25.7 C
Bogor
Saturday, April 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 566

Sukses Bentuk Desa Bersinar, Desa Gunung Putri Dikunjungi Dirjen Kemenkeu dan BNN

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor mendapatkan kehormatan dikunjungi oleh Tim Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) setelah sukses membentuk Desa Bersinar beserta produk turunannya yakni RW Bersinar, Sekolah Bersinar dan Pondok Pesantren Bersinar.

Hadir dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut, Kepala Seksi HPR DJA Kementerian Keuangan Mujoni Basuki, Biro Perencanaan BNN RI, Biro Keuangan BNN RI, SETTAMA BNN RI, Tim Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI, Tim Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat, Kepala BNNK Bogor AKBP Renny Puspita, Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, Danramil Gunung Putri Kapten La Ahmadin, dan segenap Tim Bersinar Desa Gunung Putri.

Kepala BNNK Bogor, AKBP Renny Puspita mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara dan penyambutan untuk DJP Kemenkeu dan BNN RI ke Desa Gunung Putri Bersinar mengingat mereka puas atas sambutan dan program Desa Gunung Putri yang berhasil dengan sangat baik.

“ Mudah-mudahan Desa Gunung Putri Bersinar dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM)-nya bisa mempertahankan prestasi yang telah diraih,” ungkap AKBP Renny Puspita.

Menurutnya, Desa Gunung Putri mendapatkan titipan salam dari segenap pegawai BNN RI yang tidak hadir, bahkan yang memonitor secara online. Dirinya berharap apa yang didapatkan saat ini menjadi amal baik untuk semuanya serta menjadi kebaikan untuk seluruh warga Desa Gunung Putri.

“Desa Gunung Putri Bersinar keren pokoknya, terus pertahankan prestasi,” cetusnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengapresiasi kepada BNNK Bogor yang sudah memfasilitasi kedatangan BNN RI dan DJP Kemenkeu ke Desa Gunung Putri. Dalam kesempatan terebut Pemdes juga membawa rombongan untuk melihat Sekretariat Desa Bersinar, juga meninjau Perpustakaan Digital, UMKM.  Kemudian memperlihatkan RW Bersinar di RW 04, dan menunjukan ruang server pusat pengendali utama tiang tower dan wifi se – Desa Gunung Putri.

“Kemudian rombongan kami bawa keliling RW 04. Kebetulan kemarin launchingnya juga di RW 04, dan meninjau rumah Maggot, yang disana tempat agen pemulihan memberikan bimbingan serta pelatihan untuk sahabat-sahabat agen pemulihan,” papar A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (25/6/23).

A Heri menyebut, dalam kegiatan tersebut ada juga testimony dari para klien agen pemulihan, yang menyampaikan cara RW Bersinar membina mereka serta memberikan pemulihan sehingga sadar akan bahaya penggunaan narkoba untuk masa depan dan lingkungan sekitar.

“Selain dipulihkan, mereka para klien juga diberikan pelatihan sehingga memiliki keahlian menjadi Barista yang bekerjasama dengan BNNK Bogor dan Disnaker serta CSR PT Indocement,” jelasnya.

Lebih lanjut A Heri berharap pencapainya selama 3 tahun menjabat sebagai kepala Desa Gunung Putri ini bisa menjadi perubahan 180 derajat agar dijaga dan diteruskan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, serta bisa menjadi kebiasaan. Kedepannya, diharapkna Desa Gunung Putri benar-benar menjadi wilayah yang bersih dari narkoba.

“Dan untuk mereka yang coba-coba merusak generasi muda di Desa Gunung Putri dengan mengedarkan obat-obat terlarang, siap-siap akan saya usir dari kawasan Desa Gunung Putri. Jangan coba-coba datang untuk merusak desa kami yang sudah kami rapikan,” tegasnya.

** Nay Nur’ain

Dua Bulan Jabat Kades Curugbitung, Ini Pesan Camat Nanggung

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Camat Nanggung Ae Saepuloh berpesan Kepada Kepala Desa Curugbitung Lukmanul Hakim yang baru menjabat dua bulan agar bisa memaksimalkan pelayanan serta mampu mengembangkan potensi wilayah desa.

“Tugas kepala desa cukup berat, semoga kepala bisa yang baru menjabat bisa menggali potensi dari berbagai sektor pembangunan,” ujar Ae Saepuloh saat menyambangi Desa Curugbitung, Sabtu (24/6/2023).

Lukmanul Hakim dilantik pada 27 April 2023 oleh Plt Bupati Bogor di Gedung Tegar Beriman yang diharapkan bisa merangkul semua unsur masyarakat dan stakeholder Desa Curugbitung.

“Selama proses Pilkades di Curugbitung alhamdulillah berjalan dengan baik. Hal ini membuktikan masyarakat Curugbitung bisa menjaga situasi yang lebih kondusif,” jelas Ae Saepuloh.

Dengan demikian, kata Camat Nanggung, Pilkades telah usai kepala desa harus hadir ditengah masyarakat guna menyatukan kembali seluruh masyarakat.

** Arip Ekon

Duet AS -TRA Support Total Kontingen Peparpeda

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pelepasan Kontingen Kabupaten Bogor yang akan menuju Peparpeda Jabar 2023 berlangsung dengan penuh motivasi.

Bahkan, Duet AS-TRA ( Asnan AP / Trian Turangga) selaku Kadispora dan Sekdispora Kabupaten Bogor tampak kompak memberikan motivasi semangat kepada para atlet pelajar Kabupaten Bogor yang akan jadi bagian Kontingen Kabupaten Bogor pada Peparpeda Jabar 2023.

Selain Kadispora dan Sekdispora yang hadir dalam pelepasan Kontingen Peparpeda tampak hadir pula Muhammad Saepudin salah satu pembina NPCI Kabupaten Bogor dan sebagai salah satu pejabat Dispora Kabupaten Bogor.

Asnan AP mengatakan, sangat optimis kalau Kontingen NPCI Kabupaten Bogor bisa menuai prestasi gemilang pada pelaksanaan Peparpermda Jabar 2023 di Kabupaten Garut.
” Saya akui selama ini NPCI Kabupaten Bogor sudah menggelar TC Peparpeda buat para atlet pelajarnya.,” kilah Asnan AP

Selanjutnya, kata Asnan AP proses yang dilakukan NPCI selama ini dengan menggelar TC Peparpeda pasti akan membuahkan hasil optimal.

” Saya bangga NPCI selama ini terus melakukan sosialisasi dan rekrutmen atlet lokal asli Kabupaten Bogor,” pungkas Asnan .

Dalam kesempatan yang sama, Ketua NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach mengatakan pihaknya memberangkatkan 25 atlet binaanya pada ajang Pekan Paralimpic Pelajar Daerah ( Peparpeda) Jabar 2023.

Peparpeda Jawa Barat 2023 akan dilangsungkan pada tanggal 26 sampai 28 Juni 2023 di Kabupaten Garut .

Misbach menambahkan, Kontingen NPCI Kabupaten Bogor yang akan bertolak ke Peparpeda Jabar 2023 itu akan mengikuti lima cabor pertandingan seperti Tenis Meja, Catur, Bulutangkis, Renang dan Atletik.

” Kami optimis 25 atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor akan memberikan hasil yang optimal pada Peparpeda Jabar 2023,” ujar Ketua Umum NPCI Kabupaten Bogor, M Misbach, Minggu, 25 Juni 2023.

Lebih lanjut, kata Misbach, 25 atlet yang akan jadj duta Kabupaten Bogor pada ajang Peparpeda Jabar 2023 sebelumnya telah mengikuti TC Peparpeda sejak awal akhir Mei 2023 lalu.

” Lebih dari1 bulan NPCI Kabupaten Bogor menggelar TC Peparpeda untuk para atlet yang akan tampil pada ajang Peparpeda Jabar 2022,” paparnya.( asep syahmid)

Inilah Daftar 25 Atlet Pelajar Kabupataten Bogor yang akan tampil di Peparpeda Jabar 2023:

  1. CABOR ATLETIK
    Ahmad Fiqri , Aldi Kurniadi, Aldi Saputra, Alnida Idza Aullia, Bagus Surya Akbar, Diaz Aguero, Fajar Fadilah, M Agna Nazal Qori, M Fahmi Baadilah, Murfid Khanif W, Oriyana Putri, Putra Ramadhan, Yasar Al Anshari.
  2. CABOR BULUTANGKIS:
    Muhammad Taufan Millano Hakim.
  3. CABOR RENANG:
    Ahmad Fauzi, Hayfa Revalina, Hizkia Yobel, M Amin Yahya, Naila Fairuz, Sharza Nurfadilah.
  4. CABOR TENIS MEJA:
    Dadan, Deriana Al Wahdi, Irna Rahmawati, Raesita Nurmairah.
  5. CABOR CATUR:
    Hafiz Aditya Ramadhan

Sampah dan Penataan Fly Over Cileungsi Jadi Masalah Pelik Perlu Keterlibatan Semua Pihak

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Sampah dan penataan kawasan Fly Over Cileungsi merupakan masalah yang pelik dan tidak bisa dikerjakan oleh satu pihak saja, apalagi hanya mengandalkan kekuatan Pemerintah Kecamatan. Hal tersebut disampaikan Camat Cileungsi Adhi Nugraha kepada Jurnal Bogor saat bincang-bincang di Kantor Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Adhi menyebut, harus banyak pihak yang ikut berkontribusi untuk memperindah Fly Over Cileungsi dan menjauhkannya dari sampah, karena sejauh ini Pemcam sudah bekerjsama dengan UPT Sampah Jonggol untuk membersihkan sampah di kawasan Fly Over Cileungsi tersebut, namun keesokan harinya sampah kembali menumpuk.

“Untuk memperindah kawasan tersebut semua pihak harus turun tangan, karena bukan hanya persoalan personil yang harus diturunkan untuk menertibkan tapi juga persoalan anggaran yang harus disiapkan untuk tindakan selanjutnya,” ungkap Adhi kepada Jurnal Bogor, Jumat (23/6/23).

Untuk menertibikan itu butuh anggaran, sambung Adhi, dan itu harus dilakukan secara cepat. Misalnya, jika ingin dibuat taman baca, taman bermain, atau kawasaan hijau. Pasca ditertibkan harus langsung di eksekusi, jangan mengunggu lagi dengan jangka waktu yang lama, sehingga kekosongan tempat tersebut kembali dimanfaatkan oleh oknum yang seolah-olah siap bertanggungjawab.

“Itu kelemahan kita selama ini, kenapa tidak bisa tertib dan timbul lagi PKL, yang mengakibatkan kemacetan dan tumpukan sampah. Karena saat di eksekusi pembenahan ada jeda waktu yang lama, hingga ada kesempatan lagi untuk mereka kembali, “ jelasnya.

Pemda saat ini, lanjut Adhi, belum siap dengan dana yang cukup besar yang harus disiapkan untuk menertibkan dan memperindah kawasan Fly Over Cileungsi tersebut. Maka dari itu, diharapkan ada pihak ketiga yang siap untuk mendanai kegiatan itu.

“Kami sambut dengan tangan terbuka, jika ada pihak ketiga yang mau ikut andil dalam penataan Fly Over Cileungsi. Syukur-syukur ada CSR dari perusahaan yang mempunyai program penataan Fly Over, sehingga PR Pemda sedikit terbantu, apalagi kawasan industri di wilayah Bogor Timur ini sangat padat ya, besar kemungikinan jika ada yang meniatkan pasti bisa terlaksana,” cetusnya.

Lebih lanjut Adhi mengatakan, untuk penataan kawasan Fly Over Cileungsi ini memang sudah direncanakan oleh Pemda. Namun, untuk waktu realisasinya kapan, pihaknya tidak bisa memastikan. Mengingat, anggaran Pemda yang terbatas dan banyak bidang juga yang membutuhkan dan sifatnya mendesak membuat program penataan Fly Over Cileungsi selalu tergeser.

“Tinggal tunggu kesiapan anggaran nya saja, sambil menunggu itu semua, harapan saya masyarakat juga turut menjaga kawasaan tersebut,dan untuk oknum yang memanfatkan wilayah itu, coba manfaatkan dengan baik jangan hanya mengambil keuntungannya saja tapi lokasinya tidak diperhatikan, “ pungkasnya.

“Yang pasti Cileungsi itu banyak PR, dan perlu kesabaran ekstra untuk menghadapinya. Kamu gak usah jadi Camat di Cileungsi gak akan kuat,” canda Adhi.

 ** Nay Nur’ain

Bantu Kesehatan Masyarakat, PDIP Lakukan Pengobatan Gratis

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor Bidang Pemenangan Pemilu 2024, Mu’ad Khalim sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor menghadiri pengobatan gratis yang diselenggarakan DPC PDIP di halaman kantor Desa Mampir, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Program pemeriksaan dan pengobatan gratis ini diinisiasi Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDIP, Adian Napitupulu untuk masyarakat secara gratis yang ada di 435 desa/kelurahan se-Kabupaten Bogor dalam rangka bakti sosial.

“Saya sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor, ini sudah kewajiban saya sebagai kader partai menjalankan tugas untuk terjun langsung ke masyarakat, memantau dalam pemeriksaan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan DPC PDIP Kabupaten Bogor,” ucap Mu’ad Khalim kepada Jurnal Bogor, Minggu (25/6/23).

Mu’ad juga menyampaikan, pengobatan gratis ini dimulai sejak bulan September lalu.

“Ya pengobatan ini diberikan secara gratis untuk masyarakat Kabupaten Bogor di setiap desa dan kelurahan, mudah-mudahan dengan adanya pengobatan gratis ini masyarakat bisa terbantu kesehatannya,” tutur Mu’ad Khalim.

Mu’ad Khalim juga menjelaskan, pengobatan ini untuk mengecek kesehatan masyarakat pasca-Covid 19 yang melanda Indonesia pada tahun lalu.

“Jadi ini instruksi langsung dari Ketua Umum Ibu Megawati Sukarno Putri untuk mengecek kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor, pascaadanya pandemi Covid-19. Seperti apa kesehatannya, dan kemudian kita berikan pengobatan, vitamin, dan juga pemberian kacamata secara gratis untuk yang usianya 50 tahun keatas,” bebernya.

Lebih lanjut Mu’ad Khalim berharap, bagi masyarakat yang mengikuti program pengobatan gratis ini, agar selalu diberikan kesehatan, dan jangan lupa juga untuk merutinkan melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas terdekat atau jika ada kegiatan seperti ini. Sehingga, jika terdapat penyakit yang mengkhawatirkan bisa langsung ditindak ke tingkat selanjutnya.

“Mudah-mudahan masyarakat yang mengikuti pemeriksaan pada hari ini bisa bermanfaat, agar cepat sehat. Saya juga berharap ada efek positif kepada PDIP, karena PDIP telah melakukan bakti sosial kepada masyarakat Kabupaten Bogor. PDIP satu-satunya partai yang melakukan kegiatan ini di Kabupaten Bogor kepada 435 desa dan kelurahan,” tandasnya.  

** Nay Nur’ain

Wisuda dari Tingkat TK-SMA, Ini Tanggapan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Mu’ad Khalim menanggapi adanya unek-unek viral warga terkait wisuda di tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Menurutnya, wisuda yang dilaksanakan oleh TK sampai tingkat SMA tidak masuk dalam kurikulum, hanya kesepakatan orang tua murid saat rapat dengan komite dan pihak sekolah.

“Kalau pendapat saya, wisuda itu tidak masuk dalam kurikulum,  saya rasa masing-masing sekolah ada komite, itu bisa dibahas dalam rapat komite dengan sekolah. Karena komite sebagai perwakilan dari murid dan orang tua siswa-siswi,” ucap Mu’ad Khalim kepada Jurnal Bogor, Minggu (25/6/23).

“Berkomunikasi dengan baiklah, antara komite denga wali murid, dan juga pihak sekolah, ini baiknya seperti apa, dan yang tidak memberatkan seperti apa, kalau memang akan dilaksanakan, seperti apa,” sambungnya.

Ia juga meminta kepada para orang tua wali murid yang keberatan atau tidak mampu dalam kegiatan perpisahan atau wisuda di sekolah, agar disampaikan kepada komite atau pihak sekolah. Begitupun pihak komite dan pihak sekolah, walaupun hanya ada sebagian kecil yang keberatan jangan memaksakan kehendak yang diinginkan. Kecuali, sebagian besar yang menginginkan adanya kegiatan wisuda itu mampu memberikan subsidi silang untuk mereka yang tidak mampu.

“Pesan saya orang tua murid yang tidak mampu atau keberatan, sampaikan dan dibicarakan, pada pihak sekolah, jangan disampaikan diluar yang nantinya bisa menimbulkan polemik. Memang ini kalau bagi saya banyak orang tua murid yang keberatan, tapi orang tua siswa itu tidak disampaikan dalam forum rapat internal sekolah,” ungkapnya.

Untuk pihak sekolah sendiri Mu’ad Khalim juga berharap, bagi orang tua murid yang betul-betul tidak mampu harus dipertimbangkan, dan kalau memang semuanya menginginkan adanya kegiatan itu silakan. Tapi kalau orang tuanya tidak mampu tolong diberikan kebijaksanaan.

“Kalau tidak mampu kasian juga dipaksakan orang tuanya, kan ada orang tua siswa yang bener-bener tidak mampu, bahkan kadang anak yatim, finansialnya dari mana itu yang harus diperhatikan juga oleh pihak sekolah,” cetusnya.

“Tapi bukan juga semua tidak mampu, kalau udah sepakat jalankan, tapi kalau memang keberatan komunikasi yang baik antara orang tua murid dengan pihak sekolah saya yakin pihak sekolah juga tidak mungkin kakulah,” cetus politisi PDI Perjuangan tersebut.

** Nay Nur’ain

DPKPP Bahas Persoalan Lahan Garapan Warga dengan PT WSA

0

Kades Curug Apresiasi Respons Cepat Plt Bupati

Jasinga | Jurnal Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP)  mengundang pihak terkait membahas masalah penggarap tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Blok 23  Wakap Bolang (Jam’ah), Desa Koleang, Jasinga, Kabupaten Bogor.

Acara yang berlangsung di ruang rapat DPKPP pada Jumat (23/06/2022), turut mengundang diantaranya, Kepala Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Kepala Bagian Tata pemerintahan pada Setda, Kepala Bagian Sumber Daya Alam pada Setda Kabupaten Bogor, Camat Jasinga, Kepala Desa Koleang, Kepala Desa Curug dan Pimpinan PT. Wahana Sekar Agro.

Dalam musyawarah tersebut, Kepala Desa Curug Anton mengatakan hal yang dibahas di forum tersebut, terkait surat yang telah disampaikan oleh warga kepada Plt Bupati Bogor tentang permasalahan lahan garap mereka.

Anton sangat mengapresiasi langkah Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan yang mengutus Kepala Bidang Pertanahan DPKPP yang merespons terkait permasalahan yang menimpa warga Desa Curug.

“Saya mewakili warga masyarakat Desa Curug mengucapkan terimakasih banyak kepada DPKPP, yang telah memfasilitasi, merespons dan tanggap akan surat aduan warga Curug yang ditujukan kepada Plt Bupati Bogor,” katanya saat dihubungi Jurnal Bogor, Sabtu (24/06/2023).

Lebih lanjut Aton berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Kabid DPKPP melalui kebijakannya memberikan solusi yang terbaik untuk masyarakat Desa Curug.

“Harapan kita semoga permasalahan ini segera selesai dan ada solusi terbaiknya,  baik dengan warga penggarap, maupun perusahaan dann juga pemerintah,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Pertanahan  (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menjelaskan, dari hasil pertemuan tersebut, lokasi yang digarap oleh masyarakat sejumlah bidang itu sebagian besar HGU PT. WSA.

Dari 22.900 m2 yang digarap masyarakat, yang masuk sertifikat menurut PT. WSA seluas 18.200 m2, sedangkan seluas 4.700 m2 diluar PT. WSA.

Nanti, kata Eko, akan dilakukan pengecekan lapangan oleh Tim Gugus Tugas Reforma Agraria mengenai luasan tanah tersebut.

“Nanti antara PT WSA dengan penggarap rencana akan dilakukan pengecekan lapangan secara keseluruhan, sekaligus menyelesaikan permasalahan lokasi yang berasal dari PT.PP Jasinga. Karena, lokasi PT WSA itu ambil alih dari PT PP Jasinga dan dulu waktu ambil alih dari PT.PP Jasinga mungkin belum ada rekontruksi batas,” jelasnya.

Dia berpesan dan berharap kepada masyarakat dalam hal ini untuk bersabar.

“Kit berpesan terhadap warga untuk bersabar,  sambil mencari solusi permasalahan antara PT WSA dengan penggarap ini,” pungkasnya.

** Andres

Dugaan Pungli TPAS Galuga, Sambas Alamsyah: Biarkan Proses Hukum Berjalan

0

Cibungbulang l Jurnal Bogor

Dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan TPAS Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor  yang kini terus jadi sorotan, menurut Ketua Umum LSM Genpar, Sambas Alamsyah biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

“Sepengetahuan kami , forum yang melakukan ini adalah forum atau lembaga nonprofit, beda halnya dengan CV atau PT. Jadi sekali lagi kami tegaskan ya biarkan proses hukum berjalan, karena kami menduga ini adalah pungli,”  kata Sambas Alamsyah, Sabtu (24/6/2023).

Dugaan pungli tersebut secara tertulis pelaporannya mencapai Rp 26.000.000 per bulan yang dibagikan

ke berbagai pihak diantaranya mengalir ke Kades Galuga sebesar Rp 2.000.0000 per bulan.

Sambas sebelumnya menegaskan, dugaan pungli di seputar TPAS Galuga dilakukan secara sistematis dan terorganisir.

“Terkait TPAS Galuga LSM Genpar menemukan adanya aliran dana yang dikoordinir oleh salah satu lembaga yang mengatas namakan forum, namun dari aliran tersebut lebih banyak mengalir kepada individu-individu tertentu,” kata dia, Selasa (20/06/2023) lalu.

“Ini sudah masuk dugaan pungli, yang menikmati hasil segelintir orang yang secara tidak langsung menerima gaji buta,” tandasnya.

LSM Genpar mengaku telah menyampaikan aduan secara tersurat (dumas) kepada tim saber pungli Polda Jabar agar segera ditindak lanjuti.

Di tempat berbeda, Ketua Galuga Center Asep Saepudin yang akrab disapa Kang Doris pun membenarkan adanya hal dugaan pungli. Namun dia enggan memberikan komentar lebih jauh.

“Iya hal itu ada, namun saya enggan berkomentar lebih lebih jauh,” tukasnya.

Sementara itu  Kepala Desa Galuga, Endang Sujana dikonfirmasi mengaku bahwa keberadaan forum yang melakukan kutipan  dari truk pengakut sampah sudah ada semenjak dirinya sebelum menjadi kepala desa.

“Kami  disitu sebagai pengawas, sebelum saya jadi kades juga sudah ada,” tanas Endang.

** Arip Ekon | Andres

Konsistensi Fotografer Motorsport dari Nol Sampai ke Jenjang Formula 1

0

Bogor | Jurnal Bogor

Menjadi seorang fotografer memang banyak diminati banyak orang. Tapi, banyak juga yang tidak konsisten di bidang fotografi. Berawal dari hobi pada tahun 2005 silam, Benediktus Gunawan Wibisono yang akrab dipanggil sebagai Wibie, mulai menjajaki fotografi.

Bermodal kamera poket digital mulailah memotret moment-moment di sekolahnya (ketika itu masih putih abu-abu), street hunting kemana pun berjalan. Tidak sampai disitu, bahkan dia memberanikan diri untuk memotret balap mobil di Sirkuit Sentul dengan menggunakan alat seadanya.

Hasil jepretannya kemudian dipamerkan di Facebook. Lama kelamaan orang pun menyukai hasil dari jepretannya. Singkat cerita, hasil dari jepretannya menghasilkan kamera DSLR. Dari awal memiliki DSLR, mulailah tawaran untuk mengabadikan moment foto berdatangan, mulai dari wedding, prewedding, modelling, produk, event bahkan otomotif.

Sekitar tahun 2012, dia lebih memilih membuka usaha fotografi di rumahnya, yang brand Wibie Photography, dan mulai berfokus fotografi bergenre otomotif dan spesifiknya di motorsport.

Mulai dengan merogoh kocek tabungan, Wibie membeli alat yang mendukung untuk memotret motorsport, kamera, lensa pun dia upgrade. Dengan menggunakan alat yang telah diupgrade, dia pun terus berlatih dan semakin percaya diri untuk mengeksekusi foto-foto balap. Mulai dari pembalap nasional seperti, Fitra Eri, Ridwan Hanif, Muhammad Ichan, Umar Abdullah, sudah menjadi langganan untuk diabadikannya. Tak hanya pembalap, balap kelas pabrikan Honda dan Toyota pun juga tak luput dari jepretan kamera Wibie.

Selama berkarir tetap di dunia fotografi motorsport, baik event balap nasional, tingkat Asia, bahkan dunia pun akhirnya sudah dijalani. Di tahun 2022, akhirnya Wibie mendapatkan license untuk memotret balapan bergensi di dunia, Formula 1 (F1) di Singapore.

Tidak mudah untuk memotret mobil balap sekelas Formula 1. Selain dari sisi financial, memotret balapan Formula 1 itu banyak persaingan dari para fotografer motorsport dunia, bahkan sempat tidak pede. “Foto dari fotografer lain memang bagus bahkan ada yang lebih bagus, kita harus lebih percaya diri yang lebih”, ujarnya.

Saat ini dengan jam terbang yang tinggi dan berpengalaman, Wibie bisa terus berkarir dan memiliki harga jasa yang sangat memukau para calon pelanggannya.

Buat kalian yang ingin menggunakan jasanya bisa menghubungi melalui Instagramnya @wibiephotography dan nomor Whatsappnya juga lengkap tercantum.

** yev

Nekat Beroperasi, Mie Gacoan Sholis Terancam Disegel

0

jurnalinapirasi.co.id – Mie Gacoan di Jalan KH Sholeh Iskandar (Sholis), Kecamatan Tanah Sareal, rencananya akan melaksanakan grand opening pada Sabtu (24/6/2023).

Sontak, rencana tersebut langsung mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kota Bogor. Hal itu lantaran restoran itu belum melengkapi seluruh perizinan.

“Seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bisa bersikap tegas. Sebelum dilaunching harus dirapihkan dulu perizinannya,” ucap Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti pada Jumat, (23/6/2023).

Dengan demikian, kata Endah, pengusaha akan terus menganggap gampang terhadap persoalan tersebut lantaran pemkot tidak tegas.

“Kalau hal ini terus dibiarkan akan menjadi contoh buruk untuk kedepannya. Dan seharusnya pembangunan resto Mie Gacoan harus segera digesel dan belum boleh beroperasi sebelum perizinannya diselesaikan semuanya,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach mengaku geram lantaran pengelola Mie Gacoan tetap melanjutkan pembangunan meski sudah ditegur.
“Tapi, kalau tetap dilaunching sebelum ada kelengkapan surat perizinannya, maka hari itu juga kita akan lakukan penyegelan,” ungkapnya.

Agustian Syach mengatakan bahwa perizinan resto Mie Gacoan Sholis tinggal menunggu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) keluar, sebab ada sejumlah revisi di KRK, Amdal Lalin, SKPLH, serta siteplan.

“Oleh karenanya, selama belum keluar semua itu maka tidak boleh melakukan pembangunan terlebih lagi launching. Kita sudah menjalankan tupoksi tapi mereka (pengelola) memang bandel,” tandasnya.* Fredy Kristianto