33.5 C
Bogor
Monday, July 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 566

HMI MPO Nilai Rotasi Disdik Bukan Solusi

0

jurnalinspirasi.co.id – Polemik dugaan kecurangan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023, kembali menuai sorotan. HMI MPO pun menilai bahwa kekacauan yang terjadi merupakan tradisi buruk pemerintah dalam penanganan pendidikan.

Ketua HMI MPO Cabang Bogor, Irfan Yoga mengatakan bahwa jauh sebelum mencuat ke publik pihaknya sudah mewanti-wanti hal tersebut dengan melakukan audiensi dan memberikan rekomendasi ke beberapa pihak terkait. Namun, hal itu tak digubris.

Justru, kata dia, setelah masalah itu mencuat ke permukaan, wali kota malah melakukan rotasi pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) hingga kepala sekolah SMP. Hal tersebut, sambungnya, bukan merupakan solusi dalam membenahi kekacauan PPDB.

“Sebab, ya mereka masih bisa melakukan hal yang sama di tempat yang baru. Kenapa tidak demosi sekalian agar memberi efek jera kepada pejabat Disdik ataupun kepala sekolah yang ikut bermain pada PPDB jalur zonasi,” ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/8).

HMI MPO menilai, seharusnya wali kota melakukan tindakan tegas dengan mengajukan pemecatan dan menonjobkan oknum-oknum yang diduga terlibat di dalamnya.

Selain itu, kata Irfan, pihaknya juga mempertanyakan mengapa hanya Disdik dan kepala sekolah saja yg di rotasi. “Mengapa tidak Disdukcapil sekalian yang kami duga ikut terlibat juga dalam masalah PPDB sistem zonasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata dia, HMI MPO berharap dalam satu dua hari kedepan Pemkot Bogor memberikan solusi bagi anak-anak yang belum bersekolah karena ulah Pemkot Bogor itu sendiri.

“Ya, entah itu penambahan kelas di sekolah-sekolah atau di sisipkan ke sekolah-sekolah masih memiliki kuota,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya merombak komposisi pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, termasuk jabatan kepala sekolah, Senin (31/7).

Bima mengatakan bahwa rotasi kali ini adalah pembelajaran dan pembenahan dan pembenahan atas persoalan dalam PPDB.

“Saya menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk melakukan penyegaran pimpinan sekolah di SMP dan SD,” kata Bima

Dalam rotasi kali ini, Bima mengganti tiga pejabat di Disdik, 31 kepala sekolah SD, dan delapan kepala sekolah SMP.

Bima berharap, penyegaran ini dapat memberi pembelajaran kedepannya. “Jadi delapan Kepala Sekolah SMP yang bergeser, yang saya harapkan menjadi pembelajaran dan penyegaran. Di Dinas Pendidikan juga, Sekretaris Pendidikan dan dua Kabid SD SMP bergeser, dan saya tugaskan secara khusus untuk membangun sistem yang baik,” jelasnya.

Bima mengaku telah memegang laporan setebal 30 halaman dari Inspektorat Kota Bogor mengenai permasalahan yang terjadi saat PPDB. Sehingga, sambung dia, pihaknya melakukan langkah konkret atas laporan itu.

“Pembenahan itu ada di di Disdukcapil, jadi saya minta operator tidak lagi memiliki kewenangan otorisasi tanda tangan elektronik. Otoritas itu harus ada di pimpinan struktural diatas. Dan saya minta dilakukan pergeseran, pergantian seluruh operator,” bebernya.

Bima meminta kepala Disdukcapil menarik kembali kewenangan otoritasi terkait dengan perpindahan dokumen kependudukan di tingkat operator,” tegasnya.

Lebih lanjut, kata Bima, Disdukcapil Kota Bogor juga harus memiliki sistem. Sehingga setahun sebelum PPDB persyaratan untuk pindah domisili atau menitip keluarga tidak bisa dilakukan.

Bima juga meminta Disdik untuk mengevaluasi sistem PPDB. Sebab, berdasarkan hasil penelusuran, verifikasi administrasi scan barcode dari administrasi pendaftar, verifikasi faktual tak dilakukan sehingga menyebabkan persoalan.

“Disdik harus membentuk panitia khusus PPDB ini, seperti tahun lalu yang tidak dilakukan. Saya tegur keras dua dinas ini, sebagian dilakukan pergeseran, tetapi sistem harus dilakukan pembenahan,” ungkap Bima.

Bima berjanji akan mengkaji terlebih dahulu hasil laporan berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat Kota Bogor.

“Jadi ini rinci sekali, langkah-langkahnya apakah saya akan menerbitkan Perwali khusus, sehingga PPDB tahun depan sudah disiapkan dari sekarang, untuk mencegah manipulasi dan memastikan bahwa warga yang berhak memperoleh hak,” ucapnya.* Fredy Kristianto

Survei Charta, Warga Puas Kinerja Bima – Dedie

0

jurnalinspirasi.co.id – Charta Politika Indonesia merilis survei tentang Persepsi Publik Terkait Kepuasan Kinerja Pemerintah Kota Bogor Tahun 2023. Survei dilakukan di Kota Bogor pada 18 hingga 23 Juli 2023, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur.

Survei itu melibatkan sampel sebanyak 400 responden, yang tersebar pada enam Kecamatan di Kota Bogor. Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± (4,9%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasilnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dipimpin Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Wakil Wali Kota, Dedie A. Rachim tergolong sangat tinggi. Kepuasan terhadap kinerja pemerintah Kota Bogor berada pada angka 84,5% (sangat puas 18,5% + cukup puas 66,0%). Sementara tingkat ketidakpuasan berada pada angka 14,0% (kurang puas 12,5% + tidak puas sama sekali 1,5%) dan yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab 1,5%.

Tingkat kepuasan kinerja Pemerintah Kota Bogor jika dilihat berdasarkan per kecamatan, tiga teratas yang memiliki kepuasan tertinggi berada di Bogor Tengah (sangat puas 23% + cukup puas 73%), Bogor Barat (sangat puas 24% + cukup puas 64%) dan Tanah Sareal (sangat puas 11% + cukup puas 75%).

Apabila dibandingkan survei Kota Bogor antara tahun 2022 dan tahun 2023 terdapat kenaikan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintahan Kota Bogor. Tahun 2022 (sangat puas 10,3% + cukup puas 63,5%) dan Tahun 2023 (sangat puas 18,5% + cukup puas 66,0%).

Dalam penilaian kepuasan kinerja Pemerintah Kota Bogor, program yang dianggap paling berhasil oleh publik di urutan tiga teratas adalah kenyamanan taman kota 91%, pelayanan kesehatan 78% dan fasilitas pejalan kaki 77%.

Selain itu, program Pemkot Bogor yang paling banyak diketahui oleh publik, ketika diajukan pertanyaan terbuka (tanpa pilihan jawaban) adalah Infrastruktur 37,5%, kemudian transportasi 9,8%, olahraga 2,5%, kesehatan 2,5%.
Persetujuan publik terhadap pemberlakuan skenario rekayasa lalu lintas saat ini, terkait proyek pekerjaan jembatan Otista 78,5%.

Publik yang setuju pemberlakuan lalu lintas satu arah di seputaran Kebun Raya Bogor jika proyek jembatan Otista sudah selesai 64,0%.

Menanggapi hasil survei tersebut, Pengamat Kebijakan Publik dari IPB University, Prof. Ernan Rustiadi mengatakan bahwa hasil survei ini menunjukkan apresiasi dan tingginya persepsi positif masyarakat kota Bogor terhadap kepemimpinan pemerintah daerahnya.

“Tingkat kepuasan 84,5% merupakan capaian kepuasan yang relatif tinggi untuk di negara demokratis seperti Indonesia,” ujar Ernan, Kamis (3/8).

Menurut dia, survei ini juga memberi informasi bidang aspek dan wilayah pembangunan yang paling diapresiasi dan yang paling perlu mendapat perhatian ke depannya.

Kata dia, di Kecamatan Bogor Tengah tingkat kepuasan mencapai 96%, jauh lebih tinggi dari wilayah kecamatan lain, seperti di Kecamatan Bogor Timur (76%). Hal itu diasumsikan karena masyarakat di wilayah Bogor Tengah adalah yang paling mendapat manfaat terbesar dari berbagai kebijakan dan program yang dicapai, khususnya terkait akses ke taman kota, infrastruktur kota, fasilitas pejalan kaki dan pelayanan kesehatan.

“Selain itu, aspek transparansi anggaran pemerintah juga perlu disikapi dengan perbaikan kualitas komunikasi terkait sistem anggaran pembangunan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Gelar Acara di Bandung, Anies-AHY Semakin Lengket

0

Bandung | Jurnal Bogor

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melangsungkan kegiatan bersama Bakal Calon Presiden Anies Baswedan di Bandung.

Rencananya, Anies dan AHY akan menggelar acara dialog bersama generasi muda pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto membenarkan adanya rencana kegiatan Anies-AHY tersebut.

Selain itu, AHY juga akan berdialog dengan ribuan masyarakat di Sasanan Budaya Ganesha (Sabuga) pada Minggu, 6 Agustus 2023.

“Jika tidak ada perubahan, acara Anies dan AHY ini akan jadi momentum bahwa gerakan perubahan dan perbaikan Indonesia dimulai dari Bandung, Jawa Barat,” ujar Anton.

Anton berharap acara duet Anies dan AHY dapat berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Selain itu, kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa AHY tetap berkomitmen berjuang bersama Anies Baswedan.

“Ini bukti bahwa AHY dan Demokrat memegang teguh komitmen Koalisi Perubahan dan Perbaikan,” ujar Anton.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Fathi menyatakan, persiapan acara Dialog Anies-AHY dengan generasi muda telah dipersiapkan sebaik mungkin.

“Lokasinya di restoran Rumah Kentang, akan ada sekitar seratus milenial dan zilenial yang berdialog dengan Anies dan AHY,” ujar Caleg DPR RI dari Dapil Kota Bandung dan Cimahi ini.

Fathi menambahkan, AHY juga akan menyempatkan olahraga lari pagi bersama masyarakat di lapangan Gasibu pada Minggu, 6 Agutus 2023.

“Ketum AHY rutin olahraga, jadi beliau mau lari pagi ke Gasibu bersama masyarakat,” jelasnya.

**” yev

Pemdes Bojong Nangka Realisasikan Dana Desa untuk Pembangunan Lapangan Sepak Bola

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Bojong Nangka merealisasikan Dana Desa untuk membangun sarana prasarana di bidang olahraga, yakni pembangunan lapangan sepak bola.

Hal tersebut disampaikan Ketua tim pelaksana, Sarip bahwa tingginya keinginan warga untuk memiliki lapangan sepak bola yang layak, hingga membuat Pemdes mengalokasikan Dana Desa untuk merapikan lapangan sepak bola.

” Anggaran ini memakan biaya sebesar Rp300 jutaan, dimana memang kita berupaya untuk memperindah lapangan kita sendiri,” tandasnya.

” Ya walau pun tidak begitu besar, tetapi diharapkan dapat memenuhi standar lapangan sepak bola pada umumnya,” sambungnya.

Sardi juga menjelaskan, bahwa proses pengerjaan lapangan sepak bola tersebut diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 6 bulan.

” Syukur-syukur bisa lebih cepat dari waktu yang diperkirakan,” harapnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Nangka H. Amir Arsyad mengatakan bahwa lapangan ini juga niatnya sebagai tempat bersatunya antara pemuda Desa Bojong Nangka. Sehingga memupuk rasa persatuan sesama pemuda Desa  Bojong Nangka dalam olahraga. 

“Lapangan ini sebagai tempat berkumpulnya para pemuda, sehingga persatuan dapat terjaga antarpemuda Desa Bojong Nangka,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Pembangunan Selesai, Samisade Desa Sukamanah Dievaluasi

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kecamatan Jonggol beserta UPT PUPR Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan untuk pekerjaan Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang baru saja diselesaikan oleh Pemerintah Desa Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor.

Ketua Tim Monev, Gogo Badarudin mengatakan, tim melakukan pengecekan hasil pekerjaan Samisade Desa Sukamanah. Dimana, untuk Kecamatan Jonggol sendiri baru 2 desa yang sudah turun yakni Desa Sukamanah dan Desa Sukagalih.

“Untuk Kecamatan Jonggol sih baru 2 desa yang sudah turun, bukan karena ada kendala melainkan karena perubahaan titik di desa masing-masing. Itu salah satu yang menyebabkan anggaran Samisade telat turun ke desa,” ungkap Gogo kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Menurutnya, untuk pekerjaan milik Desa Sukamanah sendiri dari 60% dana Samisade yang sudah diturunkan, sudah selesai 100%, dan hasilnya baik sesuai yang diharapkan.

“Saya berpesan kepada semua kepala desa agar menjalankan amanah sesuai dengan aturan yang ada, pergunakan anggaran sesuai RAB yang sudah dibuat,” cetus Gogo.

Sementara Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengucapkan terimakasih kepada Tim Monev Kecamatan Jonggol yang diketuai Sekcam Gogo Badarudin. Sejauh ini, Desa Sukamanah berupaya untuk memperindah jalan desa yang memang masih butuh banyak perhatian untuk bidang infrastrukturnya.

“Untuk Samisade kali ini kami salurkan di jalan desa yang berbatasan dengan Bekasi. Ada juga jalan lingkungannya, kami berupaya sebaik mungkin untuk menyalurkan anggaran yang sudah disiapkan oleh Pemda Bogor,” imbuhnya.

Untuk Desa Sukamanah sendiri, sambung Hadi, akan berupaya amanah sesuai dengan nama desanya. Dia juga khawatir dan takut jika harus menyelewengkan dana dari pemerintah apalagi berbenturan dengan hukum.

“Pengawasan kan sudah dilakukan secara berlapis, tinggal ditinjau saja. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada Pemkab Bogor. Karena adanya anggaran Samisade ini bisa mempercepat pembangunan di desa,” pungkasnya.  

** Nay Nur’ain

Melon Minions jadi Andalan Buah Unggulan Desa Cikarawang

0

Dramaga | Jurnal Bogor

Keunikan buah melon Minions yang diproduksi oleh PT Fitotech Agri selain  bentuknya yang kecil bergaris, daging buah yang kranci, dan mengeluarkan khas aromatik jadi buah produk unggulan Desa Cikarawang, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Staf Produksi Buah Melon, Aditya Djulianto menjelaskan priode masa tanam buah melon Minions dari proses penyerbukan buah sampai panen kurang lebih sekitar 65 hari. Yang membedakan buah Minions asal Desa Cikarawang dengan buah melon biasa terlihat dari bentuknya yang kecil  dan buah melon Minions memiliki tingkat  kemanisan rasa yang tinggi.

“Melon Minions masuk kualitas melon premium. Untuk tingkat kemanisan buah melon premium yakni dari 14 sampai 17 brix, sedang melon Minions tingkat kemanisannya sampai dengan 17,2 brik,” kata Oria yang biasa disapa Tio saat ditemui wartawan, Rabu (2/8/2023).

Tio menambah, menanam buah melon Minions diatas lahan satu hektare ditanam dengan dua cara. Yakni cara hidroponik dan konvensional. Tentunya  sedikit mengalami kerumitan di media tanamnya dan perlu beberapa perlakuan, cuaca dan hama penyakit.

“Buah melon Minions dijual ke outlet-outlet buah. Ada juga pembeli yang datang langsung . Buah melon Minions dijual per kilogram dengan harga Rp 25 ribu,” katanya.

Tidak hanya menjual buah, sambung Tio, di tempatnya juga menjual menjual bibit buah. PT Fitotech Agri perusahaan yang bergerak produk buah, sedangkan untuk benih bekerja sama dengan PT Benih Sumber Andalan. Menurutnya, panen melon bisa tiga kali dalam setahun.

“Buah melon Minions yang diproduksi oleh PT Benih Sumber Andalan selain memiliki rasa manis yang tinggi, memili aromatik dan tekstur dagingnya yang kranci,” katanya.

** Andres

Lama tak Hujan, Bogor Barat Alami Kekeringan

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor bagian Barat mengalami kekeringan dampak dari lama tak turun hujan. Akibatnya, sejumlah warga di Desa Sipayung dan Desa Sukamulih, Sukajaya, Kabupaten Bogor kekurangan air bersih.

Warga pun mesti mencari air bersih sejauh ratusan meter menggunakan ember maupun jerigen ke lokasi adanya air. Warga Girimulya Desa Sukamulih Adah mengatakan, pascakemarau dia terpaksa menggunakan air yang berasal di pesawahan untuk keperluan sehari-harinya.

“Gimana lagi kan lagi kering airnya, ada sumur juga dipakainya rame-rame jadi gak muat untuk semuanya, paling kita cari air kemana aja asal ada airnya,” kata Adah kepada wartawan pada Rabu (2/7/2023).

Ia mengatakan, penyebab kekeringan karena di wilayah tersebut sudah lama tidak turun hujan.

“Sudah 3 bulan musim kemarau, semenjak gak turun hujan aja ini, kalau buat cuci paling kesini di pinggir sawah air yang ada,” katanya.

Disisi lain, warga Desa Sipayung, Jumri juga harus rela setiap hari mengangkut air bersih menggunakan jerigen untuk keperluan sehari-harinya karena mengalami kekeringan yang sama seperti warga lain.

“Ambil air pake motor, untuk keperluan sehari-hari udah 3 bulan seperti ini terus karena kemarau,” ujarnya.

Sementara itu Staf Desa Sipayung Muhammad Fikri membenarkan adanya kekeringan air yang dirasakan warga tersebut. Fikri menjelaskan, air penampungan toren yang biasa digunakan warga pun saat ini kosong tidak ada air yang mengalir.

“Benar udah lama kekurangan air bersih kekeringan, bak penampungan yang biasa banyak air pun saat ini tidak ada karena kering, saat ini warga pun mencari air di dekat pesawahan,” pungkasnya.

** Andres

Pemuda Cigudeg Manfaatkan Momen 17 Agustus dengan Jualan Bendera Merah Putih

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Pemuda asal Cigudeg, Kabupaten Bogor, Aji (23) memanfaatkan momen jelang 17 Agustus 2023 dengan berjualan bendera Merah Putih di bahu jalan Raya Cigudeg, tepatnya di depan Puskesmas  wilayah tersebut.

Menjadi pedagang musiman itu dia lakoni telah 4 tahun. Usahanya itu dilakukan setiap jelang hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI.

“Saya baru seminggu ini sudah berjualan. Alhamdulillah hasilnya juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada masa pandemi covid-19,” kata Aji, Rabu (2/08).

Aji mengaku, memprediksi bahwa puncaknya pembeli akan meningkat sepekan lagi sebelum 17 Agustus.

“Biasanya, ramainya membeli bendera Merah Putih ini seminggu lagi jelang 17 Agustus,” ungkapnya.

Dia telah menyetok banyak bendera untuk diperjual belikan. Berbagai ukuran dari mulai ukuran paling kecil dengan harga Rp5 ribu sampai ukuran paling besar seharga Rp280 ribu.

Diakuinya, pedagang bendera Merah Putih sudah sepekan ini bermunculan di wilayah Kabupaten Bogor Bagian barat. Mereka memanfaatkan bahu jalan untuk mencari pundi-pundi rupiah itu.

“Berbagai macam bentuk, variasi dan harga bendera Merah Putih dan umbul-umbul saya jual mulai dari, bendera Merah Putih, umbul-umbul dengan harga yang berbeda,” ujarnya.

Dia berharap di puncaknya nanti jualannya habis dan sesuatu target.

** Andres

Jani Nurjaman Ceritakan Histori Desa Kalongliud yang Berdiri Sebelum Kemerdekaan RI

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor telah dipimpin sebanyak 10 orang kepala desa dan wajah yang pernah memimpin desa ini juga terpajang di dinding aula desa.

Desa Kalongliud yang mayoritas masyarakatnya petani itu tidak melupakan sejarah, termasuk pada zaman kolonial Belanda. Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1945, Desa Kalongliud telah berdiri pada tahun 1943.

Kepala Desa Periode 2012 sampai 2025 Jani Nurjaman menceriterakan, histori Desa Kalongliud  berdasarkan para kasepuhan maupun para tokoh.

“Tepatnya pada tahun 1943 Desa Kalongliud sudah berdiri namun untuk tanggal dan bulannya sampai hari ini masih melakukan pendalaman dari historis tersebut,” kata Jani Nurjaman yang sudah menjadi Kepala Desa Kalongliud dua periode ini saat berbincang dengan Jurnal Bogor, Rabu (2/8/2023).

Kata dia, Desa Kalongliud satu hamparan dengan desa tetangganya, yaitu Desa Pangkaljaya, desa pecahan yang induknya Desa Kalongliud.  Dalam buku catatannya, Desa Kalongliud  pertama kali dipimpin oleh Lurah Minta yang menjabat dari 1943 – 1967.

Lurah Mintra tersebut puluhan tahun menjadi Kepala Desa Kalongliud yang mana masa itu masih zaman kolonial Belanda.

“Pak Lurah Mintra didaulat sebagai kepala desa pertama, dari Lurah Mintra jabatan itu turun ke anaknya yaitu Lurah Muryana yang dikenal oleh masyarakat Lurah Murta. Setelah itu ada pemekaran desa pada tahun 1980 Kalongliud pecah menjadi dua yaitu salah satunya Desa Pangkaljaya,” beber Jani.

Berlanjut dari pemecahan tersebut dijabat dari kecamatan yang bernama Nana Rasa Atmaja yang mana masa transisi.

Setelah itu dijabat oleh A.Senan yang hanya selama satu tahun menjabat sebagai kepala desa. Sementara pemilihan dilakukan setelah A.Senan dengan H.Encep Suyatna.

H.Encep Suyatna pada saat Pilkades terpilih Kepala Desa Kalongliud yang mana saat itu masa jabatan delapan tahun dan H.Encep Suyatna tersebut adalah bagian dari anaknya Lurah Murta, cucunya dari kepala desa pertama.

Perlu diketahui H.Encep Suyatna ini kades definitif, sementara Lurah Nana Rasa Atmaja dan A.Senan itu pejabat sementara.

Pada saat itu habis masa jabatan dilakukan pemilihan kepala desa kembali yang mana dimenangkan oleh E.Rukmana yang merupakan sekdesnya H.Encep Suyatna. E.Rukmana menjabat dua periode masa jabatan.

Jani Nurjaman, mengaku dirinya memajang foto para pemimpin kepala desa adalah bagian usahanya setelah dirinya menjabat kepala desa secara demokratis di tahun 2012.

“Saya ini tidak mau menghilangkan sejarah. Karena sejarah ini bagian dari pada kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk melestarikan,” katanya.

Dia menegaskan, bahwa sejarah juga wajib sifatnya untuk diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat terutama oleh calon generasi penerus Desa Kalongliud. Agar anak dan cucu- cucu nanti tahu tentang histori pemimpin Desa Kalongliud.

“Bagaimana pun juga mereka mereka ini yang sudah mengabdikan diri dan membaktikan diri untuk kemajuan Desa Kalongliud,” pungkasnya.

** Andres

Bina Marga Bakal Sidak Bangunan Langgar GSJ

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Maraknya bangunan baru yang difungsikan untuk kawasan komersil dan pabrik yang disinyalir melanggar Garis Sempadan Jalan (GSJ) menjadi sorotan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Dalam waktu dekat, pihak Bina Marga dan Penataan Ruang akan melakukan sidak terkait izin bangunan-bangunan tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran bangunan.

“Kalau dilihat secara kasat mata memang banyak bangunan baru yang melebihi dari bangunan sebelumnya. Khususnya bangunan yang berada di sekitar Jalan Raya Narogong Desa Dayeuh Kecamatan Cileungsi,” kata Pengawas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Hendra kepada Jurnal Bogor, Rabu (2/8/23).

Menurut dia, pemanfaatan bangunan harus memprioritaskan kepentingan publik lainnya, seperti ruang bagi sepandan jalan. Terlebih bangunan tersebut berada di akses jalan utama seperti di Jalan Raya Narogong yang padat kendaraan.

“Ada aturan mengenai bangunan jadi tidak semua lahan yang dimiliki boleh dibangun jika hal itu berkaitan dengan kepentingan publik. Apalagi bangunan tersebut berada tepat di sisi jalan utama,” ujarnya.

Hendra mengatakan, proses pengawasan terhadap bangunan komersil dan pabrik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik memang harus dilakukan secara bersama-sama, antara Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga provinsi.

“Karena proses perizinan untuk bangunan tentunya dari unsur pemerintahan terbawah. Jadi harus ada proses pengawasan bersama. Agar keberadaan bangunan tersebut nantinya tidak merugikan pihak lain,” tukasnya.

Hendra mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terkait keberadaan bangunan komersial yang nantinya akan di kroscek aspek legalitasnya. Apakah bangunan tersebut dibangun sesuai dengan perencanaan yang disetujui atau tidak.

“Nanti akan kami kroscek semua. Jika ada pelanggaran tentunya harus ada tindakan tegas karena ini menyangkut kepentingan publik,” tandasnya.

** Taufik/ Nay