensasi. Karena jika makam itu fiktif lalu siapa yang akan menerima kompensasi sebesar Rp 500 ribu untuk ahli waris.

“Ini kan sudah tidak benar, karena yang dipindah itu tidak ada jasadnya. Karena memang tidak ada makam disitu. Jadi dipaksakan agar semua yang dipindah itu mencapai 2500 makam. Belum lagi dana kompensasi untuk ahli waris dari makam fiktif yang dipindahkan itu siapa yang menerima. Bayangkan jumlahnya mencapai ribuan makam kalau dikalikan 500 ribu per ahli waris maka dikemanakan uang kompensasi yang mencapai ratusan juta itu,” tegasnya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Amil Pudin mengatakan, uang yang diterimanya dari pihak tol tidak akan diperiksa oleh siapapun. Dirinya menyebut banyak pihak yang juga ikut menikmati anggaran itu. “Memang tidak minta, tapi hampir 100 juta lebih dana keluar untuk beberapa pihak,” ungkapnya saat dikonfirmasi didampingi Ketua BPD.

Amil Pudin menjelaskan, untuk semua makam yang dipindahkan ada ahli warisnya, dan sampai saat ini dirinya masih menyimpan nomor hp para ahli waris, dan kebanyakan dari mereka itu tidak ada yang protes.

“ Jadi, ada ahli waris yang lupa nama buyutnya, nama neneknya, dan kelemahan kami tidak kami buat satu pintu. Jadi, ada yang daftar ke saya yang mengaku ahli waris, juga ada ke panitia lain, sehingga dobel, “ dalihnya.

Dirinya percaya diri semua laporan yang sudah disampaikan kepada pihak Pemda tidak akan diperiksa oleh pihak terkait karena menurut pihak tol tidak ada pemeriksaan untuk uang relokasi makam.

“Pak Eko juga nerima, dan berkas juga sudah diterima dia,” pungkas Amil Pudin.

** Taufik/Nay

Realisasi Samisade, Kades SP Kembali Buka dan Bangun Jalan Lingkungan

0

Caringin|Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Cimande Hilir, Caringin, Kabupaten Bogor, di era kepemimpinan Kepala Desa Yudistira, kembali membuka jalur baru untuk akses warga beraktivitas. Sebelumnya, Kades Cimande Hilir yang akrab dipanggil SP itu, membuka jalan lingkungan ke Kampung Bojong Menteng. Dimana jalan yang awalnya hanya setapak dan sulit dilintasi kendaraan roda empat tersebut, saat ini sudah bisa dilalui setelah adanya program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Melalui program serupa yang sekarang berganti menjadi bantuan keuangan (Bankeu) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Kades Cimande Hilir membuka jalan lingkar yang melintas ke dua wilayah yakni, RW 01 hingga RW 02 Kampung Tenggek.

SP mengatakan, pembukaan jalan lingkar perkampungan ini merupakan keinginan masyarakat, baik yang ada di RW 01 maupun RW 02 Kampung Tenggek. Sehingga, untuk merealisasikan keinginan masyarakat tersebut, Pemdes Cimande Hilir akhirnya mengalokasikan anggaran Bankeu yang dulunya Samisade ke pembangunan jalan lingkungan ini.

“Tapi sebelumnya, kami sudah melaksanakan musyawarah dengan semua unsur masyarakat, termasuk tokoh dan para RT serta RW. Alhamdulillah hasil musyawarah, semua sepakat penggunaan anggaran Bankeu tahun 2023 dialokasikan untuk pembangunan jalan lingkar di Kampung Tenggek,” ungkapnya kepada wartawan usai melaunching pelaksanaan pembangunan jalan lingkar melalui program Samisade, Kamis (20/7).

SP mengungkapkan, banyak manfaat yang bisa dirasakan Pemdes dan masyarakat selama adanya program Samisade tersebut. Karena, berangkat dari program Pemkab Bogor itu, kesulitan Pemdes Cimande Hilir untuk membangun wilayah yang dulunya tertinggal menjadi maju, dapat terlaksana.

“Makanya kami prioritaskan jalan lingkungan yang selama ini untuk membuka dan membangunnya membutuhkan biaya besar. Saya merasa senang dan bahagia bisa membuka kedua jalan lingkungan yang selama ini mustahil bisa direalisasikan Pemdes,” ujarnya.

SP berharap, setelah dibukanya akses jalan lingkar yang menghubungkan ke dua wilayah ini, bisa memberikan dampak positif terhadap masyarakat, baik disektor perekonomian, pendidikan, sosial dan lainnya.

“Harapan saya sih yang terpenting dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak dengan dibukanya akses jalan lingkar ini,” paparnya.

Sekretaris Desa Cimande Hilir, Mulyadi menjelaskan, adapun untuk panjang jalan lingkar yang sekarang sedang tahap pengerjaan, kurang lebih sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter dengan biaya sebesar 700 juta lebih.

“Nantinya jalan ini akan dibeton dengan ketinggian 15 centimeter,” katanya.

Selain membuka jalan lingkar, lanjut Mulyadi, Bankeu yang dialokasikan Pemkab Bogor ini juga digunakan untuk membangun tembok penahan tebing (TPT) jalan.

“Untuk membuka jalan ini, terlebih dulu kami harus mengeruk bukit. Makanya didalam rencana anggaran belanja (RAB) yang diajukan, ada untuk pembangunan TPT,” imbuhnya.

Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Caringin, Bujang menjelaskan, dari jumlah desa sebanyak 12, yang sudah menerima program Bankeu tahun 2023 ini hanya 5 desa, yaitu Desa Ciderum, Ciherang Pondok, Cimande Jaya, Cimande Hilir dan Pasir Buncir.

“Dari 5 desa yang sudah menerima anggaran Bankeu, Desa Cimande Hilir yang pertama melaunching pelaksanaan pembangunan program Bankeu ini,” tukasnya.

Hadir dalam acara launching Program Samisade tersebut, Camat Caringin, Eris Rismawan, para kasi Kecamatan Caringin serta para tokoh masyarakat Desa Cimande Hilir.

** Dede Suhendar/Deni Pratama

Kendalikan Tingkat Kelahiran, DP3A2KB Kabupaten Bogor Safari KB

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A2KB) Kabupaten Bogor melaksanakan pelayanan Safari Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Leuwisadeng, Kamis (20/07/2023).

Kegiatan Safari KB dengan pelayanan gratis kepada warga tersebut salah satu upaya untuk mengendalikan tingkat kelahiran penduduk.

Korlap KB Kecamatan leuwisadeng Heni Lestari mengatakan, upaya ini untuk meningkatkan jaga jarak kehamilan agar terhindar dari Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Sering dan Terlalu Banyak (4T).

“Ini sebagai langkah perencanaan keluarga dalam mewujudkan keluarga sejahtera, Jadi harapan kita adalah dengan masyarakat melakukan kegiatan ikut serta dalam program KB ini mereka bisa mengatur angka kelahirannya dengan jarak yang ideal,” katanya.

“Ini kebetulan pelayanan rutin dari Puskesmas Leuwisadeng untuk pelayanan Safari KB dari DP3A2KB Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Di wilayah Kecamatan Leuwisadeng kata dia, animo masyarakat untuk melakukan pelayanan KB, implant dan IUD cukup baik.

“Alhamdulillah untuk di wilayah Kecamatan Leuwisadeng bagus. Karena memang mereka sudah mengerti, bahwa nilai manfaat yang diberikan dalam pelayanan KB implant ini dirasakan cocok, nyaman seperti itu dan pelayanan dari kesehatan sendiri sudah bagus,” paparnya.

Dia menjelaskan, dalam program rutin itu pelayanan Safari KB Implant dan Intra Uterin Device (IUD) sebanyak puluhan masyarakat .

“Kita hari ini terlayani, yang masih berjalan itu sebanyak 35 akseptor, 32 implan dan 5 KB IUD, mungkin kita akan cek lagi nanti kemungkinan ada yang menyusul,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Leuwisadeng dr. Farida Indriawati menyatakan, sasarannya sebelumnya sudah diberikan pemberitahuan kepada masyarakat sehingga pada pelaksanaannya mereka datang ke Puskesmas Leuwisadeng.

“Safari KB untuk meningkatkan cakupan untuk memberi KB, kita memfasilitasi supaya mereka menekan angka kelahiran serta memberlakukan gaya hidup sehat di masyarakat. Sementara terdata dengan target 47 orang yang mengikuti kegiatan Safari KB ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan itu juga diberikan pemahaman mengenai perencanaan keluarga secara baik. “Perencanaan keluarga ditujukan agar keluarga dapat menjadi keluarga sejahtera dan masing-masing anak mendapat perhatian serta kasih sayang yang seharusnya dari orang tua,” pungkasnya.

** Andres

Lagi-lagi Banyak Ikan Mati di DAS Cikaniki Nanggung Diduga Akibat Pencemaran Limbah

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Ikan jenis Regis dan ikan Parai terlihat mati dan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaniki, tepatnya di Nanggung, Kabupaten Bogor. Ketua umum Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Sambas Alamsyah menyayangkan adanya kejadian lagi ikan mati.

Sambas Alamsyah

Menurut Sambas, tercemarnya sungai Cikaniki dan ikan banyak yang mati bermula adanya pengaduan masyarakat khususnya dari Kecamatan Nanggung dan  pihaknya langsung menyikapi dengan cara mengadakan investigasi mulai dari hulu sampai ke hilir.

“Masalah keruhnya  sungai tersebut  bukan hanya dihulu saja namun ada mata rantai yang diduga mencemari lingkungan. Tercemarnya sungai tersebut, bukan hanya masyarakat saja yang tau akan tetapi  tripika pasti  sudah tau,” kata Sambas kepada Jurnal Bogor, Kamis (20/7)

Dia memaparakan bahwa langkah kongkrit selanjutnya semua benar-benar faktual turun ke lapangan karena yakin Antam dan pihak kepolisian setempat sudah melakukan uji analisa menginventarisir titik-titik yang bermasalah keruhnya sungai tersebut.

“Kesimpulannya, karena masalah keruhnya sungai tersebut tak kunjung selesai maka kami dengan lembaga -lembaga LSM yang lain akan membuat sebuah laporan secara bersurat kepada satuan tugas penegak hukum Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Sambas menuturkan, upaya ini demi menertibkan dan mengembalikan marwah aliran sungai Cikaniki yang berada di Kecamatan Nanggung menjad bersih kembali. “Kami akan laporkan ke Satgas Lingkungan Hidup yang berkantor di Jakarta,” kata dia.

** Arip Ekon

Klapanunggal Layak Dibangun SMA Negeri 2

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Jumlah penduduk yang terus berkembang, membuat Kecamatan Klapanunggal menjadi salah satu kecamatan yang tergolong padat di Kabupaten Bogor. Perkembangan tersebut tentunya menuntut pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung kehidupan masyarakat. Baik dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan maupun infrastruktur.

Saat ini yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Klapanunggal adalah sekolah negeri tingkat menengah. Pasalnya, saat ini, Klapanunggal hanya memiliki satu SMA negeri. Sehingga pada saat penerimaan siswa baru, kuota yang tersedia tidak mampu menampung siswa dari berbagai desa di Klapanunggal yang ingin belajar di sekolah negeri.

“Saat ini sekolah SMA negeri yang ada di Klapanunggal baru ada satu. Jadi itu tidak mampu menampung siswa baru yang ingin sekolah di negeri. Oleh karena itu sudah saat nya di Klapanunggal dimulai proses pengembangan SMA Negeri 2. Agar penyerapan setiap tahun ajaran baru tingkat SMA dapat lebih ditingkatkan,” kata salah satu tokoh masyarakat Klapanunggal, Darda Hendarto kepada Jurnal Bogor, Kamis (20/7/23).

Menurut dia, jika melihat perkembangan masyarakat di Klapanunggal yang semakin cepat dan semakin padat. Maka kebutuhan SMA Negeri 2 sudah dilayak. Hal itu dapat dibandingkan dengan Kecamatan Jonggol yang saat ini sudah memiliki dua sekolah negeri dan kecamatan cileungsi yang juga sudah memiliki dua sekolah menengah negeri.

“Jadi menurut saya sudah sangat layak dan harus menjadi prioritas bagi para pengambil kebijakan untuk segera memroses pembangunan SMA Negeri 2 Klapanunggal,” ujarnya.

Terkait kesiapan lahan sebagai salahsatu syarat utama pendirian sekolah negeri, Darda mengatakan, jika semua potensi aset di data dan di inventarisir, maka untuk menyediakan lahan SMAN 2 bukanlah hal yang sulit. Karena di klapanunggal masih banyak terdapat fasos dan fasum yang bisa difungsikan untuk pembangunan Lembaga pendidikan.

“Sekarang tinggal kemauan dan perencanaannya seperti apa. Juga komitmen dari Pemda Kabupaten Bogor seperti apa. Kalau untuk lokasi dan lahan saya rasa itu bukan hal yang sulit,” tegasnya.

Darda menegaskan, idealnya pembangunan SMAN 2 di wilayah yang padat penduduk dan berada di tengah-tengah sehingga dapat dengan mudah di akses masyarakat dari beberapa desa.

“Idealnya di Desa Cikahuripan atau Bojong. Atau berada di tengah antara Desa Nambo dan Bantarjati yang penting yang jadi pertimbangan adalah mudah di akses oleh masyarakat,” pungkasnya.

** Taufik/Nay

Dukung IAIB, BAZNAS Siap Bersinergi Cerdaskan Umat

0

Cibinong l Jurnal Bogor

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bogor menerima kunjungan Rektor Institut Agama Islam Bogor (IAIB) Usep Nukliri beserta jajarannya. Baru baru ini mereka menggelar audensi di kantor BAZNAS di ibu kota Bumi Tegar Beriman, Cibinong.

Dalam kunjungannya,  rektor IAIB Usep Nukliri menyampaikan keberadaan IAIB yang dibinanya dan diharapkan adanya perguruan tinggi di Kabupaten Bogor selayaknya bisa saling bersinergi dalam mendukung kemaslahatan umat.

Indikator penting dalam membangun sinergitas pendidikan untuk mewujudkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berintegritas dan berkualitas.

“Dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berintegritasi tentu adanya kompetisi yang sehat dan profesional seiring dibutuhkannya peran serta hal ini  partisipasi masyarakat. Sebab, minat dan kepedulian masyarakat sangat penting guna saling  berkontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan,” ujar Rektor IAIB Bogor Usep Nukliri, kemarin.

Disebutkan Usep, IAIB yang berada di wilayah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung yang baru berusia dua tahun jalan ini sudah membuktikan eksistensinya dan telah menyerap mahasiswa-mahasiswi di tahun kuliah pertama sekitar 500 orang.

“Maka itu 2023-2024 yang mendaftar untuk bisa bergabung di IAIB diharapkan mencapai target sebanyak seribu mahasiswa,” terang Usep.

Dikesempatan itu, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, KH. Lesmana tentu saja merespons baik serta memberikan apresiasi hadirnya sarana pendidikan seperti IAIB yang berada ditengah padat penduduk.

Menurutnya dengan biaya kuliah  terjangkau, membuat IAIB bisa menjadi andalan kampus tujuan mencerdaskan umat.

Diharapkan IAIB  bisa  menjadi kampus unggulan di Kabupaten Bogor. Dalam  pertemuan antara Ketua BAZNAS dan Rektor IAIB diakhir perbincangan mereka saling memberikan cendramata serta penandatanganan prasasti dan KH. Lesmana sendiri kini menjadi salah satu pembina di IAIB.

** Arip Ekon

Pedagang Pasar Jambu Dua Terancam Bangkrut

0

Bogor | Jurnal Bogor
Beberapa pedagang mengaku sudah gulung tikar akibat kondisi tempat penampungan sementara (TPS) Pasar Jambu Dua sangat tidak layak sehingga pembeli tak mau datang ke pasar yang terletak di seberang Plaza Jambu Dua tersebut.

‘’Saat ini tidak ada tempat parkiran kendaraan roda empat, sedangkan parkiran untuk roda dua juga terbatas. Begitu juga angkot tak bisa melintas ke TPS Pasar Jambu dua. Bagaimana pembeli mau datang ke pasar,’’ kata tokoh pedagang Pasar Jambu Dua, H Agus Supriyono dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023).

Menurut dia, saat turun hujan kondisi pasar tergenang air setinggi mata kaki. Tak pelak pedagang harus menanggung dampaknya yakni pembeli tak lagi datang ke pasar. Dampaknya saat ini semua pedagang ‘menangis’ karena terancam bangkrut karena hampir dua bulan terakhir paska revitalisasi Pasar Jambu Dua penghasilan pedagang merosot tajam.

‘’Bagaimana kami membayar down payment (DP) atau uang muka pembayaran kios bila kondiri saat ini sepi pembeli. Untuk itu dirinya mendesak agar Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk bisa memfasilitasi agar pasar di TPS bisa ramai lagi,’’ tegasnya.

Dirinya juga mendesak agar penentuan harga kios dan los melibatkan pedagang. Ini karena selebaran yang beredar, harga kios dan los permeternya mencapai Rp35 juta hingga 50 juta. Terlebih kemampuan sebagian besar pedagang saat ini keberatan dengan harga tersebut.

“Kami tidak tahu siapa yang menyebar selebaran harga kios dan los tersebut karena tidak ada keterangannya. Kami berharap Perumda Pasar Pakuan Jaya membela kepentingan pedagang,’’paparnya.

Sementara itu, H Sutono (67) mengaku sudah bangkrut karena selama dua bulan terakhir ini tidak ada pembeli masuk Pasar Jambu Dua. Dirinya setiap hari harus mengeluarkan biaya Rp22 ribu/hari untuk berjualan di TPS Pasar Jambu dua, sementara penghasilannya nol rupiah. Uang sebesar itu, dia bayarkan untuk retribusi pasar, uang keamanan dan listrik.

‘’Terpaksa saya tutup warung kelontong saya di TPS karena sepi pembeli,’’ tegasnya.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya, Muzzakir mengaku siap menyelesaikan keluhan pedagang Pasar Jambu Dua. Dirinya segera membangunan tempat parkir yang lebih luas, khususnya kendaraan roda empat. Begitu juga dengan angkot bisa melintasi Pasar Jambu Dua.

‘’Kami memahami kondisi pedagang Pasar Jambu Dua saat ini. Dari awal kami sudah meminta agar pedagang bersabar dengan kondisi ini, karena pasar sedang kami revitalisasi menuju pasar rakyat yang lebih bersih dan nyaman,’’tegasnya.

Dirinya juga berjanji bakal menindak oknum petugas pasar yang bertugas di Pasar Jambu Dua yang tidak membuat nyaman pedagang. Begitu dengan pihak pengembang pembangunan Pasar Jambu Dua untuk membantu dalam memperbaiki TPS Pasar Jambu Dua agar ramai lagi pembelinya. ‘’Keluhan pasar banjir saat hujan dan tidak adanya lahan parkir khususnya untuk pembeli pasti akan kita cari jalan keluarnya dan saat ini sedang kami kerjakan,’’ paparnya.

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Bogor Try Rahman Yusuf mengawal aspirasi pedagang Pasar Jambu Dua ini sampai tuntutan pedagang bisa tereralisasi.

Berdasarkan hasil advokasi Pengurus Cabang PMII Kota Bogor Periode 2023 – 2024, maka ditemukan beberapa keluhan Pedagang Pasar Jambu Dua Kota Bogor yang harus diselesaikan Perumda Pasar Pakuan Jaya seperti tempat penampungan sangat tidak layak sehingga ketika hujan mengakibatkan banjir. Penyediaan tempat parkir tidak ada mengakibatkan sedikitnya konsumen untuk berbelanja.

‘’ Sejauh ini tidak ada jaminan untuk pedagang yang tidak dapat penampungan pasar,sedangkan bertolak belakang dengan statemant Walikota Bogor bahwasannya tidak ada pedagang yang tidak diakomodir,’’tegas Tri.

Begitu juga dengan tidak adanya kesepakatan harga kios/los bersama pedagang terkesan memberatkan pedagang dengan harga lapak, dan juga harus diketahui dalam menetapkan tarif atas penyelenggaraan usaha harus ditetapkan berdasarkan prinsip profesionalismem daya saing dan keadilan sesuai dengan Perda Nomor 18 Tahun 2019, Tentang Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor , Bab IV Pasal 7 ayat 3.

‘’Apabila dalam waktu 3×24 jam Pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor tidak bisa menyelasaikan permasalahan tersebut maka kami dari PC PMII Kota Bogor akan melakukan unjuk rasa dengan semua elemen untuk membela kebenaran,’’ tegas Tri.

** yev

Iuran BPJS Kesehatan Bakal Ada Kenaikan

0

Bogor | Jurnal Bogor

BPJS Kesehatan berencana menaikan iuran pada 2025 setelah memprediksi adanya kemungkinan terjadi defisit sebesar Rp11 triliun.

“Kira-kira di Juli atau Agustus 2025 (ada kenaikan iuran). Tapi sampai 2024 masih aman,” kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien dikutip dari CNN, Kamis (20/7/2023).

Pemerintah tengah mengkaji rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini.

“Agustus atau September itu kira-kira mulai ada defisit dari BPJS Kesehatan dana DJS Kesehatan ini. Kami hitung sekitar Rp11 triliun. Tapi di Agustus atau September 2025,” jelas Muttaqien.

Kendati demikian, Muttaqien belum bisa menjelaskan besaran persentase kenaikan iuran. Pihaknya masih mempertimbangkan beberapa hal mulai dari jumlah klaim, peningkatan peserta, dan jumlah rumah sakit yang akan dikontrak.

“Kita belum sampai kepada berapa besar (kenaikan), karena nanti butuh banyak hal. Sekarang kita perlu monev (monitoring dan evaluasi), data utilisasi tahun 2023 ini apakah tinggi enggak? Nyatanya cukup tinggi,” terangnya.

BPJS Kesehatan mencatat peserta JKN mencapai 248.771.083 jiwa selama 2022, naik dibanding tahun sebelumnya sebanyak 235.719.262 jiwa.

Terkait penerimaan iuran, BPJS Kesehatan mengumpulkan total sebesar Rp144,04 triliun hingga 31 Desember 2022. Angka itu lebih tinggi dibanding penerimaan iuran pada 2021 sebesar Rp143,32 triliun.

** yev